Go Kill !

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Warn : First fic, Gaje tapi nyambung(?),OOC, AU, Typo, dll…

Membaca fic ini dapat menyebabkan gangguan sedih(?) dan mengantuk(?). Harap maklum.

Don't Like, Don't Read !

.

.

.

.

"…."

Suasana kembali hening.

"Ck… Masa gitu doang… Gak seru, ah…"

Suara anak laki-laki terdengar dari balik pintu.

"Iya, iya. Kirain mo digrepe…"

Kali ini suara anak perempuan yang mengganggu suasana hening itu.

Sakura yang merasa kenal dengan kedua suara itu, mengutuk para pemilik suara masuk rumah sakit setelah ditabrak becak.

Bruuaaaak

"Akh, kameraku !"

Siapa suruh GaaHina mengintip monster ganas yang lagi pacaran. Kameranya malah hancur berkeping-keping karena benturan pintu mendadak oleh Sasuke. Kekuatan Sasuke sangat besar rupanya.

Sakura dan Hinata melongo. Mereka tidak tahu bahwa Sabaku adalah orang terkaya no. 2 di Jepang setelah Uchiha. Dan dengan santainya, Gaara bilang "Alhamdulillah !"

"Lho kok ?" Tanya kedua wanita itu.

"Gw bisa dibeliin kamera 12mp kalo ni kamera rusak."

Para wanita swt. Tapi tidak dengan Sasuke, karena keluarga mereka bersaing.

'Cih sial… Gitu aja sok… Gw bisa beli yang lebih dari itu…' gerutu Sasuke kesal.

"Udah selesai ngajinya ?" Sasuke sudah tak ingin mendengar kajian Gaara.

"Mungkin…"

"Okey…"

Doink doink…

GaaHina terpental 3 km menuju kantor gubernur.

Di kantor Gubernur.

"Hoy… Kalian sedang apa ? Babu baru, ya ?"

Menggenaskan.

Back to story

BLAM

"Saku… Percayalah… I just love you…"

-piip—

Hanya ciuman biasa. Tapi, sepertinya kalian tidak suka. Jadi kubuat hiperbol.

"Hiks…Hiks… Ada apa inii~… Mengapa aku harus bermimpi hal itu~.."

Tangis Sakura pada malam hari, ketakutan karena bermimpi seseorang yang hanya bisa dilihatnya saat ia menutup mata.


Esoknya…

Kelas kembali pelajaran Bio.

Ya seperti biasa. Kelas 9c selalu ramai dan duduk lesehan, kadang sambil tiduran di lantai.(? Ini tak biasa). Sakura yang aslinya pendiam(?) kini dia bercakap-cakap dengan tertawa dan hampir membunuh Gaara karena dia tak bisa mengendalikan tawanya.

Syukurlah, Sakura tak peduli pada mimpi semalam. Tenten, Temari, Shino dan Neji melihat Sakura waswas, sampai-sampai mereka siap untuk menggotongnya(?). Shikamaru 'terlihat' sangat memperhatikan Anko (padahal, dengan pulasnya ia tidur dengan kedua tangan menopang kepalanya). Chouji masih melanjutkan makan siangnya yang ke 5 kali.

Konan dan Pein… Yah, seperti biasa. Eh tapi, kenapa mereka hanya berpelukan ? Mari kita lihat tangan mereka sedang meraba apa. Dan… Waw….WAW….WAAAW… Mereka… Mereka aa a… -piip—(padahal mereka hanya membaca icha-icha paradise yang dicuri Sakura dari Kakashi saat dia tak membayar Sakura yang menyemir sepatunya) #dilempar ke langit.

Sementara Konan hanya berkata "Kita lebih dari ini kan, sayang…" Ew, sudahlah…

Eh tunggu, Sakura menyemir sepatu ?

Flashback

"Haduh… Bokek… Sumpah deh… Padahal aku lapar bewudz…"

Gaara muntah mendengar kata kata lebay Sakura.

Sakura pura-pura tak tahu dan melanjutkan kelebay-annya

"Deuwh… Panas lagi… Akuh… Akuh… Akuh hauuuus… Pengen beli es juuus… Yang mak nyuuus… Biar seger tyuuuus gheeetoouuwh…"

Gaara yang tak tahan duduk di depan Sakura memilih berdiri dari bangku dan melempar bangkunya kea rah Sakura. Lalu Gaara dengan wajah innocent pergi meninggalkan Sakura yang kepalanya berdarah. "Adyuwh… Gaara jahat akh…" dengan gaya lebaynya.

Dan kalian tahu apa yang terjadi pada bangkunya ? Yap, hancur jadi 4 bagian dan menghantam bangku bangku yang lain. Maka dari itu, Tenten, Temari, Shino dan Neji waswas. Sakura sepertinya tak peduli. 'Ada uang nyasar gak yaa…' Sakura merogoh tas merah yang ada di belakang tubuh mungilnya. 'Semir sepatu ? Ngapain aku bawa beginian…?'

"Eh, Sakura ! Kebetulan sekali… Boleh semir sepatuku tidak ?" Ino yang entah sejak kapan ada di depan Sakura. Sakura mendapat ide. "Wani piro ?" (Yah… Kok jadi tiru-tiru iklan rokok. Ya maklum authornya orang Surabaya… Khekhekhe… #Dilempar tabung gas)

"Yah, elu Sak… Gopek ya…"

"Enak aja… Goceng donk !"

"Jahat bener sih lu…"

Gak mau, ya sudah… Ichwaw… Sepatuku jadi kinclong loh.." Sandir Sakura.

"…" Tak ada jawaban.

"Oiya, tadi Sai bilang suka warna sepatu hitamku loh…"

"Ya, deh… Ya, deh… Nih goceng."

Jika sudah menyangkut kekasih Ino, dia pasti rela melakukan apa saja demi menarik perhatiannya.

"Hhehehe… Siap, bos… ok…" (Hilangkan spasi dan titik-titik antara "bos" dan "ok". Itulah yang diucapkan Sakura)

Ino swt sambil melepas sepatu.

'Lumayan, lumayan… Beli Shiratama Anmitsu, ah…' Batin Sakura dengan senyum liciknya yang tidak terlihat mengerikan, malah terlihat seperti memikirkan bokep. #dihajar Sakura.

Lalu, Deidara dengan santainya menghampiri Sakura.

"Kau sedang apa, un ?"

"Nyari uang"

"Waah, hebat, un ! Nyari uang di sepatu Ino, un !"

Sakura swt. "Maksudku, dapat uang dari Ino karena aku udah semirin sepatunya."

"Oh, gitu, un… Kukira sepatu Ino ajaib, un…'

'Satu-satunya keajaiban di sepatu ini Cuma 'aroma'-nya' Inner Sakura membatin.

"Semirin sepatuku sekalian, dumz,un…"

"Wani piro ?'

"Cepek, un"

"Lo nawar apa ngajak berantem ?"

"Becanda, un… Turunin dullu itu papan tulis, kubayar ceban, deh, un"

"Buat apa diturunin ?"

"Ada deh, un"

"Ngeh ? 2 minggu lagi Unas.. Ntar kita belajarnya gimana ?"

"Aku udah punya rencana, un"

"Okey, demi jamban, eh, maksudku, ceban…"

Lalu Sakura melempar sepatu Ino yang sebagian kecil sudah kinclong. Jadi sebagian besarnya masih penuh dengan debu. Ino hanya membolak-balik sepatunya. 'Oh, jadi, Sai suka semiran seperti ini ?' batinnya.

Sakura menuju depan kelas untuk menurunkan papan meski sudah jatuh 3 kali karena terpleset pecahan bangku dan lukanya makin banyak.

"Beres" Lalu Sakura kembali ke bangku utuhnya.

Ino dan Dei menganga lebar-lebar melihaat Sakura yang babak belur karena terpleset bolak balik.

"Demi jamban…"

"Ceban, Sak…"

"Oh, iya… Demi ceban jamban."

"Ceban aja gak usah pake jamban, un !"

"Masalahnya gw kebelet boker !"

Hup

"Oh, tidak bisa, un… Kau harus menyemir sepatuku dulu, un…"

"Iya… Mana cebannya ?"

Lalu dengan paksa Sakura mengambil sepatu Dei dan meyemirnya dalam waktu kurang dari 3 detik. Kemudian ambil langkah seribu ke wc, disertai usaha jatuh bangunnya melewati bangku-bangku rusak.

"Ya, ampun, un…"

Dei merendahkan suaranya agar hanya Ino yang bisa mendengarnya.


Sakura's POV

Aaahhh…. Leganya. Habis boker memang menyenangkan. Oh iya… Ruang guru. Barang kali ada yang mau kasih 50 ribu nih. Hehe lumayan…

"Hey, Kakashi…"

"Ada apa Sakura ?"

"Sepatumu jorok sekali, mau kusemir ?"

"Ya, baguslah, semirkan… Nanti kubayar" Kata Kakashi dengan tatapan tak lepas dari buku icha-icha paradise kesayangannya.

Dengan berat hati kulepas sepatu super baunya. Oh ya, ngomong-ngomong ini kan sepatu karet bolong bolong warna biru. Ngapain di semir ?. Tapi tak apalah, masa bodo…


Normal POV

Begitu selesai dengan rapi(?), Sakura menagih uangnya. "Udah neh, bayar dunk"

"Oh, iya makasih Saku… Lho..LHO ? Ini sepatu cro** kesayangaku ngapain kau semir ?" Barulah Kakashi menaruh bukunya di meja.

"Katanya suruh nyemir !"

"Apa kau tak bias berpikir bahwa sepatu ini tak perlu di semir ! Warnanya jadi item lagi ! Aku tak akan membayarnya !"

"Kan kau yang minta sensei baka !"

"Pokoknya aku tak akan mau !"

Sreeet!

Drap drap drap…

Sakura lari keluar ruangan.

"Dasar bocah baka…! Ng… Ehm… Kok ganjil ya… Ngg… Loh, bukuku di mana ?"

Flashback Off


Nah, begitu ceritanya.

Kini anak-anak 9C duduk lesehan (bagi anak normal), sebagian lagi tiduran sampai ada yang tertidur.

"Aduh anak-anak… Kenapa kalian tidak mau memperhatikan aku mengajar apakah aku kurang cantik untuk kalian perhatikan ?"

Serentak anak-anak yang tertidur langsung terbangun dan mencari tempat buang muntah lalu kembali melanjutkan tidurnya. Sungguh malang sang Anko.

Hey, hey tunggu…

Di mana Sasori dan Sasuke ?

Di lapangan

"Woy, oper !"

Priit!

"Tendangan bebas !"

"Ati-ati woy !"

"Kiri !"

Deeesk

"GOOOLL !"

Mereka dengan parahnya malah bermain sepakbola dengan bocah-bocah edan lainnya.

TBC


Alhamdulillah… Wasyukurillah…(nari nari gaje) chapter 2 bisa u~pdate kilaaaat… (Malah nyanyi)

Sepertinya chap 3 ga bakal bias update kilat lagi… Ka re na! Mau Unas… Do'ain ya readers tercinta, muach muach ! (Cuh cuh cuh bweek)

Balasan Review (By : Narator) :

Rin nara seasui

Khekhe… Namanya juga fic, jadi banyak kuplesetin sampe kepleset pleset… Sakura lemah karena dia jika dekat dengan Sasuke selalu teringat mimpinya. Nanti akan kubuat kelanjutannya… Tapi kayaknya bakal mengharukan… Di chap selanjutnya, Naruto jadi orang yang berguna… Hm… Hm… Lumayan buat jadi tukang bersih-bersih khekhekhe #di kroyok Naruto

Ya, gak cowok semua sih. Ntar kalo minta ditemenin kemana-mana engm… Yaaaa, bahaya… #kabur.

Yusei'Uzumaki'Fudo

Ngehee… Aslinya author pengen bikin rated M… Tapi Gw(Narator) marahin abis-abisan gara-gara takut dia bayangin 'itu' terus mimisannya netes di ljk waktu Unas… #di deathglare author.

Neemarishima

Mau Unas bukannya belajar, malah bikin & baca fic… Ckckck… Patut di contoh… #di tendang ma author.

Just and Sil

"ARIGATOU GOZAIMASU !" #dijedokin author. Emang rated M yang pingin author bikin…(padahal gw(narator) juga mau) #dilempar pisau daging.

SasoSaku ? Oke, oke…

Author : Rnr please… I need it…