Plumeria~ Hana Uta (Flowers for You)

Disclaimer : Masashi Kishimoto-sensei

Author : Nacchan (Hime Natsumi)

Genre : Romance

Rate : M

Warning : Don't like? Don't read! Warning, Yaoi. LIME/LEMON INSIDE!

Pair : Fugaku-Minato, Sasu-Naru

Konoha, 4 tahun kemudian.

"Niisan!" teriak Sasuke—anak Fugaku dan Mikoto—menyambut kakaknya dengan senang. Itachi, kakak Sasuke memeluk adiknya, seperti biasa. Itachi menggendong Sasuke memasuki ruang makan. Disana, Fugaku dan Mikoto telah menunggu anak-anak mereka.

"Ayah, ibu!" sapa Sasuke senang. Itachi duduk sambil tersenyum kecil di depan ayahnya. Mikoto menyajikan makanan di atas meja makan.

Itachi menatap ayahnya. Ia teringat akan hobi ayahnya, memelihara bunga. "Ayah, kenapa ayah suka sekali pada bunga... uhm... bunga apa itu ya namanya?" tanya Itachi penasaran. Ditanya seperti itu, Fugaku malah tersenyum. Ia teringat akan kenangannya bersama Minato. Sebetulnya, bukan dirinya yang menyukai bunga. Minato-lah yang sangat menyukai bunga. Plumeria—bunga yang dimaksud Itachi—sebenarnya adalah bunga favorit Minato.

"Itu namanya plumeria. Ayah memang menyukai bunga plumeria sejak ayah muda." kata Fugaku, menjelaskan dengan nada bijak. Sasuke kecil mengangguk seolah ia mengerti akan maksud ayahnya. Itachi masih tetap penasaran. "Memangnya ada arti dibalik bunga plumeria itu ya, ayah?"

Fugaku terdiam sejenak. "Mungkin artinya itu, cinta yang abadi."

...

Dan dimulailah insiden kedua. Insiden yang terjadi pada klan Uchiha yang memiliki harga diri tinggi dan Fugaku, ikut terbunuh di dalamnya.

Saat itu bulan berwarna merah dan nampak menyeramkan. Sasuke masih sangat shock melihat apa yang terjadi kepada ayah dan ibunya. Fugaku dan Mikoto terbaring tak bernyawa dengan darah berceceran dimana-mana. Itachi berdiri dengan menyeramkan di ambang pintu. Sasuke kecil tidak mengerti, mengapa Itachi harus membunuh semua klan Uchiha. Yang ia tahu saat itu hanyalah rasa takut. Takut karena ditinggal oleh orang-orang yang disayanginya. Takut karena Itachi telah berbuat sangat keji kepadanya.

Itachi pergi dan lenyap dari hadapan Sasuke. Sasuke yang masih mengigil ketakutan mencoba untuk berdiri dan menghampiri mayat ayahnya serta ibunya. Kaki kecil Sasuke terkena genangan darah yang ada di lantai. Ia berusaha mencari sesuatu, petunjuk, atau apa pun. Namun sia-sia. Yang ditemukannya hanyalah sebuah pembatas buku yang terbuat dari rangkaian bunga-bunga yang sudah diawetkan dan dilaminating. Sasuke kecil tidak tahu apa nama bunga itu, tapi Sasuke kecil tahu, itu adalah bunga yang disukai oleh ayahnya.

Hanya itulah satu-satunya benda kenangan yang dibawa bersamanya selalu. Hingga saat ini, Sasuke Uchiha telah berusia 15 tahun. Ia tumbuh menjadi pemuda tampan yang cerdas dan pendiam. Ia tetap tinggal di rumah lamanya seorang diri. Pembatas buku itu tetap ia simpan rapi. Sasuke sebenarnya tidak ingin tinggal di rumah itu, kenangan tentang masa kecilnya terlalu banyak. Hatinya kadang sakit untuk mengingat-ingat kembali kenangan buruk itu.

...

Sasuke menghela nafasnya. "Haaah..."

'Plak!' Sasuke merasakan punggungnya dipukul oleh seseorang. "Hei baka-teme! Sedang apa kau disini?" seru seseorang berambut kuning yang hampir sama dengan warna matahari dan memiliki mata sebiru langit yang tidak berawan.

"Kau tidak lihat aku sedang membaca, dobe?" jawab Sasuke sinis. Sasuke sebenarnya tidak memusuhi orang ini. Dia sangat menyukai orang ini. Senyumnya, tingkah konyolnya, semuanya. Suka... bukan dalam arti teman atau sahabat, tapi lebih...

Pria itu cengegesan. "Hehe... aku hanya ingin bertanya saja."

"Naruto, kalau kau memang ingin menggangguku, katakan saja." jawab Sasuke sambil menghela nafas lagi. Naruto menggembungkan pipinya lucu. Sasuke langsung tersenyum melihat kelakuan Naruto yang lucu itu.

Ujung mata Naruto terpaku pada suatu benda yang ada di atas lembaran buku Sasuke yang terbuka. "Teme, itu bunga apa? Cantik sekali."

Sasuke menatap pembatas buku itu. "Aku tidak tahu namanya, tapi ini bunga favorit ayahku."

Naruto hanya bisa ber-oooohh saja sambil menatap ke arah pembatas buku itu. Sasuke menangkap kekaguman di wajah Naruto. Sepertinya, tidak hanya ayahnya, bahkan Naruto juga sepertinya menyukai bunga ini.

"Dobe, apa kau menyukai bunga ini?" tanya Sasuke pelan.

Naruto mengangguk.

...

"Chidori!" teriak Sasuke lantang sambil membuat segel di tangannya, cahaya kilat berwarna biru telah memenuhi telapak tangannya. Sasuke berlari kencang sambil menabrakkan chidori yang ada di tangan Sasuke ke batu besar yang ada dihadapannya. Batu itu langsung pecah menjadi kepingan-kepingan kecil.

Sasuke sedang berlatih sendiri. Langit senja berwarna sangat indah, warna kesukaan Naruto—jingga—bercampur warna ungu. Sasuke menjatuhkan dirinya di atas tanah, keringatnya telah membasahi baju dan permukaan kulitnya.

'Plok... plok...' Sasuke menoleh karena mendengar tepuk tangan kecil dibelakangnya. Disana nampak berdiri seorang pria berambut putih keperakan yang panjang dengan garis merah di kedua pipinya yang memanjang dari mata hingga ujung dagunya. Sasuke kembali memalingkan wajahnya untuk menatap langit senja.

Jiraiya duduk di sebelah Sasuke. "Sepertinya kau sama seperti ayahmu ya. Kau dan ayahmu adalah ninja Uchiha yang hebat." Jiraiya mengambil sebuah buku bersampul hijau dan mulai membaca.

Sasuke tidak menoleh. "Hn."

"Kau persis sama seperti Fugaku. Kau menyukai anak bodoh itu kan?" kata Jiraiya. Sasuke menoleh dengan ekspresi stoic-nya. "Maksudku si Uzumaki Naruto itu."

Sejenak, Sasuke diam. "Ya, aku memang menyukainya. Tapi, nampaknya dia tak menyadari perasaanku."

Jiraiya meletakkan buku hijau itu di atas pangkuannya. Ia menatap langit bersama Sasuke. "Kau harus tahu arti di balik bunga plumeria itu. Arti tersembunyi yang ada di dalamnya. Ada sebuah arti tersembunyi dibalik bunga plumeria yang disukai oleh ayahmu dan Minato."

"Apa maksudmu?" jawab Sasuke datar.

Jiraiya menoleh. "Kau sudah cukup dewasa untuk mendengar hal ini, anak ayam Uchiha, sebetulnya aku berniat untuk menceritakannya saat kau sudah lebih dewasa lagi." Jiraiya memperbaiki posisi duduknya. "Baik, ini cerita tentang ayahmu, dan Minato. Mereka sebetulnya saling mencintai..."

...

Dari cerita Jiraiya, Sasuke tahu bahwa sebetulnya Hokage keempat itu adalah ayah Naruto. Dan Minato-sama adalah kekasih ayahnya. Mereka dipisahkan oleh takdir yang amat berat, sehingga harus menjalani kehidupannya sendiri-sendiri. Sasuke akhirnya mengerti, ayah dan anak memang hampir tidak ada bedanya sama sekali. Ia juga mengetahui, sebenarnya ayahnya bukanlah orang yang menyukai bunga plumeria, melainkan si Hokage keempat-lah orangnya. Sasuke juga mengerti, mengapa Naruto begitu tertarik pada bunga plumeria, itu mungkin sifat keturunan dari ayahnya.

Malam itu, Sasuke membuka semua buku tentang bunga yang ada di rumahnya. Ia mencari definisi tentang plumeria. Setelah lama mencari, akhirnya Sasuke mendapatkan buku yang memuat definisi bunga tersebut.

Sasuke membaca seluruh definisinya. "Bunga ini berwarna putih dengan warna kuning di bagian tengahnya, atau berwarna merah muda dengan warna maroon di tengahnya..." kata Sasuke. "... bunga ini sering dipakai untuk buket pernikahan karena bunga ini melambangkan cinta yang abadi."

Sasuke tersentak kaget, ia tiba-tiba teringat akan sesuatu. Kata-kata di buku itu persis dengan apa yang pernah ayahnya katakan padanya dan kakaknya sewaktu mereka masih kecil. Cinta yang abadi, plumeria... Sasuke mengambil pembatas bukunya yang telah dibawanya selama 11 tahun. Pembatas buku itu sudah agak usang termakan usia dan plastiknya sudah mulai lepas. Sasuke mengamati pembatas buku itu sebentar, lalu mengingat-ingat lagi kata-kata Jiraiya. '... ada sebuah arti tersembunyi dibalik bunga plumeria...' Sasuke membuka paksa segel plastik yang membungkus bunga-bunga awetan tersebut. Bunga-bunga yang diawetkan jatuh di atas lantai tempat Sasuke duduk bersila saat seluruh plastik laminatingnya terbuka. Di antara bunga plumeria yang diawetkan tersebut, ada lipatan kertas yang sangat mencolok mata.

Sasuke mengambil lipatan kertas itu perlahan. Kemudian dengan hati-hati, Sasuke membuka lipatan kertas usang tersebut.

'Untuk Minato Namikaze,

Maafkan aku, aku menyesal telah meninggalkanmu. Aku tidak bermaksud melakukan hal itu, tapi, itulah satu-satunya jalan yang bisa kutempuh untuk melarikan diri darimu, dari cintaku padamu yang semakin hari semakin bertambah saja. Aku tidak ingin menyakitimu, juga menyakiti desa yang kau cintai, desa Konoha. Aku akan selalu mencintaimu meskipun aku tidak ada bersamamu. Fugaku Uchiha.'

Fugaku Uchiha, Minato Namikaze, Sasuke kini mengerti, arti di balik bunga plumeria itu. Semua yang dikatakan Jiraiya memang benar. Semuanya benar. Ayahnya tidak mencintai ibunya, namun ia mencintai Hokage keempat, Minato Namikaze yang merupakan ayah Naruto.

"Aku harus menemui Naruto, sekarang." kata Sasuke pelan. Ia beranjak untuk mengambil jaketnya dan buru-buru melangkah keluar dari rumahnya. "Aku tidak ingin menyesal seperti ayah." bisiknya pelan.

...

'Tok... tok...'

Naruto menoleh ke arah pintu apartemennya. Naruto meletakkan mangkuk ramen instan yang tadi dipegangnya di atas meja kecil yang ada ditengah ruangan tersebut kemudian beranjak untuk membukakan pintu. 'Siapa ya yang bertamu malam-malam begini?' batin Naruto ketika melirik jam yang menunjukkan pukul setengah 12 malam.

"Eh, teme, ayo masuk." Naruto mempersilahkan Sasuke yang mematung di depan pintu apartemennya untuk masuk ke dalam. Namun, Sasuke masih diam. Naruto yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Sasuke ikut-ikutan diam. Mereka diselimuti keheningan utuk beberapa saat.

Sasuke menggamit tangan Naruto dan meletakkan sesuatu diatasnya. Itu adalah sepucuk bunga plumeria yang dipetik oleh Sasuke dari pohon plumeria besar yang ada di halaman rumahnya. Nampaknya, pohon itu ditanam dan dirawat oleh Fugaku. Naruto menatap bunga kecil yang kini ada ditelapak tangannya dengan penuh kekaguman.

Sasuke mendekat ke arah Naruto, lalu menatap mata Naruto dalam. Naruto masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada Sasuke malam ini. Sasuke mendadak menjadi aneh. Datang tengah malam, menyerahkan sepucuk bunga kepadanya, lalu berdiri dalam posisi yang sangat dekat dengannya. Sejak kapan Sasuke menjadi sangat romantis, padahal mereka tidak lebih dari sekedar sahabat dan rival?

Sasuke menarik nafas kecil, yang membentuk kepulan uap tipis dibibirnya. Tiba-tiba saja, jantung Naruto berdegup sedikit lebih kencang. "Naruto, aku tidak ingin menyesal seperti ayahku." Naruto yang masih tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Sasuke, hanya bisa diam, menatap mata berwarna onyx milik Sasuke. Sasuke maju, mencium bibir Naruto lembut. Naruto kaget, tapi tidak bisa menolak. Bukannya tidak bisa, tetapi tidak ingin. Maka, Naruto memejamkan saja matanya dan menikmati ciuman lembut dari Sasuke itu. Sasuke mendorong tubuh Naruto ke dalam dan masih dalam posisi berciuman, lalu menendang pintu apartemen Naruto sehingga menimbulkan suara menutup yang keras. Mereka terjatuh berdua diatas tatami yang cukup empuk. Sasuke melepaskan ciumannya dari Naruto.

"Daisuki, Uzumaki Naruto, baka dobe." Sasuke berbisik di telinga Naruto. Naruto memejamkan matanya, wajahnya memerah. Sasuke menggigit secara pelan dan bernafas di telinga Naruto. Seluruh tubuh Naruto serasa dialiri oleh sengatan listrik saat Sasuke melakukan hal itu. Bunga plumeria yang diberikan oleh Sasuke sampai jatuh di atas tatami juga.

Naruto tidak tahu harus menjawab apa. Ia hanya mengikuti instingnya. "Aku... aku... juga mencintaimu, Sasuke."

Sasuke mengangkat wajahnya, ia menatap wajah Naruto, mencari-cari kebohongan di wajah yang memerah itu. Sasuke menatap Naruto lagi, dalam. Kemudian, Sasuke mendekatkan bibirnya dengan bibir Naruto lagi, melumat seluruh keindahan yang tertera disana. Naruto membuka bibirnya saat berciuman dengan Sasuke, menandakan bahwa ia serius dan ingin menyerahkan segalanya untuk orang yang dicintai dan mencintainya. Naruto mengalungkan tangannya ke leher Sasuke. Sasuke mulai memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Naruto. Sepertinya, keahliannya dalam berciuman adalah sifat turun temurun dari ayahnya...

Saliva mereka berdua bercampur menjadi satu dan membasahi bibir mereka berdua, seiring waktu yang berjalan dan ciuman mereka yang semakin lama semakin panas. Sasuke melepaskan ciuman mereka, ia perlu oksigen untuk melanjutkannya. Naruto sudah mulai terengah-engah dan merasakan bahwa tubuhnya sudah mulai memanas.

Sasuke mengangkat tubuh Naruto dan berjalan ke arah ranjang yang ada tidak jauh dari sana. "Boleh kulanjutkan?" tanya Sasuke lembut, posisi mereka saat ini, Naruto terbaring dibawah Sasuke yang menahan tubuhnya dengan kedua tangannya, disisi tubuh Naruto. Naruto yang ditanya begitu, tidak bisa menjawab apa-apa.

"Haruskah kau bertanya?" Naruto memalingkan wajahnya dari Sasuke. Sasuke menyunggingkan senyum di bibirnya. Ia mencium Naruto sekali lagi.

Sasuke mulai dari leher, ia mencium dan menjilati seluruh permukaan kulit leher Naruto. Naruto mendesah dengan erotis yang membuat Sasuke menjadi makin ingin memasukannya. Sasuke meraba dada Naruto yang bidang dengan salah satu tangannya dan memasukkan tangannya yang dingin ke dalam sweat shirt putih yang saat ini dipakai Naruto.

"Nnn... ahh..." Naruto mendesah saat Sasuke mulai memainkan dadanya. Tangan Sasuke dengan cekatan melucuti baju Naruto. Sasuke mencium dada sebelah kiri Naruto dan tangannya memainkan dada sebelah kanan. Sasuke mulai menjilat, kemudian mengulum, sedikit menggigit dan menjilat lagi.

"Sa... suke... ngghh~~"

Sasuke menaikkan pahanya, kemudian menyogok kepunyaan Naruto pelan dengan lututnya. Naruto ingin berteriak namun tidak bisa karena bibir Sasuke sudah mendarat di atas bibir Naruto. Tangan Sasuke tidak henti-hentinya memainkan dada Naruto yang membuat Naruto ingin mendesah, namun tetap tidak bisa karena Sasuke sudah memborgol bibir serta lidah Naruto dengan bibir dan lidahnya. Sasuke menghentikan ciumannya.

"Hahhh... ahh... ahhhnn..." Naruto nampak terengah, saliva mengalir di salah satu sisi bibirnya. Keringatnya mengucur deras. Padahal malam ini cukup dingin. Namun, suhu diruangan itu terasa panas. Sasuke melepas bajunya dan celananya sendiri. Ia juga melepas celana dan celana dalam Naruto. Naruto tidak kuasa menolak karena tenaganya seakan habis diserap oleh Sasuke lewat ciuman-ciuman panas yang diberikan oleh Sasuke. Sasuke memegang kepunyaan Naruto yang sudah menegang, kemudian mencium dan menjilatnya.

"Sasukeehh~ tidak... jangan... disitu..." cegah Naruto yang masih terengah-engah. "Uahhh!" teriak Naruto pada saat Sasuke sudah mulai mengulum kepunyaan Naruto dan melakukan blowjob-nya secara cepat, naik-turun-naik-turun. "Hhh... hhhhhh... Sa... shhhukeehhh..." Naruto mengeluarkan seluruh cairannya di dalam mulut Sasuke.

Sasuke menelan seluruh cairan yang keluar dari Naruto. "Nnnnnn!" Naruto merasakan tubuhnya sangat panas, lebih panas daripada yang tadi. "Hah... haaaah... Sasuke... Sasukee~" Naruto berusaha bangkit dan memeluk Sasuke. Sasuke mencium leher Naruto dan meninggalkan beberapa kiss marks disana.

Naruto memeluk Sasuke semakin erat. Sasuke menaikkan tungkai kaki Naruto ke atas pangkuannya. Posisi duduk seperti itu mempermudahkan Sasuke untuk memasuki rektum Naruto dengan jarinya. Jari pertama masuk, Naruto mulai mencakar punggung Sasuke—namun tidak terlalu keras.

Jari kedua dan selanjutnya jari ketiga masuk. Naruto sudah menitikkan air mata. "Uhhhhhhhhnggg! Sasuke! Sa... sakit! Keluarkan... keluarkann!" Naruto memeluk Sasuke makin kencang. Sasuke tidak menghentikan kegiatannya, ia malah menggerakkan jarinya secara vertikal dan memasukkan jari-jari lentik yang panjang itu semakin ke dalam untuk mencari prostat Naruto dan melonggarkan rektumnya. "Ngggghhh... ahhhhh...!" Naruto menahan rasa sakit dan rasa nikmat yang dirasakannya.

"Naruto, diam sebentar, demi aku." kata Sasuke ditelinga Naruto.

Sasuke nampaknya sudah menemukan prostat—sweet spot—Naruto. Tubuh Naruto sudah mengejang, Sasuke mengeluarkan ketiga jarinya yang basah. Sasuke mengusap-usap kepunyaannya secara cepat, setelah kepunyaan Sasuke menegang, ia menaikkan tubuh Naruto. Memposisikan kepunyaannya tepat di bawah rektum Naruto. Ujung kepunyaan Sasuke sudah masuk. Naruto menangis dan menggigit bahu Sasuke untuk melampiaskan rasa sakitnya. Mata biru safir Naruto sudah dibasahi air mata.

"Aaakkhh... Sashh... Sashhukk... eehhh~~" teriak Naruto. Sasuke melepaskan pegangannya di tubuh Naruto sehingga tubuh Naruto meluncur bebas ke bawah dan kepunyaan Sasuke tertanam seluruhnya di dalam rektum naruto. "Uaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh~~~ Sakit! Sasu... teme... teme... keluarkaaannn~" teriak Naruto sambil mempererat pelukannya ke tubuh Sasuke.

Sasuke mengangkat tubuh Naruto dan menyandarkannya secara terbalik ke arah tembok. Posisi Naruto saat ini membelakangi Sasuke dengan kedua tangannya yang menyangga tubuhnya di tembok. Kepunyaan Sasuke masih menancap dalam di rektum Naruto, sehingga Naruto agak kesakitan tadi dan tak henti-hentinya menangis dan mendesah. Sasuke memajukan tubuhnya untuk meletakkan tangannya di tembok, agar ia bisa menyangga tubuhnya sendiri. Lalu, Sasuke mulai menggerakkan pinggangnya maju dan mundur. Semakin lama, semakin cepat.

"Sashhukkk... uahhh... nnnnnnn!" teriak Naruto. Sasuke menggerakkan pinggangnya semakin cepat. "Hiahhhhhhhhh~~" Naruto mengeluarkan cairannya sekali lagi, yang membasahi ranjang dan pahanya kali ini.

Sasuke menghentikan gerakan pinggangnya. "Ngh..." desahnya tertahan. Sasuke menarik kepunyaannya dengan cara memundurkan pinggangnya dan menyisakan ujungnya saja di rektum Naruto. Naruto sudah tersengal-sengal dan masih berusaha untuk menyangga tubuhnya di tembok agar tidak jatuh. Sasuke menarik nafas sedikit lalu mendorong kepunyaannya masuk secara kuat ke rektum Naruto.

"Ahhhh~ Sasuke! Sak... sakii... tthh!" teriak Naruto. Sasuke memundurkan kepunyaannya lagi dan menghentakkannya secara keras sekali lagi. Kali ini tepat, mengenai prostat Naruto.

"Aaaaakkkhhh... Sasuke! Sasukeee~~" Naruto mengeluarkan cairannya untuk kesekian kalinya, bersamaan dengan Sasuke yang mengeluarkan cairannya tepat di dalam rektum Naruto. Sasuke menarik keluar kepunyaannya dari rektum Naruto. Cairan milik Sasuke nampak keluar sedikit dari dalam lubang itu. Sasuke menatapnya dengan penuh keinginan. Sasuke menjilat cairannya yang ada di rektum Naruto dan sukses membuat Naruto terkejut.

"Hentikan~ jangan disitu... temeeeeee~~" teriak Naruto merasakan lidah Sasuke yang mulai memasuki rektumnya.

'Blugh!' Naruto pingsan tepat setelah Sasuke mengeluarkan lidahnya dari dalam rektum Naruto. Sasuke tercekat, dan menarik tubuh Naruto ke pelukannya. Naruto nampak kelelahan, wajahnya memerah, dan nafasnya masih tersengal. Sasuke merasa sedikit bersalah, itu karena ia agak keterlaluan malam ini, padahal ini saat pertama untuknya dan Naruto.

Sasuke mencium bibir Naruto dan membisikkan "Oyasumi, Naru-chan..." di telinga Naruto. Sasuke membaringkan Naruto di ranjangnya dan ikut berbaring di sebelahnya. Tidak lupa, Sasuke menarik selimut warna jingga milik Naruto yang tebal ke atas tubuhnya dan tubuh Naruto.

...

To be continued...


Devil Brain : waaa... review pertama! domo arigatou Devil -san, keep reading our works yahh.

Superol : maaf... sebenarnya Fugaku-san itu tidak jahat, tapi agak bodoh dan tidak bisa mengambil keputusan. tapi dia baik kok :D buktinya dia tetep cintanya sama Minato sampe dia mati meskipun menikah sama orang lain, thanks for review-nya ya, keep reading our works.

CCloveRuki : yaaahhh~ jaangaaannn~~ kasian Fugakunya *sisirin rambut Fugaku, abis dibejeg-bejeg sama Ruki-san*, sesuai penjelasan yang di atas tadi, Fugaku itu gak jahaaat~~ *tetep bela-bela Fugaku* thanks for review-nya yaa Ruki-san, keep reading our works! :D

Noctilucentum Ciel : waahh, domo arigatou buat review-nya ya, iya, ini juga baru kepikiran kalo pasangan FugaMina itu keren, mereka kayak SasuNaru versi dewasanya :D keep reading our works, yahh Ciel-san.

Ryena Zahrose : sumimasen! saya khilaff! saya lupa isiin! arigatou gozaimasu buat koreksinya ya! kali ini udah saya isiin kok, Ryena-san. keep reading our works yahh :D

icha22madhen : belum kok... belum tamat, maaf lupa isiin to be continued-nya! iya, saya juga ngerasa agak sedih pas Minato meninggal, soalnya feel-nya Fugaku dapet banget T^T. keep reading our works, icha22madhen-san!

Neo Naruru Ryuu : waahhh, sankyuu~~ iya, saya udah apudetto hari ini, selamat membaca yaa~ keep reading our works, Neo-san :D

Uchikaze no Naruels : updated today! happy reading and don't forget to keep reading our works! :D

ttixz lone cone bebe : penasaran? udah baca chapter ini kaan? jadi penasarannya udah kejawab ya :D domo arigatou buat read n' review-nya ya :D keep reading our works :D

Haru no Yuuchan999 : thanks for review, Yuuchan! :D updated now! happy reading ya :D semoga lemonan SasuNaru di chapter kali ini cukup menghibur dan cukup hot untuk dinikmati :D *digampar berjamaah* tetapp, keep reading our works :D


Eh... eh... ada yang kelupaan... don'tforget to check our profile page ya. See you in the next chapter.