MOSHI-MOSHI
NARUHINA Love Story
first fiction of me
Chapter 2
Desclaimer : Masashi Kishimoto©
Story : K-kun
Warning : Banyak salah pengetikan, Abal, Nista, Tak layak baca, Gaje, pokonya Ancur dah
"DONT LIKE DONT READ"
.
.
.
.
.
Setelah mereka berangkat dari kediaman hyuga, mereka langsung menuju kesekolah mereka
hinata hanya diam saja,naruto yang khawatir, akhirnya mulai bertanya,
"Hi, hinata-chan kau marah padaku ?" tanya naruto, hinata yang terdiam langsung menatap kearah naruto yang sepertinya sedang berbicara serius, ia menengadah dan menjawabnya dengan berusaha santai agar naruto tidak cemas. "ti. . tidak kok naruto-kun, aku tidak marah, aku hanya sedikit kaget. karena kau tiba tiba mengajakku untuk berangkat bersamamu,seperti itu naruto-kun, tolong jangan salah paham" jelas hinata.
Mendengar jawaban dari hinata naruto merasa agak tenang karena ia tahu bahwa wanita ini tidak marah atas segala perlakuannya terhadapnya, naruto sempat berpikir untuk menanyakan masalah pernyataan seorang hinata hyuga yang sekarang di boncengnya, kesempatan yang sangat bagus jika ia ingin bertanya, tetapi ia merasa canggung dan malu untuk memulai pembicaraan itu dan waktupun sepertinya tak mengizinkannya karena jam sudah menunjukan pukul 6.55 yang berarti 5 menit lagi bel akan berbunyi.
Hinata hanya terdiam kerena tak sanggup untuk menahan rasa malunya, wajah putihnya berubah menjadi merah padam, naruto yang sedari tadi santai ,dengan tiba tiba seenaknya menambah kecepatan laju motornya yang membuat hinata agak terjungal ke belakang,membuat sang hyuga ini pun kaget dan berteriak. "kyaaa, hati hati dong naruto-kun aku hampir jatuh gara gara kamu nih" ujar Hinata
Mendengar kata kata hinata barusan naruto agak tersenyum simpul. Karena hinata akhirnya dapat berbicara lepas kepadanya, sungguh sangat jarang terjadi. Percakapan antara dua insan ini pun berlangsung
"hehehe, gomen hime-chan" ujar Naruto, "hime ?" tanya Hinata heran, "iya, hime! Tak apa kan jika aku memanggilmu seperti itu ?", "iya tidak apa apa naruto-kun, mmm kalau aku boleh tau kenapa kamu memanggil aku seperti itu ?", "hmm, anggap saja itu panggilan sayangku ke kamu hime J"
Hinata yang mendengar kata kata naruto barusan langsung blushing seketika dan menutup wajahnya yang penuh dengan rona merah kerena malu ke punggung, naruto yang entah kenapa membuatnya nyaman, "hime –chan, aku mau ngebut soalnya kita sudah hampir masuk nih" ujar Naruto, "ha-haik naruto-kun" jawab Hinata.
Naruto langsung mangambil tangan hinata yang ada di pangkuan hinata dan melingkarkannya ke pinggulnya sendiri, hinata yang melihat perlakuan naruto hanya bisa diam dan warna merah yang dari tadi ada di wajahnya kini semakin memerah, naruto pun blushing karena dia pun menikmati pelukan itu,
Setelah sampai naruto dan hinata pun langsung bergegas tanpa memeprdulikan sang satpam yang ngoceh bawel karena naruto menerobos masuk tepat ketika satpam sedang menutup pintu gerbangny, agar siswa yang terlambat tidak bisa masuk ke dalam sekolah tanpa izin guru dan ternyata naruto langsung menerobos dengan kecepatan hampir 70km/jam yang juga hampir menabraknya
# K : kasian banget tuh satpam. Hahahahahah J
Naruto menurunkan hinata setelah sampai di KSHS, ketika naruto hendak pergi untuk memarkirkan motornya hinata seperti ingin mengataka sesuatu, dan naruto yang melihatnya menjadi tertahan di tempat, "na. .naruto-kun. . ."ujar Hinata gugup, "ada apa hime ? J" timpal Naruto, "ahh, anu, a.a.a. .", "ya ?" tambah naruto memperjelas, "arigatou naruto-ku, hhh. . hontou ni arigatou gozaimasu naruto-kun" jawan Hinata, "hahaha, iie hime chan, akulah yang seharusnya berterima kasih kepada mu hime, kerena. ."
#teeeetttttt(bel sekolah berbunyi)
"ehhh, sudah dulu ya naruto-kun , sudah bel. aku mau masuk dulu, arigatouuuu" ujar Hinata sambil berlari dengan kepala tertunduk kerena malu juga untuk menutupi wajahnya yang sudah merah matang di buatnya
Naruto yang mendengar bunyi bel seakan menghiraukannya tapi setelah hinara pergi ia baru sadar harus segera masuk ke kelasnya, dia pun langsung menuju parkiran dan memarkirkan motornya dengan asal lalu pergi,
"tapi loh ?, kendaraan milik sensei belum ada, asik berarti aku belum terlambat masuk ke kelas, asiikk. hahaha" batin Naruto
Setelah sampai di kelas masing masing mereka duduk di meja mereka masing masing, karena sedang di adakan rapat untuk para guru dan kebetulan guru merekalah yang ikut rapat jadi jam pelajaraan saat itu kosong
"teng tong" bel sekolah berbunyi menandakan bahwa pelajaran pertama hari ini kan di mulai, Naruto dan Hinata datang terlambat kali ini, Hinata Hyuga yang biasanya Di antar Oleh ayahnya Hiashi Hyuga Kali ini Berangkat dengan Naruto, bukan karena terpaksa, entah kenapa gadis ini tidak pernah bisa menolak apapun yang di pinta ataupun di berikan oleh seorang Naruto Uzumaki
Mereka sekarang sudah masuk ke kelas masing masing, Hinata hanya diam memikirkan apa yang baru saja ia alami, Naruto seseorang yang hampir saja ia benci, datang lagi ke kehidupannya, Selama 3 bulan terakhir ini mereka memang sangat jarang bertemu, bahkan tidak sama sekali, Hinata memang selalu memata-matai Naruto, tapi setelah pernyataannya waktu Itu, ia tidak punya muka jika harus berhadapan dengan Naruto
Pagi ini mereka berangkat bersama, Naruto yang tidak berniat mengajaknya pergi bersama tiba tiba mengajaknya, "apakah tadi itu mimpi ?. seseorang yang selama ini menghilang, tiba tiba mengajakku pergi bersama, apa aku hanya di permainkan ?. hmm, entahlah apapun itu aku merasa senang sekali kali ini" batin Hinata.
Narutopun merasakan samahalnya dengan Hinata, dia merenungi kejadian yang telah lalu, mengingat semua waktunya bersama Hinata, orang yang selama ini hanya sebagai orang yang sangat biasa untuknya, kini ia baru menyadari betapa tulusnya cinta dari seorang putri keturunan Hyuga itu, walaupun di kelasnya ada seorang guru yang sedang mengajar, naruto hanya terdiam dan tidak memperhatikan, memang bukan sebuah keanehan lagi jika Naruto tidak memperhatika pelajaran, bahkan jika sampai itu terjadi semua teman sekelasnya mungkin akan heran.
Naruto masih terus termenung, sampai terlintas di kepalanya akan kejadian invasi PAIN© ke desanya, sebuah kejadian dimana saat itu Hinata yang selama ini diam, mengutarakan perasaannya yang sebenarnya kepada Naruto.
Flahback ON
PAIN© sebuah perusahaan swata terbesar di negara api ingin menambah investasinya ke desa konoha, orang orang desa mulanya antusias menyambut kedatangan mereka, sampai pada suatu ketika PAIN mengutarakan maksud sebenarnya ia datang ke Konoha, yaitu untuk membeli lahan.
Lahan yang mereka pilih adalah sebuah lahan sekolah yang dimana semua warga di desa itu menyekolahkan anak mereka, Ya. Itu adalah sekolah negeri konoha senior high school, sekolah di mana Naruto dan kawan-kawannya yang masih duduk di bangku kelas XI menjalani hari-harinya sebagai pelajar.
PAIN© tiba tiba datang dengan semua alat berat perusahaannya, dan langsun ingin merobohkan sekolah itu. "hentikan" teriak seorang pemuda. Ia berdiri di depan alat berat yang di naiki oleh salah satu petinggi dari PAIN©, ia berdiri menghalangi jalannya semua alat-alat berat itu. "omong kosong apa ini, kami sudah dapat izin untuk menghancurkan bangunan ini" sahut seorang laki laki paruh baya yang lumayan mirip dengan Naruto. Ia adalah Yahiko, seorang pemilik saham di PAIN©.
Yahiko turun dari kendaraan yang sedang ia naiki. "mau apa kau bocah" bentaknya, "aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan gedung ini, ini adalah gedung milik kami warga Konoha, tampat dimana kami semua menjalani masa belajar kami, dan sekali lagi aku ingatkan, jika sampai kau berani menyentuhnya kau akan berurusah dengan ku" ancam naruto tanpa mengetahui dengan siapa ia sedang berbicara. "eheheheheh, berani sekali kau bocah, apakah kau tau aku ini siapa ?" tanya Yahiko balik. "aku tidak perduli kau siapa, yang jelas jangan hancurkan sekolah kami".
Yahiko merasa mulai tertarik dengan sikap Naruto, dia melepaskan jaket kulitnya dan sarung tangannya. "ayo bocah, jika kau ingin aku pergi, kau harus mengalahkanku dahulu" , Yahiko mamasang kuda kuda. Ia adalah atlet bela diri Karate yang sudah memiliki sabuk hitam, juga sebagai juara Karate internasional.
Naruto tidak gentar melihat Yahiko yang telah siap dengan kuda-kudanya, ia tahu itu adalah kuda-kuda yang sempurna, tapi ia tetap tidak gentar menantangnya. "kalau begitu, mari ikuti aku" ajak naruto. Mereka berjalan ke gedung olahraga sekolah itu, dan bersiap siap untuk bertanding.
Yahiko mengambil handponenya, menekan tombolnya, dan menyambungkannya dengan kepala konstruksi yang mengatur penggunaan alat-alat berat itu. "jangan kau lakukan penghancuran itu, sebelum aku memberi perintah, aku akan menghadapi salah seorang bocah yang menantangku bertarung, jika aku menang langsung saja kau HANCURKAN gedung itu, tapi jika aku yang kalah, kau tarik semua pekerja#tut#" ujarnya keras-keras. Ia sengaja membicarakanya keras-keras agar Naruto bisa mendengarnya.
Naruto yang emosi langsung menyerang Yahiko dengan pukulan ala anak jalanan yang biasa berkelahi, Yahiko menangkisnya dengan gerakan gerakan karate yang sangat sempurna dan langsung mengcounter balik Naruto. Naruto terpental dan terjatuh di lantai. "enghhh, lumayan sakit" ujarnya. Perkataan yang mungkin membuat seorang Yahiko kesal. Tapi Yahiko sangat percaya diri dan tetap ingin menunggu naruto menyerangnya duluan, seseuai dengan harapan Yahiko, Naruto langsung berdiri dan langsung mengulangi tindakanya berulang ulang dan tak ada perubahan, ia semakin kelelahan dan akhirnya ia memutuskan untuk mengambil sebuah kayu pemukul beseball yang ada di pinggil lapangan karete itu. Ia berlari menyerang Yahiko, tapi Yahiko menangkisnya dan Pemukul itupun Patah, Naruto tergeletak di lantai, matanya melirik ke atas den ternyata Yahiko telah berdiri di sampingnya, Yahiko mangambil Tongkat baseball yang sudah patah dari tangan Naruto, tongkat yang patah itu sekarang berujung lancip seperti ujung bambu runcing yang siap untuk di pakai, Yahiko membalikan ujung tuongkat itu ke bawah, mengahadap ke jantung Naruto, Naruto sudah tidak bisa berbuat apa-apa Yahiko telah sampai puncaknya, Yahiko menghentakan tangannya untuk menancapkan tongkat baseball itu ke dada naruto.
"Matilah kau bocaahh!, huh, apa ?". "shyuutt, tak, trang trang trang". Tongkat baseball itu terpental jauh, seorang gadis muncul di depan Yahiko unutk melindungi Naruto. "Hinata, sedang apa kau disini, ini adalah pertarunganku, jangan ikut campur" omel Naruto. Hinata menoleh ke arah Naruto dan memberikan sebuah senyuman hangat, walaupun air matanya mengalir deras dari matanya. "tidak naruto-kun, aku tidak akan ragu mati unutk melingdungimu, karena. . . AKU MENCINTAIMU"ujar hinata.
Hinata kembali menghadap Yahiko, memasang kuda kudanya yang simple, Yahiko yang kesal Langsung menyerang hinata, Hinata berhasil mengembalikan pukulan Yahiko dengan jurus aikidonya, tapi satu pukulan Yahiko berhasil Mendarat tepat di jantungnya, hinata memuntahkan darah segar dari mulutnya, seketika mata berkunang kunang dan jatuh pingsan di depan naruto, Naruto yang melihatnya mengamuk. Ia mengambil tongkat yang tadi terpental, ia melemparkan tongkat itu seperti orang yang melempar sebuah lembing tajam untuk berburu.
Yahiko mengkis lemparan naruto itu, tapi naruto ternyata sudah sampai di hadapannya.
"bugg". Sebuah pukulan berhasil mendarat di wajah Yahiko dengan sangat kuat, yahiko mengeluarkan darah segar dari mutulnya. Sepertinya giginya patah karena pukulan tadi.
Yahiko segera berdiri dari temat ia terjatuh, ia berlari ke arah naruto, sebuah kepalan pukulan yang mantap sedah ada di tangannya. "krekk, HENTIKAN YAHIKO!" teriak seorang Yang terlihat seperti pengemis *di gampar Nagato*, Yahiko langsung terhenti, sebuah bogem mentahnya hanya tinggal hanya beberapa senti lagi dari wajah Naruto.
"heey, jangan terbawa emosi seperti utu Yahiko!, kau hampir membunuhnya tadi jika tidak ada perempuan itu" kata orang yang tiba tiba muncul itu, dia adalah Nagato Uzumaki, direktur utama sekaligus pemilik perusahaan PAIN©. "siapa ia ?"tanyanya, "ia adalah bocah yang menghalang-halangi rencana anda boss" jelas yahiko. "dan siapa namamu bocah" tanyanya. "Naruto. . . Naruto Uzumaki lengkapnya" jawab naruto terengah engah sambil mencoba untuk berdiri. "nani?, Uzumaki ?", "yah uzumaki", "Siapa nama ayah dan ibumu ?", "Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki" jelas Naruto.
"apa kau bilang ?, Kushina Uzumaki adalh Ibumu ?" tanya Nagato kaget. "ia beliau adalah ibuku", "dimana ia sekarang ?", naruto terdiam ketika hndak menjawab pertanyaan-pertanyaan Nagato, "kedua orang tuaku sudah meninggal" ucap naruto lirih. "memangnya kenapa paman menanyakan itu ?" tanya Naruto balik. "perkanalkan, aku adalah Nagato Uzumaki" jawab Nagato. "Ibumu itu sebenarnya adalah kakakku yang telah lama pergi dengan guru kami, Jiraya. dan terakhir ku dengar dia menikah dengan anak dari Jiraya" jelas Nagato, matanya berkaca-kaca membicarakan hal itu. "jadi kau adalah keponakanku Naruto ?" lanjutnya.
Naruto yang mendengar pernyataan dari Nagato langsung kaku tidak percaya, Keluarga yang selama ini hanyalah sebuah mimpi sakarang datang, keluarga yang telah lama tidak di ketahuinya, ia adalah seorang paman yang di tinggalkan oleh ibunya karena ibunya memilih untuk mengikuti gurunya. Naruto langsung berlari dari tempat ia berdiri dan langsung memeluk Nagato. "paman" ujar naruto. Dan nagato mabalas pelukan itu dengan hangat.
"tapi sekarang kita harus memperbaiki situasi ini, dan gadis ini perlu di bawa kerumah sakit segera." Ujar Nagato. "jadi apakah paman akan tinggal bersamaku ?", tanya naruto antusias. "tentu tidak bisa naruto, jika kau mau kau boleh tinggal bersama paman di luar kota." Jawab Nagato. "heem, tidak usah paman aku hanya ingi paman tidak menggusur sekolah ini, kerena ini adalah satu satunya sekolah yang mampu di jangkau warga daerah sini" pinta Naruto. "baiklah" jawab Nagato mengiyakan.
"heey, apa apaan kau Nagato, jangan seenakya kau!" bentak Yahiko, "diam kau, jika kau tidak suka ambil uang ini, dan sahammu sudah tidak ada di perusahaanku" ujar Nagato seraya membanting koper yang ia pegang kepada Yahiko. "dan baik baik Naruto, gadis itu akan di bawa kerumah sakit, biayanya akan paman tanggung, juga aku akan berikan uang permohonan maaf kepada orang tuanya, dan juga mulai sekarang biaya hidupmu biarkan paman yang tanggung, walaupun maaf paman tidak bisa menemanimu Naruto" kata Nagato. "iie, tidak usah paman, tapi jika ingin membantu bayar saja iuran rumah sakit Hinata, nanti aku yang akan meminta maaf, dan juga tidak usah memikirkan aku paman, aku sudah senang memiki keluarga lagi" jelas naruto. "Baiklah kalau itu mau mu, pengawalku akan membawa hinata ke rumah sakit" ujar Nagato, "aah, tidak usah paman, biar nanti aku yang akan membawanya, tolong paman berikan saja uangnya ke kediaman hyuga, itu sudah lebih dari cukup, hehehe" Jelas Naruto tenang sambil meunjukan cengiran 3 jari khasnya.
Flashback Off
"dan setalah itu Hinata di rawat di rumah sakit selama 1 minggu, walaupun aku membesuknya seriap hari, aku selalu menghindar darinya setelah ia keluar dari rumah sakit, betapa kejamnya aku ini" pikir Naruto yang dari tadi tidak mendengarkan semua ucapan gurunya dan malah memandang keluar jendela.
"teng teng teng" bel istirahat berbunyi menadakan jam Istirahat.
"aku harus memberi penjelasan kepadanya, HARUS!" batinnya.
To be continue
Hontou ni arigatou para reders yang sudah bersedia membaca fic pertama saya.
K benar benar berterima kasih jika kalian mau mengklik Review dan memberikan komentar agar saya dapat terus berkembang lebih baik lagi.
Dengan penuh hormat, saya sekali lagi memohon untuk
R
E
V
I
E
W
This fiction
Thaks before.
