MOSHI-MOSHI
Maaf jika baru di update
NARUHINA Love Story
first fiction of me
Desclaimer : Masashi Kishimoto©
Story : K-kun
Warning : Banyak salah pengetikan, Abal, Nista, Tak layak baca, Gaje, pokonya Ancur dah
"DONT LIKE DONT READ"
.
.
.
.
.
Bel istirahat telah berbunyi yang menandakan bahwa waktu istirahat
"awas awas awas" teriak Naruto yang berlari larian di lorong, di ikuti oleh temannya yaitu Kiba & Lee,Lalu Shikamaru yang hanya berjalan dengan malasnya bersama dengan Sasuke, Neiji, juga Chouji yang berjalan paling belakang sambil mengunyah cemilannya.
"bruukk" seorang gadis terjatuh karena terseruduk oleh Naruto yang berlari kencang, "gomen gomen" ujar Naruto spontan tanpa melihat sebelumnya siapa orang yang ia tabrak, gadis itu hanya terdiam dan malah pingsan di tempat, "aah, Hinata ?,apa kau baik baik saja ?, hei Hinataa!" ujar Naruto cemas, Kiba dan teman temannya yang lain segera berhenti dan segera menuju tempat Naruto berada, mereka datang dan bukan langsung menolong dan menenangkan Naruto yang sedang panik tapi mereka malah mengejek dan menyalahkan Naruto, Seketika mendengar perkataan perkataan dari mereka Naruto langsung pucat, hampir saja ia ikut pingsan, sampai muncul satu usul dari salah satu temannya yang terlihat malas sekali jika harus melihat Naruto panik dan membuat yang lain kerepotan juga, "lebih baik kau bawa dia ke UKS Naruto" usulnya yang kemudian di terima oleh Naruto, "baiklah, aku akan membawanya keruang UKS dulu, kalian pergi saja duluan tanpa aku" ujar Naruto, "hnn", "OSH", "baiklah", ". . .", "OK,*Cres*", "baiklah, dasar merepotkan" jawab ke 6 temannya bergantian. mereka lalu pergi meniggalkannya berdua dengan Hinata, Narutopun pergi dengan menggendong Hinata keruangan UKS.
Di ruang itu tidak ada siapa siapa, terdapat tulisan bahwa sang doktor sedang beristirahat untuk makan sebentar, Naruto tanpa banyak pikir langsung merebahkan Hinata di atas ranjang yang ada di sana, ia lalu beranjak ke arah jendela dan membukanya, angin sejuk masuk melewatinya dan ternyata juga menyibak rambut Hinata, Naruto melihat ke arah Hinata, ia merapikan rambutnya dari pipi Hinata, merasakan betapa halusnya pipi gadis itu, "cantik sekali" batinnya, tanpa sadar wajahnya sudah sangat dekat dengan Hinata, semakin dekat, dan semakin dekat, hingga tak ada jarak lagi diantara keduannya, *cup* bibir Naruto jatuh di atas bibir Hinata.
Ya, mereka berciuman, Hinata sedikit membuka matanya karena merasakan sesuatu yang hangat di bibirnya, sebuah bayangan mulai membentuk sebuah siluet di pandangannya, yang semakin jelas dan jelas, "Naruto?" batin Hinata, ia meyakinkan pendangannya kembali dan ternyata memang benar, Naruto sedang mencium bibirnya, "kyaaaaaa" teriak Hinata keras, Naruto terpental karena kaget, terlihat tetesan air di pipi Hinata, ia menangis tersedu sedu, Naruto hanya bisa terdiam kerena malu dan tidak percaya apa yang telah ia lakukan kepada Hinata, "kenapa Naruto ?, kenapa kau melakukan itu kepada ku ?, aku tidak mau Naruto aku tidak mau" ujar Hinata sambil menangis di hadapan Naruto, lalu ia berlari dari ruangan itu dengan wajah tertunduk, Naruto segera bangun dari tempatnya terdiam hendak menyusul Hinata, tapi Hinata sudah pergi cukup jauh, walaupun Naruto dapat mengejarnya dengan mudah tapi ia tidak mau menyakiti Hinata lebih dari ini, ia bersandar pada tembok yanga ada di sebelahnya, terlihat seperti orang yang sangat depresi, "kenapa Naruto?, kenapa kau melakukkan itu kepadanya ?, kau memang jahat Naruto!" memarahi dirinya sendiri, air matapun menetes dari matanya.
Sejak saat itu Naruto tidak mempunyai muka jika harus berhadapan dengan Hinata, Hinatapun merasa sangat di permainkan olehnya, Naruto merasa sangat bersalah, ia telah mengacewakannya 2 kali, Hinata kini menghindar dari Naruto, mungkin ini karma untuk Naruto, atau ini memang takdir mereka, entahlah.
Setelah satu minggu seperti itu, Naruto sepeti orang gila yang selalu meraung raung sendiri, ia sekarang menjadi pediam, semua teman temannya menanyakan keadaannya tapi Naruto tidak menghiraukannya, sampai suatu ketika berita itu sampai ke telinga Hinata, walaupun Hinata sangat peduli dengan keadaan Naruto, ia tidak akan mau menemuinya sampai Naruto bisa menjelaskan segalanya, sedangkan Naruto semakin hari semakin depresi dengan keadaan yang sedang terjadi ini, ia tidak menyangka betapa pentingnya Hinata baginya, ia seperti mencoba bernafas di dalam air,
"kriing" bel sekolah berbunyi menandakan waktu sekolah telah usai, Hinata membuka lokernya dan mengambil sepetunya, tiba tiba ada sebuah amplop putih jatuh, mungkin amplop itu jatuh terseret sepatunya, ia membukanya dan kemudiam membacanya,
Isi surat itu :
Hinata maafkan aku atas semua perlakuanku selama ini, semua itu aku lakukan karena aku malu kepadamu, malu karena aku tidak pernah menyadari persaanku yang sesungguhnya, di tambah lagi perlakuanku di ruang UKS, mungkin kau menganggapku ini apa, waktu itu aku khilaf Hinata, walaupun aku tahu kau mungkin sudah tidak bisa maafkan aku, tapi asal kau tahu Hinata, akupun memiliki rasa yang sama denganmu, perasaan yang sama seperti ketika kau menyelamatkanku, dan mungkin lebih, walaupun mungkin kini kau sudah melupakan rasa itu, tapi itulah kebenarannya Hinata, itulah pengakuanku,bahwa sebenarnya aku mencintaimu,
jika kau ingin menemuiku, aku ada di halaman belakang sekolah pada saat sekolah usai,
Naruto Uzumaki
sabtu-22 Agustus 2011
Hinata meneteskan air matanya ketika membaca surat itu, ia berlari menuju halaman belakang sekolah, di carinya sosok Naruto di sana, tapi ia tidak menemukannya, sampai ia lihat kembali surat itu, ia baru sadar tanggal yang tertera di surat itu, "22 agustus ?, itukan tangggal satu minggu yang lalu, yaampun Hinata, bodohnya kau sampai tidak tau ada surat di lokermu selama seminggu" pikir Hinata, Hinata lalu beranjak dan hendak pergi, tapi tiba tiba ia mendengar suara isak tangis yang samar samar, ia mendekati suara itu untuk mengetahui siapakah itu dan berharap bahwa itu adalah Naruto, dan ternyata benar, ia melihat Naruto sedang duduk bersandar pada satu pohon dengan tatapan sedih tetapi tidak mengeluarkan air mata, mungkin kini air mataya sudah kering, Hinata langsung berlari ke arah Naruto dan memeluk Naruto dengan erat.
"Hinata ?, apakah benar ini kamu Hinata" ujar Naruto, "iya, ini aku Naruto, maafkan aku yang baru datang sekarang, tapi kau jangan salah paham, aku tidak pernah tidak mencintaimu, maafkan aku Naruto, maafkan aku"ujar Hinata sambil menangis di bahu Naruto, "akulah yang seharusnya minta maaf hime, kau tidak perlu meminta maaf, bahkan kalau perlu kau boleh membunuhku jika kau mau" ujar Naruto, "bagaimana mungkin aku membunuh orang yang paling aku cintai di dunia ini Naruto ?, bahkan menyakitinya pun aku tidak bisa, jika kau sakit akupun merasakannya Naruto, jika sampai kau mati, akupun akan mati" timpal Hinata, "aku mencintaimu Hinata" aku Naruto, "dan aku juga mencintaimu Naruto, selalu" tambah Hinata, Naruto memeluk Hinata erat dan Hinata pun begitu, Hinata lalu melepaskan pelukanya dan mendorong Naruto agar tidak terlalu menempel dengannya, ia memegangi pipi Naruto dengan kedua tangannya, melihat dalam dalam ke mata safir Naruto, membiarkan wajah mereka yang bertambah dekat, dan mereka berciuman, daun daunpun berjatuhan sangat lambat, waktu yang dingin seperti berhenti, di kalahkan oleh hangatnya cinta mereka.
DENGAN FIC SEPERTI INI, SAYA RASA TIDAK PANTAS UNTUK MEMINTA REVIEW DARI PARA SENIOR, TAPI JIKA ADA YANG INGIN MEMBERIKAN PENGARAHAN TOLONG DI BERIKAN, KARENA SAYA MASIH SANGAT AWAM, DAN TOLONG JANGAN DI FLAME, SAYA MEMANG GAGAL MENJADI AOUTOR, TAPI SAYA AKAN TERUS MENCOBA, T_T
Blasan review kemarin :
Kuro neko : iya, makasih banyak ya sarannya
Tanpa nama : iya iya, T-T
