YOSH chap 2 update, sebelumnya terima kasih sudah mereview aku sayang kalian *peluk2*

Di chap ini mungkin agak dikit, tapi bener deh sumpah chap depan bakalan panjang #mogaaja

Nah baca lagi ok, jangan bosen dengan saya

DISCLAIMER: Masashi Kishimoto

Summary: Sakura menghidupkan kembali Naruto yang hampir mati akibat pertarungannya pada Sasuke, tapi tanpa di luar batas sakura menggunakan nyawanya untuk menukarnya pada Naruto.

Mungkin akan ada banyak hint NS.

Bagaimana jalan ceritanya? Baca dan review. NO FLAME.

WARNING: OOC, AU, semi canon, abal, lebay, typo banyak mohon maklumi. Membaca fic saya akan menyebabkan penyakit mandul, kanker otak, gatal-gatal, sakit kepala karena tidak mengerti jalan ceritanya *plakkk (ngga lah, tolong abaikan ya hahaha)

DON'T LIKE DON'T READ

HAPPY READING ^^

"Keadaan Naruto membaik sekarang, tapi masih belum bisa di sembuhkan di bagian lengan"

Tsunade memberikan gulungan kertas pada Sakura. Tsunade sempat kaget saat murid kesayangannya ini bisa hidup dan sehat kembali, tapi ia bersyukur.

"Baik, aku akan ke rumah sakit untuk melihat keadaan Naruto" Sakura menundukkan badannya sebelum ia pergi meninggalkan kantor hokage.

"Tunggu Sakura.."

Sakura yang hampir menyenyuh kenop pintu membalikkan badannya lagi. "Ya ada apa?"

"Ba-bagaiman kau bisa hidup kembali?"

Ucapan Tsunade membuat Sakura membelakkan matanya, ia bingung ingin menjawab apa. Sebenarnya ia ingin bercerita pada gurunya ini, tapi akan ada akibatnya jika dia bercerita.

"Soal itu.. ehm aku tidak tau" Sakura menundukkan kepalanya takut-takut kalau gurunya ini marah besar karena tidak memberi tahunya.

Alhasil Tsunade hanya tersenyum dan menyuruh Sakura untuk cepat-cepat menuju ke rumah sakit. Sakura hanya bernafas lega dan berlari menuju rumah sakit.

"Sakura aku tau kau menyembunyikannya" ucap Tsunade saat Sakura keluar dari ruangnnya.

O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O

(Naruto)

Aku menatap tanganku yang di balut perban saat ini. Apakah kejadian ini juga terjadi pada Sasuke? Apakah tangan Sasuke juga sepertiku?

Aku belum bisa membawa pulang Sasuke, walau pertarungan seminggu yang lalu adalah perang dunia ke dua. Aku tetap tidak bisa membawa Sasuke kembali. Aku laki-laki yang tidak berguna, aku hanya berbohong karena berjanji akan membawa Sasuke kembali demi Sakura-chan.

"Bodoh" gumanku sambil meremas rambut pirangku yang kini mulai memanjang.

"Naruto?"

Aku diam mendengar ada yang memanggilku, aku menengok kearah sumber suara.

Dan apa yang kulihat! Seorang wanita berambut pink sebahu membawa bunga matahari menatapku dengan khawatir.

"Sakura-chan" ucapku senang.

"Ada apa denganmu Naruto?" Sakura mendekatiku dan meletakkan bunga yang ia bawa di fas bunga dengan rapi.

"Aku tidak apa-apa" ah, aku merindukannya. Merindukan wanita yang sudah beberapa hari ini tidak menengokku. "Sakura-chan boleh bertanya!"

Sakura menatapku dan tersenyum sambil menggeser kursi kecil untuk didekatkan di kasurku "silahkan" ucap Sakura enteng.

"Kau.. tidak pernah menengokku beberapa hari ini Sakura-chan. Ada apa?"

Ekspresi wajah Sakura berubah menjadi datar, apakah aku salah berkata. Aku menundukkan kepalaku dan membiarkan Sakura tidak menjawabnya. Tanpa aku sadari bahwa air mata Sakura kini mulai menetes secara perlahan.

"Sakura-chan mengapa menangis? Aku tidak serius berkata kok" aku mulai kebingungan. Aku tak suka melihat bunga Sakura yang aku cintai ini menangis tanpa sebab. Dengan cepat aku menyentuh pipinya dan membersihkan air mata yang mengalir tadi.

Bisa kulihat semburat merah muncul di pipi Sakura.

"Maaf Naruto aku menangis"

"Tak apa" aku tersenyum padanya dan dia membalas senyumanku.

Sakura perlahan menyentuh tanganku yang di perban dan mengeluarkan cahaya hijau di sekira tangannya.

"Apa masih sakit?" ucap Sakura perlahan. Sepertinya dia sudah tidak sedih lagi, maafkan kata-kataku tadi Sakura-chan.

"Lumayan lah, tapi karena ada Sakura-chan aku tertolong"

Sakura menatapku perlahan semburat merah di pipinya mulai muncul lagi. Ingin tertawa rasanya melihat Sakura yang seperti ini, jarang sekali. Ia tanpak cantik bila di lihat begini.

KRRUUUYUUKKK~

"Eh? Kau lapar Naruto?"

Aku merasa malu karena bunyi perutku begitu keras, aku hanya mengangguk atas pertanyaan Sakura.

Sakura melihatnya hanya menertawakanku lalu menghentikan cakranya.

"Kau sudah bisa berdiri belum?"

Aku mengangguk kembali.

"Baiklah ayo kita makan di ichiraku ramen dan memesan porsi besar untukmu"

Aku membelakkan mataku, tumben sekali Sakura mengajakku makan disana. Apa yang terjadi padanya.

"Sa-sakura-chan benarkah ini dirimu?" aku meletakkan punggung tanganku di dahinya. Taku-takut dia sakit.

"Ini aku Naruto-baka, sudah ayo kita ke kedai ichiraku, aku yang traktir kok"

"Baiklah"

O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O

Seseorang berambut biru gelap kini memegangi matanya yang sedari tadi mengeluarkan darah. Ia menatap dua orang yang sedang duduk di depannya.

"Sasuke, pertarunganmu belum selesai. Uzumaki Naruto masih hidup" ucap orang dengan jubah merah berlogo akatsuki denagn topengnya.

"Berisik, aku sudah tau" ucap Sasuke dingin.

Orang berkaca mata itu tersenyum sinis melihat tingkah Sasuke yang masih belum bisa membunuh seorang jinchuriki konoha.

"Hei Kabuto hanya kau yang bisa menggunakan jurus menghipkan kembali jasat yang sudah mati setelah Orochimaru" ucap Madara.

"Akan ku hidupkan semua kage yang sudah mati untuk membantumu Sasuke" ucapnya Kabuto sinis.

Sasuke hanya menyeringai sebentar.

O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O

"Paman kami pesan dua mie ramen spesialnya" ucap Sakura senang.

Kini Sakura dan Naruto sudah sampai di kedai ichiraku ramen.

Naruto sudah tidak sabaran menunggu datangnya sang ramen akibat perutnya yang sedari tadi berbunyi.

"Nah ini dia, dua ramen spesial untuk Naruto dan Sakura"

"Selamat makan" ucap Naruto senang.

Melihat Naruto yang senang Sakura juga ikut senang. Pasti wajahnya yang tampan seperti Minato ini selalu dia kenang selalu. Bagaimana jika Sakura sudah mati nanti, apa yang akan Naruto lakukan jika melihat Sakura mati di depannya akibat transfer jiwa Sakura.

"Aduh susah sekali makan menggunakan tangan ini" Naruto mendengus kesal, bagaimana tidak pertnya yang sudah lapar ini terus berisik saja dan mie ini tidak bisa di ambil karena tangannya yang di perban.

Sakura tersenyum dan mendekatkan dirinya pada Naruto "mau ku bantu?"

"Eh?" Naruto kaget hingga pipinya mulai meyerupai warna rambut Sakura.

Sakura mengambil sumpit dari Naruto dan mangkuk besar yang berisi ramen tersebut lalu menyuapinya ke mulut Naruto "buka mulutmu" ucap Sakura sambil tertawa.

Naruto hanya diam sebentar sampai akhirnya ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Sakura.

Baru satu suapan mangkuk dan sumpit sudah di rebut oleh seseorang.

"Hei" protes Naruto.

"Aku saja yang menyuapi Naruto Sakura, kau makan saja" ucap Sai yang tidak tau sudah sejak kapan dia berada di kedai ini.

"Baiklah" ucap Sakura perlahan.

"Ayo Naruto buka mulutmu" Sai menyodorkannya di mulut Naruto.

"Aku tidak mau denganmu Sai" Naruto mencibir, dia membenci Sai yang mengganggu moment indahnya dengan Sakura.

Sai masih terus menyodorkannya ke mulut Naruto sampai akhirnya kuah ramennya mengenai mulut Naruto.

"PAANNAAASSSS" Naruto loncat memegangi mulutnya yang merah akibat kuah ramen.

Sai dan Sakura hanya tertawa melihat tingkah Naruto. "Mengapa kau yang menyuapiku Sai… aku tak suka"

Sai tersenyum seperti biasa "di buku tertulis bahwa sesama teman kita harus selalu membantu"

"Tapi kau menyakitiku"

Sakura yang mendengar perdebatan Naruto dan Sai hanya ikut tertawa. Kapan lagi ia bisa melihat Naruto dan Sai berdebat seperti ini sebelum nyawanya di ambil oleh kami-sama.

'Team 7' ucap Sakura dalam hati.

"Hei hei Sakura-chan kau saja yang menyuapiku" Naruto meminta seperti anak kecil yang minta balon pada ibunya. Sakura yang melihatnya hanya tertawa.

"Yo.. apa yang kalian lakukan" seseorang menggunakan masker yang menutupi hampir semua mukanya datang.

"Kakashi-sensei" ucap mereka bersamaan.

"Naruto biar aku saja yang menyuapimu" ucap Kakashi menawarkan diri.

'jika dengan Kakashi-sensei aku kurang enak hati, ya sudah lah aku lapar sekali' ucap iner Naruto.

O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O.O

(Sakura)

Aku berjalan berdampingan dengan Naruto sekarang. Sepertinya Naruto sudah sehat kembali walau tangannya masih terluka, berarti sebentar lagi aku juga akan mati. Oh kami-sama bolehkah aku berharap hidup lebih lama lagi agar aku bisa membalas semua kelakuanku yang membuat Naruto menderita.

"Sakura-chan ?"

Suara Naruto membuyarkan lamunanku, aku menatap muka Naruto yang kebingungan akan tingkah lakuku.

"Ah tak apa Naruto"

Naruto semakin curiga, sepertinya dia memang laki-laki yang sangat peduli padaku. Mengapa kau peduli padaku Naruto? Mengapa? Kau membuatku semakin tidak ingin meninggalkanmu Naruto. Kau membuatku ingin hidup selamanya bersama.. dirimu.

..

..

..

TOK TOK TOK

Suara tongkat menggema di gedung Hokage. Tsunade yang merasa bingung akan suara tongkat tersebut mulai keluar dari ruangannya dan melirik sekitarnya tanpa ia sadari seseorang menusuk suntik dari belakang dan membuat Tsunade terjatuh lemas di lantai.

"Kau takkan bisa datang ke pertemua para Kage Tsunade, Hokage selanjutnya adalah aku." Seringai jahat terlukis di wajah pak tua itu. Danzo melesat pergi dengan cepat sebelum ada yang melihatnya di sini.

Seseorang berambut pendek hitam tergesa-gesa berlari ke rumah sakit. "Mohon tolonglah Tsunade-sama," ucap perempuan tersebut.

"Baik!" ucap para perawat disana.

Entah suntikan apa yang diberikan pada Danzo, sehingga badan Tsunade terihat pucat dan kurus seperti kehilangan cakra yang begitu banyak. Para Ninja medis mula memeriksa Tsunade dengan cekatan, Shizune. Perempuan yang membawa Tsunade ke rumah sakit kini mengalirkan air matanya dan membantu para medis yang lainnya.

"Tsunade-sama apa yang terjadi?"

TBC

Yang ini pasti makin abal ya! Ok ini cerita yang paling saya ngga suka, tapi masih ngebet untuk di update.

Tapi saya minta reviewwwww *pake toa*

Oh iya oh iya, ada yang tau ngga sih hint NS yang ada di atas itu ada di komiknya yang keberapa *ngelirik yang Sakura nyuapin Naruto XD*

Ok review ya para readers dan author

Salam: ladyavril Haruki