Hari pertama Quasar pindah sekolah...
Disambut baik oleh Prof. Erick... Quasar ditempatkan di kelas Slifer.
Prof. Erick: "Ya, kamu duduk di bangku tengah sana!"
Quasar: "Baik, Prof!"
?: "Hai, namaku Vicky. Senang bertemu denganmu!"
Quasar: "Namaku Quasar. Salam kenal!"
Vicky: "Aku beritahu ya, besok ada test,"
Quasar: "Tertulis atau praktik?"
Vicky: "Untuk besok ada test tertulis. Katanya, soal-soal yang diberikan hampir setingkat dengan soal kelas Obelisk,"
Quasar: "(Umm, tak masalah... Aku kan sebelumnya di kelas Obelisk) Begitu yah. Praktiknya kapan?"
Vicky: "Ga tau. Kita tunggu saja pengumuman berikutnya,"
Prof. Erick: "Anak-anak! Kemarin kalian sudah belajar mengenai OTK atau One Turn Kill. Nah, apa kalian sudah menemukan style OTK versi kalian sendiri?"
(Kelas sunyi)
Prof. Erick: "Gracia! Bagaimana dengan kau?"
Gracia: "Err... Belum Prof,"
Prof. Erick: "Douglas! Kau sendiri, sudahkah kau temukan suatu OTK?"
Douglas: "Belum Prof,"
Prof. Erick: "Ah, bagaimana dengan teman baru kita, Quasar?"
(Semua anak melirik ke arah Quasar.)
Quasar: "Ya Prof. Saya pernah melakukan beberapa OTK, dan saya sekarang menemukan style OTK sendiri."
Prof. Erick: "Bisa kau terangkan pada kami? Silakan maju ke depan,"
Quasar: "Baik. (Maju) Pertama, komponen utama yang digunakan adalah Last Turn. Lalu pendukungnya adalah Jowgen the Spiritualist. Dan terakhir adalah Wall of Revealing Light.
Prof. Erick: "Ya, ya, lalu?"
Quasar: "Langkah awalnya, kita panggil Jowgen secara face-up ke arena. Lalu Set 2 kartu Trap, Last Turn dan Wall tersebut."
Prof. Erick: "Menarik! Teruskan!"
Quasar: "Kita akhiri giliran setelahnya, lalu disaat giliran musuh, secara cepat kita aktifkan Wall of Revealing Light dan kita bayar Life Point hingga tersisa 1000 point."
Prof. Erick: "*angguk angguk*"
Vicky: "(anak ini... sebenarnya siapa sih? Jenius juga,)"
Quasar: "Kemudian kita aktifkan Last Turn. Kita pilih Jowgen, lalu kita menang."
(Sekelas bertepuk tangan)
Prof. Erick: "Hebat, hebat! Silakan duduk, Quasar. Terima kasih!"
Quasar: "*hanya tersenyum*"
Prof. Erick: "Jenius! Kita bisa mencontoh OTK yg diberikan Quasar. Namun, semenjak Last Turn menjadi Forbidden, kita tidak bisa lagi menggunakannya dalam duel."
Quasar: "Ya Prof, itulah kelemahannya..."
Prof. Erick: "Tapi, tidak ada salahnya untuk dicoba lain waktu. Apakah kau memakai OTK tersebut dalam deck-mu, Tuan Raito?"
Quasar: "Tidak Prof. Saya menggunakan deck berbasis Kuriboh,"
(Anak-anak sekelas tertawa terbahak-bahak)
Prof. Erick: "Sudah, sudah! Tenang! Quasar, apa menurutmu deck berbasis Kuriboh cukup kuat?"
Quasar: "Kuat atau tidak, tergantung duelistnya. Yang terpenting adalah mempercayai deck-mu."
Vicky: "(Semua tindakannya terlihat mengagumkan..)"
Prof. Erick: "Aku punya ide. Bagaimana jika sisa jam hari ini kita gunakan untuk duel?"
Anak-anak: "Whoa! Setuju Prof! Setuju!"
Prof. Erick: "Tapi, kali ini, kalian hanya duel melawan Quasar!"
Quasar: "Hah?"
Anak-anak: "Alaaah, melawannya pasti gampang!"
Prof. Erick: "Benarkah? Baik, aku yang tentukan duelistnya! Ramon, kau lawan Quasar!"
Ramon: "Baik Profesor! Lihat saja, anak baru! Aku akan menang!"
Prof. Erick: "Quasar, kau siap?"
Quasar: "Saya selalu siap, Prof."
Prof. Erick: "Baik, ayo mulai!"
Duel dimulai.
Ramon's Turn: "Aku duluan! Draw! Aku panggil Lady Ninja Yae (ATK/DEF 1100/200) dengan siap menyerang! Lalu aku set 2 kartu reverse, giliranku selesai!"
Quasar's Turn: "Baik, giliranku, draw! Aku set 3 kartu reverse, lalu aku panggil Winged Kuriboh (ATK/DEF 300/200), siap menyerang! Giliranku selesai,"
Ramon's Turn: "Oke, draw! Aku panggil Ninja Grandmaster Sasuke (ATK/DEF 1800/1000) dengan siap menyerang! Aku memasuki Battle, Ninja Grandmaster Sasuke menyerang!"
Quasar: "Aku aktifkan Miracle Tube! Kau akan kena damage 1000"
Ramon: "Ah..."
Quasar: "Tapi... Aku aktifkan Fusion Guard! Aktivasi Spell-ku digagalkan karena ada efek damage-nya, lalu secara acak kukirimkan satu monster dari Fusion Deck! Aku kirimkan Five-Headed Dragon,"
Ramon: "Sebenarnya apa maksudmu? Serangan Ninja Grandmaster Sasuke, berlanjut!"
Quasar: "Inilah maksudku yang sebenarnya. Berseker Crush! Aku remove Five-Headed Dragon (ATK/DEF 5000/5000) dari game, lalu memilih Winged Kuriboh. ATK dan DEF-nya sekarang sama dengan monster yang aku remove sampai akhir giliran ini," (sambil tersenyum)
Ramon: "Ap...paaa...? (LP: 4000 - 800, Ninja Grandmaster Sasuke hancur)Sial... Ok, aku akhiri giliranku!"
Quasar's Turn: Baiklah, draw! Aku aktifkan The Flute of Summoning Kuriboh! Aku panggil Kuriboh dari deck secara langsung! Lalu aktifkan Multiply ! Aku korbankan Kuriboh untuk memanggil 4 Kuriboh Tokens."
Ramon: "Ha? Lalu apa hebatnya?"
Quasar: "Ini kuncinya! Aktifkan Detonate ! Aku hancurkan semua Kuriboh Tokens (ATK/DEF 300/200)! Karena ada 4, maka aku bisa menghancurkan kartu-kartu di arenamu sesuai jumlah tersebut atau dibawahnya!"
Ramon: "Haah?" (Lady Ninja Yae dan 2 kartu reverse hancur)
Quasar: "Lalu aku mengaktifkan dari tangan, United We Stand! ATK dan DEF Winged Kuriboh-ku bertambah 800 point! (ATK 300 - 1100) Saatnya, Winged Kuriboh, serang langsung pemain!"
Ramon: "Aaaaahhhh? (LP 800 - 0)
Duel selesai.
Prof. Erick: "Wahahaha... Hebat, duel yang hebat! Quasar, skill-mu lumayan juga!"
Ramon: "Aku... Kalah dengan... Deck Kuriboh...?"
Prof. Erick: "Nah, jadi anak-anak, apapun deck-nya, jika terdengar lemah, belum tentu begitu aslinya!"
Vicky: "Kau hebat Quasar! Punya taktik cerdas seperti itu!"
Quasar: "Masa iya? Ah, itu trik biasa menurutku..."
Vicky: "Tidak, itu cukup luar biasa."
Quasar: "Baik, terserah kau saja,"
Prof. Erick: "Jadi... Apakah ada lagi yang mau bertanding melawan Quasar?"
Anak-anak: (terdiam)
Vicky: "Makanya, kalian ini jangan tertipu sama luarna dulu... Lihat, kan? Quasar itu tangguh!"
Gracia: "Alaahh, Vicky, coba saja kau berduel dengan anak itu!"
Vicky: "Aku? Kapan-kapan dehh!"
RIIIIINGG... Bel tanda pulang.
Prof Erick: "Nah, anak-anak, debatnya sudah cukup. Sekarang kalian beres-beres, lalu pulanglah dengan tertib."
Anak-anak: "Iya profesoorr..."
Lalu mereka keluar. Vicky terlihat menyukai Quasar. Mereka berjalan bersama ketika pulang.
Vicky: "Quasar, sebenarnya kau ini siapa...?"
Quasar: "Aku... Aku, ya aku. Aku Quasar, Duelist Cahaya,"
Quasar tersenyum lalu berlari meningalkan Vicky yang kebingungan.
Tanpa sepengetahuan mereka, ada yang memata-matai Quasar dari jauh...
******to be continued******
