Hayhay, chap 2 update nih. Sebelum itu, ina mau balesin review buat para readers yang baik ini dlu ya :

-arigatou : heheh, makasih banget ya ^_^

-Midori Verte : maaf banget ya kalau chap 1 kurang lucu. Soalnya saya masih abal banget buat bikin fict humor -_-. Di chap selanjutnnya saya udah berusaha untuk yang terbaik kok. Makasih saran dan reviewnya :)

-kitsune murasaki is a little monster : hahah iya, makasih reviewnya :)

-Aiko Hiraoka : hihi maaf ya, bukannya saya gak mau bikin pair NaruSaku, tapi pas pertama kali niatnya udah bikin pair NaruHina. Nanti deh saya buat pair NaruSaku di fict2 yang lainnya :D

-Ruka Noda : kamu suka Neji? wahah, sama seperti kakak saya dong. Hm, bisa di bilang begitulah. Dan makasih reviewnya :D

-Naru Nay-nie : haha iya setuju! Udah update kok, review lagi ya heheh *plak*

-Tsubaki Audhi : hehe, iya deh. Dan makasih banget reviewnnya lho :D

-Kudo Widya-chan Edogawa : benerbener! Makasih banget udah RnR :D

-L-Ly Three Kazumi : Ok Kazu, makasih ya sarannya :)

-UzumakiLieChan : Neji sih menurut saya mah diapain aja juga cakep~ XD

-namikazexoxo : hehe, makasih banget yaa :D

Makasih ya yang udah RnR, tanpa kalian aku gak akan bisa sampai sekarang. Ternyata banyak yang bilang cantikan Neji, emang iya sih hehehe. Btw, sekarang waktunya RnR guys :D *tebar kiss bye* /dibuang

Cekidot :

::Naruto Santripudden::

By : Inainae-chan

Disclaimer : Naruto © Masashi Kisihimoto

Warning : AU, OOC, typo, garing, freak, dsb

#OooOooOooO#

Chapter 2 : ohmaigat

"triit"

Semua mata tertuju pada mobil BMW berplat 'B 541 NO' yang sedang berhenti di depan pesantren santripudden itu. Para santri keheranan karna tidak biasa-biasanya mobil mewah dan berplat gaje yang singgah ke pesantren mereka.

"kan udah gue bilang gak usah bawa mobil Sai, liat aja para santri di situ pada cengo semua. Terutama juga plat mobilnya si Sai yang lebay itu." Celetuk Naruto

"pale lu lebay, itu plat gue sama Ino yang ngasih. 'B 541 NO' kalau kepanjangannya 'Bersatu SaIno'. Hahahah." Oceh Sai

Naruto, Sasuke dan Neji hanya sweatdrop mendengarnya. Lah, shikamaru? Gak usah ditanya deh. =.=

"turun nih sekarang?" Tanya Sasuke.

"nanti, ada sesuatu yang mau gue omongin. Ini penting banget lho, sebelum itu. Bangunin dulu si Shikamaru." Ujar Sai

"WOI! BUNTUT TIKUS BANGUN LO! WARNING! TEMARI MAU DI MAKAN KUCING!" Teriak Naruto yang bertepatan di Telingannya Shikamaru. Sungguh, malangnya dia.

"what?! Mana kucingnya sini biar gue tonjok!" Oceh Shikamaru dengan paniknya.

"hahahah, becanda doang guenya. Lo sih bego banget, mana mungkin kucing makan Temari, yang ada Temari makan kucing." Kata Naruto.

"sialan lo jabrik! Gue panik setengah mampus gara-gara lo! Lagian lo pake teriak-teriak di telinga gue lagi, lo pikir gue budek apa?" Gerutu Shikamaru.

"udah jangan pada ribut lo pada! And listen to me please!" Ucap Sai.

"halah, sok inggris lu mentang-mentang Ino bokapnya bule." Celetuk Neji.

"biarin! Dan kembali ke topik. Gini lho, untuk penyamaran kita biar aman, kita kan harus gunain nama cewek. Nah, sekarang kalian pada mikir deh, nama cewek yang pas buat kalian apa?"

"hmm... Gue Naruti aja deh." Kata Naruto

"gue... gue Susanti." Sambung Sasuke

"hahahah! Ngakak! Itu nama pembantu lo ya?" Tanya Naruto

"i..iya." Jawab Sasuke pasrah.

"gue shinta deh." Lanjut Shikamaru.

" gue jojonya. Hahahah." Kata Neji.

"lo Sai?" Tanya Naruto

"..."

"lo yang ngasih saran, lo juga yang diem. Gimana sih!" Gerutu Naruto

"gue juga lagi mikir nih! Bantuin dong!" Balas Sai.

"hmm... gimana kalau... Tukiem aja?" Kata Naruto dengan sumringah disertai muka innocentnya.

Dengan rasa tak terhormat, Sai menghadiahkan sebuah benjolan indah di kepalanya.

"sialan lo! Gue di kasih nama babu! Kalau gue gak puasa, udah gue jadiin lo makanan buat sahur ntar." Omel Sai

Naruto hanya terdiam kaku dan tidak berani berkata sekutik pun.

"aha! Nama gue. Suci aja!" Seru Sai

"nama yang jauh banget dari orangnnya." Kata Shikamaru perlahan, tetapi di dengar oleh Sai.

"apa lo bilang?" Tanya Sai sembari melototin matanya layaknya seperti ayam kesambet kucing(?)

"gak, gue gak bilang apa-apa kok." Kata Shikamaru sambil nyegir nista.

Setelah 10 menit mereka rapat di dalam mobil, akhirnya ke lima cowok-cowok eh cewek-cewek cakep itu keluar dari mobil BMW berwarna hitam. Para penghuni yang pada ngeliatin mereka sejak tadi udah keburu layu(?) akibat merekannya yang kelamaan keluar.

NaruSasuSaiShikaNeji berjalan serempak dengan menggunakan sepatu high heels berukuran 3 cm. Naruto, Sasuke dan Sai terlihat anggun berjalan menggunakan sepatu yang mereka pakai, terkecuali Neji dan Shikamaru yang jalannya masih kelihatan cowok banget atau bisa di bilang preman banci. *dibunuh*. Naruto memakai cadar di wajahnya, karena pada saat di salon dia tidak mau memotong kumisnya. Katanya sih, kumisnya itu memikat hati para cewek-cewek. *hoeek*

"assalamualaikum." Kata Shikamaru dengan suara ala banci kejepit sembari mengetuk pintunya.

Seorang pemuda memakai baju muslim lelaki, memakai sorban dan lebay (atau pun peci) disertai cadar yang entah mengapa ada di wajahnya, keluar dengan gagah berani.

"salam, apakah benar ini ustadz Kakashi bin Hatake? " Tanya Sai lembut yang sepertinya membuat ustadz itu kesemsem. Mungkin karena suaranya yang mirip banget sama Cewek.

"i-iya benar. Adik-adik ini dari mana ya? Ada keperluan apa disini?" Tanya Kakashi sembari memberikan senyuman andalannya.

"begini lho, ustadz. Kami berlima mau daftar jadi santri disini selama bulan ramadhan. Harganya berapa ya, stadz? Dan apakah ustadz bersedia menerima kami yang imut-imut ini?" Tanya Naruto sambil memberikan kedipan mata nistanya.

'subhanallah eh astaghfirullah aladzim.' Inner Kakashi sambil ngelus-ngelus dadanya.

"oh dengan senang hati. Kalian langsung di terima kok disini. Harganya Cuma Rp 120.000 aja." Kata Kakashi.

"huraayy! Makasih ya ustadz ganteng." Ujar Neji dengan terpaksa tetapi membuat noda merah menjalar di pipi putih Kakashi.

"i-iya sama-sama. Dan nanti akan ada salah satu pengurus pesantren yang akan menunjukkan kamar tidur kalian." Jelas Kakashi

"oh iya ustadz, kok pakai cadar sih? Ini ustadz apa ustadzah?" Tanya Shikamaru tanpa berfikir panjang.

'sialan nih, gue ganteng-ganteng di bilang ustadzah!' Batin Kakashi.

"oh gini, kemarin bibir ustadz di jepit kepiting. Jadinya kayak doer gitu, terpaksa deh ustadz tutupin, heheh." Jawab Kakashi dengan alasan yang nista.

"oh. Kirain.." Serempak kelima cowok setengah cewek itu.

"hn.. kami datang jauh-jauh masa gak di suruh masuk sih?" Kata Sasuke dengan sinisnya.

"teme, atur suara lo supaya lembut dikit. Nanti penyamaran kita bisa terbongkar!" Bisik Naruto yang berada disebelahnya.

"iyaiya, dobe. Bawel lu!" Balas Sasuke

"oh! Silahkan masuk kalau gitu." Ucap Kakashi

Dengan melangkahkan kaki kanan disertai bacaan al-fatiha , mereka masuk ke pesantren itu.

#OooOooOooO#

Setelah pengurus pesantren menunjukkan kamar tidur mereka, mereka segera menyusun pakaian, sepatu dan seluruh barang-barang mereka masing-masing.

"eh tau gak, tadi gue nyuri sedikit pakaian muslim punya nyokap gue lho." Kata Shikamaru.

"sama dong!" Ucap NaruSasuNejiSai serempak.

"selain itu, tadi gue ngambil semacam gabus dan 'bra' punya nyokap gue lho. Untung aja gak ketahuan!" Ujar Shikamaru dengan santainya.

NaruSasuNejiSai Jawsweatdrop berjamaah akibat mendengar pengakuan pahit dari Shikamaru.

"sinting lo kali ya!" Cetus Sasuke.

"biarin deh, kan itu penting. Nanti gue bagi-bagi ke elu pada juga kok." Kata Shikamaru.

"ih najis!" Teriak mereka serempak.

"Oh iya, setelah siap beres-beres. Kita nyari cewek kita yuk!" Ajak Naruto

"yuk! Ide bagus tuh. Gue udah kangen banget sama Temari." Sambung Shikamaru.

"jangan buat maksiat ya lo pada, inget ini BULAN PUASA!" Ujar Neji.

"apa-apaan sih lo. Ya kagaklah! Gue juga tau kali!" Gerutu Sai.

*sejam kemudian*

"eh udah jam 16.32 nih, yakin masih sempet ketemuan?" Tanya Neji.

"coba aja dulu." Kata Sai.

Mereka mengedap-ngedap layaknya seperti maling yang mau nyolong ikan. Desas-desus dari persekitaran, katanya cewek-cewek mereka berada di kamar nomor 15.

"tok..tok." Suara ketukan pintu.

"ya tunggu sebentar." Jawab Ino.

"kreek..."

"kyaaaaa!" Ino tersontak kaget dan menjerit. Ke lima cowok-cowok itu masuk dengan tidak sopannya ke kamar mereka dan Sai langsung menutup mulut Ino.

..

"oh jadi gitu." Kata HinaSakuInoTemTen serempak.

"ka-kan fi-firasat k-ku be-bener." Kata Hinata lirih.

"firasat apa, Hinata-chan?" Tanya Naruto.

"fi-firasat ba-bahwa yang se-semua di-dikatakan Shikamaru te-tentang re-rencana kalian tadi." Jawab Hinata.

"hem, maafin kami semua ya. Ini semua kami lakukan untuk kalian juga kok." Ujar Naruto agar mereka tidak salah faham.

"iya, gak apa-apa kok. Makasih banget ya." Jawab Tenten.

"sekarang, apa rencana kalian selanjutnya?" Tanya Temari.

"tetap bertahan disini sampai kita semua pulang." Jawab Shikamaru.

"okey, kami akan bantuin kalian kok." Ucap Sakura.

"thanks." Kata Sasuke sambil tersenyum tipis. Sakura yang melihatnya langsung blushing.

"oh iya, Ino-hime. Maafin aku ya tadi bekem mulut kami. Habisnya kamu teriak-teriak sih." Ujar Sai

"iya, gak masalah kok, sayang." Jawab Ino sembari memberikan senyuman manis kepada Sai.

"udah yuk keluar. Nanti takutnnya kita malah buat maksiat disini. Nanggung, ntar lagi buka puasa." Kata Naruto yang membuat semua orang sweatdrop karnanya.

#OooOooOooO#

"Alhamdulillah, kita sudah selesai berbuka puasa. Setelah ini, kita semua sholat maghrib dan nanti kita akan pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat isya dan tarawih berjamaah." Ucap Kakashi panjang lebar.

Setelah selesai, NaruSasuSaiShikaNeji berjalan perlahan-lahan menuju kamar bernomor 15 yang tak lain dan tak bukan adalah kamar yang diinapi oleh pacar-pacar mereka.

"assalamualaikum." Kata mereka serentak.

"waalaikumsalam, e-eh silahkan ma-masuk." Jawab Hinata sambil membukakan pintu.

"hey girls, ntar sholat isya dan tarawihnya gimana nih? Kami gak bawa telekung dan masa kami di barisan perempuan? Kalau kami tersentuh sama kalian atau cewek-cewek lain, gimana? Terus, apa sholat kami sah?" Tanya Naruto dengan beribu pertanyaan.

"gini, kalian wudhu dari rumah aja. Kami pinjemin telekung kok, kebetulan kami bawa lebih. Ntar di masjid gak usah bersentuhan, kalau ada ibu-ibu atau cewek-cewek lain yang disebelah kalian, usahakan agak menjauh dari mereka. Kan niat kalian baik, soal sah atau enggaknya kami gak tau. Atau kalau kurang yakin, kalian ngulang sholat isya dan tarawih di rumah aja." Kata Sakura memberi solusi.

"pinter deh lo Sakura! Gak sia-sia Sasuke milih lo!" Puji Sai.

"makasih." Kata Sasuke yang tiba-tiba nyamber.

"siapa yang muji lo!" Gerutu Sai.

"itu tadi, lo nyebut nama gue kan?" Tanya Sasuke.

"e-eh iya juga sih."

"bego lu." Ejek Sasuke.

"udah diem!" Omel Neji

NaruSasuSaiShikaNeji pun beranjak keluar dari kamar bernomor 15 itu dan kembali ke nomor 22 dimana mereka tidur dan tempat menghias diri serta ngegosip.

#OooOooOooO#

Setelah bersiap, NaruSasuSaiShikaNeji dan HinaSakuInoTemTen berjalan serempak dengan baju muslim dan telekung yang mereka bawa.

Setelah sampai di masjid, mereka berada di barisan perempuan dan sholat sunnah terlebih dahulu. Tiba-tiba ada satu ganguan yang mengangu Naruto.

"guys, gue kebelet pipis." Kata Naruto lirih.

"ahelah lu, yaudah pipis sana. Inget, di toilet CEWEK bukan COWOK!" Ujar Shikamaru.

"iyeiye tau gue!" Kata Naruto dan segera ngacir ke toilet. Dan Naruto terlupa akan apa yang dibilang Shikamaru tadi, sehingga ia memasuki toilet lelaki. Apakah yang akan terjadi padanya? Allahuahlam aja deh.

Dengan tergesa-gesa, ia menaikkan rok baju muslimnnya ke atas. Dan berdiri di tempat pipis khusus lelaki. -_-

Setelah selesai, Naruto baru sadar kalau dia memasuki toilet lelaki. Dia ingin keluar, tetapi seseorang ingin memasuki toilet tersebut. Secepat kilat Naruto ngumpet di belakang pintu.

"kreeek."

Cowok itu memasuki toilet, ia memiliki seperti tato atau goresan di pipinya. Naruto yang melihatnya masuk ke area pipis khusus lelaki, segera mengendap-gendap untuk keluar. Tapi, nasib berkata lain.

"tunggu!" Kata cowok itu dan Naruto menghentikan langkahnya.

'mampus gue. Ya allah tolong hamba mu ini.' Inner Naruto sambil menelan ludahnya.

Cowok itu segera menghampiri Naruto. Naruto dengan cepat membetulkan cadarnya agar tidak mudah jatuh nantinya. Kerudungnnya pun ia rapikan dengan baik.

"ngg? Kok masuk sini? Kamu kan perempuan, neng? Toilet perempuan bukan disini. Oh iya kamu itu santri baru ya di pesantren sebelah? Rumah abang gak jauh kok neng dari pesantren itu." Tanya cowok yang bernama Kiba itu.

"i-iya bang. Kok tahu heheh? Iya deh kapan-kapan aku mampir ke rumah abang. Hm, maaf ya kirain ini toilet cewek, ternyata salah. Makannya tadi aku mau cepet-cepet keluar." Kata Naruto dengan suara ceweknya. Dan ide yang bisa dibilang gak masuk akal itu tiba-tiba muncul di kepalanya.

"gak apa-apa kok, neng. Oh iya kenapa pakai cadar sih? Kan sayang kecantikannya eneng di tutupin. Abang kepengen lihat wajah kamu, neng. Wajah temen-temen kamu yang lain aja cantik. Apalagi kamunya ya." Puji Kiba

'kurang ajar lo bilang gue cantik. Gue ini ganteng, bego! Mudah-mudahan aja ini cowok kagak pisang makan pisang dah! Amit-amit!' Batin Naruto.

"ah, abang bisa aja deh. Abang juga ganteng banget. Aku mau tutup aurat lebih dalem aja bang."

'wkwkkw, lebih dalem. Apanya yang lebih dalem coba? Terpaksa deh gue bohong.' Inner Naruto.

"neng ada-ada aja deh. Oh iya, namanya siapa neng?" Tanya Kiba

"Naruti, bang. Nama abang?" Tanya Naruto balik.

"wah, nama yang bagus. Kalau nama abang Kiba, neng. Kamu suka binatang gak?"

"enggak bang, geli. Abang suka ya?"

"suka banget neng. Abang punya anjing namanya Akamaru. Tapi anjingnnya abang taruh depan rumah. Karna haram kalau sampai masuk rumah apalagi di pegang." Kata Kiba panjang lebar.

"iya bang. Oh iya udah waktunya sholat tuh. Kapan-kapan ngobrol lagi ya." Ujar Naruto sembari meninggalkan Kiba.

Naruto segera ngacir dan kembali mengambil air wudhu di tempat pengambilan air wudhu khusus perempuan. Dan ia kembali masuk ke masjid sembari memakai telekungnnya.

"lama banget sih lo, sampai udah habis ceramahnya!" Gerutu Shikamaru.

"tadi gue dapet kenalan baru, hahah." Kata Naruto.

"siapa? Cewek? Gue bilangin Hinata lo!" Ancam Shikamaru.

"bukan cewek. Ntar gue certain di kamar."

"allahu akbar allahu akbar.."

Sholat isya pun di mulai, selanjutnya sholat tarawih. Kali ini yang menjadi imam ialah ustadz Asuma.

#OooOooOooO#

Setelah selesai melakukan ibadah di masjid, mereka semua ada yang pulang ke rumah masing-masing dan ada yang kembali ke pesantren. Sai dan Ino bukannya kembali ke kamar masing-masing malah mejeng (pacaran) di taman yang berada di belakang pesantren.

"bang, kalau aye jadi bunga abang jadi apanya?" Kata Ino dengan sok bahasa betawinya.

"kumbangnnya dong, neng." Jawab Sai dengan senyuman sumringah.

"so sweat." Kata Ino sembari mengelus pipi Sai.

"hmm. Bapaknya eneng pelari ya?" Tanya Sai.

"huh? Pelari?" Tanya Ino keheranan.

"iya pelari. Karna eneng sudah berlari-lari di hati, abang. Eaea~" Kata Sai dengan gombalan mautnya.

"hahah, bisa aja deh, abang. Jadi malu aye." Ujar Ino

Tiba-tiba ada seseorang pemuda yang membawa obor dan berjalan tergesa-gesa ke arah taman yang bertepatan di belakang pesantren. Pemuda itu yang tak lain dan tak bukan adalah KAKASHI BIN HATAKE!

"Hey! Suci dan Ino, sedang apa kalian?" Teriak Kakashi yang membuat Ino dan Sai tersontak kaget dan terpelongo ditempat.

Sai dan Ino hanya komat kamit gaje dan mereka sudah pasrah terhadap apa yang terjadi selanjutnnya.

'ya allah tolonglah kami.' Inner Sai dan Ino panik.


~TBC~

Next chap : apakah yang akan terjadi pada Ino dan Sai? Bagaimana kah penyamaran mereka? Dan Chap 3 insyaallah chap terakhir untuk fict ini. So, semuanya akan tuntas di chap selanjutnya. :D

Hm, mind to review? ^^