Hai hai hai! Hikaru again, untuk melanjutkan cerita P4; New Journey! Terima kasih untuk yang nge review! Saya senang sekali! Baiklah, tanpa basa-basi, mari kita mulai aja ceritanya!

Rated: K+

Genre: Mystery and Adventure

Disclaimer: P4 punya ATLUS ya...

Summary: Adiknya Souji pindah ke Inaba! Tetapi, tetap saja namanya IT, mereka terjerumus ke sebuah masalah besar. Gimana ya? Check it Out! Bad Summary, lgs aja deh baca...

P4; New Journey

Part 1: Minerva's Awakening

.

.

.

.

.

"Sou-Souji-nii..." kataku sambil tertunduk lemas. Souji-nii ada di midnight channel! Aku kaget sekali. Midnight channel itu benar! Disitu, Souji-nii terlihat jelas sekali. Dan anehnya, dia ngomong yang sama sekali bukan seperti dia. "Ah, untuk yang menonton, disini akan terjadi hal yang menarik. Yang ingin ikutan hanya terbatas karena memerlukan kemampuan khusus. Tertarik kan? Stay tuned." Kata Souji-nii. BLEP. TV nya mati.

~Consentes dii Juno Jupiter Minerva Appolo Mars Ceres... Mercury diana bacchus vulcanus pluto Vesta Venus~

Ponselku berbunyi. Di layar, tertulis Yosuke-senpai. Aduh, mukaku panas lagi! Gyaa! Aku ini kenapa sih? Ah, sudahlah aku harus mengangkatnya!"Ha-halo?" kataku saat mengangkat telepon. "Yui. Kau menontonnya?" tanya Yosuke-senpai. "Iya, aku melihatnya. Sekarang, kakak harus memberitahuku yang sebenarnya. Kenapa Souji-nii bisa ada di acara itu? Kenapa perkataannya tidak seperti dia sama sekali?" tanyaku. "Tenang Yui. Semua ini ada tahapnya untuk memberitahumu. Besok minggu, kita akan bertemu di Junes Foodcourt. Setelah itu, kami akan memberitahu mu semuanya." Kata Yosuke. "Baiklah senpai... malam..." kataku seraya menutup teleponnya. Akupun segera tidur.

Esoknya, aku segera mandi, memakai baju bebasku: T-shirt merah dengan baju ketat lengan panjang warna pink di dalamnya, scarf kuning kotak-kotak biru, dan celana panjang warna biru. "Aku berangkat ya Nanako...!" kataku sambil pergi ke Junes Foodcourt.

Sesampainya di Junes Foodcourt, semuanya sudah datang. Kami pun segera memulai rapat kami. "Kuma, apa kau merasakannya?" tanya Chie-senpai. "Aku merasakannya kuma! Ada orang di dunia TV kuma!" kata Kumakicchi. Eh? Dunia TV? Gak salah denger tuh? "Tandanya memang benar. Baiklah, ayo kita kesana." Kata Naoto. Kami pun berjalan masuk ke Junes bagian Electronic. Kami sampai di sebuah TV besar. Aku bingung, kita ingin mencari Souji-nii. Kenapa malah ke TV? Kulihat mereka semua. Mereka melakukan hal yang aneh! Yosuke-senpai, Chie-senpai, Yukiko-senpai, Kanji, Naoto, dan Rise memakai kacamata yang beragam jenis dan warna. Aku tidak bisa menebak apa itu minus, plus, ataupun silinder. Dan Kumakicchi? Dia memakai kostum maskot beruang. "Hey hey hey, kalian ngapain memakai begituan?" tanyaku. "Ah, ini? Ini memang harus kami pakai saat pergi ke dunia TV. Kumakicchi, berikan kacamata ke Yui." Kata Naoto. Kumakicchi pun mengambil sesuatu dari kantungnya, lalu memberikan kacamata padaku. Bentuknya imut`sih, oval dan berwarna emas ."Umm, ini harus dipake?" tanyaku kurang yakin. Semuanya mengangguk. Yasudah, akupun memakainya. Saat kupakai sih, tidak kenapa-napa."Baiklah, ayo kita berangkat. Yui, peganglah tanganku." Kata Yosuke-senpai sambil memegang tanganku. Jujur, mukaku sudah panas. Semoga nggak keliatan deh. Akupun memegang tangan Yosuke-senpai dan Yosuke-senpai masuk ke... ke TV! Kok bisa! Akupun seperti tertarik untuk masuk. Lalu, suasana berubah gelap.

BRUK! Aduduh... Sakit beneran nih bokongku. Aku pun membuka mata. I-ini, dunia apa ini? Akupun melihat kesana dan kemari. "Umm, kita ini dimana sih?" tanyaku. "Ah, inilah dunia TV Yui-chan. Disinilah kita akan mencari Souji-senpai." Kata Yukiko-senpai. I-ini dunia TV? Aku nggak mimpi nih? Tunggu, tadi kan, aku merasa sakit. Berarti aku tidak berada di alam mimpi. Dan yang aku bingungkan, kenapa harus memakai kacamata? Kan, udah jelas gini pemandangannya. "Umm, lalu kenapa kita memakai kacamata? Kan, seharusnya gak usah..." kataku seraya melepaskan kacamataku. Lho? Kok berkabut gini sih? Lalu, akupun memakai lagi kacamataku. Jelas lagi! Oh, sekarang aku mengerti kenapa harus memakai kacamata! Kacamata ini seperti "mata" kita agar bisa melihat di dalam kabut."Sepertinya tidak usah diberi tahu kamu sudah tahu kenapa, ya kan?" kata Naoto. Aku mengangguk. Kami pun berkumpul dekat Rise. "Rise, keluarkan. Aku tidak sabar melihat reaksi Yui." Kata Kanji sambil melihatku. Eh? Maksudnya mengeluarkan apaan? "Baiklah, Persona!" kata Rise. Persona? Apa itu? Tapi, tak lama setelah Rise mengatakan "persona" keluarlah orang atau makhluk, berbadan tinggi dan mukanya berantena. Aku kaget sampai-sampai jatuh terduduk. "Haha, reaksimu sama saat aku melihat Souji menggunakan personanya!" kata Yosuke-senpai. Aku masih bingung. Dan lebih bingungnya, ternyata Souji-nii pernah memanggil "persona" itu? Aku bingung, beneran. "Senpai, apa itu persona?" tanyaku. "Persona adalah diri kita yang lain. Diri kita yang lain yang sudah diterima oleh diri kita. Nanti kau akan tahu sendiri." Kata Yukiko-senpai. "Oh..." kataku mulai mengerti. "Ah, dapat kawan-kawan! Memang ada dungeon baru! Dan dungeon itu... sekolah? Bukan, malah lebih aneh lagi. Bukankah itu- sekolah kita? Ah, sudahlah. Arah sini." kata Rise. Kami pun mengikuti arah yang ditujukan Rise. Sesuai yang Rise katakan, ini MEMANG sekolah kita. Tapi tunggu, nama sekolahnya, Yasokagami, bukan Yasogami! "Waw... Ini, dungeon Souji? Aku tak menyangka akan melawan "diri"nya yang lain..."kata Kanji. Eh? Maksudnya dirinya yang lain? Ah, sudahlah, aku tidak terlalu peduli akan hal itu. Kami pun berjalan masuk. Agak seram, kalau mau jujur. Tiba-tiba datang makhluk hitam merangkak kearahku. Aduh, aku harus gimana?"Kyaaaa!" teriakku seraya mataku tertutup. Refleks. "Yui!" Kata Yosuke-senpai. Suasana hening. Akupun mencoba membuka ini, posisiku sedang terduduk di lantai. Saat kubuka mataku, Yosuke-senpai ada di depanku dan dibelakangnya ada makhluk "persona" seperti Rise, tetapi "persona" Yosuke-senpai seperti kodok memakai jas putih? Yah, begitulah. Yang kutakutkan sekarang adalah mukaku yang panas dan merah ini! "Kau baik-baik saja?" tanya Yosuke-senpai. "I-iya..." kataku. Kami pun berdiri. "Umm, senpai. Itu apa?" tanyaku sambil menunjuk ke monster itu. "Itu aadalah musuh yang sering kami lawan. Namanya shadows!" kata Yosuke-senpai. "Oh, ok... Terima kasih sudah umm, menolongku senpai..."kataku. Mukaku masih panas. Aduh, aku ini kenapa sih? "Sama-sama..." kata Yosuke-senpai. Tapi, saat Yosuke-senpai memalingkan mukanya kearahku, shadows itu hendak menyerangnya! Aku harus menyelamatkannya! "Senpai!" teriakku. Thou art I. Kepalaku pusing kembali. Ada suara yang terdengar menggema di kepalaku. And i art Thou. Thou hath open thy eyes. Tiba-tiba, karrtu muncul di depanku. The time ist now! "Per... So... Na!" kataku mengucapkan kata itu dan menghancurkan kartu itu dengan menamparnya. Tiba-tiba kartu itu berubah menjadi sesuatu sosok tuan putri bermuka rata membawa tombak yang unjung nya berkepala singa meraum. "Serang, Minerva!" kataku. Persona ku pun segera melawan shadows secara tidak kasih ampun."Agneyastra!" teriakku. "Waw..." kata Chie-senpai kagum."Personanya..." kata Naoto. "Sebanding dengan Souji!" kata Kanji. Shadows itupun hilang. Akupun jatuh terduduk. Yosuke-senpai berhasil mengangkatku."Kau tidak apa-apa?" tanya Yosuke-senpai. "Iya, tidak apa-apa. Aku hanya sedikit capek..." kataku. "Selamat Yui. Kau sudah mengeluarkan persona mu!" kata Rise. "Sudahlah, ayo kita kembali dulu. Kelihatan sekali Yui capek." Kata Kanji. "Ya, ide bagus. Aku akan menggendongmu sampai rumah" kata Yosuke-senpai. Eh? Gak salah denger nih? Aku mau digendong? Beneran nih? "Sudahlah senpai, aku masih bisa berdiri kok..." kataku. "Tidak, kau tidak apa-apa. Aku akan menggendongmu sampai rumah." Kata Yosuke-senpai bersikeras. Mukaku panas lagi. Dan kali ini, jantungku berdetak keras! Aduh, gimana nih? Jangan-jangan... Mungkin aku memang suka Yosuke-senpai? Ah, sudahlah, aku tidak boleh memikirkan hal itu dulu! Kami pun pergi dari dunia TV.

Kami telah kembali ke dunia -senpai menggendongku sampai rumah, sama seperti yang ia katakan. Saat perjalanan... "Senpai, kenapa engkau begitu cemas padaku?" tanyaku. Entah kenapa, aku mengatakan hal seperti ini. Gyaa! Kenapa sih, aku ini? Masa aku beneran suka sama Yosuke-senpai? "Aku... Juga tidak tahu. Entah kenapa aku begitu ingin melindungimu. Entah karena kau adik Souji atau nurani ku. Begitulah..." jawab Yosuke-senpai. Kami pun diam. Dan kami sudah sampai ke rumah pamanku. Yosuke-senpai pun ,menurunkanku. "Umm, senpai. A-arigatou..." kataku. Mukaku panas lagi. "Iya... Sama-sama..." jawabnya. "Umm, sampai ketemu besok ya!" katanya dan segera lari dari rumahku. Mukaku masih panas, dan jantungku masih tidak bisa berhenti berdetak dengan keras. Akupun masuk ke rumah dan menuju ke kamarku. Aku tiduran di kamar. Aku masih memikirkan Yosuke-senpai. "Hhh... Sepertinya memang benar aku menyukainya..."kataku. dan akupun tertidur...

Hehe, chapter 2 selesai! Yui telah membangkitkan personanya, Minerva. Untuk penjelasan singkat, nama Minerva aku ambil dari nama-nama dewa perempuan Yunani. Dan ringtone Yui, itu beberapa kalimat dari opening Mirai Nikki! Dan sepertinya Yui sudah menyadari perasaannya terhadap Yosuke! Gimana lagi ceritanya ya? Terus baca dan Review ya!