Wehe, memasuki chapter 2! *plok plok plok* Senangnya...(Nge-fly...) Hehe, Yui sudah mengeluarkan personanya, saatnya memburu Social link! Untuk yang pertama, mungkin sama seperti Souji, Yosuke dahulu, sebagai arcana kedua setelah fool! Jadi, kemungkinan chapter ini gak ada battle dulu, gak apa-apa ya? Ok deh, mari aja, silakan baca P4; New Journey ini!
Rated: K+
Genre: Mystery and Adventure
Disclaimer: P4 punya ATLUS ya...
Summary: Adiknya Souji pindah ke Inaba! Tetapi, tetap saja namanya IT, mereka terjerumus ke sebuah masalah besar. Gimana ya? Check it Out! Bad Summary, lgs aja deh baca...
P4; New Journey
Chapter 2: Magician
.
.
.
.
.
Piiiiip... piiiiip...
Alarm kamarku bunyi. Akupun terbangun. Kepalaku masih pusing, tapi sudah tidak terlalu pusing saat aku selesai mengeluarkan personaku. Akupun memakai seragamku dan sarapan bersama Nanako. Setelah itu, aku berangkat ke sekolah. Saat aku berjalan, aku merasa sepertinya aku dipanggil. Akupun menoleh. "Yuiiiii!" teriak Rise. Oh, Rise toh."Kamu tak apa-apa? Sudah tidak pusing lagi?" tanyanya. Sepertinya dia mencemaskanku. "Ah, aku tak apa-apa Rise. Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku..." jawabku. Rise masih cemas. "Benar nih, tidak apa-apa, sepertinya untuk hari ini kita istirahat dulu ya." Kata Rise. Aku pun mengangguk. Dan kami pun berjalan menuju sekolah...
Saat di kelas, akupun menaruh tasku di sebelah Naoto. Sama seperti Rise, dia mengkhawatirkanku. "Hai Yui. Tidak apa apa kah untukmu untuk masuk hari ini?" tanya Naoto. Aku mengangguk."Aku sudah tidak apa-apa. Terima kasih sudah mengkhawatirkan ku." Jawabku. "Oh ya, kau pulang digendong Yosuke-senpai kan?" tanya Naoto sambil senyum jahil (bisa bayangkan Naoto senyum jahil? Selamat membayangkan!*plak!*). Aku mengangguk. Tuh kan, mukaku panas lagi. Mana jantungku berdetak kencang lagi!"I-iya, lalu kenapa?"kataku sambil memalingkan muka. "Oh ayolah, kami tahu kok! Kau menyukai Yosuke-senpai ya?" tanya Naoto. GLEK! Buku-buku ku jatuh seketika. Aku segera membereskannya seraya menyembunyikan muka merahku. Jujur, perkataan Naoto TEPAT. Aku MEMANG menyukai Yosuke-senpai. "Ap-apa-apaan sih Naoto? Ng-nggak kok!" bantahku. "Aih, gak usah malu-malu! Tenang, bakal jadi rahasia kita berdua kok! Tenang saja!" kata Naoto. Nih anak, kukira alim. Ternyata bisa maksa juga."Oke oke, aku memang menyukai yosuke-senpai. Puas?" kataku. Akupun segera keluar kelas. Aku ingin ke toilet. Hihi...
Sementara Yui ke toilet, Naoto's POV!
Hihi, bener kan, apa kataku? Yui menyukai Yosuke-senpai! Haha, mari kita omongkan ke cewek2 yang lain. Siapa tahu bisa jadi mak comblang! Batinku saat Yui sedang ke toilet. Akupun segera membuka handphone ku dan memulai sms. Isinya: Guys! Yui ternyata beneran suka sama Yosuke-senpai! Kita jadi mak comblangnya yuk!. Lalu aku mengirimkannya, dan menutup ponselku. Baru saja aku menaruh buku di meja, sudah ada 3 dering di handphoneku. Jawaban mereka setuju! Isi sms mereka:
Yukiko: Ayo! Aku pengen banget mak comblangin Yui sama Yosuke! Mereka kita suruh ketemuan aja di rooftop!
Chie: Mau mau! Aku sudah dengar dari Yukiko! Gimana di rooftop sehabis pulang sekolah?
Rise: Mau! Pasti! Pantas saja Yui terlihat lesu! Sebagai teman, mari kita mak comblangin di sama Yosuke-senpai!
Author(mendadak dateng): Woy, ini bukan romance maupun Humor lho!
YukiChiRiNao: Kita tahu! Kan elo yang bikin fic!
Author: Udah deh, btts! Keburu Yui nya dateng lho!
YukiChiRiNao: Ok-ok...
Btts...
Kami pun sepakat untuk mak comblangin Yui dengan Yosuke-senpai. Setelah menutup handphone ku, Yui datang. Pas sekali. Aku akan membuat rencana pertemuan mereka. Yukiko-senpai, Chie-senpai, berjuanglah membuat Yosuke-senpai ke rooftop!"Eh, Yui. Kata senpai kita akan ketemuan di rooftop untuk membicarakan penyelamatan Souji-kun!" bohongku. "Ok." Kata Yui singkat, padat, dan jelas. Untung dia mau ketipu. Bagus deh.
Naoto's POV end...
Back to Yui's POV
Kami akan bertemu di rooftop, kata Naoto. Tapi, entah kenapa aku merasakan firasat buruk. Kenapa ya? Ah, sudahlah. Kashiwagi sudah datang. Sebaiknya aku memerhatikan kelas.
Kringgggg!
Bel pelajaran terakhir pun berbunyi. Aku membereskan barang-barang ku dan pergi ke rooftop. Tadinya aku mengajak Naoto, tapi Naoto bilang dia akan piket dulu. Jadi, aku duluan saja. Akupun pergi ke rooftop.
Sesampainya disana, aku tidak melihat siapapun. Mungkin mereka masih diperjalanan, pikirku. Akupun duduk dan membuka handphoneku. Aku melihat-lihat foto-fotoku dengan Souji-nii waktu masih kecil. Aku hampir menangis melihatnya. "Souji-nii, dimana kau? Aku benar-benar merindukanmu." Kataku seraya meneteskan air mata. "Eh, Yui? Kenapa kamu menangis?" tanya seseorang. Aku menoleh ke depanku. Orang itu Yosuke-senpai! Aduh, padahal aku sedang tidak ingin memikirkannya! Hawa... "Umm, a-aku teringat akan Souji-nii..." jawabku. "Oh..." kata Yosuke-senpai. Yosuke-senpai pun duduk di sebelahku. Ter-terlalu dekat! Kya! Kami pun diam seribu bahasa. Aku pun mencoba berbicara ke topik baru. "Umm, kok senpai cuma sendirian? Yang lain mana?" tanyaku. "Oh, Yukiko harus membantu penginapan, Chie dia piket, Naoto piket, sedangkan Rise dan Kanji tidak tahu kemana."jawab Yosuke-senpai. Diam dan hening pun melanda kami. Kalau aku tidak ada perasaan sama Yosuke-senpai sih, aku gak bakalan malu kayak begini. "Kau tahu, kau itu benar-benar mirip dengan Souji." Kata Yosuke-senpai yang secara tiba-tiba. "Eh? Memang kenapa?" tanyaku. "Gimana ya? Bagiku kau sama seperti Souji yah, aura mu itu hangat dan bersahabat. Di sisi lain, kau seperti terbuka dan selalu tenang. Itulah yang sebenarnya kami pikirkan saat bertarung melawan shadows. Tapi, bahkan Souji pun mempunyai sisi lainnya."Jawabnya. Mukaku merah. Tidak pernah ada yang mengatakan hal seperti itu di depanku. "Umm, makasih. Perkataanmu indah sekali senpai..." kataku. "Sama-sama. Malah, sebenarnya ada yang aku ingin katakan selagi kita hanya berdua."katanya. Aku melihatnya. Mukanya merah. Eh? Jangan-jangan... Senpai mau nyatain cinta lagi! Gyaaa! Aku belom siap!"A-ada apa senpai?"tanyaku. Mana mukaku juga ikutan merah lagi! Gyaa!"Eh, kau tahu saat kita pertama kali bertemu? Kau tahu kan, saat kau menolongku dari ketabrakan?"tanyanya."Y-ya, lalu kenapa senpai?"tanyaku. Huwaaa!"Se-sebenarnya aku... tampak memalukan ya?"! Aduh, kukira apa. "Nggak kok senpai. Terkadang, ketabrak dari sepeda itu hal yang wajar." Jawabku. "Oh, baguslah. Oh ya, Yui."kata Yosuke-senpai."Y-ya?" kataku. Aduh, jantungku udah berdetak kenceng banget nih!"Memang sih, biasanya aku mengatakan ini ke Souji. Tapi, dimohon bantuannya ya, Yui."katanya. Kyaa, kenapa aku malah seneng banget! Gyaaa!"Ah, iya. Mohon bantuannya juga. Yosuke-senpai. Kami berdua pun berjabat tangan. Tangannya hangat. Hey, aku mikir apa sih? Tapi, tiba-tiba aku mendengar suara.
Thou art i... I am thou...
Thou shalt be blessed...
When creating arcana, the magician...
Suara ini maksudnya apa ya? Nanti mungkin akan kutanyakan ke Igor. Setelah itu, aku dan Yosuke-senpai pulang sekolah bersama karena yang lain tidak datang-datang. Wah, sekarang aku ngerti nih, kenapa mereka gak ada. Sialan kau Naoto, akan kubalas kau nanti! Tapi, jujur aku agak berterima kasih ke Naoto. Karenanya, aku bisa berdua dengan Yosuke-senpai. Hihi, senangnya.
Yo ho! Minna-san, maaf ya kalau chapter kali ini Gaje! Untuk chapter berikutnya, mereka mulai misi penyelamatan Souji! Apakah mereka berhasil? Terus RnR ya!
