Hai hai hai! Hika-chan come again desu! Saya datang untuk mengupdate P4NJ lagi desu! Pada nungguin cerita ini nggak? Nungguin dong #maksa. Ok, tanpa basa-basi, yuk kebawah!

Rated: K+

Genre: Mystery and Adventure

Disclaimer: P4 punya ATLUS ya...

Summary: Saat yang ditunggu akhirnya tiba. Yui dan para anggota IT bersama-sama menyelamatkan Souji. Tapi ternyata selain shadow Souji datanglah tamu tak diduga.

P4; New Journey

Chapter 4: Fight Againts the God and the Goddess (Part Begin)

.

.

.

.

.

Flashback...

Semua masih tercengang akan kedatangan sosok tak diundang dan tak diduga, dijemput, namun tak diantar(Inikah jelangkung?). Sosok itu ialah shadow Yui. Yui yang melihatnya pun terkejut. "Senang bertemu denganmu, atashi..." kata shadow Yui. "Ini... adalah shadowku!" kaget Yui.

Back in Present Time, TV World, the stage...

Author's POV (Masih ini! Muahaha!*Author ditendang readers gara2 kelamaan*)

Keringat dingin anggota IT sudah turun dari pipi mereka. apakah nanti mereka harus melawan diri Souji dan Yui yang lain? Belum shadow Souji, mereka harus menghadapi shadow Yui juga? Mereka saja masih tidak tahu bagaimana mengahadapi shadow Souji, apalagi Yui. "Nah, bagaimana diriku? Apa kau kaget melihatku?" kata shdaow Yui menyeringai. "Yui. Kau harap nanti kau tenang ya." Kata Rise. "Ke-kenapa?" tanya Yui. "Kau akan mengerti, dan jangan bilang kata-kata ajaib ya..." kata Rise sambil menepuk pundak Yui. "Ka-kata-kata ajaib?" tanyanya. Rise pun membisikkan sesuatu ke Yui dan Yui hanya bisa berdiam diri saja. Keringat dinginnya(Author's Question:Memang keringat tuh panas ya?) mulai mengalir ke peluhnya. "Kenapa diam? Kukira kau akan menanyakan bahwa aku ini siapa." Kata shadow Yui. " Kau ini aku kan? Mengapa aku harus menanyakannya lagi?" kata Yui. "Oh, sudah mengerti rupanya. Tapi, tidak akan semudah itu untuk menerima dirimu, wahai anak beruntung..." kata shadow Souji. "A-Anak beruntung?" tanya Yui. "Ya, kau kan anak yang beruntung karena ayah dan ibu sangat menyayangimu. Kau diberikan semua kasih sayang dalam hidupmu, dan tidak pernah diberi kesengsaraan!" kata shadow Souji. "Ta-tapi aku tidak pernah merasa berun-" perkataan Yui diputus oleh shadow Yui. "Alah, bilang saja kau MEMANG merasa beruntung, kau dapat semuanya, kau merasa masa bodo' lah, kan kakakku ini yang sengsara, bukan aku. Ya kan?" lanjut shadow Yui. "Ma-mana mungkin, aku nggak seperti itu." Kata Yui memelan. "Hmph, bagaimana denganmu diriku, kamu merasa kesal dan benci dengan adikmu kan, kau begitu ingin melenyapkannya dari dunia ini kan?" kata shadow Souji. "Ti-tidak, kenapa aku mau melenyapkan adikku sendiri?" kata Souji. "Sudahlah, kau kan muak menemani adikmu, kau muak menjadi anak pertama keluarga Seta, kau muak harus berpindah tempat, kau muak dengan kasus yang tidak sama sekali berhubungan denganmu, kau muak akan segalanya!" umbar shadow Souji. "Hen-hentikan, itu tidak benar." Kata Souji. "Kenapa aku harus menjadi anak yang pertama, kalau aku bukan yang pertama Yui pasti akan kena sengsaranya. Aku pasti akan mendapat kasih sayang, aku tidak perlu memikirkan wibawaku sebagai anak pertama keluarga Seta, dan aku tidak perlu memecahkan kasus pembunuhan yang memuakkan dan sama sekali tidak ada hubungannya denganku itu!" umbar shadow Souji. "Hentikan..." kata Souji. Yui dan yang lainnya hanya terdiam akan apa yang mereka dengar. Yui tampak bersalah dan prihatin terhadap kakaknya. Shadow Yui yang melihat 'dirinya' merasa kesal. "Dan kau, diriku, kenapa kau hanya diam dan sok prihatin seperti itu? Sebenarnya kau tertarik akan dunia TV, kau hanya ingin melihat Souji menderita setelah mendengar cerita dari teman-teman barumu, dan oh, sepertinya kau sudah jatuh cinta ya? Dengan anak kota yang lebih payah darimu, sang anak perempuan dari keluarga Seta!" teriak dan umbar shadow Yui."Hentikan, dia tidak payah! Dia-dia..." kata Yui terbata-bata. "Apa perlu kueja, siapakah lelaki payah yang kau cintai itu? Dan oh! Sepertinya cintamu hanya bertepuk sebelah tangan, karena dia kan baru saja terpukul akan kematian seseorang yang ia CINTAI!" Kata shadow Yui memanas-manasi. "Hentikan, jangan bilang apa-apa lagi, kau tidak tahu tentang diriku...!" teriak Yui. "Jangan Yui, jangan sebutkan kata-kata itu!" teriak Souji. "Alah, kau tidak sok melindungi 'adikmu' yang tercinta ini, kau ingin dia merasakan penderitaanmu kan?" kata shadow Souji. "Berisik! Kamu gak usah ikut campur! Karena kamu..." kata Souji belum terselesaikan. "Bo-bodoh, jangan sebut itu!" teriak Yosuke. "Souji-kun, jangan sebut!" teriak Yukiko. "Terus bilang, aku menunggu!" ringai shadow Yui. "Mau kueja lagi, diriku?" ringai shadow Souji. "Kau... bukan aku!" teriak Yui dan Souji bersamaan.

Hening sesaat. Souji dan Yui yang menyadari apa yang mereka ucapkan terdiam tanpa bergerak. "Fufufu, at long last, aku ini bukan dirimu lagi! Aku sendiri sekarang! *Chuckle* Ahahahahahaha!" tawa shadow Yui. Selama shadow Yui bertranformasi, Yui telah hilang kesadaran dan pingsan. Yui yang hampir terjatuh berhasil dicegah oleh Kanji. "Aku pun sudah tidak dirimu lagi, aku adalah diriku sekarang, bukan dirimu lagi!" teriak shadow Souji. Disusul Souji yang terjatuh pingsan untuk yang kedua kalinya(Ya iyalah, dia kan pertama kali pingsan pas dia diculik, begimane toh?*Author dikeroyok massal karena menuh2in durasi*). "Bagaimana ini, kita menghadapi dua shadow sekaligus?" tanya Chie. "Kita bersiap-siap saja, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Yang terpenting sekarang ialah kita menyelamatkan Souji-senpai dan Yui!" Kata Rise. "Baiklah, ayo semuanya!" kata Yosuke. Mereka pun mengangguk. Dan shadow Yui dan shadow Souji selesai bertranformasi.

Shadow Yui terlihat seperti seorang ratu kerajaan yang entah mengapa bajunya robek-robek dan kumal, tangannya seperti mengeluarkan asap ular di setiap lengannya, dan memegang topeng yang sama seperti topeng yang ada di panggung opera yang berbentuk muka datar, hanya saja topeng itu retak. Sedangkan shadow Souji berbentuk seperti boneka prancis berbadan bungkuk dan mempunyai tiga kepala yang berbeda raut wajah. Kepala yang tengah menunjukkan muka senang, kepala yang kanan menunjukkan muka amarah dan penuh dendam, dan kepala yang kiri nampak seperti muka sedih namun kepala itu sedikit hancur permukaannya. "We are the shadows, the true self..." sahut kedua shadow. "Kalian akan rasakan, kekuatan kami, sang tuhan, Akuma no megami, Akuma no Kami." Sambung kedua shadow itu. "Semuanya bersiap! Yosuke-senpai, tolong pimpin yang lain dulu untuk sementara!" teriak Rise yang sudah bersama dengan Himiko. " Yosh, semuanya! Yukiko-san, Chie, Kanji, urusi shadow Yui! Biar aku, Kumakicchi, dan Naoto yang mengurusi shadow Souji!" perintah Yosuke. Kanji pun menaruh badan Yui di tempat yang agak jauh dari tempat pertarungan. Yosuke pun menghampiri Yui, dan mencium dahi nya Yui(Idih, Yosuke nyari kesempatan dalam kesempitan nih!*Author disumpel kertas sama Yosuke*). "Tenang saja Yui, kami akan mengalahkannya. Aku pun harus mengakatan hal yang penting denganmu." Kata Yosuke. Dan ia pun kembali ke arena pertarungan.

Sampai Yosuke, disana, ia melihat yang lain hanya melawan shadow Yui, dan shadow Souji sedang bergelantungan bersama para kabel (Perasaan shadow Souji bukan monyet deh... =_="a). "Oi, kalian kenapa hanya melawan shadow Yui? Kan kubilang Kumakicchi dan Naoto membantuku mengurusi shadow Souji?" protes Yosuke. "Tidak bisa Yosuke, sebelum mulai, shadow Yui memberikan mantra ke shadow Souji sehingga seluruh spell maupun almighty, maupun physics repel ke kami, sehingga kami harus melawan shadow Yui dulu!" kata Chie. "Oh, begitu..." kata Yosuke. Hening sesaat. "Gampang dong, ahahahaha...!" sambung Yosuke. "Iya, hahahahaha...!" jawab yang lain.

Author: CUT!

All: Eh?

Author: Kalian tuh gimana sih! Apalagi kamu Yosuke! Itu bukan perkataan yang ada di naskah sama sekali!

Kanji: Bhuuh, Yosuke-senpai gimana sih, lagi serius malah ngelawak!

Shadow Souji&Yui (Lah, numpang ngomong): Ini kan bukan humor!

Yosuke: Ya udah sih Author, maafkan daku, katanya kamu penggemarku? *Puppy Beg'in eyes*

Author:*Kena Puppy Beg'in Eyes nya Yosuke* Eh? Euh... Bukannya aku marah-marah sama kamu, tapi... jangan diulangi lagi ya?

Yosuke: Iya. Yeey, Author-chan baik deh...

Author: Yosuke-kun...

Naoto:*Sweatdrop* Duuh, gini deh kalo punya Author kayak dia, susah banget bikin chapter jadi serius dikiiiit aja, jadi penggemar Yosuke-senpai nya juga kebangetan...

Yukiko: Setuju banget...

Souji: Author, cepetan dilanjutin dong, males tidurannya nih, punggungku sakit-sakitan...

Yui: RT banget Souji-nii!*Thumbs Up*

Author: Ya udah, balik ke cerita, semua ke posisi masing-masing!

All: Yosh...

Back to the Story...

"Jadi, kita harus melawan diri Yui dulu ya?" kata Yosuke untuk dirinya sendiri. "Yukiko-san! Serang bersama!" teriak Yosuke. Yukiko pun hanya mengangguk sebagai balasan. "Baiklah, Jiraiya, Garudyne!" kata Yosuke seraya memnaggil personanya, Jiraiya. "Konohana-Sakuya, Agidyne!" teriak Yukiko. Penyerangan angin dan api yang maha dahsyat itu seperti terbentuk menjadi satu dan menimbulkan sebuah tornado yang bersamaan dengan larva api. "Sekarang, Larva Blade!" teriak Yosuke dan Yukiko tornado itu membentur shadow Yui dengan cukup keras, dan menimbulkan debu-debu bertebaran. "Waw, Yosuke-senpai, Yukiko-senpai, kok kita gak pernah tahu tentang skill-skill seperti itu?" tanya Rise. "Oh, ini. Sebenarnya, aku, Souji-kun, Yosuke-kun, dengan Chie berlatih secara rahasia di dunia TV setelah melawan Izanami saat itu. Kami meminta bantuan Kuma-san untuk men-support kami. Makanya aku hampir kagum kalau Kuma-san bisa menjaga rahasia, padahal biasanya kan tidak akan seperti ini. Dan kami membuat skill-skill gabungan seperti ini pun ide Souji-kun." Jelas Yukiko panjang lebar. "Heeeeh, Kuma-san ternyata bisa menjaga rahasia ya..." kata Rise kagum. "Iya dong Kuma! Kan demi Yuki-chan, Chie-chan, Sensei, dan Yosuke Kuma!" kata Kuma. "Woy! It's not time to talk! Shadow Yui is making an attack!" teriak Kanji. "Tumben Kanji-kun bisa bahasa inggris." kata Naoto. "Itu sih, karena Author-san yang berkehendak. Ayo cepetan, keburu Author-san marah-marah gara-gara kita melenceng dari skenario mulu di chapter ini." Kata Chie. "Ayo aja, aku ingin cepat-cepat melawan shadow Souji and get this over with!" kata Naoto. "Semangat yang bagus, ayo!" kata Chie dan segera berlari menuju shadow Yui.

"Ayo, Tomoe, God's Hand!" teriak Chie dan memanggil personanya, Tomoe. Tomoe pun melancarkan tekniknya dengan meninju bagian tanah dan sebuah tangan yang besar pun ikut meninju ke arah shadow Yui. Shadow Yui hanya bisa sedikit mengerang, "Huh, you better than i tought! Alright, i'm gonna show you my power!" kata shadow Yui. Ia pun mulai mengumpulkan energi-energi di sekitar tangannya. Dan asap ularnya semakin banyak di tangannya. "Guys, berhati-hatilah, aku tidak tahu apa itu, tapi berhati-hatilah!" teriak Rise. "Go to Hell! *Chuckle*" kata shadow Yui. Dan shadow Yui pun menghantam seseorang.

To be Continue...

Wee! Chap 4 selesai deh! Agak melenceng dari rencana sih, tapi nggak apa-apa, toh saya bisa publish cerita baru, yaitu Persona: New Teammates. Agak lewat dari dugaan, dan harap tinggalkan review ke kedua cerita ini dan itu ya! See you-

Souji: Author-san, kenapa kita nggak bales review dulu, Words nya masih kedikitan nih..

Author: Ooooh, nice Idea Souji! Ok, Let's see... ada 3 review untuk chap sebelumnya, so Yukiko, bisa tolong bacakan review yang pertama?

Yukiko: Ok, yang pertama dari Maya Megumi, katanya ialah "Aiiihh~ nama saya dipajang (?) :33 . Suka deh sama fanfic ini :DD . Update ya! Kalo bisa ASAP! –w-"

Author: Well, terima kasih Maya-senpai, yang sudah mereview cerita ini, dan oh! Ini udah update lagi kok! Terima kasih atas saran nama shadow Yui dan Souji ya! Yang kedua, tolong Naoto-kun.

Naoto: Ok. Yang kedua dari dao. Katanya ialah "Ceritanya menarik. ^^ lanjut ya"

Author: Terima kasih udah bilang cerita ini menarik! Author sangat terharu! Ini udah lanjut kok! Terus baca cerita Hika-chan ya... *Tebar duren* Yang terakhir, Yosuke-kun bisa tolong bacakan?

Yosuke: Boleh. Yang ketiga sekaligus yang terakhir dari anon. Katanya ialah "Update asap dong! Seru nih"

Author: Yak, terima kasih udah bilang cerita ini seru, padahal saya kira, cerita ini sangat lame dan alay, tap terima kasih sudah memuji, membaca, dan mereview cerita saya!

Rise: Dan special thanks to Author's best friend Tiara Anissa to lend her the wi-fi, if not, she can't update this story, neither publish the new story!

Kanji: Tumben lu bisa bahasa inggris Rise...

Rise: Jika Author berkehendak aku bisa bahasa inggris, aku pasti bisa bahasa inggris.

All: See u next chapter!

Next: Chapter 5: The Fight againts the God and the Goddess (Middle Part)