Nihao! Kembali lagi dengan Hika-chan! :3 Sekarang Hika-chan mau update P4NJ lagi nih! Pada ngungguin cerita ini nggak? Pada nungguin kan? Nungguin dong #maksa. Anyway, Pertarungan dengan para shadow sudah di pertengahan, kira-kira siapa yang terkena serangan shadow Yui? Fu fu fu, jawaban hanya ada di cerita kali ini, oki doki, let's get this fic on the road. Too ta loo!
Rated: K+
Genre: Mystery and Adventure and other genres (Yes, since my last chapter a little bit Humor)
Disclaimer: P4 dan IT punya ATLUS, yang saya punya hanya Yui dan shadow Souji dan Yui.
Summary: Pertarungan melawan kedua shadow dimulai. Shadow Yui mengeluarkan tekniknya dan mengenai seseorang. Siapakah itu? Apa efek tekniknya? Just read and don't forget to review
P4; New Journey
Chapter 5: The Fight Againts the God and the Goddess (Middle Part)
.
.
.
.
.
Flashback
Pertarungan melawan kedua shadow sudah tiba. Shadow Yui yang sudah mulai murka mulai mengeluarkan tekniknya. "Go to hell! *Chukle*" teriak shadow Yui. Dan teknik itu menghantam seseorang.
Back in Present Time, TV World, the Stage...
Seseorang yang terhantam itu terlempar hingga keluar arena. Asap yang dikeluarkan shadow Yui membuat semuanya hampir tidak terlihat. "Rise, siapa yang terkena jurus itu?" teriak Naoto yang ternyata selamat dari teknik shadow Yui. "Sebentar, akan kuselidiki." Jawab Rise. Rise melacak keberadaan seseorang itu dengan personanya, Himiko. Setelah beberapa saat, akhirnya Rise mengetahui siapa yang terkena. "Kanji-kun! Apa kamu tidak apa-apa?" teriak Rise. Ternyata yang terkena hantaman shadow Yui ialah Kanji. "Uhh... A-aku tidak apa-apa. Bagaimana dengan yang lain?" kata Kanji. "Yang lain tidak apa-apa. Apa aku perlu memanggil Yukiko-senpai agar kau bisa disembuhkan?" tanya Rise. "Tidak. Tidak usah. Soalnya, entah mengapa aku tidak merasa apa-apa selain hantaman tadi." Kata Kanji. Perkataan Kanji membuat Rise sedikit heran. Bagaimana bisa? Batinnya. Ia pun sedikit meghiraukannya dan kembali meng-support yang lain. "Baiklah, shadow Yui sedikit mengendur, gunakan kesempatan ini dan serang dia!" teriak Rise. "Ok, ikke Tomoe!" kata Chie seraya menendang kartu dan Personanya pun, sang Tomoe Gozen, bangkit. "God's Hand!" teriaknya. Tomoe pun seperti meninju bagian tanah dan ada sebuah tangan raksasa yang mengenai kepala shadow Yui. Shadow Yui kesal, namun ia menyeringai. "Fu fu fu, saatnya aku melawan kalian dengan kekuatan kalian." Kata shadow Yui. "Apa maksudmu Kuma?" teriak Kuma. Shadow Yui malah tertawa bagaikan orang baru saja jadi gila.
"Kalian akan segera tahu, fu fu fu, Take-Mikazuchi, Ziodyne!" teriaknya. Semua sedikit bingung, terlebih Kanji, pemilik persona yang disebutkannya itu. Mata mereka semua pun kaget, karena si persona, Take-Mikazuchi, datang dan membelah sebuah bilah petirnya dan membuat beberapa petir mengguncang arena. Semua terkena serangan itu, dan mengakibatkan luka parah pada Kuma dan Yosuke. 'Take-Mikazuchi' shadow Yui hamipr sama dengan Take-Mikazuchi milik Kanji. Yang hanya bisa dibedakan, bahwa 'Take-Mikazuchi' yang dipanggil oleh shadow Yui bagaikan teroyak-oyak penampilannya. "A-apa maksudnya ini." Kata Chie. "Ini dia yang mengherankanku. Ternyata shadow Yui menggunakan teknik itu dan mengcopy persona Kanji-kun beserta skill nya! Kalian semua, hati-hati!" jelas Rise. "Aku tidak peduli kalau dia akan meng-copy personaku ataupun tubuhku. Yang jelas aku ingin Yui selamat!" teriak Yosuke. "Hei, apakah hanya aku, atau Yosuke-senpai seperti sangat serius akan melawan shadow Yui?" tanya Naoto pelan. "Apakah kau tidak ingat? Saat shadow Yui mengumbar-ngumbar rahasia Yui, dirinya bilang, kalo dia sedang jatuh cinta dengan orang yang lebih rendah dari dia, sang keluarga Seta?" jelas Chie. "Ya, tentu aku masih ingat. Lalu?" tanya Naoto. "Dirinya juga bilang, kalau cintanya tidak akan berhasil karena orang itu sudah terluka akan perginya orang yang ia cintai. Apa itu tidak cukup informasi kalau orang yang dicintai Yui itu adalah..." kata-kata Chie terhenti dan melihat Yosuke. Naoto menangkap apa maksud Chie dan mengangguk. "Sudah jelas orang itu dia ya, tapi yang aku bingungkan ialah, kenapa shadow Yui bisa tahu? Yosuke kan belum cerita apa-apa tentang Saki-senpai ke Yui?" tanya Naoto. "Itulah yang tidak kuketahui Naoto, ayolah, kita masih ada shadow Yui, dan shadow Souji untuk diurusi." Kata Chie. Naoto hanya mengangguk. "Sukuna-Hikona, Tempest Slash!" Naoto menembak kartu persona dan muncullah sang persona, dengan gesit nan lincah ia membelah bagian tangan shadow Yui. Lumayan berefek kepadanya, karena shadow Yui mengerang kesakitan dan jatuh. "We have our chance! Are you Ready?" Yukiko-senpai sadar akan jatuhnya shadow Yui dan memberi sinyal untuk melakukan All-Out-Attack pada shadow Yui. Yosuke mengangguk. "Understood. Begone!" teriak Yukiko.
All-Out-Attack berhasil dilakukan. Shadow Yui benar-benar mengerang kesakitan. Ia teriak-teriak bagaikan memecah bulan (Mana? Bulannya masih kayak biasa kok! *Author ditempeleng Readers*). "Argh! Kalian makin menyebalkan! Go to Hell!" teriak shadow Yui, dan mengumpulkan kembali tenaga itu. "Semuanya, itu serangan yang sama dengan tadi! Hati-hati!" teriak Rise. Mereka hanya terdiam dan mulai melindungi mereka. Kuma berinisiatif untuk melakukan skill Marakukaja dengan personanya, Kintoki-Douji. Serangan kembali dikeluarkan oleh shadow Yui. Ia menghantam seseorang dan kabut mulai menyelimuti daerah lagi, yang lain hanya berusaha melindungi diri. "Rise! Siapa yang kena?" tanya Kanji. Rise mulai melacak kembali siapa yang terkena. Ia mencari di seluruh daerahnya, ia merasa, Kanji aman karena dia sudah terkena, Chie aman karena posisinya terjauh dari shadow Yui, Yosuke aman dikarenakan ia berada di belakang shadow Yui dan jaraknya agak jauh darinya, Yukiko aman karena dia berada dekat dengan Kuma yang berada di luar arena. Dan berarti hanya satu yang kena, dikarenakan ia terdekat posisinya dari shadow Yui.
"Naoto-kun kena! Naoto-kun, kamu tidak apa-apa?" tanya Rise. Naoto segera bangun dan menepuk-nepuk kakinya yang bermaksud membersihkan kakinya dari debu. "Aku tidak apa-apa." Jawabnya. "Berhati-hatilah semuanya, dari kita semua, persona Naoto-kun lah yang terkuat!" lanjut Rise. "Ummh, apa... yang terjadi?" tanya seseorang. Seseorang, yang membuat semuanya terguncang, seseorang, yang membuat shadow Yui semakin kesal dan liar, seseorang, yang baru saja terbangun dari pingsannya dikarenakan menolak dirinya yang lain. Seseorang itu ialah Yui. "Shit, kenapa Yui bangun sekarang? Biasanya yang lain bangun jika kita telah mengalahkan shadownya!" protes Kanji. Ini mungkin dikarenakan Yui sudah mempunyai persona sebelum ia menghadapi shadownya, mungkin seperti itu?" pikir Yukiko. "Ho ho! Kau sudah bangun ya! Pas sekali saat aku mau menghancurkan dirimu!" kata shadow Yui. "Hu-huh? Apa... yang mau... kau lakukan?" kata Yui. Lemah. Itulah yang ia rasakan. "Bersiap-siap lah mengenai seranganku! Sukuna-Hikona!" panggil shadow Yui. Datanglah sang persona, sukuna-hikona dengan pedangnya yang berdarah, ia mulai bergerak untuk menikam Yui. Yui hanya bisa menutup matanya dengan kedua tangannya dan "Kyaaaaa!" teriaknya. "Yui!" teriak Yosuke.
SLASH!
Yui membuka mata. Ia mendapati senpainya melindungi dirinya dari serangan sukuna-hikona. Terlihat punggungnya terluka akibat serangan tersebut. Yui hanya bisa kaget dan mematung di situ. "Kau tidak apa-apa, Yui?" kata senpainya. "Seharusnya aku yang menanyakan itu." Ia jawab seraya melihat mata senpainya.
Yang lain sudah menamatkan shadow Yui. Shadow Yui yang sudah berserakan hancur dan menjadi dirinya yang asli. Shadow Yui pingsan dan belum bergeming. Dan Yui sendiri, masih tercengang akan siapa yang menolongnya lagi.
"Yosuke...-senpai." Katanya. "Yosuke-senpai... apa kau... tak apa?" lanjutnya."Asalkan kau tidak apa, aku pun tenang. Souji akan marah jika kau luka kau tahu?" kata Yosuke. "Senpai.." suara Yui pecah saat itu. Ia menangis kembali di pundak Yosuke. Yosuke hanya bisa tersenyum dan memeluknya. Yang lain pun menghampiri Yosuke dan Yui. Yukiko memanggil personanya, Konohana-sakuya untuk menyembuhkan Yosuke. Terlihat luka tadi menghilang dan meninggalkan bekas darah. "Yui..." kata Chie. "Y-ya?" kata Yui yang tangisnya sudah mereda. "Apa kau... merasa beruntung?" tanya Naoto. Yui mengangguk. "Iya, sebenarnya, jauh di dalam, aku merasa beruntung, tapi, aku sedikit cemburu pada Souji-nii. Ia selalu dapat prestasi yang baik, dibanggakan ibu dan ayah, dan bisa hidup sendiri. Sedangkan aku, aku terlalu diperhatikan hingga aku merasa kalau aku ini mungkin hanya boneka. Aku ingin seperti Souji-nii, dapat hidup sendiri seperti itu, makanya aku benar-benar berusaha menyaingi nilai akademik maupun non-akademik Souji-nii. Agar aku bisa dibanggakan... oleh ayah dan ibu juga. Agar aku... bisa membuktikan... kalau aku ini bukan boneka." Kata Yui. "Kalau begitu, kau harus menghadapi dirimu sendiri dulu kuma!" kata Kuma. "Kumakichhi." Respon Yui. "Kami semua sudah menghadapinya kok! Tidak usah malu!" kata Chie. "Chie-senpai." Respon Yui. "Lebih susah menghadapi dirimu sendiri ketimbang menjadi yang terbaik." Sambung Naoto. "Naoto.." respon Yui. Yui hanya bisa menatap Yosuke yang sudah melepaskan pelukannya. "Berjuanglah, aku yakin kau bisa." Katanya dan tersenyum hangat seraya mengelus pipi kanannya. Yui tersenyum dan berdiri, dia menghampiri shadownya yang sudah mulai terbangun. Yui duduk disebelahnya dan memegang tangannya.
"Maaf sudah mengabaikan dirimu, aku tahu, kalau dibenakku aku merasa beruntung. Tapi aku juga iri, Souji-nii bisa bangkit sendiri, tetapi diriku hanya mendapat perhatian. Padahal yang kubutuhkan hanyalah agar bisa dibanggakan di depan keluarga Seta. Tapi tidak... yang kubutuhkan sekarang hanyalah... Mengakuimu kalau kau dirimu." Kata Yui. Ia membantu shadownya berdiri. "Mari, kita bersama kembali, dan selamatkan Souji-nii." Yui menawarkan lengannya. Lengannya disambut olehnya dan ia tersenyum. Ia mulai menjadi cahaya. "Jangan lupa menyatakan cintamu padanya ya, aku mendukungmu!" kata shadow Yui untuk yang terakhir kalinya dan masuk ke dalam tubuh Yui.
Yui has face the facade used to overcome the life hardship
Her persona has been manifested
Minerva has been reborn become Hino-okagu
God of the Earth...
"Personaku... berevolusi?" ia mengambil serpihan kaca nya dan masuk ke dalam tubuhnya. "Sepertinya begitu, selamat Yui!" kata Rise. Yui hanya tersenyum. "Jadi, kalian sudah melawannya? Hebat juga kalian dari yang aku pikirkan." Kata shadow Souji. Shadow Souji turun kebawah dan mulai aksinya. "Aku harap kalian siap akan seranganku!" lanjutnya. "Baiklah kawan-kawan, kita tinggal lawan seonggok daging ini!" kata Kanji. "Janganlah kalian meremehkanku, wahai manusia tidak berguna!" teriak shadow Souji. "Baiklah, here it comes!" kata Yukiko. Yui mengangguk. Ia mulai memanggil personanya.
"Persona!"
To be Continued...
Halo-halo! Akhirnya berhasil update! Target terpenuhi! Sekilas info, Hino-Okagu, atau nama aslinya Hinokagu, ialah Dewa bumi. Saya berikan hinokagu pada Yui karena ia sudah mau menerima dunia yang ia alami, dan yah, begitulah. Dan... Alhamdulillah, kotak review sudah lumayan banyak!*Sujud syukur* . Nah, untuk silent readers, jangan lupa tinggalkan review kalian, saya dengan senang hati akan menerimanya! *Tebar duren+bulu landak*
Souji: Before this fic end...
Yosuke: Now's the time for..
Author: Replies for Review!
Chie: Ok let's see, untuk chap sebelumnya kita mendapat 3 reviewers, Maya Megumi, Sp-Cs, dan orang numpang lewat.
Author: Ada yang maubacain reviewnya gak?
Kanji: Mau dong. Belom pernah nih baca review.
Author: Ya sudah, silahkan.
Kanji: Yang pertama dari Maya Megumi. Katanya "Cidaaaaaaaaakkk! #bising. Lanjut, lanjut, lanjut, ga mau tahu! (akhirnya saya ga tahan pengen baca P4NJ, saya langsung buka lappie dan meninggalkan buku UAN. Hahahahaha). Update! ASAP XD"
Author: Maya-senpai, kau sampai rela meninggalkan pelajaran untuk membaca ficku, sungguh kusenang sekali!*sob* Semoga NEM mu bagus ya, dan kesepakatan kita bisa terlaksana~
Naoto: Kesepakatan apa?
Author: Mau tahu aja. Oke, yang selanjutnya, ada yang mau?
Naoto: Mau dong.
Chie: E cie, habis Kanji-kun Naoto-kun langsung mau...
Naoto: A-apaan sih... *Blushing*
Author: Haah, Naoto sama Kanji tuh imut ya, kalo jadi pasangan...
Naoto: Author! Jadi ngebaca review gak nih?
Author: Jadi lah...
Naoto: Yang kedua dari Sp-Cs. Katanya "Ceritanya bagus, saya suka. Saya baru tahu kalau shadownya Souji itu berkepala banyak, apalagi bergelantungan di kabel kayak monyet OAO. Update yok~"
Author: Terima kasih sudah bilang cerita saya bagus, padahal bagi saya cerita ini banyak typos, terlalu berimajinasi, dan lebay. Iya, shadownya Souji berkepala banyak karena beragam emosi di dalam diri Souji. Makanya itu, saya memberii beragam kepala. Dan bergelantungan kayak monyet, gak tahu deh, mendadak kepikiran kayak gitu. Soalnya saya pengen ngasih effect kayak lawan shadow stregth sama fortune di Persona 3. Oke, selanjutnya siapa?
Rise: Mau dong!
Author: Kok yang balas review ini kouhai di IT semua ya, lanjut deh, silakan Rise-chan...
Rise: Hm hm hm, yang terakhir ialah orang numpang lewat. Katanya "Ah, fic ini udah update ya :3 saya nungguin lho. Update lagi dong terusannya :3"
Author: Terima kasih sudah mau nungguin fic ini! Gak nyangka, ternyata ada juga yang mau nunggu cerita alay saya, tenang, ini udah update kok! Baiklah, karena sudah saya balas reviewnya, sampai bertemu di lain chapter!
Yukiko: Special thanks to Tiara Anissa to lend wi-fi connection to her!
See u again!
Next Chapter: The Fight against the God and the Goddess (End Part)
