Balesan review:
Reiya Sumeragi: makasih udah review, Rei! Makasih buat pendapatnya. Kata2 anda membuka mata saia O,O *hualah* Nggak suka lo-gue ya? Waduh, lha ini kayake bakal lo-gue sampe akhir. Sorry , Nek emang kurang sreg jangan memaksakan diri *koyo opo wae* Tapi nek mau terus baca ya… Makasih! ^^
Ardhya Mouri:hwahahaa. Sebenernya saia sama sekali nggak bermaksud bikin humor lho, Dhya. Malah awalnya mau masukin ke kategori angst. Lha kok keluarnya yang kaya gini ya? =,=" Makasih buat reviewnya yaaa~ Panggil Rokuna atau Kimchi, terserah mau yang mana. Wkwk.
Hyuuga Kimichi:hai Kimichi, penggemar Narto kah? Namamu ini mirip nama saia sebelum ganti penname. Kenangan lama bangkit nih TT_TT. Saia masih belum mastiin karakter mana lagi yang bakal masuk fiction ini nih. Karena 4 chapter, nanti saia usahain biar yang lainnya dapet bagian juga deh. Menurut kamu lo-gue nya cocok? Makasih ^^
Anezakibeech:maaf ya, Anezakibeech, karena updatenya lamaaa banget. Testing =,=" Satu lagi yang kurang cocok dengan lo-gue. Terkesan kasar? Saia setuju, sih. Karena memang itu tujuannya :3 Karena di fanfiction ekspresi karakter, pembawaan dan semacamnya nggak bisa dijelaskan sedetail di film2, kata2 jadi satu2nya buat menunjukkan perbedaan antara karakter Kagome di Inuyasha dengan Kagome di cerita ini. Jadi maaf ya kalo kesannya kasar TT^TT
Akhir kata, selamat menikmati. Happy reading ^^
ME, I, MY, and MINE
CHAPTER 2: I… HATE/LOVE?
Akhirnya selesai juga. Di take ke-19 gue berhasil. Cepat-cepat gue menyingkir dari area take. Gue ambil sekaleng soda lalu menarik pull tab-nya. Belum sempat gue minum, sosok tiga teman gue datang.
"Kagome-chan."
Cih. Mau apa mereka ke sini? Apa mereka belum puas ngeledekin gue kemarin?
"Kagome-chan, kami membawa makanan untukmu." Ayumi menyodorkan sekotak bento.
"Kami tahu Kagome-chan nggak pernah sempat makan waktu shooting. Ini kami belikan bento supaya Kagome bisa makan saat break."
Ngeliat bento itu perut gue berontak. 'Kasiani aku, aku belum diisi sejak pagi. Kasih aku makaan~' begitu raung si perut. Gue udah bukan laper lagi sekarang. Makan malam kemarin itu terakhir kali gue makan. Gue kelaperan.
Gue ambil kotak bento itu dari tangan Ayumi, terus duduk di bangku dekat tempat shooting dan membuka tutup bento boxsambil berusaha menyembunyikan rasa lapar yang semakin menjadi-jadi.
Gue tunggu salah satu dari tiga cewek itu ngomong. Apa kek. Tapi merekanya cuma diam dan terus memandangi gue. Akhirnya gue mulai makan. Mereka tetap diam. Tapi pandangan mereka tambah intens aja. Gue nggak tahan lagi. Jangan-jangan, mereka juga sama lapernya dengan gue?
"Apa sih lo? Nggak pernah lihat orang makan?" seru gue sewot. Ketiga fans bawel itu mundur selangkah. Ih. Kaya nggak pernah tau kalau gue galak aja.
"Err… Anu. Kagome, masalah yang kemarin itu… Maafin kami, ya. Kami tahu kami agak berlebihan."
Agak berlebihan kata lo? Itu kelebihan banget, tau!
Gue terus makan tanpa mempedulikan mereka. Sebel deh. Jadi bad mood nih.
"Kagome masih marah, ya?" tanya Eri. Gue lirik tuh cewek. Cih. Mukanya ketakutan gitu. Emangnya gue monster, apa?
"Maaf, Kagome-chan," timpal Ayumi. Kalau aja temen gue yang paling kalem ini nggak kelihatan mau nangis, gue nggak akan sudi bilang
"ya, ya! Sudah. Kalian gue maafkan."
Ketiganya langsung sumringah dan tos satu sama lain. Sialan. Gue merasa dibodohi.
"Tapi ingat ini: kalau kalian berani masangin gue seenak udel kalian sama anjing kampung yang sama," gue acungkan telunjuk gue ke pemuda ber-wig putih panjang menggelikan di depan sana, "kalian bakal berharap nggak pernah dilahirkan."
Ketiganya mulai merinding karena mereka tau, mereka nggak akan bisa nggak memasangkan gue dengan Yasha. Hah… Entah mereka yang harus takut, atau gue yang harus siap-siap muntab lagi.
.
.
.
Saat mataku ini terpejam, hanya suaranya yang terdengar.
"Kagome! Kagomee!"
Dia memanggil namaku.
"Kagome! Sadar, Kagome!"
Kurasakan bahuku diguncang. Aku pun membuka mata.
"Inuyasha…" kudesahkan namanya. Lemas. Aku merasa sangat lemas.
"Pergilah. Lari… Pergi dari sini…" bisikku di sela-sela rintih kesakitan. Alisnya bertaut marah.
"Baka!" umpatnya. "Mana bisa aku meninggalkanmu? Kau jadi begini gara-gara aku." Suaranya terdengar gusar dan penuh penyesalan.
Aku tersenyum lemah. Getir.
"Tidak apa-apa. Karena aku… Mencintai Inuyasha." Dengan berakhirnya kalimat itu kututup mataku. Damai. Itu yang kurasakan. Damai ketika aku berada dalam pelukannya. Aku merasa aman. Dan hangat. Pelukan Inuyasha selalu hangat.
Kurasa, aku memang sebenarnya jatuh cinta padanya…
Inuyasha.
.
"Cut!"
Gue membuka mata ketika tepuk tangan heboh pecah di sekeliling gue. Take-nya udah selesai?
"Luar biasa! Adegan barusan luar biasa! Feel-nya kena banget! Amazing!" Pak Sutradara berteriak-teriak sambil jingkrak-jingkrak. Berasa nonton topeng monyet deh. Maklum lah kalau dia begitu. Sebelum jadi sutradara, dia kan badut sirkus.
Gue lihat kru yang lain juga tersenyum kagum ke arah gue. Emang sebagus itukah akting gue barusan?
Gue baru aja akan ngebales senyuman mereka waktu gue sadar. Gue masih dipeluk si tengik Yasha. Dan si playboy itu masih memandangi gue dengan seriusnya. Apa-apaan sih pandangannya itu? Kaya orang lagi merhatiin kucing beranak aja.
"Heh, lo gak denger, ya? CUT!" teriak gue tepat di depan mukanya. Sudah begitu, si anjing kampung tetap nggak bergeming. Cih. Gini deh kalau anjing nggak terlatih. Bikin repot orang.
Akhirnya dengan kemampuan sendiri gue berusaha melepaskan diri dari rangkulannya. Tapi semakin keras gue berusaha, semakin kuat juga tangan dia menahan bahu gue.
"Apaan sih lo? Lepas!" bentak gue keras. Semua kru sampai menoleh. Ah sial. Gara-gara si rese ini gue jadi paranoid.
Gue lempar pandangan benci terbaik gue ke arah cowok egois itu. Sesaat kayaknya Yasha akan tetap bertahan dengan menahan gue. Tapi kemudian ekspresinya berubah. Cuma sesaat aja, sekejap aja, dia kelihatan sedih. Habis itu Yasha melepas gue, dan gue minggat tanpa basa-basi lagi.
.
.
.
"Kagome, air panasnya sudah siap."
Gue masuk ke kamar mandi, langsung nyebur ke bak air panas. Berharap berendam air panas bisa mengusir suntuk. Sial. Rasanya nyesek kalau mikirin si Yasha dan ekspresi melasnya yang tadi. Tapi ternyata mandi air panas yang biasanya langsung mengusir kepenatan kali ini kurang membantu.
"Huh! Malah jadi sensi sendiri," gumam gue pada diri sendiri sambil membalut badan dengan piyama. Hari ini rasanya panjang banget. Gue capek, maunya langsung tidur. Padahal biasanya jam segini gue masih sibuk chatting-an. Terpaksa hari ini absen.
Nggak lama setelah gue merebahkan diri di kasur, kucing peliharaan gue yang paling lucu sedunia datang lalu bergelung manja di dekat perut gue. Sebuah senyuman tertarik di sudut bibir gue.
"There, there,Yashagome."
Yashagome nama kucing belang-belang ini. Nama yang norak, dan setelah dipikir-pikir kampungan banget. Meski begitu nama ini gue sendiri yang kasih, dulu sewaktu masih pacaran sama Yasha.
Dulu, dulu sekali, gue suka banget nama itu. Tapi sekarang, cuma penyesalan dan sakit hati yang diberikannya. Mau diganti juga nggak bisa. Kucing gemuk ini cuma merespons panggilan Yashagome.
"Hah…"
Beep beep…Suara HP gue. Ada email masuk. Malas-malasan, HP itu gue pungut, lalu gue buka.
2New Mails.
From: Sesshou-kun
Email: sesshou_warrior xxxxx . com
To: kagomekawaii xxxxx . com
Bagaimana tadishooting-nya?
-Received: 07.07 p.m.
Email dari Sesshou-kun membuat senyumku otomatis mengembang. Siapa yang nggak bling-bling coba, kalau dapat kiriman email dari aktor paling ganteng, berbakat, dan… ganteng abad ini? Langsung gue ketik balasannya.
To: sesshou_warrior xxxxx . com
Hehehee… Ini aku baru pulang.Shooting-nya lancar, kok :D
Gue ubek-ubek isi otak gue, mencari-cari apa yang bisa gue ingat tentang kegiatan Sesshou-kun hari ini supaya gue bisa memulai pembicaraan.
Anoo… Sesshou-kun sendiri gimana pemotretannya tadi?
Klik. Langsung kirim. Waktu gue nungguin email balasan darinya sambil bermain dengan Yashagome, mendadak gue inget, email yang masuk kan tadi ada 2. Satu dari Sesshou-kun. Satunya lagi dari siapa ya? Gue sambar lagi HP di samping bantal itu. Mood gue yang sudah agak tenang langsung ancur lagi begitu tau pengirim email itu.
From: Inubaka OSUWARI
Email: yashashisani xxxxx . com
To: kagomekawaii xxxxx . com
Kagome, aku butuh ngomong sesuatu. Besok pagi sebelum masuk gue tunggu di lapangan belakang. Yasha.
-Received: 07.48 p.m.
Hih. Dasar bego. Mau ngomong sesuatu aja pake acara nahan-nahan gue segala tadi. Nah, jadi jelek lagi kan moodgue sekarang.
Beep beep…Eh iya, balesan Sesshou-kun! Rasa sebal gue langsung hilang digantikan sensasi berdebar-debar. Gue kok berubah-ubah mood,ya? Mirip setrikaan yang berubah-ubah panas dinginnya, deh.
From: Sesshou-kun
Email: sesshou_warrior xxxxx . com
To: kagomekawaii xxxxx . com
Agak ada gangguan teknis tapi selain itu semuanya berjalan lancar. Benarkah Kagome-san baru pulang? Kalau begitu istirahat dulu saja. Kita ketemu besok, ya :)
Oyasuminasai.
-Received: 08.13 p.m.
Hal terakhir yang gue inget adalah gue tersenyum. Setelah itu gue jatuh tertidur, lalu mimpi indah.
.
.
.
Aduh, berasa ada yang berdansa di muka gue, nih.
"Miaw~"
"Hah?" gue tersentak bangun. Ternyata itu Yashagome yang ngubek-ngubek muka ini. Kucing gemuk kurang ajar! Nggak tahu orang lagi mimpi berdansa dengan pangeran ganteng bermuka eksotis apa?
Yashagome mengarahkan kepalanya ke HP gue seakan ingin menunjukkan sesuatu. HP itu gue raih. Di layarnya ditempilkan email Yasha yang masuk jam 7 kemarin malam. Gue melirik-lirik curiga ke arah kucing jantan itu. Memang ada, ya, kucing yang bisa tau cara ngebuka email? Jangan-jangan dia itu kucing ajaib, lagi. Tapi rasa curiga gue tertumpuk rasa penasaran yang lebih besar. Sebenarnya, apa sih yang mau diomongin Yasha?
"Dengar, ya, Yashagome. Kagome tidak mau tahu. Karena Kagome…"
Benci? Dendam?
"—tidak suka sama Yasha lagi. Tidak hari ini, tidak besok."
Gue nggak tau kenapa gue nggak bisa bilang benci atau dendam. Padahal dia kan udah menghancurkan dan menginjak-injak hati gue.
"Miaw?" sahut Yashagome. Gue tau arti miawnya apa. "Kalau lusa, gimana?"
"Nggak!"
TBC
Waduh... Kok rasanya 4 chapter jadi nggak cukup? =,="
Ceritanya jadi cluelessbegini. Yasudah, biarkan mengalir saja.
Makasih banyak kepada reviewer chapter sebelumnya. Makasih juga buat reader yang udah baca meskipun nggak mereview.
See you in the next chapter ^^
