Title : He's Gone (Chapter 2)
Pairing : Yesung dan Ryeowook, and other cast
Genre : YAOI (Boys Love), Sad Romance (?)
Summary : "Aku tidak bisa diam disini tanpa melakukan apapun untukmu"
Author : Anak YeWook
Warning : Typo, GaJe, Yang gak suka sama cerita YAOI, mending gak usah baca. Tapi kalok tetep nekat mau baca, bukan tanggung jawab Author. DAN GAK BOLEH BASHING! Mending kelaut aja cari ikan (?)
Disclaimer : Yesung milik Ryeowook. Ryeowook milik Yesung. YeWook milik Author!
LINK Chapter sebelumnya :
_Ryeowook POV_
"Wookie… kau kenapa? Kenapa kau menangis?". Sial, Aku menangis lagi,
"Aku tidak apa-apa Kyu… Kita pulang sekarang yah", aku menghapus air mataku dan mulai berlari lagi menuju rumah, sebenarnya aku ingin menghindar dari Kyuhyun, aku tidak mau dia melihatku menangis lagi.
"Wookie, tunggu aku". Tapi Kyuhyun berhasil mengejarku dan menarik tangananku agar berhenti berlari. "Kenapa kau tiba-tiba menangis? Apa tempat tadi mengingatmu pada sesuatu. Kalau kau masih menganggap aku sahabatmu, jawab pertanyaanku dengan jujur!".
"Kau membawaku ke tempat yang salah Kyu.. Kau tau, itu adalah tempat dimana aku bertemu dengan Kibum untuk pertama kalinya,, Apa kau sengaja ingin membuatku menangis lagi? Aku membencimu Kyu!", aku melepas tangannya yang sedang mencengkram tanganku dan pergi meninggalnya. Aku benar-benar tidak menyangka akan mengeluarkan kata-kata itu ke Kyuhyun.
_Ryeowook POV END_
_Author POV_
"Aku membencimu Kyu!", Wookie melepas genggaman tangan Kyuhyun dan pergi meninggalkannya. "Bukannya aku sudah pernah bilang kalau aku tidak suka melihatmu menangis Wookie, tidak mungkin aku sengaja untuk membuatmu menangis. Kalau aku tau ini adalah tempat dimana kau bertemu dengan Kibum untuk pertama kali, aku pasti tidak akan membawamu kesini. Karna aku tau, kau pasti akan menangis jika mengingat sesuatu tentang Kibum". Gumam Kyuhyun saat Wookie sudah menghilang dari pandangannya.
Wookie sampai dirumah dan merebahkan tubuhnya disofa yang ada diruang tengah. Leeteuk yang menyadari kepulangan Dongsaengnya langsung menghampiri Wookie.
"Wookie, bagaimana lari paginya? Tubuhmu penuh dengan keringat, sebaiknya kau mandi. Oh iya… Dimana Kyuhyun?", Wookie tidak menghiraukan pertanyaan Hyungnya dan lebih memilih untuk masuk kekamarnya.
"Ada apa lagi dengannya?", gumam Leeteuk sambil memandang pintu kamar Ryeowook yang sudah tertutup rapat.
Sementara itu dikamar. Wookie kembali merebahkan tubuhnya ditempat tidur, dia memikirkan lagi perkataan yang dilontarkannya ke Kyuhyun. "Kenapa aku bisa berkata sekasar itu kepada Kyuhyun? Kyuhyun sama sekali tidak tau apa-apa. Dia pasti kecewa denganku sekarang. Aku harus minta maaf dengannya". Wookie langsung meraih ponselnya untuk menghubungi Kyuhyun.
"Yeoboseo"
"Kyunie, Aku mau minta maaf. Aku menyesali perkataanku tadi, aku terlalu terbawa emosi. Sungguh, aku sangat menyesalinya. Aku sama sekali tidak membencimu Kyunie".
"Ne, Arraseo Wookie-ah. Kau tidak perlu meminta maaf. Aku mengerti dengan perasaanmu"
"Gomawo sudah mengerti dengan perasaanku Kyu. Bagaimana, kalau nanti malam kau datang kerumahku, aku akan membuatkanmu makan malam special. Anggap saja ini sebagai rasa terima kasih ku karna kau tidak marah kepadaku"
"Benarkah? Baiklah, aku akan datang. Aku tidak akan pernah menolak makanan yang kau masak Wookie"
"Kalau begitu. Sampai jumpa nanti malam, jangan telat. Kalau kau telat, jangan salahkan aku kalau makanannya habis dimakan Leeteuk hyung"
"Tidak akan ku biarkan hal itu terjadi Wookie"
"Yasudah.. Aku mau mandi dulu, Annyeong"
Wookie memutuskan pembicaraan singkat itu dan kembali tersenyum lebar. "Mulai sekarang, aku akan berjanji dengan diriku sendiri. Aku tidak akan menangis lagi, aku akan mengingat kenanganku dengan Kibum sebagai kenangan indah yang tidak akan ku lupakan. Demi keinginan Kibum, aku akan bahagia. Walau tanpa dirinya disisiku".
Menjelang malam, Wookie pun bersiap menyiapkan makan malam spesial. Sebenarnya, Wookie hanya memasak Bibimbap dan Sundubu. Hanya saja, Wookie memasaknya dengan rasa bahagia yang baru dimulainya(?) lagi.
"Sepertinya kau memasak dengan porsi lebih. Kebetulan sekali kalau begitu". Leeteuk mendekati Wookie yang sedang memasak.
"Kebetulan bagaimana hyung?".
"Hyung menyuruh Kangin untuk datang kesini nanti malam".
"MWO? Kenapa kau tidak bilang dari tadi Hyung. Aku juga menyuruh Kyuhyun untuk makan malam disini"
"Tapi, masakanmu cukup untuk 4 orang kan?
"Tentu saja cukup. Tapi, karna aku yang memasaknya dan tamuku adalah Kyuhyun, jadi hanya Kyuhyun yang boleh makan lebih banyak. Bagaimana Hyung? Kalau kau keberatan, kau bisa masak sendiri".
Leeteuk tersenyum kecut dengan persyaratan Wookie yang menurutnya pilih kasih itu. "Hyung kan tidak bisa masak Bibimbap dan Sundubu, Wookie. Kenapa kau pilih kasih begitu".
"Tidak ada alasan Hyung. Walau pun Kangin hyung adalah calon Hyung iparku. tapi tetap, Kyuhyun adalah tamu spesial hari ini". Wajah Leeteuk kontan memerah saat Wookie mengatakan 'calon Hyung ipar' dikalimatnya, kalau sudah begitu, Leeteuk tidak mau banyak protes. "Ya baiklah… Kau menang Wookie!", Leeteuk mengacak-acak rambut Wookie dan langsung keluar dari dapur. Sementara Wookie, dengan cuek nya tetap terus memasak. Setelah Leeteuk keluar dari dapur, terbesit ide nakal diotak Wookie. Diambilnya ponsel yang ada disaku celananya dan langsung menelpon Kyuhyun lagi.
Malam pun tiba, selagi menunggu tamu mereka masing-masing, Wookie sibuk menyusun makanan dimeja makan, sedangkan Leeteuk juga 'sibuk' memperhatikan hidangan yang ada dimeja makan.
Ting Tong
Ting Tong
"Hyung, sepertinya sudah ada yang datang. Kau saja yang buka pintu Hyung. Kalau aku yang membuka pintu, kau bisa saja mengambil kesempatan untuk menyembunyikan sebagian makanan ini untuk Kangin hyung".
"Sempat-sempatnya kau berpikir seperti itu kepada Hyung mu Wookie".
Ting Tong
Ting Tong
"Cepat buka pintunya Hyung!". Leeteuk pun segera pergi untuk membuka pintu. 'hahaha, maafkan aku Hyung. Sepertinya, akan menyenangkan kalau aku sedikit 'bermain' dengan kekasihmu itu', gumam Wookie dalam hati
_Author POV END_
_Ryeowook POV_
Tak lama setelah Leeteuk Hyung meninggalkan meja makan. Dia kembali dengan seorang namja bertubuh tegap dan cukup tampan. "Kangin, kenalkan. Dia adikku yang sering aku ceritakan kepadamu".
"Annyeong. Kim Kangin imnida".
"Kim Ryeowook imnida, kau bisa memanggilku Wookie saja Kangin-ssi. Bangeupsemnida", ucapku sambil membungkukkan badan. Dan dia juga ikut membungkukkan badannya.
"Jangan panggil aku seperti itu. Cukup Kangin hyung saja".
"Ah, baiklah Kangin hyung. Silahkan duduk. Aku sudah menyiapkan makan malam spesial". Ku lihat raut ingin-segera-makan diwajah Kangin hyung, dengan badannya yang seperti itu. Sangat jelas terlihat kalau dia suka makan.
"Apa kau yang memasak ini semua Wookie?",
"Ne Kangin hyung. Siapa lagi kalau bukan aku, Leeteuk Hyung tidak bisa memasak. Dia hanya bisa masak Ramen saja, kalau kau menikah dengan Leeteuk hyung, dia hanya akan memasakkanmu Ramen setiap hari, apa kau akan tetap mau dengannnya?". Aku melirik Leeteuk hyung yang tersenyum malu.
"Kau tidak perlu malu begitu Chagiya. Kalau pun kau hanya bisa memasak Ramen saja, asalkan aku memakan ramen itu bersama denganmu. Itu sudah menjadi makanan yang paling lezat". Mendengar kalimat gombal itu, wajah Leeteuk Hyung sudah berubah menjadi semerah tomat. Sedangkan aku, menjulurkan lidahku dan membuat ekspresi ingin muntah, tentu saja tanpa diketahui Kangin hyung.
"Silahkan makan, Kangin Hyung", aku memberikannya 1 mangkuk yang sudah berisi Bibimbap. Tapi, aku memberikannya dengan porsi kecil, sangat kontras dengan tubuh tegapnya itu. "Kalau kurang, kau bisa mengambil lagi Kangin Hyung. Tapi, kau harus habiskan dulu yang itu".
"Baiklah, aku pasti akan menghabiskannya Wookie".
Kangin hyung memakan Bibimbap buatanku dengan semangat 45(?), sedangkan Leeteuk hyung memakan makanannya dengan pelan-pelan, seakan sayang untuk memakannya. Sepertinya, Leeteuk hyung sudah tau rencanaku. Tapi, kenapa Kyuhyun belum datang? Kalau dia tidak datang dalam beberapa detik lagi. Maka rencana ku selanjutnya akan gagal, karna makanan yang ada dimangkuk Kangin hyung tinggal sedikit.
"Annyeong Wookie, Annyeong Leeteuk hyung, Annyeong Ahjussi?". Aku menahan tawaku saat Kyuhyun mengucapkan kata Ahjussi ke kangin Hyung.
"Kyuhyun, kenapa kau lama sekali datangnya. Aku ingin mengenalkanmu dengan Kangin hyung, dia itu kekasihnya Leeteuk hyung".
"ah.. jadi nama Ahjussi itu Kangin. Annyeong Kangin Ahjussi, kenalkan namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun". Kyuhyun membungkukkan badannya, bersikap seolah-seolah tidak ada yang salah dengan perkataannya, aku benar-benar ingin tertawa, tapi aku berusaha untuk menahannya.
_Ryeowook POV END_
_Author POV_
"Ya! Cho Kyuhyun, Panggil dia Hyung. Kau pikir dia itu sebaya dengan Appa mu?".
"Mianhae Leeteuk hyung. Mianhae Kangin Ahjussi, maksudku Kangin hyung".
"Sudahlah Hyung, Kyuhyun kan tidak tau. Kyunie, ayo duduk… kau pasti sudah laparkan?", dengan segera Kyuhyun mengisi kursi yang kosong dan tersenyum lebar dengan hidangan yang ada dihadapannya.
"Hwa… Kangin hyung, kau cepat sekali menghabiskan makananmu. Makananku pasti enak sekali yah?",
"Iya Wookie… Bibimbap buatanmu benar-benar enak. Aku akan memakannya lagi". Kangin menjulurkan sumpitnya untuk mengambil Bibimbap yang ada dimangkuk besar. Tapi sebelum dia berhasil mengambil isi didalam mangkuk itu . kedua tangan kecil Wookie, sudah mengangkat mangkuk itu dan meletakkannya dihadapan Kyuhyun.
"Nah, Kyuhyun. Ini Bibimbap untukmu, ini sebagai permintaan maaf ku karna sudah memarahi mu tadi pagi".
"Gomawo Wookie… Kau memberikan aku porsi BESAR!", ucap Kyuhyun sambil menatap Kangin saat dia mengatakan kata BESAR dengan penuh penekanan!
Sedangkan Kangin, masih cengok dengan tingkah Kyuhyun dan Wookie yang menurutnya sedang mengerjainya itu. Leeteuk yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menepuk jidatnya sambil menggeleng-gelengkan kepala, 'sudah aku duga, ini akan terjadi', gumam leeteuk dalam hati.
"Kangin, kau bisa makan bibimbap punyaku", Leeteuk menggeser mangkuknya kehadapan Kangin.
"Andwae. Kau makan saja, aku sudah tidak nafsu makan lagi".
Kyuhyun dan Wookie masih terus menahan tawa mereka melihat kecanggungan antara Kangin dan Leeteuk. Setelah Kyuhyun menghabiskan bibimbap 1 mangkok besar, Wookie mengajak Kyuhyun untuk kekamarnya, tentunya Kyuhyun mau-mau saja. Daripada dia harus membereskan meja makan dan menyuci piring, lebih baik dia ke kamar Wookie.
"Kangin-ah, Mianhae. Mereka berdua sudah mengerjaimu. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa".
"Gwaenchana chagi, itu tidak jadi masalah buatku". Kangin menggeser kursi yang didudukinya agar bisa bersebelahan dengan Leeteuk.
"kalau kau sering datang kesini dan kau terus dikerjai dengan Wookie, apa kau tetap ingin terus menjalin hubungan denganku?"
"Hey… jangan beri aku pertanyaan bodoh seperti itu. Tentu saja aku akan terus bersamamu, tidak peduli dengan perlakuan Wookie kepadaku. Bagaimanapun dia adalah calon adik iparku, jadi aku juga harus menerima dia apa adanya",
"Gomawo sudah mau mengerti". Leeteuk memeluk kekasihnya dengan rasa sayang dan Kangin pun membalas pelukan itu sambil mencium pucuk kepala Leeteuk.
"Saranghae Teukie"
"Nado saranghae".
_Author POV END_
_Kyuhyun POV_
Ketika aku dan Wookie sudah ada masuk kedalam kamar. Kami langsung tertawa dengan puas, Wookie sampai memukul-mukul bantal yang ada ditempat tidurnya dan aku terus memegangi perutku yang sakit akibat terus tertawa.
"Kau tadi lihat kan Wookie, bagaimana ekspresinya saat aku memanggilnya Ahjussi. Hahaha… itu benar-benar lucu, dia terlihat sangat tidak terima, tapi dia hanya bisa diam saja! Huahaha",
"Kau benar Kyu, Apalagi saat dia gagal mau mengambil bibimbap. Kangin hyung sepertinya ketagihan dengan masakan ku".
"Tapi, apa kita tidak keterlaluan? Kau bilangkan, dia seorang CEO perusahaan besar diKorea. Bagaimana kalau dia tidak terima dengan perlakuan kita dan melaporkan kita ke polisi?",
Wookie menghentikan 'aktivitas' tertawanya saat ku lontarkan pertanyaan itu.
"Kau terlalu berlebihan Kyu, mana mungkin dia sampai melaporkan kita ke polisi. Lagi pula, aku mengerjainya hanya untuk mengetes seberapa besar cintanya kepada Leeteuk hyung. Kalau setelah kejadian ini dia meninggalkan hyungku. Lihat saja, tidak akan ada ampun untuknya!".
Aku mengangguk-anggukkan kepalaku. "Wookie, aku dengar, besok ada game show yang akan dilakukan di kampus kita", ucapku santai sambil membaringkan tubuhku ditempat tidurnya yang bernuansa putih.
"Game show? Game show apa?".
"Kalau tidak salah namanya "Who is Lucky". Jadi Game show ini mencari orang yang bisa menemukan benda milik artis yang sengaja mereka sembunyikan. Kalau ada orang yang menemukan benda itu, maka dia berhak mendapatkan hadiah dari sang artis yang menjadi bintang tamu".
_Kyuhyun POV END_
_Ryeowook POV_
"Untuk apa acara semacam itu dilakukan dikampus kita, benar-benar tidak masuk akal",
"Bagus dong Wookie, siapa tau salah satu diantara kita ada yang berhasil menemukan benda itu. Dan kita dapat hadiah". Aku benar-benar tidak tertarik dengan yang Kyuhyun bicarakan, lebih baik aku menyuruhnya pulang.
"Lebih baik kau pulang sekarang, aku mau istirahat", aku mendorong tubuh Kyuhyun yang tergeletak dengan nyaman ditempat tidurku. "Kau tidak menyuruhku untuk menginap disini?",
"Lalu besok kau kekampus tanpa membawa perlengkapan kuliah?",
"Aku kan bisa meminjam catatanmu Wookie", kyuhyun memasang puppy eyes nya. Tapi aku tidak akan tergoda, aku harus bisa menyuruhnya pulang.
"Tidak ada alasan. Cepat keluar!". Aku mendorong tubuhnya lagi sampai terjatuh dari tempat tidur.
"Baiklah. Jangan salahkan aku kalau kau mendadak kesepian", Kyuhyun bangkit sambil memegang pinggangnya yang sakit akibat kudorong sampai jatuh tadi.
"Aku tidak akan kesepian. Sudah ada Kibum yang menemaniku dari surga",
"Benarkah, kalau begitu aku ingin mengatakan sesuatu untuk Kibum, kau dengar yah Wookie. Kibum! Kau jaga pacarmu ini baik-baik, hari ini dia sudah menyakitiku 2 kali. Pasti kau senangkan melihatku tersiksa dibuatnya".
"Kibum tidak akan mendengar ucapanmu, dia hanya mendengar ucapanku. Cepatlah keluar Kyunie!". Aku menarik selimutku sampai menutupi seluruh tubuhku, berharap Kyuhyun segera meninggalkan kamarku.
"Baiklah, selamat tidur. Sampai juga besok". Lalu aku mendengar suara pintu terbuka dan tertutup lagi, Kyuhyun sudah pergi. Aku membuka lagi selimutku, "Kibum… Kau pasti mendengarku kan?", ternyata aku belum bisa menepati janjiku sendiri. Aku kembali teringat Kibum dan menangis karnanya. "Aku sama sekali tidak bermaksud untuk melupakanmu Kibum, aku hanya ingin mencoba mengingatmu tanpa ditemani air mata. Tapi aku belum bisa…".
_Ryeowook POV END_
_Author POV_
"Hwa… Wookie, mereka sudah memasang banyak kamera diarea kampus kita", Kyuhyun menunjuk-nunjuk beberapa crew TV yang sedang mempersiapkan perlengkapan syuting. Sekarang Wookie dan Kyuhyun sedang berjalan menuju kelas mereka.
"Kenapa pihak kampus memberi mereka izin untuk melakukan syuting game show disini. Mereka sudah mengganggu ketenangan mahasiswa SM University".
"Sepertinya, hanya kau saja yang berpikiran seperti itu. Coba lihat yang lain, mereka sudah sibuk mencari barang sang artis yang sengaja disembunyikan disuatu tempat. Aku jadi penasaran dengan artis yang menjadi bintang tamu kali ini. Kira-kira, yeoja atau namja yah".
"Untuk apa kau mengurusinya. Bukankah kau tidak tau satu pun nama artis korea?".
"Hehe.. benar juga. Wookie, sepertinya dikelas tidak ada orang. Aku mau membaca mading dulu".
Wookie mengernyitkan dahinya, karna tidak biasanya Kyuhyun membaca mading. Wookie pun mengikuti gerak langkah kaki Kyuhyun menuju mading.
"Lihat Wookie! Aku benar-benar mempunyai kontak batin dengan Starcraft. Mereka memuat artikel Trik untuk bermain Starcraft. Hwa ini hebat sekali", Kyuhyun menunjuk-nunjuk artikel itu dengan jari telunjuknya sambil tersenyum lebar.
"Bukankah kau selalu menang kalau sedang bermain game yang gak penting itu, untuk apa kau membaca artikel itu lagi".
"Kau sedang memujiku atau menyindirku? Sudahlah, kau diam saja dulu disitu", Kyuhyun kembali menatap artikel itu dan membacanya dengan konsentrasi, sementara Wookie hanya bisa menunggu dengan bosan sambil menggembungkan pipinya, membuat Wookie tampak semakin imut. Tiba-tiba, sorot mata Wookie menangkap sesuatu di pot bunga yang ada disamping Mading. "Kyu, aku menemukan ini. Kira-kira ini punya siapa yah?", Wookie mengambil benda kecil itu dari dalam pot dan menunjukkannya ke Kyuhyun.
"Kau menemukannya! Cincin itu pasti benda yang harus ditemukan diacara game show itu Wookie! Kau berhasil Wookie. Kau akan dapat hadiah". Yup! Benda yang ditemukan Wookie adalah sebuah cincin.
"Tidak mungkin. Ini pasti milik salah satu mahasiswa disini, mungkin cincin ini terjatuh saat dia sedang membaca mading. Kita harus mencari siapa pemiliknya Kyu. Sepertinya ini barang mahal", Wookie terus memperhatikan cincin itu dengan seksama. 'Cantik', itu lah yang ada dipikiran Wookie saat memperhatikan cincin itu.
"Wookie", Kyuhyun menepuk bahu Wookie, tapi Wookie terus memperhatikan cincin itu.
"Wookie!", Kyuhyun menepuk bahu Wookie lagi.
"Apa adap sih Kyu?", Wookie menatap Kyuhyun dengan tatapan kesal.
Kyuhyun menunjuk satu arah dengan telunjuknya, "Lihat itu". Wookie pun mengarahkan pandangannya kearah yang Kyuhyun maksud. Dilihatnya seorang namja dengan wajah tampan, tubuh proporsional(?), sedang tersenyum lebar kearahnya dengan mata sipit bagaikan bulat sabit, tapi sayangnya kepalanya sedikit besar. #dibakar Clouds XD
Disekitar namja itu ada beberapa kameramen.
"Chukkae! Kau sudah menjadi orang yang beruntung hari ini". ucap namja itu sambil terus tersenyum bahagia.
"Aku?", Wookie menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, tentu saja. Karna kau sudah berhasil menemukan cincin yang ku sembunyikan dipot itu",
"Jadi, kau seorang artis?", tanya Kyuhyun yang membuat namja itu langsung menghilangkan senyumannya.
"Tentu saja. Namaku Yesung, aktor pendatang baru yang sedang naik daun. Apa kau tidak punya TV dirumah", ejek namja yang diketahui bernama Yesung itu.
"Enak saja, tentu saja aku punya. Kau saja yang tidak terkenal!". Balas Kyuhyun yang membuat Yesung membulatkan matanya.
Wookie yang menyadari suasana yang semakin kacau, mencoba menenangkan keduanya. "Sudahlah Kyu. Bukankah kau memang tidak tau nama artis maupun aktor Korea", Yesung yang merasa dibela oleh Wookie, langsung tersenyum menang. Sedangkan Kyuhyun masih menatap sinis ke Yesung.
"Mianhae Yesung-ssi. Ini cincinmu aku kembalikan", Wookie menyerahkan cincin itu ke tangan Yesung.
"Baiklah Yeoja manis, karna kau sudah berusaha mencari benda ini. Sesuai dengan aturan acara ini, aku akan memberikanmu hadiah".
Wookie jadi bengong dengan perkataan Yesung yang bilang kalau dia seorang Yeoja manis. "Yesung-ssi, aku seorang namja". Ucap Wookie malu-malu.
"Hah? Kau Namja? Ah, mianhae. Baru pertama kali ini aku melihat ada namja seimut dirimu, jadi aku mengira kalau kau seorang yeoja. Jeongmal mianhae, Oh iya… Siapa namamu?".
"Gwaenchana Yesung-ssi. Na neum Kim Ryeowook imnida. Dan aku sama sekali tidak mencari benda itu, aku hanya tidak sengaja menemukannya, jadi kau tidak perlu memberikanku hadiah".
"Tidak peduli kau mencarinya atau tidak. Yang penting kau sudah menemukan benda ini, dan sesuai aturan, kau berhak mendapatkan hadiah dariku. Dan hadiah yang aku berikan kepadamu adalah…"
Yesung tersenyum kecil melihat cincin yang dipegangnya lalu memasangkan cincin itu dijari manis Ryeowook.
Entah datang dari mana, Host dari acara 'Who Is Lucky' tiba-tiba datang dan mengintrogasi Yesung.
"HWA! Pemirsa! Coba lihat, sudah ada yang berhasil menemukan cincin milik Yesung-ssi. Dan baru saja, Yesung-ssi memasangkan cincin itu kepada sipemenang. Benar begitu Yesung-ssi?", tanya Host itu dengan antusias.
"Ne, seperti janjiku sebelumnya aku akan memberikan cincin ke orang yang sudah beruntung menemukan cincinku", jawab Yesung sambil tersenyum manis kearah Ryeowook. Sedangkan Ryeowook masih berdiri kaku mengingat momen saat Yesung memasangkan cincin itu, apalagi dilihat banyak orang.
"Dan.. Dan coba lihat juga! Ternyata yang menemukan cincin itu adalah seorang namja! Jadi kau memakaikan cincin kepada seorang Namja? Apa kau tidak merasa kecewa karna yang menemukannya seorang Namja?" tanya Host itu bertubi-tubi membuat Yesung jadi salah tingkah.
"Ah.. aku juga tidak menduga kalau yang menemukannya adalah seorang namja. Tapi aku tidak kecewa, karna dia adalah namja yang manis". Mendengar kalimat pujian yang keluar dari mulut Yesung, Wookie kontan menunduk malu karna wajahnya sudah memerah.
"Sepertinya, para Fans dari Yesung-ssi banyak yang terbakar cemburu sekarang karna Yesung-ssi memuji seorang namja. Tapi, kau masih 'normal' kan Yesung-ssi?". Entah kenapa, pertanyaan dari Host kali ini mendadak sangat sulit dijawab oleh Yesung-ssi. Yesung menggaruk bagian belakang kepalanya seolah-olah ada yang gatal disana sambil menjawab pertanyaan itu dengan senyum kecut, "Ten.. tentu saja aku masih normal. Aku menyukai Yeoja".
Tiba-tiba Ryeowook menarik tangan Kyuhyun dan pergi dari keramaian itu. Tanpa sepengetahuan Ryeowook, Kyuhyun menjulurkan lidahnya ke arah Yesung.
'siapa namja yang bersama Ryeowook-ssi itu? Apa dia namjachingunya. Bagaimana bisa dia mempunyai namjachingu yang sifatnya seperti itu', ucap Yesung dalam hati.
_Author POV END_
_Kyuhyun POV_
Wookie menarik tanganku sampai masuk kedalam kelas. Aku bingung dengan sikapnya yang mendadak ini. "Wookie, kenapa kau menerima cincin pemberiannya. Kenapa tidak kau kembalikan saja?", tanyaku saat aku dan Wookie sudah duduk dikursi masing-masing.
"Aku tidak mau. Sejujurnya, aku menyukai cincin ini",
"kau menyukai cincinnya atau orang yang memberinya?", tanyaku lagi sambil mengeluarkan PSP dari tas hitamku.
"Ya! Apa maksudmu, tentu saja tidak", Wookie menatapku dengan deathglare nya.
_Kyuhyun POV END_
^_^ Skiiiiip Time! ^_^
_Ryeowook POV_
Untunglah kuliah hari ini hanya satu mata kuliah saja, aku jadi bisa pulang cepat. Ah iya, aku harus pergi belanja kebutuhan dapur tadi kulihat isi kulkas sudah habis. Sebaiknya aku mengajak Kyuhyun, kan lumayan bisa membantuku untuk membawakan belanjaan. Biasaya sih, aku selalu ditemani Kibum.
"Kyunie, kau hari tidak sibuk kan? Kau mau kan menemaniku ke mini market. Kalau kau menemaniku aku akan memasakkanmu Sup Kimchi. Bagaimana?", tanyaku saat Kyuhyun sedang menyusun bukunya dan memasukannya kedalam tas.
"Mianhae Wookie. Aku tidak bisa, aku ada urusan penting", aku mem'pout'kan bibirku. Sejak kapan Kyuhyun mempunyai urusan penting. "Memangnya apa urusan mu? Sampai-sampai kau menolak ajakan sahabatmu. Kemarin, waktu kau mengajakku untuk lari pagi aku menerimanya. Kenapa sekarang saat aku mengajakmu untuk menemaniku belanja kau malah tidak mau".
"Lain kali saja yah Wookie. Aku hari ini benar-benar tidak bisa. Kau tau, entah kenapa semalam aku tidak bisa konsen memainkan Starcraft dan hasilnya aku kalah. Jadi, aku hari ini harus bisa menuntaskan games itu. Aku tidak boleh kalah, kau mengerti maksudku kan Wookie!",
Aku membuang nafasku dengan amarah(?). "Yasudah! Kau pulang lah sana! Nikmatilah permainan mu itu!", aku berteriak didepan muka Kyuhyun, dengan seketika Kyuhyun langsung keluar kelas dengan ekspresi baru melihat hantu. Mungkin dia sudah bisa menebak apa yang akan aku lakukan kalau dia tidak segera pergi. Yah.. kalau aku sedang marah kepadanya, biasanya aku langsung memukulnya dengan apa saja yang ada didekatku. Tadinya aku berniat untuk memukulnya dengan buku. Tapi dia berhasil melarikan diri.
"Awas kau Kyu! Berani sekali kau lebih memilih bermain Games daripada menerima masakanku! Tidak Sopan".
Sepertinya tidak ada gunanya aku terus mengumpat Kyuhyun. Lebih baik aku pergi sekarang. Aku mulai melangkahkan kakiku keluar kelas, dan segera menuju mini market yang ada didekat kampusku. Sekarang aku sudah ada dipinggir jalan dan akan menyebrang, karna mini marketnya tepat berada disebrang jalan. Tapi aku menunggu Traffic Light untuk perjalan kaki hingga menunjukkan warna hijau. Tiga puluh detik aku menunggu, sampai akhirnya lampu berwarna hijau itu menyala dan seakan mempersilahkan pejalan kaki untuk segera menyebrang. Aku pun mulai melangkahkan kakiku, baru 2 langkah aku menyebrang. 1 mobil dari arah kanan semakin mendekat kearahku. Aku tidak bisa memikirkan apapun, aku langsung menutup mata dengan kedua telapak tanganku dan menjerit, "Aahhhhh!".
Tubuhku kaku, itu yang aku rasakan sekarang. Apa aku sudah mati makanya aku mendadak kaku?. Perlahan aku menurunkan tanganku yang sedari tadi menutupi mukaku. Baru kusadari aku masih hidup. Dan disampingku, ada mobil yang nyaris menabrakku tadi.
"Ya! Keluar kau. Dasar buta! Apa kau tidak lihat kalau sekarang saatnya pejalan kaki untuk menyebrang. Kenapa kau terus melajukan mobilmu. Hey! Ayo keluar!". Aku berteriak dengan lantang, tidak peduli dengan orang yang ada disekitarku.
Dan akhirnya, pemilik mobil itu keluar. Anehnya aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, karna dia memakai masker, topi, dan juga kacamata hitam. "Mi..mianhae. Aku tadi memang tidak konsen menyetir. Kau tidak apa-apakan Ryeowook-ssi". Hah? Dia mengenalku..
"Kau siapa?", tanyaku dengan nada pelan tidak berteriak seperti tadi lagi. Aneh sekali, dia tampak takut-takut menjawab pertanyaanku, dia melihat kekiri dan ke kanan, seperti memastikan sesuatu. Lalu dia membuka sedikit maskernya dan menjawab pertanyaanku dengan sangat pelan seperti orang yang sedang berbisik. "Aku, Yesung".
Walaupun dia berbicara sangat pelan, tapi aku bisa mendengar apa yang dia ucapkan. Dan aku sontak terkejut. "Yesung-ssi? Ah, mianhae, aku tadi sudah membentakmu", aku membungkukkan badanku sekilas sebagai simbol permintaan maaf. "Gwaenchana. Seharusnya aku yang minta maaf. Oh iya.. kau mau kemana?",
"Aku mau ke mini market itu". Jawab ku sambil menunjuk mini market yang ada disebrang.
"Bagaimana kalau kita kesana bersama. Kebetulan aku juga ingin membeli sesuatu".
"Ba.. baiklah".
_Ryeowook POV END_
_Author POV_
Sekarang Yesung dan Ryeowook sedang berada dimini market. Mereka berpencar, karna mereka terlihat sibuk memilih-milih barang yang akan mereka beli.
"Hmm… Lebih baik, aku membeli banyak sayuran. Aku harus memberikan makanan yang sehat ke Leeteuk hyung. Jadi, dia tidak gampang lelah dan sakit", gumam Ryeowook. Sedangkan Yesung, entah apa yang mau dibelinya, biarkanlah dia sendiri dulu. Kembali ke Ryeowook.
Ryeowook memasukkan sayuran yang diambilnya kedalam keranjang belanjaan. Sepertinya, Ryeowook hanya membeli sayuran saja. Tiba-tiba mata Ryeowook mencari sosok Yesung yang sedari tadi 'berpisah' dengannya. Sedetik kemudian, muncullah sosok yang dicarinya tadi dengan membawa puluhan bungkus Ramen.
Dengan susah payah Yesung membawa puluhan bungkus ramen itu dengan kedua tangannya. "Yesung-ssi, untuk apa kau membeli ramen sebanyak itu?", tanya Ryeowook sambil membantu Yesung membawa Bungkus ramen itu dan memasukkannya ke keranjang belanjaannya.
"Aku sudah lama tidak memakan ramen. Makanya aku membeli ramen sebanyak ini untuk persedian minggu minggu berikutnya. Apa kau bisa memasak ramen?". Ryeowook hanya mengangguk.
Setelah melakukan pembayaran dikasir. Yesung dan Ryeowook keluar bersama dari mini market.
"Yesung-ssi, terima kasih sudah menemaniku", ucap Ryeowook sambil membungkukkan badannya.
"Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu Ryeowook-ssi", jawab Yesung sambil membenarkan Masker yang dipakainya karna sedikit melorot agar orang tidak mengenali wajahnya.
"Kalau begitu, aku permisi pulang duluan Yesung-ssi. Selamat tinggal", Ryeowook membalikkan badannya dan mulai meninggalkan Yesung. Tapi langkah Ryeowook terhenti saat Yesung memanggilnya.
"Ada apa Yesung-ssi?", Ryeowook kembali mendekat ke arah Yesung.
"Sebenarnya, sedari tadi ada yang ingin aku sampaikan padamu. Tapi aku takut kalau kau menolaknya, Aku merasa ini terlalu cepat". Ryeowook mengernyitkan dahinya karna penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Yesung.
"Memangnya, apa yang ingin kau katakan?", entah kenapa wajah Ryeowook tiba-tiba memerah.
"Sebenarnya aku… sebenarnya aku…", Yesung mengulang-ulang perkataanya membuat Ryeowook tambah penasaran. Tapi dia tetap menunggu..
"Sebenarnya aku tidak bisa memasak Ramen, Maukah kau ikut ke apartemenku dan memasakkan Ramen untukku?",
Ryeowook langsung sweatdrop dengan perkataan Yesung.
_Author POV END-
_Ryeowook POV_
Entah kenapa jantungku berdebar menanti perkataan yang akan dilontarkannya dan aku yakin pipiku sudah memerah sekarang. Aku benar-benar penasaran dengan apa yang akan dia katakan. Apa dia akan mengungkapkan perasaannya kepadaku? Tapi apa benar dia menyukaiku?
"Sebenarnya aku tidak bisa memasak Ramen, Maukah kau ikut ke apartemenku dan memasakkan Ramen untukku?", dengan jantung yang berdebar hebat ternyata pernyataan konyol itu yang ingin dia lontarkan? Aish… kenapa aku jadi kepedean begini, mana mungkin dia menyukaiku.
"Ryeowook-ssi, kenapa kau diam saja? Kau mau kan memasakkanku ramen. Aku mohon, aku ingin sekali makan ramen",
Aku bingung harus menjawab apa. Satu sisi, aku harus pulang untuk menyiapkan makanan buat hyungku, tapi disisi lain, aku juga tidak tega menolak permintaannya. Sepertinya dia benar-benar ingin makan ramen. Kalau aku menolak permintaannya, aku takut kalau dia akan mati bunuh diri(?) gara-gara tidak makan ramen.
Baiklah, ini masih siang, Leeteuk hyung pasti pulangnya malam lagi. Sepertinya aku masih punya waktu untuk mampir ke apartemennya,
"Hanya, memasak ramen sajakan?", dia menganggukkan kepalanya dengan cepat dan penuh harapan.
"Ya baiklah… aku akan ikut denganmu".
"Terima kasih. Sudah ku duga kau pasti mau menerima ajakanku. Kalau begitu, naiklah kemobilku".
Aku pun menuruti perkataanya, 1 kata yang terucap saat aku sudah berada dalam mobilnya, 'mewah'. Padahal jika dilihat dari luar, mobilnya terlihat biasa saja. 20 menit kemudian, kami pun sampai. sekarang aku sudah berada didepan apartemennya. Setelah membuka pintu apartemen, Yesung mempersilahkanku masuk.
Sungguh, aku baru pertama kali ini masuk ke apartemen yang semewah dan semegah ini. Setiap benda yang ada diruangan ini benar-benar terlihat 'angkuh' menunjukkan kemewahannya masing-masing. Sepertinya Yesung-ssi itu aktor dengan bayaran mahal.
"Wookie, mari aku tunjukkan dapurnya", aku pun mengikuti langkahnya lagi menuju dapur.
"Ini dapurnya",
Hwa, dapurnya terlihat sangat bersih, pasti dia jarang menggunakannya. "Baiklah, aku akan segera memasakkan ramen untukmu. Kau tunggu saja Yesung-ssi".
"Sebaiknya, aku juga membantumu"
"Andwae, aku lebih suka masak sendiri. Lebih baik, kau tunggu saja".
"Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggu",
Kemudian kulihat dia meninggalkan dapur dan masuk ke sebuah ruangan, mungkin itu kamarnya. Aku pun mulai dengan kegiatan dadakanku ini. Mengambil beberapa bungkus Ramen dan beberapa sayur yang ku beli tadi. Karna, Ramen tanpa sayur menurutku itu tidak enak. Saat aku tengah memotong sayur,
Aktor berkepala besar itu keluar dari kamarnya dan sudah berganti pakaian. Dan kulihat, dia juga membawa kandang kecil, aku tidak tau apa isi dikandang itu. Dia membawa kandang itu diatas meja makan. Untung saja yang diletakkannya bukan kandang kambing, hahaha.
Diam-diam aku terus memperhatikannya, karna aku terus penasaran dengan apa yang ingin dia lakukan. Ah… ternyata hewan yang ada dikandang itu adalah kura-kura, aku mengetahuinya karna dia mengeluarkan hewan itu dan meletakkannya diatas meja makan. 'Hey! Kura-kura itu tidak kotor kan?' aku terus menggerutu dalam hati, apa dia tidak punya tempat lain untuk meletakkan hewan nya itu. Tapi biarkanlah, sepertinya, semua yang ada diapartemen ini terlihat higienis(?). Dan kura-kura itu pasti juga higienis… #ngomong apaan sih nih Wookie…
"Ddangkoma, akhirnya aku hari ini bisa makan Ramen. Kau tau sendirikan, aku tidak bisa masak Ramen. Tapi hari ini, aku bertemu dengan namja manis dan dia mau memasakkan ramen untukku, Hwa… dia baik sekali yah",
Kyaa… Apa yang barusan ku lihat? Aku melihat manusia berbicara dengan kura-kura? Aku menghentikan aktivitas memotong sayurku, aku masih syok dengan namja itu. Apa namja itu tidak waras? Tapi, saat aku pertama bertemu denganya di kampus tadi, dia benar-benar namja yang penuh kharisma. Aish… atau, aku yang sudah gila?
_Ryeowook POV END_
_Author POV_
Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya, menghilangkan pikiran negative tantang Yesung yang tengah asik bermain dengan kura-kuranya dan Ryeowook pun kembali fokus memasak Ramen.
Beberada saat kemudian, Ryeowook telah selesai memasak Ramen. Dia langsung meletakkan panci berisi Ramen diatas meja makan.
"Yesung-ssi, bisakah kau menyingkirkan kura-kuramu itu?"
"hehe.. mianhae", Yesung nyengir kuda dan memasukkan kembali kura-kura itu kedalam kandang dan menurunkan kandang itu dari atas meja makan,
"Aku sudah memasakkan Ramen untukmu. Apa aku sudah boleh pulang?",
"Temani aku makan. Setelah makan, aku akan mengantarkanmu pulang".
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri".
"Ryeowook-ssi, aku mohon. Aku bosan makan sendirian terus, tolong temani aku. Jebal", pinta Yesung sambil menggenggam tangan kanan Ryeowook.
Untuk kesekian kalinya, entah kenapa, Ryeowook tidak bisa menolak perkataan Yesung. "Baiklah… aku akan menamanimu makan". Sontak Yesung tersenyum senang.
Sekarang Yesung dan Ryeowook sedang menikmati ramen buatan Ryewoook. Sebenarnya, yang benar-benar menikmati adalah Yesung. Sedangkan Ryeowook hanya mengaduk-aduk Ramennya sambil melamun.
"Ryeowook-ssi, apa kau menyukai cincin pemberianku itu?", tanya Yesung sambil melirik cincin yang tadi dipasangkannya dijemari kecil Ryeowook.
"Ah iya. Aku menyukainya. Ini pasti cincin mahal. Aku merasa tidak pantas memakai cincin ini. Lebih baik aku kembalikan saja paadamu".
"Andwae. Aku sudah memberikannya untukmu, jadi aku tidak mungkin menerimanya lagi".
"Dan bagaimana dengan ramen buatanku, enak tidak?",
Yesung mengangguk cepat. "Enak! Sepertinya kau benar-benar ahli dalam urusan memasak. Beruntung sekali orang yang menjadi kekasihmu. Oh iya, apa namja yang bersamamu tadi pagi itu, adalah namjachingumu?"
Ryeowook menggerakkan telapak tangannya kekiri dan kekanan. "Aniyo. Kami hanya sahabat, Yesung-ssi".
"Kau panggil saja aku Yesung. Atau Yesung Hyung, karna kau lebih muda dariku",
"ba.. baiklah Yesung, hyung. Kau juga bisa memanggilku Wookie saja".
"Wookie? Lucu juga. Sama sepertimu", Yesung mencubit pipi wookie sekilas.
DEG
DEG
Suara itu timbul dari jantung Wookie. 'astaga, ada apa denganku? Apa ada masalah dengan jantungku? Terakhir kali jantungku berdebar seperti ini, saat aku bertemu dengan Kibum. Apa jangan-jangan? Ah… tidak mungkin', Wookie terus menggerutu dalam hati, memikirkan apa yang sedang dia rasakan sekarang.
Setelah Yesung menghabiskan semua isi ramen yang ada didalam panci itu tanpa sisa. Wookie langsung minta antarkan pulang, karna tidak terasa hari sudah sore.
"Wookie, lain kali kau mau kan kalau aku menyuruhmu untuk memasak Ramen lagi? Kalau kau merasa diperbudak olehku, aku mau memberikan mu gaji hanya untuk memasakkan Ramen yang special buatku, bagaimana?", tanya Yesung saat diperjalanan menuju Rumah Wookie.
"Kau tidak perlu menggajiku. Kalau aku tidak sibuk, aku pasti mau memasakkan ramen ataupun yang lainnya buatmu Hyung".
"Benarkah? Hwa.. Kau baik sekali Wookie, baru sehari mengenalmu. Aku merasa sudah sangat akrab denganmu. Sepertinya hubungan kita kedepannya akan semakin bagus, benarkan Wookie?". Tambah Yesung sambil tetap fokus menyetir.
"i..iya",
"Yang mana rumahmu?", tanya Yesung lagi saat Mobil mewah itu sudah memasuki sebuah kompleks perumahan.
"Nomor 13. Yang itu", jawab Wookie sambil menunjuk ke satu arah dari dalam mobil.
Sesampainya didepan rumah Wookie…
"Terima kasih sudah mengantarkanku pulang Hyung", ucap Wookie seraya tersenyum manis
"Ne, Terima kasih juga buat ramennya".
Wookie tersenyum lagi, "Aku masuk dulu Hyung. Annyeong", Wookie pun membuka pintu mobil dan saat mau keluar, Yesung menahan tangan Wookie.
"Ada apalagi Hyung?"
Chu~
Yesung mencium kening Ryeowook dengan lembut. "kau harus tetap memakai cincin itu yah. Sekarang, kau boleh keluar", kali ini Yesung yang tersenyum manis ke Wookie.
Dengan raut yang masih syok, dengan perlahan Wookie keluar dari mobil karna kakinya serasa kaku , yesung terkekeh kecil dengan tingkah Wookie.
_Author POV END_
_Ryeowook POV_
Setelah masuk kerumah , aku segera menuju kamarku dan merebahkan tubuhku diatas tempat tidur, "Hwaa! Kenapa dia menciumku? Dan kenapa aku diam saja saat dia melakukan itu? aroma tubuhnya bahkan masih terasa. Apa aku menyukainya, kalau benar begitu, berarti aku sudah mengkhianati Kibum. Tidaaak! Maafkan aku Kibum".
Pandangan mataku tertuju pada jam didinding kamarku. Aigoo! Sebentar lagi Leeteuk hyung pulang. Dan aku belum menyiapkan makan malam! Aku langsung bangkit dari tempat tidur dan segera menuju kamar mandi terlebih dahulu. Setelah selesai membersihkan tubuhku, aku segera menuju dapur.
"Aigoo. Sepertinya hari ini aku lelah bukan karna status sebagai mahasiswa, melainkan lelah karna terus memasak. Padahal aku kan bukan mahasiswa jurusan tata boga",
"Kau lelah wookie?", aku membalikkan tubuhku dan melihat orang yang sedang bersandar pada pintu dapur, ternyata Leeteuk hyung sudah pulang.
"Kau sudah pulang hyung? Aku sedang menyiapkan makan malam, kau mandi saja dulu", aku mengalihkan pertanyaan Leeteuk hyung. Dan Leeteuk hyung sepertinya juga tau kalau aku tidak ingin menjawab pertanyaannya, Leeteuk hyung pun pergi dari dapur.
Sepertinya lain kali aku harus berhati-hati dalam berbicara, walaupun aku lelah. Tapi aku tau, Leeteuk hyung lebih lelah. Aku jadi merasa tidak enak.
"Hyung! Makanannya sudah siap!", teriakku dari arah dapur, setelah setengah jam menyiapkan makan malam.
Beberapa detik kemudian, Leeteuk hyung sudah duduk didepan meja makan. "Wookie, kenapa semua makanannya sayur? Kenapa tidak ada daging? Minimal ikan".
"hehe.. mianhae hyung. Untuk urusan dapur, kau tidak boleh banyak protes",
Ku lihat Leeteuk hyung menatap sayu kemakanannya, tapi tetap saja dia memakannya dengan lahap dan menghabiskan makanan sampai tak tersisa. Sepertinya di sudah tertular namjachingunya itu.
"Wookie, darimana kau dapatkan cincin itu?", ternyata Leeteuk hyung melihatnya. Apa aku ceritakan saja yah?
"Aku susah menjelaskannya padmu Hyung. Kau pasti tidak akan percaya dengan ceritaku", jawabku sambil membereskan piring yang ada dimeja makan.
"Biar Hyung tebak. Itu pasti pemberian dari namja atau yeoja yang menyukaimu, iyakan?".
"Ada benar, ada salah. Benarnya, cincin ini memang pemberian dari seorang namja. Salahnya, Dia tidak bilang kalau dia menyukaiku", jawabku sambil berdiri didepan wastafel dan mulai mencuci piring.
"kalau dia memberikanmu cincin, sudah pasti dia menyukaimu. Siapa orangnya, apa Hyung mengenalnya?"
Aku menggeleng, Akhirnya aku pun menceritakan panjang lebar tentang kejadian dari pagi sampai sore tadi sambil tetap terus mencuci piring. Tapi aku tidak mengatakan kalau Yesung hyung menciumku,
"Benarkah, cincin itu pemberian dari Yesung. Aktor terkenal itu? Hwa… Kenapa tadi kau tidak menyuruhnya singgah kerumah Wookie. Hyung, ingin bertemu dengannya".
"Untuk apa hyung bertemu dengannya. Apa Hyung menyukainya, lalu bagaimana dengan Kangin Hyung?", godaku sambil memasang wajah innocent andalanku.
"Apa yang kau pikirkan. Hyung, hanya ingin bertemu dengannya saja"
"Yasudah hyung. Aku ingin langsung kekamar saja", aku pun langsung menuju kamar setelah selesai dengan pekerjaan mencuci piringku.
Setelah ku rebahkan tubuhku ditempat tidur, aku menghela nafas panjang. Tiba-tiba aku teringat saat Yesung hyung mencium keningku.
"Aigoo… Kenapa aku mengingatnya lagi. Ayolah Wookie, kau lupakan saja.. lupakan saja.. Jangan sampai kau menyukainya, karna dia tidak mungkin menyukaimu". Aku bergumam sendiri sambil mencoba menutup mataku dan melupakan kejadian hari ini.
_Ryeowook POV_
~Skip Time~
_Author POV_
Pagi yang dingin dikota Seoul, wajar saja, saat ini sedang musim dingin. Tapi itu tak menghalangi Wookie untuk berangkat kuliah.
"Setidaknya, salju tidak turun", gumam Wookie saat memasuki area kampusnya. Tapi ada yang aneh saat Wookie masuk ke are kampusnya, semua mata menatapnya sinis, terutama para Yeoja.
"Apa liat-liat? Tidak pernah melihat namja tampan seperti aku yah?", kontan para yeoja yang memandang sinis ke Wookie pergi karna merasa Wookie terlalu narsis XD
Wookie pun segera menuju kelasnya. Ternyata Kyuhyun sudah tiba lebih dulu, dan tengah asik duduk santai sambil memainkan PSP nya. Selalu PSP.
"Tumben sekali kau datang cepat. Apa karna ini musim dingin makanya ada beberapa sarafditubuh mu yang tidak bekerja dengan baik",
"Enak saja. Memangnya kau saja yang bisa datang cepat", jawab Kyuhyun tapi tidak mengalihkan pandangannya dari PSP.
"Kyu, apa aku boleh jatuh cinta lagi?", tanya Wookie saat dia sudah duduk dikursinya.
Kyuhyun langsung memasukkan PSP nya ke dalam tas dan menatap serius ke Wookie yang ada disampingnya. "Kau sedang jatuh cinta? Dengan siapa?".
"Kau jawab dulu pertanyaanku. Apa aku boleh jatuh cinta lagi?",
"Tentu saja. Tidak ada yang melarangmu. Aku yakin Kibum juga pasti setuju kalau kau jatuh cinta lagi".
"Benarkah? Tapi, aku belum yakin apa aku sudah jatuh cinta dengannya".
"Siapa. Apa aku mengenalnya?", Kyuhyun semakin tertarik dengan pembicaraan Wookie.
"Tentu saja kau mengenalnya. Tapi aku belum bisa memberitahu siapa dia. Yang jelas dia mempunyai mata dan senyuman yang sangat indah", gumam Wookie sambil membayangkan sosok yang dimaksud.
"Kau ini suka sekali membuat orang penasaran. Berikan aku sedikit clue nya"
"Hmm… Seperti yang kubilang tadi. Matanya indah, aku sangat menyukai mata sipitnya itu. Dan kemudian senyumannya, benar-benar menyejukkan bagi setiap orang yang melihatnya. Dia orang yang sangat baik, walaupun dia sedikit aneh. Ah.. Kyunie… aku tidak bisa berhenti memikirkannya", wookie terus membayangkan sosok Yesung sampai pipinya merona.
_Author POV END_
_Kyuhyun POV_
"Ah.. Kyunie… aku tidak bisa berhenti memikirkannya", kulihat semburat merah merona dipipinya. Dan tadi dia juga memanggilku dengan Kyunnie 'lagi'. Kira-kira siapa orang yang dia maksud?
Apa aku? Mataku juga rada-rada sipit. Senyuman? Aku terkenal dengan sebutan evil Smile. #Punya sebutan Evil Smile aja bangga ! :p
Dan selalma ini aku juga baik kepadanya. 99%, yang Wookie maksud pasti aku. Hahaha, tidak ada yang bisa memungkiri pesona dari seorang, Cho Kyuhyun.
"Wookie, aku main kerumah mu yah", tanyaku saat kami sudah selesai dengan mata kuliah hari ini,
"Kalau kau main kerumah ku hanya untuk menyuruhku masak. Aku tidak mau! Itu balasan karna kemarin kau sudah menolak ajakanku".
Sial, Ternyata Wookie masih marah karna kemarin aku menolak ajakannya. Kalau sudah begini, aku harus mengeluarkan 'jurus' andalanku. Aku melingkarkan tanganku dilehernya sambil tersenyum. "Wookie, Ayolah. Jangan seperti itu. Aku tau kau mencintaiku, jadi kau tidak mungkin membiarkan aku kelaparan. Benarkan?", aku mencolek dagu tirusnya
BUUGH
Tiba-tiba sebuah buku melayang dikepalaku. "Itulah akibatnya kalau kau berani macam-macam kepadaku", wookie kemudian meninggalkanku sendirian dikelas.
"Wookie tunggu", aku menyusul langkah Wookie sambil mengelus-elus kepalaku yang malang.
_Kyuhyun POV END_
_Autohor POV_
"Gimana rasanya dilempar dengan buku?" tanya Wookie saat sudah berada didalam mobil Kyuhyun.
"Kau tega sekali Wookie, Kau taukan. Didalam kepalaku ini terdapat otak dengan IQ yang tinggi. Bagaimana kalau tiba-tiba IQ ku menurun setelah kau pukul tadi. Kau harus bertanggung jawab".
"Hahaha… lagian, itu salahmu juga. Yasudah, supaya IQ mu tidak turun, nanti kau akan aku masakkan Kimchi Sup yang ku janjikan kemarin".
"Tawaran yang bagus", kemudian kyuhyun menambah kecepatan laju mobilnya agar segera sampai dirumah Wookie.
Sampai dirumah, Wookie dan Kyuhyun bingung karna ada orang yang berdiri didepan pintu rumah Wookie sambil memencet Bel.
"Siapa dia?", tanya Kyuhyun sambil melirik ke Wookie. Sedangkan Wookie, mengerutkan keningnya. "Entahlah, Tapi.. Ah! Yesung hyung!", Wookie berteriak memanggil nama Yesung dan tersenyum lebar, kemudian berlari mendekati pintu rumahnya, meninggalkan Kyuhyun yang masih cengo.
TBC
Hehehe… chapter ini kepanjangan deh kayaknya! Pasti bosen bacanya kan? *readers : iyaaaa
Yesungdahlah… untuk kelanjutan FF ini, semuanya tergantung dari Readers, kalok banyak yang Review, dengan senang hati Author bakalan lanjut..
Tapi kalo Review nya segitu-segitu aja… yah… gak dilanjut deh FF nya…
So… mind to Review? ^^
