Title : He's Gone (Chapter 3)
Pairing : Yesung dan Ryeowook & other cast
Genre : YAOI (Boys Love), Sad Romance (?)
Summary : "Aku tidak bisa diam disini tanpa melakukan apapun untukmu"
Author : Anak YeWook
Warning : Penulisan kata banyak yang salah, mohon dimaafkan. Authornya Abal, Ceritanya jadi Gak Jelas. DAN, yang alergi cerita Boys Love… harap segera meninggalkan Laman ini. Kalok dibaca juga, gak papa sih… Asalkan setelahnya jangan sakit jantung XD
Disclaimer : Yesung milik Ryeowook. Ryeowook milik Yesung. YeWook milik Author! Tapi pada akhirnya, Authornya ngalah aja. YeWook milik mereka masing-masing.
_Author POV_
"Siapa dia?", tanya Kyuhyun sambil melirik ke Wookie. Sedangkan Wookie, mengerutkan keningnya. "Entahlah, Tapi.. Ah! Yesung hyung!", Wookie berteriak memanggil nama Yesung dan tersenyum lebar, kemudian berlari mendekati pintu rumahnya, meninggalkan Kyuhyun yang masih cengo.
"Wookie, ternyata kau baru pulang kuliah yah?", Yesung tersenyum saat Wookie sudah berdiri tepat didepannya.
"Ne hyung. Apa kau sudah datang daritadi?".
"Aku baru saja sampai",
"Sebentar yah hyung. Aku mau membuka pintu dulu", dengan cepat Wookie langsung mengambil kunci dari tas kuliahnya, dan segera membuka pintu, "Silahkan masuk Hyung", Yesung dan Wookie pun kedalam rumah.
Melupakan sesuatu?
_Author POV END_
_Kyuhyun POV_
Kalau tidak salahkan, itu Aktor yang kemarin memberikan cincin ke Wookie, darimana dia tau rumah Wookie?
"Silahkan masuk Hyung", hah? Wookie mempersilahkan dia masuk. Mereka kan baru sekali bertemu dan itu sangat sebentar, kenapa mereka seperti sudah sangat akrab. Aku pun segera masuk kerumah Wookie. Tapi sialnya, saat aku mau masuk, si Yesung itu menutup pintunya sambil menjulurkan lidah kearahku. "Aww..", aku mengelus keningku karna bersentuhan cukup kuat dengan pintu. Dasar kau kepala besar! Berani sekali kau membalas dendam kepadaku. #ingetkan kemaren, Kyuhyun juga julurin lidahnya ke Yesung XD
Tanpa basa-basi aku langsung membuka pintu dan masuk. Kulihat Wookie dan Yesung sudah duduk diruang tamu, aku menatap tajam ke arah Yesung. Sedangkan dia membalas dengan senyum mengejek, menyebalkan. Aku pun duduk tepat didepan Yesung.
_Kyuhyun POV END_
_Author POV_
"Rumah mu besar juga yah Wookie, kau tinggal dengan siapa disini?", tanya Yesung yang duduk disamping Wookie. "Ini tidak sebanding dengan apartemenmu Hyung. Aku disini hanya tinggal berdua dengan Hyungku, namanya Leeteuk hyung". Yesung mengangguk mengerti dengan perkataan Wookie.
"Hyung, untuk apa kau datang kesini? Apa kau tidak ada jadwal syuting?"
"Aku pergi diam-diam dari lokasi syuting. Aku bosan disana, jadi aku datang kemari saja", ucap Yesung santai.
"Kalau semua aktor diKorea ini sepertimu, maka hancurlah dunia Entertainment Korea!", gerutu Kyuhyun tanpa melihat Yesung.
"Apa kau bilang? Kau pikir menjadi aktor itu tidak lelah? Aku juga butuh waktu untuk bersenang-senang!", Yesung mulai emosi.
"Kalau begitu kenapa kau menjadi aktor. Padahal wajahmu sama sekali tidak cocok untuk muncul di TV?"
"KAU!", Yesung menunjuk Kyuhyun dengan telunjuknya.
Wookie bangkit dari duduknya dan menengahi keributan itu, "Kyuhyun! Aku tidak suka ada keributan!",
"Baiklah, lagi pula tak ada gunanya ribut dengannya", ucap kyuhyun sambil membaringkan tubuhnya disofa, Yesung hanya menggerutu tak jelas dengan ucapan Kyuhyun yang menurutnya keterlaluan.
"Wookie, bukannya kau mau memasakkan aku Sup Kimchi. Tunggu apa lagi, ayo cepat masak", tambah Kyuhyun yang seenaknya saja memperintah sahabatnya.
"Bagaimana kalau kau masak ramen saja Wookie. Aku merindukan masakanmu",
Merindukan masakan Wookie? Kapan dia makan masakan Wookie. Sok akrab banget sih nih orang.
"Baiklah hyung. Aku akan memasak Ramen", aku melirik Wookie yang sudah berdiri. "Wookie-ah! Kenapa kau memasak ramen. Kau kan sudah janji mau memasakanku Sup Kimchi. Aku tidak mau tau, pokokny kau harus masak Sup Kimchi!",
"Lebih baik kau masak Ramen saja Wookie",
Berani sekali dia mempengaruhi Wookie ku, kali ini aku tidak boleh kalah darinya, lihat saja. Tentu Wookie lebih memilih permintaan sahabatnya dari pada orang yang baru dikenalnya kan?
"Sup Kimchi, Wookie!",
"Ramen, Wookie",
"Sup kimchi",
"Ramen"
"Sup Kimchi!", ucapku cukup keras dan menatap Yesung dengan mata Evilku, dia pun balik menatapku.
"Ramen!"
"SUP KIMCHIIIIIIII!"
"RAMEEEEEEEEN!"
"DIAM! Aku akan memasak Sup Kimchi…", aku tersenyum puas dengan pilihan Wookie, aku kembali duduk disofa, merenggangkan kembali otot-ototku, lega rasanya bisa menang dari orang menyebalkan itu. "… dan juga Ramen. Kalian tunggulah disini. Kalau sudah selesai, aku akan memanggil kalian",
Kali ini Wookie beranjak pergi kedapur, meninggalkanku dengan Aktor kepala besar yang kini sedang tertawa puas karna aku tidak jadi 'menang' darinya.
"Kau ini benar-benar menyebalkan!",
"Ya! Seharusnya kau memanggilku 'Hyung'. Dasar tidak sopan",
Memanggilnya dengan ssebutan Hyung, cih… jangan harap. "Darimana kau tau alamat rumah Wookie?", tanyaku sambil memainkan PSP kesayanganku.
"Aku kemarin mengantarkannya pulang, setelah dia memasakkan ramen diapartemenku",
"Wookie keapartemenmu? Bagaimana bisa?"
_Kyuhyun POV END_
_Yesung POV_
Sepertinya aku tidak mungkin memberi tau dia kalau kemarin aku hampir menabrak sahabatnya, pasti dia akan mengamuk.
"Kemarin aku tak sengaja bertemu dengannya di Mini Market. Lalu aku meminta bantuannya untuk memasakkan aku Ramen", jawabku disertai dengan sedikit kebohongan. "Kau pasti Cuma memanfaatkan kepolosan Wookie saja kan?"
Apa katanya? Memanfaatkan? Sembarangan saja dia menilai orang. "Ya! Jangan sembarangan menuduh, dasar Evil!",
"Namaku Kyuhyun! Hanya orang tertentu yang boleh memanggilku Evil!"
"Aku tidak peduli", ucapku acuh tak acuh. Ku edarkan pandanganku kesegala arah, tiba-tiba bola mataku menatap sebingkai foto yang terpajang dimeja kecil disampingku. Aku mengambilnya, dan melihat foto itu. Ternyata foto Wookie dengan seorang namja, mereka tersenyum manis difoto itu. tapi siapa namja ini?
Sebaiknya aku tanyakan saja ke Kyu Evil itu, "Sekarang, giliran aku yang bertanya padamu. Siapa namja disebelah Wookie dalam foto ini? Apa dia Hyung nya Ryeowook? Tapi kenapa terlihat seumuran?", aku memperlihatkan foto itu kearahnya.
Dia hanya melihat sekilas dan kembali memainkan PSP nya itu. "Tentu saja bukan. Namanya Kim Kibum, Dia itu Namjachingu nya Ryeowook",
"Na.. Namjachingu?", aku tak percaya dengan jawabannya. Namja yang ada disebelah Wookie ini namjachingu nya? Wookie sudah punya pacar? Aissh.. Kenapa dia tidak mengatakannya kepadaku?
"Kenapa? Kau terkejut saat mengetahui Wookie sudah punya pacar, seorang Namja? Apa setelah ini kau akan menjauhinya?",
"Itu sama sekali bukan alasan yang masuk akal Kyuhyun! Tapi, kenapa kau lebih sering terlihat bersama Wookie daripada namjachingu nya sendiri?"
"Kibum, sudah meninggal beberapa minggu yang lalu akibat kecelakaan", baru kali ini aku melihatnya bicara dengan nada yang pelan dan miris. Aku kembali mengarahkan pandanganku ke bingkai foto, melihat sosok namja yang baru ku ketahui bahwa dia sudah tak ada didunia ini lagi. Perasaanku sekarang, entahlah… Aku merasa iba dengan Wookie, pasti dia sangat sedih ditinggal namjachingu nya. Tapi disisi lain, ada perasaan lega dihatiku, karna… Wookie menyukai namja?
"Apa yang kau pikirkan, merasa kasihan pada Wookie? Dan mencoba memberikan perhatian padanya?"
"Kenapa? Apa kau menyukai Wookie, kau takut aku merebutnya darimu?",
"Untuk apa aku takut, bukankah kemarin kau bilang kalau kau menyukai Yeoja. Kalau kau ingin merubah statement mu itu, katakan di depan umum, seperti kemarin saat kau mengatakan kalau kau menyukai yeoja. Tapi aku rasa, kau akan memilih nama baik dan juga harga dirimu",
_Yesung POV END_
_Author POV_
"MAKANAN UDAH SIAP!", teriak Wookie dari arah dapur.
"Cepat sekali..", gumam Kyuhyun. #yaiyalah.. dibantu sama Author…
Kyuhyuh mem'pause'kan PSP nya dan menuju ruang makan, tentu saja Yesung mengikuti dibelakangnya.
"Mianhae Wookie, sepertinya aku merepotkanmu", ucap Yesung sembari duduk didepan meja makan.
"Gwaenchana Hyung",
Tak ada pembicaraan selama mereka menikmati makanan masing-masing, hanya ada suara dentingan sumpit yang menyentuh mangkuk.
Drrrt
Drrrt
Suara getaran ponsel Yesung memecah keheningan yang sedari tadi tercipta. Yesung ragu untuk mengangkat ponsel nya yang terletak diatas meja makan.
Drrrt
Drrrt
Yesung masih belum mengangkat telponnya, karna dia tau, pasti managernya yang menelpon dan menyuruh Yesung untuk segera kembali ke Lokasi syuting.
"Hey! Ponsel mu mengganggu saja. Sebaiknya cepat kau angkat!".
"Iya Hyung, kau angkat saja. Siapa tau penting!",
"ba.. baiklah".
Dengan terpaksa, Yesung mengangkat telponnya.
"Yeoboseyo"
"…"
"Aku lelah hyung. Kenapa kau tidak memberikan aku waktu untuk istirahat? Aku tidak mau kembali kesana". Yesung langsung memutuskan pembicaraan lewat ponsel itu dan mendengus kesal.
"Hyung, sebaiknya kau kembali ke lokasi syuting. Mereka pasti membutuhkanmu sekarang", bujuk Ryeowook.
"Kau mengusirku Wookie?",
"Bukan begitu maksudku Hyung",
"Aku akan kembali ke lokasi syuting asalkan kau juga ikut denganku", Wookie kaget dengan permintaan Yesung. "Aku tidak mau Hyung".
"Yasudah kalau kau tidak mau. Jangan paksa aku untuk kembali kesana kecuali kalau kau mau ikut", lanjut Yesung sambil menghabiskan sisa ramen nya.
"Kau tidak suka dipaksa tapi kau memaksa orang", Kyuhyun juga tak mau kalah ikut dalam perdebatan(?)
"Aku tidak memaksa. Kalau Wookie tidak mau, itu bukan masalah. Kalau Wookie mau ikut, itu bagus".
"Baiklah Hyung. Kajja kita ke lokasi syutingmu sekarang. Aku tidak mau kau jadi kena marah karna kau datang kerumahku saat sedang syuting"
"Benarkah Wookie? Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang",
"Wookie…kenapa kau selalu menuruti permintaannya?", keluh Kyuhyun.
"Mianhae Kyu, aku hanya tidak ingin merasa bersalah". Yesung langsung menarik tangan Wookie untuk segera pergi menuju lokasi syuting, sekarang Yesung malah sangat bersemangat untuk pergi ke lokasi syuting. Sedangkan Kyuhyun, sekarang dia ditinggal sendirian dirumah Wookie. Ckckck #malang nasibmu nak,
`Skip Time`
Yesung dan Ryeowook sudah sampai dilokasi syuting. "Sudah sampai! Ayo kita turun!"
"Aku takut Hyung", Yesung mengernyitkan dahinya,
"Takut? Tidak ada binatang liar ataupun monster disini. Jadi kau tidak perlu takut", Yesung keluar dari mobil terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Ryeowook. "Kajja!",
Ryeowook pun turun dari mobil, kemudian mengikuti langkah kaki Yesung menuju tempat dimana syuting sedang dilaksanakan.
"Yesung! Kau kemana saja. Syuting jadi tertunda gara-gara kau mendadak menghilang! Jangan kau ulangi lagi perbuatanmu ini, Arraseo?", omel sang manager Yesung yang diketahui bernama Kim Jung Hoon (prince manager nongol XD)
"Mianhae hyung. Tapi aku tidak janji untuk tidak mengulanginya lagi",
"eh,, siapa dia?", tunjuk prince manager ke arah Wookie. Karna merasa akan dijadikan bahan pembicaraan, Ryeowook ngumpet dibalik punggung Yesung.
"Namanya Ryeowook. Dia yang kemarin berhasil menemukan cincinku diacara 'Who is Lucky'. Aku sengaja mengajaknya kesini, untuk menemaniku syuting".
"Oh… Ya sudah. Sekarang semua sedang break. Syuting akan dimulai 1 jam lagi. Masih ada waktumu untuk menghapal skenario. Ini, baca dan pahami", Prince manager melempar skenario kearah Yesung, Yesung pun menangkapnya dengan sigap. Kemudian Prince manager menghilang dari hadapan Yesung dan Ryeowook. Ryeowook pun sudah tidak ngumpet dibelakang Yesung lagi.
"Kau tidak perlu takut dengannya Wookie. Dia managerku, namanya Kim Jung Hoon. Dia kan tampan, jadi kau tidak perlu takut".
"Kau masih lebih tampan Hyung", Ryeowook keceplosan dalam berbicara #halaah XD
"Apa?", Yesung pura-pura tidak mendengar.
"Bukan apa-apa Hyung", Ryeowook menundukkan wajahnya karna malu.
"Kau ini Lucu sekali Wookie", Yesung mengacak-acak rambut Wookie. "Kalau begitu, kita kembali ke mobil saja, temani aku menghapal skenario disana", tambah Yesung.
"Ne Hyung".
MOBIL…
Yesung membolak-balik lembaran kertas yang dipegangnya dengan bosan. "Hyung, aku sudah memenuhi keinginanmu untuk ikut bersamamu. Sekarang kau harus semangat untuk syuting, jangan malas-malasan lagi",
"Kau benar-benar perhatian denganku Wookie. Pasti menyenangkan kalau setiap hari kau bisa ikut denganku ke lokasi syuting".
Lagi-lagi Ryeowook hanya tertunduk malu. "Wookie, maukah kau membantuku?". #banyak banget permintaannya nih orang.
"Bantu apa Hyung?" tanya Wookie dengan wajah polos yang dimilikinya yang dijamin membuat Yesung langsung gak sadarkan diri, tapi untuk saat ini Yesung masih bisa menahannya.
"Aku sering gugup jika dapat scene bermesraan dengan seorang yeoja. Dan kali ini aku harus melakukannya lagi. Mau kah kau beradu akting denganku, agar aku tidak gugup lagi nantinya".
"ta.. tapi, aku tidak bisa berakting Hyung. Aku juga tidak bisa menghapal skenario",
"Itu tidak masalah. Lagi pula ini hanya latihan, kau hanya perlu menjawab kata-kataku saja. OK! Bersiaplah".
Dengan kegugupan yang melanda diri Ryeowook, dia memberanikan diri untuk menatap Yesung yang 'katanya' mau latihan Akting itu.
_Authoor POV END_
_Ryeowook POV_
Haduh, bagaimana ini. Aku kan tidak bisa berakting, kenapa permintaannya ada-ada saja sih…
"Wookie, aku ingin mengatakan sesuatu hal padamu?",
Aigoo… sepertinya Yesung hyung sudah mulai berakting. Hwa… apa yang harus aku katakan?
"Wookie, kau mendengarku kan?"
"Ne… Ne Hyung. Apa yang ingin kau katakan", aku mencoba berakting sebisa ku.
"Sepertinya, aku sudah jatuh cinta padamu"
DEGH
Kenapa Yesung hyung tidak bilang kalau ceritanya seperti ini? Akting Yesung hyung benar-benar bagus. Dia seperti benar-benar sedang menyatakan cintanya kepadaku.
"Maukah, kau menjadi namjachingu ku?"
Bagaikan dikelilingi es, tubuhku mendadak dingin. Seandainya saja Yesung hyung tidak sedang berakting. Tapi, kenapa tatapannya begitu berbeda? Apa dia benar-benar sedang menyatakan cintanya kepadaku? Apa benar Yesung hyung mencintaiku? Ah itu tidak mungkin, Yesung hyung tidak menyukai namja sepertiku. Dia hanya berakting.
"Aku, aku tidak mau menjadi namjachingu mu hyung", dengan spontan ku katakan kalimat itu sebagai jawaban atas akting Yesung hyung yang sangat sempurna.
"Wae? Wae? Kenapa kau tidak menerimaku. Aku benar-benar mencintaimu Wookie. Aku mohon terimalah aku", akting Yesung hyung sekarang makin menjadi-jadi, dia benar-benar menghayati perannya. Raut wajahnya benar-benar sedih sekarang, apa sebentar lagi dia akan menangis karna ku tolak. Tapi ini hanya akting,
"Hyung. Sudah, aku tidak bisa berakting lagi. Akting mu sudah ba…"
Ya Tuhan! Apa yang dilakukan Yesung hyung kepadaku? Dia menciumku sekarang, tepat dibibirku. Apa yang harus kulakukan? Tidak mungkin aku membalas ciuman ini. Entah apa yang ada dipikiran Yesung hyung saat ini, dia terus melumat bibirku dengan pelan. Yesung hyung mencengkram tengkuk leherku, membuatku kesulitan untuk melepas ciumannya.
Saat aku sudah kesulitan untuk bernafas, ku dorong kuat tubuh Yesung hyung sampai terbentur pintu mobil.
"Wookie, mianhae. Aku terlalu terbawa suasana dengan aktingku. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk berbuat yang macam-macam kepadamu",
Benar dugaanku, Yesung hyung hanya berakting, ciuman itu bukan untukku. Tanpa ku sadari, air mataku terjatuh… aku menangis karna ciuman itu bukan untukku?
"Wookie-ah. Kau menangis? Jeongmal mianhae", kurasakan tangan Yesung hyung yang hangat menghapus air mataku. Tapi air mataku tetap saja mengalir,,,
T B C
Huaah… ceritanya tambah membuat Author pusiiing! Gak ngerti kenapa ceritanya jadi kayak gini?
Gimana nih Readers Chapter 3 nya? Memuaskankah? *Readers : TIDAK!
Yesungdahlah.. Pengen tau kelanjut FF yang gak jelas ini kayak apa? Tapi readers harus Review dulu baru dilanjutin. Ngapain juga kan aku publish FF kalok gak ada yang baca..
Dan terima kasih buat yang udah Review.. SAYA CINTA KALIAN *peluk satu-satu
