Title : He's Gone (Chapter 4)
Pairing : Yesung dan Ryeowook, and other cast
Genre : YAOI (Boys Love), Sad Romance (?)
Summary : "Aku tidak bisa diam disini tanpa melakukan apapun untukmu"
Author : AnakYeWook
Warning : Penulisan kata banyak yang salah, mohon dimaafkan. Authornya Abal, Ceritanya jadi Gak Jelas. DAN, yang alergi cerita Boys Love… harap segera meninggalkan Laman ini. Kalok dibaca juga, gak papa sih… Asalkan setelahnya jangan sakit jantung XD
Disclaimer : Yesung milik Ryeowook. Ryeowook milik Yesung. YeWook milik Author! Tapi pada akhirnya, Authornya ngalah aja. YeWook milik mereka masing-masing.
_Author POV_
"Wookie-ah. Kau menangis? Jeongmal mianhae", Yesung mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata diwajah ryeowook, tapi Ryeowok belum berhenti menangis.
"Wookie, aku sama sekali tidak bermaksud untuk berbuat macam-macam padamu, aku hanya… aku…", Yesung kesulitan untuk melanjutkan perkataanya.
"Sudahlah Hyung, aku tidak apa-apa. Aku mau pulang saja. Annyeong", Ryeowook menundukkan wajahnya sekilas kemudian keluar dari mobil Yesung.
"Wookie-ah!", Yesung hendak mengejar Ryeowook yang pergi sambil sedikit terisak tapi tangannya ditahan oleh sang manager yang sudah masuk kemobil Yesung menggantikan posisi Ryeowook sebelumnya.
"Kau mau kemana?"
"tentu saja mengejarnya",
"Tidak boleh. Kau harus menyelesaikan syutingmu baru kau boleh menyusulnya. Sebenarnya ada apa denganmu? Tidak biasanya kau seperti ini. Apa kau menyukai namja itu?" sepertinya pertanyaan dari manager tepat mengenai sasaran.
"Memang kalau aku menyukainya kenapa? Tidak ada urusannya denganmu kan?"
"Tentu saja ada. Kalau kalian menjalin hubungan dan diketahui oleh semua orang, maka karirmu akan hancur. Kau tidak ada jadwal syuting lagi karna tidak ada yang ingin bekerja sama denganmu. Kalau sudah begitu, tentu saja aku tidak berguna"
"Hentikan omong kosongmu Hyung. Ayo cepat mulai syutingnya! Kenapa lama sekali!", sang manager pun menjadi korban pelampiasan kemarahan Yesung. Sedangkan sang manager hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kebiasaan Yesung itu.
Sementara itu, ditempat lain. Ryeowook masuk kerumahnya dengan air mata yang masih mengalir. Kyuhyun yang masih 'setia' berada dirumah Ryeowook jelas kaget melihat keadaan sahabatnya. Kyuhyun segera menyusul Ryeowook ke kamar.
"Wookie, kenapa kau menangis?" Kyuhyun mendekati ryeowook yang duduk disisi tempat tidurnya. "pasti, aktor jadi-jadian itu kan yang sudah membuatmu seperti ini. Sekarang beri tahu aku dimana dia sekarang. Aku akan memberinya pelajaran!". #pelajaran matematika aja bang, biar otak Yesung encer dikit :D
"Yesung hyung tidak salah apa-apa Kyu. Aku lah yang salah, seharusnya kau yang memberiku pelajaran. Karna aku sudah mengkhianati Kibum!"
"Apa maksudmu Wookie?", tanya Kyuhyun yang sekarang ikut duduk disebelah Ryeowook.
"Aku sudah mengkhianati Kibum. Karna, karna aku mencintai Yesung hyung!", Kyuhyun membulatkan matanya mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Ryeowook.
"Jadi si mata indah dan senyuman yang menyejukkan itu, yang kau maksud adalah Yesung?", Wookie mengangguk, kali ini Wookie sudah tidak menangis lagi, bahkan sekarang senyuman tipis udah terlukis di wajahnya.
Kyuhyun menghela nafasnya dengan frustasi(?). "Kalau Yesung hyung. Menyatakan cintanya kepadaku, apa aku harus menerimanya Kyunie?",
"Apa kau yakin kalau dia akan menyatakan cintanya kepadamu?",
"Molla. Aku hanya berandai saja…"
"Kalau kau benar-benar menyukainya, kenapa harus kau tolak. Itu hanya akan menyakiti perasaanmu saja. Kalau kau yakin Yesung bisa membuatmu bahagia, aku yakin Kibum juga pasti setuju dengan keputusanmu",
"Kyunie…", Wookie tak menyangka kata-kata itu akan keluar dari mulut Kyuhyun. Karna terharu Ryeowook memeluk Kyuhun.
"Gomawo Kyunie, kau benar-benar sahabatku. Kau satu-satunya orang yang paling mengerti aku. Jeongmal gomawo". Kyuhyun tersenyum miris dibalik pelukan Ryeowook.
Kyuhyun memang mencintai sahabatnya. Dan sangat ingin memiliki sahabatnya itu. Tapi, Ryeowook hanya menganggapnya sebagai sahabat. Kyuhyun ingin sekali mengucapkan kata 'saranghae' ke Ryeowook. Tapi dia takut kalau Ryeowook akan menjauhinya karna perasaannya itu.
"Aku mau pulang Wookie. Tak apa kan kalau aku tinggal sendiri?", Kyuhyun melepas pelukan itu dengan berat hati.
"Kau pikir aku ini anak kecil yang harus dijaga 24 jam?"
"hehe, aku hanya bercanda. Yasudah, sampai jumpa besok, terima kasih buat sup kimchi nya", Kyuhyun segera pergi meninggalkan rumah Ryeowook.
Sekarang tinggallah Ryeowook sendiri dirumahnya, Ryeowook tidak bisa berhenti memikirkan kejadian mengejutkan yang tadi dialaminya.
"Tadi itu, Yesung hyung hanya beraktingkan? Dia pasti tidak sungguh-sungguh dengan ucapannya. Mana mungkin dia menyukai namja seperti ku. Aigoo! Jangan pikir yang macam-macam Wookie, sudah jelaskan tadi kalau Yesung hyung hanya memintaku untuk menemaninya berakting! Pabbo Pabbo Pabbo! Pasti Yesung hyung tidak mau bertemu denganku lagi karna dia pikir, aku membencinya. Wookie Pabbo, Wookie Pabbo!", Ryeowook terus mengatai dirinya sendiri. Dia menyesal karna tidak bisa mengatur emosinya sehingga membuatnya menangis dihadapan Yesung tadi, hal itu benar-benar memalukan menurut Ryeowook.
Skip Time
_Yesung POV_
"CUT! Oke syuting hari ini selesai!",
Huft, akhirnya selesai juga. Aku harus segera menemui Wookie sekarang. Aku mau meminta maaf dengannya karna aku sudah membuatnya menangis, mungkin tadi dia kaget saat aku menciumnya. Saat berada didekatnya aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku. Ku akui, aku menyukainya… tapi, setelah kejadian tadi, apa dia masih ingin bertemu denganku?. Aku tidak akan tau jawabannya kalau aku masih disini..
"Manager hyung, kita tidak bisa pulang bersama. Kau cari tumpangan saja yah!".
"Ya! Kau mau kemana?"
"Menemui calon pendamping hidupuku",
"Apa katamu? Pendamping hidup? Kau serius dengan yang kau katakan? Siapa yeoja beruntung itu?", aku berhasil membuat sang prince manager itu penasaran.
"Nanti kau juga akan tau hyung. Kau doakan saja supaya dia tidak marah karna ulahku tadi. Dan kalau kau sudah tau siapa orangnya, aku harap kau bisa merahasiakannya", aku pun langsung pergi dari lokasi syuting, meninggalkan managerku yang sepertinya sedang memikirkan orang yang ku maksud. "Wookie, aku datang!", ku lajukan mobilku dengan kecepatan tinggi dan tentunya hati-hati agar aku tidak kecelakaan dan tidak jadi bertemu dengan Wookie, ^^
_Yesung POV END_
Home…
_Ryeowook POV_
"Wookie… kelihatannya kau tidak selera makan, daritadi kau hanya memandang makananmu saja, apa kau sakit?" aku tersadar dari lamunanku saat Leeteuk hyung menegurku.
"Aniyo hyung, aku tidak apa-apa. Hanya memikirkan sesuatu"
"Biar Hyung tebak, apa kau memikirkan aktor itu. Siapa namanya? Ah! Kau sedang memikirkan Yesung-ssi kan?"
Bagaimana Leeteuk hyung bisa tau? Apa leeteuk hyung punya kemampuan membaca pikiran? Aish, kenapa aku selalu berpikir yang aneh-aneh sih. "Hyung, darimana kau tau?"
"Hyung hanya menebak saja. Ternyata benar kau sedang memikirkannya. Apa kau menyukainya ?"
Katanya hanya menebak tapi kenapa tebakan Leeteuk hyung selalu benar. Sepertinya aku tidak bisa berbohong dengan Leeteuk hyung, sebaiknya aku katakan saja yang sebenarnya. "Ne Hyung. Aku menyukai Yesung hyung, Apa aku salah karna sudah menyukainya? Aku tau ini terlalu cepat hyung",
Leeteuk hyung tersenyum dengan pernyataanku. "Kau tidak boleh menyalahkan dirimu, Hyung malah senang kalau kau bisa membuka hatimu lagi, ini yang Hyung tunggu-tunggu darimu. Kau jangan pernah menyesal sudah menyukainya. Dengar Wookie, jadikan masa lalu sebagai pelajaran buatmu. Mulailah hidup yang baru",
"Arraseo hyung. Aku pasti akan mendengarkan perkataanmu".
Ting
Tong
Ting
Tong
"Ada yang datang. Hyung mau buka pintu dulu"
"Aniyo Hyung. Biar aku saja, Hyung lanjutkan saja makannya", aku pun segera beranjak dari ruang makan dan segera membuka pintu. Siapa yang datang yah?
Cklek *sound effect gagal XD
"Yesung hyung!",
Orang yang baru saja aku ceritakan dengan Leeteuk hyung tiba-tiba sudah ada dihadapanku. Mau apa Yesung hyung kemari? Aku pikir, dia tidak akan menemuiku lagi.
"Annyeong Wookie, maaf kalau aku menggangu. Aku hanya ingin…"
"Wookie, siapa yang datang? Kenapa tidak disuruh masuk?" ku lihat sekarang Leeteuk hyung sudah menyusulku.
"Annyeong. Yesung imnida", Yesung hyung membungkukan badannya ke Leeteuk hyung yang sekarang berdiri disampingku. Leeteuk hyung tampak tak percaya kalau Yesung hyung yang akan datang.
"Leeteuk imnida. Aku Hyung nya Wookie. Kau kesini pasti ingin bertemu dengan Wookie kan?",
"Ne hyung. Aku ada urusan dengan Wookie dan ini sangat penting"
"Kalau begitu silahkan masuk. Kalian bisa membicarakannya didalam, jangan didepan pintu. Ayo masuk"
Aigoo, Leeteuk hyung! Sebenarnya aku belum siap untuk bertemu dengan Yesung hyung apalagi berbicara dengannya. Kenapa kau malah menyuruhnya masuk?.
"Wookie-ah. Kenapa kau masih berdiri didepan pintu. Ayo cepat duduk",
"Ne Hyung", dengan rasa yang campur aduk, antara senang, malu, gugup, dan bingung, aku mengambil posisi duduk disamping Yesung hyung, karna Leeteuk hyung memberiku kode untuk duduk disamping Yesung hyung saja. Tiba-tiba saja suasana jadi kaku, hening. Tidak ada yang berbicara, aneh!.
"hehehe… Oh iya, Sepertinya Hyung menjadi orang ketiga disini. Yasudah, hyung tinggal yah", seketika itu juga Leeteuk hyung pergi dengan senyuman setan dibibirnya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Tuhan! Bantu aku.
"Wookie, Kau dan Hyungmu sama-sama lucu yah",
"Hyuuung. Itu tidak lucu sama sekali", aku memanyunkan bibirku karna dia mengatakan aku dan hyungku Lucu, dia pikir aku dan hyung ku pelawak apa?
"Ne, Arraseo. Jangan cemberut gitu dong, jelek tau", kurasakan tangan itu menyentuh pipiku lagi, tapi kali ini Yesung hyung mencubit pipiku.
"Hyung, sakit", dengan cepat ku tepis tangan Yesung hyung sebelum debar jantung ku kembali bekerja tidak normal. "Sebenarnya hyung ada apa datang kemari?".
"i.. itu.. Aku mau minta maaf karna tadi sudah membuatmu menangis. Aku menyesal melakukannya Wookie, kau mau memaafkan hyung?",
"Kau tidak perlu meminta maaf Hyung. Kau tidak salah, kau kan tadi hanya berakting", sekarang aku hanya bisa menundukkan wajahku, aku sangat malu untuk menatap Yesung hyung.
"Sebenarnya, tadi itu aku…"
"Aku tau, tadi itu kau hanya terbawa suasana saja kan Hyung. Sudah lah hyung, jangan dibicarakan lagi", aku menundukkan wajahku semakin dalam.
"Aku menyukaimu Wookie"
Yesung hyung mulai lagi, kenapa dia malah melanjutkan aktingnya!. "Hyung, jangan berakting lagi. Apa kau tidak lelah seharian terus berakting. Akting mu sudah bagus Hyung!".
"Aku tidak sedang berakting Wookie. Aku serius"
_Ryeowook POV END_
_Author POV_
Yesung meyakinkan Ryeowook kalau sekarang dia sedang tidak berakting. Tapi ryeowook sepertinya tidak percaya. Ryeowook terus menundukkan wajahnya. "Wookie, tatap aku. I'm Serious", Yesung menangkup wajah Ryeowook agar dia dapat melihat wajah Ryeowook.
"Hyung, kau tidak bercanda?"
"Sama sekali tidak Wookie. Aku tidak bercanda ataupun berakting. Aku sungguh-sungguh menyukaimu, ah tidak,, aku mencintaimu", ucap Yesung masih terus meletakkan tangannya dikedua pipi mulus Ryeowook.
"Kenapa kau bisa menyukaiku Hyung? Kita belum saling mengenal"
"Aku tau itu Wookie, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Aku menyukaimu semenjak pertama kali aku bertemu denganmu"
"Waktu pertama kali kau bertemu denganku, kau mengira kalau aku ini adalah seorang Yeoja. Kau menyadari kalau aku ini namja kan Hyung?", Yesung melepas tangannya dari pipi Ryeowook dan kemudian tertawa.
"Hahaha… Wookie. Mengenai kejadian waktu itu aku juga minta maaf. Itu salah mu juga, kau terlalu manis untuk ukuran namja", Yesung kembali mencubit pipi Ryeowook, Ryeowook pun hanya mem'pout'kan bibirnya. "Lalu bagaimana?"
"Bagaimana apanya Hyung?", karna keadaan Ryeowook yang polos nya minta ampun, Yesung terpaksa memberikan pertanyaan secara langsung. "Kau mau menjadi namjachingku?"
Ryeowook menatap Yesung tak percaya. Ryeowook kembali teringat dengan apa yang dikatakan Leeteuk hyung pada saat dimeja makan tadi, 'Dengar Wookie, jadikan masa lalu sebagai pelajaran buatmu. Mulailah hidup yang baru', itulah yang diingat Ryeowook, dan sepertinya Ryeowook juga tidak ingin menghilangkan kesempatan emas ini.
"Wookie-ah, kenapa kau tidak menjawabku? Apa kau menolakku?"
"Aniyo Hyung. Aku mau menjadi namjachingu mu", ucap Ryeowook pelan dan malu-malu. "Mwo? Aku tidak dengar, bisa kau katakan sekali lagi?".
"AKU MAU MENJADI NAMJACHINGU MU HYUNG!", Ryeowook mengulang kembali perkataannya dengan cukup keras.
"Jinjja? Aku tidak salah dengarkan?", Ryeowook menggeleng. "Hwa! Gomawo Wookie-ah! Akhirnya kau menjadi milikku. Aku senang sekali, aku berjanji akan membuatmu bahagia Wookie!", Yesung langsung memeluk Wookie dengan penuh rasa bahagia karna cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Sementara itu, dibalik sebuah dinding terlihat seseorang yang sepertinya tidak ada kerjaan sedang mengintip YeWook couple, Yup! Siapa lagi kalau bukan, Leeteuk. "Akhirnya Dongsaeng ku punya kekasih lagi. Ini benar-benar luar biasa, ditambah lagi kekasih nya seorang aktor terkenal", gumam Leeteuk pelan sambil lompat-lompat layaknya orang yang benar-benar tidak punya kerjaan. -_-"
`Skip Time`
"Sedang apa kau disini?"
"Seharusnya aku yang bertanya padamu. Sedang apa kau disini?"
"Tentu saja ,menjemput sahabatku, Wookie!"
"Lain kali kau tidak perlu repot-repot. Kau langsung saja pergi ke kampusmu"
"Memangnya kau siapa berani mengatur-ngatur hidupku? Seharusnya kau yang tidak perlu cari perhatian dengan Wookie ku!"
Itulah perdebatan dipagi hari, tepatnya didepannya rumah Ryeowook. Mendengar suara ribut-ribut didepan rumahnya, Ryeowook segera menuju tempat kejadian perkara.
"Yesung hyung, Kyunie ? Sedang apa kalian berdua disini?"
"Tentu saja untuk menjemputmu Wookie", jawab Kyuhyun dan Yesung secara bersamaan. Ryeowook jadi bengong dengan tingkah kedua namja yang ada dihadapannya. 'Bagaimana ini? Kalau aku memilih pergi dengan Yesung hyung, nanti Kyuhyun marah. Kalau aku pergi dengan Kyuhyun, Yesung hyung yang marah. Bagaimana ini?' guman Ryeowook dalam hati.
"Wookie, ayo berangkat. Kita sudah terlambat!", seru Kyuhyun.
"Naik mobil ku saja Wookie, maka kau tidak akan terlambat", Yesung juga tidak mau kalah.
"Tidak! Kyuhyun, kau pergi saja duluan. Dan Yesung hyung, kau pasti ada syuting hari ini kan, lebih baik kau segera pergi ke lokasi syutingmu saja. Dan aku, pergi naik bus saja. Besok, kalian berdua tidak perlu menjemputku lagi. Sampai jumpa", Ryeowook melewati 2 namja itu dan segera menuju halte bus.
"Ini semua gara-gara kau!",
"Sudahlah, aku sedang tidak ingin bertengkar denganmu Evil !"
_Author POV END_
Kampus
_Kyuhyun POV_
Pagi ini aku benar-benar sial, ini semua karna namja kepala besar itu. Untuk apa dia pakai acara menjemput Wookie ke kampus, dia pikir dia itu siapa Wookie? Baru saja kenal, sudah sok deket gitu. Sekarang aku sedang menunggu kedatangan Wookie dikelas, karna dia pergi naik Bus, tentu saja itu akan memakan waktu lama dibandingkan jika dia ikut bersamaku.
"Kyunie!",
Akhirnya dia datang juga, sepertinya dia sangat bahagia hari ini. "Kyunie, hari ini aku sangat senang sekali!".
"Kenapa? Apa karna kau dijemput oleh 2 orang namja, dan kemudian kau dengan enaknya menolak!"
"Kyunie! Kau marah denganku karna kejadian tadi?. Mianhaeyo, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya terlalu bingung untuk menerima ajakan siapa"
"Untuk apa kau bingung? Tentu saja tadi itu harusnya kau menerima ajakanku!. Aku kan sahabatmu, dan dia bukan siapa-siapamu!",
Semoga saja, dengan berpura-pura marah seperti ini, Wookie jadi lebih memilihku daripada namja kepala besar itu. Tapi, kenapa Wookie malah senyum-senyum sendiri? Aku kan sedang marah dengannya?
"Kyunie, aku punya kabar gembira buatmu?"
"Kabar gembira apa?"
"Aku, aku dan Yesung hyung sudah resmi menjalin hubungan. Tadi malam, dia datang kerumahku dan menyatakan cintanya kepadaku",
"Mwo?"
"Aku tau, kau pasti senang mendengarnya. Bukankah kau menginginkan aku bahagia? Dan sekarang aku benar-benar bahagia Kyunie!Ini semua juga berkat kau yang sudah memberiku semangat. Gomawo Kyunie!",
Wookie memelukku dengan erat, aku bisa merasakan kebahagiaanya. Tapi apa dia bisa merasakan kesedihanku?
"Kyunie, karna hari ini aku sangat senang, bagaimana kalau nanti kau aku traktir ice cream. Kau mau kan Kyunie?".
"Jangan panggil aku Kyunie lagi!", aku melepas pelukan Wookie dan pergi meninggalkannya. "Kyunie! Kau mau kemana? Sebentar lagi masuk!". Aku berhenti sejenak untuk menjawab pertanyaannya.
"Aku tidak semangat kuliah hari ini. Dan sudah ku bilang, jangan panggil aku Kyunie! Aku tidak suka…", kemudian aku benar-benar pergi dari ruangan itu.
_Kyuhyun POV END_
_Ryeowook POV_
"Kenapa dia? Tidak seperti biasanya seperti itu? Apa dia tidak suka aku berpacaran dengan Yesung hyung?. Sepertinya tidak mungkin, bukankah tadi malam dia setuju?"
Daripada aku bingung memikirkannya lebih baik aku konsen dengan mata kuliah hari ini. Masalah Kyuhyun, nanti bisa aku cari tau… Sepulang dari kuliah nanti, aku akan menemuinya.. Pasti dia sekarang pulang kerumah dan main games.
`skip time, again and again…`
Selesai juga kuliah hari ini, walau selalu dibekali dengan tugas yang membuatku sedikit pusing. Aku harus segera pergi menemui Kyuhyun, sekaligus memberinya materi kuliah dan tugas hari ini. Aku pun selesai menyusun buku-buku dan kumasukkan kembali kedalam ranselku.
Saat melewati salah satu gerbang dikampusku, aku merasa ada orang yang memanggil namaku, tapi aku tidak menemukan orang itu.
"Wookie, wookie-ah, aku disini…", ku dengar baik-baik suara itu sampai aku menemukan seseorang yang berada didalam mobil, 1 pintu kaca mobilnya terbuka agar aku dapat melihat siapa orang itu. Ku tajamkan penglihatanku untuk melihat kedalam mobil, "Yesung hyung!", yesung hyung melambai-lambaikan tangannya agar aku segera masuk kedalam mobilnya. Aku pun segera masuk. "Yesung hyung, untuk apa kau datang kesini?"
"Tentu saja untuk menjemputmu. Aku mau mengajak mu ke lokasi syutingku"
"Lagi?, Hyung, aku tidak bisa. Hari ini aku harus bertemu dengan Kyuhyun"
"Bukankah kau sudah bertemu dengannya dikampus?"
"Ne, tapi tadi pagi tiba-tiba saja dia mengatakan tidak semangat kuliah. Dan langsung pergi"
"Apa kau sudah mengatakan kepadanya kalau aku namjachingu mu?"
"Iya, aku sudah mengatakannya tadi pagi. Setelah itu dia langsung pergi", ku lihat sekarang Yesung hyung senyum-senyum sendiri, sifat aneh nya muncul lagi. "Jadi hyung, aku tidak bisa ikut denganmu".
"Kau lebih mementingkan Kyuhyun daripada aku?", sekarang wajahnya malah berubah menjadi serius.
"Bukan begitu maksudku Hyung. Kyunie itu sahabatku",
"Dan aku adalah NAMJACHINGU mu. Dan jangan memanggilnya dengan 'KYUNIE'. Aku tidak mau mendengarnya lagi!".
"Hyung, kau memarahiku?", aku tak menyangka namja yang selalu memberikan senyuman yang menyejukkan. kali ini aku melihat sisi lain dari dirinya..
"Mianhae Wookie, aku hanya tak suka kau membicarakan namja lain saat kau sedang bersamaku. Aku mohon kau jangan salah paham, mianhae chagiya… Aku tak akan mengulangi hal itu lagi",
"Gwaenchana. Sudahlah hyung, kita berangkat kelokasi syutingmu sekarang", kali ini aku memaklumi Yesung hyung saja, mungkin dia tipe orang yang perncemburu, dan aku tak mengulanginya lagi. Aku baru mengenalnya jadi wajar kalau aku belum tau semua sifatnya.
_Ryeowook POV END_
_Author POV_
Untuk kedua kalinya Yesung mengajak Ryeowook kelokasi syutingnya, walaupun masih tetap dengan paksaan.
"Hyung, kau pasti kabur lagi dari lokasi syuting yah?", tanya Wookie saat Yesung sudah menjalankan mobilnya.
"Tidak, aku menjemputmu saat syuting sedang break. Jadi kau jangan khawatir", Yesung kembali tersenyum seperti biasanya, senyum yang bisa membuat Ryeowook menjadi tenang.
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di lokasi syuting yang berbeda tempat dari yang kemarin. Hari ini lokasi syutingnya pindah disebuah rumah mewah. Saat mobil Yesung sudah memasuki pekarangan rumah mewah itu, Sang Prince manager sudah 'menyambut' kedatangan Yesung. Sepertinya Prince manager kaget saat melihat yang keluar dari mobil tidak hanya satu orang, tapi dua orang!. Prince manager menatap curiga ke Yesung. Prince manager kemudian mendekati Yesung kemudian menarik Yesung ke tempat yang sekiranya orang tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.
"hmm… mau dia apakan Yesung hyungku?", Ryeowook yang kebingungan hanya bisa berdiri didekat mobil Yesung. Ryeowook tidak berani mengikuti Yesung dan Prince manager itu.
Sementara itu Yesung juga kebingungan karna ditarik oleh managernya ke tempat yang sepi. "Hyung, kau ini kenapa?"
"Seharusnya aku yang bertanya denganmu. Kau ini kenapa? Sebenarnya apa hubunganmu dengan namja itu?".
Yesung menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya. Mau tak mau Yesung harus mengakui hubungannya dengan managernya sendiri, "Dia, Namjachingku", ucap Yesung pelan. Prince manager menganggukkan kepalanya, "Sudah ku duga!"
"Kau tidak marah padaku kan Hyung?" tanya Yesung dengan ragu
"Aku tidak ada hak apapun untuk melarangmu menjalin hubungan dengan siapapun. Tapi ini 'bentuk'nya beda Yesung, kau mengertikan? Bagaimana kalau semua orang tau?"
"Sudahlah Hyung, itu urusan nanti. Aku yakin tidak akan ada orang yang tau. Oh iya… Bagaimana hasil tes kesehatanku kemarin? Aku tidak kenapa-napa kan Hyung?"
"i.. iya. Kau baik-baik saja".
"Benarkan kataku, aku tidak apa-apa, aku ini sehat!. Ya sudah Hyung, tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Aku harus menemui Wookie ku, pasti dia sedang menunggu". Yesung pun beranjak pergi meninggalkan Managernya.
"Bagaimana aku harus mengatakannya padamu Yesung!. Kalian tidak seharusnya bersatu, karna kalian pasti akan berpisah juga", sang manager mengeluh saat Yesung sudah tak ada dihadapannya.
Sekarang Yesung menemui Ryeowook yang masih berdiri didekat mobilnya, Yesung tersenyum kecil melihat Ryeowook.
"Hyung, Apa dia memarahimu?", tanya Ryeowook saat Yesung sudah didekatnya.
"Memarahiku? Tentu saja tidak. Disini sangat ramai, kita ke ruang istirahatku saja", Ryeowook mengangguk dan mengikuti Yesung. Mereka masuk kedalam rumah mewah itu, menuju sebuah ruangan yang didalamnya terdapat semua perlengkapan syuting Yesung. Mereka duduk disofa yang ada diruangan itu, Yesung merebahkan badannya disandaran sofa.
"Kau lelah hyung?"
"Ah.. tidak", Yesung langsung menegakkan badannya. "Kau berkeringat Hyung…", Ryeowook langsung mengambil sapu tangan yang selalu ada didalam tasnya dan mengusapkannya dibagian wajah Yesung yang penuh dengan keringat. Mendapatkan perlakuan istimewa(?) itu, Yesung seperti terhipnotis dengan wajah Ryeowook, ditatapnya lekat-lekat mata karamel itu. Yesung membelai pipi namja cantik yang ada dihadapannya, Ryeowook yang tadi serius menghilangkan keringat disekitar wajah Yesung jadi ikut menatap mata Yesung.
Perlahan Yesung mendekatkan wajahnya tepat didepan wajah Ryeowook, saat merasakan terpaan nafas Yesung, Ryeowook memejamkan kedua matanya saat dirasakannya bibir Yesung sudah menempel dibibirnya untuk yang kedua kalinya. Awalnya hanya saling menempel. Tapi perlahan dan pasti ciuman itu sudah menjadi pagutan dan lumatan kecil. Keduanya benar-benar sedang mencurahkan rasa cinta mereka terhadap pasangan.
"Oppa!"
Keduanya tersentak dan langsung mengatur jarak. Sepertinya, tak ada gunanya Ryeowook menghapus keringat Yesung, karna sekarang Yesung kembali berkeringat, begitu juga dengan Ryeowook. Seseorang menatap 'horor' kearah Yesung dan Ryeowook.
"Apa yang barusan kalian lakukan?", tanya seorang yeoja yang tadi secara tiba-tiba mengganggu kemesraan Yesung dan Ryeowook. Yesung menjawab dengan ragu, "seperti yang kau lihat…"
Yeoja itu memanyunkan bibirnya,"kalau aku tau kalian sedang melakukan apa. Untuk apa aku bertanya lagi padamu Oppa!"
"kau, tidak tau?" tanya Yesung memastikan. Yeoja itu menggeleng, "Sudahlah… aku tidak peduli kalian sedang melakukan apa",
Yesung dan Ryeowook menarik nafas lega secara bersamaan. "Untuk apa kau kemari Luna?"
"Aku membuatkan makan siang untukmu Oppa", Luna duduk disamping Yesung dan menyerahkan kotak bekal ke Yesung. "Nanti saja ku makan…", Yesung meletakkan kotak bekal itu dimeja. "Ah Oppa! Kenapa tidak dimakan sekarang saja. Nanti sudah tidak enak lagi!"
"Aku tidak lapar Luna. Kau tenang saja, nanti pasti akanku urusan mu disini sudah selesaikan. Kau boleh keluar sekarang".
"Shireo! Aku mau disini saja", Luna merangkul tangan Yesung dan menyandarkan kepalanya dibahu Yesung. Tentu saja itu membuat Ryeowook jealous setengah mati, Yesung yang menyadari ketidaksukaan Ryeowook dengan Luna langsung melepaskan tangannya dari genggaman Luna. Membuat Luna kaget dengan perlakuan Yesung.
"Kau segera lah keluar",
"Sudah aku bilang aku tidak mau. Aku mau disini saja, bersamamu!. Lebih baik, dia saja yang keluar!", Luna menunjuk Ryeowook dengan tatapan penuh kebencian.
"Sudahlah Hyung. Aku saja yang keluar!", Ryewook mulai beranjak dari sofa, tapi Yesung menahan tangan Ryeowook. "Yang ku suruh untuk keluar itu dia Wookie, bukan Kau!", Yesung menarik tangan Ryeowook agar kembali duduk. Sekarang giliran Yesung yang berdiri,"Luna, cepat keluar dari sini sekarang!. Aku ingin istirahat!",
"Aku tidak menyangka kalau kau lebih memilih namja itu daripada aku Oppa!"
"Terserah apa katamu, keluar sekarang!". Luna mendengus kesal karna Yesung memarahinya.
"Kau menyebalkan Oppa!", Luna keluar dengan mata sedikit berkaca-kaca, karna baru kali ini Yesung memarahinya.
"Hyung, bagaimana kalau dia mengadu ke managernya karna kau sudah memarahinya? Dia salah satu pemain utama kan?", tanya Ryeowook cemas.
"Kau tenang saja. Dia tidak mungkin melakukan itu. Aww…", Entah kenapa Yesung tiba-tiba merasakan sakit dibagian dada kirinya, tepatnya, dibagian Jantung. Yesung menekan dadanya, dan kembali duduk.
"Hyung! Neo gwaenchanayo?", Ryeowook panik melihat Yesung yang sedang kesakitan. "Gwaenchana…", yesung kembali bersikap biasa, sepertinya rasa sakit itu sudah hilang.
"Kau sakit Hyung? Wajahmu terlihat pucat sekarang?"
"Aniyo… Aku tidak sakit. Kau tenang saja, aku memang sering seperti ini".
Seseorang kembali datang ke ruang istirahat yesung. "Yesung, syuting sudah mau dimulai. Ayo keluar…", kali ini perintah mutlak(?) dari manager mengharuskan Yesung untuk kembali menjalankan tugasnya.
"sebentar lagi aku akan keluar hyung", Manager itu menganggukkan kepalanya lalu keluar dari ruang istirahat Yesung.
"Kau tunggu disini saja ya Wookie…",
"Tapi kan aku kesini mau melihat mu berakting hyung",
"Aku syuting di luar ruangan, matahari sangat terik sekali. Kau akan kelelahan nanti, lebih baik kau menungguku saja disini",
"Tidak apa-apa hyung. Aku mau ikut denganmu…"
"Aniya… Kau harus menungguku disini. Hari ini adalah syuting terakhirku, Aku akan segera menyelesaikan semua tugasku dan akan segera kembali untuk menemuimu disini, Arraseo?"
Ryeowook menganggukkan kepalanya dengan berat hati. "Yasudah… Aku keluar sekarang", Yesung mengecup sekilas pipi Ryeowook kemudian langsung pergi meninggalkan Ryeowook sendiri.
_Author POV END_
_Ryeowook POV_
Yesung hyung meninggalkanku sendirian disini, menyebalkan sekali, aku kan bosan! Apa yang sebaiknya aku lakukan ditempat ini,,,
Ahh… sebaiknya aku menghubungi Kyuhyun. Aku ingin tau sebenarnya ada apa dengannya hari ini. Aku mengambil ponsel yang ada disaku celanaku dan segera menghubungi Kyuhyun.
"Yeoboseo"
"Ya! Kau dimana sekarang?"
"Aku dirumah. Ada apa kau menghubungiku?"
"tentu saja untuk menanyakan alasanmu kenapa tadi kau pergi begitu saja?"
"Bukankah tadi sudah ku bilang, aku sedang tidak semangat"
"Aku tidak bisa kau bohongi. Kau tidak pernah seperti itu sebelumnya, sebenarnya kau kenapa? Tolong katakan padaku"
"Ini semua karna kau pacaran dengan Yesung!"
"Mwo? Bukankah kemarin kau mengijinkan aku untuk bersamanya? Kenapa sekarang kau jadi berubah pikiran?"
"Aku tidak berubah pikiran. Hanya saja, hanya saja ini terlalu cepat. Kalian baru saja mengenal, aku takut dia hanya mempermainkanmu saja"
"Aku tau ini terlalu cepat. Tapi aku percaya Yesung hyung serius dan tidak mempermainkanku. Aku mohon percayalah Kyunie…"
"Jangan panggil aku seperti itu!"
"Baiklah, Tapi kau jangan seperti ini Kyu. Sampai kapan kau akan tidak suka dengan Yesung hyung, dia itu sangat baik… dan.." omongan Ryeowook terpotong karna Kyuhyun
"Jangan lupakan aku Wookie…"
"Apa maksudmu?"
"Aku takut kau melupakanku, karna sekarang kau sudah bersama orang yang kau cintai"
"Apa yang kau pikirkan, mana mungkin aku melupakanmu. Kau itu sahabatku… Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan pikiran bodohmu itu"
"Kau berjanji?"
"Aku berjanji. Kita ini sudah kenal lama, kau tidak perlu meragukan aku"
"Kalau begitu, mana janjimu untuk membelikanku ice cream?"
"eeh? Kalau kau tidak pulang lebih cepat, tadi aku pasti akan membelikannya untukmu. Besok akan ku belikan untukmu"
"Besok kita tidak kuliah…"
"Kalau begitu, Besok aku akan datang ke apartemenmu"
"Jinjja? Kau mau datang kesini? Baiklah, aku pegang janjimu"
"Yasudah… Kau jangan membuatku khawatir lagi yah. Jangan membuatku merasa bersalah dengan keputusanku ini…"
"Ne, Mianhae sudah membuatmu khawatir. Tapi, dia benar-benar memperlakukanmu dengan baikkan?"
"Tentu saja"
"Baguslah… Kalau saja dia berani menyakitimu, Aku jamin hidupnya tidak akan selamat"
"Jangan berlebihan. Ya sudah kalau begitu. Sampai ketemu besok". Aku langsung memutuskan pembicaraan dengan Kyuhyun karena entah kenapa mataku sekarang jadi sangat mengantuk. Sebaiknya aku tidur dari pada hanya duduk diam seperti ini.
_Ryeowook POV END_
_Author POV_
Ryeowook sudah memposisikan badannya untuk tidur diatas sofa, memejamkan matanya dan beberapa saat kemudian sudah Wookie sudah berada didunia mimpinya.
Yesung yang sedang menjalani pekerjaannya terlihat sangat semangat, berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Biasanya sutradara yang selalu menyuruh Yesung untuk menyelesaikan syuting, tapi kali ini berbeda, malah Yesung yang menyuruh Sutradara untuk segera melanjutkan Syuting tanpa jeda. Itu semua karna Yesung ingin segera menyelesaikan syuting terakhirnya ini dan segera menemui Ryeowook di ruang istirahatnya.
Sementara itu, Kyuhyun termenung sendiri dikamarnya. "Mungkin Wookie memang bukan untukku, Dia hanya ditakdirkan sebagai sahabatku. Tidak seharusnya aku menyukainya, Lebih baik aku belajar untuk melupakan Wookie dari sekarang".
.
.
.
.
Hari sudah malam, Yesung telah menyelesaikan hari terakhir syutingnya. Walaupun tubuhnya sangat lelah hari ini, tapi Yesung berusaha untuk menyembunyikannya dari Ryeowook. Sekarang Yesung menuju ruang istirahatnya.
_Author POV END_
_Yeusng POV_
"Wookie sedang apa sekarang? Pasti dia sangat bosan menungguku. Dia pasti belum makan, aku akan mengajaknya makan malam saja". Aku mempercepat langkahku menuju ruang istirahat.
Aku berhenti sejenak saat sudah berdiri didepan pintu, Bahkan saat mau membuka pintu saja, jantungku berdegup sangat cepat. Inilah salah satu alasanku kenapa aku tidak membolehkannya melihatku syuting. Aku pasti tidak akan konsen saat dia melihatku, itu hanya akan membuat jantungku bekerja tidak normal. Ternyata, rasa cinta itu tidak baik buat kesehatan jantungku, hahaha…
Tanpa basa-basi lagi aku langsung membuka pintu dan ternyata, Wookie ku sedang tertidur pulas. Dia pasti benar-benar bosan disini…
Aku mencoba mendekatinya, agar melihat wajahnya saat tertidur lebih dekat lagi, 'benar-benar namja polos', gumamku dalam hati agar tak membangunkannya. Sebaiknya aku langsung mengantarkannya pulang, tapi aku tidak tega untuk membangunkannya.
Drrrrt
Drrrrt
Drrrrt
Ponsel siapa itu? Ku lirik ke arah meja yang ada disampingku, ternyata ponsel Wookie. Ada panggilan dari Leeteuk hyung. 'pasti Hyung nya mau menanyakan kenapa Wookie belum pulang. Kalau hyung nya marah bagaimana? Bisa-bisa aku tidak boleh bertemu dengan Wookie lagi. Lebih baik, aku coba untuk jawab sebisaku saja'.
"Yeoboseo?", aku mengangkat telpon itu agak jauh dari Wookie, supaya dia tidak terbangun.
"Yeoboseo. Wookie-ah?". Aneh sekali, kenapa suara Leeteuk hyung berbeda saat pertama kali aku bertemu dengannya
"Aniyo. Wookie sedang tidur, ini Yesung"
"Yesung? Kekasih Wookie, yang aktor terkenal itu?"
"Ne.."
"Ah… Kebetulan sekali.. Kenalkan, Kim Kangin imnida. Kau bisa memanggilku Kangin hyung. Kau sekarang sedang bersama Wookie kan?"
"Ne Hyung"
"Baguslah, Leeteuk sedang ke toilet sekarang. Dia menyuruhku untuk menelpon Wookie, tapi karna kau yang mengangkat sebaiknya aku memberitahukan kepada mu saja. Tolong sampaikan pada Wookie kalau Leeteuk tidak bisa pulang hari ini. Aku dan Leeteuk ada urusan pekerjaan diluar kota. Jadi, jangan tunggu Leeteuk pulang. Kau bisa mengatakannya pada Wookie kan?"
"Tentu saja, nanti kalau dia bangun pasti akan aku sampaikan, kau tenang saja Kangin hyung".
"Baiklah kalau begitu. Mianhae kalau sudah mengganggu 'aktivitasmu' dengan Wookie. Kalian lanjutkan saja tidurnya"
"Hyung, ini tidak seperti yang kau bayangkan".
Tuut tut tut
"Dia menutup telpon tanpa mendengar penjelasanku? Menyebalkan. Aku kan tidak melakukan apa-apa dengan Wookie? Ah, biarkan sajalah dia mau berpikiran apa. Hmm… ini sudah sangat malam, lebih baik aku membawa Wookie ke apartemenku saja, supaya dia bisa cepat tidur dengan nyaman, kalau aku membawanya pulang ke rumahnya, itu akan memakan waktu yang lama. Lagi pula, Leeteuk hyung tidak pulang, aku tidak tega meninggalkannya sendiri".
Ku gendong pelan-pelan tubuh Wookie, ku harap dia tidak terbangun. Tidak ku pedulikan tatapan aneh dari beberapa Kru syuting yang masih membereskan peralatan syuting, yang penting sekarang aku membawa Wookie pulang secepatnya. Setelah menyamankan posisi Wookie di mobil, aku menemui Manager hyung yang sekarang sedang berbicara dengan sutradara.
"Hyung. Aku pulang duluan yah… semuanya sudah beres kan?"
"Yah, kau pulanglah, kau pasti sangat lelah. Hati-hati menyetirnya, jangan ngebut, pelan-pelan saja yang penting selamat. Sampai diapartemen, kau harus langsung tidur, jangan begadang ataupun minum-minum. Kau mengerti?"
"Kau ini manager ku atau ibu ku. Jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri. Kau juga harus banyak istirahat hyung, kau lebih lelah dibandingkan aku", aku menepuk pelan punggung manager hyung kemudian kembali ke mobilku. Dan segera menuju apartemen.
-_-_-_-Skip Time-_-_-_-
Sekarang Wookie sudah berbaring nyaman ditempat tidurku. Senang rasanya tidak mengganggu tidurnya. Mendengar hembusan nafasnya yang teratur membuatku mengantuk juga, aku ingin sekali tidur disampingnya sambil memeluknya. Tidak apa-apa kan? Aku kan namjachingu nya… Jadi seharusnya tidak masalah. Tapi… kalau Wookie terbangun dia bisa mengira kalau aku otak mesum. Ah,, sebaiknya jangan, aku harus membiarkan Wookie tidur dengan nyaman.
Ku tarik selimut untuk menutupi tubuh Wookie sampai batas dada, dan kemudian aku keluar dari kamar. Sekarang, giliran aku yang tidur disofa.. "Aww… Dadaku sakit lagi. Ada apa denganku. Apa ini efek samping karna jantungku selalu berdetak cepat saat melihat Wookie? Dadaku benar-benar sakit. Lebih baik aku tidur, mungkin dengan begitu rasa sakitnya bisa hilang".
_Yesung POV END_
_Author POV_
Seorang namja tengah duduk diatas padang rumput, sekarang dia sedang memandang dengan tenang sebuah danau kecil yang ada dihadapannya. Sentuhan angin yang lembut membuat rambut lurusnya bergerak mengikuti irama angin. "Untuk apa aku disini? Aku tidak akan pernah bertemu dengannya lagi disini. Tidak akan pernah… Dia sudah pergi meninggalkanku", mulai terlihat cairan bening mulai membasahi pipinya.
"Aku tidak meninggalkanmu…" namja itu menoleh kesamping untuk melihat siapa yang mengajaknya bicara.
Seseorang yang sangat dirindukannya, seseorang yang sebelumnya mengisi kebahagiaan disetiap harinya. Kini orang itu ada dihadapannya, memberikan senyum malaikatnya.
"Ki… Kibum? Kau.. bagaimana bisa kau ada disini?", namja yang bernama Kibum itu kembali tersenyum, kali ini disertai kekehan kecil.
"Kau jangan tertawa. Jawab aku, kenapa kau meninggalkanku?"
"Ini hanya sementara Wookie. Kita akan segera bertemu kembali. Sekarang, jalanilah hidupmu tanpa aku. Yang kau pilih sudah benar, berikanlah yang terbaik buat yesung"
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti Bummie… Dari mana kau tahu tentang Yesung hyung?"
"Tentu saja aku mengetahuinya. Karna aku selalu ada disini…", Kibum menempelkan telapak tangannya tepat dijantung Wookie. "Hiks… hiks… Kibumie…", Ryeowook tidak tau harus sedih atau bahagia karna diberi kesempatan untuk bertemu dengan Kibum. Yang ingin dia lakukan saat ini adalah melepaskan kerinduannya dengan Kibum. Dipeluknya tubuh 'kekasihnya' itu. Air mata Ryeowook tambah mengalir saat aroma tubuh Kibum menyeruak di indra penciumannya. "Uljima chagiya…"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Wookie… Ireona! Wookie-ah, Ireona!" , Yesung menepuk-nepuk pelan pipi Ryeowook, berharap kekasihnya itu bangun.
"Kibummie?…", Ryeowook membuka matanya, keringat membasahi keningnya.
"Kau sedang bermimpi Wookie?"
"Yesung hyung? Dimana Kibum?", Ryeowook memposisikan tubuhnya menjadi duduk.
"Kibum? Tidak ada yang bernama Kibum disini. Kau sedang bermimpi Wookie. Ini, minumlah dulu", Yesung menyodorkan segelas air putih ke Ryeowook, Ryeowook meneguk air itu sampai isinya tinggal setengah.
"Aku hanya bermimpi?"
"Ne, kau bermimpi. Sedari tadi kau mengigau menyebut nama Kibum. Apa kau bermimpi bertemu dengannya?"
"Iya hyung…", Yesung menghapus keringat dikening Ryeowook. Sesaat kemudian, Ryeowook baru menyadari dimana keberadaannya. "Yesung hyung, kenapa aku bisa ada disini? Kenapa kau tidak mengantarkanku pulang? Leeteuk hyung pasti mencemaskanku sekarang!"
"Kau tidak perlu cemas. Tadi malam saat kau tidur di ruang istirahat. Ku lihat Ponselmu bergetar, ternyata Leeteuk hyung yang menelpon. Karna tak ingin mengganggu tidurmu, aku langsung mengangkatnya, ternyata seseorang yang bernama Kangin yang berbicara…"
"Kangin Hyung? Kenapa Kangin hyung yang bicara. Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi dengan Leeteuk hyung!"
"Kenapa kau berpikiran negatif seperti itu. Dengarkan dulu penjelasanku…". Ryeowook menutup mulutnya dan menganggukkan kepalanya, membuatnya terkesan tampak imut dimata Yesung. Yesung pun menceritakan apa yang seharusnya diketahui Ryeowook. Ryeowook hanya mengangguk pasrah(?).
"Ngomong-ngomong, Kangin itu siapa. Kenapa dia menyuruhku untuk memanggilnya Hyung?".
Ryeowook terkekeh pelan,"Dia itu namjachingu nya Leeteuk hyung", jawab Ryeowook dengan datar. "Benarkah? Kalau begitu mereka keluar kota pasti bukan untuk urusan pekerjaan! Apa Kangin hyung itu ada tampang mesum? Pasti dia ingin 'mencelakakan' hyung mu"
"Dibandingkan dengan Kangin hyung. Tampang mesum lebih tampak diwajahmu?"
Yesung membulatkan matanya, dia tidak percaya kalau Ryeowook akan mengatainya seperti itu. "Apa maksudmu Wookie? Wajah tampan seperti ini kau bilang tampang mesum?"
"kalau kau tidak terima dengan perkataanku, kenapa kau membawaku ke apartemenmu? Kau pasti ingin berbuat macam-macam padaku kan, Hyung?"
"Ya! Aku membawamu kesini karna aku takut meninggalkanmu sendirian dirumah!"
"Aku hanya bercanda Hyung. Wajahmu lucu sekali kalau sedang serius seperti itu", Ryeowook tertawa sambil menunjuk-nunjuk wajah Yesung yang tidak terima dikatai 'mesum'.
"Kau sudah berani mempermainkan aku yah? Apa kau ingin melihat wajah mesumku yang sesungguhnya?", Yesung mengedipkan sebelah matanya dan mulai mendekatkan tubuhnya ke Ryeowook. "Kau mau apa Hyung?", Ryeowook menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Yesung semakin mendekatkan tubuhnya ke Ryeowook sambil menatap tajam ke Ryeowook. Saat wajah mereka sudah sangat dekat… terdengar 'nyanyian' dari perut Ryeowook. Yesung mengernyitkan keningnya. "Itu suara perutku Hyung"
Yesung menghela nafas dan kembali menjauhkan tubuhnya dari Ryeowook. "Aku sudah menyiapkan makanan. Sekarang ayo kita ke meja makan…".
"Aku mau mandi dulu Hyung. Tapi apakah kau bisa meminjamkan aku baju ganti?", Yesung mengamati Ryeowook. Lalu kemudian dia membuka lemari bajunya yang berukuran besar itu. Ryeowook membentuk mulutnya seperti huruf "O". terpanah dengan koleksi baju Yesung yang banyak dan mahal pastinya. Yesung mengambil kan 1 kaos dan 1 jeans yang kelihatannya sudah lama tidak dipakai tapi masih layak untuk dipakai(?). "Aku tidak punya baju yang ukurannya cocok untukmu. Jadi aku memberikan baju lama ku saja. Tidak apa-apa kan?"
"Tidak apa-apa Hyung. Yang penting masih bisa dipakai. Aku mandi dulu hyung.."
"aku tunggu di meja makan.."
Saat sarapan sedang berlangsung. Ryeowook teringat dengan mimpinya, 'Kibum menyuruhku untuk untuk memberikan yang terbaik buat Yesung hyung? Itu artinya, dia menyetujui hubunganku dengan Yesung hyung. Tapi itukan hanya mimpi…' Ryeowook sibuk sendiri dengan pikirannya. Yesung yang merasa dicuekin segera mengambil tindakan(?).
"Kenapa kau melamun Wookie? Apa makanannya tidak enak?"
"Ah… Aniyo. Ini enak sekali"
"Apa kau memikirkan Kibum, namjachingu mu? Aku mengetahuinya dari Kyuhyun"
"Hyung, namjachingu ku sekarang adalah kau"
"Iya.. iya.. Itu hanya mimpi untuk apa kau pikirkan, sekarang kau makan saja. Tidak baik memikirkan orang yang sudah meninggal"
"Hyung, aku baru ingat. Hari ini aku harus pergi kerumah Kyuhyun. Aku sudah berjanji dengannya"
"Kalau begitu, selesai makan. Kita langsung berangkat saja"
"Apa tidak merepotkanmu Hyung?",
Yesung menggeleng,"Tidak. Aku sudah tidak ada jadwal syuting lagi. Jadi kau tenang saja".
"Gomawo hyung"
Setelah selesai makan. Ryeowook dan Yesung membereskan piring kotor bersama-sama, sambil sedikit bercanda. Setelah itu mereka langsung keluar dari apartemen untuk pergi ke rumah Kyuhyun. "Hyung, sebelum ke rumah kyuhyun. Bisa singgah ke mini market sebentar?"
"Untuk apa?"
"Karna waktu itu aku sangat senang karna sudah menjadi pacarmu, jadi aku menjanjikan ke Kyuhyun kalau aku akan mentraktirnya Ice Cream"
"Baiklah. Belikan dia Ice Cream yang banyak nanti".
_Author POV END_
_Kyuhyun POV_
Hari ini Wookie akan datang, kira-kira dia datang jam berapa yah?. Aku harap secepatnya, apartemen sudah ku bersihkan, aku juga sudah mandi. Apalagi yang perlu dibereskan yah? Sepertinya tidak ada lagi.
Ting
Tong
"Ah! Itu pasti Wookie, dia datang lebih cepat dari yang ku bayangkan", aku segera membuka pintu dan…
"Annyeong Kyuhyun! Aku datang! Ini aku bawakan Ice Cream untukmu!". dan benar, Wookie datang. Tapi kenapa harus ada orang itu disampingnya. "Ayo masuk Wookie" aku menarik tangan Wookie untuk masuk kedalam. "Ayo masuk Hyung…", Wookie ikut-ikutan menarik tangan orang itu agar masuk juga.
"Kyuhun, Ice Creamnya aku simpan dikulkas dulu saja yah, sekalian aku mau membuatkan minum khusus buat kalian berdua… Kalian mengobrol saja dulu",
Wookie meninggalkanku dengan Yesung diruang tamu. "Kau tinggal disini?", dia mengajakku bicara, tapi pertanyaannya sungguh tidak elit. "Tidak! Aku tinggal di pinggir jalan!"
"Kenapa denganmu, aku tanya baik-baik kau malah bersikap seperti itu",
"Apa kau tidak punya pertanyaan lain? Kalau tidak ada sebaiknya kau diam saja",
"Aku hanya ingin mencoba akrab denganmu, sahabat kekasihku. Apa aku salah?",
"Terserah kau sajalah". Aku memainkan PSP ku yang sedari tadi ku pegang, daripada aku harus berhadapan dengan orang aneh didepanku.
"Apa Wookie sering datang kesini?"
"Saat Kibum masih hidup, kami sering kumpul disini", aku menjawab seadanya sambil terus memainkan PSP ku. "Aku ingin tau kibum itu orang yang seperti apa".
"Yang pasti, dia sangat berbeda denganmu".
"Kalian sedang membicarakan apa?", Wookie datang sambil membawa 3 kaleng minuman. "Katanya kau mau membuatkan minuman, kenapa kau malah membawa minuman kaleng?", ku lihat dia tersenyum tidak jelas. "hehe.. tiba-tiba aku merasa tidak semangat…". Hah? Sepertinya Wookie mengulangi perkataanku kemarin. Dia mengejekku?
"Aku mau ke toilet… Dimana tempatnya?"
"Ada didekat dapur Hyung", Baguslah, dia pergi ke toilet sekarang. "Kau masih cuek dengan Yesung hyung…", ku –pause- kan PSP ku dan melirik ke Wookie. "Tidak mungkinkan aku langsung bersikap sok akrab dengannya. Yang ada nanti dia malah menganggapku aneh".
"Hahaha… kau kan memang aneh. Suka berubah pikiran setiap saat. Oh iya… tadi malam, aku memimpikan Kibum".
Kibum? Apa kali ini Wookie akan menangis saat mengingat Kibum?. "Memimpikan kibum? Kau pasti senang karna dia datang kemimpimu. Kapan yah dia akan datang kemimpi ku juga. Aku merindukannya".
"Bagaimana kalau hari ini kita datang ke makamnya saja?"
"Kau yakin?", aku memastikan ajakan Wookie. "Tentu saja. Bukankah kau bilang kau merindukannya? Tentu saja kita harus menemuinya"
"hmm… kenapa Dia lama sekali ditoilet?",
"Benar juga. Kenapa Yesung hyung lama sekali".
"Biar aku cek!", aku segera menuju toilet. Aku penasaran kenapa dia betah sekali berada ditoilet.
Tok Tok
"Ya! Kenapa kau lama sekali. Cepat keluar, aku mau buang air kecil!".
Kenapa tidak ada suara? Aku mendekatkan telingaku ke pintu, mencoba mendengar sesuatu dari dalam, tapi aku tidak mendengar apapun. "YA! KELUAR SEKARANG JUGA. ATAU PINTUNYA AKU BUKA?". Dia benar-benar tidak mendengarkan perintahku? Baiklah.. Tidak peduli apa yang dia lakukan didalam, aku akan masuk!. Aku pun langsung membuka pintu dan..
Dia terbaring dilantai? Dia pingsan?. "ya.. Bangun! Yesung! Cepat bangun. Kenapa kau tidur disini?", ku guncang-guncang tubuhnya agar dia sadar. Sepertinya dia benar-benar pinsan.
"Yesung hyung? Kyu, apa yang terjadi?"
"Aku tidak tau Wookie. Saat aku membuka pintu, dia sudah tidak sadarkan diri?", Ku lihat Wookie sangat panik sekarang, air matanya juga sudah mulai terlihat. SIAL! Aku paling benci melihatnya menangis. Dia juga mencoba membangunkan Yesung, tapi tentu saja namja itu tidak bangun. "Sudahlah, kita bawa dia kerumah sakit". Aku segera mengangkat Yesung menuju mobilku, disusul dengan Wookie. Kami pun segera menuju rumah sakit.
To Be Continued lagi…
Panjang banget yah kayaknya.. hehehehe.. membosankan kah? *readers : Neeee!
Ada kah yang masih penasaran sama kelanjutannya? Kalok ada mohon Review nya yah,, karna kalok gak ada yang Review, Author gak akan lanjutin FF ini.. hehehe #pasrah
Semuanya ada ditangan Readers… #apa seh..
Oke deh… ditunggu reviewnya yah… ^^
Dan khamsahamnida buat yang udah Review, saya sangat cinta kalian ^^
