Title : He's Gone (Chapter 6)

Pairing : Yesung dan Ryeowook

Genre : YAOI (Boys Love), Sad Romance (?)

Summary : "Aku tidak bisa diam disini tanpa melakukan apapun untukmu"

Author : AnakYeWook

Warning : YAOI, GaJe, Penulisan kata banyak yang salah, mohon dimaafkan.

Disclaimer : Yesung milik Ryeowook. Ryeowook milik Yesung. YeWook saling memiliki… GAK BOLEH BUAT YANG LAIN!

_Author POV_

Dipagi yang dingin, seorang namja dengan tubuh yang tinggi sudah berdiri didepan sebuah makam, makam sahabatnya, Kim Kibum. Tentu saja namja itu adalah Kyuhyun. Diletakkan sepaket bunga yang sengaja dibawanya didekat batu nisan sahabatnya itu.

"Kibum… Kau masih ingat janjiku kan?. Saat itu kau pernah cemburu denganku karna aku terlihat begitu dekat dengan Wookie daripada kau. Dan saat itu aku berjanji padamu, aku akan mati jika aku mencintai Wookie… sekarang, aku telah mengkhianatimu Kibum, dan sebentar lagi aku akan menepati janjiku… Aku akan segera menemuimu disana Kibum, tapi aku tidak akan mati sia-sia, aku melakukan ini juga karna demi kebahagiaan Wookie. Aku akan mendonorkan jantungku ke Yesung, kekasihnya yang sekarang. Aku sudah memikirkannya dengan baik-baik, karna aku tidak mungkin hidup dengan Wookie yang terus menangis, aku tidak sanggup membuatnya bahagia Kibum. Sekarang, namja yang bernama Yesung itulah yang bisa membuat Wookie bahagia. Kibum, tunggu aku, kita akan bersama-sama melihat Wookie bahagia dari atas sana. Aku rasa itu lebih menyenangkan daripada aku harus melihatnya bersedih walau aku masih hidup. Tunggu aku Kibum…", seulas senyum terukir dibibir Kyuhyun, tak lama kemudian dia pergi dari makam itu.

Tanpa sepengetahuan Kyuhyun, seseorang mendengar semua perkataan yang terlontar dari mulut Kyuhyun tadi. Seseorang itu bersembunyi dibalik pohon, sambil menutup mulut dengan kedua telapak tangannya, seseorang itu berusaha menahan isakkan tangisnya agar tidak didengar Kyuhyun yang sedang berjalan keluar area pemakaman. Entah apa yang ada dipikiran oran itu, dia langsung mengambik ponsel yang ada disakunya…

_Author POV END_

_Yesung POV_

"Yesung… Kau sudah bangun?",

Aku terbangun dari tidurku. Tidur? Bukankah semalam aku sedang berada ditaman dengan Wookie. "Hyung, kenapa aku bisa ada disini, seingatku aku sedang berada ditaman dengan Wookie…"

"Entahlah… Saat aku datang, aku sudah melihatmu berada disini…",

"Kalau begitu, dimana Wookie?",

"Mungkin dia pulang sebentar, kau tenanglah. Seharusnya kau yang perlu dikhawatirkan…"

"Tapi perasaanku tidak enak Hyung. Aku mau mencarinya!", aku berusaha turun dari tempat tidur, tapi manager hyung menahanku. "Baiklah. Akan aku beri tau dia kemana, tapi kau tetap disini".

"Cepat katakan Hyung!"

"Tadi dia bilang ingin pergi sebentar ke makam. Tapi aku lupa makam siapa, siapa tadi yah.. Kim.. Ki…"

"Kibum?"

"Ah.. iya! Ki… Bum. Kau mengenalnya?"

"Dia pergi ke makam kekasihnya Hyung", aku semakin lemas saat mengetahui Wookie pergi ke makam Kibum, Karna aku membutuhkannya saat ini. "Kekasihnya? Kau ini ada-ada saja. Orang itu sudah meninggal, berarti bukan kekasih Wookie lagi. Kalau kau menganggap Kibum-sii masih kekasih Wookie, lalu kau ini siapanya Wookie, hah?"

"Kalau aku mati nanti. Berarti aku bukan kekasih Wookie lagi hyung?"

"Kau ini bicara apa? Kau akan tetap hidup. Percayalah…"

"Tapi aku sudah tidak tahan lagi Hyung", aku memegang jantungku yang kembali sakit, bahkan ini lebih sakit dari yang pernah kurasakan sebelumnya. Aku menekan dadaku mencoba untuk mengurangi rasa sakit yang teramat ini. "Yesung, kau kenapa? Apa jantungmu sakit lagi?", aku mengangguk lemah sambil terus menekan dadaku, nafasku kembali tak teratur. Ku rasakan sesuatu keluar dari hidungku. "Kau mimisan Yesung! Sebentar,bertahanlah.. Aku akan memanggil Dokter".

Saat ini aku tidak butuh Dokter, yang ku butuhkan hanya Wookie! Ya Tuhan… Kenapa kau buat aku menjadi selemah ini. Jangan cabut nyawaku sekarang, aku ingin bertemu dengan Wookie untuk terakhir kali, aku mohon. Beri aku kekuatan lebih lama lagi. "Aarggh!", teriakku sambik terus memegangi dadaku. "Wookie… Maaf kalau aku hanya sebentar saja membuatmu bahagia. Saranghae Wookie-ah, Jeongmal saranghae… Mianhae", ku lihat Dokter dan beberapa suster masuk ke kamarku dengan terburu-buru, saat itulah aku memejamkan mataku.

.

.

.

.

.

.

.

.

_Yesung POV END_

_Kyuhyun POV_

Setelah dari makam Kibum. Aku langsung ke Rumah Sakit, kata Leeteuk hyung, Wookie tidak pulang semalaman karna menjaga Yesung. Sebenarnya tujuan utama ku bukan untuk menemui Wookie ataupun menjenguk Yesung. Melainkan membicarakan tentang donor jantung dengan Dokter…

Sampainya dirumah sakit. Aku segera ke ruangan Dokter, tapi ruangan itu kosong. "Apa dokter nya belum datang yah?"

"Anda mencari saya?", aku membalikkan badanku dan mendapati Dokter yang bernama Lee Hyujae dihadapanku. "Ne.. Annyeong haseyo Dokter. Na neun Kyuhyun imnida. Ada yang ingin saya bicarakan dengan Dokter, dan ini sangat penting", sapaku sambil membungkukkan badanku. "Annyeong haseyo.. Kalau begitu, silahkan duduk..".

Kami pun duduk di kursi yang ada didepan meja kerja Dokter Lee. "Apa yang ingin Anda bicarakan..?"

"Ini tentang pasien yang bernama Yesung-ssi, Dokter"

"Ah… Yesung-ssi, saya baru saja selesai memeriksanya. Tadi, jantungnya kembali sakit, dan kali ini hidungnya juga sudah mengeluarkan darah. Dia sudah semakin parah.."

"Benarkah Dok? Hmm.. kalau begitu saya datang diwaktu yang tepat"

"Maksud Anda?", aku membuang nafasku perlahan, mengambil ancang-ancang untuk memberi tahu tujuan utamaku. "Saya ingin mendonorkan jantung saya Dok", ucapku dengan jelas. Tapi Dokter Lee hanya menanggapi dengan senyuman. "Saya salut dengan niat baik Anda. Tapi sayang… saya sudah lebih dulu menemukan pendonor jantung untuk Yesung-ssi".

"Mwo? Jeongmal? Anda tidak berbohongkan Dokter?"

"Ini masalah hidup dan mati. Untuk apa saya berbohong. Mengingat kondisi yesung-ssi yang sudah semakin parah, operasinya akan dilakukan nanti malam".

"Kalau boleh tau. Saya ingin tahu siapa orang yang mau mendonorkan jantungnya itu Dok… Apa dia salah satu orang terdekat dari Yesung-ssi?", tanyaku sedikit menginterogasi.

"Maaf, tapi pendonor tidak mengijinkan saya untuk memberitahu siapa pun. Pendonor mengijinkan saya memberitahu saat jantungnya sudah berpindah ke jantung Yesung".

"Tapi, dia tau resiko nya kalau dia melakukan itu kan Dok?"

"Tentu saja. Dia itu salah satu pasien dirumah sakit ini, dia juga tidak punya harapan hidup sama seperti Yesung-ssi. Maka dari itu, dia ingin mendonorkan jantung sehatnya".

"Apa Dokter benar-benar tidak bisa memberitahu saya siapa orang itu?"

"Mianhamnida. Saya tidak bisa, setelah selesai operasi, baru saya akan memberi tahu siapa orang itu".

"Ah.. Arraseo. Kamsahamnida atas waktu nya Dok…", aku bangkit dari dudukku dan menundukkan kepalaku sekilas, lalu segera keluar dari ruangan dokter itu.

Ini mungkin kabar gembira buat Wookie, tapi tidak untukku, karna aku tidak bisa menepati janjiku kepada Kibum.. Apa Tuhan sengaja membiarkanku hidup dengan perasaan bersalah seperti ini?. Kalau aku tidak jadi mendonorkan jantungku, itu artinya aku harus melakukan rencanaku yang kedua. Aku harus menjauh dari Wookie…

Sebaiknya aku segera menemui Wookie, dia pasti ada di kamar rawat Yesung. "Wookie-ah!", panggilku cukup keras saat sudah masuk ke kamar rawat Yesung. "Ya! Ini rumah sakit, kenapa kau berteriak seperti itu? Kau tidak lihat ada orang sakit yang lagi tidak sadarkan diri disini?", ternyata menager Yesung juga ada disini.

"Mianhae… Dia pingsan lagi?", tanyaku sambil melirik wajah pucat Yesung.

"Kyuhyun, kau dari mana?"

"Aku baru dari makam Kibum. Setelah itu, aku langsung kesini"

"Wookie bukankah kau juga baru dari makam…", belum selesai bicara, omongan manager Yesung dipotong oleh Wookie,,

"Kyuhyun apa kau sudah sarapan. Bagaimana kalau kita sarapan bareng?…"

"Aku sudah sarapan Wookie, kalau kau mau aku temenin untuk sarapan, aku tidak keberatan…".

"Ah.. tidak usah..",

Kenapa Wookie aneh sekali, kenapa dia tiba-tiba memotong ucapan manager itu. Tapi sudahlah,, aku rasa itu tidak terlalu penting. Ah.. aku hampir lupa tujuanku kesini. "Wookie, akhirnya ada orang yang mau mendonorkan jantungnya untuk Yesung!",

"SUDAH TAU!", ucap Wookie dan Manager itu bersamaan, aku pun hanya mempoutkan bibirku saja, ternyata aku yang ketinggalan berita. "Apa kalian tidak penasaran dengan pendonor jantung itu? Bukankah sebaiknya, kita mencari tau siapa orang itu?"

"Untuk apa Kyu? Bukankah saat operasi selesai Dokter akan memberitahunya? Lagipula itu adalah permintaan sang pendonor, kau jangan memaksakan untuk mencari tau siapa pendonor itu", Wookie menjawab pertanyaanku dengan santai.

"Yasudah.. apa aku bisa minta tolong kalian untuk menjaga Yesung. Kebetulan aku ada urusan penting sekarang"

"Ne Manager hyung. Kau tenang saja, aku akan menjaga Yesung. Kalau terjadi apa-apa, aku akan segera menghubungimu",

"Baiklah.. aku permisi dulu…", manager itu pun keluar dari kamar rawat Yesung. Sekarang tinggal kami berdua saja, anggap saja Yesung tidak ada, kan dia sedang tidak sadarkan diri. Hehehe

"Wookie.. Sepertinya kau habis menangis? Kau kenapa?", aku duduk disisi ranjang Yesung sambil memperhatikan wajah Wookie. "Aku tidak kenapa-napa.. Ya! Kenapa kau duduk disitu, cepat turun, ini hanya untuk orang sakit".

"Aku kan tidak mengganggu ketenangannya. Jadi kau tenang saja. Selama dia belum bangun, ada yang ingin aku katakan padamu…", Wookie mengernyitkan alisnya, aku tau dia pasti sangat penasaran. "Apa yang ingin kau katakan?"

"Aku akan melanjutkan kuliah ku diluar negri"

"Mwo?", Wookie menatapku tak percaya, aku mengalihkan penglihatan ku ke lain arah karna aku lemah kalau melihatnya. "Aku tau kau akan terkejut, tapi ini sudah aku pikirkan baik-baik..".

"Pergilah kalau memang itu keinginanmu…", kali ini aku yang terkejut dengan ucapannnya. "Kau mengijinkanku pergi?"

"Aku tidak punya hak apa-apa untuk melarangmu. Lagipula, itu demi kebaikanmu juga kan? Apa hanya itu yang ingin kau katakan padaku?", aku mengangguk dan beranjak turun dari tempat tidur yesung. Aku beralih ke jendela yang ada dikamar itu, suasana taman rumah sakit langsung terlihat dari sini. Aku tidak mengerti kenapa Wookie begitu mudah mengijinkan ku pergi keluar negri. Apa karna sudah ada Yesung yang bersamanya sehingga dia tidak peduli lagi denganku? Saat ini, hanya itu lah alasan yang masuk ke akal ku.

"Kenapa Yesung hyung belum bangun juga?", ku alihkan lagi pandanganku ke Wookie, raut wajah cemas terlukis disana.

"Aku rasa Dokter memberikan obat tidur. Kalau dia bangun, dia pasti akan merasakan sakit dijantungnya…", jawabku seadanya. "Kalau dia sudah sembuh, apa yang ingin kau lakukan bersamanya?", tanyaku agar mengalihkan kecemasannya.

"Aku akan selalu bersamanya sampai dia mati. Aku tidak mau dia meninggalkanku sendiri, dia tidak mungkin meninggalkanku kan Kyu?"

Inilah yang membuatku berat untuk meninggalkan Wookie, aku takut Yesung mengkhianatinya. Tapi, kalau aku tidak pergi, aku tidak sanggup melihat mereka bersama. "Kalau dia menyakitimu, hubungi saja aku. Saat itu juga aku akan langsung ke Korea untuk menghajarnya",

Wookie terkekeh kecil dengan perkataanku. "Gomawo atas perhatianmu. Tapi aku rasa itu tidak akan terjadi, aku yakin akan selamanya bersama dengan Yesung hyung".

_Kyuhyun POV END_

_Ryeowook POV_

"Wookie-ah…" aku mendengar suara lemah memanggilku, ternyata Yesung hyung sudah sadar. "Yesung hyung, kau sudah bangun", aku meraih tangannya dan menggenggamnya erat. "Kenapa kau meninggalkanku?",

"Aku tidak meninggalkanmu Hyung. Aku masih ada disini, kau tenanglah, aku berjanji tidak akan meninggalkamu…", aku tersenyum melihat matanya yang menatapku dengan teduh. "Kau memang tidak meninggalkanku, tapi aku yang akan meninggalkanmu…"

"Sstt… aku punya kabar gembira untukmu Hyung", ucapku semangat.

"apa maksudmu? Kau gembira karna aku sebentar lagi akan mati?", aku memanyunkan bibirku dengan ucapan yang tidak ku suka itu. "Tentu saja tidak. Sekarang dengarkan aku, ada orang yang berbaik hati mau mendonorkan jantungnya untukmu Hyung". Ku berikan senyuman dan antusiasku yang begitu senang, agar dia percaya dengan omonganku.

"aku tidak suka bercanda.."

"Ya! YESUNG! Kau ini bagaimana? Kenapa kau tidak percaya dengan perkataan pacarmu sendiri hah? Kau benar-benar menyebalkan, kalau kau tidak sedang sakit sekarang, kau sudah ku buang ke tempat sampah!",

"Kyuhyun! Hentikan ucapanmu itu!", aku benar-benar tidak habis pikir dengan Kyuhyun, padahal baru beberapa saat yang lalu aku melihat sosok Kyuhyun yang dengan baiknya akan mendonorkan jantung untuk Yesung hyung. Tapi sekarang dia malah menunjukkan sifat amarahnya.

"Sudahlah.. aku keluar saja… kau urus saja namja chingu mu yang menyebalkan itu..",

"Kyuhyun… kau jangan pulang dulu. Tunggu lah didepan..", Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya tanpa melihat ke arahku dan berjalan keluar dari ruangan ini.

"Kenapa dia begitu membenciku?", perhatianku tertuju ke Yesung hyung lagi. "Dia tidak membencimu hyung. Kalau dia membencimu, tidak mungkin dia mau mendonorkan jantungnya untukmu.."

"MWO? Jadi dia orang yang akan mendonorkan jantungnya untukku?"

"Aniyo… tadi aku tidak sengaja memergokinya sedang ada dimakam Kibum. saat berada disana, dia mengatakan kalau dia akan mendonorkan jantungnya untukmu, dia melakukan itu agar aku bisa terus bersamamu Hyung. Untunglah dia tidak mengetahui kalau aku berada disana juga…"

"Lalu… Siapa orang yang akan mendonorkan jantungnya untukku?"

"Kata Dokter, dia salah satu pasien dirumah sakit ini, dia juga tidak mempunyai harapan hidup sama sepertimu. Maka dari itu, dia mau mendonorkan jantungnya untukmu…"

"Apa aku bisa menemuinya?"

"Andwae. Dia merahasiakan identitasnya, Dokter akan memberitahu siapa orang itu setelah operasinya berjalan lancar. Sebaiknya kau istirahat saja Hyung, nanti malam kau akan segera dioperasi?"

"Secepat itu?", aku menganggukkan kepalaku. "Kondisimu sudah semakin memburuk Hyung, begitu juga dengan pendonor jantung. Makanya operasinya dilakukan nanti malam".

"Apa aku bisa disebut seorang pembunuh?", ku elus dengan lembut pipinya yang sebagian tertutup dengan masker oksigen. "Kau bukan pembunuh Hyung… ini sudah takdir kehidupan".

"Wookie-ah… Saranghae… Gomawo sudah selalu ada disaat aku membutuhkanmu"

"Nado saranghae Hyung… Bertahanlah sebentar saja, setelah itu kita akan bersama untuk selamanya. Aku akan selalu bersama denganmu hyung", dengan perlahan aku memeluk tubuh Yesung hyung.

_Ryeowook POV_

_Yesung POV_

Ryeowook memeluk tubuhku yang terbaring lemah ditempat tidur, seandainya aku masih punya tenaga untuk berdiri, aku pasti bisa membalas pelukan dan memberinya kehangatan. "Berjanjilah kau akan bahagia Hyung.. Jangan kecewakan aku"

"Aku akan bahagia jika kau kau ada didekatku"

"Aku akan selalu disisimu Hyung", Kurasakan dadaku sedikit basah, Wookie pasti menangis. Apa tingkah Wookie tidak berlebihan, dia seperti akan ku tinggal untuk selamanya,bukankah nanti malam aku akan melakukan operasi jantung. Entahlah… semoga saja operasi ku berjalan lancar.

Ryeowook melepas pelukannya dan menghapus air matanya. "Hyung… ntah kenapa aku tiba-tiba merindukan Leeteuk hyung".

"Kalau begitu, suruh saja dia datang kemari.."

"Aku tidak mau merepotkannya. Kau tidak keberatan kalau ku tinggal dengan Kyuhyun kan Hyung?"

"Dengan Kyuhyun?"

"Ne… kalau aku pergi bersamanya siapa yang akan menjagamu. Sudahlah… kau tenang saja Hyung, aku tidak akan lama. Aku hanya ingin menemui Hyung ku saja"

Wookie mencium keningku sekilas, kemudian dia sudah pergi meninggalkanku.

_Yesung POV END_

_Author POV_

Ryeowook menemui Kyuhyun yang sedang menunggu diluar. "Sudah selesai bermesraannya?"

"Ck… dasar tukang ngintip. Aku mau pulang sebentar menemui Leeteuk hyung. Tolong jagakan Yesung hyung sebentar".

"Mwo? Dia sudah besar, untuk apa dijaga? Aku tidak mau!"

"Hilangkan sikap egoismu itu. Anggap saja ini permintaan terakhirku"

"Kau ini bicara apa Wookie. Baiklah, tapi segera kembali, Arraseo!".

"Oke… Aku pergi dulu", sebelum Ryeowook pergi, dipeluknya tubuh Kyuhyun, "Gomawo Kyunie… jeongmal saranghae",

"Ya! Sudah pernah ku katakan jangan panggil aku Kyunnie lagi!", Tapi Ryeowook tidak menanggapi perkataan Kyuhyun dan langsung pergi.

`Skip Time` Rumah Ryeowook

"Teukie hyung… Kau ada dirumah kan?", teriak Ryeowook saat sudah berada didalam Rumahnya. "Ne! Hyung sedang didapur sekarang". Ryeowook pun segera berlari menuju dapur.

"Hyung.. aku merindukanmu…" Leeteuk kaget dengan pelukan Ryeowook yang mendadak. "Kau ini kenapa Wookie? Aneh sekali…", Ryeowook melepas pelukannya dan tersenyum manis ke Hyung nya itu. "Aku tidak kenapa-napa. Aku hanya merindukanmu…"

"Oh iya.. bagaimana dengan Yesung?"

"Kondisinya memburuk Hyung… Tapi untunglah ada salah satu pasien dirumah sakit itu yang mau mendonorkan jantungnya untuk Yesung… Kata Dokter, sisa hidupnya juga tidak lama lagi, karna dia tidak mau mati sia-sia karna penyakit, makanya dia mendonorkan jantungnya untuk Yesung hyung".

"Akhirnya doa Hyung terkabul juga. Pasien itu benar-benar baik, dia pasti masuk surga…"

"Kapan operasinya akan dilakukan?"

"Nanti malam. Doakan juga supaya operasinya lancar Hyung"

"Itu sudah pasti. Kau tidak perlu khawatir".

"hyung… aku butuh bantuanmu… Tapi, kau berjanji akan memenuhi permintaanku ini. Kau ingin aku bahagia kan hyung?"

"Tentu saja, hyung pasti akan mengabulkan semua permintaanmu", Ryeowook tersenyum puas dengan jawaban Hyungnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tidak terasa, malam sudah tiba… dan kini sudah waktunya untuk Yesung menjalankan operasi. Tapi dirinya benar-benar tidak merasa nyaman, karna Wookie belum kembali juga kerumah sakit, padahal Wookie berjanji hanya sebentar saja meninggalkan yesung.

"Yesung-ssi… Operasi akan segera dimulai, kami harus membawa anda keruang operasi", ucap Dokter Lee.

"Sebentar lagi Dok, saya ingin bertemu dengan Wookie, saya harus bertemu dengannya sebelum operasi"

"Anda bisa menemuinya setelah operasi selesai…"

"Aniyo… Kyuhyun, tolong hubungi Wookie, suruh dia segera kesini?", Kyuhyun yang sedari tadi terus menemani Yesung akhirnya mengambil ponselnya untuk menghubungi Wookie. Secara kebetulan pula, Leeteuk mengirim SMS ke Kyuhyun.

"Yesung.. Leeteuk hyung, mengirim pesan kepadaku"

"Apa katanya?"

"Kyuhyun-ah.. Hyung dan Wookie sedang berada dijalan menuju rumah sakit. Tapi jalanan sedang macet jadi jangan tunggu kami, suruh Yesung untuk segera melakukan operasi. Kau dengar, sebaiknya jalankan operasi mu sekarang.."

Yesung sedikit tenang saat mengetahui Wookie sedang menuju rumah sakit. "bagaimana Yesung-ssi, apa Anda sudah siap"

Dengan rasa kecewa yang sedikit kecewa, Yesung mengambil keputusannya, "Baik Dok, bawa saya ke ruang operasi. Kyuhyun, kalau Wookie sudah sampai, tolong sampaikan kalau aku mencintainya, sungguh mencintainya…"

"Pasti akan ku sampaikan. Kau berjuanglah… Yesung hyung " Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Yesung. Yesung tersenyum kecil karna baru kali ini dia mendengar Kyuhuyn memanggilnya dengan Hyung, dengan tangan yang gemetar, diraihnya tangan kyuhyun. "Gomawo…"

Setelah itu Yesung pun dipindahkan ke ruang operasi. Dengan susah payah Yesung menelan ludah nya saat sudah dipindahkan ke ruang operasi, begitu banyak peralatan yang menurutnya aneh disitu. Yesung melirik kesamping, dia menemukan sosok yang terbaring tak sadarkan diri juga, tapi Yesung tak begitu jelas melihat wajah orang itu, yang dia tau, orang itu adalah seorang namja. "Dia adalah orang yang mendonorkan jantungnya untuk Anda".

Yesung membulatkan matanya, dan kembali melihat orang yang ada disebelahnya itu. "Apa dia sudah meninggal?"

"Tentu saja belum, tapi kami sudah memberinya obat bius.. makanya dia tidak sadarkan diri. Apa Anda sudah siap, karna sebentar lagi saya akan memberikan anda obat bius juga"

"Silahkan Dok..", Yesung memejamkan matanya, dan Dokter pun sudah siap dengan jarum suntik yang sudah diisi denga obat bius. Perlahan, dokter sudah mengalirkan cairan itu keadalam tubuh Yesung.

Memori otak Yesung seakan memutar ulang kejadian saat dirinya bersama Wookie, mulai dari pertemuan pertama mereka sampai saat dimana mereka terakhir kali bertemu, dan tak lama kemudian yesung pun sudah tak sadarkan diri. 2 team Dokter bedah mulai sibuk dengan pasien mereka yang sedang bertarung dengan nyawa.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Yesung hyung… Aku mencintaimu,, cepatlah bangun… Aku ingin melihatmu tersenyum", Yesung melihat Ryeowook yang sedang berada ditempat yang menurutnya aneh.. Semuanya hanya cahaya putih, begitu juga Ryeowook yang juga menggunakan celana, kemeja, jas dan sepatu berwarna putih.

"Wookie.. kenapa kau ada ditempat seperti ini?"

"Karna aku menyuruhmu untuk bangun. Bangunlah maka kita akan bertemu…", Perlahan Ryewook semakin menjauh dari pandangan Yesung. "Wookie.. Chagiya! Jangan pergi!",

"Wookie!"

"Ya! Kau mengagetkanku saja… Akhirnya kau bangun juga setelah seminggu koma", Yesung terduduk diatas tempat tidurnya, akhirnya dia terbangun dari tidur panjangnya. Tapi Yesung masih bingung dengan keadaan sekitarnya, dia masih ada diruang rawat, dan sekarang haya ada Kyuhyun yang sedang duduk diatas sofa sambil memainkan PSP. "Dimana Wookie?"

"Kau mencari Wookie?", Kyuhyun menghentikan permainannya dengan PSP lalu beranjak mendekati Yesung… "Cepat jawab aku, Dimana Wookie?"

"ckckck… baru bangun sudah langsung mencari Wookie. Memangnya kau tidak merasakan kalau Wookie ada disini juga? Bukalah matamu lebar-lebar dan rasakan apa perbedaanya"

Kyuhyun membuat Yesung bingung setengah mati, Yesung sudah melihat kesana kemari tapi dia tidak menemukan Wookie ada diruangan itu. "Sekali lagi aku tanyakan padamu, diaman Wookie?"

"Dasar, padahal Wookie sangat dekat dengan dirimu, tapi kau tidak menyadari keberadaannya". Dengan malas Kyuhyun meraih telapak tangannya Yesung dan menempelkannya tepat dibagian dada Yesung yang masih diperban. "Wookie ada disini… Dia adalah orang yang mendonorkan jantungnya untukmu!"

Yesung menatap tak percaya ke Kyuhyun. Ditariknya kerah baju Kyuhyun dengan kuat, "Kau jangan main-main denganku Kyuhyun!", Kyuhyun menepis tangan Yesung. "Kau mau percaya atau tidak, itu terserahmu! Tugasku sudah selesai untuk memberitahu mu", Kyuhyun langsung keluar dari kamar rawat Yesung tak lupa juga dia membawa PSP hitamnya itu.

Tak butuh waktu lama setelah Kyuhyun pergi, Yesung sudah mengeluarkan air mata sebanyak-banyaknya. Dia memukul-mukul dadanya, tidak mau meneriman kenyataan yang baru saja kyuhyun sampaikan kepadanya. "Wookie! Kenapa kau tega meninggalkan ku? Bukankah kau sudah berjnji tidak akan meniggalkanku? Kau sudah membohongiku Wookie!"

"Yesung?", manager Yesung yang baru datang terkejut melihat kondisi Yesung yang sedang menangis sejadi-jadinya. "Yesung.. tenanglah.. ini bukan akhir dari segalanya, hidupmu baru dimulai. Wookie melakukan ini karna dia sangat mencintaimu…"

"Kau tidak pernah mengerti perasaanku Hyung. Lebih baik aku saja yang mati! Bunuh aku sekarang Hyung!"

"Yesung, kalau kau mati sekarang, Percuma saja Wookie mendonorkan jantungnya untukmu. Dia sudah mengorbankan nyawanya untukmu, kau harus merawat tubuhmu dengan baik sekarang. Lagipula, Hyung yakin, Wookie punya alasan mengapa dia sampai melakukan ini untukmu.."

"Bawa aku kerumah Wookie sekarang Hyung!", pinta Yesung disela tangisannya.

"tapi kau baru sadar dari Koma.. kau masih lemah Yesung!"

"Aku mohon Hyung! Bawa aku pergi dari sini. Aku muak!"

"Ba..baiklah…", Manager yesung tidak berani menolak permintaan Yesung kalau sudah emosi seperti saat ini.

_Author POV END_

_Yesung POV_

Akhirnya aku sampai didepan rumah Wookie. Aku menyuruh manager hyung untuk menunggu dimobil. Ku beranikan diriku untuk menekan bel. Tak lama seseorang membuka pintu, dan orang itu adalah, Leeteuk hyung.

"Ye… yesung? Kau sudah sadar? Mari masuk..",

Tanpa mengeluarkan satu katapun, aku menerima ajakan Leeteuk hyung untuk masuk. "Silahkan duduk…", aku duduk tepat disamping Leetuk hyung.

"Kapan kau keluar dari rumah sakit?"

"Baru hari ini… Leeteuk hyung, aku ingin bertemu dengan Wookie, apa dia ada dirumah, aku merindukannya..", semoga saja pertanyaanku ini dijawab dengan baik oleh Leeteuk hyung.

"Yesung.. aku rasa Kyuhyun sudah memberi tahu mu yang sebenarnya terjadi",

"Kenapa kau membiarkan dongsaengmu mati karna aku Hyung? Aku tau kau pasti tau saat Wookie mau mendonorkan jantungnya untukku? Kenapa ku tega membiarkan Wookie pergi? Kau ini Hyungnya kan?" baru kai ini aku membentak Leeteuk hyung, tapi aku tidak akan melakukannya kalau ini semua tidak terjadi. Aku merasa diperlalukan seperti orang bodoh.

"Aku juga tidak mau ini terjadi Yesung. Wookie itu adik ku satu-satunya. Aku menerima permintaan Wookie karna aku sangat menyayanginya Yesung!"

`FLASH BACK`

"hyung… aku butuh bantuanmu… Tapi, kau berjanji akan memenuhi permintaanku ini. Kau ingin aku bahagia kan hyung?"

"Tentu saja, hyung pasti akan mengabulkan semua permintaanmu", Ryeowook tersenyum puas dengan jawaban Hyungnya.

"Tolong berikan surat ini pada Yesung hyung saat Yesung hyung selesai operasi"

"Kenapa tidak kau saja yang langsung memberikannya…",

"Tidak bisa Hyung… Karna pada saat itu, aku sudah tidak berada disini lagi… Karna sejujurnya, aku lah pendonor jantung itu",

PRAAAANK

Semua piring kotor yang tadi dipegang Leeteuk jatuh sampai tak berbentuk lagi, itu semua terjadi karna perkataan Ryeowook, dongsaengnya.

"Kau gila Wookie"

"Tidak hyung. Ini semua sudah aku pikirkan dengan baik-baik. Kalau aku tidak mendonorkan jantungku, maka Kyuhyun yang akan melakukan itu. Aku tidak mau kehilangan Kyuhyun, dia sahabatku, selama ini aku sudah banyak merepotkannya, jadi tidak akan ku biarkan dia berkorban demi aku. Kalau aku tidak menolong Yesung hyung, bagaimana dengan nasib anak panti asuhan yang selama ini diasuhnya? Yesung hyung sangat menyayangi anak-anak panti asuhan itu hyung. Aku tidak mau melihat anak panti asuhan itu kehilangan masa depannya hyung. Hyung… aku mohon… ijinkan aku melakukan ini.. kau sudah berjanji akan mengabulkan semua permintaanku, kau harus menaptinya Hyung…"

"Apa kau tidak sayang dengan hyung Wookie? Apa kau tidak sayang dengan kedua orang tua kita?"

"Aku sangat mencintai kalian semua hyung… Aku mohon jangan paksa aku untuk merubah keputusan ini hyung,,, biarkanlah aku berkorban demi Yesung hyung, hyung… Biarkanlah aku menunjukkan cintaku dengan cara yang berbeda hyung. Aku mohon, selama ini aku selalu menuruti semua permintaanmu hyung.. sekali ini saja, hanya ini permintaanku… Kalau hyung tidak mengijinkanku,, lebih baik kita akhiri hubungan persaudaraan kita hyung. Aku tidak akan mau menganggapmu Hyung ku lagi"

Leeteuk mengelus kepala Ryeowook dengan rasa sayang. Dengan berat hati, Leeteuk mengangguk kan kepalanya… "Gomawo hyung.. Jeongmal Gomawo! Kau hyung yang terbaik yang pernah ku miliki. Aku akan selalu ada disisi mu hyung, percayalah itu. Aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan melindungimu dari sana…" Leeteuk memeluk dongsaeng tercintanya untuk yan terakhir kalinya itu. Sungguh… ini perpisahan yang sulit…

`FLASH BACK END`

Aku tak sanggup menahan air mataku mengdengar cerita Leeteuk hyung. Tak ku sangka Wookie yang akan mengorbankan nyawanya hanya untuk menolong orang sepertiku.

"Ini surat dari Wookie untukmu… Bacalah", Lleteuk hyung memberiku selembar kertas.

Satu persatu lipatan kertas itu ku buka.. dan air mataku mengalir semakin deras saat membacanya…

Yesung hyung.

Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.

Aku disini. Aku akan selalu disini.

Didalam hatimu.

Aku mencintaimu Yesung hyung.

Aku bersungguh-sungguh. Bahagialah.

Aku memegang jantungku, bukan… lebih tepatnya jantung Wookie. Ku pejamkan mataku dan merasakan detakan jantung itu.. Aku bisa merasakan Wookie bersamaku sekarang.. karna jantung yang masih berdetak ini adalah miliknya…

"Yesung, neo gwaenchanayeo?" aku kembali membuka mataku.

"Ne hyung.. maaf kalau aku tadi sempat memarahimu.. mulai sekarang, aku akan mencoba menerima kenyataan ini hyung. Aku tidak akan mengecewakan wookie yang sudah mengorbankan hidupnya untukku.. Tolong bantu aku Hyung…"

Leeteuk hyung ikut menangis bersamaku. "Jaga jantung itu baik-baik Yesung… ", aku mengangguk.

_Yesung POV END_

SEBULAN KEMUDIAN

_Author POV_

Yesung meletakkan sepaket bunga mawar yang dibawanya didepan batu nisan Ryeowook,. Yah… sekarang Yesung sedang berada didepan makam Ryeowook, lebih tepatnya lagi, makam Ryeowook tepat berada disamping makam Kibum.

"Apa kau bahagia disana Wookie? Kalau kau bahagia, aku juga bahagia. Selama jantungmu ini masih berdetak, aku yakin kau pasti bahagia disana… Dan selama jantungmu masih berdetak ditubuhku, aku akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik.. kau tahu, sekarang semakin banyak tawaran untuk main drama yang datang kepadaku. Aku mensyukuri semua itu Wookie.. ini semua berkat.. Gomawo.. Saranghaeayo Wookie-ah"

"Nado saranghae Yesung hyung"

Yesung merasakan kalau ada seseorang yang sedang mengecup pipi kanannya. Yesung pun menoleh kekanan… dan dilihatnya sosok yang sangat dirindukannya saat ini, sosok itu tersentum manis ke Yesung. "Aku akan selalu ada disini Hyung" sosok itu menyentuh dada yesung. Yesung hanya tersenyum, saat yesung mau menggenggam tangan yang sedang menyentuh dadanya itu… sosok yang dirindukannya pun menghilang perlahan.

"Gomawo Wookie…"

Diwaktu yang sama tapi ditempat yang berbeda. Kyuhyun sedang duduk di kursi panjang yang ada disebuah bandara. Kyuhyun sedang menanti keberangkatannya menuju paris, dia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan Korea, itulah janjinya.

"aish.. kenapa lama sekali? Aku sudah 1 jam menunggu disini tapi kenapa belum ada pemberitahuan! Menyebalkan!", Kyuhyun mengeluarkan PSP nya dan mulai memainkannya untuk menghilangkan bosannya.

"Syukurlah aku tidak ketinggalan pesawat.. huft.. lelahnya…"

Baru saja Kyuhyun mulai permainannya, dia sudah mematikan PSP nya dan memandang heran ke orang yang ada disampingnya.

"Apa lihat-lihat? Tidak pernah melihat namja semanis aku yah?",

Kyuhyun tersenyum dengan omelan namja itu. 'sama persis dengan Wookie', gumamnya dalam hati

"kau mau kemana?", tanya Kyuhyun sok akrab.

"Aku mau ke paris. Aku akan melanjutkan kuliah disana…"

"Hwa.. kebetulan sekali, aku juga mau melanjutkan kuliah disana… Kenalkan, Kyuhyun imnida…", Kyuhyun mengulurkan tangannya, dengan malu-malu namja itu menerima jabatan tangan Kyuhyun.

"Lee Sungmin imnida.. Kau bisa memanggil ku Minnie",

"Minnie? Lucu sekali. Sama seperti wajahmu", Kyuhyun mengecup punggung tangan namja itu. Sedangkan namja yang bernama Minnie itu hanya mematung dengan perlakuan Kyuhyun, tapi terlihat jelas kalau wajahnya sudah merona sekarang.

Sepertinya Kyuhyun sudah menemukan pengganti Wookie dihatinya, dia sudah jatuh cintan dengan namja manis yang baru pertama kali dijumpainya. Tapi bagaimanapun, tidak ada yang bisa menggantikan posisi Wookie sebagai sahabat terbaiknya…

`END`

#gubrak… kenapa endingnya begini.. gak seru banget yah? Author yakin banyak banget Readers yang kecewa..

Karna beginilah cara Author untuk mempersatukan YeWook.. #cara yang aneh…

Mohon maafkan Author, namanya juga Author abal, jadinya begini deh..

Dan maaf juga kalok alurnya ngebingungin dan aneh.. Author juga bingung soalnya… hehehe

OKE.. FF ini asal usul nya dari FMV ini… Jadi, kalian yang udah baca FF ini harus liat Video ini yah!

watch?v=0581IhDyOMA

Jujur… videonya lebih nyakitin lagi daripada FF ini…

Sekarang tibalah saatnya untuk Readers mencaci maki Author #baru kali ini ada Author yang minta dicaci maki XD

Okelah.. riview yah…