What are you in my life?
Disclaimer: Harvest Moon punya Natsume
Genre: Romance/ family/friendship/humor (sedikit, atau gak ada sama sekali xD)
Rated: T
Chapter 3
Gretel's POV
Cuit… Cuit…
Bunyi burung-burung yang berterbangan di atas rumahku. Kubuka mataku perlahan, hal pertama yang aku lihat adalah sinar matahari yang mengintip dari jendela. 'Hah… sudah pagi' desahku. Teringat kembali perkataan Ivan kemarin saat di jalan.
"Untuk jawaban dari pertanyaanmu… Ya, Aku suka… bukan, aku cinta."
'Apakah Freya menyatakan cinta pada Ivan?' kugelengkan kepalaku. 'Mikir apa aku ini, memang kenapa kalau Freya menyatakan cinta padanya?' "Guk! Guk! Guk!" gonggongan Cupcake menyadarkanku pada alam nyata.
"Hey Cupcake!" kubelai bulu halus Cupcake, dan beranjak ke kamar mandi bersiap-siap.
…
Setelah keluar dari kamar mandi. Kudengar Cupcake menggonggong dari arah luar halaman, pertanda kalau Cupcake sudah mulai bekerja. 'Hmm… hari ini aku masak apa ya?' beranjak dari tempatku berdiri menuju dapur untuk melihat persediaan makanan. 'Sepertinya Dirk tidak akan senang pagi ini, karena aku cuma memiliki sayuran.' Aku ber-sweatdrop ria. "Oke, aku akan masak Pasta Salad!" ucapku girang. Ya, aku sangat suka memasak. Ibuku sangat pandai memasak. Ibu selalu mengajariku bagaimana cara memasak, karena aku putri satu-satunya yang ia miliki.
TOK! TOK! TOK! TOK! TING! (suara ciri khas Harvest Moon masak xD)
"Yap selesai!" Ucapku dengan kegirangan. Kumasukan masakanku ke dalam bento, dan kulirik jam tanganku. "Wah, sudah jam 06:30. Ivan berangkat kerja jam 07:00 aku harus segera berangkat." Kugenggam erat bento yang aku buat dan melesat keluar rumah. "Cupcake aku pergi dulu, jaga rumah ya!" Teriakku pada Cupcake yang dibalas dengan gonggongan ciri khasnya.
Di perjalanan aku melihat Lloyd sedang berjongkok ditepi sungai #plaak (Err, maksudku berdiri ditepi sungai). Lloyd adalah tetanggaku yang rumahnya paling dekat denganku. Pekerjaannya sebagai saudagar yang membuatnya sering berkeliling keluar kota. "Selamat pagi Lloyd!" kulambaikan tanganku dengan semangat. "Pagi." Jawab Lloyd dengan datar. Lloyd memang sedikit angkuh dan dingin, tapi aku yakin dia adalah orang yang baik. Aku berusaha ingin membuatnya tidak dingin padaku. Apalagi dia tetangga yang paling dekat dengan rumahku. Kalau aku butuh apa-apa secara mendadak, cuma dia yang bisa menolongku dengan segera'kan?
Kulangkahkan kembali kakiku menuju rumahnya Ivan dan Dirk. Setelah tiba, kubuka pintunya dengan kencang. "Selamat pagi semua! Aku bawa makanan!" Teriakku dengan kencang. "Selamat pagi Gretel." Balas Ivan dengan senyum yang mampu membuat jantungku berdegup kencang. "Pagi Gret!" balas Dirk.
"Dirk? Tumben udah bangun? Dan JANGAN PANGGIL AKU GRET! Kesannya kamu manggil aku REGRET! Aku bukan penyesalan tau!"
"Suka-suka aku dong manggil kamu apa. Bweeh!" Dirk menjulurkan lidah kearahku.
TWTCH! Empat sudut muncul diatas kepalaku.
"Emangnya kamu mau aku panggil DICK? Heh?"
TWITCH! muncul perempatan di kepala Dirk. Mulailah kami adu mulut (jangan mikir aneh2! xD).
Ivan yang melihat kami bertengkar hanya bisa sweat drop. "Hey sudahlah, ayo sarapan. Nanti kita bisa terlambat bekerja." Kata Ivan menghentikan pertengkaran kami dengan sabar. Mungkin dia sudah terbiasa mengurus murid-muridnya yang sering bertengkar.
"Oh iya! Betul juga. Hari ini aku memasak Pasta Salad!" kataku dengan senyum sumringah karena melihat empat sudut dikepala Dirk muncul berlipat ganda. "Tidak bisa'kah kau memasak selain rumput?" teriak Dirk sambil menujuk-nunjuk kearah bento yang kubawa. "Huh, sayuran itu bukan rumput tau! Lagi pula ini'kan sehat." Jawabku sambil membuka bento yang kubawa, membaginya ke tiga piring.
"Uuh…" erang Dirk. Melihat wajah Dirk yang menghijau membuatku merasa iba juga. "Sudahlah, makan saja. Kalau kamu menghabiskannya, aku janji nanti malam aku buatkan Cream Croquette. Bagaimana?" tanyaku. "YOSH! Oke… aku habiskan semuanya." jawab Dirk sambil mengangkat garpunya dengan semangat. "Tapi awas aja kalau kamu tidak menepati janjimu!" raut mukanya menjadi seram. Cream croquette adalah makanan kesukaan Dirk. Dia tidak akan bisa menolak jika ada seseorang yang memberikannya Cream croquette. Saat sedang marahpun akan segera dimaafkan jika kita memberinya Cream croquette. "ITADAKIMASU~" kami bertiga serempak mengatupkan kedua tangan kami.
"Huh, kenapa Lloyd masih dingin begitu ya terhadapku?" tanyaku sambil memakan Pasta Saladku. "Memangnya aku salah apa sih?"
"Mungkin karena kamu jelek!" jawab Dirk.
TWITCH! 'Haah! Sabaar… sabaar…' batinku, menenangkan diri.
"Kamu masih berusaha mendekati Lloyd?" Tanya Ivan dengan nada kecewa. Tunggu… kecewa? Hahahaha… tidak mungkin'kan dia kecewa?
"Tentu saja, aku yakin kok kalo Lloyd itu orang yang baik." Jawabku.
"Begitu ya? Yah… semoga saja dengan kehadiranmu sifatnya bisa berubah."
Aku menaikan satu alisku tidak mengerti. Kuanggukan kepalaku sebagai jawaban.
…
"GOCHISOUSAMA~" kami meletakan piring kotor ke wastafel. Ivan melirik jam tangan hitam yang melingkar di tangan kanannya.
"Jam 07:00. Aku berangkat dulu ya. Dirk, jangan terlambat ke Zephyr Café. Jangan sampai kena marah Joan lagi." Kata Ivan berjalan menuju pintu keluar.
"Iya, iya… jangan cerewet. Cepat sana jalan, nanti Freya nunggu kelamaan." Jawab Dirk dengan ketus. Ivanpun terkekeh dan segera pergi. Tempat Freya bekerja searah dengan tempat Ivan bekerja. Mereka selalu berangkat dan pulang bersama-sama. Terkadang hal itu membuatku sesak. 'Ah, aku jadi teringat lagi perkataan Ivan kemarin' batinku sedih.
Melihat raut wajahku yang berubah, Dirk mendekatiku. "Kenapa wajahmu cemberut begitu?" sadar akan perubahan sikapku. Cepat-cepat ku menjawab. "E-eng-engga k-kok… lihat nih, aku senyum." Kata ku dengan senyuman yang sangat asem -?- manis. "Su-sudah dulu yah… aku mau lihat keadaan ternakku. Daah.." kataku sambil berlari salah tingkah.
"Dasar aneh…" desis Dirk.
.
.
.
TBC
Hai semua… ini chapter ke-3. Sejauh ini baru dapat sedikit review. Btw, karena aku masih baru… kasih tahu dong apa itu AU, RnR, OC, OOC dan istilah lainnya, Kalo POV itu Point of View kan? Gomen kalo salah. Review please?
To:
Aprilia Nurul Arifah: Terima kasih banyak mau membaca fic pertamaku. Dibuat cerpen? Di kelas aku memang jadi seksi kreatifitas, mungkin bisa dipikirin kapan-kapan. ^_^
