What are you in my life?

Disclaimer: Harvest Moon punya Natsume

Genre: Romance/family/friendship/humor (sedikit, atau gak ada sama sekali xD)

Rated: T

Chapter 5

Ivan's POV

Aku merasa ada seseorang yang menarik-narik helai rambutku, membuatku tersadar dari lamunanku.

"Hey Ivan, apakah kamu tidur?" tanya seseorang wanita. 'Sepertinya aku familiar dengan suara ini.' Ku ambil buku yang menutupi mukaku, yang pertama kali kulihat adalah wajah seorang gadis yang menjadi topic utama di hatiku. Kumembelalakan mataku terkejut dan merasakan pipiku mulai memanas menyadari jarak antara muka kami yang terlalu dekat.

"Gretel!" kataku seraya bangkit dari posisi tidurku dengan cepat.

DUAK!

"Ouch!"

"Aw!"

Kepala kami terbentur. Kupegang dahiku yang terasa sakit, dapat kulihat Gretel melakukan hal yang sama.

"M-maaf Gretel… kamu tidak apa-apa?" tanyaku, masih mengusap dahiku yang sepertinya memerah.

"Tidak apa-apa. Maafkan aku juga membuatmu terkejut." Jawab Gretel, masih memegang dahinya.

"Omong-omong ada perlu apa kamu kesini?" tanyaku pada Gretel.

"Tadi pagi aku janji sama Dirk masak Cream croquette, jadinya aku kesini…" kata Gretel sambil mengangkat bento yang dibawanya. "Aku kira Dirk sudah pulang, karena aku melihat pintu depan rumahmu terbuka. Maaf aku lancang masuk ke rumahmu, habisnya tadi saat aku mengetuk pintu tidak ada yang menjawab. Ku kira ada maling masuk kesini, saat aku masuk aku melihatmu disini." kata Gretel panjang lebar. Aku terkekeh perlahan, sifat polos Gretel inilah yang paling kusukai.

"Iya, aku ingat kamu menjanjikan Cream croquette pada Dirk tadi pagi." Jawabku tersenyum manis. Kulihat semburat merah muncul dipipi Gretel. Tunggu… apakah aku salah lihat? Dia'kan hanya menganggapku seorang kakak.

Gretel menggeleng-gelengkan kepala, "Omong-omong, kamu sedang apa?" tanya Gretel.

Aku mengangkat buku yang kupegang, "Membaca ini…"

"The Human Body." Gretel membaca judul buku yang aku pegang. "Wow…kamu selalu membaca buku-buku seperti ini?" mendengar pertanyaan itu membuatku terkekeh.

"Seperti yang kau lihat… ayahku meninggalkan perpustakaan kecil ini untuk kami. Semuanya berisi pendidikan. Dirk sangat jarang membacanya, jadi aku yang membaca dan menceritakan semua isi buku yang kubaca. Aku adalah kakaknya, jadi akulah yang harus membesarkannya. Aku satu-satunya orang yang dimiliki Dirk, setelah orangtua kami pergi."* aku terdiam dan menundukkan kepalaku.

Gretel datang mendekat dan memegang pundakku dengan lembut, otomatis kudongakkan kepalaku menatap matanya. "Aku mengerti pasti itu sangat sulit bagimu." Kata Gretel, dengan senyum yang menenangkan. Mendengar itu membuatku tersenyum.

"Jujur… aku sangat iri dengan Dirk." Lanjut Gretel. Aku menaikkan satu alisku bingung. "Dia masih sempat merasakan kasih sayang seorang ayah, bahkan dia memilikimu yang dapat menggantikan keberadaannya. Dimata Dirk, kamu adalah sosok seorang ayah, ibu, dan kakak." Gretel menghela nafas.

"Aku tidak pernah merasakan kasih sayang yang seperti itu." Mata Gretel mulai berkaca-kaca. Reflek aku memeluk Gretel. Dapat kurasakan tubuh Gretel membatu dipelukanku. "Gretel… kamu juga memiliki aku." Gretel mulai relax didalam dekapanku.

"Bolehkah aku menganggapmu sebagai figure seorang ayah?" tanya Gretel penuh harapan.

DEG!

'Tidak… jangan lagi!' jerit batinku. Aku mendesah perlahan, kutatap mata Gretel yang masih berkaca-kaca menanti jawaban yang akan keluar dari mulutku. 'Tidak mungkin aku menolaknya.' Aku mendesah lagi. "Terserah Gretel saja." Jawabku sambil tersenyum. Mendengar jawabanku senyuman Gretel mengembang, dan memelukku dengan erat. Aku yakin pipiku sudah memerah lagi sekarang.

"Terima kasih Ivan! aku sayaaaang~~ sekali padamu." Kata Gretel, membuat mukaku memerah mengalahkan kepiting rebus.

CKLEK!

Pintu depan rumahku terbuka.

"Uuh… apakah aku mengganggu sesuatu?" tanya Dirk yang masih memegang gagang pintu.

Mukaku dan Gretel merah padam. Cepat-cepat kulepaskan pelukan Gretel, dan Gretel melakukan hal yang sama. "E-engga k-kok e-ngga ada apa-apa." Jawab kami bersamaan dengan intonasi yang cepat.

"O-omong-omong…." Gretel mengambil kotak bentonya lagi. "A-aku kemari m-membawakanmu i-ini!" kata Gretel terbata-bata dengan semburat merah dipipinya. Gretel menyodorkan kotak bentonya. "I-ini C-cream croquette yang k-kujanjikan!"

"SWEET! Thanks Gret!" balas Dirk dan mengambil bentonya. Mulutnya membuntuk huruf 'w'. "B-baiklah aku pergi dulu! Daah…" Gretel segera pergi.

"Eh? Tidak makan malam disini?" tanya Dirk. Tapi sudah terlambat, Gretel sudah meninggalkan rumah ini. Dirk menoleh kearahku, sebuah seringaian terlukis dibibirnya.

"Jadi…" kata Dirk, masih menyeringai.

"Apa yang terjadi saat aku tidak ada?" tanya Dirk lagi-lagi menyeringai.

DEG! Tubuhku membatu.

"Ayolah ceritakan padaku apa yang tadi terjadi." Kata Dirk lagi. 'Anak ini memang jahil sekali!' batinku.

"Hahahaha…." Aku tertawa gugup. "Apa maksudmu? Cerita apa?"

"Tentu saja tentang yang kau lakukan bersama Gre-"

"Oh lihat sudah jam berapa! Saatnya makan malam! Aku masak dulu." Kataku cepat memotong pembicaraan Dirk dan segera berlalu ke dapur.

Ivan's POV end

Gretel's POV

Aku sedang duduk diatas karpet biru, bersandar pada kaki meja makan. Kudekap Cupcake dipelukanku dengan erat.

"Cupcake~~~ hari ini aku senang sekali~~ tadi Ivan memelukku!" Ucapku kegirangan sambil menaik turunkan Cupcake digendonganku.

"Guk!" balas Cupcake.

'Bolehkah aku menganggapmu sebagai figure seorang ayah?' Tiba-tiba melintas dipikiranku. Aku mematung.

"Gretel! Dasar bodoh! Kenapa kamu harus berkata seperti itu sih?" kataku pada diri sendiri sambil membentur-benturkan kepala belakangku di kaki meja yang kusandari. "Bodoh! Bodoh! Bodoh!" kataku pada diri sendiri lagi. "Aw!" Kugosok-gosokan tanganku kekepalaku yang mulai sakit.

"Haaah…" desahku. Melepaskan Cupcake dari pelukanku, dan beranjak melihat kalender.

"Dua hari lagi bazaar, eh?" kataku sambil menunjuk tanggal yang sudah kuberi tanda 'B'. "Sebaiknya besok aku mempersiapkan barang-barang yang akan kujual…" kataku sambil beranjak ke tempat tidur.

.

.

.

TBC

Hai semua! xD ini chapter ke-5. Masih sedikit review yang kudapat… x(. aku baru seminggu main Harvest Moon: Grand Bazaar, dan langsung senang dengan pairing Ivan xGretel :D

To:

Daisy-chan: yea, you're right. But I believe in the end every person in the world will meet their true love story. And thank you for keep reading my fic… I hope you like this one too… :D