What are you in my life?
Disclaimer: Harvest Moon punya Natsume
Genre: Romance/family/friendship/humor (sedikit, atau gak ada sama sekali xD)
Rated: T
Chapter 6
Gretel's POV
Kubuka mataku perlahan, kulirik jam weker di samping tempat tidurku. "Jam 06:00…" gumamku. Menolehkan kepalaku melihat jendela, tidak ada sinar cahaya yang masuk seperti biasanya. 'Sepertinya hari ini mendung.' Kataku dalam hati seraya beranjak dari tempat tidur menuju jendela. Kubuka tirai jendela dan melihat ke langit. "Waah… mendungnya lebat sekali? Padahal hari ini aku ingin mengumpulkan barang-barang yang akan aku jual di bazaar besok."
Aku menghela nafas, "Hah… semoga saja tidak hujan. Sepertinya hari ini aku harus mengurus sapi-sapiku sendiri." Aku berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.
…
Setelah selesai mandi, Cupcake menggonggong tanda lapar dan berlari ketempatku berdiri. Aku terkekeh dan berlutut untung mengelus kepala Cupcake. "Kau lapar Cupcake? Kau lapar?" kataku pada Cupcake dengan suara yang kubuat-buat seperti bayi. Aku berdiri dan berjalan untuk mengisi tempat makan Cupcake, Cupcake mengekor padaku. Setelah kuisi sampai penuh, kulihat jam tangan yang kukenakan. "Jam 06:30… Saatnya memberi makan ternak."
Aku melemparkan rumput-rumput segar ke dalam feed boxes, lalu menyikat semua sapi dan dombaku. Kulihat jam tanganku lagi, "Whoa! Jam 07:15, aku belum memasak untuk sarapan!" Segera aku berlari ke dapurku, "Masak yang cepat apa ya?" gumamku, tanganku mengacak-acak isi kulkas. "Telur mata sapi saja deh." Kukeluarkan beberapa butir telur dari kulkas, mencuci tanganku dan mulai memasak.
Gretel's POV end
Ivan's POV
Kurasakan badanku lemas, dan kepalaku pusing. Semalam aku tidak bisa tidur, karena bayangan akan perkataan Freya dan apa yang kulakukan dengan Gretel kemarin terus menghantuiku. Aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, kulihat pantulan wajahku yang sedikit pucat pada cermin yang tergantung di dinding diatas wastafel. Kutempelkan telapak tangan kananku pada keningku untuk mengukur temperature tubuhku, 'Hangat…' kataku dalam hati. Untuk memastikan, aku mengambil thermometer yang berada di kotak obat dan menaruhnya dimulutku. "37,6 derajat Celsius." Gumamku membaca tulisan yang tertera pada thermometer. "Semoga saja tidak bertmbah parah." Lanjutku dan segera bersiap-siap menjalani hari.
Setelah selesai berpakaian, aku berjalan menuju dapur dan melihat Dirk. Menyadari keberadaanku, Dirk menghampiriku dan berkata. "Ivan, kau kenapa? Mukamu pucat." Tanya Dirk padaku, wajahnya penuh kekhawatiran. Aku tersenyum dan mengusap kepala adikku, "Jangan pasang muka seperti itu. Aku tidak apa-apa, hanya kurang tidur itu saja." Kataku meyakinkan Dirk, aku tidak mau membuat Dirk khawatir.
"Kau yakin? Lebih baik kau istirahat saja hari ini." Kata Dirk lagi.
"Iya, aku tidak apa-apa. Lagipula hari ini aku hanya mengajar Cindy dan Lauren." Setiap hari Jum'at aku selalu mengajar Cindy dan Lauren.
"Tapi-" Dirk mulai berbicara lagi. Tetapi cepat-cepat aku menambahkan, "Omong-omong Gretel belum datang'kah?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.
CKLEK!
Tiba-tiba pintu depan rumah kami terbuka, dan muncullah seseorang yang barusan aku tanyakan.
"Maaf aku terlambat, hari ini mendung sekali… jadi aku yang mengurus Sapi dan dombaku." Kata Gretel sambil membawa bento seperti biasa dan menaruhnya dimeja dengan wajah ceria.
'Sepertinya dia sudah melupakan kejadian kemarin' kataku dalam hati.
Gretel berbalik dan menatapku, wajahnya sedikit terkejut saat melihat keadaanku.
"Ivan, mukamu pucat! Kau sakit?" tanya Gretel seraya berjalan mendekat kepadaku.
"A-aku b-b-baik-baik s-s-saja." Kataku sedikit gugup dengan jarak kami yang semakin mendekat. Gretel mengulurkan tangannya kewajahku, reflek kupejamkan mataku sampai kurasakan sesuatu menyentuh dahiku.
"Sepertinya kau demam, badanmu panas." Kata Gretel, tangan kanannya menempel di dahiku dan tangan kirinya berada di dahinya. Pipiku terasa panas menyadari dekatnya wajahku dengan Gretel. Melihat wajahku yang seperti kepiting rebus, Gretel menjadi panic.
"Whoa! Ternyata demammu lebih parah dari yang aku duga." Kata Gretel panic. Cepat-cepat aku melepaskan diri dari Gretel. "A-aku t-tidak apa-apa G-Gretel, hanya perasaanmu saja." Jawabku sambil tersenyum.
"Tapi badanmu pa-" sebelum Gretel menyelesaikan kalimatnya, aku mengusap kepala Gretel seperti yang kulakukan pada Dirk tadi. "Gretel, aku tidak apa-apa. Hari ini aku hanya mengajar Cindy dan Lauren, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
Gretel menatapku sebentar lalu tersenyum manis, "Baiklah, tapi hari ini jangan memaksakan dirimu."
"Oi, Gretel!" panggil Dirk. Gretel menoleh, "Ya?" jawab Gretel.
"Segitu bencinyakah kau padaku?" tanya Dirk sambil memegang bento yang sudah terbuka.
"Eh? Kenapa?" tanya Gretel, ekspresi bingung terlukis diwajahnya.
"Kamu memasak TELUR MATA SAPI? Sudah berapa kali aku bilang aku tidak suka telur! Kenapa kamu selalu memasak makanan yang kubenci, hah?" teriak Dirk membuat telingaku berdenging.
"Ah! Maaf aku lupa, tadi aku sudah bilang… aku sangat sibuk pagi ini. Daripada terlambat lebih baik aku memasak makanan yang cepat matang. Aku benar-benar lupa, maafkan aku…" Kata Gretel seraya mengatupkan kedua tanganya meminta maaf. Aku hanya terkekeh melihat ritual mereka berdua setiap pagi.
…
Aku tidak menghabiskan sarapanku. Bukannya tidak enak, hanya saja aku sedang tidak berselera. Aku bangkit dari kursi meja makan dan beranjak kepintu depan. "Aku berangkat dulu…" kataku dan segera berlalu sebelum Gretel dan Dirk bisa mencegahku. Saat aku akan berbelok kearah rumah Cindy dan Lauren, aku berpapasan dengan Freya. Wajahnya terlihat terkejut melihatku, entah karena wajahku yang terlihat sakit atau memang dia tidak ingin bertemu denganku.
"Ivan? Kau baik-baik saja?" tanya Freya.
"Iya, aku baik-baik saja." Kataku tersenyum meyakinkan kalau aku baik-baik saja walau nyatanya aku sedang tidak baik-baik saja. "Maaf, aku harus pergi." Lanjutku berjalan melewatinya sebelum Freya memegang lenganku mencegahku pergi.
"Tunggu dulu Ivan, aku ingin meminta maaf atas kelancanganku berkata-kata seperti itu kemarin." Kata Freya dengan muka yang bersalah.
"Tidak apa-apa Freya, aku mengerti. Maafkan aku juga karena langsung pergi meninggalkanmu begitu saja kemarin." Jawabku.
"Jadi… kau tidak marah padaku?" tanya Freya lagi. Aku tersenyum, "Tentu saja tidak, kamu adalah sahabatku yang paling berharga. Mana mungkin aku marah padamu." Mendengar jawabanku Freya tersenyum dan memeluk lenganku. Membuatku salah tingkah.
"Uh… aku harus pergi, aku sudah terlambat untuk mengajar." Kataku, dan Freya melepaskan tanganku.
"Hahaha… maaf aku menghambatmu." Ucap Freya seraya menjauh dariku dan mulai berjalan meninggalkanku.
"Oh ya…" kata Freya seraya menghentikan langkahnya dan menoleh padaku. "Hari ini… jangan telalu memaksakan dirimu." Lanjutnya dan langsung berlari pergi.
Aku tersenyum. Ternyata, memang tidak ada yang dapat aku sembunyikan dari Freya. Aku segera menuju tempatku mengajar.
…
Aku membuka pintu keluar dari kediaman rumah keluarga Isaac setelah selesai megajar Cindy dan Lauren.
"Hosh… Hosh… Hosh…" suara nafasku.
'Gawat… demamku naik. Seharusnya tadi aku mengikuti sarannya Dirk.' Kataku dalam hati seraya memegang dahiku yang terasa panas. Aku berjalan merapat pada dinding disebelah kiriku, sebelum pada akhirnya kepalaku terasa ringan dan kegelapan memenuhi pandanganku. Hal terakhir yang kudengar adalah bunyi langkah seseorang yang mendekat padaku dan memanggil namaku.
.
.
.
TBC
Konnichiwa minna-san… sebenernya aku pengen update ini kemarin tapi badanku juga sedang tidak enak, makanya terinspirasi buat chapter seperti ini… hehehe xD. Oh iya, klo ada yang penasaran kenapa Gretel selalu datang setiap pagi membawa sarapan… itu karena setiap aku main HM: GB aku selalu membawa makanan untuk mereka setiap pagi xD. Review please? m(_._)m
To:
Aimiera: Boleeeh dong… xD. Iya, aku suka Ivan gara-gara orangnya ramah banget dan sikapnya itu dewasa… hehehe. Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi Review… xD semoga Aimiera-chan suka dengan chapter yang ini.
Daisy-chan: haha… yeah, I guess Gretel need to be careful with her wishes now. Hehe… because it's Holiday so I can update fast xD. Thank you for reviewing… I hope you can enjoy this chapter too…
