STEP ON YOUR SHADOW

.

Kamichama Karin Koge Donbo

.

Warning: Benar-benar OOC, OC, Typo bertebaran, GJ, dll

.

.

Last Story :

"Dasar. Laki-laki itu tebar pesona. Jadinya malah tidak bisa konsentrasi," Kataku. "Apa boleh buat. Habis dia manis sekali, sih," Lanjutku.

"Iya. Memang manis, sih," Kata Kazune.

Dheg

Biasanya, Kazune bilang "tidak tertarik."

.

.

BRAAK

Tanpa sengaja, Ritsuka menjatuhkan hurdle.

"Tidak apa-apa, biar kami yang kerjakan," Kata seorang laki-laki yang membantu Ritsuka.

"Huh! Cewek menjengkelkan," Kata teman Karin.

"Kasih kesempatan, dong. Dia 'kan masih baru," Kata Karin.

"Kamu tidak cemas?!" Kata teman Karin sedikit membentak.

"Eh?" Kata Karin singkat karena tidak mengerti.

"Yamamoto 'kan selalu memandangi Kujyou," Kata teman Karin memberitahu Karin.

"Tidak kok! Aku tidak peduli sama dia. Ayo lari!" Kata Karin salah tingkah sambil melanjutkan latihan. 'Gampang ditebak,' Batin teman-teman Karin.

"Anu, maaf.. Cara memakai stopwatch ini.." Kata Ritsuka kepada teman-teman Karin.

"Yang begitu saja tidak tahu?" Kata teman Karin. "Gimana,sih? Bodoh begitu kok bisa jadi manager?" Kata teman Karin yang lain dengan nada mengejek. "Bisanya cuma tebar pesona. Kamu merasa hebat, ya?" Sambung teman Karin yang lain. Terlihat bahwa Ritsuka ingin menangis.

"Hei, henti.." Kata Karin.

"Hentikan. Aku tidak tahu apa masalah kalian, tapi kalian jangan main keroyok," Belum selesai karin berbicara, Kazune tiba-tiba sudah menghentikan teman-teman Karin.

"Terima kasih," Kata Ritsuka sambil mengeluarkan air mata.

"Jangan menangis," Kata Kazune menenangkan Ritsuka.

Karin yang melihat itu tiba-tiba saja berlari meninggalkan Kazune dan Ritsuka.

.

.

-Karin POV-

"Halo? Kazune?" Kataku pada Kazune melalui telepon.

"Hari ini kamu pulang duluan, kan? Padahal tadinya aku ingin menemanimu latihan,"

"Maaf, perutku sakit," Kataku berbohong pada Kazune.

"Hah? Dasar!"

"Apa boleh buat," Aku mendengar suara Kazune dari telepon dan suara asli Kazune yang ternyata sudah berada di kamarku.

"Sudah kubilang jangan masuk seenaknya!" Kataku berteriak. "AH! Itu 'kan snack milikku! Itu yang terakhir!" Lanjutku makin marah.

"Bukannya perutmu sakit," Kata Kazune santai. " Tak peduli perutmu sakit atau tidak, kamu harus tetap berhati-hati. Kita 'kan sudah ditetapkan menjadi anggota paling hebat di klub atletik," Kata Kazune sambil tersenyum padaku.

"Tentu saja," Kataku membalas senyum Kazune. Lalu aku langsung memakan snack yang masih ada di tangan Kazune.

"Jangan makan tanganku!" Kata Kazune berlebihan.

Seperti biasa, tidak ada yang berubah.. Benar.

Tidak ada yang perlu kucemaskan.

.

.

"Ada apa Ritsuka-chan?" Tanyaku pada Ritsuka.

"Maaf tiba-tiba memanggil. Anu... Ini bekal makan siang. Bisa tolong berikan pada Kazune senpai?" Kata Ritsuka padaku.

DHEG

"Aku malu memberikannya," Lanjut Ritsuka.

"Gimana, ya? Kelihatannya dia tidak akan mau," Kataku pada Ritsuka. Aku berkata seperti itu bukan karena aku tidak ingin Ritsuka memberikan itu kepada Kazune, tapi karena memang Kazune biasanya tidak mau menerima hal-hal seperti itu.

"Wah, Yamamoto, ada apa?" Kata Kazune yang tiba-tiba telah berada di sebelahku.

"Anu... Ini untuk Kazune senpai. Sebagai ucapan terima kasih karena telah menolongku," Kata Ritsuka sambil menunduk.

"Itu tidak perlu," Kata Kazune.

Lihat... Dia tidak mau menerimanya, kan?

"Baiklah. Sayang kalau tidak dimakan," Kata Kazune sambil mengambil bekal yang diberikan Ritsuka.

"Syukurlah," Kata Ritsuka senang.

DHEG

Tidak...

Jangan tersenyum seperti itu

dengan perempuan lain.

~At Club~

DRAP

"Hei.. Sepertinya hari ini Karin sedang sedih,"

Kenapa? Tangan dan kakiku tidak mau bergerak seperti yang kuinginkan..

"Biasanya kau bisa mengalahkan laki-laki. Ada apa?" Tanya pelatih kepadaku.

"Maaf," Hanya itu yang bisa kuucapkan karena aku sendiri tidak tahu penyebabnya.

"Oh iya, Hanazono, kamu lebih cepat kalau berlari dengan Kujyou. Bisa panggilkan dia?" Tanya pelatih kepadaku.

"Ya.." Kataku singkat sambil tersenyum simpul.

KLIK

Pintu ruang ganti laki-laki terbuka dan aku melihat bahwa Kazune keluar dari ruang ganti itu.

"Kazune senpai! Karin senpai katanya.." Tiba-tiba Ritsuka memanggil Kazune.

"SUDAHLAH! JANGAN IKUT CAMPUR!" Kataku membentak Ritsuka. "Ah.. Maaf," Kataku pada Ritsuka karena aku sudah membentaknya. Saat itu Ritsuka menangis.

"Karin?! Kamu bisa mengatakannya dengan cara lain, kan. Ini tidak seperti kamu," Kata Kazune kepadaku.

"Maaf," Kata Ritsuka. "Kamu tidak perlu minta maaf. Yang perlu minta maaf adalah Karin," Kata Kazune. "Karin!" Teriak Kazune melihat aku berlari meninggalkan mereka.

Aku tidak mau melihat mereka berdua. Hatiku terasa penuh dengan kegelapan. Tubuhku terasa berat.

Ini yang pertama kalinya.

Bagaimana ini? Aku tidak bisa berlari dengan lancar.

.

.

-Kazune POV-

"Sudah 3 hari, Karin tidak datang ke klub,"

"Pasti Karin kaget karena tidak bisa memperbaiki waktunya. Tadinya dia sangat bersemangat. Tapi di saat seperti ini, Kujyou malah bersikap begitu,"

Aku mendengar teman-teman Karin sedang membicarakannya. Setelah itu, aku memutuskan untuk ke kelas.

TAP TAP TAP

Sesampainya di kelas, aku melihat Karin sedang duduk di bangkunya dan tubuhnya tiduran di mejanya. Tapi saat itu, ada adik-adik kelasku yang juga ada di kelas, jadi aku mengurungkan niatku untuk masuk.

"Kalian.." Kata Karin.

"Laki-laki di klub atletik bukan hanya suka dengan Ritsuka, kok. Senpai juga datang, dong. Semua menunggu senpai," Kata salah satu dari anak-anak itu.

"Terima Kasih," Balas Karin.

GREB

Aku sedikit meremas botol yang aku bawa.

.

.

TBC

.

Review Please?

.

Don't be silent reader


Reply For Anonymous Review :

ayu.p : Baca aja ceritanya sampai tamat ya #plakk XD Minta reviewnya lagi boleh? :p

grace : Chapter 2 update! (^.^) Review ya :D

Nindya : Udah update nih :D Review terus ya..

Makasih buat semuanya yang sudah mau review cerita GJ-ku ini (-.-) Hope you like my story :DD