.
.
"Zhoumi," gumam Siwon ketika ia kembali melihat siapa penulis memo itu, dan juga nama namja yang telah ia tiduri semalam. Dan seketika amarahnya memuncak melihat lembaran uang yang ditinggalkan namja itu.
"SHIT!"
.
.
.
.
Bibirmu adalah alkohol yang terus ingin kunikmati..
Tubuhmu bagai candu yang tak bisa sekalipun kutinggalkan...
Dan cintaku padamu, seperti penjara yang membuatk tak bisa melarikan diri dari pesonamu...
Yes, I am your prisoner...
.
Ela-Kyuhyunnie presents
"Prisoner" ch 2
Pairing : WonMi/MiWon (Choi Siwon X Zhou Mi)
Slight HanChul
Desclaimer : They're belongs to God, themselves, and Super Junior
Rated : M for Mesum
Warn : Alternate universe! Crackpair! Yaoi! Typo's, naughty!Zhoumi!
Don't like this pair? Just get out from ma FF now, and don't you ever dare to bash the Cast!
.
.
.
.
.
"Pagi yang cerah~" ucap seorang namja bersurai merah itu sambil bersenandung ria melewati halaman kampusnya yang luas. Senyum seolah tak pernah lepas dari wajah cantiknya itu, membuat semua orang di sekelilingnya harus melindungi matanya dari pancaran senyum satu juta voltnya itu. Senyum yang membuat yeoja bersemu merah da membuat namja yang merasa dirinya seme ertekuk lutut di hadapannya.
"Tak bisakah kau berhenti menyunggingkan senyum bodohmu itu, Tan Zhoumi?" ketus seorang namja cantik yang kini menatap kesal pada namja bersurai merah yang ia panggil Tan Zhoumi itu. Yah, walaupun di balik tatapan kesalnya itu –jika kau mengenal seorang Kim Heechul dengan baik—akan bisa terlihat pancaran rasa senang dan juga turut berbahagia melihat sahabatnya yang paling ia sayang itu begitu terlihat ceria pagi ini. Ia rasa, memang kepulangan Hangeng ke China yang berbuah kedatangan Siwon ke kampus mereka, memberikan efek yang sangat baik bagi namja yang sudah ia anggap bagai adik sendiri itu.
"Jangan begitu dong, Chullie. Aku sedang sangat bahagia hari ini~" sahut Zhoumi dengan sikap cerianya yang tak terpengaruh dengan sikap jutek Heechul. Ia terlalu bahagia hari ini.
"Waeyo?" tanya Heechul pura-pura tak mengerti penyebab kebahagiaan sahabatnya itu. Memang ia tak tahu tepatnya, tapi ia yakin itu semua berhubungan dengan Choi Siwon.
"Kau tahu Chullie, aku bertemu dengannya! Akhirnya, perjuanganku hingga mengejarnya ke Korea tak sia-sia!" jelas Zhoumi dengan wajah bahagianya. Apalagi jika mengingat kejadian semalam, senyum bahagia makin tak bisa lepas dari wajah tampannya yang kini entah kenapa bisa terlihat begitu cantik, menyaingi Heechul yang memang kecantikannya melebihi yeoja.
"Dengannya? Memang kau bertemu siapa, seasoning?"
"Choi Siwon, dosen baru kita," sahut Zhoumi dengan penuh penekanan.
"Eh? Dosen baru kita?" Cengo Heechul-yang sekarang tengah membatin memuji dirinya sendiri yang ternyata punya bakat berakting dengan baik.
"Ne! Kau tahu alasanku sampai mengambil kuliah di Korea ini kan? Dan namja yang kumaksud itu ternyata dosen baru kita!" lanjut Zhoumi dengan antusiasme tak terkata.
"Eh? Jinjja?" tanya Heechul –pura-pura—terkejut.
"Ne! Dan aku juga tahu tempat dimana ia tinggal, dan mulai sekarang aku akan bisa melihatnya tiap hari." Lanjut Zhoumi dengan tatapan menerawang, mengingat hotel dan kamar tempat Siwon tinggal.
.
.oOWonMiOo.
.
Lain dengan Zhoumi yang kini terus menunjukkan wajah bahagianya, kini terlihatlah sesosok namja yang ketampanannya tak terbantahkan tengah berjalan dengan tampang kusutnya. Sangat kusut, dan di penuhi amarah terpendam. Amarah yang akan langsung ia lontarkan jika bertemu dengan namja –cantik—yang bernama Zhoumi.
Bodoh memang, karena ia begitu marah dengan namja yang entah akan ia temui lagi atau tidak. Masalahnya, kota Seoul ini luas, entah ia akan bertemu dengan namja itu lagi dan bisa menghajarnya atau tidak. Itu juga kalau namja yang dicarinya berada di kota Seoul. Kalau tidak? Entah bagaimana seorang Choi Siwon bisa menyalurkan amarahnya.
"Haaaaah..." Akhirnya, demi menghilangkan amarah yang menyelubungi hatinya, Siwon menghembuskan nafasnya dan mulai memperhatikan sekeliling—mengalihkan pikiran. Kampus yang besar, lebih besar di banding kampus tempatnya bekerja sebelum ini. Namun Siwon tak bisa merasakan euphoria kesenangan ketika bekerja disini, karena bukannya ketenangan di dalam perpustakaan yang bisa ia dapatkan, namun malah belasan mahasiswa yang akan menatapnya dan membuatnya harus berbicara di depan publik—hal yang paling tak disukainya.
Ah, dan ngomong-ngomong soal mengajar, sepertinya ia harus bergegas, karena ia ada jadwal mengajar pagi ini.
.
.oOWonMiOo.
.
Namja bersurai merah itu tersenyum.
Tersenyum.
Dan masih saja tersenyum, meskipun mereka –ia dan Heechul—telah sampai di depan kelas mereka pagi itu. Dan meskipun awalnya turut berbahagia dengan Zhoumi, lama-lama Heechul merasa muak juga melihat wajah bodoh sahabatnya itu.
"Ya! Tak bisakah kau berhenti menyunggingkan senyum bodohmu itu?" seru Heechul ketika akhirnya mereka sampai di depan bangku mereka. Ia mendorong bahu Zhoumi dan mendudukkannya dengan kasar di kursinya.
"Argh!" keluh Zhoumi tanpa bisa dicegah. Bagaimana tidak, baru semalam ia 'bermain' dengan Siwon, dan pastinya bagian belakang tubuhnya itu masih sakit. Namun dengan tidak berperikepantatan, Heechul mendudukkannya dengan kasar.
"Wae?" tanya Heechul bingung.
"Appo~" ringis Zhoumi dengan suara manjanya. "Ukh.. appo Chullie~" rengeknya lagi, yang membuat Heechul mengernyitkan alisnya. Dan sedetik kemudian sepasang mata indah milik Heechul terbelalak lebar ketika mendapatkan jawabannya.
"Kau! Jangan-jangan kau semalam-" Heechul tak melanjutkan kalimatnya karena sudah langsung di tanggapi dengan sebuah anggukan oleh Zhoumi.
"Bagaimana bisa? Bukannya kau sudah berjanji padaku dan juga Hannie kalau kau akan berhenti 'bermain-main' kalau kau sudah bertemu dengan'nya'?" seru Heechul tak percaya. Pasalnya tujuan utama Heechul dan Hangeng mencari Siwon, dan akhirnya dengan berbagai usaha membuat namja itu pidah ke kampus mereka itu agar bisa menyadarkan Zhoumi!
"Ne. Aku menepatinya kok. Semalam aku melakukannya dengan'nya'," sahut Zhoumi sambil terus mengusap-usap bagan belakang tubuhnya yang masih terasa sedikit ngilu. Untung saja semalam mereka hanya melakuannya satu ronde, jadi Zhoumi masih tetap bisa berjalan, meskipun kalau untuk duduk, rasanya sangat tidak menyenangkan.
"MWOYAA?" seru Heechul lebih keras. Ia tak menggubris semua mata yang kini memandang ke arahnya, "Kau... bagaimana bisa?" tanyanya bingung
"Tentu saja bisa." Ucap Zhoumi dengan nada puas. "Aku kemarin mengikutinya sampai tempat tinggalnya,ternyata dia tinggal di Seoul International Hotel. Setelah itu aku sengaja membuat janji di hotel itu, dan beruntungnya aku, ternyata ia malah datang sendiri ke tempatku berada dan jatuh mabuk. Setelah itu,bisa kau bayangkan sendiri kan Chullie~" terang Zhoumi panjang lebar.
Heechul hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan rasa tak percaya mendengar perilaku ajaib dari sahabat sekaligus calon adik iparnya itu.
"Kau itu... sungguh..." Heechul tak melanjutkan kalimatnya karena ia seperti kehilangan kata-kata. Zhoumi sendiri hanya terkikik geli melihat Heechul yang seperti itu. Jarang-jarang kan, melihat Cinderella itu kehabisan kata-kata?
"Terserah lah.." lanjut Heechul dengan pasrah. Dan kini pandangannya kembali terarah ke depan, karena sekarang pintu ruang kelas mereka sudah terbuka.
.
.oOWonMiOo.
.
CKLEK
Dengan perlahan kubuka pintu ruang kelas yang mulai hari ini akan sering kumasuki karena disinilah ruang bahasa. Tempat dimana aku harus memberikan materi kepada para mahasiswa yang pastinya kini sedang duduk di dalam.
Aku berjalan masuk ke dalam, dan mendapati belasan pasang mata yang menatapku dengan sorot ingin tahu.
Namun bukan itu yang menjadi fokusku saat ini.
"Zhoumi," geramku lirih sambil terus menatap tajam seorang namja bersurai merah dengan wajah yang bisa di kategorikan cantik itu. Jika saja saat ini aku tak berada di depan kelas dan harus menjaga imageku sebagai dosen baru, sudah pasti akan kuhampiri ia, dan kulayangkan sebuah pukulan di wajah –yang kuakui terlihat—cantik itu.
Tidak.. tidak.. Jangan sampai aku kehilangan kendali sekarang. Nanti, nanti saja setelah kuliah berakhir, akan kucari dan kulayangkan pukulan di wajah cantiknya itu!
.
..
...
Dan permasalahannya disini, kenapa sedari tadi aku merasa wajah menyebalkan itu terlihat cantik sih? Sadar, Choi Siwon, yang sedari tadi kau anggap cantik itu adalah namja, dan seharusnya kau memaki-makinya, bukannya malah memuji wajahnya!
"Choi Siwon imnida. Dosen baru kalian yang menggantikan Dosen Kim yang kini sudah mengundurkan diri. Langsung saja kita melankutkan materi terakahir kalian..."
Dan hari itu kulanjutkan dengan memberikan materi, sambil terus berusaha mengabaikan namja cant—menyebalkan yang terus saja menebarkan senyum bodohnya.
Dan yang paling bodoh itu kau, Choi Siwon, bagaimana mungkin hatimu bisa merasa kalau senyum bodoh itu terlihat sangat manis bagimu?
.
.oOWonMiOo.
.
"Tan Zhoumi, ikut ke ruanganku," . Ucapan Siwon membuahkan senyum manis di bibir tipis Zhoumi. Tidak salah, ternyata walaupun mabuk, Siwon memang mengingatnya. Dan lagi, sepertinya namja itu merasa marah padanya, terbukti dari desisan yang bisa ia baca dari gerak bibir namja itu ketika memasuki kelas dan melihatnya.
Oh, kau berhasil Tan Zhoumi.
Kau berhasil membuat namja itu marah dan membuatnya mengingatmu, meskipun berselubung amarah.
"Chullie, aku duluan," pamit Zhoumi meninggalkan Heechul dan langsung melesat mengikuti Siwon dengan senang hati.
Zhoumi tak tahu kemana Siwon berjalan, yang pasti, bukan ke ruang dosen seperti yang ia duga. Namja kekar itu berjalan dalam diam, membuat Zhoumi diam-diam tersenyum menatap punggung yang sudah lama ingin ia miliki itu. Perasaan hangat membuncah di dadanya, membuat senyum tulus terulas lembut di wajah cantiknya.
BUAGH!
"Ukh!" Zhoumi mengerang kecil saat tiba-tiba saja sebuah pukulan –yang tak bisa dibilang pelan itu—melukai pipi kirinya. Momentum pukulan keras yang mengenai bagian tubuhnya itu membuatnya terdorong dan akhirnya jatuh ke tanah karena kehilangan keseimbangan.
Harusnya ia merasa kesal karena mendapatkan bogem mentah dari namja yang ia suka, tapi tidak. Zhoumi kini malah menyunggingkan senyumnya, membuat namja tampan di depannya ini mengernyit bingung.
"Balasan yang tidak menyenangkan, mengingat semalam aku bisa membuatmu merasakan kenikmatan," ucap Zhoumi dengan pelan, namun jelas, yang membuat kernyit bingung di wajah tampan Siwon berubah menjadi kerut amarah.
Ya, lagi-lagi namja cantik kita membuat uri Siwonnie marah.
"Jangan mengingatkanku lagi soal semalam!" bentaknya dengan emosi yang bisa membuat anak kecil langsung menangis keras karena ketakutan.
"Heheheheh.." kekeh Zhoumi pelan. "Kenapa kau tak mau mengingatnya? Oh, aku tahu, jangan-jangan yang semalam itu... pengalaman pertamamu ya?" goda Zhoumi dengan raut wajah senangnya. Ya, dalam hatinya, ia sungguh sangat senang kalau memang semalam adalah pengalaman sex pertama Siwon.
Siwon terdiam. Dan itu makin membuat Zhoumi tertawa keras. Tawa yang sebenarnya mengandung ungkapan rasa senangnya karena kenyataan bahwa ia lah yang pertama kali di masuki oleh namja itu.
"Wah, benarkah itu? Aku sangat tersanjung bisa menjadi pengalaman pertamamu~" lanjut Zhoumi sambil mulai berdiri dari jatuhnya. "Baiklah, karena aku orang baik, aku akan bertanggung jawab. Aku mau mau saja kok, kalau harus menikahimu." Ucap Zhoumi dengan nada santai, tak menyadari kalau itu membuat rahang Siwon makin mengeras karena merasa sudah sangat di permalukan.
BUAGH!
Kembali sebuah pukulan mendarat di pipi yang sama. Membuat Zhoumi kembali harus mengerang sakit.
"Kau gila!" seru Siwon sambil berjalan meninggalkan Zhoumi yang terkekeh senang karena berhasil membuat Siwon marah lagi.
"Marahlah padaku, karena dengan begitu aku makin melekat dalam benakmu," lirihnya sambil menyunggingkan senyum.
.
.oOWonMiOo.
.
"Shit! Namja gila!" umpat Siwon sambil terus berjalan meninggalkan tempat sunyi tadi dan kini berjalan dengan gusar menuju tempatnya bisa mendapat demi tangga Siwon lalui dengan segala macam umpatan yang bisa ia keluarkan untuk namja cant—menyebalkan dan gila bersurai merah tadi.
"Demi Tuhan, apa sih sebenarnya yang ada di benak namja gila tadi?" kembali umpatan keluar dari bibirnya, meskipun kini semilir angin mulai datang dan memainkan helaian rambutnya. Ya, kini ia berada di atap, tempat tinggi dan sunyi namun menenangkan karena pemandangan dan semilir angin yang lembut dan menyegarkan.
Siwon berjalan hingga ke tepi pagar yang melingkari atap ini, memperhatikan suasana kampus yang terbilang masih baru baginya. Dan bagaikan magnet, entah bagaimana pandangan Siwon kini langsung terpancang pada sosok namja bersurai merah yang kini terduduk di bawah pohon, dengan beberapa yeoja mengelilinginya sambil menyentuh-nyentuh pipi lebam namja cant—gila itu.
Salah.
Ini sepenuhnya salah karena kini sepasang obsidiannya tak bisa melepaskan pandang dari namja bersurai merah itu.
"Cantik..." ucapnya tanpa bisa di cegah ketika melihat angin memainkan surai merah lembut namja itu dan menampakkan sepasang onyx gelap berbingkaikan kelopak dan alis yang sempurna. Hidung bangir dengan sepasang bibir tipis yang memberikan kesan manis ketika kedua sudut bibir itu tertarik membentuk lengkungan senyum yang menawan. Dan pipi tirus dengan kulit putih lembut, yang meskipun saat ini agak bengkak seelah –karena ulahnya—tetap saja tak mengurangi kecantikan alami dari namja yang bernama Zhoumi.
.
..
...
Bodoh! Bagaimana mungkin kau malah terpesona dengan namja cant—gila itu Choi Siwon!
Siwon meremas surai gelapnya itu dengan frustasi. Seharusnya ia marah dan benci terhadap namja rendahan yang sudah merampas keperjakaannya saat ia mabuk itu! Tapi apa yang kini ia rasakan? Ia malah terpesona dengan wajah cantik namja itu.
"Kau sudah gila, Siwon," gumamnya saat kembali –tanpa ia sadari—menatap namja cantik tadi yang kini tengah di kompres oleh seorang yeoja yang sok cari perhatian.
.
.oOWonMiOo.
.
"Seoul International Hotel, lantai tujuh kamar empat-kosong-tujuh," ucap Zhoumi sambil mendudukkan pantatnya di jok mobil Siwon yang kini menatap tak percaya pada namja itu. Bagaimana Siwon tak bereaksi seperti itu, kalau saat ia akan pulang dan masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba saja—entah dari mana—pintu bagian penumpangnya terbuka dan tanpa tahu diri, Zhoumi langsung masuk dan menyamankan dirinya di jok, dan menyebutkan tempatnya tinggal.
"Turun!" bentak Siown pada Zhoumi yang kini malah dengan santai mengutak-atik mp3 player di mobilnya dan menyetel lagu dengan cueknya.
"Aku tak mau." Sahutnya santai sambil terus memilah-milah lagu yang ada dalam tracklist.
"Keluar. Dari. Mobilku." Ucap Siwon lagi sambil menekankan tiap kata-katanya.
"Aku tak mau. Kau itu namjachinguku dan aku ini calon istrimu, kenapa aku harus keluar dari mobilmu?" sahut Zhoumi santai.
.
..
...
WHAT THE—!
.
.
.
~TBC~
Annnyyyeeeoooongggg~~
author balik bawain chappie 2 dari crackpair ini~
Dan yang paling parah, setelah semakin terjerumus ke epep ini, mata author jadi agak nggak beres, cz liat Zhoumi yang -tadinya- author anggep cakep, sekarang keliatan cantik dan uke banget!
Yaah, buat chap ini masi rated T aja... author mau kasih drama pengejarannya Zhoumi ke Siwon dulu yee~
segini aja deh, ucapan dari author, pokoknya yang masih mau lanjutannya, stay tune dan...
R
I
V
I
E
W
Pleeeaaasssseeeeee~~~
