"Sudah selesai?" sebuah suara yang berasal dari belakang ZhouMi membuat namja itu tersentak kaget dan—

"Hy-hyaaa!"

GREP!

BRUKK!

.

.

Bibirmu adalah alkohol yang terus ingin kunikmati..

Tubuhmu bagai candu yang tak bisa sekalipun kutinggalkan...

Dan cintaku padamu, seperti penjara yang membuatku tak bisa melarikan diri dari pesonamu...

Yes, I am your prisoner...

.

Ela_Shim-SparCloud aka Ela Ela Changminnie presents

"Prisoner" ch 5

Pairing : WonMi/MiWon (Choi Siwon X Zhou Mi)

Slight HanChul

Desclaimer : They're belongs to God, themselves, and Super Junior

Rated : M for Mesum dan eksplisit eNCeh!

Warn : Alternate universe! Crackpair! Yaoi! Typo's, naughty!Zhoumi!

Don't like this pair? Just get out from ma FF now, and don't you ever dare to bash the Cast!

.

.oOWonMiOo.

.

"Ugh!" Siwon mengerang saat tubuhnya terhempas dengan keras pada lantai dapur yang dingin. Namun jika di bandingkan dengan rasa dingin dari lantai dapur di bagian punggung tubuhnya, kehangatan yang ia rasakan di bagian atas tubuhnya benar-benar sangat kontras. Sangat kontras dan... memikat seluruh sel tubuhnya.

Siwon menahan nafasnya sebisa mungkin saat kini di depan matanya sendiri—di atasnya lebih tepatnya— wajah Zhou Mi terpampang jelas dalam jarak yang begitu dekat.

Bagaimana bisa Siwon tak menahan nafasnya saat wajah Zhou Mi berada dalam jarak yang begitu dekat dengannya? Wajah namja itu... benar-benar cantik. Sangat cantik, hingga bahkan seorang Choi Siwon pun tak bisa untuk tidak mengakui kecantikan namja itu.

Dalam jarak sedekat ini, Siwon bisa melihat dengan jelas betapa sempurnanya mahakarya indah Tuhan di hadapannya ini. Sepasang doe eyes yang saat namja itu tertawa akkan menyipit dan terlihat sangat manis di matanya. Dan sepasang mata itu di binngkai dengan bagusnya oleh warna merah pada surainya, yang semakin memperlihatkan betapa putih kulit wajah Zhou Mi yang tanpa cacat itu.

Selain itu, hal lain yang benar-benar membuat Siwon gemas adalah hidung Zhou Mi yang mancung itu. Begitu lucu bentukya, hingga membuatnya gemas dan ingin menggigit kecil hidung itu setiap kali ia melihatnya.

Siwon merasakan tubuhnya menjadi kaku saat ia merasakan hembusan nafas dari Zhou Mi, dan kini perhatiannya tertuju pada sepasang bibir sintal berwarna merah alami menggoda itu. Sepasang bibir itu terbuka sedikit—menambah sensualitas dar bibir penuh menggoda itu.

"Siwon.."

Desahan lembut yang memanggil namanya itu benar-benar membuat Siwon berada pada batasnya. Jika sedari tadi ia hanya memperhatikan keindahan wajah itu, kini Siwon benar-benar menyadari kalau tubuh langsing namja itu menempel tanpa jarak pada tubuh kekarnya.

Ia merasakan desakan gairah yang mulai menguat di dalam dirinya, dan begitu ia mendengar Zhou Mi sekali lagi mendesahkan namanya dengan suara halus yang menggoda itu, Siwon tak bisa menahan dirinya lagi.

.

Semuanya di awali dengan Siwon yang menempelkan bibirnya pada sepasang bibir menggoda itu. Gelora nafsu yang baru Siwon sadari selalu ia tahan acap kali ia berdekatan dengan Zhou Mi meledak begitu saja ketika sepasang bibirnya bertemu dengan bibir Zhou Mi.

Mengikuti instingnya, Siwon meggerakkan tangannya ke arah bagian belakang kepala Zhou Mi, menekan dan menahan kepala Zhou Mi agar tetap berada di tempatnya ketika ia mulai memperdalam ciuman mereka itu.

"..nghhh..."

Seperti sebuah cambuk, desahan nikmat Zhou Mi yang meluncur bebas ketika bibir mereka terpisah membuat Siwon semakin tak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Dengan satu kali gerakan, Siwon memutar tubuh keduanya hingga kini ia yang berada di atas Zhou Mi. Dan dengan segera, Siwon mulai memberikan lumatan-lumatan ganas pada sepasang bibir yang menggoda itu.

Desahan demi desahan mulai memenuhi ruangan itu. Siwon yang seperti sudah kesetanan, terus dan terus mencumbu bibir Zhou Mi dengan rakus. Menyelipkan lidahnya, menggoda lidah mereka hingga terjadi peperangan singkat yang langsung di menangkan oleh Siwon.

Siwon tak tahu semenjak kapan tangannya sudah bergerak sendiri menyusuri tubuh ramping Zhou Mi. Yang ia tahu adalah tangannya kini tengah menangkup sepasang bulatan sexy pantat Zhou Mi. Tanpa berpikir dua kali, Siwon segera meremas-remas pantat sexy itu, dan membuat Zhou Mi mulai mengeluarkan erangan kenikmatannya.

Desahan Zhou Mi adalah cambuk godaan baginya. Namun erangan Zhou Mi adalah hal lain. Erangan Zhou Mi seolah membuat Siwon lepas dari semua belenggu pertahanan dirinya. Membuatnya jadi bebas, liar dan sekaligus memenjarakan Siwon di dalamnya, membuatnya benar-benar mencandui suara erangan itu. Mencanduinya, hingga ia sudah tak peduli lagi kalau kini ia sudah melepaskan baju yang di pakai oleh Zhou Mi, dan kini tangannya mulai merambat untuk melepaskan celana yang di pakai oleh Zhou Mi.

"Aahhh...Oohh—y-yeshh.."

Siwon tak peduli lagi kalau kini ia benar-benar sudah menelanjangi namja cantik itu, dan tangannya yang kini mulai meremas dan menggoda kejantanan Zhou Mi itu bergerak semakin lincah dan akurat setiap kali erangan Zhou Mi meluncur dengan keras. Tangan kekarnya itu menggenggam erat batang kejantanan Zhou Mi dan dengan bantuan pre cum Zhou Mi yang sudah mengalir deras, Siwon mulai mengurut kejantanan Zhou Mi dengan erat dan pelan. Perlahan, dan semakin lama semakin cepat hingga kini ritme gerakan tangan Siwon membuat Zhou Mi merasakan kalau kini sepasang bola kembarnya menegang dengan kuat dan..

"A-ahh...Si-Siwon—aku..ahhh..aku akan—Aaaaaahhhhhh..!"

Zhou Mi memejamkan matanya dengan erat saat klimaks mendatangi dirinya. Nafasnya memburu, dan ia membuka mulutnya agar ia bisa mengais udara yang sangat di butuhkan oleh paru-parunya. Dadanya naik turun saat ia kembang-kempis berusaha meredakan nafasnya yang tak beraturan itu.

Siwon membeku.

Nafasnya tercekat saat ia melihat wajah Zhou Mi saat mencapai klimaksnya. Wajah cantik itu terdongak mengikuti insting tubuhnya, matanya terpejam erat menahan nikmat, dan bibirnya mengumandangkan erangan nikmat—dan semuanya benar-benar membuat seorang Choi Siwon amat sangat terangsang dengan tak tertahankan.

Dengan cepat sepasang mata tajamnya menilai kalau Zhou Mi sudah mulai turun dari kenikmatannya. Siwon dengan cepat kembali meraih kejantanan Zhou Mi dan mengocoknya—membuatnya kembali mengeras dalam tempo yang singkat.

Setelah melihat kalau Zhou Mi sudah kembali terangsang, Siwon meraih cairan putih sperma milik Zhou Mi, dan dengan cepat meratakannya pada kejantanannya sendiri yang sudah menegang dan memerah menahan gairah.

"Aku akan masuk." ucap Siwon saat ia melebarkan kedua kaki Zhou Mi, meletakkannya agar melingkar erat di pingganggnya, dan ia mulai mengarahkan kejantanannya ke arah lubang Zhou Mi yang berkedut.

Zhou Mi melebarkan kedua mata bulatnya saat ia sadar akan apa yang akan dilakukan Siwon setelah ini.

"T-tung.. Siwon, kau tak bisa melakukannya tanpa persiap—Aaaaarrghtt!"

Zhou Mi mengeluarkan jeritan pilu saat kejantanan Siwon yang panjang dan sangat besar itu mulai menembus hole sempit miliknya. Zhou Mi ingat benar pengalaman pertama mereka, dan ia jelas bisa mengingat betapa besar kejantanan milik Siwon.

Malam pertama mereka, Zhou Mi benar-benar harus mempersiapkan lubangnya dengan empat jari, dan menaiki Siwon agar ia bisa mengendalikan alur permainan sex mereka supaya tak menyakiti dirinya akibat kejantanan besar Siwon.

Tapi sekarang ini, sekarang ini kejantanan besar Siwon memasuki hole sempitnya tanpa persiapan apapun, dan rasanya amat sangat menyakitkan.

Mungkin kejantanan Siwon memang sudah diberi pelumas mengandalkan sperma Zhou Mi. Namun rasa sakit yang di rasakan Zhou Mi ssekarang ini jelas bukan main-main.

Baru kepala kejantanan Siwon saja yang masuk, namun Zhou Mi terus menjeritkan rasa sakit yang mendera tubuh bagian bawahnya itu. Ia merasa hole-nya terkoyak sakit menerima invasi kejantanan besar Siwon.

Tanpa bisa ia tahan, seluruh otot tubuhnya berkontraksi dan mengencangkan dirinya di sekeliling kejantanan Siwon untuk menahan agar bnda asing itu tak masuk dan enyakiti tubuhnya lebih jauh lagi.

"..t-tight.." ucap Siwon degan suara yang tercekat saat ia merasakan otot hole Zhou Mi mencengkeramnya dengan begitu erat. Membuatnya merasakan kenikmatan tiada tara yang membuatnya merasa kala ia akan bisa mencapai klimaks kapan saja jika ia menggerakkan tubuhnya. "..Mi..rileks.." ucap Siwon dengan deru nafasnya yang tak teratur. Namja kekar itu mencumi leher jenjang Zhou Mi agar namja cantik di bawahnya itu bisa teralihkan perhatiannya.

Seakan dunia tengah mendukungnya, Siwon secara perlahan mulai bisa merasakan kalau kini otot hole Zhou Mi mulai rileks dan melonggar. Dan seolah tak ingin membuang kesempatan yang ada, Siwon membekap mulut Zhou Mi dengan bibirnya sendiri, dan dengan satu sentakan yang kuat, Siwon menusukkan kejantanannya hingga memenuhi hole Zhou Mi.

"HHNGGHHHMFFTTTTT!"

Zhou Mi menjerit keras di dalam mulut Siwon. Hole sempitnya kini benar-benar terasa sangat sakit. Rasa perih yang membakar setiap sudutnya benar-benar amat tak tertahankan hingga membuat air matanya mengalir membasahi kedua pipinya. Tubuh Zhou Mi terkulai lemas akibat rasa sakit yang menderanyanya, sedangkan air mata masih belom berhenti mengalir dari sudut mata.

Siwon yang melihat betapa kesakitannya Zhou Mi melepaskan ciumannya, dan ia menggumamkan kata maaf tepat di cuping telinga Zhou Mi.

"..ukh.. hurts... it's really hurts... hiks..."

"Sshhh.. rileks Mi... rileks..." gumam Siwon sambil tangannya berinisiatif untuk meraih kejantanan Zhou Mi yang melemas dan mengocoknya.

Pelan namun pasti, meski membuatuhkan waktu yang cukup lama, gerakan tangan Siwon benar-benar mampu membuat kejantanan Zhou Mi kembali menegang penuh nafsu. Dan dengan tak membuang-buang waktu lagi, Siwon mulai menarik kejantanannya keluar hingga tinggal kepalanya saja, dan dengan satu hentakan kuat, ia menusuk hole Zhou Mi dengan cepat dan dalam.

"Aaaaaaahhhhh!"

Zhou Mi kembali menyemprotkan spermanya saat gerakan Siwon yang kuat itu benar-benar menggelitik seluruh saraf ototnya, dan ujung kejantanan Siwon menusuk tepat dan keras pada titik prostatnya, mengirimkan gelombang kenikmatan tak terkira yang membuatnya langsung mencapai klimaks dalam serangan pertama.

Namun, seolah masih terus ingin mendengar Zhou Mi mengerang penuh nikmat, Siwon kembali menggerakkan kejantanannya keluar-masuk hole Zhou Mi dengan kuat dan cepat. Dengan kedua tangan yang kini ia lilitkan dengan kuat pada tangan Zhou Mi, Siwon benar-benar mengerjai tubuh Zhou Mi dengan tanpa ragu.

Gerakannya yang kuat dan cepat membuat tubuh ringkih Zhou Mi tersentak-sentak menahan serangan Siwon. Namun memang karena ia begitu menikmati ini semua, Zhou Mi hanya mengeluarkan erangan-erangan nikmatnya, "..Ahh! Ahh! Don't—stopp! Ahh! Yahh! Ahh! Fast..ahh! Fasterrhh..!"

Mengikuti permintaan Zhou Mi, Siwon menaikkan tempo gerakannya yang terus menubruk prostat Zhou Mi dengan sangat akurat itu.

"Ahh! Siwonnh! Siwoonhhh—Aaaaaahhhhhh!"

Klimaks Zhou Mi kembali datang dan cairan putih susu kembali keluar dari ujung kejantanan Zhou Mi.

Jika tadi Siwon benar-benar terangsang dengan wajah Zhou Mi yang mencapai klimaks, perasaan itu tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan merasakan otot-otot Zhou Mi yang kini mengerat dengan sangat ketat menyelubungi kejantanan besarnya. Siwon merasakan nafasnya memburu, dan dengan dua satu tusukan kuat terakhir, Siwon menggeram keras dan menembakan spermanya yang banyak itu di dalam tubuh Zhou Mi.

"Hhh... hhhh... hhhh..."

Deru nafas tak beraturan yang seakan saling bersaing menghirup udara itu memenuhi ruang dapur rumah itu. Namun itu semua terhenti ketika salah satu dari namja itu membulatkan kedua matanya dengan sekelebat rasa horor memenuhi tatapan itu.

"Y-Yah! Kenapa kau mengeras lagi?!" seru Zhou Mi keras sambil berusaha menjauhkan dan melepaskan diri dari Siwon—yang ternyata kejantanannya sudah kembali menegang.

"Ronde selanjutnya..." gumam Siwon pelan sambil meraih tangan Zhou Mi dan mengalungkannya ke lehernya.

Dengan kekuatan tubuh yang tak diragukan lagi, Siwon berusaha berdiri dari posisinya dengan tanpa melepaskan koneksi tubuh mereka. Dalam satu tarikan nafas, Siwon bisa mendudukkan dirinya, dan dalam tarikan nafas kedua, Zhou Mi sudah bergantung pasrah pada tubuh Siwon yang menggendongnya ke arah kamar namja itu.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya Siwon benar-benar menyentuh Zhou Mi dalam keadaan sadar seutuhnya.

.

.oOWonMiOo.

.

TingTong! TingTong! TingTong! TingTong! TingTong!

Suara keras bel pintu rumah yang di pencet tanpa henti itu membuat kedua namja yang menghuni rumah itu mulai terbangun.

Siwon mengerang saat merasakan kalau kini kejantanannya dalam keadaan hard on, dan tanpa bisa ia tahan, ia mendorong masuk kejantanannya yang berada dalam himpitan otot ketat—

TingTong! TingTong! TingTong!

—dan suara bel itu langsung menyadarkan Siwon dan membuat namja tampan itu terlonjak.

"Agh!"

Seruan kesakitan dari Zhou Mi memasuki pendengarannya saat Siwon akhirnya menarik keluar kejantanannya dari—Oh, shit! Tadi malam... ia benar-benar menyetubuhi Zhou Mi?!

TingTong! TingTong! TingTong!

"Yaaa!" seru Siwon saat suara bel itu kembali mengusik ketenangan paginya. Ia melayangkan pandangannya pada Zhou Mi yang juga sudah terbangun, sebelum ia bergegas memakai celana pendek dan kaus singlet sebelum ia bergegas keluar menemui tamu tak sabar mereka.

.

Cklek

"Siwonnie!"

Gerakan tangan Siwon yang tadinya tengah mengucek matanya untuk mendapatkan kesadaran penuh langsung terhenti saat ia mendengar suara yang amat sangat familiar itu.

"Umma?!" seru Siwon tak percaya saat kini ia melihat Ummanya tengah berdiri dengan riang di depan pintu rumah barunya itu.

"Ne, Siwonnie." ucap yeoja itu sambil melenggang masuk ke dalam rumah itu tanpa merasa sungkan. Dan pandangan Siwon jatuh pada koper besar yang berada di tangan kanan Ummanya itu.

"Umma... kopor itu.."

Yeoja paruh baya itu tersenyum dengan dua buah lesung pipit—mirip seperti milik sang anak— dan mengangguk senang. "Yup! Umma akan menginap disini sementara waktu selama Umma berada di Korea." ucap yeoja itu tanpa beban."Dan karena Umma sudah sangat lelah, Umma akan langsung mengistirahatkan badan Umma dulu, baru kita bicara nanti."

Yeoja paruh baya yang masih nampak cantik di usianya yang sudah mencapai kepala empat itu melenggang santai ke arah dua kamar tidur yang letaknya bersebelahan itu. Saat yeoja itu berdiri di depan pintu kamar yang kanan, kesadaranakan situasi mereka itu langsung memasuki benak Siwon, dan ia berdoa kepada Tuhannya kalau Ummanya akan memutuskan untuk memilih kamar yang kanan itu.

"Hmm... seperti yang kau tahu, Umma memang lebih suka kamar yang berada di sebelah kiri." gumam yeoja itu sambil bergeser ke arah kaamar yang di sampingnya.

Mata Siwon membelalak lebar saat melihat Ummanya berdiri tepat di depan pintu kamarnya. Sekarang ini di dalam kamarnya masih ada Zhou Mi... yang telanjang!

"U-Umma! Jangan pakai kamar yang it—"

Cklek

Umma Siwon itu terpaku membeku di depan kamar Siwon, sebelum—

"SIWONNIE!"

.

.

.

~TBC~

Annyeeongg~!

Author balik bawa FF yang sudah lama tak terapdet nih..

dan karna beberapa bulan terakhir Mood NC author menghilang dan jadinya author nggak bisa bikin NC, akhirnya author bikin WonMi sebagai percobaan~!

Lagipula kan banyak yang protes gegara adegan NC di chappie pertama author cut sebegitu rupa sampe nggak kerasa Hot-hotnya sama sekali..

Buat chap ini author buat full NC nih..gimana?

Masih kurang HOT kah? ato udah cukup 'memuaskan'?

Dan reaksi Umma Siwon...

Yah, silahkan ditunggu aja next Chapnya~

Last, author minta bayaran(review)nya dong~