"U-Umma! Jangan pakai kamar yang it—"
Cklek
Umma Siwon itu terpaku membeku di depan kamar Siwon, sebelum—
"SIWONNIE!"
.
.
Bibirmu adalah alkohol yang terus ingin kunikmati..
Tubuhmu bagai candu yang tak bisa sekalipun kutinggalkan...
Dan cintaku padamu, seperti penjara yang membuatku tak bisa melarikan diri dari pesonamu...
Yes, I am your prisoner...
.
Ela-ShimSparCloud aka Ela Ela Changminnie presents
"Prisoner" ch 6
Pairing : WonMi/MiWon (Choi Siwon X Zhou Mi)
Slight HanChul
Desclaimer : They're belongs to God, themselves, and Super Junior
Rated : M tapi sementara ini T
Warn : Alternate universe! Crackpair! Yaoi! Typo's, naughty!Zhoumi!
Don't like this pair? Just get out from ma FF now, and don't you ever dare to bash the Cast!
.
.oOWonMiOo.
.
Tubuh Siwon menegang kaku saat mendengar teriakan Ummanya, dan secepat kilat namja bertubuh kekar itu langsung berlari menuju ke arah asal suara, dimana teriakan Ummanya terdengar menggelegar. Nafas Siwon terasa tercabut dari tubuhnya saat hal yang a takutkan sudah terjadi. Ummanya, berdiri di depan kamarnya, dengan ZhouMi yang masih telanjang di atas ranjangnya.
"U-umma, mengenai hal itu..a-aku bisa jelas—"
"Ya Tuhan Siwonnie, harusnya kau bilang kalau kau sengaja mencari tempat tinggal karena memang ingin bersama dengan kekasihmu. Aish! Lihat betapa banyak kissmark di tubuh kekasihmu itu. Umma berani taruhan kalau tadi malam kalian pasti bermain berronde-ronde. Aigooo... memang jiwa anak muda itu selalu menggebu-gebu." . Umma Siwon menggelengkan kepalanya dengan senyum cerah yang terlukis di wajahnya yang masih nampak ayu meskipun di usianya yang sudah mendekati senja.
Siwon melongo bodoh mendengar ucapan Ummanya yang di luar perkiraannya itu.
"Aigooo~ Seleramu bagus juga Siwonnie." ucap Nyonya Choi tanpa mempedulikan keheningan janggal yang memenuhi udara sekitarnya. Yeoja itu berjalan masuk ke dalam kamar Siwon dengan langkah yang sangat santai. Tak merasa risih sedikitpun dengan keadaan ZhouMi yang masih telanjang. "Neomu yeppo~ Siapa namamu anak muda?" tanya Nyonya Choi yang kini sudah berada di samping ZhouMi dan mengelus pipi lembut milik namja yang masih telanjang itu.
ZhouMi mengerjapkan sepasang kelopak matanya bingung, dan Nyonya Choi semakin bersorak senang dalam hati saat memperhatikan bulu mata ZhouMi yang panjang dan lentik menarik itu.
"Aigoo~ Kau memang pintar memilih calon pendamping, Siwonnie. Namja ini manis dan juga cantik~" puji Nyonya Choi lagi. "Dan lagi, ia memiliki tubuh ramping dan putih bersih. Meskipun sekarang ini tubuhnya peuh bercak merah bekas permainan kalian semalam sih." lanjutnya sambil mengedip genit pada ZhouMi yang ini tersadar akan ketelanjangannya, dan langsung menarik selimut dengan wajah panik.
"Hohohoho, tak usah malu begitu dengan calon mertua sendiri." geli Nyonya Choi melihat tingkah laku namja cantik di depannya itu. "lalu, siapa namamu, anak muda?"
ZhouMi menatap Siwon dengan tatapan tanya, yang ternyata di balas dengan tatapan yang sama oleh Siwon. Melihat itu, benak ZhouMi berpikir cepat sebelum akhirnya sebuah senyuman manis terulas di wajah cantiknya.
"Zhoumi. Tan Zhoumi, Choi ahjumma. Maafkan dengan sikapku barusan yang tak tahu sopan santun. Aku... aku hanya kaget karena mendadak bertemu dengan Choi ahjumma. Apalagi dengan kondisi yang seperti sekarang ini." ucap Zhoumi lancar, sambil menundukkan wajahnya yang kini menampakkan semburat warna merah yang membuat Nyinya Choi itu semakin tersenyum sumringah.
"Aigoooo~ neomu kyeopta~" seru Nyonya Choi senang. Yeoja paruh baya itu berbalik dan menatap pada anaknya yang sedari tadi terdiam terpaku di depan pintu kamar. "Siwonnie, Umma menyetujui pilihanmu. Ayo cepat pertemukan Umma dengan keluarganya, dan kita rencanakan pernikahan kalian secepatnya~" ucap Nyonya Choi yang disambut dengan pelototan lebar dari dua pasang mata milik Zhoumi dan Siwon.
.
...
...Pernikahan?
.
.oOWonMiOo.
.
"Mwo? Pernikahan? Hahahaha, apa aku tak salah dengar, seasoning?" derai tawa terdengar dari seberang line telepon saat Zhoumi menghubungi Heechul dan menceritakan kejadian tadi pada calon kakak ipar sekaligus sahabatnya itu.
"Ish! Jangan menertawakanku begitu Chullie. Kau tak tahu bagaimana perasaanku saat ini." gerutu Zhoumi yang kesal mendengar reaksi Heechul akan ceritanya itu.
Ah, saat ini Zhoumi sudah berpakaian lengkap dan sudah kembali ke kamarnya sendiri. Sedangkan Siwon dan Ummanya itu kini sedang bercakap-cakap serius—mungkin mengenai rencana pernikahan mereka itu—di ruang tengah rumah mereka itu.
"Perasaanmu? Hahaha..apa itu perlu di pertanyakan? Kau pasti sekarang sedang sangat bahagia kan? Bukannya kau ini memang punya keinginan untuk bisa menghabiskan waktu bersama si Choi Siwon itu,hmm?" goda Heechul dengan nada yang terdengar sangat riang, namun terdengar cukup mengesalkan di telinga Zhoumi saat ini.
"Yah! Kenapa kau malah berkata seperti itu? Aku ini sama sekali tak merasa senang tahu!" bantah Zhoumi, meskipun kini terlihat kalau sudut-sudut bibirnya agak berkedut menahan senyum yang sebenarnya akan terulas lebar di bibirnya kalau ia tak menahannya.
"Jujur sajalah~ Kau memang senang kan, karena direncanakan akan dinikahkan dengan Choi Siwon itu? Kau senang kan? Hmm~?" goda Heechul lagi karena ia tahu pasti kalau meskipun mungkin Zhoumi mengelak, ia tahu kalau namja itu pasti merasa bahagia.
"Ish! Iya, iya, aku senang. Kau puas?" sahutnya dengan senyum yang akhirnya terpoles sempurna di wajah cantiknya. "Tapi kurasa itu tak mungkin. Kau tahu sendiri kan, kalau Siwon itu tak mencintaiku. Da pasti akan menolak usulan ini." . Senyuman manis yang tadi terpampang sempurna di wajah cantik itu kini perlahan memudar seiring dengan pemikiran logis yang mulai mengambil alih kebahagiaan yang tadi sempat ia rasakan.
"Mungkin saja. Mungkin saja memag begitu. Tapi kita tak tahu yang namanya jalan takdir kan seasoning. Yang pasti, aku dan gegemu akan selalu mengharapkan yang terbaik untukmu."
Zhoumi tersenyum tulus mendengar ucapan sahabatnya itu. "Gomawo, Chullie-ah."
.
.oOWonMiOo.
.
"Umma, kenapa umma begini sih?" protes Siwon yang kini duduk berhadapan dengan Ummanya di ruang tengah. Namja itu kini sudah berpakaian lengkap, dan tengah memprotes pada Ummanya mengenai rencana gila dari Ummanya itu.
"Begini bagaimana Siwonnie? Apa maksudmu?" tanya Nyonya Choi bingung.
"Jangan pura-pura tak mengerti begitu Umma. Maksudku disini jelas mengenai rencana konyol Umma untuk menikahkanku dengan Zhoumi!"
"Ah, soal itu ternyata." Nyonya Choi mengangguk mengerti. "Tapi, rencana konyol apa? Sudah jelas kalau dia itu kekasihmu. Dan Umma sudah setuju dengan pilihanmu. Jadi, kenapa harus menunggu lama untuk menikahkan kalian? Memangnya kau tak mau menikah dengannya?"
Siwon mengacak surai hitamnya dengan frustasi. Ia ingin sekali menjeritkan 'Namja itu bukan kekasihku, Umma, jadi aku amat sangat tak ingin menikah dengannya!' dengan keras di depan Ummanya.
Tapi Siwon tahu kalau ia tak bisa melakukannya. Selama ini, bisa dibilang Siwon hampir tak pernah menjalin hubungan dengan yeoja atau namja manapun. Kalaupun ia terlihat dekat dengan beberapa orang, setiap kali ditanya, Siwon selalu menyanggahnya dan bilang kalau itu hanya teman biasa saja. Buakn teman istimewa.
Tapi kali ini, Siwon tak akan bisa mengelak dengan berkata kalau Zhoumi hanya teman biasa, dengan situasi dimana Ummanya sudah melihat dengan mata kepala sendiri kalau jelas-jelas ia sudah tidur dengan namja itu. Ditambah lagi dengan bercak merah yang tersebar di tubuh Zhoumi, Ummanya pasti tahu kalau Siwon pasti cukup ganas dan berkali-kali melakukan hal itu.
Selain itu, sedari dulu Siwon adalah namja yang selalu menegaskan mengenai monogami. Yaitu pemikiran dan keyakinan dimana ia akan setia dengan satu orang. Dan selama ini ia hampir tak pernah sampai berhubungan seks dengan siapapun juga. Dan tak hanya itu, saat ditanya mengenai kehidupan seksnya oleh Appanya, Siwon pernah berkata kalau ia hanya akan berhubungan seks dengan orang yang akan ia nikahi.
Jadi, sudah tertutup semua jalan untuk mengelak dari rencana yang di utarakan oleh Ummanya.
"Bu-bukannya aku tak ingin menikah dengan Zhoumi. Hanya saja... hanya saja... ummm.."
'Ayo berpikiiiir! Ayo pikir alasan untuk menunda semua ini..!' teriak Siwon frustasi dalam hati.
"Hanya saja apa, Siwonnie?"
"Ha-hanya saja... hanya saja Zhoumi itu kan masih kuliah!" ucap Siwon saat mengingat kenyataan kalau Zhoumi itu kan mahasiswa di tempatnya. " A-apalagi aku ini dosen di tempatnya kuliah, kan tak pantas rasanya kalau aku menikah dengan anak didikku sendiri." lanjut Siwon dengan cepat.
Nyonya Choi menatap putranya cukup lama sebelum mengangguk faham. "Ah, Umma jadi ingat, kau barusan ini pindah tempat kerja ya. Olala..ternyata kau pindah ke universitas tempat Zhoumi berada ya.. dasar anak nakal~" goda Nyonya Choi yang hanya disambut dengan tawa kering dari namja tampan itu.
"Oke, oke. Kalau begitu acara pernikahan itu kita undur dulu untuk sementara. Tapi Umma maunya kau dan dia terikat dulu dengan pertunangan, Ok? Habis, Umma sudah senang melihatmu yang akhirnya sudah menemukan tambatan hati~" ucap Nyonya Choi senang.
'Tambatan hati? Tambatan hati apanya Umma, Siwon kan hanya tak sengaja berhubungan seks dengan namja itu waktu mabuk—' . Tubuh Siwon membatu saat sekelebat ingatan mengenai kejadian semalam terputar lagi dalam benaknya. Wajah namja itu menjadi pucat saat ia ingat sekali kalau semalam itu ia benar-benar dalam keadaan sadar.
'My God...'
.
.oOWonMiOo.
.
"Mimi~"
Zhoumi mendongak saat mendengar suara seorang yeoja yang kini memasuki kamarnya, diikuti dengan Siwon yang memasang tampang keruhnya.
'Demi Tuhan, Umma bahkan sudah mulai memberikannya nama panggilan sayang,' batin Siwon nelangsa.
"U-umm... ada apa Choi ahjumma?" tanya Zhoumi dengan suara lirih.
"Aigooo, jangan panggil aku begitu. Aku ini kan calon mertuamu. Calon ummamu juga. Jadi mulai sekarang, panggil aku Umma." ucap Nyonya Choi sambil mendekati ranjang tempat Zhoumi duduk sekarang ini.
Zhoumi menggeser duduknya untuk memberi tempat pada Nyonya Choi itu, dan ia menatap ke arah Siwon untuk meminta jawaban.
Siwon mengangguk pasrah, dan akhirnya bibir Zhoumi mulai terbuka dan dengan suara lirih antara bingung dan senang, Zhoumi berucap, "Ne, Umma Choi."
Yeoja paruh baya yang masih cantik itu tersenyum puas mendengarnya. "Nah, tadi aku sudah berbicara dengan Siwonnie. Dengan mempertimbangkan alasan akan kau yang masih kuliah, kurasa rencana pernikahan kalian akan kuundur dulu sampai kau lulus nanti. Tapi untuk sekarang ini, aku ingin kalian bertunangan dulu. Jadi, bisa kuhubungi orang tuamu untuk bisa segera melaksanakan pesta pertunangan kalian?"
Zhoumi terhenyak mendengar ucapan Nyonya Choi itu. Bukan karena keinginan menggebu yeoja itu untuk segera melangsungkan pertunangan itu, tapi lebih karena ia tak percaya kalau namja Choi itu tak menolak untuk di tunangkan dengannya. Ia... tidak sedang bermimpi kan?
"Mimi?"
Zhoumi menatap bingung pada yeoja yang menatapnya dengan penuh antusiasme itu, dan ia mengalihkan tatapannya ke arah Siwon. Namja itu terlihat menutupi separuh wajahnya dengan telapak tangannya yang besar itu, sebelum akhirnya mengangguk dengan mata terpejam.
Oh. My. GOD!
"Mimi?" panggil yeoja itu sekali lagi saat tak mendapatkan jawaban apapun dari namja cantik calon menantunya itu.
"A-ah, itu... Appa saya berada di China. Di Korea ini, saya hanya bersama gege—hyung saya maksudnya. Namun ia tinggal terpisah dari saya."
"Oooh, jadi kau berasal dari China? Pantas wajahmu terlihat cukup berbeda dari orang korea kebanyakan. Tapi bahasa koreamu sudah sangat lancar ya."
"Ah, itu karena almarhumah Umma saya adalah orang korea asli, jadi sewaktu kecil saya dan hyung saya sudah di ajarkan bahasa korea." jelas Zhoumi.
Nyonya Choi tersentak kecil mendengar penuturan Zhoumi, dan dengan hati-hati yeoja itu bertanya, "Almarhumah? Apa itu berarti Ummamu sudah..."
Zhoumi tersenyum lemah dan mengangguk. "Saat usia saya masih sepuluh tahun, Umma meninggal karena kecelakaan."
Tubuh Siwon yang berada di dekat pintu itu membatu mendengar cerita Zhoumi, dan saat melihat wajah namja itu terlihat seperti sedang menahan kesedihan, entah mendapat dorongan darimana, Siwon merasakan kebutuhan mendesak untuk merengkuh tubuh ramping itu ke dalam pelukannya dan menenangkannya.
Namun niat dan keinginan itu harus ia tahan karena kini Ummanya sudah lebih dulu memeluk tubuh Zhoumi dan mengelus punggungnya lembut. "Maafkan Umma sudah membuatmu mengingat kenangan sedih itu. Tapi kau jangan bersedih terus, karena kini aku juga sudah menjadi Ummamu, mengerti?" ucap yeoja itu sambil tersenyum lembut ke arah Zhoumi yang kini mengangguk mengiyakan ucapannya.
Dan Siwon di sudut sana tanpa sadar mengembangkan senyuman kecil saat melihat interaksi ummanya dengan Zhoumi itu. Meskipun sebentar kemudian senyum itu sirna digantikan kerutan alis yang dalam saat Siwon menyadari apa yang barusan saja ia pikiran tadi.
.
.oOWonMiOo.
.
"Tan Hangeng?" pekikan kaget dari seorang yeoja membuat tiga namja yang kini berada di kediaman WonMi itu menoleh ke arah asal suara.
Namja yang memiliki nama tersebut membulatkan matanya saat melihat sosok yang cukup familiar dengannya itu. "Choi ahjumma?" panggilnya tak kalah kaget, membuat dua namja lainnya mengerutkan alisnya dalam-dalam.
"Han-gege, umm... kau mengenal Umma Choi?" tanya Zhoumi saat melihat kalau gegenya itu mengenali Umma dari Siwon.
"Tentu saja aku mengenalnya, Mimi. Choi ahjumma ini kan teman dekat Umma kita dulu." sahut Hangeng yang kini menyalami Nyonya Choi itu.
"Aigooo, bagaimana mungkin ini bisa terjadi. Aku tak menyangka kalau Zhoumi ini adikmu. Jadi kalau begitu, ini Mimi kecil yang dulu selalu bersembunyi di balik tubuhmu itu?" ucap Nyonya Choi yang terperangah akan kenyataan yang ada dihadapannya ini.
Hangeng mengangguk kecil saat mengingat kalau dulu saat mereka terbang ke korea dan menemui keluarga sahabat ummanya itu, Zhoumi akan menempel erat padanya, dan selalu bersembunyi di balik tubuhnya saat ada orang asing mendekat.
"Aku benar-benar tak menyangka kalau Zhoumi ini adikmu, Geng. Kupikir nama marga itu hanya kesamaan nama biasa saja. Tak kusangka kalau ternyata ini kalian. Ya Tuhan, aku begitu merindukan kalian semenjak terakhir kita bertemu di pemakaman Sihye... ah, jadi Umma yang kau maksud itu ternyata adalah Sihye. Ya tuhan..." . Nyonya Choi menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sebelum ia bergerak untuk memeluk Hangeng dan Zhoumi. "Maafkan aku... Aku tak pernah berani untuk menghubungi kalian lagi semenjak Sihye tiada. Aku terlalu takut untuk kembali mengingat kesedihan itu." bisiknya pilu sambil menahan rasa sedih yang kini memenuhi hatinya.
"Choi ahjumma..." panggil Hangeng lirih sambil balas memeluk yeoja yang merupakan teman baik Almarhumah ummanya itu. Setelah itu Hangeng melepaskan pelukan itu dan mengusap setitik air mata yang hampir mengalir di sudut mata yeoja itu. "Sudahlah, ahjumma. Kami mengerti. Aku dan Baba mengerti kesedihan yang ahjumma rasakan." ucap Hangeng sambil tersenyum.
Melihat senyum tulus Hangeng, Nyonya Choi itu akhirnya ikut tersenyum. Lalu yeoja itu menatap ke arah Zhoumi dan juga Siwon dan tersenyum senang. "Aku benar-benar senang dengan semua ini. Anakku menjadi kekasih dari anak sahabatku. Jadi tunggu apa lagi, ayo kita laksanakan pertunangan ini secara besar-besaran...besok!" seru Nyonya Choi itu dengan gembira.
Tiga namja yang berada di sana langsung terperangah kaget, dan sontak ketiganya langsung membuka mulut bersama-sama.
"BESOK?!"
.
.
.
~TBC~
Annyeeongg~
Author yang tengah aktif dan punya waktu yang agak luang ini kembali apdet FF~
Hehehehe, adakah yang menunggu FF ini?
*hening*
Ah, biarpun kalian tak menunjukkannya, aku berharapnya kalau masih ada yang menunggu lanjutan dari kisah WonMi ini.
Nah, untuk chap ini kejutannya adalah kenyataan kalau Umma Zhoumi dan Umma Siwon itu sebenernya sahabat dekat~
Buat next chap, masih akan ada kejutan2 lain selama persiapan rencana pertunangan WonMi couple ini~
Apakah WonMi benar-benar akan jadi bertunangan? Ataukah... oke, di stop aja karena ntar malah bakal jadi hint buat next chap nih..
Oh, dan BIG THANKS to :
sycarp, gdtop, mayahahaha, ELF, ZheyraSky, ninamum itha, Sanghwa Wonmi, ejinki, Evil Thieves, Khalifah Chou, puzzpit, Daevict024, meyminimin, dewdew90, rie yunnie bear, inez, siFujoshi, Reeiini, reaRelf, Park Hyo Ra, lee minji elf, WidiwMin, Dongdonghae, cloud3024
Buat yang masih mau tau kelanjutan kisah WonMi couple yang sangat jarang ada di ffn ini, silahkan isi kolom review, sekedar untuk memberi upah capek buatku ini, Ok?
