.

"Aku benar-benar senang dengan semua ini. Anakku menjadi kekasih dari anak sahabatku. Jadi tunggu apa lagi, ayo kita laksanakan pertunangan ini secara besar-besaran... besok!" seru Nyonya Choi itu dengan gembira.

Tiga namja yang berada di sana langsung terperangah kaget, dan sontak ketiganya langsung membuka mulut bersama-sama.

"BESOK?!"

.

.

Bibirmu adalah alkohol yang terus ingin kunikmati..

Tubuhmu bagai candu yang tak bisa sekalipun kutinggalkan...

Dan cintaku padamu, seperti penjara yang membuatku tak bisa melarikan diri dari pesonamu...

Yes, I am your prisoner...

.

Ela-ShimSparCloud aka Ela Ela Changminnie proudly presents

"Prisoner" ch 7

Pairing : WonMi/MiWon (Choi Siwon X Zhou Mi)

Slight HanChul

Desclaimer : They're belongs to God, themselves, and Super Junior

Rated : M

Warn : Alternate universe! Crackpair! Yaoi! Typo's, naughty!Zhoumi!

Don't like this pair? Just get out from ma FF now, and don't you ever dare to bash the Cast!

.

.oOWonMiOo.

.

Heechul tertawa terpingkal-pingkal saat Hangeng pulang dan menceritakan semua yang terjadi. Parasnya yang cantik itu terlihat sangat bahagia saat tertawa keras, dan itu membuat Hangeng ikut tersenyum sambil meraih pinggang kekasihnya itu.

"Kau menertawakan keadaan Mimi, atau kau sebenarnya bahagia karena rencana pertunangan itu, hmm?" tanya Hangeng sambil menarik tubuh ramping kekasihnya itu ke dalam pelukan hangatnya.

Heechul menghentikan tawanya, meski senyum cantiknya itu masih bertahan di bibirnya. "Kau tahu kalau aku ini memang sayang padanya. Jadi jangan ajukan pertanyaan bodohmu itu." ucap Heechul sambil menusuk-nusuk pipi Hangeng dengan jemari lentiknya. "Dan by the way, aku tak tahu kalau aku punya kekasih yang pintar acting sepertimu." gumam Heechul heran. "Padahal kan kau bahkan tak pernah bisa berbohong dengan benar di depanku."

Kali ini giliran Hangeng yang tertawa mendengar ucapan tajam kekasihnya itu."Itu kan karena memang aku tak akan pernah bisa berbohong kalau aku menatap matamu." kilah Hangeng sambil tertawa. "Lagipula, tadi kan aku sebenarnya terkejut juga, soalnya biarpun aku tahu kalau Siwon itu putra dari Choi ahjumma, aku sudah lama tak bertemu dengannya. Jadi aku tak bisa dibilang berakting sepenuhnya juga."

Wajah Heechul melembut seketika saat Hangeng menyebutkan mengenai Choi ahjumma. "Apa bertemu kembali dengan Choi ahjumma itu membuatmu teringat lagi dengan Ummamu?" lirih Heechul.

Hangeng tersenyum melihat perhatian dari kekasihnya itu. "Tak perlu khawatir. Aku sudah bukan anak kecil lagi. Lagipula, aku sudah merelakan kepergian Umma." Hangeng memeluk kekasihnya itu dan membenamkan wajahnya ke perpotongan leher Heechul. Menghirup aroma tubuh kekasihnya yang selalu bisa menenangkannya itu. "Semuanya sudah berjalan sesuai rencana. Kuharap seterusnya akan bisa selancar ini, dan akhirnya aku akan bisa memboyongmu ke Cina."

Heechul tersenyum lembut mendengar ucapan kekasihnya.

'Semoga semuanya berjalan lancar...'

.

.oOWonMiOo.

.

"Kau... mengenal keluargaku?"

Zhoumi yang sudah bersiap untuk tidur mendongak menatap Siwon yang tengah menatapnya dengan rasa ingin tahu yang terpancar pada sepasang mata tajamnya. Zhoumi menggeleng dengan perasaan ragu.

Siwon menaikkan alisnya melihat gelengan kepala Zhoumi.

"Aku... aku tak tahu. Han-gege mengenalnya, harusnya aku juga begitu. Tapi seperti yang Ummamu bilang tadi, ia tak pernah lagi bertemu keluargaku setelah Ummaku meninggal. Jadi aku sama sekali tak bisa mengingatnya."

"Tak bisa... mengingatnya?" tanya Siwon heran saat mendengar ucapan Zhoumi yang agak aneh itu. Kalau tak salah dengar, bukankah Zhoumi bilang Ummanya meninggal saat usianya sepuluh tahun? Kalau begitu seharusnya selama sepuluh tahun itu kalau ia pernah bertemu Ummanya—yang harusnya sering terjadi karena Siwon ingat kalau Umma dan Appanya sering pergi ke Cina untuk menemui keluarga teman dekat mereka—bukankah harusnya Zhoumi bisa mengingatnya meskipun sekilas?

Zhoumi menggigit bibirnya sambil menimang-nimang dalam hati. Haruskah ia membicarakan ini dengan Siwon? Tapi namja itu sebentar lagi—atau lebih tepatnya besok malam—akan segera menjadi tunangannya. Ia rasa sepertinya tak apa menceritakan ini.

"Ummaku meninggal karena kecelakaan saat usiaku sepuluh tahun." mulai Zhoumi, dan Siwon langsung mendengarkan dengan cermat mengenai apa yang akan dikatakan namja cantik di depannya ini. "Bisa dibilang, mungkin karena shock dan sedih, ingatanku sebelum itu benar-benar hilang."

Kedua mata Siwon melebar saat mendengar ucapan Zhoumi yang sangat mengagetkannya itu. Hilang ingatan?

Zhoumi mengangguk. "Ingatan pertamaku adalah saat aku terbangun di rumah sakit dengan orang-orang yang saat itu benar-benar asing buatku. Aku bahkan tak bisa mengingat siapa diriku, siapa namaku, siapa keluargaku. Semuanya benar-benar hilang. Setelah itu, baru aku tahu kalau dua orang yang menatapku dengan khawatir adalah Baba—ah, maksudku Appaku, dan juga Han-gege."

"Saat itu, setelah aku sadar, aku di bawa pulang ke rumah, tepat saat upacara kematian Umma. Sebelumnya aku meragukan kebenaran mengenai mereka adalah keluargaku—karena aku sama sekali tak mengingat mereka. Namun saat aku melihat foto Umma di figura itu, dadaku terasa amat sangat sesak, dan mesipun aku tak bisa mengingat kenangan bersamanya, aku langsung menangis saat itu juga." Zhoumi merasakan suaranya mulai bergetar saat menceritakan mengenai Ummanya.

Bukan hal yang mudah baginya untuk menceritakan mengenai hal ini.

"Semua orang panik saat melihatku menangis dengan begitu pilu dan dengan suara keras. Tak ada siapapun yang bisa menghentikan tangisanku saat itu—hingga akhirnya aku kehilangan kesadaran sendiri akibat kelelahan menangis, karena aku benar-benar merasakan kekosongan besar di dalam hatiku tiap kali aku melihat foto dimana Ummaku tengah tersenyum dengan cantiknya itu. Di dalam sini... rasanya ada yang hilang... dan rasanya sesak sekali... amat sangat menyesakkan..."

Siwon merasakan nafasnya terenggut dari paru-parunya saat ia melihat ada setetes cairan bening yang lolos dari sudut mata Zhoumi itu. Dengan cepat Siwon mendekat pada Zhoumi dan tanpa sempat berpikir lagi, Siwon langsung mengulurkan tangan dan menghapus air mata yang mengalir itu.

Zhoumi tersenyum melihat tindakan manis Siwon—membuatnya merasa lebih kuat meskipun ini adalah hal yang membuatnya sedih. Dan kali ini Siwon merasakan jantungnya malah berhenti berdetak untuk sesaat, ketika senyum manis itu terarah padanya.

"Ingatanku yang aku tahu sekarang inipun semuanya berdasarkan foto-foto yang ada dirumah, dan berdasarkan cerita dari Appa, Han-gege, semua saudara, dan juga dari para tetangga yang lain itu. Karena itulah aku bisa dibilang tidak mengenal Ummamu, mungkin karena Appa dan Han-gege lupa menceritakannya padaku."

Siwon mengangguk mendengar cerita Zhoumi. "Maafkan aku jadi membuatmu mengingat hal menyedihkan ini." ucap Siwon tulus.

"Tak apa. Aku juga tadi kaget saat melihat Han-gege yang ternyata mengenali Ummamu."

Keduanya terdiam saat pembicaraan kembali kepada Choi ahjumma. Mengingat yeoja itu membuat keduanya teringat kembali kalau saat ini mereka berada di situasi yang berkembang dengan tak terduga.

"Apa... apa Ummamu benar-benar serius akan mengadakan pertunangan itu besok?" tanya Zhoumi memecah keheningan diantara mereka berdua.

Siwon menghela nafas, dan mengangguk. "Ummaku itu tipe orang yang biasanya melakukan apa yang ia katakan. Jadi kurasa, besok malam kita akan benar-benar di tunangkan.." ucap Siwon dengan nada yang baginya sendiri terdengar cukup tenang dan santai.

Apa ini berarti dia merasa tak masalah dengan rencana pertunangan ini? Apa ini berarti dia merasa tak masalah kalau harus terikat dalam pertunangan dengan seorang Tan Zhoumi? Siwon menggeleng sendiri dengan pemikirannya itu. Tak mungkin ia merasa tak masalah kalau harus bertunangan dengan Zhoumi. Namja cantik itu jelas-jelas tipe pengacau hidupnya. Jadi, tentu saja ia merasa kalau ini masalah besar karena ia harus bertunangan dengan namja itu. Ya, harusnya seperti itu...

Zhoumi ikut terdiam karena melihat Siwon yang tengah berkutat dengan pemikirannya sendiri itu. Meskipun mungkin bukan dengan cara yang seperti ini, tak bisa dipungkiri kalau ia merasa bahagia di dalam hatinya, karena ia bisa bertunangan dengan Siwon. Bahkan bermimpi seperti inipun, ia tak berani—namun sekarang ini malah hal yang tak berani ia impikan itu berubah menjadi kenyataan. Tak munafik, Zhoumi merasakan kalau ia merasa kalau Siwon mulai menyukainya juga, karena toh namja itu tak menolak pertunangan ini

"Setidaknya ini kan hanya pertunangan saja. Nanti aku akan mencari cara agar kita 'putus', dan pertunangan ini akan dibatalkan untuk kedepannya."

Kata orang, jangan berharap terlalu tinggi, karena semakin tinggi kau berharap, saat kau akhirnya terjatuh, rasa sakitnya akan terasa bekali-kali lipat.

Bisa dibilang seperti itulah yang dirasakan oleh Zhoumi saat mendengar ucapan Siwon barusan ini. Setelah ia merasakan harapannya dilambungkan dengan tinggi oleh Siwon, secepat itu pula namja itu menjatuhkannya ke bumi dengan keras.

"T-terserahmu saja. Aku mau tidur." ucap Zhoumi dengan suara yang ia usahakan agar tak terdengar bergetar, dan ia langsung berbaring dengan memunggungi Siwon.

Tak Zhoumi ketahui, Siwon sendiri sekarang tengah mengutuk dirinya sendiri karena ia mengatakan hal itu dengan suara keras. Memang itulah rencana yang ia pikirkan, namun bukan berarti ia berniat menyuarakannya dengan lantang—dan mendapati wajah sedih Zhoumi setelah kalimat lolos dari bibirnya.

"Mianhae." lirih Siwon sambil mengambil membaringkan diri di samping Zhoumi—mereka tidur sekamar karena Umma Siwon menempati kamar satunya—dan ikut memejamkan matanya.

.

.oOWonMiOo.

.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Zhoumi bingung saat melihat Heechul tengah berdiri di depan rumahnya pagi ini dengan senyum lebarnya yang mencurigakan itu.

Heechul mendengus melihat reaksi Zhoumi tepat seperti yang sudah ia perkirakan. "Tentu saja aku harus kesini. Kata Hannie, pagi ini kalian akan mencari baju, dan tentu saja aku harus ikut~!" ucap Heechul sambil mendorong Zhoumi menjauh dari pintu, dan dengan seenaknya masuk ke dalam rumah Zhoumi.

"Mimi, apakah kau sudah siap—Aigoo, siapa dia Zhoumi?" tanya Choi ahjumma saat ia keluar kamar menghampiri Zhoumi, dan melihat adanya orang asing yang belum pernah ia lihat. Choi ahjumma menyipitkan mata sebentar meneliti sosok asing itu dari atas sampai bawah, sebelum kemudian senyumnya terkembang dengan ceria. "Aigooo, namja yang sangat cantik, tak kalah cantik denganmu, Mimi."

Zhoumi tersedak ludahnya sendiri saat melihat kalau Choi ahjumma itu bisa menebak gender Heechul dengan benar, padahal saat ini Heechul tengan memakai baju pink dengan motif bunga-bunga, dengan celana skinny jeans dan topi putih bundar yang lebar. Banyak orang pasti akan menyangka kalau Heechul itu adalah yeoja, namun Choi ahjumma bisa dengan mudah menebak kalau Heechul itu namja!

Lain dengan Zhoumi yang kaget, Heechul langsung tersenyum senang saat mendengar ucapan Choi ahjumma itu. "Kim Heechul imnida. Namjachingu dari Tan Hangeng. Salam kenal Choi ahjumma. Anda benar-benar masih terlihat cantik dan modis, membuat saya jadi tak bisa membayangkan betapa cantiknya anda saat masih muda dulu."

Kedua orang itu saling bertukar senyum, dan Zhoumi agak sedikit kaget saat keduanya menatapnya. "Mimi, cepatlah bersiap." ucap keduanya bersamaan, dan Zhoumi memilih untuk langsung menuruti kedua orang itu sebelum ia mendapat masalah.

.

Zhoumi mengerang dalam hati saat ia akhirnya sudah siap dan pemandangan berupa keakraban Choi ahjumma dengan Heechul.

"Siwon dimana?" tanya Zhoumi sebelum mereka bertiga berangkat untuk mencari baju.

Choi ahjumma melemparkan senyum menggoda pada Zhoumi. "Tak bertemu pagi ini saja kau sudah merindukannya ya, Mimi? Siwon kusuruh untuk menghubungi suamiku dan mengurus hal lainnya. Jangan kecewa, karena sepertinya sampai pertunangan kalian nanti, aku memang berniat untuk tak mempertemukanmu dengannya." Choi ahjumma menatap Heechul penuh konspirasi dan keduanya saling tersenyum. "Aku akan membuatnya terkejut melihat penampilanmu. Jadi, hari ini kita akan mengunjungi banyak tempat."

Zhoumi mengerang dalam hati, dan berharap kalau hari ini bisa berlalu dengan cepat.

.

Seperti biasa, memang kadang kenyataan itu tak bisa dibuat sesuai harapan kita. Saat kau berharap agar hari berjalan dengan cepat, waktu seolah mengejek kita dan semuanya terasa begitu lambat. Begitu juga yang kini tengah dirasakan Zhoumi.

Setelah keluar dari rumah, tiga jam mereka habiskan dengan memilih baju dan jas macam apa yang akan dipakai oleh Zhoumi dan Siwon saat pertunangan mereka nanti malam. Setelah itu, mereka datang ke Choi International Hotel dan langsung menemui manajer disana untuk memesan ballroom disana, sekalian juga memilih menu makanan apa yang akan disajikan pada pesta pertunangan mereka.

Setelah semuanya fix, kini Zhoumi di bawa ke tempat perawatan tubuh. Empat jam mereka habiskan degan melakukan perawatan tubuh secara menyeluruh pada Zhoumi. Mulai dari facial, pijat, lulur, dan hal lainnya.

Merasa masih belum puas, mereka memaksa Zhoumi datang ke salon, dan memaksanya untuk duduk diam selama dua jam untuk di manicure, pedicure, merapikan rambut, dan lain sebagainya.

"Aaaah... so tired..!" keluh Zhoumi saat mereka sampai ke rumah. Zhoumi sudah membuka pintu kamarnya untuk berbaring, sebelum ia nyaris berteriak dengan shock melihat kondisi kamarnya.

"What the—"

Kedua mata Zhoumi melebar tak percaya saat melihat kamarnya yang kini sudah berubah tak seperti kamarnya beberapa waktu lalu. Jika tadinya kamarnya penuh dengan barang-barang miliknya, sekarang ini semuanya hilang. Hanya menyisakan satu nakas kecil di samping tempat tidur besar yang kini sudah diberi kelambu berwarna merah dari kain satin. Selain itu, Zhoumi bisa melihat jelas kalau di atas seprai putihnya itu sudah di taburi dengan puluhan kelopak mawar merah...

"Ini kamar untuk malam kalian."

Zhoumi terlonjak kaget saat mendengar suara Choi ahjumma tepat disampingnya. "Ahju—Umma Choi, a-apa ini? K-kenapa kamarku jadi berubah seperti ini? I-ini seperti kamar pengantin saja!"

"Ini memang aku desain seperti kamar pengantin, dan ini dikerjakan selama kita keluar tadi."

"Tapi... tapi aku kan tidak menikah dengan Siwon!" protes Zhoumi yang bisa membayangkan seperti apa reaksi Siwon saat nanti malam mereka memasuki kamar ini.

"Bukannya tidak menikah, tapi belum. Belum menikah dengan Siwon. Selain itu, tak masalah kan, toh kalian sebelum bertunangan inipun pasti sudah sering melakukannya kan? Aku hanya ingin membantu membangun suasana saja kok." ucap Choi ahjumma santai. "Ah, dan by the way, Appamu sudah datang dan tengah mengobrol dengan Heechul di ruang tengah.

"Eh? Appa?" tanya Zhoumi yang langsung melesat keluar untuk menemui Appanya.

"Baba~!" seru Zhoumi saat melihat wajah appanya yang sudah cukup lama tak ditemuinya itu. Namja yang ia panggil Baba itu langsung membuka kedua lengannya dan menangkap Zhoumi ke dalam pelukannya.

"Hahahaha... apa kabar Mimi kecilku ini, hmm? Sudah lama tak pulang ke rumah, dan sekarang Baba malah yang harus kesini melihat Mimi kecil Baba sudah akan bertunangan." ucap namja berusia lanjut itu sambil mencubit hidung bangir putra bungsunya itu.

"Baba masih saja tak berubah. Aku ini sudah besar Baba. Sudah tak pantas dipanggil Mimi kecil lagi." protes Zhoumi yang membuahkan tawa di bibir Babanya itu.

"Ya, ya. Karena kau akhirnya berhenti bermain-main dan kelihatannya sudah mulai serius, Baba sudah tak akan menganggapmu anak kecil lagi." ucap Babanya yang merujuk pada tingkah main-mainnya dulu, dan pertunangannya kini.

"Kali ini aku serius Baba.." gumam Zhoumi lirih—yang disambut dengan senyum lega dari Babanya itu.

.

.oOWonMiOo.

.

Siwon merasakan kalau kini ia benar-benar menghadapi masalah serius. Jujur saja, karena hanya memiliki waktu satu hari, ia pikir pertunangan ini tak akan mungkin di hadiri banyak orang. Tapi melihat banyaknya tamu yang kini mulai mengisi Ballroom hotel milik keluarganya itu membuat Siwon meragukan pemikirannya itu.

Ummanya itu benar-benar melakukan semuanya sesuai ucapannya. Pesta pertunangan besar-besaran yang persiapannya benar-benar di adakan dalam waktu satu hari. Dan lagi, bisa dibilang tamu undangan yang datang ini semuanya adalah orang-orang penting yang merupakan penggerak ekonomi negara Korea dan Cina—karena yang datang adalah semua rekan bisnis Appanya, dan juga rekan bisnis Appa Zhoumi.

Tak hanya itu, namun di sudut-sudut ruangan bisa terlihat adanya kameramen professional yang merekam acara ini dari berbagai sudut, dan tak ketinggalan juga dengan beberapa reporter dan wartawan dari surat kabar, tabloid dan stasiun TV yang terkenal turut meliput acara pertunangan ini.

Pertunangan antara putra keluarga Choi yang merupakan pemilik kerajaan Hyundai Corp yang bisnisnya sudah merambah sampai ke luar negeri, dengan putra dari keluarga Tan yang bisa dibilang menguasai pasar negara tirai bambu itu dalam berbagai bidang, jelas tak mungkin di lewatkan oleh para pencari berita itu kan?

'Shit! Shit! Shit!' maki Siwon dalam hati karena ia sudah menyetujui pertunangan ini. Sebelumnya ia berpikir kalau pertunangan ini hanya akan di hadiri sedikit orang, makanya ia menerimanya, dengan harapan kalau ia bisa membuat skenario di hadapan orang tuanya kalau ia 'putus' dengan Zhoumi, dan voila, pertunangan ini akan batal, dan ia akan bisa kembali damai berkutat dengan buku-buku yang ia cintai.

Tapi kalau melihat dari betapa besarnya acara ini, dengan banyaknya para tamu yang berpengaruh, an dengan berbagai wartawan yang ada, bisa dibilang ini adalah pertunangan yang mungkin tak akan bisa ia batalkan—dan itu berarti ia akan berakhir dengan menikahi Zhoumi...

Holy Shit!

Siwon merasakan tubuhnya di dorong ke depan oleh seseorang, dan saat ia berbalik, ia bisa melihat Appanya tengah tersenyum lebar ke arahnya. "Ayo, jangan berdiam saja di belakang sini. Sapa para tamu undangan itu dan berbaurlah dengan mereka." perintah Appanya yang kini terus mendorong tubuh Siwon untuk masuk ke keramaian itu.

Sontak saja perhatian semua tamu terarah pada Siwon, dan meskipun harus memberikan senyum terpaksanya, Siwon akhirnya meladeni semua pertanyaan yang diberikan para tamu itu kepadanya.

"Tes.. Tes.. 1, 2, 3." suara mic yang menggema keras di dalam ruangan itu membuat semua orang menatap ke arah panggung mini, dimana kini Tuan dan Nyonya Choi beserta Tuan Tan sudah berada di sana dengan senyum terkembang.

"Selamat malam ladies and gentleman. Hari ini saya, mewakili pihak keluarga Choi dan keluarga Tan mengucapkan permintaan maaf yang sebensar-besarnya karena telah memberikan undangan pertunangan anak kami dengan begitu mendadak. Bahkan undangan itu bukan berupa undangan resmi, namun berupa pemberitahuan kepada sekretaris pribadi masing-masing." ucap Nyonya Choi sambil menebarkan senyumnya yang menawan itu pada semua tamu undangan. "Dan kami sangat berterima kasih sekali karena anda semua mau meluangkan waktu untuk sekedar memenuhi undangan dari kami yang sangat mendadak ini."

"Bukan bermaksud lancang, namun disini saya yang berbicara karena bisa dibilang betapa dadakannya acara ini adalah karena ketidak sabaran saya untuk segera mentunangkan putra saya dengan putra keluarga Tan. Mungkin beberapa dari anda ahu kalau saya memang bersahabat dengan almarhumah Tan Sihye, namun saya baru mengetahui itu setelah bertemu dengan keluarga dari kekasih putra saya."

"Berbicara mengenai kekasih putra saya, alasan saya begitu tak sabar untuk mempersatukan putra saya dengan kekasihnya adalah karena saya sudah sangat jatuh cinta pada kekasih putra saya. Oleh karena itu, tanpa mengurangi kehormatan acara ini, saya akan langsung masuk pada acara intinya."

Nyonya Choi menyerahkan mic yang ia pegang pada suaminya, dan ia menghilang ke bagian belakang ruangan itu.

"Selamat malam, semuanya." mulai Tuan Choi saat ia akhirnya berbicara dengan rekan kerjanya. "Hari ini adalah hari bahagia bagi kami, karena kami akan mempersatukan kedua anak kami dalam ikatan pertunangan di malam yang berbahagia ini. Putraku Choi Siwon, naiklah kemari." panggil Tuan Choi, dan seketika itu juga, semua lampu di ruangan ini menjadi padam. Tapi pada detik berikutnya, sebuah lampu menyorot ke arah Choi Siwon yang berada di antara para tamu. Dan dengan senyum yang sebenarnya terpaksa itu, Siwon berjalan dengan mantap ke arah panggung, dengan lampu yan terus menyoroti setiap pergerakannya menuju ke panggung kecil itu.

Tuan Choi menyerahkan mic itu kepada Tuan Tan, dan kini giliran Tuan Tan yang memanggil nama putranya. "Tan Zhoumi, keluarlah dari tempat persembunyianmu, dan datanglah pada calon tunanganmu ini."

Lampu ruangan kembali menjadi gelap, dan begitu lampu sorot kembali menyala, tarikan nafas kaget keluar dari mulut Siwon yang kini menatap tak percaya pada Zhoumi yang tengah berjalan dengan di dampingi oleh Ummanya.

Oh. My. GOD!

.

.

.

~TBC~

Annyeongg~!

Nah, akhirnya aku balik bawa lanjutan dari WonMi pair ini~!

BIG THANKS to :

Park Hyo Ra, Dongdonghae, miszshanty05, Guest, kyumin forever, gdtop, Mrs Kim siFujoshi, dewdew90, Sanghwa WonMi, wonwon, reaRelf, , oryzasativa, ochaviosa, Reeiini, Liu HeeHee, ZheyraSky, Khalifah Chou, ejinki, Daevict024, Evil Thieves, , revi-killan, hominluphyou, Aaliya Shim, Cha2LoveKorean, mayahahaha, kyu501lover, elf1013, cloud3024, mentari, ReiRei

Mian gak bisa balas review satu-satu, tapi review yang masuk bener-bener bikin aku senang~ #hug satu satu

Nah, akhirnya WonMi jadi tunangan~!

Ada yang bisa nebak penampilan ZhouMi? Hihihihi..jangan bunuh saya karena saya selalu nempatin TBC di tempat yang pas banget~

Last, isi dong kotak reviewnya, sekedar upah capek buat author ca'em ini~ #plak