My Sunbae

Pairing :: YeWook

Genre :: Romance/

Rating :: T (Yaoi)

Warning :: Typo(s). Gaje. Abal. Ngebosenin. Garing Dsbg..

Disclaimer :: YeWook Saling memiliki

Yesung Milik Wookie n Wookie Milik Yesung

Dan tentunya Kyu milik author ~

Pertama-tama, saya mau minta maaf sama kalian semua karena sanagat..sangat..sangat.. lama saya update ff ini, dikarenakan waktu libur saya yang TIDAK pernah ada, tapi akan saya usahakan untuk ~ sekali lagi saya minta maaf kalo ceritanya makin garing n GAJE.

Happy Reading~

'Hanya ada satu permohonanku pada Santa Claus saat malam natal nanti, hanya satu kata yang aku ingin dengar darinya, aku ingin dengar Yesung hyung bilang 'suka' padaku... Semoga.."

"A-apa kau benar-benar mencintaiku"

"..."

"Hyung..."

"..."

"H-hyung kau marah?"

"Ani" jawabnya lagi-lagi tanpa menoleh kearah Wookie

"lalu mengapa hyung tidak menjawab pertanyaanku" tanya namja mungil itu lagi.

"Sebenarnya..."

Chap 3

"Sebenarnya...-" ucap Yesung mulai angkat bicara.

"Hah~ sudahlah Hyung, jika kau memang tidak mau mengatakannya kau tak perlu mengatakannya" Potong Wookie tak sabar, rasa takut akan kehilangan namjachingunya itu tiba-tiba saja menyeruak keluar, mengalahkan rasa penasaran yang tadi sempat melandanya. Ya saat ini Wookie memang belum siap untuk kehilangan Yesung, paling tidak sampai ia berulang tahun karena merayakan ulang tahun bersama Yesung merupakan impiannya sejak pertama kali bertemu dengan namja tampan yang kini menjabat sebagai namjachingunya itu.

"Eh?" Yesung menautkan kedua alisnya memandang Wookie heran, baru saja namja mungil itu sangat ingin Yesung menjawab pertanyaanya dan sekarang malah dia sendiri terlihat enggan mendengar jawaban itu. 'Aneh' iner Yesung.

"Hyung kau tahu, saat ini di taman kota ada perayaan Caroling loh, kau mau tidak pergi kesana?" tanya Wookie penuh harap.

"Mengapa aku harus ikut denganmu?"

'Huh` Wookie mendengus mempoutkan bibirnya sebal. Lagi dia harus mendengar jawaban ketus dari namja tampan yang sedang berjalan didepannya itu.

"Ani. Kau kan namjachinguku, apa salah aku mengajakmu jalan-jalan, lagipula kau bilang malam natal nanti kau tak bisa pergi denganku dan sebagai gantinya aku mau kau menemaniku ke taman kota sekarang..." fuih~ Baru kali ini dia dapat mengatakan semua yang ada dihatinya dengan gamblang. Entahlah mungkin Wookie itu mulai jengah dengan tingkah Yesung yang selalu acuh padanya.

"..." Yesung tidak merespon perkataan Wookie tadi, ia hanya berjalan terus kedepan tanpa memperdulikan Wookie yang setengah berlari dibelakannya untuk mensejajarkan langkah mereka.

"Hah~" tidak tahu sudah berapa kali dalam satu hari ini Wookie menghela nafasnya panjang. Frustasi. dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi agar Yesung dapat merespon pertannyaanya dengan baik. "Aku tidak memaksamu Hyung, kalau kau tidak mau juga tak masalah" lanjutnya lirih namun masih bisa ditangkap oleh indra pendengaran Yesung.

"..." Lagi-lagi Yesung tak merespon perkataan Wookie. Sungguh entah apa yang ada dialam kepala besarnya, sehingga ia bisa membuat namaja mungil nan imut yang ada dibelakangnya itu semaikn mempoutkan bibirnya.

"Hyung kau tahu aku sangat ingin pandai berenang sepertimu loh" Wookie terkikik dengan perkataanya sendiri mengingat latihan pertamanya tadi yang terbilang gagal. Bagaimana tidak berjam-jam latihan tak satupun gaya yang bisa dilakukannya dengan baik, yang ada dia hanya dijadikan bahan tertawaan oleh pelajar lain maupun sunbaenya. Payah.

"Bagaimana kau mau berenang, kalau kau saja latihannya sambil tertawa terus seperti tadi tentu kau tak akan bisa" ejeknya pada Wookie dengan senyum meremehkan.

Yes! Wookie bersorak dalam hati, akhirnya Yesung mau merespon pertanyaanya. 'Mwo seperti tadi? i-itu artinya Yesung hyung tadi juga memperhatikan aku..' iner namja mungil itu, seketika muncul rona berwarna pink tipis dikedua pipi tirus Wookie, sepertinya jawaban datar dari Yesung berdampak besar baginya, dia membayangkan betapa manisnya sifat Yesung yang memperhatikannya diam-diam tadi. Kemajuan pikirnya. Khukhukhu~

karena sibuk demgan fantasi liarnya, Wookie menjadi tidak sadar Jika Mereka telah melewati Gang rumah Yesung.

"Hyung tunggu.. hyung bukanya rumahmu disana" Wookie berlari kecil mengahampiri Yesung dan menarik tas yang diselempangkan dibahu kanan namja tampan itu.

"Hyung..."

"Hyung...apa kau sadar?"

"Hyung~" Wookie mengguncang bahu Yesung pelan mencoba menyadarkan Yesung barangkali kekasihnya itu kemasukan roh jahat saat dijalan tadi.

"kau pikir aku kenapa eoh?" desisnya sambil menatap tajam manik caramel Wookie.

-Degh-

Dada Wookie berdesir saat Yesung menatap maniknya dalam. Dia berjuta kali lipat lebih tampan jika dilihat dari jarak sedekat ini. 'Oh my Dear jangan membuatku semakin jatuh cinta padanya'. Batin Wookie nelangsa.

"H-hyung bukannya rumahmu kearah sana?" tanya Wookie terbata seraya menunjuk kearah gang rumah Yesung yang ada dibelakang mereka.

"Bukannnya kau ingin pergi ke acara Caroling ?" Yesung memutar bola matanya menatap Wookie bosan.

"J-jadi.. kau mau menemaniku hyung?" mata Wookie seketika membulat senang saat mendengar perkataan Yesung yang tiba-tiba mau menemaninya ke acara tersebut.

Yesung Pov

"J-jadi.. kau mau menemaniku hyung?" tanyanya polos. Oh My God, anak ini kenapa si, sejak tadi tingkahnya aneh. Tadi dia juga memotong perkataanku saat aku ingin menjawab pertanyaan bodohnya dan sekarang, saat aku menuruti permintaanya dia malah terlihat seperti tidak percaya. Sejahat itukan aku? Benar-benar menyebalkan.

Wookie pov

"Hyung gomawo~" ucapku senang, aku benar-benar tak menyangka jika Yesung Hung mau menemaniku kesini. Kuayunkan kakiku penuh semangat. Karena ini adalah kencan pertama kami. Aku dan Yesung hyung. aku merasa hari ini aku adalah orang paling bahagia yang ada di dunia. hihihihihi~

Setibanya ditaman kota aku terperangah kaget, pasalnya suasana disini sangat ramai pengunjung melebihi dari perkiraanku, aku jadi tak enak pada Yesung hyung, kutatap sekilas wajahnya yang tetap menampakan ekspresi datarnya. Huh apa dia tak memiliki ekspresilainya~

"Hyung mianhae disini sangat ramai" ucapku menyesal karena aku tahu Yesung hyung kurang menyukai suasana yang terlaru ramai, empat bulan aku menjalin hubungan dengannya membuatku sedikit tahu beberapa hal tentang dirinya.

"Gwaenchana kajja..." jawabnya singkat kembali melanjutkan perjalanan kami.

Saat sedang berjalan-jalan mengelilingi tempat festival, entah keberanian dari mana aku memulai duluan untuk menggandeng lengannya, sekilas kulihat dia menolehkan kepalanya ke arahku dan... Ommo Yesung hyung tersenyum tipis padaku. Ya tuhan, jika memang ini mimpi, aku sungguh tidak ingin terbangun. Berjalan beriringan dengan bergendengan tangan seperti ini saja sudah lebih dari cukup untukku.

Sesoren (?) berjalan dengan Yesung hyung membuatku tak sadar jika jam mulai beranjak tengah malam dan itu tandanya acara puncak dari festival ini akan dimulai, yaitu festival Caroling diamana semua orang bertukar kartu Natal dan hadiah dan menantikan kedatangan Santa Haraboji (Santa Claus). Hemm.. tapi aku tak Yakin Yesung hyung masih mau menemaniku untuk melihatnya.

Normal pov

"Hyung, kau maukan sekali lagi menemaniku melihat kembang api aku janji besok-besok aku tak akan memintamu untuk menemaniku lagi, jeball hyung.." rengek Wookie takut-takut sambil menarik ujung jaket yang Yesung kenakan.

"Kau... aish..." Yesung berdecih menatapnya kesal dan menarik lengan kanan yang sedari tadi ditari-tarik oleh Wookie.

"Hyung...pliss..." ucapnya sekali lagi dengan wajah memohon sambil menangkupkan kedua telapak tangan mungilnya didepan Yesung.

"Hah.. baiklah..."

"Gomawo~" dengan wajah berbinar Wookie menarik tangan Yesung untuk segera memasuki tempat diadakannnya festival tersebut. Sedangkan Yesung hanya bisa pasrah menerima perlakuan manja Ryeowook.

Wah ternata disini jauh lebih ramai dibandingkan dengan yang diluar tadi, kulihat sekilas Yesung hyung yang sedang menatap datar kearah persiapan festival dihadapan kami, lalu aku tersenyum senang saat pandanganku beralih pada tanganku yang masih erat merangkul lengannya. 'Humm kira-kira Yesung hyung marah tidak ya jika aku menggemgam tangannya terus seperti ini. Tapi biarlah aku kan menggengam tangannya hanya untuk satu

"Hyung... ramai sekali,aku mana bisa kelihatan kalau seperti ini..." keluh ryeowook sambil berjingkat-jingkat agar lebih terlihat jelas prosesi penyambutan natal itu.

Melihat Wookie cemberut dan kesusahan untuk melihat acara itu akhirnya, kini gantian Yesung yang menarik tangan Wookie untuk menyalip (?) pengunjung lainnya sehingga posisi mereka sekarang ada dibarisan paling depan.

"Bagaimana, sekarang sudah jelas.." tanya Yesung datar tanpa mengalihkan padanangannya kearah Wookie

"Eum..." balas namja mungil itu tersenyum menatap wajah Yesung yang masih terfokus dengan prosesi keagamaan yang sedang berlangsung dihadapan mereka.

"Hyung, Sun Tan Chukha" Wookie mengucapkan selamat nada sedikit berteriak pada Yesung karena suasana disekeliling mereka sangat riuh.

"..."

"Hyung, Sun Tan Chukha" ulangnya lagi.

Mendengar tak ada respon juga dari Yesung membuat Wookie mengerucutkan bibirnya. Sebal, dan seketika itu juga terlintas sebuah ide jahil diotaknya untuk menarik perhatian Yesung. Ya namja mungil itu memanjat pagar pembatas yang hanya sebatas dada di depannya, kemudian merentangkan tangannya dan berteriak keras sekaligus untuk menyalurkan keluh kesahnya yang selama ini mengendap dihatinya.

'Hup'

"Kyyyaaa~" teriak Wookie kaget, tiba-tiba saja tubunya oleng seperti ada sepasang tangan yang mengangkat pinggangnya dari belakang.

"jika seperti ini lebih aman" ucap sebuah suara menjawab semua pertannyaan yang berkecamuk dikepalanya selama beberapa saat tadi.

Wokie membatu mendengar suara baritone yang amat familiar di indra pendengarannya itu. Benar-benar diluar dugaan, dia fikir Yesung akan memarahinya jika dia berbuat seperti itu tapi lihat, Yesung malah mengangkat tubuh mungilnya agar tidak terjatuh. Ommo jika bisa Wookie ingin segera pingsan saat itu juga.

"Gyaaa~ lihat pasangan itu romantis sekali ya..."

"Asiknya punya namjachingu yang perhatian seperti itu"

"lihat kekasihnya di gendong (?) manisnya~"

Terdengar bisik-bisik dari para pengunjung lainnya ketika meilhat aksi Yesung huyung yang tiba-tiba mengakngkat tubuh Wookie.

Wookie Pov

"H-hyung apa yang kau l-lakukan... c-cepat turunkan aku" ucapku gugup, aku terlalu shock dengan apa yang baru saja Yesung hyung lakukan dan belum lagi aku harus menyembunyikan rona merah wajahku, karena saat ini kami sedang menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya.

"Gwaenchana lihatlah sebentar lagi" ujarnya datar dengan tangan yang masih setia melingkar erat dipinggangku.

"G-gomawo hyung" Yesung hyung benar-benar tak terduga, apa Yesung hyung sengaja mengakatku agar aku dapat menikmati festival ini ya. Sungguh pengalaman ini tak akan pernah kulupakan sampai kapanpun.

"Tuhan kalau boleh meminta aku ingin seperti ini selamanya..."

~YeWook~

Wah hari ini aku sedikit demam, ini karena semalam aku pulang terlaru larut dengan Yesung hyung, tapi tak mengapa aku sangat senang. Hihihihii setelah ganti baju aku akan ketempat Yesung hyung akh, hari ini dia kan sudah berjanji padaku untuk pulang bersama sebaiknya aku segera menemuinya.

"Prriittt` Yesung.. ini tinggal dua minggu dari waktu pertandingan, bagaimana bisa catatan angka waktumu tak mengalami kenaikan, jika seperti ini terus jelas kita akan kalah. Mulai hari ini kau harus mendapatkan latihan tambahan!"

Sekilas kudengar Jung Songsaeng sedang berteriak memberi pengarahan pada Yesung hyung. Aku jadi kasihan padanya, atau selama ini aku hanya menggangunya ~ aku berjalan keluar dari Sport Club, aku tak tahan jika terus mendengar Yesung hyung terus dimarahi oleh Jung Songsae.

"Lebih baik aku tunggu disini saja sampai Yesung hyung datang" aku mendudukan diriku disebuah kursi taman yang ada di depan Sport Club, tak lupa aku juga membawa sekaleng kopi hangat untuknya aku yakin setelah meminum ini dia akan menjadi semangat kembali.

"Hatchi. bErrrr dingin sekali disini apalagi badanku yang sedang masuk angin. Hah Kim Ryowook Fighting kau harus semangat menunggunya, hari ini pasti bisa semanis hari kemarin" aku tersenyum menyemangati diriku yang mulai kedinginan.

"Chagia mianhae membuatmu mengunggu.." tiba-tiba seorang namja tampan berdiri dihadapanku dengan nafas yang sedikit ter-engah- mungkin dia terburu-buru untuk sampai disini.

"Ne, hyung.. kau lelah ya ini aku bawakan kopi untukmu" ucapku sambil menyodorkan kopi hangat yang sedari tadi kugenggam.

-bresss-

Tiba-tiba namja yang sedang ku ajak bicara tadi menghilang bergnati menjadi sebuah angin yang berhembus kencang semakin menusuk tulangku.

"Huh ternyata hanya khayalanku" gumamku lirih sembari membenarkan posisi duduku.

-puk-

Sebuah gumpalan putih nan lebut jatuh persis diatas ternyata turun salju, pantas malam ini dingin sekali.

Apa aku harus menunggunya. Ini sudah empat jam tapi mengapa Yesung hyung belum datang-datang. Dia tak mungkin melupakan janjinya denganku.

Tap.. Tap.. Tap...

Kudengar sebuah langkah cepat keluar dai gedung Sport Club. Ommo itu Yesung hyung.

"Hyung.. Yesung hyung.." panggilku melihat namja tampan itu begitu terburu-buru menginggalkan Sport Club.

"Wookie-ah kau sedang apa masih disini?" tanyannya padaku saat melihat bahwa akulah yang memanggilnya.

"Ini.. kopi hangat ini untukmu hyung..." tanpa menjawab pertanyaanya aku langsung menyodorkan kopi kelaengan yang telah kusiapkan untuknya.

'akh...'

Klontang..

Kelang itu terajatuh dan terbuka tutupnya,tapi... mengapa airnya tidak mengalir. Beku? Ya, kopi itu ternyata sudah membeku karena aku menunggunya berjam-jam ditengah guyuran hujan salju

"Kau menungguku dari tadi?" tanyannya serius padaku.

"Ne hyung apa kau lupa?" aku heran mengapa dia berpikir aku akan meningalkanya.

"Lupa, soal apa?" dia masih terlihat tak mengerti kemana arah pembicaraanku.

"Kau benar-benar lupa jika hari ini kau ada janji denganku?" aku menatapnya tak percaya, baru kemarin dia mengatakannya akan pulang bersama tapi mengapa sekarang sudah lupa? Apa lagi dengan ulang tauhnku, entahlah dia tahu atau tidak.

"Aish.. jinja mianhae hyung lupa.." jawabnya datar.

-Degh-

Jadi benar perkiraanku. Selama ini hanya akulah yang mencintainya, dia sama sekali tak mencintaiku. Aku hanya bertepuk sebelah tangan. Sakit.. Tuhan ternyata sangat sakit jika orang yang sangat kau cintai tak pernah sama sekali membalas cintamu walau semua usaha telah kau lakukan untuknya. Tuhan tolong sadarkan aku kalau semua ini hanya mimpi. Ini begitu sakit.

Tiba-tiba pandanganku kabur, kepalaku pusing dan semua yang ada dihadapanku menjadi gelap hah aku tidak kuat lagi. Sungguh~

~YeWook~

Normal Pov

Udara dingin masih menyelimuti kota Seoul pagi ini, meskipun jam sudah menunjukan pukul 7, tapi sepertinya sang raja tata Surya masih terlihat enggan untuk menjalankan tugasnya.

"Hah~" seorang namja mungil melenguh dibalik selimut tebal bergambar Winnie The Pooh miliknya, namun seketika itu juga mata namja itu membulat kaget mengingat kejadian yang semalam menimpanya kemudian dia mendudukan dirinya disenderan tempat tidur dan kembali menunduk sedih.

"Kupikir semalam hanya mimpi, huh~" membuang nafasnya panjang berusaha agar beban yang menimpa kehidupan percintaannya sedikit berkurang. "Eh, ini kan jaket Yesung hyung..." dia baru sadar jika semalaman dia tidur mengenakan jaket milik Yesung hyungnya. "Buat apa dia masih perhatian padaku" ucapnya miris memandangi jaket yang dikenakannya.

~YeWook~

Wookie Pov

Keseoka harinya saat kondisi badanku sudah mulai baikan, aku berniat untuk menemui Yesung hyung dan mengembalikan jaket miliknya.

"Wookie-ah bukanya hari ini kelas pemula sedang libur ya?" tanya kangin salah satu teman Yesung hyung saat aku tiba didalam Sport Club.

"Ani. Aku hanya ingin mengembalikan jelet milik Yesung hyung yang kemarin kupinjam." Jawabku datar sambil celingukan mencari Yesung hyung.

"Yesung? Apa dia sudah masuk, dia sudah tiga hari tidak masuk, katanya si sakit,, sayang sekali padahal dia harus berlatih keras untuk perlombaan minggu depan. Aku jadi kasihan padanya" ucap Heechul hyung yang tiba-tiba menyahuti perkataanku.

Yesung hyung sakit? Tiga hari yang lalu? Itu kan saat aku menunggunya dan saat itu juga dia memnijamkan jekatnya untuku. Apa dia sakut gara-gara aku ya? Rasa bersalah tiba-tiba menggalayuti pikiranku. Aku jadi berpikir selama ini aku selalu mengganggu Yesung hyung dan menjadi beban untunya.

"Hyung.." pamggilku saat melihat siluet namja yang sedaritadi kucari keluar dari Sport Club.

"W-wokie ada apa.. hatchi" tanyanya terkejut karena tanpa memberinya pesan aku menemuinya disini.

"Aku hanya ingin mengmbalikan jektmu hyung" aku menyodorkan subuag paper bag merah kearah Yesung hyung. "Hyung apa kau sakit?" lanjutku melihat wajahnya yang terihat sangat pucat tidak seperti biasanya.

"Anio. Hyung baik-baik saja" sanggahnya cepat dan mengambil paper bag dari tanganku. Kemudian membalikan badannya untuk segera melanjutkan berjalan meninggalkanku.

-Grep-

"Tunggu hyung,," kupegang pergelangan tanganya sebelum ia beranjak pergi, "ada yang ingin aku bicarakan" dia berhenti dan membalikan badanya lagi kearahku.

Aku mengambil nafasku panjang mengumpulkan keberanian sebelum memulai pembicaraan "Hyung kau tahu, sesorang yang terkena Flu akan cepat sembuh jika dia mau membaginya dengan orang lain melalui sebuah ciuman"

-Chup-

Tanpa menunggu jawaban darinya kutempelkan bibirku tepat pada bibirnya, kulumat bibir atas dan bawahnya secara bergaintian dengan lembut, menyesapnya sesaat, perlahan dan penuh kasih sayang, menyalurkan semua rasa cinta tulusku yang selama ini tak pernah tersampaikan padanya. Kulepaskan ciumanku saat kurasa pasokan udara diparu-paruku mulai menipis.

"Hah..hah.." aku terengah dengan wajah memerah setelah melepaskan ciuman kami yang tidak bisa dibilang singkat itu. Kutatap wajahnya yang masih menatapku intens meminta panjelasan.

"H-hyung, mianhae, kau tak perlu bertanya apapun karena memang tak ada yang perlu dijelaskan, dan kau tak perlu khawatir karena setelah ini tak akan ada lagi namja bodoh yang selalu mengganggumu, mengikutimu dan merepotkanmu, hyung mianhae, mianhae, mianhae" ucapku dengan suara semakin parau "H-hyung k-k-kita putus..."

-Tes-

Tak terasa setetes liquid bening menghujani kedua pipi tirusku. Runtuh sudah pertahananku untuk tidak menangis didepannya. Aku berlari, terus berlari meninggalkannya yang masih membatu ditempatnya.

"Air mata Bodoh! Mengapa kau tak mau berhenti mengalir sih!" gumamku pada diriku sedniri sembari menghapus kasar air mataku.

~ketika memang perpisahan adalah jalan yang terbaik dan saat itu kau akan belajar untuk merelakannya berbahagia dengan segala jalan hidupnya itulah yang disebut cinta sejati. Memberi tanpa harus menerima~

TeBeCe

Mianhae kalau hasilnya tetap jelek dan membosankan

soalnya Author bener-bener Pengen melestarikan ff YeWook yang

mulai langka dipasarandan untuk mengobati reader semua yang haus akan ff YeWook

Saranghae~

~Ripiuwnya Pliss~