WonKyu A to Z

Pair:

WonKyu, HaeHyuk

Cast:

Choi Siwon (17)

Cho Kyuhyun (15)

Lee Hyukjae (15)

Lee Donghae (16)

And others

Rate:

T

Genre:

Romance, Friendship, sedikit Humor (mungkin)

Warning:

YAOI (boy x boy), typo(s), OOC, minim isitilah Korea, just an amateur.

Chapeter 2: B for BLUSH

CIIIIT!

Suara dencitan motor yang di-rem terdengar di depan sebuah rumah dengan model minimalis dan sedikit etnik di beberapa sudut serta tanaman-tanaman di taman kecil di depannya yang mebuat mata segar. Penumpang motor itu turun sedangkan yang mengemudikan masih setia duduk di motor. Sang penumpang memulai pembicaran, "Terimakasih hyung sudah mengantarkan" Kyuhyun, ya Kyuhyunlah sang penumpang itu berterimakasih atas tumpangan gratis yang selalu ia dapatkan. "Dan terimakasih untuk hadiah tadi, aku janji tidak akan menghilangkannya" lanjut Kyuhyun sambil memasang wajah bahagia dan mengangkat dua jarinya membentuk tanda V. Lawan bicara alias si pengemudi pun melepaskan helm yang sedari tadi ia kenakan, menampakan siapakah sosok pengendara tersebut, menghilangkan kecurigaan bahwa ia adalah Ghost Rider, dan menjawab "Sama-sama Kyu, tidak usah berterimakasih. Seharusnya aku yang berterimaksih karena bisa selalu bersamamu, namjachingu Choi Siwon yang sangat imut dan menggemaskan, hehe."

BLUSH

Kenapa ya Siwon tidak bisa berhenti menggoda Kyuhyunnya? Dan ada apa dengan Kyuhyun yang sangat mudah merona jika bersama Siwon. "Aish, berhenti menggodaku hyung!" jawab Kyuhyun sambil memalingkan wajahnya menutupi rasa malunya. Melihat ke sembarang arah yang penting wajah meronanya tidak terlihat oleh sang namjachingu.

CUP~

Ternyata kesempatan ini tak disia-siakan Choi Siwon untuk mencuri ciuman singkat di pipi Kyuhyun.

BLUSH, BLUSH, BLUSH.

"Aaargh hyung!" Kyuhyun menutupi wajahnya malu. Siwon terkikik melihatnya.

"Oke, hyung pulang ya? Sudah hampir malam. Jika merindukanku telefon saja oke?" Siwon berpamitan. "Ne, hyung" Jawab Kyuhyun. "Oh iya besok akan ada pertandingan lari antar sekolah di sekolah kita dan hyung akan ikut bertanding, jangan lupa untuk menonton ya chagi, hyung sangat mengharapkan dukungan mu." Siwon mengingatkan. 'Hah? Menonton pertanidngan? itu kan di jam pelajaran, bagaimana ini? Mm.. okelah' batin Kyuhyun. "Ne hyung, ne."

"Baiklah Kyu, hyung pulang ne?" "Ne, hati-hati di jalan" "Ne." Percakapan dua sejoli tadi berakhir ketika Siwon melaju dengan motornya.

Kyuhyun berjalan membuka gerbang dan memasuki rumahnya. Tanpa ia sadari, sedari tadi seorang yeoja berusia sekitar 45 tahun mengamati segala kegiatannya dengan Siwon dari balik tirai jendela dengan tersenyum. Kyuhyun membuka pintu dan betapa terkejutnya ia ketika meliha yeoja yang mengintip tadi alias sang umma berdiri dihadapannya dengan senyum-senyum. "Bersama namjachiungumu eoh?" pertanyaan sang umma jelas membuat Kyuhyun terkejut. "N-Ne" Kyuhyun menjawab dengan gugup sambil tersenyum canggung menjawab pertanyaan ummanya, dan langsung berjalan meninggalkan sang umma untuk menghindari berbagai macam pertanyaan yang akan membuatnya mati kutu. "Chagi, anak kita sudah besar rupanya" gumam uma dengan suara sangat kecil sambil tersenyum.

Kyuhyun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Segera ia mengunci pintu, melempar ransel yang sedari tadi menempel dipundaknya sembarangan dan menghempaskan tubuhnya di kasur empuknya. Dia memikirkan kejadian demi kejadian yang terjadi di sekolah tadi, senyum terus mengembang di bibirnya. Oh! Gantungan handphone-nya! Untung ingat kalau sampai tertinggal di saku celana dan Umma menemukannya ketika mencuci celana ini, bisa mati kutu aku! Kyuhyun mengeluarkan gantungan itu beserta handphone-nya dari saku celananya, dipasangkan gantungan tersebut sesuai tempatnya. Di pandangnya dengan bahagia hadiah pemberian sang namjachingu yang sekarang sudah menyatu dengan handphone-nya. Pikirannya kembali melayang, melayang jauh memikirkan bagaimana ia dan Siwon sebelum menjadi sepasang kekasih.

Flashback

Kyuhyun berjalan dengan kesal menuju suatau ruangan, ruangan yang berhadapan langsung dengan kelasnya—X6, meskipun berhadapan jika ingin menuju kesana ia harus melintasi lapangan yang luas atau melawati koridor yang panjang, apalagi di siang bolong begini Kyuhyun yang dikenal sebagai anak rumahan sangat malas untuk keluar panas-panasan. Ia mengeluarkan handphone miliknya—melihat jam, pukul 11.09. Ia memilih berjalan melewati koridor dari pada harus panas-panasan, meskipun tetap hawa panas masih ia rasakan. Sesekali ia merasa lega ketika melewati bayangan pohon-pohon yang menjulang di sekeliling lapangan yang sekaligus mengelilingi koridor.

Dari kelasnya ia berjalan ke arah kiri menuju persimpangan jalan di sebelah kelas X1, ia berbelok ke sebelah kanan, melewati beberapa ruangan yang sudah tidak asing baginya—Ruang TU, Ruang Guru, Ruang Kepala Sekolah berakhir di Ruang Administrasi ia berbelok lagi ke kanan dan akhirnya sampai di depan sebuah pintu milik sebuah ruangan yang sedari tadi ia tuju—Ruang Osis. Ia menghela nafas sebentar lalu membuka pintu tanpa permisi. Ia bisa melihat dua orang namja sedang berbincang-bincang di dalam, dua-duanya berwajah tampan, memiliki tubuh yang proporsional bahkan atletis mungkin salah satunya.

"Dimana Choi Siwon?" tanya Kyuhyun tidak sopan terhadap orang yang jelas merupakan sunbaenya. Kedua orang tersebut spontan melihat ke arah Kyuhyun yang datang tiba-tiba tanpa permisi pula. "Ah, Annyeong. Kau pasti Kyuhyun. Choi Siwon imnida. Silahkan duduk. Hae-ah bisa kau tinggalkan kita berdua sebentar?" Salah seorang dari namja tadi berdiri dan memperkenalkan diri. Sangat kontras bukan dengan Kyuhyun yang tidak sopan itu. Sedangkan namja lainnya yang merasa diusir hanya berdecak kesal dan meninggalkan ruangan. Setelah ruangan mulai sepi, Kyuhyun duduk dihadapan Siwon. Mereka saling memandang, mengecek atau mungkin menduga orang seperti apakah lawan bicaranya. Siwon memandang Kyuhyun dengan tampang ramah sedangkan Kyuhyun mengamati dengan wajah seakan-akan dihadapannya adalah seaorang perampok yang sudah merampok rumahnya.

"Dimana PSP-ku?" Kyuhyun bertanya to-the-point sambil memasang wajah ketus.

"Tenang saja, PSP-mu aman bersamaku" kembali jawaban yang Kyuhyun dapatkan sangat ramah.

"Cepat kembalikan!"

"Tidak bisa Kyuhyun-si. Kau membawa barang yang disekolah, apalagi kau memainkannya saat jam pelajaran."

"Kenapa tidak? Bukankah barang yang kalian sita harus dikembalikan?"

"Ya, tapi setelah sekolah usai" "Tapi saat di kelas kau bilang sekarang, jangan main-main denganku!"

Siwon tersenyum melihat namja dihadapannya ini, 'menggemaskan' pikirnya. Sebenarnya sih PSP itu sudah bisa diambil sekarang. Sedikit menggoda tak apakan? Sudahlah hentikan permainanmu Choi. Akhirnya Siwon memutuskan "Baiklah, untuk sekali ini saja sebagai Ketua Seksi Bidang Kedisiplinan aku melanggar peraturan yang kubuat sendiri." Mendengar jawaban itu reaksi Kyuhyun sangat sederhana, 'Oh Ketua? pantas pakaiannya sangat rapih' itupun hanya diucapkan dalam hatinya.

Siwon berdiri dari kursi yang sedari tadi ia duduki menuju sebuah lemari di sudut ruangan tersebut. Lemari yang tidak terlalu besar, terlihat sudah tua dan dipenuhi barang-barang yang tak lazim—barang sitaan. Ia membukanya dan mengambil sebuah benda hitam yang kita tahu bernama PSP. Siwon kembali mendekat ke arah Kyuhyun "Ini, ku sarankan kau jangan membawanya lagi ya baby?" Rayuan dilontarkan untuk pertama kalinya. "Cih!" Kyuhyun menerima sekaligus mencibir panggilan 'baby' yang terdengar menjijikan tadi dan langsung pergi meninggalkan ruangan. Tinggallah Siwon dengan seyumannya , 'sangat manis dan menggemaskan' batinnya lagi.

Ya itulah kenangan dimana awal-awal mereka bertemu.

BLUSH

Entah mengapa Kyuhyun mudah sekali tersipu jika mengingat masa lalunya dengan Siwon, meskipun bukanlah kenangan yang menyenangkan bahkan romantis. Semua pikirannya hilang ketika sang umma memanggilnya untuk makan. Kyuhyun segera mengganti seragam dengan baju santai yang biasa ia gunakan dan keluar kamarnya turun menuju ruang makan malam.

Di meja makan sudah disediakan berbagai macam hidangan yang sangat menggiurkan, buatan sang umma tentunya, dan sudah ada sang umma yang tengah duduk di salah satu dari keempat kursi yang tersedia. Kyuhyun duduk tepat di kursi yang menghadap sang umma. Bertanya dimanakan appa Kyuhyun? Tentu ia sedang bekerja, ia sedang bekerja di luar kota. Maklumi saja, memiliki jabatan tinggi di sebuah perusahaan memiliki tanggung jawab akan pekerjaan yang besar kan?

Makan malam dilanda keheningan, tidak ada yang memulai pembicaraan. Sampai akhirnya sang umma memulai pembicaraan "Kyunnie, bagaimana sekolahmu?". "Baik-baik saja umma" jawab Kyuhyun santai. "Jangan sampai kau meninggalkan sekolah, apalagi untuk sekedar pacaran" Tiba-tiba Kyuhyun teringat Siwon dan tentu saja janjinya kepada Siwon untuk menonton pertandingan lari, oh tidak jangan bilang umma mengetahuinya. "N-Ne, umma" jawab Kyuhyun gugup. "Umma tidak melarang mu berpacaran, apalagi dengan namja yang tadi mengantarmu kelihatannya dia baik. Tapi kau harus mengutamakan sekolahmu, Kyu." Ah perkataan ummanya ini membuatnya bertambah galau akan janjinya. Bagaimana ini?

Kyuhyun kembali ke kamarnya sesudah makan malam, ia melihat handphone yang sedari tadi tergeletak di kasurnya berkedip tanpa suara tanda ada pesan masuk yang belum dibaca. Ia mengambil handphone-nya dan mengetikan security codeuntuk membukanya, mengapa ada security code? Tentu saja menghindari orang-orang yang ingin mengutak-atik isi handphone-nya terutama pesan-pesan dari Siwon yang pasti kalian sudah bisa membayangkan isinya seperti apa, apalagi duo orangtuanya dan duo HaeHyuk. Ia menekan tombol 'View' untuk membuka pesan.

From: Siwon Kuda :*

Baby apakah kau sudah makan? Aku merindukanmu. :* :*

Senyum mengembang. Dengan sigap ia membalas pesan tersebut.

To: Siwon Kuda :*

Ne, baru saja, maka dari itu aku telat membalas SMS mu, hehe. Bagaimana dengan Hyung? Nado bogoshipo :3

Tak lama kemudian balasanpun datang.

Siwon Kuda :* : Hehe, tidak apa-apa :). Sudah tapi aku masih ingin memakanmu kkkk 3:D :*

BLUSH

Me: Aish kuda mesum. :P

Siwon Kuda :*: Aku mesum karena mu :* Baby kau tidak lupakan dengan janjimu?

Me: Hehe. Maksud hyung yang lomba lari itu? Tentu saja tidak :)

Siwon Kuda :*: Ah Syukurlah. Mian hyung tidur dulu ne? Mengumpulkan tenaga untuk besok. Do'akan Hyung, ne? Bye bye baby kyu. :* :* :*

Me: Ne, hyung. Dan berhentilah memakai ':*' di setiap SMS mu. Menggelikan.

Siwon Kuda :* : Aku tidak mau. Kau juga memakainya, bahkan nama kontakku di hp mu pun begitu. :P :*

BLUSH, aduh ketahuan!

Me: Kau bilang ingin tidur? :P

Siwon Kuda :* : Ne, tapi kau mengirim SMS terus. :P

Me: Yasudah. Good night hyung :*

Siwon Kuda :* : Ne, itu kau menggunakana ':*' lagi. :P Good night Kyu :*

Percakapan itu berhenti di situ. Namun semburat merah belum menghilang dari wajah Kyuhyun. Entah mengapa perasaan cintanya seakan bertambah besar seiring percakapan tadi. Ia tidak mau mengecewakan seseorang yang sudah memberikan sepenuh cintanya dengan membalasnya dengan cinta setengah-setengah. Dia merasa sangat beruntung memiliki namjachingu yang sangat perhatian meskipun sedikit mesum itu. Ia harus menepati janjinya, ya harus, maaf ya umma sekali ini saja aku berbohong dan membolos.

Kyuhyun segeram merapihkan tempat tidurnya bersiap untuk tidur. Ah, empuknya. Ia menarik selimut hangatnya dan memejamkan matanya. Mencoba tidur. Namun pikirannya masih belum bisa tidur rupanya.

1 menit...

2 menit...

5 menit...

10 menit..

"Argh!" Kyuhyun mengerang kesal karena otaknya tidak mau beristirahat dari pikiran akan Siwon, Siwon dan Siwon. Akhirnya Kyuhyun memutuskan membuka matanya dan membuka handphone-nya lagi dan mengetikkan sesuatu, meng-iya-kan apa yang hasratnya inginkan, tersenyum, lalu beranjak tidur sesungguhnya memasuki alam mimpi. Good night Kyu. Zzz

.

.

.

To : Siwon Kuda :*

Saranghae hyung. :* :*

To Be Continued

Annyeong saya kembali dengan sangat cepat! Hehehe, karena chap 2 memang sudah ada dan saya udah ga sabar. Terima kasih yang sudah me-review, saya akan berusaha membalasnya satu-satu . Mian bagi yang beranggapan baby Kyu terlalu lemah atau terlalu uke di ff ini ya, karena saya juga masih bingung bagaimana biar terlihat cool dan evil tapi tetep imut ala uke gitu, ternyata susah ya me-remake ff. Mian juga kalau bertambah chapter malah bertambah buruk dan ngaco serta masih pendek (bgt) -_-. Ohiya menurut kalian yang bagus rata2 berapa word ya ff itu? Balas ya di review biar saya bisa bikin yang lebih baik dan lebih memuaskan serta menghibur.

MANGAP eh MAAP BANGET untuk para GUEST buat kebodohan saya sehingga reviewnya ga nongol -_- thanks to WonKyuBi yang udah ngingetin :)

Balasan Review (amandemen 2 :D)

Chap 1 :

Fic pertama dan ada yang mereview itu rasanya seperti... :)))

oke, ini dia!

alcici349 : makasih, makasih :) thanks for your support. Salam kenal juga :) selamat anda orang pertama yang mereview!

imLici97 : iya sampe bisa bikin diabetes wkwkwk. Namja? Ne. Kalo di bilang K-lover sih ngga ya, saya juga cuman suka boyband ya suju (karena taunya itu -_-). Oke perkenalan bisa ntar ya, mungkin bio saya bisa sedikit menjawab :) thanks ya buat follow and fav nya :)

Blackyuline : nih *sodorin videonya* tapi ngumpet-ngumpet ya liatnya? Thankyou ya. Sure!

Dongdonghae : Iya dong, gimana engga saya aja bikin ini mau ngakak sen diri karena siwon yang romantisnya 'selangit' itu, haha :D. Review Terus ya.

vitaMINelF : ini udah :). Engga ko, berlanjut tapi ada temanya masing-masing hehe

Just Call Me Guest : Hai de :D saya baca biodata kamu ternyata kamu cowo, hehe. Makasih bgt dan maaf banget kalo masih pendek, emang authornya aja yang kurang mahir membuat cerita jadi pendek. Thanks buat follow and fav nya ;)

cho devi : wah pada mupeng videonya nih :D saya juga mauuu :3

Guest #1: akhirnya.. sesuatu yah :)

astri : Halo, salam kenal juga. Iya emang begitu mereka mah biasa anak muda :)

ve fit : nih udah lanjut chap 2 :)

Guest #2 : apa sih cil baca-baca? -_- pake ngumpet2 lagi sok jadi Guest -_-, hus hus sana! :D

lee minji elf : oke, udah di lanjut kan? :)

starcraft zaekyu: sabar sabar.. semangat 45 sekali! ('-')9 iya udah nih

Babyhyun : thanks! ne, that's why i choose wonkyu for my fanfic, soalnya jarang sih :)

EvilCute : thanks, ini udah lanjut nih :)

Terimakasih banyak untuk yang sudah mereview, review kalian merupakan 'suntikan' semangat bagi saya :)

Balasan review chap 2 ada di chap 3, dan seterusnya ada di chap berikutnya dari yang kalian review :)

Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf lahir batin untuk semuanya. Terutama untuk para author yang karyanya pernah saya baca tapi ga saya review -_-

Akhir kalimat silahkan kepada hyungdeul dan noonadeul serta readerdeul yang ingin me-review, mudah-mudahan ga ada silent reader, dan No BASH or FLAME! Karena saya hanya pemula saya takut itu justru membuat saya down. (Butuh penyemangat dulu, )

Wassalam! ;p *tebarduitthr