WonKyu A to Z

Pair:

WonKyu, HaeHyuk.

Cast:

Choi Siwon (17)

Cho Kyuhyun (15)

Lee Hyukjae (15)

Lee Donghae (16)

And others

Rate:

T

Genre:

Romance, Friendship, sedikit Humor (mungkin)

Warning:

YAOI (boy x boy), typo(s), OOC, minim isitilah Korea, just an amateur.

Sebelum ke chap 4, saya akan menjelaskan mengenai mimpi Kyuhyun berhubung banyak yang bingung :D. Sebenarnya mimpi Kyuhyun itu tidak terlalu misterius atau bagaimana. Kenapa saya masukkan? Karena kemarin-kemarin saya baca fakta tentang mimpi, nah baik dari pengalaman, mitos yang saya dengar dan artikel yang saya baca itu akhirnya saya memutuskan untuk memasukkannya ke ff. Apa aja sih? 1) Mimpi bisa juga sebagai pertanda dari Tuhan maupun dari alam. 2) Mimpi bisa merupakan rangkaian adegan ulang dari apa yang udah kita lewati. 3) Mimpi juga bisa muncul dari sugesti pikiran kita sendiri (takut, senang, sedih) atau keinginan kuat kita. Untuk poin 2 dan 3 saya pernah mengalami itu, karena waktu itu saya mau ulangan apa gitu, takut banget ga lulus gurunya galak lagi, eh sampe kebawa mimpi nongol tuh muka guru. -_-

Untuk Kyuhyun, saya ambil poin 1 dan 3, karena dia kan udah meyakinkan mau nonton lomba itu plus rasa cintanya yang besar, jadi nongol deh tuh Siwon kebawa mimpi hehehe. Maaf kalo terdengar maksa, namanya juga ff, FIKSI. Kenapa agak mistis gitu? Asap item lah, body avatar lah? Namanya juga FIKSI, hehehe. Like it or not? It's up to you, you have the right :))) sekian cuap-cuap gaje saua, langsung kita ke CHAP 4! Happy reading!

Chapter 4: D for Dinner/Double Date

Siwon yang mendapatkan dispensasi karena menjadi peserta lomba memilih untuk pulang. Untuk apa di sekolah? Dia juga sudah lelah, di sekolah juga sepi maksudnya jam-jam sekarang sepi tentu karena sedang kegiatan belajar dan juga jangan lupakan tentang hadiah untuk Kyuhyun. Kyuhyun sendiri masih di sekolah mengikuti pelajaran setelah jam istirahat berakhir tadi. Cukup membolos sekali.

Siwon yang sedang mengendarai motor menuju rumahnya terus berpikir mengenai hadiahnya. Hadiah ini tidak boleh mengecewakan.

Siwon POV

Aku mengebut untuk menuju rumah, tidak sabar untuk mempersiapkannya, EXCITED! Sampai di rumah aku membuka kunci dan langsung masuk—sepi—tentu saja umpa kan belum pulang dari urusan bisnis merkea. Kadang aku merasa kesepian, tapi aku juga harus mengerti bahwa mereka melakukan ini untukku.

Aku berjalan melewati ruang tamu lalu bertemu jalan satu-satunya, yaitu tangga dua arah di rumahku, bingung? Ya ketika kalian masuk kalian akan menemui tangga yang memiliki dua arah, yang satu untuk ke atas yang satu untuk ke bawah, jadi ketika kalian memasuki rumahku kalian sudah berada di lantai 2, unik bukan?

Aku berjalan menaiki anak tangga menuju lantai 3, di sana ada kamarku dan kamar umpa serta ruang tv yang sekaligus ruang keluarga. Di kamar aku langsung menghempaskan tas ke kasur dan mengambil handuk yang menggantungkannya di kastok—aku mau mandi. Aku segera melepas baju seragamku dan menampilkan perut sixpack ku, bukannya sombong tapi memang begitu keadaan perutku. Aku berlanjut melepaskan celana sekolah.

Klik! Pengait celana lepas

Sreett.. resleting mulai turun, eh! Aku lupa ada kalian. Kalian keluar dulu ne? Aku ingin melepas celana. Aku tidak mau mengganti rate ff ini menjadi M karena mempertontonkan hal yang seharusnya di sembunyikan. Hehe.

Aku keluar dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang sampai lutut. Tidak apa-apa, tidak ada umpa, apalagi my Kyu. Jangan mengatakan pada my baby ne kalau kalian sudah meliht abs-ku. Kkk~

SKIP TIME ( bagian mandi dan ganti baju )

Oke sekarang aku siap. Bersih dan tampan, seperti biasa. Ayo kita buat hadiah ini spesial untuk my baby.

Siwon POV End.

Siwon keluar dan mengunci pintu lalu kembali mengendarai motornya. Ia berkendara dengan santai, masih banyak waktu. Ia berkeliling-keliling kota mencari tempat yang tepat untuk mengajak Kyuhyun dinner, dinner? Yes! Apalagi besok Hari Sabtu. Siwon membayangkan betapa romantisnya "Sat Night Dinner with My Baby"-nya itu.

Sedari tadi ia berkeliling ia akhirnya berhenti di salah satu restoran yang terlihat cukup unik di Seoul. Restoran dengan gaya ethnik yang sedikit asing, bukan khas Seoul atau Korea. Itu adalah restoran Indonesia. "Sudah lama aku tidak kesini bersama Umma dan Appa" Ya memang Siwon dan umpanya sesekali makan di restoran ini, selain suasananya yang berbeda, makanannya pun tidak kalah nikmat.

Finalliy Siwon memutuskan untuk mengajak Kyu-nya kesini, dia tahu pasti Kyuhyun belum pernah kesini, bagaimana bisa tau? Ya tau saja. Siwon memarkirkan motornya lalu masuk. Ia memesan meja untuk dua orang serta menu apa saja yang akan dihidangkan. Siwon membayar uang muka di kasir. Lalu ia kembali mengendarai motor dan pulang.

Kyuhyun bersiap pulang sekolah, pelajaran hari ini cukup 'menantang'. Satu-persatu seluruh murid keluar meninggalkan kelas, Kyuhuyun melihat ke samping, ia melihat Eunhyuk yang dengan asyiknya tertidur dengan menggunakan tas sebagai bantalnya. Di tangannya handphone masih berkedip, ada pesan masuk sepertinya. Terlintas pikiran untuk membangunkannya, tapi pikiran itu segera hilang ketika ia mendapat bisikkan yang dari setan. Sepertinya evil-nya muncul lagi.

Kyuhyun menyeringai jahat, ia berjalan mendekat dengan perlahan ke bangku Eunhyuk, lalu mengambil handphone Eunhyuk dengan sangaaaat lembut sampai kain sutra pun iri dengan kelembutannya. Hap! Berhasil! Kyuhyun semakin merasa berhasil ketika tahu bahwa tidak ada kunci aktivasi di handphone itu. Ia mulai membuka file manager, tujuannya hanya satu, menghapus video terlarangnya! Hahaha! Kalian ingat kan video Kyuhyun dengan Siwon? Yah that's it!

Ternyata cukup sulit menemukannya, banyak sekali file video di HP Eunhyuk, Kyuhyun pun memutuskan membuka file-nya satu per satu, dengan me-mute suara dulu tentunya.

File pertama. Tidak penting—Eunhyuk lomba makan pisang. Next. Tidak penting—Donghae sedang bermain ikan. Next! Tidak penting. Next! Tidak penting! Next! Tid- MWO?! Okay ini membuat Kyuhyun terkejut, tidak perlu kalian tahu video apa ini, intinya 18+. Next! Next! Next! Next! AHA! Akhirnya Kyuhyun menemukan yang sedari tadi ia cari, ia langsung menghapus video terlarangnya dan tersenyum kemenangan.

Oke sekarang Kyuhyun sedikit penasaran ia membuka video selanjutnya, dan yang ia temukan adalah video Siwon saat sedang lomba lari, 'Ah lumayan, lebih baik aku minta' Kyuhyun buru-buru mengirimkan video itu ke HP miliknya. Next sekaligus video terakhir, wajahnya langsung memerah dan matanya membulat terkejut karena yang ia lihat adalah adegan berpelukkan antara dirinya dan Siwon sesaat setelah lomba lari, kalian ingat kan? Tentunya yang ini juga perlu dihapus, kalau tidak bisa menjadi bahan tertawaan Eunhyuk.

Mission complete. Kyuhyun mengembalikan Hp itu kepada sang empunya dengan tidak kalah lembut dari bagaimana ia mengambilnya. Berhasil!

Kyuhyun menyudahi aksinya dengan membangunkan Eunyuk.

"Hyuk, bangun"

"..."

"Hyuk, kelas sudah sepi"

"engghh, sebentar.." Eunhyuk kembali menikmati tidurnya.

"Lee Hyukjae" Kyuhyun sekarang mengguncang-guncangkan tubuh Eunhyuk.

"..."

Hmm... Sepertinya ia harus mengelurakan jurus pamungkasnya.

"OMO! LEE DONGHAE BERCIUMAN DENGAN YEOJA?!"

"APPPPAAAAAA?!" Eunhyuk langsung berdiri tegap dengan wajah terkejut—sangat terkejut—ia menengok ke kanan-kiri mencari Donghae-nya. Sungguh reaksi yang sangat menggelikan, Kyuhyun tertawa terbahak-bahak melihatnya. Perutnya terasa sakit, sepertinya ia akan mendapatkan perut six pack seperti Siwon jika ia terus tertawa. Jarang-jarang ia melihat hal seperti ini, sungguh menggelikan, hahahaha!

Eunhyuk yang sudah sadar bahwa ia di kerjai langsung mencubit—menarik lebih tepatnya—kedua pipi Kyuhyun dengan ganas dan tanpa ampun. Sungguh memalukan bagi Eunhyuk, untung saja tidak ada siapa-siapa di kelas selain mereka berdua.

"AAAWWW! Hakit Hyuk, hepaskan" Kyuhyun meringis kesakitan mencoba melepaskan tangan Eunhyuk tapi tidak bisa, monyet yang sedang mengamuk sangat mengerikan batinnya.

"TIDAK AKAN!"

"Hakit Hyuk! Hepaskaaaan!"

"Tidaaak!"

"Hohe hohe, hamhun.." (oke, oke, ampun)

Akhirnya Eunhyuk mau melepaskan serangan mautnya, ia masih kesal, tampang kesalnya masih terpahat, pipi menggembung dengan bibir di majukan.

Kyuhyun ingin tertawa melihatnya dan juga ingin tertawa karena mengingat ekspresi Eunhyuk tadi.

"Sudah Hyuk, kau sudah tua tidak usah memasang wajah seperti itu, hahaha"

"Aish! Kau menyebalkan setan!" Eunhyuk buru-buru membereskan semuanya asal dan keluar kelas. Meninggalkan Kyuhyun yang masih sedikit tertawa.

"Hyuuk tungguu~" Kyuhyun sedikit berlari menyusul Eunhyuk lalu merangkul temannya itu.

"Aish lepaskan!" Eunhyuk menyingkirakn tangan Kyuhyun kasar. Mereka terus saja beradu mulut sepanjang berjalan di koridor sampai mereka tak sengaja bertemu Lee Donghae—pujaan hati Lee Hyukjae.

Merke berhenti sejenak, lebih tepatnya Eunhyuk tiba-tiba berhenti dan itu membuat itu Kyuhyun ikut berhenti berjalan. Wajah Eunhyuk tiba-tiba saja menjadi lebih kalem, lebih terlihat menggemaskan, lebih merah, bayangkan saja seperti orang yang sedang melihat kekasihnya.

"Annyeong Hyung" sapa Kyuhyun yang tumben ramah. Ia sengaja semakin mengeratkan rangkulannya pada Eunhyuk. Hal itu membuat EunHyuk kembali sebal. Dan itu bisa terbaca oleh Donghae.

"Annyoeng Kyu, annyeong hyukkieee~" Ucap Donghae dengan wajah yang lebih ramah ketika menyebut 'Hyukie'. "Wah ada apa dengannya Kyu, kok wajahnya seperti itu?" Goda Donghae, ia tahu pasti Eunhyuk sedang ngambek.

"Ah sepertinya ia hanya mengira kau berciuman dengan seorang yeoja hyung, hehe"

"Hah? Berciuman? Aigooo~ Hyukkie cemburu eoh?" Donghae menyentil hidung Eunhyuk lembut.

"Pasti Hyung, lihat saja wajahnya sekarang" Kyuhyun ikut menimpali, entah mengapa antara Kyuhyun dan Dongahe sepertinya sudah terbangun chemistry untuk mengerjai Eunhyuk.

"Aigoo~"

"T-Tidak aku tidak cemburu! Itu hanya Kyu sedang mengerjai ku Hyung" Akhirnya Eunyhuk angkat bicara mencoba meluruskan segalanya. Ia malu mengakui kalau ia cemburu.

"Yang benar? Kalau aku benar berciuman dengan yeoja bagaimana?" Donghae semakin senang menggoda Eunhyuk jika sudah begini.

"AAAAARRGGHH! Aku benci kalian berduaaaa!" Eunhyuk berteriak frustasi. Ia bersiap untuk pergai menjauh sebelum tangannya di cekal olah tangan Donghae.

"Aaah, Hyukie ngambek eoh?" Donghae mengaitkan jemarinya ke jemari lembut Eunhyuk. Kyuhyun hanya tersenyum melihat mereka berdua, sudah tidak asing baginya melihat kemesraan mereka.

"Okey, cukup kalian bermesraan di depanku, aku pulang dulu ne" Kyuhyun memutuskan berpamitan, terlalu lama melihat drama di depannya membuatnya merindukan Siwon, hihi.

"Ne, hati-hati Kyu" Hanya Donghae yang menjawab, EunHyuk masih kesal rupanya.

"Bye~ " Kyuhyun berbalik dan melangkah pergi, setelah beberapa langkah ia barbalik lagi menghadap couple HaeHyuk. "Oh iya Hyuk, perjanjian kita batal, tidak ada susu strawberry, aku tidak takut dengan ancamanmu!" Kyuhyun sedikit berteriak dan menyeringai kemenangan. Lalu berjalan pulang keluar sekolah.

Eunhyuk yang sadar akan ucapan Kyuhyun buru-buru membuka HP-nya dan mengecek sesuatu, dugaannya benar! Videonya raib!

"OMOO! Susu strawberry ku~" Eunhyuk hanya mendengus pasrah. Jatah susu strawberry selama sebulannya hilang begitu saja. Dan oh tidak! Apa Kyuhyun melihat semua koleksi videonya? Dan video yadong-nya? Oh tidak!

Donghae hanya bengong menatap tidak mengerti, apa hubungannya susu strawberry dengan Kyuhyun? Ah sudahlah. Dari pada pusing dipikirkan lebih baik kembali fokus pada makhluk menggemaskan di hadapannya.

Kyuhyun berjalan gontai memasuki rumahnya, sungguh lemas rasanya, energinya seakan terkuras habis.

"Umma, anakmu yang tampan pulang~" Kyuhyun masuk dengan meberi salam. Tidak ada jawaban dari ummanya, sedang tidur mungkin. Kyuhyun meletakkan sepatunya di rak yang tersedia dan langsung menuju kamarnya, di rebahkan tubuhnya yang masih berbalut seragam di kasur empuknya. Ia mencium aroma sesuatu, aroma makanan. Apa ummanya sedang memasak? Oke aroma masakan ini cukup membuat cacing di perut Kyuhyun terangsang. Akhirnya ia memutuskan ganti baju dan cuci muka, mandi nanti sajalah ia ingin makan. Kaos tipis dan training panjang cukup nyaman.

Ia berjalan menuruni tangga dan menuju dapur, benar saja ummanya sedang memasak, pantas tadi salamnya tidak di jawab, ummanya memang kalau sedang memasak tidak bisa di ganggu.

"Umma, umma masak apa?"

"Oh Kyu, kau sudah datang?" Ummanya sedikit terkejut karena ia tidak merasakan kedatangan Kyuhyun, seperi makhluk astral saja.

"Ne umma, umma masak apa ? Aromanya sangat menggoda, membuatku ingin cepat-cepat memakannya, apa perlu ku bantu?"

"Eh? Ini makanan khas China Kyu, Kung Pao Chiken. Tidak usah Kyu, umma takut kau malah mengancurkannya" Umma menjawab dengan senyum ambigu, antara meledek atau bagaimana sih?

"Aish! Aku bisa jika hanya memasak seperti ini" Kyuhyun yang merasa kesal tidak terima langsung mempoutkan bibirnya.

"Hehe, tidak usah Kyu, aku tidak mau rumah ini kebakaran, duduk saja, lagi pula sebentar lagi ini selesai."

"Aish umma, yasudah lah"

Kyuhyun hanya pasrah saja, percuma berdebat dengan ummanya, ada benarnya juga sih ucapan ummanya kalau Kyuhyun ikut membantu kemungkinan hancur berantakkan tinggi, tapi tetap saja jika hanya memasak makanan yang terdengar seperti kung-fu ayam itu hal mudah batin Kyuhyun. Ah, yang benar Kyu?

Tidak perlu menunggu lama makanan kung-fu (?) itu matang, umma segera meletakkannya di meja makan, Kyuhyun sudah menjilat bibir saja melihatnya. Kyuhyun segera mengambil sumpit dan bersiap makan, namun belum sempat ia menikmatinya HP yang sedari tadi ia kantongi berdering tanda ada panggilan masuk.

Kyuhyun sedikit terkejut dan menampakkan senyum ketika melihat bahwa Siwon lah yang menelponnya, ia segera berlari menaikki tangga dan masuk ke kamarnya. Ummanya hanya senyum-senyum melihat tingkah anaknya yang sudah beranjak dewasa itu, ia mengerti karena ia pun pernah mengalaminya.

"Yeoboseyo?"

"N-ne hyung"

"Malam ini?"

"Aku tidak tahu Hyung, aku belum meminta izin"

"Enak saja memangnya aku perampok mengendap-ngendap keluar!"

"Aku mau, tapi Hyung yang harus meminta izin ke umma"

"Ne"

"Nado~"

Klik.

Begitulah percakapan yang bisa di dengar dari luar kamar Kyuhyun. Kyuhyun kembali berlari menuju meja makan. Melanjutkan acara makannya yang tertunda.

"Siapa Kyu?" Umma bertanya dengan nada yang sedikit menginvestigasi.

"Hm? Oh, mm, Siwon Hyung" Kyuhyun sedikit gelagapan, padahal ia sudah berharap ummanya tidak bertanya.

"Namjachingumu itu ne?"

"N-ne" Kyuhyun gugup menjawabnya, ia buru-buru menyelesaikan makanannya dan dengan sekali suapan terakhir yang besar sehingga membuat pipinya menggembung penuh makanan untuk menghindari pertanyaan apa saja yang mungkin akan keluar dari mulut ummanya.

"Helehai" (Selesai)

Kyuhyun langsung berlari dengan pipi yang penuh makanan ke kamarnya. Agak sulit untuk mengunnyahnya karena mulutnya sangat penuh. Glup. Ah akhirnya, lega dan kenyang. Kyuhyun memutuskan untuk tidur saja, ia masih lelah dan waktu pun masih cukup untuk itu. Sebelum terlelap ia sempat memikirkan percakapannya dengan Siwon di telepon tadi, kemudian ia menggidikkan kedua bahunya mengisyaratka 'yasudahlah' dan kemudian benar-benar tidur memasuki alam indahnya.

Siwon sedang berada di balkon rumahnya dengan hanya menggunakan kaos tipis dan celana pendak, sedari tadi ia menikmati pemandangan tamannya, tidak terlalu besar memang tapi sangat indah dan menenangnkan pikiran dengan adanya pohon rindang, air terjun buatan, bunga-bunga serta kupu-kupu yang sering kali berlalu-lalang.

Ia sedang memikirkan sesuatu, sesekali ia menyunggingkan senyuman khasnya, tangan kanannya menggenggam handphone. Senyumannya akan semakin lebar jika melihat foto namja yang menjadi wallpaper hp-nya.

Siwon memutuskan untuk menghubungi seseorang. Tanpa perlu menunggu lama ia mendapatkan jawaban.

"Yeoboseyo?"

"Kyu, kau tidak ada kegiatan kan malam ini?"

"N-ne hyung"

"Kau mau menginap tidak? Aku kesepian Kyu"

"Malam ini?"

"Ne, dan juga aku ingin memberikan hadiah yang sudah ku janjikan"

"Aku tidak tahu Hyung, aku belum meminta izin"

"Kabur saja Kyu, mengendap-ngendap, kkk~"

"Enak saja memangnya aku perampok mengendap-ngendap keluar!"

"Jadi bagaimana, mau tidak? Mau ne?"

"Aku mau, tapi Hyung yang harus meminta izin ke umma"

"Baiklah, hyung jemput kau jam 7 ne?"

"Ne"

"Saranghae baby"

"Nado~"

Klik. Siwon menyudahi pembicaraannya. Ah sepertinya ia juga butuh istirahat, sangat malah. Kalian ingat kan jika ia habis mengikuti lomba lari? Siwon pun memutuskan untuk menikmati tidur siang hampir sorenya. Semoga saja bertemu Kyuhyun di dalam mimpi batinnya.

Kyuhyun POV

Hoaaaamh.

Rasanya masih mengantuk tapi kenapa aku bisa bangun ya? Mataku masih belum terbuka sempurna, aku masih mengerjap-ngerjapkan mataku. Aku melihat jam dengan mata setengah terbuka, sekarang jam 6. Ah masih cukup waktu sebelum Siwon hyung datang. Jadi sekrang lebih baik aku mandi saja.

Ah segar sekali rasanya. Aku memutuskan untuk memilih dan memilah baju yang akan kugunakan dan yang akan aku bawa untuk menginap. Tidak perlu banyak-banyak, hanya sehari, mungkin. Oke, kita mulai, kaos habu-abu? Tentu. Celana jeans coklat? Tidak. Hoodie biru? Masuk. Piama pikachu? Boleh lah. Celana santai pendek? Masuk. Ini? Masuk. Tidak. Tidak. Boleh. Big No. Omaygat ini daster siapa? Ya! Jangan berpikiran macam-macam! Pasti umma salah memasukkan. Huh. Oke. Yap seleasai! Cukup memuaskan menurutku.

Tiba-tiba aku mendengar suara motor yang di rem, tidak asing, apa Siwon hyung? Tapi inikan belum jam 7? Aku buru-buru mengenakan pakaian yang tadi aku pilih.

"Kyu, ada namjachingu mu!" Teriakkan umma sungguh mengejutkan dan..memalukkan! Apa-apain sih umma, dia senang sekali menggoda ku dan Siwon hyung! Aku juga kenapa mau saja terpengaruh ucapan umma! Pabbo.

"Ne ummaa!" Aku berteriak tidak kalah kencang.

Aku turun dengan gugup, menghela nafas sebentar dan melanjutkan berjalan turun. Aku sedikit terkejut melihat Siwon hyung, dia... tampan. Blush. Matanya, senyumnya, lesung pipinya... Ya Tuhan semoga wajahku tidak memerah. Hell! Pergi kau pikiran laknat!

"S-Siwon hyung? Cepat sekali, bukannya jam 7?" kenapa jadi canggung begini.. aish!

"Tapi di jamku sudah jam 7 Kyu" Ia menjawab dengan senyum yang mencurigakan. Aku tahu pasti dia berbohong entah untuk alasan apa, mungkin ingin cepat-cepat menemuiku? Eh? Yang pasti ia berbohong mana mungkin sekarang jam 7, jam di rumahku saja masih jam setengah 7.

Kami bertiga duduk di sofa ruang tamu, suasana agak sedikir canggung entah mengapa.

"Siwon-ah, ada apa kemari? Ingin menemui Kyuhyun?" Umma memecah keheningan dengan pertanyaan yang agak frontal rupanya. Daebak umma.

Aku dan Siwon saling melempar pandangan sejenak, raut wajah kita seperti : 'Ayo hyung katakan' 'Kau saja Kyu' 'Hell! Kau bilang kau yang mau mengatakannya!' 'ne-ne, tidak perlu melotot seperti itu'.

"Sebenarnya ahjumma-" Good, untung Siwon hyung yang berbicara.

"umma saja kau kan sudah menjadi bagian keluarga kami" ah, pernyataan ini mengejutkan sekaligus menggembirakan, aku jadi membayangkan jika Siwon hyung benar-benar menjadi bagian keluarga ini. :)

"Ne, umma, mm, aku ingin mengajak Kyuhyun menginap di rumah sehari saja, karena umpa sedang berada di luar kota, apakah boleh?"

Umma ayo jawab, berhenti memasang wajah berfikir seperti itu, membuatku khawatir saja.

"Ah, tentu saja boleh, lagi pula malam ini kan malam minggu, besok tidak sekolah dan Kyuhyun juga sepertinya bosan di rumah, iya kan Kyu?"

Aish umma kenapa bertanya! "Ne, umma" Yeay!, untung umma memengizinkan.

"Tapi Siwon-ah, kau jaga Kyuhyun baik-baik ya, aku mempercayakannya padamu" Umma melanjutkan.

"Baik ahjumma, ehm, umma, aku pasti akan menjaganya" Siwon menjawab mantap dengan wajah lega karena di izinkan.

"Dan juga Kyu, kau jangan menyusahkan Siwon ne?"

"Ne umma. Umma aku ke atas dulu mengambil baju-bajuku" Aku meminta izin untuk membawa perlengkapan menginapku.

Senangnya karena di perbolehkan, beginikah rasanya? Seperti kencan pertama saja. Sungguh bahagia. Aku mengambil tas ranselku yang sudah berisi barang-barang dan baju-bajuku yang tadi sudah kupersiapkan. Aku turun melihat Siwon dan umma yang sedang membicarakan sesuatu dengan santai dan tawa ringan. Aku sedikit penasaran apa yang mereka bicarakan, tidak biasanya umma bisa cepat akrab dengan orang lain, apa jangan-jangan...umma... menyukai Siwon Hyung? TIDAAAKK! Tidak mungkin! Aduh apa yang aku pikirkan. Mengapa otakku jadi error begini jika ada Siwon hyung?

Siwon berdiri ketika melihatku turun.

"Umma kami pergi dulu ne?" Siwon meminta izin mewakili kami.

"Ne, hati-hati Kyu, Siwon ah" Umma menjawab seraya mengantar kami sampai kedepan pintu.

Siwon berjalan mendahului ku, sebelum aku keluar dan ketika sedang memakai sepatu umma membisikki ku sesuatu, "Jangan berbuat macam-macam Kyu" Aku speechless, bagaimana umma bisa berfikiran seperti itu, apa itu yang umma maksud 'macam-macam'?

Aku berpamitan dan mencium pipi umma sekilas lalu berangkat dengan menggunakan motor Siwon. Ah semoga malam ini menjadi malam yang menyenangkan.

Selama perjalanan Siwon mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, tentu saja membuat ku..mm..memeluk Siwon hyung agar aku tidak jatuh. Setelah beberapa saat kami sampai di rumah milik Siwon, sudah lama aku tidak kesini. Siwon hyung mempersilahkan ku masuk. Aku sedikit terkejut dengan rumahnya, unik, nyaman dengan kesan mewah.

Aku menuju ke kamarnya untuk meletakkan barang bawaanku, semakin ke dalam kenapa semakin bagus ya rumahnya? Aku baru sadar kalau rumah ini sepi dan aku pun ingat kalau umpa Siwon hyung sedang di luar kota.

"Hyung, umma dan appa hyung kapan pulang?"

"hm? Mungkin lusa Kyu, kenapa?

"Tidak apa-apa" Aku jadi bingung sendiri ingin bicara apa.

Aku memasuki kamar Siwon, tidak ada yang berbeda kondisinya dengan terakhir kali aku kemari, sangat rapih tidak seperti kamarku -_-

Aku meletakkan ranselku di sebelah lemari, aku mendudukkan diriku di kasur empuknya. Aku tidak tahu ingin berbicara apa, padahal biasanya aku biasa saja dengan Siwon hyung, iya kan? Mungkin hehe.

"Kau ingin minum sesuatu Kyu?"

"Ah tidak Hyung"

"Maaf Kyu jika membosankan" Siwon mengataknnya dengan wajah menyesal.

"Tidak apa-apa Hyung, aku baik-baik saja"

"Tapi kenapa kau diam saja?"

"Aku tidak tahu, memangnya aku harus bagaimana? Goyang Gangnam Style? Atau koprol sambil bilang WOW gitu? " Aku menjawab dengan sedikit bumbu humor, lumayan lucu lah menurutku, hanya mencoba mencairkan suasana.

"Hehe, tidak juga sih, oh iya Kyu, mm—"

"Ne?"

"Mm, sekarang hyung akan memberikan hadiah yang sudah ku janjikan"

"Hadiah? Jadi kau serius hyung?" Hah? Aku kira ia hanya bergurau.

"Tentu saja, ayo Hyung akan mengajakmu kesuatu tempat, cepat pakai kembali jaketmu"

Siwon menyeretku kembali ke motor, ia membawaku entah kemana, ikuti sajalah, aku yakin dia tidak akan macam-macam.

Siwon melajukan motornya dengan kecepatan sedang, mengingat ini malam minggu jadi kota sedang ramai-ramainya, terutama karena pasangan remaja yang sedang berpacaran, seperti aku mungkin? Kkk.

Akhirnya kami berhenti di suatu restoran, tempat ini...aneh, banyak orang yang berwajah asing, bukan seperti orang Korea yang sipit dan putih, wajahnya masih oriental tetapi tidak sipit dan kulitnya kecoklatan, selain itu desain restoran ini pun aku belum pernah melihatnya, modern tapi ada beberapa unsur etnik dan tradisional seperti bambu-bambu, dedaunan kering, dan obor kecil.

"Hyung, ini tempat apa?" Aku akhirnya bertanya, dari pada banyak berspekulasi.

"Kau belum pernah kesini ne?" Siwon menjawab seraya memarkirkan motornya.

Aku hanya mengangguk.

"Ini restoran Indonesia Kyu, aku sering kesini bersama umma dan appa, aku yakin kau akan menyukainya, ayo masuk" Oh begitu, penjelasannya cukup mudah dimengerti. Siwon hyung menggenggam tanganku, ia menautkan jarinya, aku tak tahu apa yang aku rasakan, antara malu ingin segera mengumpat di kamar mandi atau berteriak senang histeris. Tapi sungguh aku berdebar diperlakukan seperti ini.

Saat aku masuk, aku mencium aroma masakkan yang sangat asing tapi sangat menggoda, aku sudah membayangkan pasti makanannya sangat lezat. Di sini pelayan prianya memakai topi dengan bentuk tak biasa, Siwon bilang itu namanya blangkon, dan juga seragam dengan motif yang berbagai macam, ia juga bilang itu namanya Batik. Mereka semua sangat ramah, wajahnya sangat natural memberikan kesan kenyamanan.

"Annyeong, Tuan Choi, meja anda sudah kami persiapkan, silahkan ada di sebelah sana"

Seorang pelayan menunjukkan kami sebuah meja dengan dua kursi yang tersedia. Rupanya ia mengerti bahasa Korea, jadi kami tidak perlu susah men-translate.

"Ah, 'terima kasih'" Siwon hyung sepertinya menjawab dengan Bahasa Indonesia, itu terdengar kacau.

"Silahkan, pesannanya sebentar lagi akan kami antarkan, mohon tunggu sebentar"

Kami duduk saling berhadapan, kalau di pikir-pikir tempat ini sangat nyaman, dengan lampu yang tidak terlau terang dan gegap gempita seperti restoran pada umumnya, kesan tradisional, dan keramahannya.

Selama kami menunggu Siwon terus membicarakn tentang restoran ini dan ia juga dengan sukarela menjawab semua yang aku tanyakan tentang Indonesia. Meskipun banyak tidak tahunya sih.

Tak perlu menunggu terlalu lama seorang pelayan mengantarkan sejumlah makanan ke meja kami, hmm menggiurkan.

"Silahkan dinikmati"

"Terima kasih" Ups! Kenapa aku tiba-tiba menjawab? Semoga aku tidak salah mengucapkannya.

Aku memandang bingung dengan semua makanan ini.

"Hyung ini namanya apa? Kenapa nasinya berwarna colat?" Aku merasa sangat bodoh, pengetahuanku nol besar. Salahkan aku yang malas berpergian untuk sekedar mencicipi makanan.

"Ini namanya nasi goreng Kyu, rasanya sangat enak, kau pasti suka" Siwon menjelaskan dengan senyumnya.

"kalau ini?" Aku menunjuk makanan aneh yang bentuknya agak keras dan pipih.

"Itu di sebut kerupuk, teman untuk makan nasi goreng ini" Siwon hyung sangat sabar menjelaskannya. Maaf hyung aku merepotkan -_-

"Kalau ini?"

"Sambal"

"Ini?"

"Sate ayam"

Ah, cukup lebih baik aku makan, perutku juga sudah terasa lapar, selamat makan!

Aku sangat menikmati makanannya, terutama nasi goreng. Tapi juga aku sedikit melakukan tindakan bodoh, ingat loh hanya sedikit, yaitu mencicipi sambal dengan entengnya dan itu membuat lidahku seperti terbakar. Aku kira sambal itu tidak pedas seperti ini.

"Huh hah! Pedas!" Aku buru-buru minum, rasanya pedas sekali. Sial. Lebih sial lagi Siwon malah menertawakanku. Aish!

"Kau kenapa Kyu? Makanya hati-hati, tanya dulu sebelum kau coba, hahaha"

"Huh-hah.. terserah...shh hah.."

"Kau manis sekali Kyu ketika wajahmu memerah seperti ini" ucapnya tiba-tiba sambil mencolek daguku.

SHHH... BLUSHH.. Tidak tidak jangan membuat wajahkuber tambah memerah hyung

"Mungkin kau harus bercermin agar rasa pedasnya hilang karena tersingkirkan oleh manisnya kau"

AAAAAAAA! Aku tidak tahan, detak jantungku sangat cepat, tubuhku mati rasa, kumohon jangan menyiksaku dengan rayuanmu hyung.

Saat aku ingin melanjutkan makan aku merasakan bahwa HP-ku berdering, aku memutuskan untuk mengangkatnya, Siwon hyung berhenti sejenak menatapku 'ada apa?'

"Sebentar Hyung ada telepon"

Ia kembali menikmati makanannya setelah merasa cukup dengan penjelasan singkatku.

Hm? Eunhyuk? Ada apa tumben sekali dia menelpon.

"Yeoboseyo?"

"Kyu, kau menikmati makananmu?"

"Hah?" Aku tidak mengerti bagai mana ia tahu aku sedang makan.

"Tengok sebelah kanan" Perintahnya, aku pun menurut saja.

"Pabbo! Itu kiri! Kanan kyu kanan!" Aish tidak perlu berteriak monyet!

Ketika aku menengok rasanya aku ingin lompat dan terjengkang ke belakang jika aku tidak sadar bahwa aku sedang di tengah keramaian. Mataku melotot, mulutku menganga, Eunhyuk dan Donghae yang entah sajak kapan sedang duduk berduaan dengan senyumannya menyapa kami sambil melambai-lambai. Aduh! Kenapa ada mereka?! Semoga tidak ada orang yang mempedulikan kami.

"Siwon Hyung! Kyu!" Eunhyuk berteriak, sontak membuat Siwon hyung menengok. Ia malah menjawab sapaan itu. "Donghae ah, eunhyuk ah!"

Entah apa yang ada dipikiran mereka, dengan bodohnya mereka membuat kegaduhan dengan memindahkan—menyeret lebih tepatnya—kursi dan meja mereka sehingga tepat menyatu dengan meja kami. Aku tidak tahu harus berbicara apa, jika ada mereka berdua pasti tidak akan beres.

"Dongahae ah, kau sering kesini juga?" Siwon bertanya seolah mereka bukanlah masalah.

"Tidak, aku baru pertama kali, ini juga karena Hyukkie yang memaksakku kemari"

"Aniyo! Kau yang meminta" Eunhyuk dengan cepat menolak tuduhan tersebut.

"Hehe, ne, aku yang meminta, aku ingin mencoba nge-date dengan suasana baru, eh ternyata ada kalian juga, kalian juga sedang nge-date ya?" Donghae mulai menggoda kami. 'Tidak usah kau tanya juga semua orang tau kalau kami sedang nge-date! Maka dari itu pergi kalian! Hus hus!' Batin ku.

"Haha, mungkin, aku hanya ingin memberikan hadiah untuk Kyu-ku ini atas kemenanganku di lomba lari itu Hae-ah" Siwon membeberkan semuanya.

"Uuuh romantisnya... Ah! Kebetulan! Kita bisa double date dong!" Seru Eunhyuk dengan girangnya. Double date? NO!

"Ne, pasti akan menyenangkan, iya kan Kyu?" Tanya Siwon.

"Ne hyung" Aku hanya pasrah, sudah begini mau bagaimana lagi? Nikmati saja lah. Semoga tidak ada kejadian memalukan.

Suasana makan kami yang tadinya cukup tenang menjadi meriah dengan kedatangannya dua HaeHyuk ini, apalagi dengan tingkah laku merka yang konyol itu. Meskipun aku sedikit kesal tapi aku cukup menikmatinya. Toh mereka juga teman ku.

Ah rasanya kenyang sekali, sungguh pengalaman yang menyenangkan. Akhirnya kami berempat memutuskan untuk pulang. Aku dan Siwon hyung saja tepatnya, Eunhyuk dan Donghae bilang mereka ingin melanjutkan malam romantisnya.

Aku sampai di rumah Siwon Hyung sekitar pukul 10, ah rasanya sangat melelahkan dan juga menyenangkan meskipun ada sedikit gangguan dari duo hama itu. Maaf tapi memang tadi sangat mengganggu. Hah~

Aku merebahkan tubuhku di kasur bawah, ya aku tidur di bawah sedangkan Siwon hyung di atas, sebenarnya sih dia sudah menyuruhku tidur di atas saja, tapi aku menolak, bagaimanapun aku tamu di sini, aku harus menjaga tatakrama. Dia juga memintaku tidur bersama di atas, mmmm... setan dan malaikat sepertinya sedang berperang di dalam tubuhku, di satu sisi aku ingin sih berduaan dengan Siwon, tapi aku juga maluuu

Lebih baik aku ganti baju dulu dan cuci muka, lebih cepat, lebih baik dan lebih lama waktu untuk tidur. Aku memilih untuk memakai celana pendek saja, lebih nyaman, lagi pula tidak ada nyamuk. Aku merasakan sesuatu yang janggal, kemana kaos ku?! Seingatku sudah ku masukkan? Apa tertinggal? Atau jatuh di jalan? Atau di rampok saat aku sedang keluar bersama Siwon Hyung?! Jangaan! Ku harap pilihan pertama yang sebenarnya terjadi. Aku buru-buru menelpon umma untuk memastikannya. Ya Tuhan itu kaos kesukaan ku~

"Yeo—"

"Ummaaa! Bajuku hilaaang!"

"Hilang? Bajumu yang mana?"

"Kaos abu-abu ku umma! "

"Tenang Kyu, kaos mu ada di kamar, sepertinya kau lupa membawanya"

"Benar umma?"

"Ne, jangan panik dulu"

"Ne ne umma, gomawo"

"Ne"

Klik, fiuh sukurlah. Tapi aku harus pakai kaos apa? Kaos ku yang ini sudah kotor, ada satu lagi tapi itu untuk besok, hueeee. Ah! Apa pinjam milik Siwon hyung saja? Yasudahlah. Ngomong-ngomong kemana dia?

"Hyung! Hyung!" Aku mencari dengan sedikit berteriak. Bodohnya aku, kenapa aku baru sadar kalau sedari tadi tidak ada Siwon.

Aku mencari ke seluruh lantai 3, tidak ada. Aku putuskan untuk kembali ke kamar saja, dia juga pasti akan kembali, inikan rumahnya, kamarnya malah.

Yah, terpaksa aku mengambil sendiri kaos Siwon hyung. Saat aku membuka lemari miliknya, aku sedikit terkagum-kagum, banyak sekali isinya, semunya bagus dan juga rapih. Tidak seperti milikku (lagi) -_- . Kata rapih sepertinya sangat tidak cocok untukku.

Aku memilih satu persatu, aish! Semuanya kebesaran!

Semangat! pasti ada yang pas dengan ukuran ku, mungkin. Beberapa kali mencari hasilnya nihil. Semuanya kebesaran, adapun satu, ini yang paling kecil, tapi kenapa warnanya kuning soft seperti ini? Seperti yeoja saja. Aku sempat berfikir untuk apa Siwon memilik kaos berwarna seperti ini. Cukup menggelikan juga membayangkannya memakai ini. Hihihi.

Aku pasrah! Lebih baik ku gunakan saja, dari pada aku telanjang. Saat aku selesai mengenakan celana pendek dan sedang mengenakan kaos, tiba-tiba saja Siwon hyung datang. Hening, itulah yang terjadi. Wajahnya menampakkan keterkejutan, tubuhnya mematung. Ada apa? Apa dia marah karena aku tidak meminta izin?

"H-Hyung.. K-Kau kenapa?" Aku mulai berusaha menyadarkannya.

Tidak ada respon yang berarti, ia hanya mengerjapkan matanya.

"H-Hyung.." Aku mencoba sekali lagi.

"Kyu..kau..sexy~"

BLUSH

Ucapan tak terduga Siwon hyung membuat aku terlonjak kaget, alhasil wajahku memerah. Siwon mengucapnya dengan nada yang tidak biasa. Seumur hidupku tidak ada yang pernah mengatakan aku sexy, kalau tampan sering.

"H-h-hyung.." Aku mulai gugup saat Siwon hyung mendekatkan tubuhnya ke arah ku.

Apa yang salah? Aku hanya mengenakan celana pendek setengah paha (kenyataannya tidak sampai setengah paha) dan kaos kebesaran berwarna kuning.

"Kau sangat sexy kyu~" Ucap Siwon hyung seduktif tepat di telinga ku. Wajahnya bagaikan singa yang sedang mengintai seekor rusa.

Pasti ada yang konslet dengan otaknya, ingat hyung! Ingat Tuhan mu!

"Hyung!" Aku dengan sigap mendorong tubuhnya ketika dia mencoba menciumku. Huaaa! Jantungku berdebar tidak menentu. Wajahku pasti sudah merah seperti kepiting rebus.

Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya, sepertinya ia sudah kembali sadar dari setan yang menghasutnya.

"M-mian Kyu, mianhae" Ia berucap dengan penuh penyesalan, membuatku ikut merasa tidak enak.

"Ne, gwaenchanha, Hyung" Aku buru-buru keluar meninggalkan Siwon hyung dikamar, mencoba menetralkan detak jantungku ini. Sebelumnya aku mengambil piama ku, pabbo Kyuhyun! Kenapa baru ingat jika membawa piama. Kau bisa menutup kakimu dan tidak akan terjadi kejadian seperti ini! Hah! Penyesalan selalu datang terakhir.

Aku memutuskan untuk mengganti semua pakaian ku dengan piama pikachu bercelana panjang, catat celananya panjang! Tidak akan ada lagi kata sexy yang akan keluar jika seperti ini. Sungguh mengingat bagaimana Siwon mengatakan sexy membuatku merinding sekaligus merona.

Oke, semua beres, tidak ada celana pendek, tidak ada baju kebesaran, tidak ada kata sexy. Aku kembali ke kamar dengan piamaku. Saat aku membuka pintu kamar, BLUSH, tiba-tiba saja seluruh organ tubuhku berhenti bekerja. Bagaimana tidak, sekarang aku disuguhi pemandangan Siwon Hyung yang topless sedang mengganti baju, dan mataku langsung terpusat ke abs-nya yang...aku tidak bisa melanjutkan kalimat ini. Aku bisa mati muda dan tampan di tempat.

Brak! Aku reflek menutup kembali pintu kamar dengan kasar. Huh-hah, wajahku pasti memerah. Sangat merah malah. Di balik pintu aku berusaha menetralkan pikiran dan ragaku.

Semua itu terhenti ketika Siwon hyung mengetuk pintu dan menyuruhku masuk.

Saat masuk aku hanya menyengir canggung kepadanya. "Hyung? Mian tadi—"

"Tidak aku harusnya aku yang meminta maaf, Kyu"

"Tidak apa-apa hyung, kau juga tidak perlu minta maaf"

Hening

"Oh ya hyung, ini kaos milik mu, mian aku tidak minta izin" Ucapku dengan sedikit menyesal sembari memeberikan kaos tadi.

"Ne, tidak apa-apa, letakkan saja di meja" ia menjawab dengan senyumannya yang khas, damai dan menenangkan. Itu membuatku sejenak melupakan kejadian tadi, seolah tidak terjadi apa-apa.

Aku meletakkan kaos laknat itu di meja, lalu berbaring di kasur yang sudah tersedia untukku. Haah sangat nyaman. Tak perlu menunggu lama, mataku mulai terasa berat, aku menengok sebentar ke arah Siwon hyung, rupanya ia sudah tertidur. Kuputuskan untuk menyusulnya. Okay, good night~

Brrr...

Aish kenapa AC di kamar jadi dingin sekali sih, seperti di kutub saja. Dinginnya AC membangunkan ku, padahal ini baru jam 2 dini hari. Rasanya masih sangat mengantuk, aku terpaksa kembali menutup mataku. Tak beberapa lama aku menggigil kembali. Mataku yang masih setengah terbuka mencoba mengedarkan pandangan mencari selimut atau apapun yang bisa kupakai untuk menghangatkanku.

Aku melihat Siwon hyung yang masih menikmati tidurnya. Bagaimana biasa ia tidak kedinginan? Padahal ia tidak menggunakan selimut dan ia pun menggunakan celana pendek.

Aduh bagaimana ini? Aku tidak bisa tidur kalau begini. Tiba-tiba saja sebuah ide memasukki otakku. Dengan berat hati aku iya kan ide itu.

"Hyung.."

"...zzz"

"Hyuung~" Aku mulai mengguncang-guncangkan tubuhnya.

"Nggh? Ada apa kyu?" Akhirnya ia menjawab, meskipun dengan setengah sadar.

"Aku.. aku kedinginan hyung" Lidah ku terasa begitu berat mengatakkannya.

"Tidur di sebelahku saja..zz.." Ia menjawab secara spontan lalu kembali tidur.

Antara iya dan tidak aku akhirnya tidur di sebelahnya, dan satu ranjang dengannya.

"Hyung.. aku masih kedinginan.."

Tanpa menjawab Siwon hyung langsung memelukku. Sungguh hangat. Aku melingkarkan tanganku di pingganya tanpa sadar lalu semakin melesakkan kepalaku di dada bidangnya. Nyaman dan hangat. Menikmati sensasi yang tidak pernah aku rasakan. Pelukkan hangat yang tulus.

"Saranghae~" Cup.

Aku mengecup bibir Siwon hyung sekilas, entah kenapa badanku terasa dikendalikan untuk melakukannya. Semakin lama aku semakin menikmati kehangatannya sampai aku akhirnya kembali tertidur di dalam pelukkannya.

Kyuhyun POV end

Author POV

Tahukah kalian apa yang sebenarnya terjadi? Jadi begini..

Kyuhyun yang sedang bingung antara tidur dan tidak karena kedinginan gelagapan. Dengan berat hati ia melakukan idenya yang datang sangat tiba-tiba.

"Hyung.."

"...zzz"

"Hyuung~" Kyuhyun mulai mengguncang-guncangkan tubuh Siwon.

"Nggh? Ada apa kyu?" Akhirnya ia menjawab, meskipun dengan setengah sadar.

"Aku.. aku kedinginan hyung"

"Tidur di sebelahku saja..zz.." Ia menjawab secara spontan lalu kembali tidur, berpura-pura tidur lebih tepatnya, ia menyeringai ketika tahu Kyuhyun benar-benar tidur di sampingnya.

"Hyung.. aku masih kedinginan.." AH! Pucuk dicinta ulam tiba! Bagai terkena durian jatuh! Hal yang sedari tadi Siwon inginkan terjadi. Kesempatan emas jangan dilewatkan. Siwon langsung memeluk Kyuhyun. Akting pura-pura tidurnya sepertinya sukses.

Cup.

Siwon sedikit terkejut ketika mendapat kecupan dari Kyuhyun apalagi ucapan saranghae dari baby-nya itu, hampir saja aktingnya terbongkar. Sedetik kemudian Siwon tersenyum lembut, sangat lembut dan tulus. Melambangkan ketulusan cintanya pada Kyuhyun.

Akhirnya mereka berdua pun terlelap dengan saling memeluk satu sama lain. Saling berbagi kehangatan di tengah dinginnya kamar Siwon.

TBC

KYAAAAAA! HUHAHUHAHUHA! *histeris! Akhirnya bisa melanjutkan chap ini, mian ya yang sudah lama lama lama lama lamaaaa menunggu, jadi ngerasa bersalah. Beneran deh mau lanjutin ini aja mikir dulu beberapa kali dan nyempet-nyempetin di tengah banjir ujian dan tugas. Oke ini adalah chap kolaborasi author dengan author jadi-jadian yang sok cantik itu. Bagaimana? Jelek eoh? Mian ya kalau jelek dan ga sesuai harapan -/\-. Tapi lumayanlah lebih panjang hehehehe. Dan juga akhrinya HaeHyuk lumayan muncul dikit-dikit, setidaknya tidak punah dari peradaban ff ini.

Ayo review! Review! Udah pegel nih bikin 5rb-an word, hahaha.

No Bash or Flame!

Tunggu ya chap selanjtnyaaaaa! Review kalian juga saya (kami) tunggu! Review berkurang GA DI LANJUTIN! HAHAHA 3:D

Engga ko boong ding hahaha :D. Byeeee~

Yuk bales review!

10ChoEunHye12 : ngaku nih.. mian ya lama banget -_-

Ifa Cho-i : ini udah nambah panjang nih

Wkyjtaoris ALL : masih penasaran?

Sparkyu203 : nyambung ko, tapi tiap chap Cuma punya sub-judul doang :D maksa ya?

Diya1013 : jangaaaan buat aku aja (?). Iya ga pake trailer hehe, (ini yang bales author 2 yang cantik)

Dewdew: saya aja penasaran *loh?

Anin lovewonkyu : wah kayannya banyak yg suka kyuhyun yang manja ya? Hehe mian ya lama

TieSparKYUhyun: hahaha gomawo ne buat reviewnya

imLici97: cius deh, saya juga bingung ga ngerti, udah lupain aja mimpi itu lah, itu adalah bagian yang gagal -_-

HUUSS! Byuur! *siram air panas ke kamu, Hyukie sama Hae* bubar bubar! Ribut aja!

Mwo? Diare? Ada ada aja -_- oke udah di lanjut gomawo ne buat reviewnya.

Alcici349: wahaha, dan ternyata hadiahnya adalah... Dinner!

Anami Hime : kawai bangeet pkoknya. Iya iya nih udah di panjangin.

Kmaknae : udah aha ga boleh protes, kan asik penasaran terus XD

Astri : semua fan girl juga kayanya mau di godain wonpa -_- hahaha

Meymeywonkyu : ga banyak bales pokoknya udah di lanjuta :D

EvilCute : Badai? Tiaraaaaaapp! Iya mian ya lama updatenya

Gaemwon407 : Annyeong, ada lah nih dia lg di samping saya pas lagi ngetik ini, ne author (yg asli) namja. Emang hyukie jahat banget -_-

Blackkyuline: Wkakak, hmm saya kepikiran mau kasih konflik tapi gatau kapan -_-

Simbaa: Kebetulan aja si Kyu mah bisa begitu, dikirim raja setan tuh mimpinya hahaha :D

Ini dia hadiahnya *sodorin chap ini*

Ukekyushipper : naked? Awww, iya emang gitu-gitu juga agak mesum ya dia -_-

Mrs. ChoKyu : di usahain lah sampe 26, doakan saja :D

Cho devi : sini saya gombalin aja *loh? #dihajarmassa

Lee minji elf : oke oke, tapi gatau kapan tunggu aja ya

Orangnyasar : nama kamu aneh banget sih, ipad? Buat saya ajaaaa!

Aiyu: merekan kan everlasting couple :D

MhiaKyu : oke deh

imLici97 : maaf ada kesalahan tehnis hehe

Irma407203 : pertanda bahwa ia sedang tidur *apasih

Rachma99: iya, mian ya lama :(

Rikha-chan : terimakasih doanya ya hahaha :D

Rafly Uzman: kamu namja? Ih yodong aja sama mesumnya sama eunhyuk -_- mereka kan masih anak muda SMA yang lugu dan polos dan masih watados.

Ve fit : kasih apa yaaaa? saya baru tau loh ada istilah Kyumom dan wondad, kyeopta banget :3

MyKyubee : Siwon ngambek? boleh deh mungkin chap depan yaa. Noted deh ide kamu :D

Just Call Me Guest : bener nih? Ntar boong ah. Hehe gomawo ne

WonKyuWon : balasanmu jadi satu aja ne, pkoknya gomawo buat reviewnya :)

Lala Kyu : saya juga mau eh :D

Dinda : Gomawo :D

Dealovia choi : oke deeeh ;D

Guest :Wah yadong aja -_-

Mian ya kalau ada yang ketinggalan hehe