WonKyu A to Z
Pair:
WonKyu, HaeHyuk, ChangKyu
Cast:
Choi Siwon (17)
Cho Kyuhyun (15)
Lee Donghae (16)
Lee Hyukjae (15)
Changmin (15)
And others
Rate:
T
Genre:
Romance, Friendship, sedikit Humor (mungkin)
Warning:
YAOI (boy x boy), typo(s), OOC, minim isitilah Korea, just an amateur.
From : MonkeyHyuk
Kyu! :o
To: MonkeyHyuk
Ne?
Chapter 6 : F for Flashback
HOAMH~
Seorang namja kurus baru saja terbangun dari tidur cantiknya. Disibakkan selimut yang sedari tadi menutupinya sehingga memeperlihatkan kaki mulusnya. Ia yang hanya menggunakan celana pendek dan kaos lusuh—biasa—mulai berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dilihatnya jam dinding sebelum masuk ke kamar mandi menunjukkan pukul 6.
Setelah semuanya selesai sampai mengenakan baju ganti, ia mengecek hp nya yang berkedip. Di lihatnya terdapat notifikasi bahwa ada 3 pesan dan 2 missed call. Semuanya sama, yaitu dari kontak bertuliskan Siwon Kuda :*
Ia mulai mebaca satu persatu pesan yang ia terima. Semuanya sama, hanya sekedar basa-basi dan beberapa kata romantis yang cukup membuatnya tersipu.
Namja yang kita tahu bernama Cho Kyuhyun ini pun langsung membalas, mm tidak membalas juga, lebih tepatnya mengirim pesan baru.
To: Siwon Kuda :*
Hyung! :3
From: Siwon Kuda :*
Baby~ :* kenapa kau tidak menjawab telepon ku? Aku kangen :3
Me : Tsk~ stop gombal. Ada apa memang?
Siwon Kuda :*: Aish~ galak. Tidak ad apa-apa :*
Me : Oh, hyung kau sudah tau Hyukkie mengadakan pesta?
Siwon Kuda :*: Ne, tadi Donghae menelpon
Me : Jadi?
Siwon Kuda :*: Jadi apanya?
Me : Hyung mau datang tidak?
Siwon Kuda :*: Tentu jika kau datang :*
Me : Tapi Hyukkie bilang akan ada Changmin
Siwon Kuda :*: Hah? kau percaya saja -_- lagipula kalau ada di memang kenapa? :)))
Me: aku kira serius -_- hehe, tapi kalau ada aku tidak tanggung jawab loh~ .Aniii :/
Siwon Kuda :*: KKkk~ kau lucu sekali :* aku tak sabar bertemu dengan mu :3 Tanggung jawab apa?
Me : aku juga :* Ya kalau dia macam-macam dengan ku wakakak :D
Siwon Kuda :*: Akan kuhajar dia! -_-
Me : Wah kekerasan! Eh, Jam 7.30 ne? Jangan telat :p
Siwon Kuda :*: baiklah tuan Putri :*
Me: Menjijikan -_-
Siwon Kuda :*: Sama-sama, bye :*
Akhirnya Siwon tiba di rumah Kyuhyun, dengan motornya tentu. Setelah meminta izin dan lain-lain, mereka berangkat.
Sesampainya di depan rumah Eunhyuk, yang mana merupakan benar-benar rumah pribadi Eunhyuk. Ya Eunhyuk yang merupakan anak dari pengusaha kaya, untuk membeli rumah seperti ini mungkin tidak akan membuatnya miskin. Dilihat dari depan saja sudah terlihat mewah, apalagi dengan menggunakan pagar yang rapat dan tinggi bak rumah seorang artis yang dijaga ketat.
Sepertinya pikiran kedua namja yang sedang menunggu itu sama, mereka merasakan ada sesuatu yang aneh. Sepi. Ya sepi, kalau ini pesta kenapa sesepi ini? Setidaknya ada cahaya lampu lebih yang mencirikan adanya kegiatan di dalam rumah. Tapi ini, biasa-biasa saja seperti rumah biasa.
Ah mungkin belum dimulai, pikir mereka. Kyuhyun akhirnya berinisiatif untuk memencet bel. Tak perlu menunggu beberapa lama sang tuan rumah akhirnya keluar dengan senyuman khasnya.
"Kyu! Akhirnya datang juga" Enhyuk menghampiri sembari membukakan pagar.
"Kuis kalee" kata Kyuhyun.
"Ayo masuk, Hyung motornya dimasukkan ke garasi saja ya" Kata Eunhyuk kepada Siwon.
"Oh, ne" Siwon kembali menyalakan motornya lalu memasukkannya ke garasi yang dengan ajaibnya, mm maksudnya dengan canggihnya sudah terbuka dengan sendirinya.
Sementara itu Kyuhyun memasuki rumah Eunhyuk dengan decak kagum, meskipun ini bukan yang pertama kalinya, tapi tetap saja ia merasa wah dengan apa yang dilihatnya.
Mulai dari garasi 'ajaib', taman yang tertata rapih, kolam ikan yang jernih, sampai lampu taman yang indah. Semua itu mebuat Kyuhyun berfikir, berapa maid alias pembantu kah yang berkeja di rumah mewahnya? Ia rasa tidak ada. Dan memang benar tidak ada. Ya, Eunhyuk sendiri lah yang telaten merawatnya. Ternyata biarpun menjengkelkan begini, Eunhyuk punya sisi baiknya ya.
Saat memasuki rumah, mereka sudah di sambut Donghae.
"Annyeong Kyu~" Wah, donghae ceria sekali.
"Annyeong hyung"
"Siwon hyung mana?"
"Itu di garasi"
Donghae tidak menjawab lagi, ia hanya menunjukkan ekspresi :o dan itu cukup.
"Annyeong Kyu" Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sangat mengejutkan Kyuhyun. Suara namja yang baru saja keluar dari suatu ruangan. Changmin!
Mata Kyuhyun langsung membulat. Kenapa ia benar-benar ada disini?! Bukan maksud mengusir tapi dengan adanya dia apalagi ada Siwon, Kyuhyun takut kalau ada 'sesuatu'. Ia tahu kalau Siwon dan Changmin sudah berkenalan dan berhubungan baik, tapi tetap saja rasanya tidak enak kedatangan mantan ketika kau sedang bersama pasanganmu sekaranag. Tidak enak ke Changmin dan juga ke Siwon.
Tak lama Siwon pun datang, panjang umur memang.
"Annyeong, semua!" Sapa Siwon dengan nada ceria. Senyum mengembang di wajahnya. Sepertinya dia juga sangat excited dengan pesta yang Eunhyuk buat. Kyuhyun agak terpaku melihat senyum lebar dan lesung pipi yang selalu bisa membuatnya hilang akal.
Namun senyum Siwon agak surut ketika melihat Changmin, bukan karena cemburu tapi keget. Ia tak menyangka bahwa Changmin benar-benar datang. Ia sendiri ragu pada dirinya bisakah ia menjadi biasa-biasa saja kepada Changmin? Entahlah, namun satuhal yang membuat ia kembali yakin adalah mengingat percakapannya dengan Changmin bahwa ia tidak akan mengambil Kyuhyun. Siwon pun mencoba tenang, tenang namun' waspada'.
"Ayo, masuk!" Perkataan Eunhyuk membuyarkan suasana canggung yang terjadi. Ia tahu apa penyebabnya, tapi ia juga tidak bisa menyalahkan dirinya yang mengundang Changmin. Bagaimanapun ia adalah temannya. Ya hanya sekedar perkenalan sebagai teman baru.
Eunhyuk pun memimpin memasuki rumahnya. Decak kagum tak berhenti terpancar dari mereka berdua, bahkan Siwon yang sudah teribiasa dengan kemewahan.
Pertama mereka melewati ruang tamu, uwow. Semuanya terlihat mewah. Berlanjut ke ruang keluarga—jika ada keluarga—atau ruang tv? Apalah itu. Lalu memasuki ruang makan yang menyatu dengan dapur. Disini Siwon agak merasa aneh gimana gitu. Katanya pesta? Tapi kok? Tiba-tiba Kyuhyun nyeletuk.
"Heh monyet, katanya pesta? Mana?" Kata Kyuhyun sinis. Matanya menyusuri setiap sudut ruangan. Dilihatnya tidak ada sesuatu apapun itu yang berhubungan dengan pesta.
"A..mm..aa..ya ini pestanya!"Eunhyuk menjawab agak kaku, yah kebongkar.
"Pabbo! Pesta apa ini, sama saja cuman menginap!" Kalau saja tidak ada Siwon dan Donghae sekarang pasti akan terjadi duel maut seperti di kelas lagi.
"Hehehe" Si Eunhyuk hanya nyengir kuda.
"Ah~ jangan bilang sebenarnya kita diundang hanya untuk menemani kalian kan?-" Kyuhyun berhenti sejenak, belum sempat siapapun menjawab ia melanjutkan perkataannya.
"Mmm lebih tepatnya menemani Eunhyuk yang tidak diizinkan hanya berduaan sama umma dan appamu, ne? Hyukkie?" Kyuhyun menatap sinis sambil menunjuk sebuah kamera CCTV yang terletak di sudut ruangan. Oh, jadi orang tua Eunhyuk meskipun jauh selalu mengawasinya melalui CCTV. Maka dari itu karena dia gak boleh cuma 'berduaan' jadi mengajak orang lain. Paham deh paham. Bisa aja nih.
"mmm, ya seperti itulah! Hahahaha! Selamat datang!" Eunhyuk malah tertawa, rencananya berhasil untuk mengajak orang lain menemaninya malam ini.
"Sialan!"
"Hahahaha, kena deh! Sudah cepat sana masukkan barang bawaan mu ke kamar itu, kau akan sekamar dengan Siwon" Eunhyuk menunjuk sebuah kamar di samping ruang makan. Wah strategis sekali, kalau habis tidur bisa langsung makan.
Kyuhyun menggerutu dalam hati 'sudah kuduga pasti ada yang tidak beres'.
"Lagi pula, 'pesta' kali ini tidak akan sebegitu jelek kok, aku dan Donghae sudah memepersiapkan daging untung pesta BBQ!" TRING! Mendengar makanan otak Kyuhyun langsung cerah secerah senyumnya sekarang. Tak jauh berbeda dengan Changmin yang entah mengapa tiba-tiba sudah berdiri di samping Kyuhyun. Namun Changmin berusaha setenang mungkin mendengar makanan.
"Asyik!" Kyuhyun melompat girang, Siwon juga tak kalah senang, ia terus tersenyum melihat tingkah Kyuhyun yang menurutnya selalu menggemaskan.
"Sudah cepat sana, biar aku, Donghae dan Changmin yang membuat BBQ-nya"
"Oke bos!" Kyuhyun dengan semangat langusng menuju kamar yang tadi di tunjuk Eunhyuk sambil menyeret Siwon.
Di tengah-tengah acara pesta BBQ, Changmin bernjak dari tempat duduknya lalu berjalan masuk ke rumah. Siwon yang melihatnya langsung berjalan mengejar Changmin, saat Siwon memasuki rumah ia melihat Changmin sedang mengambil minuman di kulkas. Ia berjalan menuju Changmin sampai akhirnya "Berhenti memata-mataiku Siwon-hyung"
Perkataan Changmin menghentikan langkah Siwon. Changmin berbalik sambil memegang sekotak jus di tangannya. "Boleh aku memanggilmu hyung?"
Siwon agak kaget, bagaimana Changmin tahu kalau itu adalah Siwon. Namun ia berusaha bersikap tenang lalu menjawab pertanyaan Changmin "Tentu saja, kau kan dongsaeng sekaligus temanku"
"Terimakasih, lalu ada apa kau memata-mataiku?"
"Memata-mataimu? Tidak"
"Ah, aku tahu, bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan merebut Kyuhyun"
Siwon agak canggung, ia tidak enak hati kepada Changmin, seolah-olah ia ragu atas ucapan Changmin, padahal jelas-jelas Changmin sudah mengatakan bahwa tidak akan merebut Kyuhyun.
"A-mm..maafkan aku"
"Ya.. aku tau sikapmu itu wajar, tapi hanya sekedar informasi untukmu, mungkin beberapa hari atau minggu kedepan aku mungkin sudah memeiliki pengganti Kyuhyun"
"Benarkah?"
"Ya, aku bertemu dengannya di sekolah"
Siwon tidak menjawab, ia memikirkan seperti apa 'incaran' Changmin, ia berharap orang itu bisa mendampingoi Changmin dengan baik.
"Sudahlah hyung, lebih baik kau kembali kesana menemani Kyuhyun, sebelum aku yang melakukannya, kk~" Perintah Changmin dengan sedikit nada bercanda dan Siwon tahu itu.
"Aish kau ini, oh iya Changmin-ah, jangan terlalu canggung kepada Kyuhyun, jika kau ingin mengobrol atau apa itu, silahkan saja, aku sudah mempercayakannya padamu sekarang, maaf jika aku sempat ragu"
Hening sejenak, baik Changmin dan Siwon berkelut pada pikirannya masing-masing.
"Baiklah, terima kasih hyung, kau mau kembali kesana? Sepertinya dagingnya sudah matang" Ajak Changmin lalu berjalan keluar.
"I-iya, hei tunggu" Siwon yang baru sadar, berlari kecil mengejar Changmin. Lalu mereka berjalan berdampingan selayaknya teman atau sunbae dan dongsaeng.
Pesta BBQ pun selesai, semua kenyang semua senang! Yah tidak sebegitu buruklah seperti apa yang dipikirkan Kyuhyun. Sekarang ia sedang di kamar, lebih tepatnya sedang tidur-tiduran di kasur ukuran raja sambil memainkan PSP nya.
Ia terus bergelut dengan benda tercintanya sampai akhirnya Siwon datang. Tidak ada sepatah kata pun yang meluncur dari keduanya. Namun tanpa aba-aba Siwon langsung duduk di samping Kyuhyun dan meletakkan kepala Kyuhyun di pangkuannya.
"Ya hyung~ aku sedang bermain" Kyuhyun protes sambil pout karena merasa ritualnya terganggu. Tidak menyadari bahwa dipikiran Siwon terbesit untuk segera menyerangnya akibat aksi poutingnya.
"Ne, aku tahu" Siwon tidak memperdulikan ucapan Kyuhyun, ia sibuk mengelus-elus surai Kyuhyun dan memandangi wajah menggemaskan di hadapannya.
"Ya hyung! Jangan menatapku seperti itu, aku tau aku tampan" Kyuhyun merasa risih tingkah Siwon yang mengganggunya apalagi tatapan Siwon padanya.
Siwon hanya sweatdrop mendengar penuturan Kyuhyun. Niat mau romantis malah menjadi narsis, gagal semua. Sepertinya Siwon berubah haluan, dipikirannya muncul sebuah ide untuk membunuh kebosanan.
"Hey Kyu, kau mau bermain dengan hyung tidak?"
"Main apa?" Kyuhyun tidak melepaskan pandangannya dari PSP.
"Pokoknya hanya untuk kita berdua~" BLUSH. Main? Kita berdua? Please jangan buat aku berfikiran yang tidak tidak. Kyuhyun memalingkan wajahnya yang sudah memerah mencoba menetralkan diri.
"Memangnya apa?" Kyuhyuh bertanya dengan nada senormal mungkin.
"Trutrh or dare" Oh~ dikirain main apa.
"Mmmm... boleh" Kyuhyun akhirnya bangun, ia mematikan PSPnya. Sempat ada kecurigaan dalam hatinya, tumben sekali Siwon mengajak bermain. Apalagi senyuman eh seringai yang sedari tadi ada di wajah Siwon membuatnya curiga.
"Oke, kita mulai" Siwon mengeluarkan hp pintarnya, ia membuka aplikasi khusus games yang seperti kompas. Siwon mensetting aplikasi itu untuk hanya menunjuk kedua arah, Siwon atau Kyuhyun. Ia memutar jarum yang tertera di layarnya dengan satu sapuan jari.
Jarum itu terus berputar, kerutan muncul di wajah masing-masing, berharap-harap cemas siapa yang akan di kerjai duluan. Siwon sampai komat-kamit mebaca doa agar tidak masuk ke permainannya sendiri, sampai akhirnya..tep! KYUHYUN!
Kyuhyun melototo tidak percaya, bagaimana mungkin? Memang mungkin, sangat mungkin, tapi Kyuhyun benar-benar tidak mau sehingga menepis fakta bahwa jarum menunjuk ke arahnya.
"Ya! Hyung kau curang!" Kyuhyun marah karena ia merasa di curangi.
"Ani! Kau kan lihat sendiri aku tidak berbuat apa-apa" Siwon juga tidak terima, bagaimana bisa ia berbuat curang, sedari tadi dia hanya komat-kamit sampai keringat bercucuran, alah lebay.
"Ish! Sini biar aku yang putar" Kyuhyun merebut hp dari tangan Siwon. Ia pun memutar jarum itu, dalam hati ia berdoa 'jangan aku, jangan aku!'. Masa raja game kalah dalam permainan sepele seperti ini, cukup aku kalah oleh cinta Siwon saja, eh? Ups! Kkk :D
Namun apa daya, dewi fortuna sedang tidak berpihak padanya. Jarum tetap berhenti ke arah Kyuhyun.
Kyuhuyun pasrah.
"Tuh kan! Hahaha, ayo kyu truth or dare?" Siwon tertawa senang, akhirnya! Akhirnya!
Kyuhyun mulai bingung, atau panik mungkin. Truth atau Dare? Dahinya lebih berkerut daripada sebelumnya. Kalau truth bisa-bisa terbongkar semua rahasia kehidupannya, dia pernah ngompol, dia pernah nginjek kotoran kucing, dia pernah di pakein rok, tuh kan ketauan readers! Dan jadi bahan ejekan Siwon, OH NO! eh tapi kan bisa berbohong. Kalau dare? Kyuhyun berfikir keras. Kyuhyun memandangi Siwon dari atas sampai bawah, lesung pipi itu, seringai itu. Bahaya. Aduh bisa bisa ia minta yang macam-macam. Ia jadi membayangkan dirinya memakai pakaian maid akibat ulah Siwon.
"Truth" setelah pemikiran panjang barusan, akhirnya Kyuhyun memutuskan.
"truth?" Siwon agak kecewa, sepertinya rencananya untuk meminta 'sesuatu' dari Kyuhyun ketauan. Ya, semua orang tahu sepertinya apa yang di rencakana Siwon jika sudah menyeringai seperti itu.
"Ne"
"Mm kalau begitu, ssthh~" Siwon membisiki Kyuhyun sambil cekikikan, ia merasa sangat puas. Thanks God, ia mendapat ide ini.
"MWO?! Tidak mau!" Kyuhyun menolak, ia mempoutkan bibirnya.
"Hey kan sudah perjajian! Tidak bisa!"
"Aku tidak mau! Lagi pula siapa yang janji"
"Ya sudah kalu begitu dare, cepat cium aku" Kata Siwon mengejutkan sambil menunjuk bibirnya.
Tuh kan! Dugaan Kyuhyu benar, meskipun tidak sepenuhnya benar, tapi ia tahu pasti Siwon akan meminta semacam ini. Dasar pervert! Lihat sekarang seringainya tambah lebar, lama-lama akan seperti Joker.
"Aniii! Okay okay! puas?"
"Ne, jangan bohong ne my sweety kyunnie~" Siwon menggoda dengan mencolek dagu Kyuhyun.
"AWASS!"
Buagh!
Sebuah bola basket tepat mengenai kepala seoarang namja, ia jatuh tersungkur. Kepalanya terasa pusing, tangannya pun sakit akibat menahan bobot tubuhnya ketika jatuh. Kondisi kakinya pun tidak bisa dibilang baik, lututnya luka, meskipun kecil.
Derap kaki cepat namja lain menghampiri, ya dia lah yang melempar bola basket itu. Rupanya ia sedang bermain bersama teman-temannya, yang sialnya ketika bagian ia melempar justru meleset sehingga mengenai orang lain.
Dengan sigap namja itu menghampirinya lalu berusaha menolong. Wajahnya menampakkan kecemasan, ia pasti sangat menyesal.
"Eh, kau tidak apa-apa? Aduh mian, mianhae, aku benar-benar tidak sengaja" Kata namja itu sambil berusaha membangunkan yang satunya.
"Aw! Appo!" Namja itu meringis ketika ia merasa badanya terasa sakit.
"Eh mian, mian, sini biar aku bantu" Melihat si korban keskitan membuatnya semakin merasa bersalah, akhirnya ia pun berusaha membantunya berjalan menuju UKS yang untungnya tidak terlalu jauh.
Sesampainya di UKS ia mendudukkan namja itu di kasir tempat biasa siswa-siswa yang sakit tidur. Lalu ia mengambil obat merah dan apapunlah yang ia kira bisa berguna dalam kondisi seperti ini. Saat sibuk mencari obat-obatan di lemari ia menengok sejenak dan kedapatan melihat namja itu menangis yang membuatnya semakin panik.
'Kapas mana kapas! Aduh kenapa ada pembalut disini!'
Dan.. yap! Dapat semuanya, ia pun segera mendekati namja yang sedang berusaha menahan tangisannya itu. Tangannya mencoba menutupi tangisannya yang sayangnya gagal karena siapapun pasti tahu jika ia sedang menangis.
"Mianhae, aduh, mian, cup sudah jangan menangis" Dengan lembut ia menenangkan namja di hadapannya. Dilihat lihat sih sepertinya ia tipikal uke.
"Sudah jangan menangis, sini biar aku obati" Butuh beberapa waktu untuk menenangkannya, tapi kesabarannya membuahkan hasil. Ia mulai berhenti menangis.
Setalah ia sudah tenang, ya meskipun masih terisak-isak dan air mata masih terlihat di sudut matanya ia mulai mengobatinya.
Perlahan ia meneteskan obat merah.
"Aw!" Namja itu meringis lagi, membuat setetes air mata meluncur melewati pipinya.
"Mian, huh~ huh~" Ia meniup luka itu mencoba meredakan rasa perih akibat obat merah.
Ia meneruskan pekerjaannya, dari membersihkan tangan dan kaki, memijat tangan yang terkilir sampai mengompres jidat yang sedikit mebenjol akibat timpukkan bola.
"Nah, selesai, jangan menangis ne?" Namja itu mencoba tersenyum lalu menyeka air mata dari 'pasien'nya.
'Halus' itu lah kata hatinya saat tanganna menyentuh pipi namja itu. Tangannya mesih senantiasa memijat tangan namja yang sedang terkilir itu.
"Mian, tadi aku tidak sengaja melempar bola"
"..." Namja itu diam tidak menjawab, ia masih menundukkan kepalanya.
"Kau mau memaafkanku?"
"..."
"Hm~ sepertinya tidak, kau pasti marah"
"Tidak" Akhirnya namja itu menjawab membuat lawan bicaranya kaget.
"M-maksudmu?"
"Aku tidak marah, aku juga sudah memaafkanmu" Ia menjawab dengan senyumnya. Senyuman 10000 watt yang menyetrum namja dihadapanya.
'Manisnya~' Sungguh ia baru menyadari sedari tadi namja yang ditolonganya sangat manis dan menggemaskan. Dengan pipi chubby, kulit putih, dan... masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan membuatnya meraskan sesuatu yang berbeda dalam hatinya. Mungkinkah ini?
"Eh, mm, kalau begitu terimakasih kau mau memaafkanku" Dengan tiba-tiba ia bangun lalu membungkuk berterimakasih.
"Hihihi, tak perlu seperti itu"
'Tawanya~' Sungguh semua yang ada pada dirinya membuatnya melayang. Apakah Tuhan tidak menciptakan sedikit saja kekurangan pada dirinya? Ia merasa namja dihadapannya begitu sempurna.
"Baiklah, terima kasih, mm.. ngomong-ngmong siapa namamu?" Dengan gugup ia bertanya.
"Ku rasa kau bisa melihatnya disini" Namja itu menunjuk bet nama yang jelas-jelas menempal di bajunya. Hal itu membuatnya merasa sangat bodoh, dari SD sampai sekarang nama jelas ada di baju seragam pikirnya.
"Oh iya, hehe, oh Cho Kyuhyun, kau kelas VIII A?" Ia mengulurkan tangan mengajaknya berkenalan.
"Ne. Senang berkenlan denganmu, Sim Changmin" Kyuhyun dengan senang menerima jabat tangannya. "Aw!"
"Eh, kau tidak apa-apa?" Aduh lupa, tangannya kan sedang sakit.
"N-ne"
"Mm..ayo kita ke kelas, sepertinya jam istirhat sudah selesai, sini biar ku gendong" Hap! Dengan satu kali gerakkan ia menggendong Kyuhyun seperti pengantin.
"Ya! Ya! Changmin-ah! Turunkan aku!"
"Sudah jangan berisik!"
"Begitu ceritanya" Kyuhyun mempoutkan bibirnya kesal, tangannya ia silangkan didepan dada. Ia mersa malu untuk mengungkit masa lalulnya. Ia juga kesal karena Siwon sengaja menjahailiny dengan memaksa untuk bercerita.
"Oh gitu, romantis ya?"
"Apasih!"
"Cup~ cup~ cup~ sudah jangan menangis ne? Hahahaha" Siwon dengan jahilnya menggoda Kyuhyun dengan meniru gaya Changmin di cerita Kyuhyun tadi.
"Ya! Siwon! Ih~" Kyuhyun yang sudah memerah tidak kuasa untuk tidak mencubit perut Siwon.
"Aw! Appo! Kyu!" Siwon mengelus-elus perut sexynya. Dengan spontanya membuka bajunya lalu meniup-niup perutnya yang di rasa sakin.
"Ya! Apa yang kau lakukan CHOI SIWON! Dasar mesum!" Kyuhyun meunutup wajahnya setelah tidak sengaja melihat perut kotak-kotak Siwon.
"He?" Siwon yang tidak mengerti hanya bingung.
"Cepat tutup lagi perutmu!" Kyuhyun marah-marah dengan tetap menutup wajahnya malu. Sebenarnya wajahnya sudah memblushing maksimal akibat tiba-tiba melihat aurat Siwon.
"Ups! Hahaha, ah~ kau sebenarnya mau tapi malu kan?" Siwon yang sudah konek kembali mendapat pencerahan untuk menggoda Kyuhyun.
Bukannya menutup kembali perutnya, Siwon malah membuka semua kaosnya. "KYAAAA! SIWON!" Kyuhyun melempari Siwon apapun yang bisa ia temukan, bantal, guling, tas, vas bunga (?).
Ia sendiri menutupi wajahnya dengan bantal. Sebenarnya baru saja ia ingin membuka wajahnya (?), eh sudah disuguhkan yang lebih.
"Hahaha, Kyu~ Kau mau kan?" Bukannya bagaimana, Siwon semakin menggoda dengan suara yang seduktif.
Ia memojokkan Kyuhyun di sudut kasur yang untungnya bagi Siwon (sial bagi Kyuhyun) merupakan sudut kamar juga. Itu membuat Kyuhyun hanya bisa meringkuk sambil menutup wajahnya dengan meraba-raba apapun yang ia bisa lemparkan, hap! Apa ini? PSP! Ha? Aduh kenapa harus PSP ku!
"SIWON! Dasar mesum! Mundur atau ku lempar!"
"Lempar saja kalau kau berani"
'ANI! My beloved PSP!'
"Kyu~ Kyuhyun~" Suara menggoda itu lagi, sekarang Siwon yang hanya sedang menggunakan celana jeans sudah benar-benar berhadapan dengan Kyuhyun, tangannya ia rentangkan untuk bersiap memeluk Kyuhyun.
BRAKKK!
"CHOI SIWON! ASTAGA! APA YANG KAU LAKUKAN!?" Eunhyuk dan Donghae tiba tiba saja mendobrak pintu kamar WonKyu. Dengan bersungut-sungut Eunhyuk memarahi Siwon, sepertinya ia lupa bahwa Siwon merupakan kakak kelasnya.
"Astaga~ Ckckck Siwon, aku tak menyangka" Donghae yang sedang berdiri di samping Eunhyuk angkat bicara. Tapi dari nada bicaranya sih ia sebenarnya tidak memarahi Siwon, mungkin makna aslinya akan seperti 'ya ampun Siwon, ketahuan deh! Ups hehehe'
Namun sedetik kemudian keduanya melotot melihat kondisi kasur berantakkan, Siwon yang shirtless, keduanya yang acak-acakan dan berkeringat, dan bantal yang berseliweran.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN, HAH?"
"AKU TIDAK MEMBIARKAN RUMAHKU JADI TEMPAT MESUM KALIAN!"
"SIWON! KELUAR! KAU TIDUR DENGAN DONGHAE!"
BRAK!
Eunhyuk yang memang sudah keluar tanduknya menutup pintu dengan kasar. Siwon dan Kyuhyun melongo, belum sempat ia berkata sedikit pun. Donghae yang sedari tadi menemani Eunhyuk pun ikut melongo dengan keganasan namjachingunya.
Setelah beberapa saat terdengar teriakan membahana lagi dari Eunhyuk "SIWON CEPAAAATT!"
Akhirnya WonKyu tersadar dari ke-melongo-annya dan tanpa bicara dan basa-basi membereskan kamar dan semuanya. Tambahan bagi Siwon yang bertukar tempat dengan Eunhyuk untuk sekamar dengan Donghae.
Di lain tempat Donghaepun tersadar " Mwo? Kau mau kemana Hyukkie? I'm with you~" dengan menjanya ia merajuk kepada Eunhyuk.
"Lain kali saja, kau sekarang bersama Siwon!"
"Hyukkie~"
"Berisik!" Donghae hanya bisa menatap nanar Eunyuk yang menghilang dibalik pintu. Bukan Eunhyuk maksud jahat , tapi ia hanya sedang esmosi.
"Hyukki~" Dengan puppy eyesnya ia masih menatap pintu itu sampai Siwon masuk dengan ekspresi yang aneh.
"YA! Semua ini gara-gara kau!" Giliran Donghae yang marah.
"Ya! Kenapa aku?" Siwon tidak terima.
"Jelas-jelas kau yang memulai dengan kemesumanmu!"
"Enak saja! Kau juga mesum ikan!"
"Kalau bukan karena kau aku biasa tidur dengan Hyukkie!"
Dan begitulah adu mulut antara para 'suami' yang kehilangan para 'istri'nya malam ini. Sebenarnya niat hati Siwon hanya ingin menggoda Kyuhyun, sungguh 100%, eh tidak, 90% ia tidak ingin berbuat macam-macam dengan Kyuhyun. Lalu 10% nya? Ya... Mau! Hahaha.
Tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi lontong (?), akibat ulahnya pesta yng tidak bisa dibilang pesta ini jadi meriah akibat teriakkan amarah para penghuni rumah kepada dirinya.
'Why always me? :( ' batin Siwon.
Beberapa saat kemudian
BRAK!
"YA! SIWON! DONGHAE! APA YANG KALIAN LAKUKAAAAAN?!" Eunhyuk datang dengan menggebrak pintu kamar.
Sekarang yang ada dihadapannya adalah Siwon dan Donghae yang sama-sama shirtless.
Reader mau tahu apa yang sebenarnya terjadi?
Mau tau?
Ah kepo! KKk
Jadi sebenarnya, Eunhyuk yang ingin mengambil boneka monyet kesayangannya namun masuk di saat yang tidak tepat. Ia melihat Siwon dan Donghae yang sama-sama shirless. Itu yang menyebabkan ia berfikiran yang iya-iya.
Padahal Donghae dan Siwon hanya sedang mengganti baju mereka dengan piyama.
'Why always me? :( ' batin Siwon dan Donghae bersamaan.
Di lain kamar, Changmin hanya tertawa mendengar pertengkaran di luar. Ia mencoba mengacuhkannya dengan mengirim pesan kapada seseorang yang mungkin akan menjadi pengganti Kyuhyun.
Sayup-sayup terdengar suara burung di pagi hari, cahaya mata hari menerobos celah jendela kamar yang berisi dua namja yang sedang terlelap, embun pagi mulai bermunculan seiring bertemunya hangatnya mentari dengan hawa dingin malam.
Seorang namja yang sedang bergemul dalam selimutnya menggapai sesuatu atau lebih tepatnya seseorang yang berada disampingnya, tanpa disadari tentunya. Dahinya sedikit berkerut ketika yang ia rasakan sesuatu yang berbeda, bukan seperti sesorang yang ia kira, tekstur kulit yang berbeda, ukuran yang berbeda, kehangatan yang berbeda, namun familiar.
Perlahan ia membuka matanya, agak buram awalnya apalagi suasana kamar yang memang gelap. Matanya membulat sempurna ketika mengetahui siapa yang sedari tadi tidur di sampingnya, ia reflek menjungkal kebelakang yang untungnya tidak terjatuh dari kasur, secara reflek juga ia menarik selimut yang ia pakai bersama namja itu untuk menutupi dirinya seakan-akan ia adalah yeoja yang habis di'sesuatukan'.
"KYAAA!" Teriakan tak terelakan dari mulutnya, membuat namja lainnya langsung terbangun.
"Ada apa?! Wae?!"
"KAU!" Ia menatap tajam namja dihadapannya.
"Wae Kyu? Ini hyung, Choi Siwon!"
"Itu masalahnya, ngapain hyung disini?!" Ia mengecek dirinya sendiri yang sedang ditutupi selimut, apakah ia masih berpakaian? Ah ternyata masih. Oh gosh~
Tidak salah memang apa yang dilakukan Kyuhyun, bayangkan saja ketika kalian tiba-tiba terbangun dengan melihat namja super pervet namun tampan sedari tidur disamping kalian, pasti kalian akan mengira kalian diapa-apakan bukan? Apalagi sekarang namja itu alias Siwon hanya mengenakan kaos dalam dan celana boxer. Nah loh?
"He?" Siwon bingung sendiri, apa yang salah? Ia menocba mendekati Kyuhyun yang sedang panik.
"Jangan dekat-dekat! Ngapain hyung disini?!"
"Kyu wae? Tidur lah, kau pikir ngapain lagi?"
"T-tapi kan tadi malam hyung bersama Donghae hyung!"
"Ne, tapi tadi Eunhyuk, Donghae dan Changmin pergi, jadi dari pada aku kesepian lebih baik bersama istriku apa tidak boleh?" Siwon menggoda dengan senyum yang menampakkan dimplesnya.
"Idih~ peres! Udah sana keluar! Aku mau mandi" Kyuhyun pun turun dari kasur untuk menuju kamar mandi.
"Ikut~" Siwon dengan manjanya langusung turun dan memeluk Kyuhyun.
"Apasih! Lepaskan aku mau mandi"
"Aku bilang ikut~"
"Tidak boleh"
Mendengar jawaban dari Kyuhyun, Siwon berpura-pura kesal dengan mempoutkan bibirnya. "Ayolah Kyu~" Siwon berkata tepat di ceruk leher Kyuhyun yang membuatnya kegelian. Ia juga semakin mengeratkan pelukkannya. Tangannya menggrepe-grepe (mereba-raba) perut rata Kyuhyun yang masih berbalut piyama untuk menggoda Kyuhyun. Hanya menggoda.
"Jangan macam-macam Siwon!" Kyuhyun dengan galakknya menepis tangan Siwon.
"Aw! Yasudah, poppo~"
Kyuhyun yang melihat ekspresi Siwon dan bagaimana bibir Siwon yang sudah dimajukan dari sudut matanya tak kuasa menahan blushing.
"Ani"
"Sekali saja~"
"Ani, le-pas-kan"
"Tidak mau"
Hah! Kyuhyun yang jengah dengan tingkah manja Siwon pun langsung berbalik dan memberi Siwon morning kiss singkat. CUP~
"That's my boy" Siwon mengelus surai coklat Kyuhyun dengan senyuman yang tidak akan pernah hilang. Please jangan terlalu banyak tersenyum Won, terutama lesung pipimu, kau tak tahu betapa beratnya Kyuhyun untuk tidak semakin jatuh cinta kepadamu .
Berbed dengan Siwon, Kyuhyun justru hanya diam dan tidak berani menatap Siwon, ia sedang berblushing ria.
Keheningan menyelimuti mereka untuk beberapa saat dan setelah menikmati kehangat yang diberikan masing-masing, Siwon melepaskan Kyuhyun, dan membiarkannya 'mandi dengan tenang'. Siwon sendiri masih tersenyum manis mengingat betapa menggemaskan namjachingunya itu.
"Hai Hyung" Sapa Kyuhyun pada Siwon yang sedang duduk di sofa empuk sambil menikmati kopi pagi harinya di ruang tv milik Eunhyuk. Meja di hadpaannya sudah tersedia 1 cangkir kopi lainnya beserta 2 piring roti bakar yang masih hangat terlihat dari asap yang mengepul.
"Untukku?" Tanya Kyuhyun sambil menunjuk makanan itu.
Tanpa menjawab Siwon hanya mengangguk sambil menunjukkan senyumnya, it means yes. Kyuhyun yang mengerti langsung duduk tepat di samping Siwon lalu mengambil roti panggang yang terlihat lezat, apalagi dengan coklat yang meleleh dan yang membuatnya adalah Siwon sendiri.
Kyuhyun menggigit bagian ujung roti untuk mencicipi rasanya, ekspresinya menunjukkan ia sedang meresapi bagaimana rasanya. Siwon yang sedari tadi melihat ekspresi Kyuhyun dari sudut matanya sedikit was-was, kira-kira bagaimana rasanya? Menurutnya sih tidak begitu buruk. Lagipula roti panggang rasanya begitu-begitu saja.
Ekspresi Kyuhyun yang kembali tenang lalu kembali mengunyah membuat Siwon lega, berarti Kyuhyun sependapat dengannya. "Enak" Puji Kyuhyun di tengah sesi mengunnyahnya. Senyum Siwon semakin mengembang memperdalam lesung pipinya. Pemandangan pipi Kyuhyun yang menggembung degan pipi agak memerah akibat panasnya roti sungguh membuat Siwon tak tahan untuk tidak mencubit.
"Appo~" Gerutu Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya. Ia lalu melahap lagi roti buatan Siwon.
Keheningan kembali melanda mereka sama-sama menikmati sarapannya, tanpa diduga Kyuhyun menyenderkan kepalanya di pundak Siwon. Siwon sedikit kaget dengan tingkah Kyuhyun yang tidak seperti biasanya. Tapi ia mencoba memanfaatkan dan menikmati momen ini, tangannya mulai mengelus rambut halus Kyuhyun.
"Hei, kau sembunyikan dimana Kyuhyun yang evil?" Tanya Siwon sambil menghirup wang rambut Kyuhyun yang bak aroma terapi baginya.
"Tsk, kurasa di telah terperangap dalam hati namja yang memiliki lesung pipi termempesona"
"Ew~ apakah itu rayuan terbaik yang pernah Cho Kyuhyun berikan?"
"Mungkin, karena aku tahu tidak ada yang lebih baik dalam hal merayu selan Tuan Choi"
"Kkk~ kau sangat lucu"
"Semua orang tahu"
"Omong-omong tentang lesung pipi, kau pernah bilang itu yang membuatu jatuh cinta kepadaku untuk pertama kalinya, ayo ceritakan"
"Aku mengutuk ucapanku tadi"
"Ayolah~" Siwon memberikan kecupan hangat di kening Kyuhyun. Kyuhyun memejamkan kedua matanya guna menikmati sensai yang di berikan.
Flashback
Beberapa hari setelah insiden kecolongan menggunakan PSP di kelas (chap 2; BLUSH). Semuanya semakin tidak normal. Kehidupan seorang Cho Kyuhyun semakin terusik dengan Choi Siwon si Ketua Seksi Bidang Kedisiplinan OSIS sekolahnya. Banyak sekali hal-hal yang menurutnya gila terjadi.
Ia semakin frustasi memikirkannya. Haruskah ia melaporkannya sebagai tindak kejahatan? Tidak mungkin. Tapi ini semua harus di hentikan, selama ini ia tidak bisa belajar dengan tenang, jangankan belajar, jalan di koridor tanpa siul-siulan dari Siwon dan teman-temannya saja sudah suatu berkah untukknya. Apalagi lepas dari inspeksi pemeriksaan ketertiban yang di ketuai oleh Siwon tentunya yang anehnya hampir setiap hari.
Oke sudah memutuskan, kalau hidupnya ingin tenang ia harus mengehentikan ini. Caranya? Temui dia.
Saat jam istirahat tiba, inilah saat yang ia tunggu. Tanpa basa-basi ia langsung berjalan keluar kelas untuk menemui Siwon. Tidak sulit pikirnya untuk menemui Siwon, kalau tidak di kelas ya di ruang OSIS. Atau kalau tidak ketemu ya, cari saja tempat dimana ada yang bersiul-siul padanya, nah berarti Siwon disitu.
Tapi pilihannya jatuh ke ruang OSIS, entah kenapa ia memilih kesitu selain ia juga tidak ingin 'bunuh diri' ke kelas Siwon. Dan beruntungnya tidak ada siul-siul yang mengganggu, membuat keputusannya menuju ruang OSIS semakin tepat.
Ia menghela nafas sebelum membuka pintu dan memasuki ruang OSIS. Sepi, kemana semua orang? Tidak adakah satu pun disini yang bertugas menjaga disini? Miris. Sia-sia ia kesini, ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya saja, namun saat ia berbali untuk keluar, ia ter kejut dengan kehadiran Siwon yang sedang bersandar di pintu dengan tangan disilangkan di depan dada sembari menunjukkan smirknya.
"Well, well, well, sepertinya sekolah ini kedatangan seorang pencuri" Siwon menyindir dengan senyuman sinisnya.
"K-Kau! Sejak kapan kau disana? A-Aku juga bukan pencuri!" Kyuhyun gugup menjawabnya, memang bukan sepenuhny salah Siwon, siapa yang akan tidak mengira Kyuhyun itu pencuri jika ia masuk dengan lancang, tanpa permisi pula.
"Hm? Bukan pencuri? Lalu apa namanya masuk tanpa permisi ke ruangan orang?" Siwon bertanya dengan nada mengintrogasi. Siwon sebenarnya tahu, mana mungkin Kyuhyun mencuri, meskipun ia tidak sekaya dirinya. Ya kalian tau lah bagaimana Siwon.
"Aniyo! Lagi pula untuk apa aku mencuri, dan juga tidak ada barang yang aku ingin kan!"
"Aha?"
"A-apa maksudmu, kau lihat sendiri kan aku tidak membawa apa-apa!"
Siwon perlahan berjalan mendekati Siwon, sementara Kyuhyun hanya bisa mematung karena tidak ada ruang baginya untuk mundur. Meja ia tepat di hadapan, terlalu dekat mungkin, jarak di antara mereka bahkan lebih sempit di banding ubin ruangan. Siwon tersenyum menampakkan dimplesnya lalu mengatakan sesuatu, "Pembohong, kau telah mencurinya"
Kyuhyun gugup, sangaaaaat gugup, ini pertama kalinya ia bertatap muka dengan seseorang sedekat ini, dan jantungnya pun berdetak dengan menggebu-gebu ketika matanya menatap sempurna keseluruhan wajah Siwon beserta senyum termenawan yang pernah ia temui. Kedua mata coklatnya berbinar dan menampakkan kekaguman. Pipinya yang pucat menampakkan semburat kemerahan.
"Baby Kyu, kau benar-benar terpesona? Ew~ Aku tidak percaya kau sampai sebegitunya"
"Diam!" *blush
Ia tidak bisa mendeskripsikan apa yang sedang ada di pikirannya ketika ia melihat wajah Siwon, setiap hari ia bertemu Siwon ia baru menyadari betapa tampan dan menawannya Siwon, di tambah senyuman dan kedua lesung pipi yang semakin dalam seiring bertambah lebarnya senyuman.
Tanpa di sadari ia terjatuh dalam pesona Siwon. "Apa itu?" Kata Kyuhyun dengan sangat lembut hampir tidak terdengar kecuali jarak sedekat itu.
Siwon tidak langsung menjawab, tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun ia pun semakin jatuh kedalam pesona Cho Kyuhyun setelah melihatnya dengan jarak sedekat ini. Pipi tembam yang kemerahan, kulit pucat bak seorang yeoja, bibir yang kissable, di tambah aroma tubuh Kyuhyun yang membuatnya kecanduan.
Kedua tangan Siwon meraih tangan Kyuhyun, dengan perlahan ia meletakkan tangan Kyuhyun di dadanya. "Hati ini, ya kau telah mencurinya"
Mata Kyuhyun semakin melebar mendengar penuturan Siwon, ia masih terperosok dalam jerat pesona Siwon. Ia tidak menjawab apa-apa, jantungnya seolah berhenti, lututnya melemas tak kuasa menahan bobot tubuhnya yang kurus. Apakah ia menembakku?
Siwon yang entah hilang akal atau memang sudah hilang akal mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, mengikis setiap senti jarak yang menghalangi, tepat ketika bibirnya akan bertemu dengan milik Kyuhyun...PLAK! Tamparan keras mengenai pipi Siwon.
"Aw! Aku ingat betapa sakitnya itu"
"Ha-ha, jangan bermain-main dengan Cho Kyuhyun"
"Hei aku serius, maksudku bukan hanya pipi ku, tapi hatiku, kau seperti menghancurkan semua harapan bahwa aku bisa memilikimu saat itu"
"Cih, itu balasan untuk namja mesum seperti mu hyung"
"ya namja mesum tampan dan mempesona"
"Mmm..ya, tampan dan mempesona" *blush
Reflek Siwon melangkah mundur dan memegangi pipinya yang terasa panas dan..sakit. Bukan, bukan hanya pipinya. Tapi bagian dari dirinya seperti hancur dan lebih menyakitkan. Bukan maksud ia lancang untuk tiba-tiba mencium Kyuhyun. Tapi di saat ia dan Kyuhyun sama-sama tertarik oleh magnet pesona masing-masing harus kah ia bertanya 'Hei, i love you, mau kah kau menjadi pacarku?' untuk menyatakan perasaanya pada Kyuhyun dalam arti serius?
Semua perasaan terpesona, terkagum-kagum apa itulah tidak peduli beruabh menjadi amarah dan kekecewaan dan-dan-dan apa kata yang tepatuntuk mengungkapkan perasaannya saat ini? Matanya berkaca-kaca, raut wajahnya menampakkan kemarahan dan perasaan yang tidak bisa disebutkan itu.
Kyuhyun tanpa permisi langsung berlari keluar ruang OSIS, meninggalkan Siwon dengan perasaan kecewa dan kesedihan.
Flashback end
"Hah~ permulaan yang buruk" Kata Kyuhyun sembari mengakhiri ceritanya.
"Coba saja kau terima ciumanku, pasti kan semuanya akan lebiiiiih indah" Kata Siwon mendramatisir kata lebih, seakan memang semua itu terjadi.
"Tsk, aku bersyukur demi seluruh sifat evil ku bahwa aku sadar tepat sebelum kau mengambil ciuman pertama ku"
"Hah?! Itu ciuaman pertama mu? Berarti kau dengan Changmin tidak pernah...HAHAHAHAHAHA" Oops! Cho Kyuhyun kau ketahuan.
"M-Maksudku..aish! Ne! Memangnya kenapa?" Ia mendengus kesal selalu di ejek oleh Siwon, ada saja yang bisa Siwon tertawakan atas dirinya. Lagi pula memang kenapa? MASALAH BUAT LO?
"HAHAHAHA, aku tidak menyangka selama ini kau berpacaran dengan Changmin, kau tidak pernah melakukan itu, HAHAHAHA, wow berarti aku ciuamn pertamamu dong"
"Aish! Berhenti tertawa kau Choi Siwon!" Kyuhyun tidak tahan menahan malu, ia menutupi wajahnya yang sudah memerah dengan kedua telapak tangannya.
Setelah beberapa lontaran ejekkan dari Siwon, akhirnya Siwon tertawa, meskipun sebenarnya wajahnya masih menampakkan senyuman untuk menahan diri agar tidak tertawa.
"Sudah puas tuan Choi?"
"Tentu nyonya Choi, hehe"
"Iukh~ Hei! Ayo gantian hyung yang bercerita"
"Mwo?"
"Ayo, dari kemarin kan aku yang bercerita"
"Baiklah, mmm..apa ya? Bagaimana kalau..."
Flasback
"Hey hyung"
"Hyung"
"HYUNG!"
Teriakan membahana terdengar dari ruang OSIS. Di dalamnya terdapat dua orang namja yang sama-sama terkenal di sekolah itu. Yang berteriak barusan adalah Lee Donghae si Fishy yang sedang duduk manis sambil memainkan ikan di akuarium mini milik ruang OSIS. Sedangakan yang di teriaki dalah namja yang sedari tadi mondar-mandir tidak jelas sambil memasang raut frustasi, ya dia Siwon.
Tariakan Donghae sepertinya menyadarkan Siwon dari aktifitas 'menyetrika lantai' nya.
"W-wae donghae-ah?" Tanya Siwon yang masih terlihat frustasi.
"Harusnya aku yang bertanya, wae hyung? Kau terlihat sangat kacau" Tanya Donghae yang merasa simpati melihat Siwon yang seperti orang gila, mondar-mandir dengan bibir komat-kamit berbicara sendiri.
"Kau tau penyebabnya" Dan Siwon pun kembali mondar-mandir. Donghae hanya menghela nafas, ia tahu apa maksud ucapan Siwon.
"Kyuhyun lagi?" Donghae tidak mendapat jawaban apa-apa, melihat Siwon yang diam saja sepetinya jawabannya iya.
Donghae memilih bermain kembali dengan ikan cantiknya "ikan kecil, ikan kecil, main cama donghae yuk" Kata Donghae seperti anak kecil kepada dua ekor ikan emas.
Namun semakin lama ia merasa risih, apasih yang dipikirkan Siwon? Ah! Pasti karena itu!
"Demi seluruh ikan yang ada di lautan Hyung! Cepat sana kau tembak dia atau aku akan menciummu! Aku bosan melihatmu seperti setrikaan!"
"ARGHHH! Cium saja aku! Itu lebih baik dari pada harus menembak Kyuhyun!" Siwon menjambak rabutnya frustasi. Ia akhirnya duduk di samping Donghae, kedua telunjuk tangannya saling mengetuk menunjukkan bahwa ia masih berfikir.
"Memang apalagi masalahnya? Kau bilang kau ingin menembaknya"
"Itu masalahnya Hae! Kau tahu kan insiden ia menamparku? Aku takut ia akan menolakku, tidak untuk kedua kalinya"
"Ah kau ini! Itukan sudah lama, kau sendiri yang bilang bahwa sepertinya ia juga menyukai mu kan, Hyung?"
"Ne, tapi kan~ ah! Aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya"
"Mudah saja, contoh aku dong, kalau Hyukkie, aku ajak ke tempat yang sepi, berikan sedikit rayuan, lalu kalau waktunya pas tinggal bilang saja kalau aku mencintainya, dan aku cium, kkkk~"
"Dasar kau, semua saja kau ciumi, sudah bera namja tau yeoja yang kau cium? 10 kah? Atau 20? Hahaha"
"Tunggu! Jadi Eunhyuk di tembak Donghae Hyung hanya seperti itu?"
"Ne, kata Donghae begitu"
"Aha! Kena kau Hyuk! Katanya dia di rayu-rayu sampai Donghae mengejar-ngejarnya, lalu Donghae menyanyikan lagu untuknya, terus Donghae mengajaknya ke pantai, ah omong kosong! Ternyata begitu saja"
"Hahaha, memangnya kenapa Kyu?"
"Tidak, kkk~ Sepertinya aku mempunyai amunisi baru untuk melawan Eunhyuk" *smirk
"Ya, ya, ya, kalau begitu semoga beruntung yang Hyung! Hwaiting! Aku menunggu acara makan-makanya loh~ hahaha" Kata Donghae beranjak meninggalkan ruangan OSIS. Meninggalkan Siwon yang masih kalut. 'Bagaimana ini? Aku tidak tahu cara mengungkapkannya, aku tau aku tampan dan terkenal, tapi kau bukan namja playboy yang sudah sangat berpengalaman dalam menembak seseorang'.
Di tambah lagi Kyuhyun yang menurutnya masih beberapa detik kemudian ia muncul lagi dari balik pintu. "Sekedar tips, untuk first kiss, jangan terlalu bernafsu, hanya sentuhan lembut dan penuh cinta" dan Donghae pun menghilang kembali bersamaan dengan tertutupnya pintu.
Flashback end
"Mwo?! HAHAHAHAHA kau juga sama! Jadi selama itu.. first kiss mu... HAHAHA!" Kyuhyun tidak tahan untuk tidak tertawa mendengar bagian terakhir cerita Siwon. Tuh kan! Makanya tidak usah mengejek, sama-sama belum pernah berciuman juga.
"Ha-ha-ha, tertawa terus" Siwon memutar bola matanya.
"HAHAHA, oh iya, kau juga baru pertama kali berpacaran? Miris, HAHAHA" Kyuhyun kembali tertawa, betapa sangat menggelikan baginya mengetahui Siwon yang banyak orang kira sama playboynya dengan Donghae untuk berpacaran bahkan mengatakan cintapun tidak pernah, apalagi mengatahui bahwa first kissnya adalah dirinya. Hahahahahahahahahahahaha sama.
"Sini kau~" Siwon mencubit pipi tembam Kyuhyun, tidak sadarkah bahwa sedari tadi ia bersandar di pundak Siwon yang memudahkannya untuk mencubit pipinya.
"Aw appo~ hahaha, ups!"
"Lebih baik diriku, belum pernah ciuman karena belum pernah berpacaran, dari pada kau, selama ini apa yang kau lakukan?"
"Biarin saja, weeee :p dari pada Hyung, ah aku jadi ingat, pantas saja waktu pertama kali kau menembakku dan menciumku, semua itu benar-benar..."
"Kacau" Siwon menimpali.
"Menyedihkan" Kyuhyun mendukung.
"Ya, sangat-sangat menyedihkan, kata-kata rayuan yang sangat buruk"
"Sangat tidak romantis"
"Amatir sekali"
"Basah"
"Ya, hujan yang menghancurkan semua persiapanku, Kyu"
"Bukan salahku, Hyung"
"Perlukah aku becerita kembali?"
"Kurasa tidak, hahaha, terlalu buruk"
"Tapi sepertinya, para pembaca ingin tahu"
"Jangan! Biarkan saja mereka penasaran! Kkk~"
"Hahahaha, baiklah, selamat kepo ^^"
TBC
YO YO YO! Saya kembali! Lumayan cepetlah :D Gimana ceritanya? Apa? Ancur? Emang -_-.
Agak kriting ya ini tangan, i think it's the longest chap, so far. Eh de javu, author bikin chap ini tentang truth or dare, eh di twitter lagi rame ToD juga -_-
Please read and respect, now i decided to screw the number of review. :)
Balesin review yuk!
Kayla Wonkyu : iya betul, apa ya susah jelasinnya coba kamu search aja bbuing2 trus liat gambar pasti tau deh :D oke thanks :D
Anin arlunerz : hahahaha author aja ngakak bikinya :D
Kkyu32 : ntar dibantai wonkyu shipper :D
Miszshanty05 : oke deh :)
TieSparKYUhyun : iya nih author juga padahal pengen banget update tapi ga sempet2 -_-
Iya ntar kalo changminnya 'jahat' bingung mau gmana konfliknya berkepanjangan :D
Shin Jira : ya ampun *ngerokin lumut* maaf ya lamaaa hehe :D ah kamu belum tau Siwon mesum aja 3:)
siscaMinstalove : hahaha gmana pestanya? Engga ko dia baik hati dan tidak sombong :D
gaemwon407 : annyeooong :D ya gapapa lah changmin masa author -_-
lee minji elf : makasih :D
MyKyubee : Makasih :D wah yadong nih hahaha :D hah pertumpahan darah? Ntar ganti jadi Crime dong ff ini -_-
Shin min yo : okey, thank you :D
Wonniesiwonest : udah di lanjut nih :D
Maknaelovers : *ngewadahi eces eunhyuk* hahaha :D *deathglare Siwon* :D
Choi Shinji : iya dong :3
Jmhyewon : sama-sama :) namanya juga Kyuhyun-Eunhyuk -_- oke deh ntar author bikin dia cemburu kkkk~
Astri : wakakakak author aja ngakak bacanya :D dasar eunhyuk keganjenan -_- oke deh makasih auhtor juga pengen liat haha
Rika-chan : iya sangat-sangat 'merugikan' ya #kode :D
Anami Hime : gmana yaaa? Wah penasaran nih :D
Simbaa : lagi modus tuh :D mau di rate M? Hahaha :D engga ko mereka kan udah baikkan
Qkyuhyun1103 : ya betul merka sama-sama bijak jadi ga terjadi 'pertempuran' :)
Just Call Me Guest : Halo de! Ah jangan gitu, jujur aja gapapa kalo kualitasnya menurun ya :D
Segini cukup? Aku agak bingung membayangkan hal romatisnya -_- eh gapapa ko, asal reviewnya sopan, kalu mau kritik yang ngebangun (bukan yang maki-maki) mah boleh :D thanks ya kamu udah jadi pembaca setia wakakak :D *kasih hadiah payung cantik*
Chomhia : engga ribet kok, semuanya aman terkendail *loh kayak security? Hahaha :D
