DISCLAIMER: TAKAHASI RUMIKO
Matahari enggan menampakkan sinarnya, karena pagi yang berawan gelap ini sedang turun hujan.
"hufh, menyebalkan. Pagi-pagi begini sudah hujan, aku jadi kerepotan untuk pergi kesekolah"
Gumam seorang gadis yang sedang berjalan menuju sekolahnya, ia berjalan sendirian ditengah hujan yang agak lebat dengan payung yang di pegangnya, Gadis itu bernama kagome.
Tak terasa waktu telah berlalu dengan cepat, Kagome telah sampai kesekolah yang ia tuju. Kagome perlahan melangkahkan kakinya menyelusuri koridor didepannya hingga dia sampai pada satu ruangan, yaitu ruang kelasnya.
SRAAK!
"Ohayou!", sapa Kagome dengan semangatnya
"Ohayou! Kagome-chan". Sapa teman Kagome. Rin, tak kalah semangatnya
"Keh!", desis Inuyasha yang berada dibangku pojokan kiri dekat jendela saat melihat kedua tingkah gadis aneh itu yang selalu keliatan bersemangat .
"Hn", sahut Sesshoumaru yang duduk disamping Inuyasha sambil membaca buku kesayangannya.
"Apa sih!, cuma'hn'hn' saja? Dasar!", gerutu Inuyasha kesal.
'Bodoh' ucap Sesshoumaru dalam hati, karena kalau di mengucapkan kata 'Bodoh' itu dengan I nuyasha secara langsung ia pasti akan marah, karena sekarang mungkin ia tidak mau berdebat dengan makhluk itu. Hingga ia terus membaca buku kesayangannya itu tanpa mendengarkan omelan Inuyasha yang berada disampingnya.
Inuyasha dan Sesshoumaru adalah dua sahabat sejak dari kecil, mereka memang berbeda dan selalu berdebat dalam hal apapun. Tapi, walaupun begitu mereka selalu tetap bersama.
TING TONG TING TONG
Bel masuk jam pelajaran pertamapun di mulai. Tapi, mereka tetap ribut seperti kelas pada umumnya jika sensei yang mengajar jam pelajaran mereka masih belum datang. Setelah sensei yang mengajar jam pelajaran tersebut datang baru anak-anak dikelas tersebut diam.
Jam pelajaran telah lama berakhir, tapi disana masih ada Kagome dkk.
"Kagome, kami duluan yaa!", ucap Rin, Sango, dan Kikyo bersamaan.
"Ya, sampai jumpa besok!" sqahut kagome tersenyum, sekarang ia hanya berada diruang kelas yang sepi dan tidak ada seorang pun yang berada di sana kecuali kagome. Tetapi disana masih ada tas-tas siswa yang berada di meja-meja mereka masing-masing itu menandakan bahkan masih ada murid yang belum pulang dari kelas tersebut , kebanyakan dari mereka pergi ke perpustakaan untuk mencari buku-buku yang mereka perlukan utuk tugas sekolah.
Kagome mendesah kecil dan duduk dikursinya dan menyembunyikan wajahnya di kedua lipatan tanganya yang berada di atas meja "Malas pulang~ dirumah sendirian tidak ada siapa-siapa", gumamnya yang masih berada dikelas tersebut.
Kemudian Kagome bankit dari duduknya dan menengok kesegala arah di kelasnya "Sepiā¦", gumamnya. Dia melangkahkan kakinya ke arah jendela kelas dan mata melihat kearah luar pemandangan dari balik jendela itu masih jelas terlihat kalu hujan masih belum reda.
"Disini juga tidak ada seorang pun", ucapnya entah kepada siapa dia berbicara, sendiri mungkin.
Gadis itu berbalik menuju arah pintu kelas tapi sebelumnya dia menuju mejanya dulu untuk mengambil tasnya "Pulang ah~~", desahnya panjang sambil berlari kecil. Tapi, tiba-tiba.
DUKKK!
"Awww! Ittai!", Kagome meringis karena menabrak sesuatu dihadapannya , gadis itu mencba melihat apa yang menghalangi jalan pintu untuknya keluar sambilmemegangi kepalanya yang berdenyut karena benturan tadi. Dia melihat sepasang kaki yang cukup besar berarti seseorang yang menabraknya tersebut adalah seorang laki-laki , hingga sampailah pandangan Kagome pada objek wajah seorang pria tersebut. Ia tersentak kaget melihat orang yang berada di hadapannya sekarang.
TBC
Maaf kalo masih ada kesalahan di cerita ini *nunduk-nunduk*
Karena aku author baru yang masih ga jelass he he he he *nyengir*
Yap, akhir kata review!
