DISCLIAMER: TAKAHASHI RUMIKO
WARNING: AU, OOC, TYPO'S, De'el el
PAIRING: Masih belum ditentuin
GENRE: ROMANCE/DRAMA
PREVIOUS STORIES:
DUKKK!
"Awww! Ittai!", Kagome meringis karena menabrak sesuatu dihadapannya , gadis itu mencba melihat apa yang menghalangi jalan pintu untuknya keluar sambilmemegangi kepalanya yang berdenyut karena benturan tadi. Dia melihat sepasang kaki yang cukup besar berarti seseorang yang menabraknya tersebut adalah seorang laki-laki , hingga sampailah pandangan Kagome pada objek wajah seorang pria tersebut. Ia tersentak kaget melihat orang yang berada di hadapannya sekarang.
-WITH YOU-
-CHAPTER 2-
'Se sesshoumaru!' Gumam kagome dalam hati setelah lama memperhatikan makhluk dihadapanya.
"Kalau jalan lihat-lihat" K ata Sesshoumaru pada Kagome tanpa melihat lawannya bicara, ia berlalu begitun saja melewati Kagome berjalan kesebuah meja yang berada di samping kiri pojokan untuk mengambil tasnya di atas meja tersebut.
"Se-seharusnya kau yang liat-liat dulu sebelum masuk kelas!, agar aku tidak menabrak mu" Sahut Kagome marah ketika ia sadar dari bengongya dan blusing seketika mengingat kejadian tersebut mengingat ia sangat jarang bicara atau bahkan hanya bertegur sapa pada Sesshoumaru
"Tidak pulang?" Tanya Sesshoumaru dengan nada datar setelah mengambil tasnya dari atas mejanya tanpa menghiraukan protes dari Kagome tadi
"Tidak" Jawab Kagome sarkastik tanpa menoleh pada Sesshoumaru mencari arah pandangan lain untuk m4nghindari wajah dinginnya"Diluar masih hujan aku malas pulang " Sambungnya berbohong; bukankah dia tadi ingin pulang?
Sesshoumaru berjalan menuju pintu tepat dimana Kagome masih dengan enaknya berdiri tanpa berpindah tempat sejak insident tadi, hingga akhirnya merekapun saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat. Tetapi, Kagome masih mengalihkan pandangannya dari Sesshoumaru yaitu mengarah pada tembok didinding kelasnya , kemudian Sesshoumaru mengangkat tangan kananya dan mepuk kepala Kagome sambil mengusapnya pelan dengan wajah masih tanpa ekspresinya. Kagome menolehkan kepalanya dari tembok yang dipandanginya tadi kearah wajah Sesshoumaru dan memutar bola matanya kearah mata yang begitu dingin juga sangat menyebalkan bagi Kagome, tetapi tidak untuk para penggemar Ssshoumaru yang selalu memuja-mujanya setiap bertemu dengannya. Mata merekapun saling bertemu dan beradu dalam waktu yang cukup lama, tiba-tiba wajah kagome terasa panas dan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya saat menatap mata orang itu terlalu lama hingga wajahnya memerah padam.
'Apa yang ingin orang ini lakukan terhadapku ?' Tanya batin kagome
"Jangan terlalu lama dikelas!" Ucap Sesshoumaru yang bisa dibilang kata tersebut adalah perintah bagi Kagome. Ia pun segera menurunkan tangannya dari kepala Kagome dan berjalan melewati Kagome yag masih diam ditempat.
Saat tersadar dari ucapan Sesshoumaru tadi Kagome berbalik arah kebelakang untuk mengarah pada tubuh Sesshoumaru yang telah membelakinya "Memangnya kenapa? Apa urusamu berkata seperti itu ? kau ini menyebalkan" Teriak kagome pada pria yang membelakinya tersebut , sedangkan Sesshoumaru masih saja berjalan lurus kearah koridor tanpa menghiraukan kata-kata kagome tersebut, melihat hal itu Kagome menghentakkan kaki kanannya kesal dan dia segera berlari menyusul Sesshoumaru setelah dia telah sampai pada hadapan Ssesshoumaru Kagome menjulurkan lidahnya " aku duluan, jaa" kata Kagome lalu berlari sekencang-kencangnya untuk menghindari tatapan tajam yang akan Kagome dapatkan nantinya jika ia terus berada disitu.
Sesshoumaru melengkungkan bibirnya pertanda sebuah senyum yang sangat jarang ditunjukkanya kepada orang lain, senyuman itu hanya ditunjukkannya pada Kagome tanpa sepengetahuan gadis yang diberikan senyuman tersebut, dia menatap punggung Kagome yang semakin menjauhinya.
.
.
.
.
Setelah sampai di lobi sekolah Kagome terhenti langkahnya karena hujan yang saat ini sedang berlangsung semakin deras dari sebelumnya "Huwaaa! Makin deras, bagaimana aku bisa pulang?" Keluhnya sambil bersandar di tembok samping pintu keluar sekolah.
Tak berapa lama sesosok yang di tinggalkan Kagome tadi datang, siapa lagi kalau bukan Sesshoumaru.
'Se Sesshoumaru, mau apa lagi dia? oh iya ya dia kan juga mau pulang' batin Kagome saat melihat Sesshoumaru
"Tidak jadi duluan?" Tanya Sesshoumaru meng hampiri kagome yang sedang memandangnya tidak suka
"Tidak jadi, hujannya masih deras.." Jawab Kagome ketus tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Sesshoumaru
"Apa perlu kuantar pulang? Tidak baik seorang gadis sendirian ditempat seperti ini" Tawar Sesshoumaru kepada Kagome sambil membuka payungnya dan berjalan untuk menerobos hujan yang masih sangat deras tersebut "Apa kau tidak takut?" Tanyanya lagi
"U untuk apa aku takut" ucap Kagome gugup
"Ya sudah, jaa Kagome" Sambung Sesshoumaru lagi hingga bejalan melawati derasnya hujan, Kagome memutar bola matanya kesegala arah dan tidak mendapati siapapun disana kecuali dirinya juga Sesshoumaru yang sedang berjalan memunggunginya. Itu artinya jika dia ditinggal oleh Sesshoumaru di loby tersebut maka ia akan sendirian di sekolah yang besar ini walaupun masih ada siswa-siswi yang masih berada di dalam sekolahan tapi bukankah hanya ia yang sendirian ditempatnya sekarang berada lagi pula martahari sudah mulai tenggelam kearah barat menandakan bahwa hari sudah sore dan ia harus mengerjakan pekerjaan rumahnya dirumah nanti. Iapun berpikir sejenak sambil menggaruk belakang kepalanya yang lumayan gatal karena berpikir terlalu banyak(?). Setelah berpikir beberapa saat akhirnya Kagome memutuskan untuk ikut Sesshoumaru.
"E eh tunggu, Sesshoumaru" Panggil Kagome setengah berteriak
"hn?" Sahut Sesshoumaru menoleh kearah suara yang telah memanggilnya tadi
"Ano... ah tidak jadi!" Ucap Kgome, mungkin dia terlalu gengsi untuk mengucapkan 'aku ikut' kepada orang yang sedang memandangnya saat ini atau karena sesuatu hal yang lain? entahlah, hanya Kagome yang tau
"Ayo ikut" Ajak Sesshoumaru kepada Kagome, mungkin dia mengerti untuk apa Kagome memanggilnya lagi karena itulah ia mengajak Kagome. Kemudian Sesshoumarupun melanjutkan perjalannaya(?).
"Tunggu aku!" Teriak Kagome sambil berlari menghampiri Sesshoumaru yang berjalan agak lambat karena menunggu gadis yang sedang berlari menghampirinya. Kagome pun telah menghampiri Sesshoumaru dan berjalan beriringan dengan satu payung yang dipegang oleh Sessoumaru, jika dilihat mereka seperti sepasang kekasih. Tapi, sayang mereka bukan lah sepasang kekasih mereka hanya teman satu kelas yang sangat jarang bertegur sapa karena Sesshoumaru adala tipe orang yang cukup pendiam dan jarang bergaul kepada teman-temannya kecuali kepada Inuyasha teman sebangkunya sekaligus sahabat terdekatnya yang mengetahui emua tentang kepribadian Sesshoumaru.
'hufh~ coba saja kalau Inuyasha yang sekarang berada disampingku saat ini, aku pasti sangat senang berdua satu payung dalam keadaan hujan seperti ini.' Batin Kagome dalam hati di sepanjang perjalanannya menuju keruma. Dia tidak akan pernah menyangka atau membayangkan sedikitpun kalau dia akan mengalami hal seperti ini daloam hidupnhya diantarkan oleh orang yang paling menyebalkan baginya, bahakn saat ini dia merasa sedang berda bersama mayat hidup karena kulit Ssesshoumaru yang kelewat putihnya.
.
.
.
Setelah beberapa lama Kagome berjalan bersama Sesshoumaru tanpa bicara sepatah katapun. Akhirnya dia hampir sampai kerumahnya
"Sesshoumaru aku sudah sampai, sudah sampai cukup disini saja selanjutnya biar aku bejalan sendirian. Aku tidak mau merepotkanmu" Kta kagome dengan senyum yang agak dipaksakan
"Baiklah"Sesshoumaru mengangguk
"Maaf, merepotkanmu" Ucap Kagome lagi sambil membungkukkan badannya"Sampai jumpa besok" Sambungnya lagi.
Tanpa menjawab salam perpisahan Kagome Sesshoumaru terus berjalan menuju rumahnya, Kagome hanya mendesah pelan sambil berjalan dan membuka payung yang dimilikinya memasuki gang yang agak luas itu untuk menuju rumahnya. Ia sedikit kesal karena Sesshoumaru tidak membalas salam perpisahannya bahkan menolkeh kearahnya saja pun tidak.
Di sisi lain Sesshoumaru masih berjalan menelusuri tanah yang basah karena hujan yang mengguyur " sampain jumpa, Kagome-chan" Gumamnya dan menyunggingkan seulas senyum yang sangat samar bahkan orang-orang pun tidak menyadari senyuman tersebut.
.
.
.
.
.
Kagtome telah sampai menuju rumahnya, swekarang ia sedang mandi dan setelah itu menyiapakan makan malamnya untuk dirinya sendiri . Kagome tinggal dirumah sendirian karena ia ingin hidupmandiri tanpa membebani orangtuanya, ia memutuskan untuk tinggal sendiri sudah sangat lama yaitu saat ia lulus SMP ia memilih tinggal kerumah orangtuanya yang lama.
Setelah makan malamnya telah habis dia langsung meuju kamar pribadinya yaitu kamar tidur dan langsing merebahkan tubuhnya dikasur yang empuk miliknya. ia menatap langit-langit kamarnya dan memikirkan seseorang yang disukainya telah lama, tak beberapa lama ia pun terlelap ke alam mimpi untuk memimpikan orang yang disukainya tersebut.
TBC
Huwaaa o akhirnya selesai juga, semoga di chapter ke dua ini lebi baik daripada di chapter kemarin
yap akhir kata review! ^^`
