Inuyasha © Takahashi Rumiko

With You © Shiroi no Tsuki

Warning: AU, OOC, TYPO'S, Pairing Undetermined, DLL.

.

Don't Like? Don't Read!

.

.

A/N: kyaaa telah sekian ama hiatus akhirnya Tsuki punya kesempatan untuk menulis lagi fic ini… mungkin sudah pada lupa dengan cerita ini, tapi semoga saja masih ada yang mau baca dan mereview ni fic. Dan hontou ni arigatou buat Moku-chan yang udah ngingetin saya buat ngelanjutin fic ini yang emang udah terabaikan selama bertahun-tahun ^^'

Selamat Membaca^^.

.

.

-Chapter 3-.

.

.

.

.

.

Pagi yang cerah kembali mengawali aktifitas yang dilakukan Kagome, sekarang ia berjalan menelusuri koridor sekolah menuju kelasnya. Seperti biasa, ia bersenandung riang sembari menyapa beberapa orang siswi yang ia kenal di sepanjang koridor tersebut.

Langkahnya terhenti ketika telah sampai pada tujuannya—ruang kelas—

Gadis berusia tujuh belas tahun itu menggeser pintu kelas dengan perlahan, "Ohayou!" Sapanya pada penghuni kelas yang ada disana.

Beberapa temannya pun menyapa kembali Kagome dengan semangat, dengan senyuman cerianya, Kagome kembali melangkahkan kakinya yang jenjang ketempat duduknya.

Seperti biasa, dirinya mulai melakukan aktifitasnya di pagi hari—membaca sebuah buku—yang teman-temannya saja masih belum mengetahui buku tersebut karena cover buku yang sekarang dipegang oleh Kagome memiliki sampul yang sengaja ia balutkan pada buku tersebut.

Dengan diam ia membaca buku yang sedang dipegangnya, sesaat pemuda bermata caramel menghampirinya dan meletakkan buku yang dipegang pemuda itu dia atas kepala Kagome hingga membuat sang empunya mendelik kesal akan perlakuan pemuda tersebut, hampir, hanya hampir ia ingin marah pada pemuda yang sedang mengagetkannya itu jika saja pemuda bermata caramel itu bukanlah Inuyasha.

Sesaat ia menghela napas untuk sekedar menenangkan emosinya yang sekejap mulai naik, Kagome sedikit menghela napas agar jantungnya yang berdetak kencang mulai menghentikan detaknya hingga menjadi normal.

"Kenapa kau meletakkan buku itu ke kepalaku?" Tanya Kagome sedikt kesal akan tingkah yang diberika Inuyasha.

"Keh! Kau mengganggu pemandangan jika kau membaca seperti itu!" Jawab Inuyasha ketus, benar saja Inuyasha yang sedari tadi memandangi objek yang duduk berada didepan Kagome itu terhalang olehnya akibat cara membaca Kagome yang duduk dengan mengangkat buku itu sehingga menghalangi Inuyasha untuk memandangi gadis yang duduk tepat didepan Kagome. Lagi pula kenapa ia malah memilih duduk dibelakang Kagome jika ingin memandang gadis yang selama ini ditaksirnya itu.

Sedikit sebal Kagome menghembuskan napas kesal, "Apa maksudmu dengan 'menghalangi pemandangan'?" Suara Kagome naik satu oktaf dari sebelumnya.

Inuyasha hanya mendengus dengan ucapan Kagome, wajahnya ia alihkan kearah samping memandang objek yang sekarang malah menambah moodnya semakin buruk!

Sesshoumaru, pemuda tersebut entah apa yang telah diperbuat Inuyasha sehingga membuatnya menatap tajam kearah Inuyasha yang kini menatapnya dengan pandangan yang kesal.

"Berisik!" Ucap Sesshoumaru setengah mendesis, ia terganggu akan pembicaraan Inuyasha yang selalu memekakan telinganya itu.

Inuyasha hanya menghela napas, entah kenapa mood orang-orang disekelilingnya sekarang terlihat sedang buruk. Ia hanya mendesah pasrah akan objek yang tadi dipandanginya kini terhalang oleh tubuh Kagome yang duduk didepannya.

.

.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

.

.

Siang menjelang, hari bukannya semakin cerah sekarang malah semakin menggelap dan siap menumpahkan air matanya lagi.

Istirahat kali ini sepertinya Kagome tidak bisa menyantap bekalnya di taman sekolah, hari ini dirinya hanya sendiri tanpa kehadiran teman-temannya karena kesibukan mereka yang mengurusi klub sekolah masing-masing.

Sepertinya hanya dia yang tidak mempunyai kerjaan yang bisa ia lakukan, gadis itu sekarang masih duduk di bangkunya.

Sepertinya ia hanya akan menyantap bekalnya dikelas, sendirian…

Kata 'sendirian' menjadi berputar berulang kali ketika ia menyadari tidak ada satu pun teman sekelasnya yang berada di kelas.

L;agi, Kagome menghela napas entah yang sudah keberapa kali.

Dengan cepat ia membuka kotak bentonya dan menyantap makanan yang tersedia didalamnya, dengan tergesa ia terus memasukkan makanan itu kedalam mulutnya yang tanpa ia sadari seorang pemuda telah memasuki kelas Kagome dan mulai menghampiri gadis itu.

Kagome masih sangat asik mengunyah bentonya sambil memandangi langit yang menitikkan butiran air hujan.

Hingga tanpa ia sadari pemuda yang menghampirinya itu duduk disebelahnya dengan memakai kursi yang ia tarik kearah meja Kagome—dan tidak menimbulkan suara decitan sama sekali— dengan cepat tangan kekar itu meraih salah satu isi dari bekal Kagome lalu mengunyahnya perlahan menikmati rasa dalam indera pengcapnya.

"Lumayan…" Ucap pemuda itu sekenanya sekedar untuk mengomentari rasa dari bekal milik Kagome.

Namun, komentar itu sangat tidak berlaku bagi Kagome yang sekarang dirinya mendadak berdiri dan memasang wajah horror didepan pemuda tersebut.

Tubuhnya menjadi kaku, sejak kapan pemuda dingin ini berada di kelas? Duduk disampingnya pula? Ia sangat tidak menyadari kehadiran pemuda ini!

Dengan mengurut dada, akhirnya kagome bisa menenangkan dirinya dari keterkagetannya, "Apa yang kau lakukan?" Tanya kagome sembari duduk kembali ke tempat duduknya.

Apa yang dilakukannya di sini? Sudah jelas 'kan? Menikmati bentonya Kagome dan ia kembali mengambil bento milik Kagome dengan tangannya yang putih itu, sekejap ia langsung mengunyahnya lagi.

Kagome segera mengangkat kotak bentonya dari atas meja miliknya ketika menyadari pemuda menyebalkan di sampingnya ini telah mengunyah bento miliknya tanpa seizinya!

Pemuda bermarga Taishou itu hanya diam memerhatikan Kagome yang bertingkah berlebihan, seperti dia hantu saja.

Masih dengan mendekap kotak bentonya, kagome mencoba kabur dari pemuda tersebut. tapi bagaimana caranya? Sekarang ia telah terhimpit tembok di sampingnya dan pemuda itu.

Pemuda itu—Sesshoumaru—merentangkan tangan kanannya tepat pada kotak bekalnya membuat Kagome mengernyitkan alis tidak mengerti.

"Kemarikan bekal itu!" Perintahnya dengan nada datarnya yang menyebalkan.

Mata hitan Kagome sedikit membulat, yang benar saja! Ini bento miliknya! Kenapa ia harus menyerahkan bekalnya pada pemuda itu?

"Ti-tidak! Untuk apa?"

"Aku ingin memakannya!"

"Kau beli saja sendiri makanan di kantin!"

"Aku ingin bento buatanmu!"

Kagome terperangah akan jawaban Sesshoumaru barusan, pemuda itu dengan wajah datarnya menjawab semua ! baru kali ini ia melihat pemuda dingin itu berbicara begitu lantang dengan dirinya.

Ia kira Sesshoumaru hanyalah seorang makhluk yang selalu pendiam pada perempuan.

Sesaat mulut kagome hampir terbuka ingin mengucapakan sebuah kata ketika pemuda itu dengan cepat menyelanya dengan merampas kotak bento itu dari dekapan Kagome.

Setelah mendapatkannya, Sesshoumaru berdiri dan melangkahkan kakinya menuju tempat duduknya yang berada satu baris di belakang samping Kagome duduk setelah ia meletakkan kembali kursi yang sempat ia gunakan tadi kesemula.

Kagome masih belum sadar dari keterbengongannya ketika pemuda Taishou itu mulai duduk di tempat duduknya sendiri.

Perlahan kepalanya menoleh kearah Sesshoumaru, dengan cepat ia mencoba untuk mengambil bentonya lagi, itu adalah miliknya 'kan? Kagome berhak untuk mengambil haknya. Namun dengan cepat pemuda itu kembali mengelak, Sesshoumaru mengambil sebuah makanan dari kotak tersebut dengan sumpit dan kembali mengunyah makanan tersebut tanpa memperdulikan Kagome yang berusaha mengambil bekalnya kembali.

Sungguh pemuda ini benar-benar menyebalkan!

Selang beberapa menit Kagome dengan usaha gagalnya untuk merebut bentonya kembali, ia pun menyerah dan merelakan bekalnya dimakan habis Sesshoumaru.

Batinnya meringis akan perutnya yang masih belum terisi, ia hanya sempat memakan sedikit dari bento buatan miliknya.

Dengan tenang Sesshoumaru meletakkan kotak bekal beserta supit yang ia pakai itu diatas mejanya, sungguh Ia sudah merasa sangat kenyang sekarang, pemuda itu melirik kesebelahnya yang masih memperlihatkan wajah memelas Kagome akan isi bentonya yang sudah habis ia makan.

Pemuda Taishou itu hanya diam sembari menyodorkan kotak bento milik Kagome yang sudah kosong padanya, "Besok kau buatkan aku bekal!" Perintahnya.

Kagome merengut dengan perkataan pemuda tersebut, dengan segera ia mengambil kotak bekalnya yang sudah kosong dan membawanya ke atas mejanya.

"Kau akan membayar semua ini, Sesshoumaru!" Ucapnya sedikit berteriak masih tidak rela akan bentonya yang sudah dimakan habis itu.

Sesshoumaru hanya mengangkat bahunya acuh akan perkataan gadis barusan.

Sekarang yang bisa Kagome lakukan hanyalah menahan gejolak bunyi yang berada di dalam perutnya yang sampai sekarang memintanya untuk mengisinya dengan makanan. Yah paling tidak ia harus menahannya sampai bel pulang nanti.

.

.

.:.:.:.:.:.:.:.:.

.

.

Rinai hujan yang mengguyur bumi makin melebat tatkala awan di atas permukaan langit makin menggelap, Kagome dengan santainya berjalan sendiri menelusuri jalanan aspal yang sekarang sedang sepi, mungkin karena sedang hujan lebat orang-orang enggan untuk keluar rumah dan melakukan aktifitasnya.

Setelah ia keluar dari sekolah kagome langsung bergegas untuk menuju sebuah kedai yang sering ia kunjungi pada saat ia merasa malas untuk membuat makanan di rumah, dengan santai gadis itu berjalan, ia tidak mungkin berjalan dengan tergesa 'kan? Karena hujan yang sekarang sangat lebat hngga membuat langkahnya sedikit berat ketika berjalan di atas aspal yang digenangi oleh air.

Tanpa ia sadari seorang pemuda yang merampas bekal makan siangnya itu telah mengikutinya secara diam-diam dalam keheningan hujan.

.

.

Kagome sedikit menghela napasnya ketika ia menunggu pesanan makannya yang masih belum tersaji, kini ia telah sampai beberapa menit lalu dan langsung mendudukkan dirinya pada sebuah bangku yang terdapat di kedai tersebut. kini hanya dialah pealnggan yang berada di kedai itu sehingga membuatnya sedikit nyaman akan ketenangan yang ada dengan ditemani oleh suara hujan yang masih mendominasi.

Tak berapa lama seorang datang di kedai tersebut dan mendudukkan dirinya di saming Kagome, seorang pemuda yang sedari tadi terus mengikutinya. Dan Kagome masih belum menyadari dengan kehadiran pemuda Taishou itu.

Belum menyadarai ketika seorang pelayan menghampirinya dan membawakan seporsi penuh daging wagyu dan dua cangkir air hangat dengan ditemani oleh poci yang juga berisi air mineral hangat.

Mata gadis itu menunjukkan keterkejutan ketika mendapati pesanannya yang ia pesan sebelumnya berubah, ia hampir saja ingin protes ketika keterkagetannya ditambah dengan pemuda yang duduk disampingnya.

"Pesanan anda sudah siap, Tuan," Ucap sang pelayan menunjukkan senyuman ramahnya kepada setiap pelanggan yang datang ke kedat tersebut.

Sessoumaru yang dipanggil 'tuan' itu hanya menganggukkan kepalanhya sekali lalu mulai mengambil daging wagyu itu dan melatakkannya pada sebuah panggangan yang terdapat di atas meja.

Kagome bersiap protes ketika pelayan itu mulai menjauhi mejanya, tapi hal tersebut embali dicela oelah Sessoumaru, "Kau makanlah!" Ucapnya memerintah.

"Apa maksudmu?" Kagome sedikit mengernyitkan alis heran.

"Makanlah daging itu! Kau lapar, bukan?"

Kagome semakin bingung akan ucapan Sessoumaru, maksudnya ia memakan daging itu? Daging porsi besar denganharga yang tinggi? Tidak! Ia tidak akan memakannya!

Uangnya mana cukup untuk membayar bill daging wagyu ini, Kagome hanya menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau.

"Bukankah kau yang bilang kalau aku harus membayar semua makanan dari bentomu itu? Ini adalah bayarannya," Ucap Sessoumaru santai, ia meletakkan daging yang sudah dirasanya matang ke atas piring yang disodorkan kearah Kagome.

Jadi pemuda itu menganggap serius ucapannya tdi siang? Ia sungguh tidak menyangka.

"Err… Etoo apa kau yang akan membayarnya?" Mata Kagome sedikit bersinar dengan ucapa Sesshoumar, jarang-jarang dia bisa memakan daging wagyu yang terkenal sangat mahal di jepang ini.

Sesshoumaru hanya bergumam tidak jelas mengiayakan ucapan kagome, dengan sedikit ragu gadis itu meraih daging yang berada diatas piring yang baru saja disodorkan Sessoumaru tadi dan mulai melahap daging itu dengan perlahan, ia tidak ingin kenikmatan daging itu menghilang begitu saja di dalam mulutnya.

"Ittadakimasu!" Serunya pelan sembari menikmati daging itu.

Sesshoumaru hanya diam memandang gadis disampingnya ini melahap daging itu dengan penuh kenikmatan, mungkin dengan cara ini ia hanya bisa dekat dengan Kagome.

Seseorang yang memang sudah lama ia perhatikan.

.

.

.

.

.

To be Continued

.

.

.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.:.

.

.

Thanks for the review chap 2:

Mitama31773, nagisa naginata, rin nara seasui, Zocchan, azela, and Moku-chan.

Akhir kata, review, please!

Salam~

Shiroi no Tsuki