Sebelumnya untuk yang sudah mau menyempatkan meripiu fic bebhe yang payah ini, Bebhe ucapkan terimakasih banyak, saran dari kalian sangat membantu. Bebhe mohon maaf kalau fic sebelumnya pendek dan banyak kesalahan dalam menulisnya. ^^

Okelah cukup begitu saja curhatnya. Selamat membaca.. ^^

"Bebhe Present"

WHO I LOVED

Pairing : Naruto U. & Hinata H.

Rated: T-Indonesia

Genre: romance/ friendship

Disclaimer: cerita punya Bebhe-chan, Naruto punya Om Mashashi Kishimoto

WARNING:: ini fic pertama saya,,jadi maaf kalau bahasanya agak amburadul. Hehe ^^a

.

.

.

.

.

Hinata pun segera beranjak berdiri lalu membersihkan kotoran di roknya.

"a-ano.. A-aku du-duluan -Naruto-kun." Kata Hinata sambil menunduk menyembunyikan rona merah di wajahnya. Hinata lalu membungkuk dan beranjak pergi dari tempat itu.

"Tunggu sebentar." Kata orang yang bertabrakan dengan Hinata tadi, yang tidak lain adalah Naruto Uzumaki. Pria yang sedari SD sudah mencuri hati Hinata. Hinata pun menghentikan langkahnya. Jantungnya pun berdetak lebih cepat daripada tadi. Naruto berjalan mendekati Hinata, lalu berhenti di depan Hinata. Naruto mencondongkan tubuhnya ke arah Hinata sambil sedikit memiringkan kepalanya.

"Darimana kau tau namaku.?" Tanya Naruto yang sukses membuat Hinata hampir saja pingsan ditempat. Hinata menunduk lebih dalam karena Naruto terus memandanginya dari jarak dekat seperti itu.

"Ki-kita kan sa-satu SD dulu Na-Naruto-kum." Kata Hinata dengan nada kecewa. Apakah Naruto selama ini tidak pernah memandangnya sama sekali, sampai-sampai Naruto tidak mengenalinya. Naruto menegakkan tubuhnya lalu kelihatan berfikir sejenak.

"Aa.. Ya, aku ingat. Kamu kan gadis yang pemalu itu kan. Pantas aku seperti pernah melihatmu. Tapi.. aku tidak tau kalau kau juga meneruskan sekolah disini." Kata Naruto sambil memandang Hinata sekilas lalu beralih ke ponselnya yang bergetar. Hinata hanya diam dan tetap menunduk.

"Moshi-moshi. Ada apa Kaa-san?... sudah kok. Iya-iya.." Naruto pun menutup sambungan telefonnya, lalu menatap Hinata sebentar. Naruto kemudian berbalik meninggalkan Hinata.

"Hinata, kau duluan." Kata Naruto sambil berlalu meninggalkan Hinata.

'A-apa?. Be-benarkah Na-Naruto tadi me-memanggil namaku.?' Kata Hinata dalam hati. Dia pun tersenyum, lalu mengangkat kepalanya dan memandang punggung Naruto yang sudah hampir tidak terlihat. Hinata lalu berbalik dan berjalan menuju kelasnya. Senyuman tidak pernah lepas dari wajah Hinata setelah itu. Hatinya sangat gembira. Karena ternyata Naruto tidak melupakannya. Pagi itu menjadi pagi yang sangat indah untuk Hinata.

.

.

.

.

.

"Bebhe Present"

KRIIIIIIIIIIIINGGG….

Bel KHS berbunyi dengan nyaring. Pertanda jam pelajaran telah usai. Semua siswa berhamburan keluar kelas untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Di depan gerbang telah menunggu keponakan dan adik Hinata. Neji Hyuuga dan Hanabi Hyuuga. Melihat mereka berdua Hinata lalu melambaikan tangannya kearah keponakan dan adiknya itu. Neji dan Hanabi pun membalas lambaian tangan Hinata. Terdengar teriakan hanabi yang menyuruh agar Hinata lebih cepat karena langit sudah semakin gelap. Mungkin sebentar lagi akan hujan. Ketiga Hyuuga itu pun berjalan beriringan menuju rumah mereka. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Hinata dari belakang.

"Hinata tunggu..!" teriak seorang gadis bersurai merah jambu, yang sedang berlari menuju ketiga Hyuuga di depannya. Hinata pun menoleh kebelakang untuk melihat siapa orang yang sudah memanggilnya.

"Eh, Sakura-chan. A-ada apa.?" Tanya Hinata sambil mengulum senyum yang manis. Gadis yang di panggil Sakura itu berhenti di depan Hinata.

"Biarkan aku bernafas dulu." Kata Sakura sambil memasang muka cemberut kearah Hinata. Hinata pun terkikik pelan. Setelah merasa nafasnya sudah mulai teratur, Sakura kemudian menyodorkan sebuah kertas kepada Hinata. Hinata pun menerima kertas itu dengan kening berkerut.

"A_apa ini, Sakura-chan.?" Tanya Hinata sambil memandang kertas di tangannya.

"Itu undangan untukmu, Hinata. Besok di rumahku akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan hari ulang tahunku. Kamu bisa datang kan, Hinata?" kata Sakura penuh harap. Hinata terlihat berfikir sejenak, lalu memandang kedua saudaranya bergantian mengisyaratkan pertanyaan–bolehkah aku pergi?-.

Neji mengangguk dan disusul oleh anggukan Hanabi. Hinata tersenyum, lalu memandang Sakura yang sedang berdiri di hadapannya.

"Aku akan datang, Sakura-chan." Kata Hinata sambil mengulum senyum yang manis kearah Sakura. Sakura pun tersenyum lebar lalu mengangguk mantap.

"Arigatou Hinata-chan~" kata Sakura dengan nada manja. Hinata hanya menanggapinya dengan tersenyum.

"Oh ya Hinata. Semuanya akan aku undang loh. Termasuk…." Sakura menggantungkan kalimatnya, lalu tersenyum jahil kearah Hinata. Hinata yang mengerti maksud Sakura pun hanya bisa menunduk menyembunyikan rona merah di wajahnya. Sakura tersenyum penuh kemenangan. Di antara semua teman Hinata, hanya Sakuralah yang paling tau tentang perasaan Hinata terhadap Naruto. Neji dan Hanabi pun saling pandang, karena tidak mengerti apa yang di bicarakan gadis di depannya ini.

"Baiklah Hinata. Aku pulang dulu yaa. Jangan lupa datang ke pestaku yaa.." kata Sakura sambil tersenyum ke arah dua saudara Hinata yang berada di belakangnya, lalu pergi meninggalkan Hinata dan saudara-saudaranya.

"Nee-chan. Siapa yang di maksut kakak tadi." Kata Hanabi sambil menarik-narik ujung rok Hinata. Neji hanya diam, tapi dalam hati sebenarnya dia juga ingin tau siapa yang dimaksud Sakura sehingga membuat Hinata malu seperti itu. Hinata hanya tersenyum ke arah Hanabi.

"Teman masa kecil kok." Jawab Hinata, dan di sambut celotehan dari Hanabi karena tidak menjawab pertanyaannya. Sementara Neji hanya menghela nafas. Hinata menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya. Wajahnya kembali memanas mengingat perkataan Sakura tadi.

'Apakah Naruto-kun akan datang." Katanya dalam hati. Mereka bertiga pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka.

Mereka tidak menyadari jika ada sepasang mata sebiru lautan tengah mengamati mereka dari tadi. Terlihat orang itu tersenyum manis.

'Hinata ya..' katanya dalam hati. Kemudian orang itu berbalik dan pergi.

-TBC-

Chapter 2 selesai. Hehe. Maaf ya disini belum ada NaruHina-nya. Karena mengikuti alur. ^^a

Tetapi di chapter berikutnya pasti ada kok. Sebelumnya Bebhe mohon maaf kepada readers karena mungkin chapter berikutnya publishnya gak lama. Karena bakalan pergi ke luar kota untuk sementara waktu. Bebhe tunggu review-revuewnya ya. ^^ Karena review kalian sangat bermanfaat untuk menambah semangat buat fic'nya. ^^

Sampai jumpa di chapter selanjutnya.. ^^/