;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

Second chance

;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

Genre : Romance and Hurt

Rate : T+

Present by nannaa and nanalee

Disclaimer : This story belongs to us so don't plagiarism and bashing the story. And the casts belongs to God.

Casts : Cho Kyuhyun, Lee Donghae (namja)

Lee Sungmin, Kim Ryeowook (yeoja) and secret

Warning : GS, Typo(s) etc

Don't like don't reading!

...

...

...

...

...

Sungmin sampai di apartment miliknya dengan keadaan basah kuyup, sepanjang perjalanan dari kantor hingga apartmentnya dia terus menangis bahkan tak dihiraukannya lagi beberapa orang yang tidak senggaja ditabraknya. Sungmin seperti orang mati. Setelah masuk dia tidak langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Sungmin masuk ke dalam kamar itu, kamar yang selama ini selalu terkunci rapat. Bahkan Ryeowook, sahabatnya sendiripun tak pernah di izinkan untuk masuk ke dalam kamar tersebut.

Sungmin termangu, di hadapannya kini terpajang berbagaai macam foto dengan gaya serta mimik wajah yang berbeda-beda menempel di dinding. Lagi, Sungmin menangis. Di ambilnya salah satu foto yang menggambarkan sepasang anak kecil sedang bermain di pinggir pantai dengan senyum yang mengembang di wajahnya, dia ingat, foto itu di abadikan sewaktu musim panas 17 tahun yang lalu. Musim panas terakhir untuknya bersama dengan 'dia'.

.

.

.

.

.

.

Hari ini Sungmin sudah bertekad akan melakukan kegilaan yang lain lagi pada Cho Kyuhyun agar namja tersebut berbalik dan memandang kearahnya. Dia sudah tidak perduli, sungguh. Yang ada di fikirannya hanya 'bagaimana cara membuat Kyuhyun jatuh cinta padaku'. Mungkin akan banyak orang yang berkata Sungmin terlalu terobsesi pada Kyuhyun, tapi biarlah begitu. Karena sesungguhnya persepsi itupun tidak 100% salah.

Ketika akan masuk ke dalam kantor Sungmin tidak sengaja berpapasan dengan Kyuhyun, Sungmin yang melihat adanya kesempatan tidak menyia-nyiakan hal ini. Dia berlari untuk menghampiri Kyuhyun. Namun belum sampai ia di hadapan Kyuhyun, namja itu berbalik dan berjalan ke arahnya. Sungmin yang sebelumnya berlari langsung berhenti, dia kaget, tentu saja. Sungmin sudah bersiap menyapa Kyuhyun saat satu langkah lagi Kyuhyun sampai di hadapannya, tapi sekali lagi, belum sempat Sungmin menyapa 'selamat pagi', Kyuhyun sudah berjalan lurus melewati Sungmin. Sungmin terdiam, banyak fikiran yang berkecamuk di otaknya. Rasa malu, marah, bingung. Dia sempat melihat senyum Kyuhyun ke arahnya, dia sungguh yakin senyum itu Kyuhyun sunggingkan untuknya. Tapi, tapi kenapa Kyuhyun berjalan lurus tanpa menyapa atau menatapnya lagi? Segera sungmin membalikkan badan dan melihat pemandangan yang membuat dadanya terasa sesak. Di depannya kini tersaji pemandangan sepasang anak manusia sedang berpelukan, mesra? Mungkin. Kyuhyun sangat erat memeluk yeoja itu. Sungmin berfikir, selama ia mengamati Kyuhyun belum pernah sekalipun ia melihat yeoja itu ada di dekat Kyuhyun, lalu siapa dia?

"Hai Min, sedang apa kau berdiri disini? Apa kau tidak ingin segera masuk?" Donghae bertanya, bahkan Sungmin tidak sadar sejak kapan Donghae ada di sampingnya.

"Itu Seohyun, teman sekolah kami tapi dia pindah ke Paris sebelum menyelesaikan sekolahnya." Sungmin mengernyit bingung, dari mana Donghae tahu jika Sungmin mempertanyakan sosok yeoja itu. Seolah mengerti kebingungan Sungmin, Donghae kembali angkat bicara.

"Aku mendengar kau menyatakan cinta pada Kyuhyun kemarin, jadi aku berfikir jika kau pasti cemburu melihat mereka seperti itu. Apa aku salah?"

"Tidak, terima kasih Donghae-ssi atas informasinya." Sungmin berlalu pergi meninggalkan Donghae yang masih menatap ke arah Kyuhyun dan Seohyun.

"Maafkan aku."

.

.

.

.

.

.

Hingga jam istirahat siang selesai Sungmin masih belum melihat keberadaan Kyuhyun di kantor. Kyuhyun adalah seorang pemimpin yang sangat disiplin, tapi entah mengapa hari ini Kyuhyun seolah melanggar peraturan yang telah dibuatnya sendiri. Sungmin menarik nafas lelah. Tugasnya hari ini bertambah dua kali lipat dari kemarin, dan jangan lupakan semua tugasnya yang terbengkalai begitu saja setelah pernyataan cintanya ditolak Kyuhyun kemarin.

"Bisa kau antarkan dokumen ini keruangan Kyuhyun sajangnim, Sungmin?" Sungmin terpaku sejenak mendengar perintah atau permintaan yang di ucapkan oleh teman sekerjanya, Jinyoung.

"Aku? Kenapa?"

"Entahlah, Kyuhyun sajangnim menyuruhku untuk memberikan ini padamu lalu kau yang mengantarkannya langsung." Jelas Jinyoung dan lagi-lagi membuat Sungmin terpaku, 'untuk apa dia menyuruhku? Aneh, perasaanku sungguh tidak enak', batinnya.

"huuuh, baiklah."

Tok

Tok

Tok

Pintu kayu yang bertuliskan 'Cho Kyuhyun' di ketuk halus oleh seorang yeoja yang sedari tadi berusaha menetralkan semua perasaan yang berkecamuk didalam hatinya. Belum ada jawaban dari dalam ruangan itu, Sungmin masih berusaha mengetuk untuk yang ke enam kalinya. Sebuah suarapun akhirnya menyahut dan mempersilahkan untuk masuk. Sungmin membuka pintu itu dengan gerakan sangat hati-hati, dilihatnya punggung namja itu sedang bersender pada kursi kebesarannya membelakangi Sungmin. Dihirupnya nafas dalam-dalam seolah ruangan ini mengambil seluruh oksigen yang di butuhkan.

"Permisi sajangnim, ini dokumen yang anda pinta dari Jinyoung. Saya permisi." Ada perasaan tidak enak saat mengucapkan kata-kata terakhir dalam kalimat itu. Hey, bukankah Sungmin sudah yakin akan melakukan sesuatu yang lebih nekat untuk menarik perhatian Kyuhyun? Tapi sekarang kenapa sikapnya seolah menghindari namja itu?

Sungmin sudah membalikkan tubuhnya,bersiap melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Kyuhyun."Lee Sungmin, tunggu sebentar!" Sungmin reflek menghentikan langkahnya, namun ia tidak berani berbalik. Didengarnya Kyuhyun bangkit dari kursinya, dan melangkah ke arah Sungmin berdiri. Jantung Sungmin berdebar kencang, 'mau apa dia?',batin Sungmin.

Kemudian dirasakannya tangan namja itu memegang bahunya,dan dalam satu sentakan membalik tubuhnya menghadap Kyuhyun. Nafas Sungmin tercekat, iasungguh terkejut dengan tindakan Kyuhyun. Belum sempat Sungmin mengeluarkan kata-kata, Kyuhyun sudah mendekapnya erat dan menciumnya.

Ciuman Kyuhyun panas dan memaksa,bahkan namja itu berusaha melesakkan lidahnya kedalam mulut Sungmin. SeketikaSungmin tersadar dan berusaha memberontak, namun tubuhnya yang di peluk erat serta tangan Kyuhyun yang menekan taengkuknya membuat Sungmin susah melepaskan diri. Merasa tak mungkin memberontak, akhirnyaSungmin pun menyerah. DibiarkannyaKyuhyun mengeksplorasi mulutnya, dan ia pun membalas ciuman Kyuhyun.

Sungmin berpikir, mungkin Kyuhyun mulai membuka hati untuk dirinya. Sedikit rasabahagia pun menyeruak di hatinya. Mereka terus berciuman, bahkan Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin ke sofa dan menindih tubuh mungil itu. Tak lamaKyuhyun melepaskan ciumannya.

"Ternyata begitu mudah mencicipi bibirmu. Tak kalah manis dengan bibir yeojachinguku, Seohyun." Kyuhyun tersenyum meremehkan kearah Sungmin. Sungminpun membuka matanya dengan kaget. "Ma-maksudmu?"

Kyuhyun pun berdiri, kemudian mengusap bibirnya sendiri. "Yah, maksudku ternyata kau begitu mudah memberikan bibirmu pada namja. Sungguh murahan. Apa kau juga begitu mudahnya memberikan tubuhmu, hm?"

Hati Sungmin terasa sakit mendengar perkataan Kyuhyun. Foxy eyes itu mulai berkaca-kaca.

"Kenapa kau menangis? Kau pikir aku benar-benar menyukaimu? Aku menciummu hanya karena penasaran, bagaimana rasanya bibirmu itu? Jangan harap aku menyukaimu Lee Sungmin, karena itu tidak akan pernah terjadi." Ujar Kyuhyun dingin.

Sungmin pun tidak membuang waktu. Ia segera keluar dari ruangan Kyuhyun, sambil menangis tentunya.

.

.

.

.

.

.

"Kau benar-benar gila Cho!"

"Hahaha, puas sekali aku melihat wajahnya saat itu. Andai kau juga melihatnya, Hae…"

Donghae menggelengkan kepalanya, "Apa kau benar-benar serius, Kyu? Kau akan tetap menjalankan rencanamu?"

Kyuhyun meneguk wine-nya perlahan, kemudian menoleh kea rah Donghae. "Menurutmu?"

"Menurutku jangan Kyu, kau tidak kasihan padanya?"

Kyuhyun mengernyitkan alisnya heran. "Kau masih saja kasihan pada yeoja sial itu, hah?"

"Bukan begitu Kyu, aku tidak ingin kau menyesal nantinya."

"Aku tidak akan mengubah keputusanku, Hae." Ucap Kyuhyun dingin, kemudian meneguk habis wine yang tersisa di gelasnya.

'Lee Sungmin, nasibmu ada di tanganku.' , batin Kyuhyun sambil mencengkeram erat gelasnya.

.

.

.

.

.

.

"Kau mau ice cream?" Anak kecil itu hanya mengangguk sebagai jawaban. Segera setelahnya dia berlari menyeberang jalan menuju penjual ice cream yang kebetulan berada tidak jauh dari taman bermain kompleks perumahan mewah ini.

Dia berlari dengan semangat setelah mendapatkan ice cream rasa coklat di kedua tangannya. Tanpa disadari, ada sebuah batu besar yang menghalangi langkahnya. Dia terjatuh, sedang anak kecil yang sebelumnya berbinar melihat ice cream itu langsung menghambur menolong dia.

"Oppa apa ini sakit?" Tanyanya polos saat melihat darah keluar dari lututnya.

"Tidak." Dia tersenyum, menegaskan bahwa memang dirinya baik-baik saja. Tapi, mungkinkah?

.

.

.

.

.

.

To Be Continue. . .

A/N: Maaf ya untuk keterlambatannya. Sebagai gantinya kami kasih 'sedikit'
rahasia tentang mereka berdua. Ada yang bisa menebak bagaimana jalan
ceritanya?

Big Thanks to:
Sunghyunnie, kyuminlovelovelove, chominimi, rya, farihadaina, hyuknie,
CL2JOYer, minmin21, DithaKyu, HachiBabyMinnie, dessykyumin, SSungMine,
Rima KyuMin Elf, kyurin minnie, Sheilla, fennyfenny, lee aurin, miyoori29, guest

Adakah yang terlewatkan?

Keep Review, ne? Gamsahamnida :)