;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
Second chance
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;
Genre : Romance and Hurt
Rate : T+
Present by nannaa and nanalee
Disclaimer : This story belongs to us so don't plagiarism and bashing the story. And the casts belongs to God.
Casts : Cho Kyuhyun, Lee Donghae (namja)
Lee Sungmin, Kim Ryeowook (yeoja) and secret
Warning : GS, Typo(s) etc
Don't like don't reading!
...
...
...
...
...
Jam baru menunjukkan pukul 7 malam. Banyak kendaraan berlalu lalang di jalan raya kota Seoul, menandakan kota ini tidak pernah sepi. Belum lagi para pejalan kaki yang memenuhi trotoar.
Tepat di sebuah café yang terlihat cozy, duduk sepasang manusia di meja yang terletak di sudut café itu. Mereka tampak terlarut dalam pikiran masing-masing. Melakukan kegiatan sendiri-sendiri yang sangat membosankan bagi siapapun yang melihatnya.
Sang namja menyeruput kopi hitamnya perlahan sekali lagi sebelum akhirnya bersuara, memecahkan keheningan yang terjadi di antara mereka sejak tadi.
..rain28..
"Kau lihat yeoja yang tadi? Bagaimana menurutmu, Seo?" Tanya Kyuhyun sambil berbisik.
Seohyun menerawang, mengingat-ingat yeoja yang dilihatnya berada di samping Donghae saat dia dan Kyuhyun berpelukan di lobi pagi tadi.
"Hm? Yeoja yang mana? Apa yang tadi pagi ada di lobi itu?", tanya Seohyun balik.
Kyuhyun mengangguk kecil. Ia berusaha terlihat tenang, walau hatinya sudah tidak sabar menunggu pendapat Seohyun.
"Hmmm, menurutku dia manis dan… imut." Akhirnya Seohyun menjawab.
"Hanya itu?", Tanya Kyuhyun singkat.
"Memangnya menurutmu aku harus menilai apanya? Aku'kan tidak mengenalnya. Jadi yang bisa kunilai ya hanya wajahnya. Kenapa kau bertanya tentang gadis itu padaku?"
"Aku ingin melakukan sesuatu kepadanya. Kau harus mau membantuku, Seo.", Jawab Kyuhyun dingin.
"Mwo? Melakukan apa, Kyu? Kau jangan bertindak nekat ya" Ancam Seohyun.
"Aku ingin membalas dendamku padanya dan… melenyapkannya." Sahut Kyuhyun tenang.
"Dendam? Melenyapkan? Maksudmu membunuhnya? Astaga, kau tahu itu tidak baik Kyu. Lagipula, apa yang sudah gadis itu lakukan kepadamu? Kelihatannya dia gadis baik-baik."
Kyuhyun terkekeh mendengar jawaban Seohyun. Kemudian ia terdiam dan menatap Seohyun lekat-lekat, membuat yang ditatap merasa gugup sekaligus takut. Takut? Itu sangat jelas, ada kilatan marah sekaligus benci dalam mata onyx milik Kyuhyun. Sepertinya memang terdapat banyak rahasia yang tersembunyi dibalik onyx kelam tersebut.
"Kau tidak tahu apa yang sudah dilakukannya!" Desis Kyuhyun tajam.
"Tapi aku tidak mau berbuat macam-macam, Kyu. Aku tahu kau pasti merencanakan yang tidak baik kepada gadis itu. Benar 'kan?", Tolak Seohyun.
Kyuhyun terkekeh pelan. "Kau memang selalu tahu apa yang aku pikirkan. Sudahlah, aku jamin kau akan senang melakukan ini."
Seohyun menggelengkan kepalanya. "Kyu, aku tidak mau menjahati orang."
"Seo, hanya kau yang bisa membantuku melakukan hal ini. Ayolah, aku yakin ini akan menyenangkan." Bujuk Kyuhyun.
Seohyun memijit pelipisnya perlahan. "Kau benar-benar keras kepala. Hhhh, baiklah. Beri aku waktu. Nanti malam kita bicarakan lagi."
Kyuhyun menyeringai mendengar kata-kata Seohyun. "Aku yakin kau akan mau, Seo."
..rain28..
Ketika malam tiba, Kyuhyun yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Seohyun mendengus kesal melihat Seohyun yang masih saja melamun.
"YA! Seohyun-ah! Apa yang kau lamunkan, hah? Aku menunggumu dari tadi!" Ujar Kyuhyun keras. Ia tidak mempedulikan beberapa pengunjung café yang menoleh mendengar suara kerasnya.
"Kau tidak usah berteriak seperti itu. Aku sudah mendengarmu! Lagi pula aku sedang berpikir tahu!" Balas Seohyun sinis.
"Apalagi yang kau pikirkan? Kau hanya perlu menjawab 'iya', dan semua beres!"
Seohyun mendesis kesal. "Ini bukan melakukan hal sepele, Kyu. Ini hal yang besar, dan menyangkut nyawa orang lain. Kau pikir mudah berbuat jahat, hah?"
"Tidak, justru sangat mudah bagiku. Dia juga dengan mudahnya melakukan hal 'itu' kepadaku.", Jawab Kyuhyun cuek.
Seohyun menghela nafas panjang. Dia tahu sahabatnya ini keras kepala dan nekat dan akan melakukan apapun untuk mencapai keinginannya.
"Ayolah, Seohyun-ah. Kau masih menganggapku sahabatmu 'kan? Bantu aku." Lagi-lagi Kyuhyun membujuk.
Seohyun menyesap perlahan caffelatenya sambil melirik Kyuhyun sekilas, kemudian menarik nafas dalam-dalam.
"Baiklah, aku akan membantumu. Tapi kau yang harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu nantinya."
"Kau memang pintar Seohyun-ah, tidak salah aku memilih partner seperti dirimu." Kyuhyun menyeringai.
'Rencana yang sungguh sempurna', batinnya.
..rain28..
Cahaya matahri mulai menampakkan dirinya. Perlahan mengetuk seseorang yang masih asyik bergelut dengan selimutnya. Tampaknya ia masih enggan beranjak dari ranjang untuk memulai aktivitas dihari ini.
"Minnie, ayo bangun! Mau sampai kapan kau tidur?" Yang dipanggil hanya menggeliat. Membuat Ryeowook berdecak.
"Minniiiiiieeee, bangun! Ini sudah siang! Ayo bang-Astaga! Ada apa dengan wajahmu?" Pekik Ryeowook kaget begitu Sungmin mnyembulkan kepalanya dari balik selimut.
"Apa ini ada hubungannya dengan Cho Kyuhyun itu?" Sungmin memang tampak mengenaskan. Mata foxy-nya memerah dan bengkak. Belum lagi kantung hitam yang ada di bawah matanya. Wajahnya yang kusut, di tambah hidung yang sedikit memerah seperti orang terkena flu. Surai kecoklatannya juga tampak berantakan.
"Aku harus bagaimana lagi, Wookie? Dia bahkan…menganggapku murahan. Aku…aku bingung…harus melakukan apalagi?", Sungmin terisak, bahunya berguncang.
Ryeowook yang melihatnya hanya bisa mengelus lembut punggung Sungmin dan memeluknya erat, membagi kekuatannya yang mungkin dibutuhkan Sungmin.
"Tatap mataku!" Ryeowook menuntun Sungmin untuk menatap kedua keping miliknya.
"Aku sudah memperingatkanmu agar tidak pernah menyukai makhluk seperti dia, dan lihatlah! Semua ini risiko yang kau terima karena menganggap ucapanku dulu angin lalu, Minnie menyerahlah." Wajah Ryeowook melembut, menyiratkan rasa sayang yang teramat kepada sahabatnya itu.
"Aku tidak bisa, maaf." Dan sekali lagi, Sungmin tetap kekeh pada pendiriannya. Bukan, bukan karena sebenarnya masalah lainlah yang membuat Sungmin HARUS tetap mengejar namja berkulit putih pucat tersebut.
..rain28..
Senja menyenderkan kelabunya pada sebatang pohon tua ketika malam memanggil, lagi seseorang termenung menunggu kabar 'baik' apa yang akan datang padanya. Tidak ada lagi harapan, menurutnya. Kesalahan itu terlalu besar untuk dimaafkan.
"Semua ini salahku, aku tahu itu. Tapi tidak bisakah?..." Kalimat itu menggantung di udara yang seolah bosan menyimpan semua uap kesedihannya. Derai air mata itu meluncur lagi dikulit putihnya yang bak porselen di etalase toko-toko mahal. Bahkan nyamukpun enggan memandanginya yang masih saja hanyut pada masa lalu. Tidak kelam, tapi tidak juga baik. Terlalu memaksa untuk tersenyum yang ada mata itu kembali mengeluarkan kristal beningnya.
"Aku harus memperbaikinya, tapi, tapi kenapa kau tidak mengizinkanku?" Tangis itu terhenti ketika sebuah lampu terang menderang menyala di atas kepalanya.
"Mungkinkah cara itu akan berhasil?" Bisik Sungmin dengan nada pasrah, memikirkan berbagai cara membuat otaknya seolah kehilangan akal sehat sehingga terlintas cara yang teramat 'bagus' itu.
..rain28..
Pagi ini hiruk pikuk kota Seoul kembali pada aktivitasnya. Hari senin yang bagi sebagian orang adalah awal yang sangat menyebalkan, tapi tidak dengan seorang gadis imut yang terlihat lebih riang daripada hari-hari sebelumnya. Kelewat riang hingga ia tidak menyadari sebuah lubang yang terdapat tepat didepan jalannya. Ia terjatuh, terjerembab hingga hanya kepalanyalah yang muncul dipermukaan.
Sungmin merengut sebal ketika mendapati kemeja merah mudanya berubah warna. Ternodai warna tanah yang menghiasi kemejanya dibagian belakang.
"Bagus!" Desisnya, ia menengadah mendapati awan hitam berjalan beriringan. Setelah mengerti situasi ia buru-buru bangkit dan berlari mencari tempat berteduh sebelum hujan benar-benar merenggut kesenangannya di senin ini.
Sampai pada sebuah toko yang terletak beberapa gedung dari kantornya, hujan turun dengan lebat. Kedua tangannya menengadah seolah menampung bulir-bulir air yang turun dari langit. "Aku merindukanmu." Bisiknya.
"Aku juga merindukanmu."
..?..
"Apa ini enak?" Gadis kecil itu bertanya sambil menunjuk sebuah
makanan yang terletak tepat dihadapannya.
"Apa ini pedas?" Kembali dia bertanya saat tak ada seorangpun yang
menanggapi pertanyaannya. Gadis kecil itu mendengus sebal, dari sudut
matanya, dia dapat melihat seorang anak laki-laki tersenyum
menatapnya.
Dan seketika, lengkungan bulan sabitpun tercipta diwajah manisnya.
T
B
C
Welcome bagi semua readers yang baru baca \(^ ^)/
Kami banyak mendapatkan review yang mengatakan kalian sebal pada sosok Kyuhyun disini, hei, hei, tunggu dulu, dia punya alasan. Apa alasannya? Tunggu saja nanti yah^^
Satu lagi, disetiap chap sebelum TBC ada teka-teki yang mungkin akan membantu kalian, selamat berfikir #gubrakk
Mind to review 'again'?
Thanks^^
