Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong, Go Ahra

Pairing : YunJae

Genre : Shonen-ai, Angst

Rating : PG

Author : Gloomy Sun

Disclaimer : ide cerita ini punya temen saya. Saya hanya mencoba untuk mengetik isi ceritanya...

WARNING! Siapkan tisu anda... ceritanya membosankan...


1 Weeks later

Jaejoong terbangun dengan sendirinya. Kebiasaannya di waktu pagi. Jaejoong melangkahkan kakinya menuju dapur apartmen mewah milik Yunho. Terlihat sangat besar di banding dengan rumahnya di Gyeonggi.

Membuka lemari es, dan kembali melakukan hal yang sama saat pukul 3 dini hari tadi. Jaejoong mengambil beberapa bahan makanan yang ada dalam lemari es, kemudian mengolahnya menjadi sebuah masakan yang terlihat enak. Kemudian menyiapkannya di atas meja makan. Ini untuk 2 porsi. Untuknya, dan Yunho.

Jaejoong kembali ke kamarnya,dan mulai membersihkan dirinya.


"aku membuatkanmu sara..." belum selesai jaejoong berbicara, Yunho memotong ucapannya.

"tidak usah" dan setelah itu pergi meninggalkan Jaejoong yang masih terdiam di depan meja makan, dan memandangi makanan yang telah ia buat. Bisakah Yunho menghargainya?

Untuk apa dia membuat makanan ini jika hasilnya seperti ini? Ah.. bukanka itu sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang istri? Bukankah itu tidak mengganggu Yunho? Setidaknya ia sudah mencobanya.

Jaejoong memakan makanan yang telah ia buat untuknya, kemudian membuang bagian yunho ke tong sampah.


Yunho berjalan tergesa menuju kampus kekasihnya. Berlari melewati beberapa orang yang menyapanya, namun ia abaikan. Saat ini ,ia ingin bertemu dengan Ahra. Semalam Ahra sudah menjanjikannya akan membawakan sarapan untuknya.

Setelah menemukan Ahra, Yunho berjalan mendekati Ahra yang terduduk di sebuah bangku di kantin kampus kekasihnya, kemudian memeluknya dari belakang. Ahra yang mendapat perlakuan seperti ini hanya dapat membelalakkan matanya kaget, kemudian membalas memeluk Yunho.

"oppa" nada suara Ahra terdengar manja. Ia sandarkan kepalanya ke dada bidang Yunho. Memejamkan matanya sesaat

"bukankah kau membawakan sarapan untukku?" tanya Yunho melonggarkan pelukannya dan membalikkan tubuh Ahra agar menatapnya. Ahra hanya mengangguk, kemudian menunjuk sebuah kotak bekal berwarna merah di atas meja.

Ahra membuka kotak bekal itu, kemudian menyodorkan sumpit berisi kimbab kepada Yunho. Yunho memasukan kimbab itu kedalam mulutnya, kemudian mengunyahnya. Ahra yang melihatnya hanya dapat berharap bahwa Yunho mengatakan kalau kimbab buatannya terasa enak.

Yunho membelalakkan matanya, kemudian menatap Ahra

"ini enak! Suapi lagi!" Yunho membuka mulutnya meminta diisi kembali. Sedangkan Ahra hanya terlonjak kegirangan.


Tersenyum miris melihat 'suaminya' bermesraan dengan orang lain. Hah... Gwenchana... ia tidak boleh mengganggunya. Tapi, bolehkah ia mendapatkan senyuman tulus dari Yunho? Walaupun hanya sekali saja? Tak bisakah? Hah... terlalu muluk. Kembali tersenyum miris. Saat membayangkan Yunho tersenyum lembut kepadanya.

Bodoh

Yunho tidak akan pernah melakukannya. Tidak jika ia tidak dekat dengan Yunho.

Jaejoong dekat dengan Yunho? Ani! Jaejoong sama sekali TIDAK DEKAT dengan YUNHO. Dia hanya orang asing yang masuk ke kehidupan orang lain. Di bahkan baru mengenal Yunho, dan saat itu pula, Dia JATUH CINTA pada Yunho!

Gila-kah?

Molla. Jaejoong belum pernah merasakan apa itu jatuh cinta sebelumnya. Hanya merasakan detak jantungnya bergerak tak normal bila melihat Yunho. Yah.. mungkin bisa di sebut bahwa Jaejoong benar-benar jatuh Cinta.


Jaejoong mendudukkan dirinya di halte dekat kampusnya. Ia hanya memandangi sepatu kets yang ia kenakan. Sesekali ia ayunkan kakinya. Menunggu datangnya bus yang akan mengantarnya pulang ke apartmen Yunho.

Jaejoong mendongakkan kepalanya. Memandang orang yang berlalu lalang di sebrang jalan. Dan matanya menangkap sesosok pria yang kini sudah berstatus sebagai suaminya tengah berjalan dengan seorang yeoja yang ia ketahui namanya bernama Ahra, sedang berjalan saling merangkul satu sama lain.

Bolehkah ia marah?

Ani

Mengapa harus marah? Bukankah itu memang sudah perjanjiannya? Tapi..

Jaejoong memegang dadanya. Terasa sakit disana. Entahlah.. namun rasanya sangat menyakitkan saat melihat suaminya bersama yeoja lain.


Terduduk di atas ranjang ukuran king sizenya. Menyesap kopi hitam yang berada di meja nakas samping ranjangnya. Sesekali menghirup aroma kopi yang khas. Membantunya menghangatkan diri. Di luar sana sedang hujan deras.

Yunho membawa kembali menyimpan cangkir kopinya pada nakas samping ranjangnya. Beralih pada remote televisi yang berada di dekat cangkir kopinya. Menyalakan televisinya, kemudian memilih-milih Chanel mana yang akan ia tonton. Yunho berhenti menekan-nekan tombol pada remote televisinya. Memperlihatkan acara berita. Hmm... tak ada pilihan yang lain selain menonton berita. Yunho pilih-pilih dalam melihat sebuah tayangan pada televisi.

Jam di dinding kamar Yunho menunjukkan pukul 08.30 malam. Dan keadaan di luar apartmennya masih diguyur hujan deras. Ini sudah 3 jam semenjak hujan. Dan, Yunho masih saja terduduk santai di atas ranjangnya sambil menonton acara berita yang masih ia tonton.

Tak sadarkah ia?

Dia tidak sendirian lagi di rumahnya.

Tak sadarkah ia sudah menikahi Jaejoong?

Khawatirkah ia?

ANI!

Yunho sama sekali belum pernah memikirkan tentang Jaejoong SEKALIPUN!


Aneh... apakah seluruh bus untuk hari ini tidak melewati kampus Jaejoong? Sudah 3 jam ia menunggu hujan reda di sini. Menunggu kapan hujan berhenti. Tidak biasanya busdatang se terlambat ini. Percuma saja dia jika harus pergi berjalan ke apartmen Yunho. Hujan sudah menjadi sangat deras, dan tak tahu kapan akan redanya. Jika ia nekat, seluruh bajunya akan basah kuyup. Dan kemungkinan, esok harinya ia akan demam,dan tidak kan masuk kuliah.

Oh..

Sepertinya, namja cantik ini memang sudah demam.

Terlalu lama berdiam diri pada udara yang dingin seperti ini, ditambah dengan tidak adanya pakaian hangat untuk menghangatkannya, kemungkinan besar ia terserang demam.


Pukul 09.25 malam

Suasana rumah Yunho saat ini,sudah sepi senyap. Sang pemilik Rumah sudah tertidur nyenyak di atas ranjangnya. Membawanya terbang ke alam mimpi. Tidak tahu bahwa seseorang yang seruangan dengannya tengah menggigil kedinginan.

CKLEK

Pintu apartmen Yunho terbuka. Menampakkan Jaejoong yang bajunya sudah terlihat sangat basah oleh air hujan. Seluruh badannya menggigil kedinginan, di tambah dengan wajah putihnya yang kini memucat.

Berjalan menuju kamarnya. Ani! Itu bukan kamarnya. Kamar itu hanya milik Yunho. Dilihatnya suaminya tengah tertidur pulas di atas ranjang berukuran King Sizenya. Suara dengkuran, dan mulutnya yang sedikit menandakkan bahwa Yunho sudah tertidur dengan lelapnya.

Jaejoong berjalan menuju kamar mandi yang berada di kamar Yunho. Membiarkan dirinya membersihkan dirinya yang terguyur oleh air hujan dengan air hangat yang membasahi seluruh tubuhnya. Setelah selesai, Jaejoong memakai piyama yang tersimpan dalam lemarinya dan Yunho. Memakainya. Kemudian beralih melihat ranjang yang kini ditiduri oleh Yunho. Berjalan mendekat, kemudian membenarkan tata letak selimut yang menutupi tubuh Yunho.

"jumuseyo" bisiknya pelan,kemudian melangkahkan kakinya menuju sofa kamarnya,dan mencoba untuk tertidur lelap.


Yunho terbangun dari tidurnya saat jam masih menunjukkan pukul 3 dini hari. Tenggorokannya terasa kering. Ia membutuhkan air untuk membasahi tenggorokannya.

Pandangan Yunho terpaku melihat Jaejoong yang tertidur meringkuk di atas sofa kamarnya. Terlihat olehnya, badannya menggigil, kulit putihnya kini memucat.

Hm.. jaejoong mungkin memang demam sekarang.

Yunho menghiraukan Jaejoong yang masih terlelap, kemudian keluar kamarnya menuju dapur berniat untuk mencari minum untuk menyegarkan tenggorokannya.

Setelah selesai dengan urusan tenggorokannya, Yunho kembali kekamarnya, dan dilihatnya Jaejoong yang semakin menggigil kedinginan. Dan nafasnya yang memburu.

"hhh... dingin..." igaunya, dengan keringat yang menetes dari pelipisnya.

Yunho mendekati Jaejoong, kemudian meletakkan telapak kanannya di atas dahi Jaejoong.

"panas sekali..." kagetnya yang mengetahui suhu tubuh Jaejoong saat ini benar-benar sangat panas

"um...ma... dingin... hhh" igau Jaejoong lagi semakin meringkukkan tubuhnya.

Merasa iba melihat Jaejoong yang seperti ini, Yunho membopong tubuh Jaejoong ke ranjangnya, meletakkannya secara hati-hati,dan membalutnya dengan selimut, kemudian pergi membawakan baskom kecil, dan handuk. Menempelkan handuk basah tersebut pada dahi Jaejoong.

Yunho menidurkan kembali dirinya, namun kali ini pada sofa kamarnya. Tempat biasa Jeajoong tidur.


TBC

RnR Please..,. ^^