Out Of Control
By : Skyking22. Regalia
.
.
.
Pairings : KogaNeShima/ Kougami x Akane x Makishima(?)
Rated : T~M
Genre : Humor/Romance
Psycho-Pass bukan punya saya, melainkan milik Urobuchi Gen dan tentu saja sang Penggambar karakter, Amano Akira.
.
.
.
Warn : OOC!/Non-Canon/Jayus/Dan berbagai typhos.
Maaf yang menunggu lama kelanjutan ini T_T
Enjoy~
.
.
.
Tangan yang putih pucat itu masih saja menggenggam tangan Tsunemori Akane hingga ia sampai ke mobil Makishima Shougo. Akane sesungguhnya masih bertanya-tanya kenapa Makishima tiba-tiba saja muncul dan membawanya entah kemana. Apakah ini berarti... Makishima menolongnya? Tunggu. Alasan konyol macam apa itu? Seorang buronan kejahatan seperti Makishima memang sudah bertobat, tapi kenapa Akane yang jadi sasaran kebaikannya? Loh, kenapa Akane tidak bersyukur ya? Rupanya Akane sebenarnya masih was-was dengan hadirnya Makishima.
Dilihatnya Makishima membuka pintu mobilnya sambil tersenyum kepada Akane, menandakan bahwa dirinya dipersilahkan masuk. Akane terdiam sebentar, lalu dengan cepat melepas tangan Makishima dari pergelangan tangannya, membuat Makishima terkesiap. Alisnya terangkat dengan cepat.
"Tsunemori-san?"
"Anu.."Akane memainkan kuku jarinya, "Ma-Makishima-san.. Sebelumnya, saya berterima kasih pada anda karena sudah menolong saya dari perbuatan Kougami-san. Tapi, sebenarnya.. Anda mau mengajak saya kemana?"
Makishima terbahak, "Tidak perlu seformal itu padaku, Akane-san. Aku bukannya menolongmu, tapi justru aku yang ingin ditolong olehmu.."
"Eh?"Akane mengerjapkan matanya berulang kali, "Maksudmu..?"
"Sebaiknya kau ikut denganku dulu, Tsunemori-san..."
.
.
.
Kougami berusaha mencari Akane. Demi tuhan! Kemana si psikopat rambut putih itu membawanya?!
.
"Akane-san.. Sebenarnya aku ingin mengajakmu kesini untuk memilihkanku..."Makishima berbisik di dekat telinganya, mereka sedang berada di sebuah tempat yang begitu dikenali Akane.
Akane mengangguk pelan dan akhirnya memilihkan Makishima...
.
Setelah beberapa lama, akhirnya mereka menuju rumah Makishima dan diajaknya Akane ke ruang tamunya, dan dipersilahkan duduk.
Disamping itu, Kougami...
"Gino!"Kougami menelfon Gino sambil berlari dengan cepat, "Apa kau tahu dimana rumah si Makishima Shougo?!"
"Hah?"Gino yang mendengar teriakan Kougami terlihat kesal di nada akhir suaranya, "Kau bicara apa sih?"
"Cepat bodoh! Inspektur sedang dalam bahaya!"
"Hah? Kau bercanda ya?"
"Cepat!"
"Baiklah. Tapi aku tidak bakal mencampuri urusan percintaan kalian. Rumah Makishima Shougo ada di..."
.
.
.
Dan disana, akhirnya Kougami sampai di depan rumah Makishima Shougo yang cukup besar. Ia mempersiapkan Psycho-Pass-nya, namun ia harus mendeteksi dulu apa yang dilakukan Akane dan Makishima di dalam rumahnya. Ia sedikit menguping pembicaraan mereka.
"Tu-Tunggu, Makishima-san..."Kougami bisa mendengar erangan Akane di dalam rumah Makishima, "Kurasa kita tidak perlu melakukannya.."
Terdengar suara tawa sinis dari Makishima, "Oh, ayolah, Akane-san.. Ini tidak akan lama.."
Apa yang mereka lakukan?!Kougami menjerit di dalam hatinya.
"Akane-san, ini hanya sebentar.. Kau ini ketakutan sekali sih.."
"Ta-Tapi Makishima-san..."
"Ayolah sentuh ini~"Kougami mulai berfikiran hal-hal aneh, "Nnh.. Ah~ Tanganmu sangat lembut, Akane-san..."
"Bagaimana rasanya, Akane-san..?"Terdengar kembali suara Makishima yang terdengar menggoda(?).
"Uh.. Ini sangat panjang dan.. Lembut.."
"Benarkah..? Berarti milikku bagus ya..? Coba kau lebih mempererat pegangannya~ Ah~"
"Hmm.. Ya.. Sangat kuat.."
"Wah, ini kan bukan pertama kali kau memegangnya.."Kougami tersentak hebat, bukan pertama kali?! Berarti sudah lama Akane dan Makishima melakukan hal seperti itu?!
Akane lalu berbicara lagi sedikit berbisik, "Ta-Tapi.. Ada yang aneh.. Aku merasa ada yang aneh dengan perutku.. Aku agak ketakutan.."
"Oh.. Kalau begitu, coba kau lebarkan kakimu ya... Biar kau agak tenang.."
"BRAAAK!"
"Kyaaa!"Akane kaget ketika seseorang membuka pintu rumah Makishima, begitu pula dengan laki-laki berambut putih tersebut. Mereka kaget karena Kougami tiba-tiba mendobrak pintu Makishima. Setelah dilihat lagi.. Wajah Kougami.. Terlihat memerah dan penuh kemarahan..?
"Jadi kalian sudah lama melakukan ini..?!"Kougami menempatkan Psycho-Pass-nya, namun ia terdiam sebentar ketika melihat Akane dan Makishima yang tidak membuka bajunya sama sekali..? Loh..?
"Eh? Tidak lama kok, Kougami. Baru beberapa menit Akane-san melakukan ini."Makishima lalu tersenyum, "Akane-san sepertinya terlalu takut untuk memegang Psycho-Pass-ku yang telah dibuat khusus untukku. Aku baru membelinya tadi."
Kougami tengsin, pantes buat jadi model iklan snack berikutnya, "O-Oh.. Kukira kalian.."
"Huh?"Akane memandangnya heran.
"Ti-tidak apa-apa!"Kougami lalu berjalan membelakangi Akane dan berlari secepat-cepatnya.
.
.
.
Selepas peristiwa Tengsin Kougami, Akane dipanggil oleh Makishima.
"Akane-san."Makishima mendekatinya, "Boleh kuminta nomor ponselmu?"
Oke. Kita asumsikan saja kalau di dunia Psycho-Pass itu masih pake ponsel, gak pake yang jam-jaman.
"Boleh.. "
.
.
.
Keeseokkan harinya...
Akane sedang asik memeriksa data yang diberi oleh Gino untuk diselidiki di tempat kerjanya. Di dalam tempat kerjanya itu, hanya ada dirinya dan Kougami saja. Yang lain sedang melakukan misi di suatu tempat.
Kougami? Dia hanya diam saja meskipun kadang melirik Akane sekilas saja.
Tiba-tiba, ponsel Akane berbunyi, ia lalu melihatnya dan segera menekan tombol jawab.
"Ya, dengan Tsunemori Akane. Dengan siapa ini?"
Kougami sengaja menguping pembicaraan Akane.
"Oh, Makishima-san? Kenapa kau menelfonku?"
Kougami semakin tertarik ketika yang menelfon itu adalah Makishima, sayangnya, ia tak bisa mendengar suara Makishima.
"Halo? Makishima-san..? Kenapa kau menelfonku..?"
"Kau mau tahu..?"Terdengar suara cekikikan dari Makishima.
"Ma-Makishima-san.."
"Aku menelfonmu karena..."Makishima menghela nafas sebentar, "…Dapet bonus telepon gratis ke sesama operator."
Akane sweatdrop, Author mulai harakiri.
Akane lalu menjawabnya dengan gelagapan, membuat Kougami semakin penasaran apa yang dibicarakan oleh mereka berdua. Apa sebenarnya yang dikatakan Makishima sehingga Akane merona merah dan gelagapan seperti itu? Kepo lo mas?
"Ja-Jadi kau menelfonku hanya karena ini..?"Akane menahan kesal, sebenarnya pengen nonjok Makishima kalo hadap muka.
"Ya. Sayang kan kalau tidak kupakai? Lagipula, aku juga senang mendengar suaramu, Akane-san."
"E-Eh?"Lagi-lagi Akane tersipu malu, "Be-Benarkah itu, Makishima-san?"
"Ya. Suaramu mirip dengan suara hamsterku yang mati tahun lalu."
Akane menutup telepon.
.
.
.
Kougami mengepalkan erat tangannya. Dalam fikirannya, mungkin ia berasumsi kalau Makishima akhirnya melamar Akane. Ia lalu berfikir keras, bagaimana caranya agar Akane mau menerima lamarannya.
Mungkin.. Minta maaf terlebih dahulu atas kelakuannya yang menggebu-gebu kemarin..?
"Tsunemori-san."Kougami bangkit dan menghampiri Akane yang kini kembali menekuni pekerjaannya. Gadis itu menoleh dan menatap Kougami.
"Kougami-san?"
"Aku.. Ng.. Apa kau ada acara malam ini..?"
Akane berfikir sebentar, "Sepertinya jadwalku kosong malam ini.. Memangnya kenapa?"
"Uh.."Kougami mengatakannya terbata-bata, "Aku ingin kau.. Menemaniku makan malam di Restoran xxxxx..."
"E-Eh?!"Akane merona merah, masih terbayang kelakuan Kougami kemarin. Kougami dengan cepat membantahnya.
"A-Aku tidak akan seperti itu kok.. Lagipula, aku juga mengajakmu kesana sebagai permintaan maad yang kemarin.."
Akane terdiam agak lama, namun akhirnya mengangguk pelan dan tersenyum lebar.
.
.
.
Akane menunggu Kougami yang sepertinya agak terlambat pada malam itu di Restoran yang telah dijanjikan oleh Kougami, ya, malam itu, jam 20.35. Gadis itu memakai gaun berwarna hitam gelap lengkap dengan berbagai hiasan. Akane memang agak tomboi, tapi ia masih cukup mengerti dengan berbagai Fashion dan make-up.
"Ah, Tsunemori-san.."Kougami tergopoh-gopoh berlari menuju meja Akane, Akane berdiri tegak dan menatap Kougami dengan pandangan memerah. Kougami terlihat.. Tampan..
"Maaf aku terlambat, apa kau sudah menunggu lama?"Tanya Kougami yang akhirnya duduk di depan Akane.
"Uh.. Umm.. A-A- I..I-"Akane tidak bisa menjawabnya denganlancar, jantungnya berdebar-debar bukan main. Pipinya terasa panas dan otaknya tidak bisa bekerja dengan benar.
Kougami sedikit tertawa melihat sikap Akane yang sepertinya baru pertama kali makan malam bersama seorang pria. Ia lalu memesan makanan untuk dirinya dan Akane.
Selagi menunggu, Kougami sedikit berbincang-bincang dengannya.
"Apa ini pertama kalinya kau kencan dengan seseorang, Tsunemori-san?"
"E-Eh..?"Akane menggigit bibirnya, tidak berani menatap lawan mainnya, "Ya-Yah.. Tunggu, apa kau sebut tadi? Ke-Kencan..?"
"Yah, kau tidak suka apabila aku menyebutnya begitu, hn?"
"Ti-tidak, Maksudku.. Kencan itu kan hanya untuk para pasangan kan..? Orang yang sudah mempunyai kekasih.. eh.."
Kougami tersenyum sambil menatap Akane dalam-dalam, "Jadi kau keberatan apabila aku menjadi pasanganmu, tidak, kekasihmu?"
"E-EH?"
"Bukan untuk malam ini saja, Akane."Panggilan yang tidak biasanya dari Kougami itu membuat Akane merasa kakinya melemas, "Aku ingin kau menjadi kekasihku untuk selamanya. Milikku. Selamanya."
"Ko-Kougami-san.."
"Bagaimana, Akane..?"Kougami lalu bangkit dari kursinya, berjalan menuju ke hadapan Akane dan duduk dengan salah satu kaki ditempa kebawah, mengeluarkan sebuah kotak cincin kepadanya, "Kau mau.. untuk menjadi milikku selamanya..?"
Akane tidak bisa menyangka. Hampir saja air mata turun dari sudut matanya. Ia merasakan jantungnya tak bisa berhenti berdetak, tatapan mata Kougami yang tajam, tidak, yang lembut namun berhasil melelehkan hati Akane tersebut, membuat dirinya tidak bisa menolak.
"Y-Ya.."Akane berbicara dengan bergetar dan berusaha untuk tersenyum, "Aku.. terima."
Kougami menghembuskan nafas lega sambil menaruh cincin itu di jari tengah Akane, kini, ia berdiri dan mendekatkan wajahnya ke bibir Akane, mempertemukan bibir mereka dan menyaukannya, berciuman dengan lembut, tidak brutal seperti sebelumnya.
"Wah-Wah, apakah aku juga boleh ikutan?"Makishima tiba-tiba muncul sambil mendekatkan wajahnya ke Akane dan mencium pipi Akane.
"MAKISHIMA!"
.
.
.
END
Gila, cepet amat abisnya ya? Maaf yang udah nunggu lama, taunya hasilnya kurang memuaskan.. Dan, gak lupa, makasih buat yang udah review cerita ini! Saya sungguh terima kasih sama kaliaan! Yang Fav dan Follow juga! Maaf kalau saya gak bisa bales lewat PM! Tapi, yg penting makasih banget!
Oh iya, sukses ya buat yang lagi Ujian! Semoga lulus!
Sayonara!
~Skyking22. Regalia~
