"Kamu datang untuk menyelamatkan kami?"

.

Pertemuan pertama kami adalah di Kokuyo Land, saat Reborn mengatakan salah satu tawanan paling berbahaya di dunia telah kabur dan kini berencana menyerang kami. Pemuda bersurai indigo yang kulihat saat mengejar Fuuta ternyata adalah 'Rokudo Mukuro' itu sendiri. Yang kutangkap dari matanya saat itu adalah kesedihan, kesepian, juga rasa takut. Dia seakan ingin menangis saat melihatku. Saat tak sengaja melihat salah satu matanya yang tertutup poni aku kaget dan ketakutan. Mata merah, bukan karena warnanya namun aku seakan bisa melihat segala macam kekejaman dan penderitaan saat mata kami bertemu. Saat itu juga ekspresinya berubah dingin seakan mengusirku agar menjauh darinya. Hatiku menolak untuk pergi tapi tubuhku seakan punya pikiran sendiri dan aku pun meninggalkannya. Masih bisakah kami bertemu?

.

"Aku benci mafia, akan kulenyapkan mereka semua dari muka bumi!"

.

Malam itu, setelah kami bertarung dan dia dibawa oleh Vindice, aku bermimpi aneh. Aku melihat seorang anak kecil, menangis meringkuk di sudut ruangan yang gelap. Rambut biru, itu Mukuro kan? Aku pun memberanikan diri mendekatinya dan bertanya.

.

"Mata ini adalah apa yang mereka tanamkan padaku. Membuatku mengingat dengan jelas 6 kehidupanku sebelum ini, membuatku menjadi MONSTER!"

.

Monster? Tidakkah kau berpikir kau terlalu baik untuk menyebut dirimu begitu? Buktinya kau masih menjaga semua temanmu meski kau mengatakan mereka hanya anak buah yang kau manfaatkan. Mereka takkan mengikutimu dan setia padamu jika kau orang jahat. Secara naluri akupun memeluk anak itu, tak peduli tubuhnya yang kotor oleh darah dan debu. Namun sesaat kemudian anak itu lenyap, sekitarku berubah gelap.

.

"Sawada Tsunayoshi...kau kenapa bisa masuk ke sini?"

.

Mukuro Rokudo, itu Mukuro yang sekarang. Dia tampak terkejut melihatku sementara aku malah bingung tak mengerti dengan kata-katanya.

.

"Ini adalah dunia mimpi...mimpi milikku. Seharusnya tak ada yang bisa masuk."

.

Oh, itukah sebabnya aku melihat dirinya dalam wujud anak-anak? Ini adalah dunianya, dimana mimpi dan ingatan berada. Sekali lagi aku melihat ekspresi pedih di wajahnya, satu yang kutahu adalah aku tak menyukai ekspresi itu. Aku ingin dia tersenyum, senyum yang datang dari hati karena bahagia. Dia sudah terlalu lama menderita, kesepian, mungkin kini airmatanya sudah kering karena terlalu sering menangis. Datanglah padaku kapanpun kau merasa sepi dan tak ingin lagi sendiri, tangan ini akan selalu terbuka untukmu, memelukmu. Aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama.

.

"Aku tak pernah berniat membantumu, aku melakukannya demi Chrome."

.

Pembohong, aku tahu itu bukan alasanmu yang sebenarnya. Buktinya kau selalu datang menolongku, saat Ring battle, di masa depan, ketika melawan Daemon, bahkan mungkin setiap aku tidur, meski dalam mimpi aku bisa merasakan keberadaanmu walau hanya beberapa saat. Aku menyukaimu, aku mencintaimu, kumohon...jangan tutup hatimu.

.

"Berapa kali kukatakan, jangan masuk ke dalam duniaku dan mengintip sesukamu!"

.

Setelah kembali dari masa depan, lagi-lagi aku mendapati diriku di tempat yang sama dengan saat itu. Kini dihadapanku adalah Vindicare yang tersembunyi jauh di dalam tanah yang gelap dan dingin bagai neraka. Aku melihat Mukuro dalam tabung kaca, dipenuhi cairan entah apa dan selang-selang yang aku tak tahu apa gunanya. Satu yang kutahu dia hidup meski dalam keadaan terkekang. Aku tak bisa tidak menangis, bagaimana pun caranya suatu saat nanti aku ingin dia bebas menikmati udara segar dan cahaya matahari. Bukan hanya meminjam tubuh melainkan sungguhan ada di luar, bebas, bersamaku. Kumohon bersabarlah, aku akan mengeluarkanmu dari sana.

.

"Sampai kapan kau akan terus menunggu dan menyukaiku?"

.

Selamanya, hingga mati. Cinta takkan bisa berubah seperti membalik telapak tangan. Aku mencintaimu Rokudo Mukuro, tak peduli kau akan membalasnya atau tidak. Ijinkan aku menjadi tempatmu kembali, ijinkan aku mencintaimu.

.

"Kau tak pantas menjadi Boss mafia."

.

Aku tahu, lagi pula aku tak pernah menginginkannya. Aku mengakui kalau aku ini lemah, ceroboh, bodoh, tak berguna, selalu dilindungi oleh kalian, oleh dirimu. Tapi aku akan berusaha menjadi kuat agar bisa kalian andalkan, agar kelak bisa melindungimu sebagaimana kau melakukannya untukku. Kau tahu, sekarang aku bersyukur menjadi Boss Mafia Vongola Famiglia karena bisa bertemu kalian semua, terutama karena bisa bertemu denganmu...

.

"Tsunayoshi, kau di masa lalu memang selalu bermulut manis. Kufufufu, padahal dulu kau bilang akan menjadi yang pertama menyambutku saat aku keluar dari Vindice. Tapi apa? Justru makammu yang kulihat."

.

Aku melihatnya tengah bicara dengan peti mati kosong yang menjadi tempat persemayaman terakhir diriku di masa depan. Itu artinya kau merindukanku kan? Paling tidak dalam 10 tahun kau mulai membuka hatimu untukku? Kumohon bersabarlah, aku janji akan menang, aku janji akan kembali padamu! Takkan kubiarkan kau kesepian lagi seperti dulu! Mukuro...meski aku tak melihatmu menangis aku tahu kau ingin. Maaf...padahal aku sudah janji, maaf telah kembali membuatmu kesepian.

.

~Normal Pov, at TYL~

.

"Mukuro..."

"Tsunayoshi... Please dont cry."

"Ti-tidak, a-aku tidak me-menangis, hiks, cuma k-k-kemasukan rambut."

"Alasan bodoh." Mukuro menyibak poni Tsuna dan mencium keningnya dengan lembut. Sontak Tsuna menatapnya dengan wajah yang bersemu merah antara sedih dan malu.

"Sejak dulu aku memang tak pernah menyukaimu." Nyuut! Sekali lagi dadanya terasa sakit, sesak saat Mukuro mengatakannya dengan nada yang santai. "Kau tahu kenapa?"

"Karena aku bodoh, ceroboh, tak berguna, lemah-"

"Kufufufu...kalau yang bertanya itu Xanxus, jawabannya memang itu."

"Karena aku Boss Mafia?" Mukuro menggeleng "Lalu apa?"

"Karena..." Mukuro agak menunduk- berbisik pelan di telinga Tsuna "Karena aku sudah lebih dulu jatuh cinta padamu." Orb karamel itu menatap pemuda di hadapannya dengan pandangan tak percaya. Tak sanggup bicara apapun, Decimo Vongola itu memeluk erat Mukuro. "Maaf...sudah membuatmu menunggu selama ini."

.

.

.

Fin.

.

Rin : Jadi deh two shootnyaaaa! Kali ini tamat beneraaannnn XD

I LOVE 6927!