Sai meletakan sakura di ranjangnya,menyelimuti tubuh cewek yang terlelap di pangkuannya tadi,sakura tiba-tiba membuka matanya,menatap sai.

"Sai…"ujar sakura singkat.

"Ya?"Tanya sai lembut

"Kau harus benar-benar serius membunuh sasuke ya.."ujar sakura setengah tidur,lalu benar-benar terlelap.

Sai menghela nafas pada permintaan majikannya itu.

Membunuh sasuke ya?

Arizawa present,,,,

3 wishes

Desclaimer : mr masashi kishimoto.

Rate ;t..nggak berani M..kaze masih kecil!

warning:penuh typo,OOC,garing..kagak humor..kagak romance,,yeah..i am newbie

Enjoy reading ..ok?

"Dobe.."ujar sasuke menatap cowok pirang yang baru saja menghilang dari kejadian yang yang nyaris di ,karna naruto tidak menghilang selama 3 hari seperti perkiraannya,

dobe kembali!

"Teme.."ujar naruto ikut-ikutan menggaruk belakang kepalanya yang tersa gatal-entah kenapa.# bukan karna ketombean,ok?

Hening.

"Maaf.."ujar sasuke yang untuk pertama kalinya ,meluncurkan kata-kata manusiawi seperti itu

Naruto menatap si stoic,majikan sialannya tidak percaya"Tidak Teme! Errr..maksudku tuan.!"ujar naruto kacau"Aku lah yang salah! Dengan menggunakan sikap tidak professional dalam pekerjaanku! Aku sungguh tidak bisa di panggil sebagai jin kalau aku mengelak dari perintahmu,tuan sasuke! "

"Tidak-lupakan saja…kau sepertinya benar-mungkin aku gila,dobe"akui sasuke lagi.

Naruto memasang wajah kesal,…kok sasuke jadi super OOC banget sih!

Naruto menghempaskan tubuhnya ke samping sasuke,memegang bahu sasuke dengan tatapan lurus.

"Bersiaplah."ujar naruto memperingatkan.

"Tidak! Tunggu dobe! Maksudku…"

Naruto memejamkan matanya,mengambil pipi sasuke dengan kedua wajahnya tidak memperdulikan penolakan sasuke.

Cup!

Kecupan bibir menyentuh bibir,

Naruto melepaskan pipi matanya,menatap onix di depannya dengan wajah super merah..

"Apa kau puas?"Tanya naruto.

Sasuke masih bibirnya yang entah kenapa maju untuk menerima bibir naruto, padahal ia masih menolak beberapa detik sebelumnya

"Maksudku bukan begini."ujar sasuke kenapa ini tidak seperti gambarannya.

Naruto kembali memejamkan matanya,mengecup lagi,sedikit lebih lama bibir sasuke.

"Begini?"Tanya naruto tidak mengerti,sekarang,ia yang malah menginginkan lebih lama,karna entah kenapa..rasa bibir sasuke membuatnya entahlah…ketagihan mungkin?

Sasuke masih membatu.

Naruto mengecup lagi bibir sasuke,lebih lama..jauh lebih lama dari pada yang menjilat bibir kembali bibir mereka dengan terburu-buru-seolah tidak ingin kehilangan moment—ia mendorong sasuke,keduanya bertumpuk tanpa melepaskan jalinan bibir keduanya di lantai kamar sasuke.

Sasuke hanya memejamkan pasrah atau pasti,ia tidak bisa menjelaskan ,ia benci dinginnya lantai kamar,benci beratnya badan naruto di atasnya,benci nafas naruto yang terengah-engah di hidungnya,benci suasana berisik yang di timbulkan oleh bibir mereka,benci dengan rasa hangat yang di timbulkan bibir naruto di bibirnya ,tapi di luar dugaan,ia malah hanyut dengan perpaduan antara semuanya.

Keduanya kehabisan nafas.

Naruto melepaskan bibirnya,menyingkir dari badan sasuke .Keduanya duduk,menormalkan nafas masing-masing.

"Seperti itu?"Tanya naruto.

Sasuke melepaskan cengkraman tangannya yang tanpa sadar membuat baju naruto kusut.

"Entah lah.."jawab sasuke bingung.

Ia tidak tau apa yang membuat perbedaan antara ciuman yang mereka lakukan dengan bayangannya selama ini.

"Mungkin bukan seperti ini yang aku bayangkan"akui sasuke

"Yah..rasanya tidak buruk"lanjut naruto tidak nyambung."Kupikir akan bagaimana"

"Dobe,bukan ini yang aku bayangkan! Kau menciumku seolah aku wanita."ujar sasuke tidak terima,ia akhirnya tau apa yang berbeda.

"Hei! Kau kan minta di seperti ini!"belas naruto kesal.

"Tapi bukan kau yang seharunya memulai"balas sasuke tidak terima.

"Jangan bergerak!"ujar naruto.

Sasuke hanya naruto tajam. naruto menyentuh bibir sasuke, sementara sasuke entah kenapa kembali memejamkan memprotes tubuhnya sendiri yang terlalu jujur,mengharap satu ronde lagi—satu lagi..

"Kau berdarah teme!"ujar naruto mengelap darah di bibir sasuke.

"Hn."ujar sasuke membuka matanya kesal."Dobe,kau mengigitku tadi."

"Apa?!"Tanya naruto merasakan darah sasuke tidak! Apa yang ia lakukan!

Naruto mengecek bola kristalnya.

Dan benar saja! Permintaan sasuke tetap tiga! Ukh…kenpa ia menyakiti tuannya lagi sih?!

"Temeee!"bentak naruto kesal.

"Bukan salahku dobe"ujar sasuke dingin,ia melepas kemejanya berbaring di atas ranjangnya ,mendengus kesal.

"Teme,ini salah mu!"jerit naruto tidak terima

"Panggil aku tuan!"bentak sasuke dengan mata terpejam,"Bangunkan aku besok pagi"

Naruto berteriak histeris lalu menghilang dalam kepulan asap.

" "kelu sasuke dengan senyum yang terukirdi wajahnya.

Ia tertidur dengan sebuah senyuman-atau tepatnya seringaian,pertamakali dalam hidupnya malam itu.

Naruto kembali mengambang di atas konoha city,langit masih tetap malam,dan angin masih tetap menerpanya,seperti sebelumnya..hanya saja perasaannya jadi jauh lebih ringan.

Tidak! Tunggu! Apa yang barusan ia lakukan?

Ia berciu—ARGHHTTT! Dengan sasuke?!

Oh tidak..ia ketularan sasuke yang tidak mengacak rambutnya

.

"Oyasumi.."

Naruto menoleh,tepat di belakangnya,cowok yang menyerangnya di pesta pertunangan sasuke mengambang . tunggu! Sasuke bahkan sudah bertunangan!# Naruto kembali tidak waras.

Naruto meninju dagunya sendir,menormalkan sai bergidik ngeri melihat pangerannya bertingkah bodoh.

"Maaf..aku sedang kacau"kata naruto mentap sai.

"Aku bisa lihat"kata sai biasa

"Oh ya..maaf soal tidak melanjutkan percakapan kita.."ujar naruto "Kau kenal aku?"

Sai tersenyum ,sedikit tertawa."Siapa yang tidak mengenalmu pangeran."

Naruto tersentak,sebelumnya,sai juga memanggil naruto pangeran.

"Dari mana kau tau kalau aku…"kalimat naruto terputus,ia menatap sai.

"Kau masih belum mengingatku?"Tanya sai lemah.

"Ukh…maaf.."ujar naruto tidak mengelak"bagaimana kalau kita ulang perkenalannya?"

Naruto mendekati sai,mengulurkan tangannya"Aku Uzumaki Naruto..yah..meskipun kau mengenalku."

Sai terpaku di tempatnya,sebuah de javu menghinggapi memorinya,sepertinya,dulu hal ini pernah terjadi..

Sai membungkuk hormat,"Saya Sai.."

Naruto menurunkan tangannnya yang menggantung tanpa di jabat sai,ia tertawa canggung "Kau tidak perlu membungkuk! Lagi pula aku bukan lagi pangeran..dan kita sekarang di dunia manusia."

" setara sekarang"ujar sai dingin "Anda kabur,kan?"gumamnya nyaris tanpa suara

"Sai?"Tanya naruto merasakan aura dingin yang di keluarkan sai,ia melihat sai menggumamkan sesuatu,entah apa itu..

" berubah."ujar sai kmbali normal.

"Benarkah?"Tanya naruto."Ngomong-ngomong aku kaget,karna masih ada yang mengingat jabatanku yang dulu"ujar naruto

"Aku tidak pernah melupakan anda"balas sai,dengan senyum kosongnya.

"Benarkah?"Tanya naruto ganjil.

Sai tersenyum..bedanya,kali ini ia terlihat sedih.."Baiklah..sepertinya aku harus memenuhi permintaan majikanku.."ujar sai pelan.

"Apa?kau juga punya majikan di kota ini?"Tanya naruto penasaran "Perintah apa?"

Sai tersenyum lagi "Aku akan memberi uchiha sasuke hadiah"ujar sai santai.

"Ap-"

"Karna aku menghormatimu, akan memberitahumu lebih dulu tentang tugasku kali ini.."

Naruto merasakan punggungnya dingin."Tunggu—tapi…sasuke adalah…"kalimat naruto terpotong.

"Aku tau..karna itu,aku memperingatkan pangeran."ujar sai dingin "bersiap-siaplah.."

BOFF!

Sai menghilang dalam kepulan naruto mnggapai udara kosong.

"Sai?"Tanya naruto bingung,ia memikirkan nama itu terus menerus..dimana ia pernah bertemu sai?

Lalu naruto tersentak kaget..memberi hadiah..pada orang selain majikan..itu sama saja dengan…

Membunuh sasuke!

Naruto menghilang dengan cepat,kembali kekamar sasuke,

Dan kamar sasuke tidak lagi rapi,

Seluruh wallpaper kamarnya rusak seolah di silet oleh bertonton benda tengah berada di sudut kamar,nyaris teririris kalau saja naruto tidak segera kembali.

sai mengambang di dekat sasuke,sedikit tersenyum sebelum naruto menggapainya.

BOFF!

Lalu lagi-lagi menghilang.

"Sasuke?!SASUKE!"jerit naruto panic,ia memeluk sasuke .

"Dobe…kau kemana saja.."ujar sasuke lemah.

Naruto mengelus pipi sasuke yang tergores dan berdarah,"Kau baik-baik sa.."naruto tidak melanjutkan kata-katanya karna sasuke telah pingsan tak sadarkan diri..

Pertarungan telah di mulai…

"Bagaimana nona?"

Tanya sai pada sakura yang duduk membelakanginya,sakura menatap bola Kristal di pangkuannya dengan intens.

"Terlalu berlebihan"komentar sakura "Tapi bagus juga.."

"Terimakasih nona."

"Panggil aku sakura!"bentak sakura."lagi pula..meskipun aku tidak menyuruhmu untuk memberi tahu patnernya sasuke tentang rencana pembunuhan kita!".sakura menoleh pada sai,mentaap peliharaannnya itu tajam

"Maaf nona..sakura"ujar sai lemah.

"Tidak apa-apa! Aku justru lebih suka begitu! Kau jenius sai!"puji sakura."Kali ini..biarkan mereka bernafas lega dulu,yang penting kita sudah memberi mereka peringatan…ini akan berkembang menjadi jauh lebih cepat dari pada dugaanku!"

Sai menatap sakura tidak berkedip."Untuk sementara kita diam?"Tanya sai

"Ya..sudah kubilang beri mereka sedikit waktu…aku ingin meihat perkembangannya."ujar sakura

Sai duduk di samping sakura,menatap Kristal yang berisi wajah sasuke yang tertidur setelah perbuatannya.

"Sai…"ujar sakura lemah.

"Hm?"

"Kau mengelus rambutku lagi."

Sai melepaskan tangannya dari rambut sakura secara reflex,ia heran kenapa ia begitu kecanduan mengelus rambut sakura.

"Ya..tidak apa-apa..lagi pula aku juga suka kok"akui sakura,pipinya bersemu sedikit.

Sai meletakan tangannya di rambut sakura,

Menanti pertemuan selanjutnya dengan naruto..

Naruto mengambang sepanjang malam di kamar inap sasuke tidak juga sadar.

Pikiran naruto melayang pada sai..

Sai?Dimana ia pernah mendengar nama itu sebelumnya?

Naruto turun untuk menatap sasuke,menggenggam tangan sasuke yang di infus.

"Ngggh..dobe.."ujar sasuke mulai sadar.

"Te..teme..kau baik-baik saja?"Tanya naruto khawatir,

Sasuke berusaha keras mengatakan sesuatu,dan naruto menanti dengan tidak sabar..

"Panggil aku tuan,dobe!"

Naruto nyaris jatuh dari tempatnya berdiri."kau tidak punya kata-kata lain teme?"

"Tuan,dobe!"paksa sasuke.

" ..tuan sasuke.."ujar naruto mengalah.

Sasuke berdiri dengan naruto membantunya.

"Tuan sasuke"ujar naruto menatap sasuke serius."ada seseorang yang ingin membunuhmu"

"Hn."ujar sasuke acuh.

"Jangan Cuma hn! Nyawamu terancam! Setidaknya,aku harus tau alasannya."

"Aku juga tidak tau."ujar sasuke cuek "Kalau aku terancam,ini juga bukan urusanmu."

"Tuan! Ini urusanku! Tuan sasuke adalah patnerku saat ini,itu sama saja tuan,adalah tanggung jawabku" ujar naruto kesal

Sasuke menatap naruto,mencoba menelusuri mata biru cerah naruto."Mungkin hanya pembunuh bayaran bodoh dari perusahaan musuh."ujar sasuke membuat naruto merasa perutnya teraduk-aduk,ia tau,pembunuhan sasuke mungkin sering terjadi sebelumnya,tapi untuk kali ini,lawan tidak bisa di remehkan.

"Baiklah..aku akan mengadakan perjanjian penuh…"ujar naruto mengalah.

Sasuke mengerutkan .

"Aku akan memberikan namaku padamu.."ujar naruto mengangkat tangannya,

ruangan yang sepi tempat sasuke menginap bersinar sebuah perjanjian baru saja terpaku.

"Namaku..Uzumaki Naruto"ujar naruto

"Naru-to?"Tanya sasuke tercengang karna wajah naruto bersinar biru.

"Mulai sekarang,setiap tuan sasuke memanggil namaku,aku akan selalu muncul—kapanpun dan dimanapun.."ujar naruto serius.

Sasuke merasakan perasaannya melambung,untuk pertamakalinya ia mengetahui nama naruto…tapi ia justru merasa bersalah."bukannya aku sama saja merampas ke bebasanmu?"Tanya sasuke heran,merasa bersalah dan tetap dengan ekspresi datarnya.# dasar stoik!

"Selama aku bisa melindungimu..kurasa itu tidak penting.."ujar juga sendiri tidak mengerti..kenapa untuk pertamakalinya,ia melakukan perjanjian seperti ini.. mengorbankan apapun hanya untuk melindungi sasuke..kenapa ia begitu mengaggap sasuke penting..? ia sendiri tidak tau..

"Tapi…"

Sasuke tidak melanjutkan protesnya,naruto mendaratkan bibirnya pada mata lembut kelopak mata mata si stoick menjadi bersinar merah.

"Sekarang anda adalah tuanku,secara sempurna.."ujar naruto "kehormatan,ke bebasan dan nyawaku..semuannya milik tuan..aku resmi sepenuhnya menjadi budak"ujar naruto serius."Hanya sampai 3 permintaanmu terpenuhi..aku akan melindungimu sepenuhnya."

"Naruto.."bisik sasuke lirih.

Ia tidak bisa membayangkan perasaannya sekarang: ia baru saja merampas kebebasan naruto, menjadikannya budak,melakukan perjanjian beresiko tinggi,,dan akan merepotkan naruto untuk seterusnya..

Tapi kenapa ia malah justru merasa senang?

Ia tidak mengerti perasaan damai karna mengetahui nama naruto berefek sebesar ini padanya.

Naruto melayang lagi,membiarkan sasuke tidur kembali,ia mengambang dengan pikiran yang juga mengambag kemana-mana..

Sai..

Sai?

Siapa dia?

"Naruto…"ujar sasuke sebelum ia jatuh tertidur.

"Iya tuan?"Tanya naruto

"Apa ini akan berbahaya bagimu?"

Naruto menatap sasuke"mungkin.."

"Bisa kau hentikan ini?"Tanya sasuke lagi.

"Tidak…hanya saja..pertarungan akan di mulai..ini tidak akan berhenti sebelum ia mendapatkan apa yang tuannya rencanakan."

"Kau mengenal siapa yang menyerangku?"Tanya sasuke kaget.

" kutau namanya adalah…sai."

DEG!

Naruto merasakan sesuatu mengaliri memorinya,

Ia ingat sebuah tangan kecil memegang ujung bajunya.

Mata hitam yang menatap padanya dengan wajah berkaca-kaca..

Sai..?

Siapa? naruto memegangi kepalanya,dan memori yang sekilas muncul, hilang begitu saja.

Naruto menghela nafas berat..

Pertarungan resmi di mulai…

****TBC***

HOLLA MINNASAN!

Kaze mau ngasih peringatan sekaligus selamatan karna berhasil mengetik fic ini hanya dalam waktu satu jam…#atau itu termasuk kelamaan?

Yah,,,maklum aja kalo kaze bikin banyak typo,OOC dan kesalahan EYD..ini karna kaze emang masih blum begitu familiar dengan dunia fanfic..dan ngetiknya juga buru-buru

Well,karna belum kaze check ulang…plis kasih kaze kritik and saran buat updatean kaze ini ya..

Thanks before,udah nyempetin baca fic ini..

OWARI ^_^

By; hoshino kaze