Summary :Namikaze Naruto terpaksa datang dari London dan menyamar sebagai seorang siswa SMU khusus laki – laki Konoha Gakuen untuk mencari kakak laki – lakinya yang ngak ada kabar 5 tahun.

Disclaimer © Masashi Kishimoto

Story : PANGERAN CANTIK

Rated: M – Indonesia – Humor/Romance/Drama

Pairing : Sasu X Fem Naru,

Warning : penuh gaje dan agak mesum

Author : Yue Lawliet


#Behind the scenes PANGERAN CANTIK

Cameramen: Thor… yakin nie adegan mau dipake….? (sambil buka-buka Scrip adegan CHAP 9-10)

Author bin Nista: ohohoho…. Iya donk. Pokoknya kita buat dia jadi OOC habis.. khukhukhu…..

sementara itu di ruang ganti artis

Sasu_teme: BBRRR….. dingin… kok kaya ada yang lagi ngomongin gw ya? (sambil melukin Naruto..)
Naru_chan: ah… geer aja kamu teme….. ngomong-ngomong teme…
Sasu_teme: hn…

Naru_chan: lepasinnn…. Teme…. Sesakk…

Sasu_teme: khukhukhu….


"ehehe… gomen senpai.. kami tidak se…." mendadak Naruto membatu dengan mulut terbuka melihat dua orang pemuda diatas ranjang, salah seorangnya persurai merah dengan wajah tampan baby face yang kini hanya memakai boxer berwarna merah dan seorang lagi seorang pemuda berparas cantik dengan surai pirang panjang menutupi sebagian wajahnya, dengan pandangan mata sayu dan nafas terengah-engah dan hanya ditutupi selimut saja mendadak membulatkan matanya ketika melihat sosok pemuda pirang bermata safir didepannya.

"A…ANIKI….!"

"Na..Naru_chan…?!

.

.


# Deidara si Provokator !

.

.

#Ruang Kelas 3 Lantai 2 Gedung Utara. Konoha Gakuen

Masa-masa sekolah adalah masa-masa paling indah dan menantang, saking menantangnya membuat para siswa tampan dari Konoha Gakuen selalu senang bila ada kejadian-kejadian menarik disekitarnya, seperti halnya pemuda raven yang satu ini, ups… dia bukan Sasuke Teme saudara-saudara… pemuda itu tampak lebih tua dari Sasuke, memiliki rambut hitam agak panjang yang diikat kebelakang, kadang juga kesamping dan kadang dikonde kalau lagi datang gilanya….(siapa sih thor….#all crew nanya penasaran), yah pemuda manis dengan wajah tampan bak model iklan pembersih wajah dan dilengkapi dengan sua kerutan yang melintang di wajahnya, Uchiha Itachi sang pemuda tampan, yang sekarang tengah menghela napas panjang, kebosanan… sesekali dia melihat langit dan menghitung awan yang melintas di kepalanya niatnya sih hitung bintang, tapi kan ini masih cukup siang untuk menghitung bintang, jadi setelah pedebatan yang panjang di akal logikanya akhirnya diputuskan untuk menghitung awan.

"Hahhh….. Bosannya hidupku ini.." sang pemuda raven itu tengah menerawang jauh ke depan sampai tidak merasakan aura-aura nista dari sebelah kanannya, seorang pemuda dengan banyak tindik duduk disebelahnya, seringai-seringai nista tergambar jelas diwajahnya ketika matanya melihat sebuah majalah bergambarkan kelinci, pemuda raven melihat pemuda tindik dari sudut matanya

"hah… enaknya ya jadi kamu Pain, hanya dengan melihat majalah Playboy hidupmu sudah bahagia" sindiran tajam pemuda raven menbuat pemuda tindik bernama Pain itu mendeathglare pemuda Raven tersebut.

"enak aja… maksudmu apa Itachi..? hidupku baru akan bahagia bila Conan_sensei dari Konoha Blossom menerima cintaku khukhukhu…"

'dasar kepala jeruk' Itachi membatin

"kau ini kenapa sih Tachi? Kalau bosan hidup lompat saja dari jendela ini.." dengan seringai jahil ala Pain.

"masalahnya… akhir-akhir ini tidak ada yang menarik.." wajah bosan Itachi makin tergambar jelas.

"makanya kau itu segera cari pacar sana" saran menyesatkan ala Pain sambil membuka majalah nistanya lagi, padahal dia sendiri juga Jomblo.

"hah… ngak ada yg cakep disini…" pernyataan Itachi sambil menerawang jauh, membuat buku kuduk Pain berdiri. Dan menatap horror rekan se-nongrong-annya.

"ka…kau…kau gay ya Tachi..?" mendadak Pain sweet drop sambil mundur 3 langkah kebelakang dan dengan tidak sopan nunjuk-nunjuk muka Itachi.

"bercanda Pain… lagi pula kalau gay aku juga pilih-pilih tau…. aku belum menemukan UKE manis yang memikat hatiku" Itachi mendengus kesal melihat kelakuan ngak jelas teman se-kamarnya di Asrama 2.

"memang kau mau seperti apa Itachi...?" mulai melenceng dari pembicaraan awal

"aku mau UKE yang TSUNDERE..." Itachi menyeringai nista

"hah... dasar MAHO..." Pain kembali membuka-buka majalah nistanya

"dari pada kamu ngak laku-laku, jangankan perempuan, laki-laki saja males memacarimu..."

"HAH… kau ini…" Pain yang hampir kesal ingin melempar wajh tampan tan berdosa (?) Itachi dengan kursi terdekatnya mendadak berhenti karena sebuah panggilan pengumuman.

Teng…Teng…Teng….. (suara dari sound khusus Kepala Sekolah)

"pemberitahuan… kepada Uchiha Itachi dari kelas 3-1 harap menghadap kepala sekolah…." Sebuah pengumuman yang jelas-jelas suara kepala sekolah terdengar sampai seluruh gedung.

"HAH…. Apa lagi sih maunya pria tua itu…" Itachi kesal, karena dipanggil dengan pengeras suara, padahal ka nada benda yg jauh lebih dipan lagi seperti HP atau BBM-an, malu-maluin

'padahal kan ada benda yg jauh lebih disopan lagi seperti HP atau BBM-an, malu-maluin' Itachi membatin

"kau ngk kesana Tachi?"

"ogah ah…" jawab Itachi sambil menyenderkan wajahnya dimeja, ngantuk… (kok jadi mirip Shikamaru dh#author heran)

Teng….Teng… Teng… (suara pengeras suara kembali)

"hoi… keponakan durhaka kalau dalam hitungan 10 detik kau tidak kesini akan aku sebarkan foto memalukanmu waktu acara tahun baru, 2 thn yang lalu"

Mendadak Itachi memucat dan

WWUUUUZZZZZZ….. ngacir no jutsu keruangan kepala sekolah dan meninggalkan Pain temannya yang sweetdrop

'e…emang foto apaan sih?' Pain membatin. (tapi mendingan ngak usah tau dh Pain hahahaha)

.

.

Baiklah kita tinggalkan Pain yang sekarang asik kembali dengan dunianya.. membaca buku-buku hentai. Khukhu… dasar mesum…. (ape loe kate#Pain miting author#khhakkk… ampun….)

Uhuk..uhukk… mari kita berpindah pada ruang serba putih yang bertuliskan THE HEAVEN OF SCHOOL… ups… bercanda maksudnya ruang UKS.

Terlihat 4 orang pemuda yang saling berpandangan, 2 pemuda, yg sbelah kanan berambut pirang pendek dengan wajah manis berkulit tan dangan garis halus dimasing-masing pipi cubby, mata birunya menatap tajam pemuda pirang berambut panjang di depannya, sedangkan pemuda berambut raven bin pantat ayam dengan wajah sok cool stoic, intens melihat 2 pasang pemuda yang baru saja melakukan adegan panas 15 menit yang lalu di ranjang nista dibelakannya dan tak lupa pula pemuda imut baby face dengan surai merah kini merangkulkan tangannya di belakang pemuda pirang berambut panjang itu dengan mesra.

'ternyata disini baka Aniki.. enak-enakan dia pacaran, meninggalkan aku yang kesusahan di London, dasar Aniki no baka' pemuda pirang a.k.a Naruto membatin kesal

'uhh… ngpain Naru_chan disini, un? Seingatku ini kan sekolah khusus cowok, apa mungkin selama ini Naru_chan adik ku itu cowok ya?, habis 5 tahun yang lalu juga ngak ketahuan dia itu cowok atau cwek, un. Tapi ngomong-ngomong nie anak dengar apa yang kami lakukan tadi donk, un' Deidara membatin binggung

'oh… jadi ini Anikinya Naru_chan, wah…wah… dokter UKS ternyata di uke-in ama senpai berwajah Uke.. ckckck….' Sasuke membatin heran

'emmm….. manis juga adiknya… tpi kyanya dah ada semenya deh…' Sasori membatin nista melirik pemuda emo di samping adik kekasihnya

Sang pemuda manis berkulit tan dan pirang berambut pendek dengan tinggi rata-rata 166 cm itu berdiri di dan mengebrak meja yang ada didepannya

BRRAAKKKK…

"ayo pulang Aniki…!" dengan menajamkan mata shappirenya

"tidak..un.." sang kakak memalingkan wajahnya

"ANIKI…. !"

"apa sih un… kan dulu kau yang menyarankan aku untuk meraih cita-citaku, un… dank au lihat… aku sekarang sudah jadi dokter umum, un…"

"i..iya… tapi gara-gara Dei_nii kabur aku jadi kesusahan, sekarang Tou_san menyuruhku untuk mengantikanmu tau… aku kan juga punya cita-cita ANIKI NO BAKA…"

#Deidara POV

Uh… kok bisa-bisanya Naru_chan ada disini ya, un… padahal aku sudah ganti nama jadi Ryuga Aihara, pasti Naru_chan menggunakan kekuasaan Namikaze untuk menyelidikiku,un.

"ayo pulang Aniki…!" dengan menajamkan mata shappirenya

"tidak..un.." sang kakak memalingkan wajahnya

"ANIKI…. !"

"apa sih un… kan dulu kau yang menyarankan aku untuk meraih cita-citaku, un… dank au lihat… aku sekarang sudah jadi dokter umum, un…"

"i..iya… tapi gara-gara Dei_nii kabur aku jadi kesusahan, sekarang Tou_san menyuruhku untuk mengantikanmu tau… aku kan juga punya cita-cita ANIKI NO BAKA…"

TRINGGG (lampu karatan 50 watt muncul dikepala pirang Deidara)

"trus… kenapa kau mau jadi penerus, un?" aku mulai membalikan pertanyaan pada Naru_chan, adik cewekku yang manis tapi polos ini.

"a..aku? siapa bilang aku mau jadi penerus perusahaan, aku kan dari dulu ingin jadi seorang artis theater, cita-cita ku itu di Boardway Dei_nii"

Oke… sudah ketahuan kelemahannya, sejenak aku mengalihkan mataku pada Sasori kekasihku.

'em… kau tau kan apa yang aku pikirkan Koi…' aku mengirimkan telepati kepada Sasori

'ow… aku tau maksudmu my Honey..' Sasori menyeringai iblis dan memandang adikku didepannya. Namun tiba-tiba aura hitam menyeruak dari tubuh pemuda raven disebelah Imoutoku,

'awas kalian macam-macam ya…' matanya mengatakan seperti itu. (lah… kok jadi main telepati gini sih…#author sweetdrop)

Eh… itu kan Uchiha Sasuke, kok bisa dia akrab dengan adikku sih? Dan sepertinya ada aura-aura janggal di antara mereka… wah..wah… sepertinya mendadak aku punya calon adik ipar nie….

"oh iya Naru_chan.."aku memulai pembicaraan yang sedari tadi sebenernya terputus ini, kepala pirang Naru_chan yang tadinya menunduk, menegak dan melihatku dengan tampang polos namun imut-imut itu. KYAA…. Imouto-ku memang paling manis…

"apa… Dei_nii.." dengan tampang malasnya, ini dia yang tidak aku sukai darinya, sifat tomboynya itu loh….. padahal aku ingin sekali cosplay dengan adikku yang manis ala Seifuku…. (dasar otaku#baru tau ya… aku Otaku, un)

"kau tau… lima tahun yang lalu, Tou_san kan telah menjodohkanmu dengan anak rekanannya di London, katanya dia masih keturunan bangsawan Inggris loh" aku mulai menjalankan ideku

"AUUPPPAAAA….?!" Yes… sukses… dia menanggapi dengan baik

"iya loh Naru_chan, dengar-dengar dia itu orang asing dari London, bukannya kau tidak mau menikah dengan orang yang bukan kebangsaan Jepang kan" aku mulai menjalankan misi menghasut adikku, sejak kecil kan anak ini benar-benar ababil, jadi gampang dihasut khukhukhu…

"tentu saja… aku tidak mau makan roti dan kentang setiap hari nii_chan…."

"itu kan… Tou_san kan suka seenaknya menentukan masa depan kita kan.. bukannya kau mau menjadi Artis… Na-ru_chan…."

"i…iya… pastilah Ni_chan…" pandangan mata anak ini mulai teralihkan, khukhukhu….

"kau tau… Sasori ini adalah seorang puppet master dan master theater Kabuki di Jepang loh…"

"hah! Jangan-jangan anda…. " Naru_chan menatap intens kea rah Sasori, dengan senyuman manis Sasori menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

"iya… perkenalkan namaku Sabaku no Sasori…"

"HUAAA…. KA... KAU MASTER SASORI YANG TERKENAL DI DUNIA TEATHER KABUKI ITU!"

#Deidara POV end

.

#Sasuke POV

"hah! Jangan-jangan anda…. "

"iya… perkenalkan namaku Sabaku no Sasori…"

"HUAAA…. KA... KAU MASTER SASORI YANG TERKENAL DI DUNIA TEATHER KABUKI ITU!"

Entah apa yang tengah direncanakan Aniki dari Naruto, tapi pastinya sesuatu tang membuat Naruto teralihkan dari tujuannya. Ckckck… ternyata Aniki-nya benar-benar licik. Mendadak Naruto mengengam tangan Sasori

"Master Sasori…. Sudah lama aku mengagumi anda KYAA… " dengan mata yang berbinar-binar dan ditanggapi oleh seringai penuh arti oleh Sasori senpai.

Dengan cepat aku memisahkan pegangan tangan itu, enak saja nyentuh-nyentuh Dobe_ku, kau kan sudah punya Anikinya…

"apa sih teme… " dengan kasar Naruto melepaskan pegangan tanganku pada lengannya.

"ck.. dobe.."

"kau ini knapa sih teme… kau tau kan dia itu Master theater, Sabaku no Sasori… aku itu pengemar beratnya tau…"

"hn…" hhuhh…. Dasar baka… ngak ngerti perasaan pria remaja yang sedang cemburu seperti aku.. hah? Cemburu? Kenapa aku harus cemburu… mungkinkah aku menyukai Naruto?

Deg…deg…

Ku…kuso… mendadak jantungku berdebar kencang… sepertinya aku benar-benar sudah menyukainya.

#Sasuke POV end

Pemuda raven a.k.a Sasuke sang bungsu dari Uchiha mendadak memalingkan wajahnya dari tatapan mata sang gadis manis di depannya. setelah sekian Fic ini mencapai chap 8 akhirnya pemuda pantat ayam alias Uchiha Sasuke mengakui bahwa dirinya jatuh cinta pada gadis crossdress didepannya.

"kau kenapa teme? Kok diam saja? Wajahmu merah? Kau demam ya?" dengan polosnya Naruto mendekatkan dahinya pada dahi Sasuke yang wajahnya hampir merah, semerah tomat kesukaannya.

"hn… aku tidak demam dobe.."

"kau ini bagaimana sih teme… aku ini kan teman sekamarmu, peraturan dari Gaara kan setiap pasangan yang sekamar bertanggung jawab pada pasangannya masing-masing baik sehat mau pun sakit, kau lupa ya teme…. Kalau kau sakit aku yang repot"

'uh... peraturan yang kedengaran seperti kewajiban suami-istri saja' Naruto masih sibuk memegangi dahi Sasuke, sedangkan yang empu menahan wajah merah dan debaran jantung.

'damn... baru kali ini aku rasakan seperti, wajah manis gadis ini dan perlakuannya tadi tidak baik untuk jantungku' Sasuke membatin dilema.

Namun pernyataan super polos Naruto membuat anikinya melotot dan mencengkram lengan sang adik dengan tatapan mata tajam

"ka…kau sekamar dengannya?!"

"i…iya Aniki… kan aku masuk asrama" dengan polosnya Naruto mengatakan itu, pandangan mata Deidara beralih pada Sasuke yang masih memasang tampang stoicnya

"kau.. kau sudah apakan adikku… MESUMMM…." Deidara hampir saja meninju Sasuke dan sukses ditahan oleh Sasori dan Naruto melindungi Sasuke di depannya.

"sabar.. Ai_chan… sabar…"

"aku tidak diapa-apakan olehnya Aniki.. malah dia yang menutupi kenyataan kalau aku ini perempuan"

"ta.. tapi… kau tidak boleh sekamar dengannya…"

"tidak bisa Aniki.. saat ini hanya Sasuke yang tau identitas ku sebenarnya, bisa repot kalau selain Sasuke mengetahui identitasku, aku bisa ditendang dari sini…."

"aku tidak akan macam-macam denganya.." aku mulai buka suara

"lagi pula seleraku itu perempuan feminim dengan dada besar, bukan cewek cerewet, berisik berdada rata seperti dobe ini.." pernyataan Sasuke membuat Naruto membelalakan matanya.

TWIITTCCHH…. (sudut siku-siku di dahi Naruto)

"enak saja, kau juga bukan tipe ku teme..! tipeku itu pria romantic dan perhatian seperti seorang pangeran mengerti…" Naruto melipat tangannya didada, dan memandang kesal Sasuke.

'enak saja ngatain dadaku kecil, ini masih masa pertumbuhan tau…' Naruto membatin

"hah… mana ada laki-laki normal yang menyukaimu dobe… Cuma pria phedophil yang menyukaimu, badan pendek cerewet dada kecil" dengan seringai meremehkan ala Uchiha

'unghh…. Artinya aku Phedophil dong..' Sasuke membatin galau

"unghh… kau mau kuhajar ya…" belum sempat Naruto memukul Sasuke sudah dihentikan oleh Deidara yang mendadak sweetdrop melihat kelakuan pasangan didepannya.

'wah… bisa-bisa terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)' Deidara dan Sasori membatin

"sudah… sudah…. Kalian.. oh iya Naru_chan, Deidara pernah bercerita kalau kau berbakat dalam seni sandiwara kan… bagaimana kalau kau masuk ekskul Theater di sini.."

"ta…tapi…. Aku kan niatnya mau membawa aniki pulang, ayo… aniki kita pulang ke London…" Naruto menarik-narik tangan Deidara

"tidak bisa Imoutoku…. Aku terikat kontak 2 tahun disekolah ini, kalau aku keluar aku bisa dikenakan finalty sebesar 1 milyar.."

"hah?" semua serentak, Deidara menaikan bahunya dan memperlihatkan surat perjanjiannya dengan kepala sekolah Hatake Kakashi. Yang berbunyi

'dengan ini saya sahkan yang bernama Ryuuga Aihara sebagai dokter UKS Konoha Gakuen, dan wajib menjalankan kewajiban dan menerima hak sesuai job desk, bila keluar tiba-tiba maka wajib membayar denda 1 milyar, camkan itu baik-baik, tertanda Kepala Sekolah paling tampan sepanjang sejarah Konoha Gakuen, Hatake Kakashi'

Mendadak semua yang melihat jawdrop ditempat, terutama Sasuke yang agak mual melihat kalimat terakhir,

'kalau dia sih seharusnya bukan 'Kepala Sekolah paling tampan sepanjang sejarah Konoha Gakuen' tapi 'kepala sekolah paling nista di Konoha Gakuen' untung dia tidak menyandang nama Uchiha, bisa bunuh diri kakek moyang kami' Sasuke membatin gaje.

"lalu bagaimana Naru_chan, aku tidak mungkin bisa pulang"

"a..aku juga tidak mungkin bisa pulang tanpa Dei_ni… so…soalnya… aku juga melakukan perjanjian dengan Kaa_san, kalau aku pulang tanpa Dei_ni selama 2 tahun ini, a….aku.. aku…" Naruto menundukan kepalanya dan membuat ketiga pemuda didepannya penasaran

"AKU IKUT SEKOLAH KEPRIBADIAN SEORANG PUTRI ….. HUUUUEEEE….. AKU TIDAK MAUUU….." teriak Naruto lebay….

GUBRRAAKKKKK

Tiba-tiba terjadi penggubrakan Massal di UKS.

"ehem… " Deidara bangkit dari gubraknya

"jadi begini saja Naru… kita kan sama-sama di perlakukan tidak adil oleh Kaa_san dan Tou_san, lebih baik kita memberontak saja…" Deidara mulai memprovokator

"maksud Ni_chan?"

"kau…. Bergabunglah denganku di club Theater dan bila kau berkembang dalam 3 bulan ini, akan aku orbitkan kau sebagai artis di Sabaku entertainment," Sasori memberikan penawaran

"a….aku…? Sabaku Entertaiment, produksion House tempat terciptanya artis-artis jepang yang telah berhasil di Hollywood ?" Naruto membelalakan matanya tidak percaya dengan penawaran emas didepannya.

"a…aku…" Naruto menunduk ragu.

"begini saja… kau pikirkanlah penawaranku ini… besok aku tunggu jawabannya disini… oke…"

.

.

Skip time


#Malam hari di Kamar 207 Asrama 2

Terlihat dua orang pemuda yang tengah duduk di meja belajar masing-masing sambil menulis 'aku tidak akan membolos pelajaran olah raga lagi' sampai 500 kali. Sebenarnya bukan hukuman dari sang guru yang terkenal narsis bernama Mighty Guy, tapi itu hukuman dari ketua kelas Sabaku no Gaara, ckck… Gaara memang terkenal dengan taat peraturannya.

"ughh…. Capeknya…" pemuda raven yang telah selesai dengan tulisannya menggeser bangku dan siap-siap untuk pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual rutin sebelum tidur, bershower-shower ria.

Setelah 20 menit melakukan ritual pembersihan diri di kamar mandi, Sasuke keluar dan hanya memakai celana tidur berwarna hitam selutut tanpa pakaian atas. Rambutnya yang basah di keringkan dengan handuknya. Ketika dia merebahkan dirinya di tempat tidur mendadak perhatiannya terhenti ke pada pemuda… opss… gadis yang tengah melamun di meja belajarnya.

"hey… dobe… "

"…..hn.." mendadak trandmark Sasuke di pakai oleh gadis pirang didepannya dan membuat pemuda bermata Onix itu berdengus kesal

"ck… kau itu masih memikirkan tawaran dari Sasori senpai ya…" Sasuke menarik kursi belajarnya dan menghadapkan dirinya di sebelah Naruto

"hmm… iya teme… sejenak hatiku bimbang teme.. bila aku kembali dengan Aniki ke London tapi apa yang kami terima, bertahun-tahun aku dan Aniki seperti burung di sangkar emas, hanya bisa menurut dan menurut… apa lagi setelah tau dari aniki sebenarnya aku itu sudah dijodohkan oleh seorang bangsawan, hah…. Rasanya hidupku itu hambar sekali teme…."

"hn.."

"ah…. Kau ini.. aku sudah cerita panjang x lebar x tinggi, jawabanmu hanya 'hn' teme tidak ada yang lain apa"

"aku mengerti kok dobe… tapi sebenarnya ada permasalahan yang lebih gawat lagi malam ini…"

Naruto menatap penasaran kearah Sasuke yang kini sedang menyeringai iblis dan membuat bulu kuduk bungsu dari Namikaze itu mengindik ngeri

'waduh… kok rasanya ada tanda bahaya nie..'

Sasuke mendekatkan dirinya ke wajah Naruto dan membelai rambut pirangnya yang lembut

"kau tau… malam ini…. Kita tidur sekamar…"

POOOFFFF….

Mendadak wajah Naruto bersemu dan merah seperti buah tomat.

"ma…. Mau apa kau teme…?"

"aku ..?" senyuman penuh arti berlihat diwajah tampannya

"ka… kau mau apa? Ummmhhh…. Ummm…" mendadak bibir Naruto merah di lahap oleh bibir Sasuke, tangan Naruto terus menerus mendorong dada bidang Sasuke yang kini tengah Topless namun tidak berhasil karena perbedaaan kekuatan mereka..

"aku ingin menghukum-mu.. Na-ru-chan…."

'unghh…. Oh my Jashin….. aku lupa kalau orang yang sekamar denganku ini amat sangat mesum, gawat nie… keperawananku bisa hilang…..'

"bersiaplah menjadi milikku Naruto….."

TBC….?


#Salam Author

hay readers... thanks ya dah baca chap ini. khukhukhu... sori aku potong biar kalian penasaran dan menduga-duga adegan selanjutnya. oh iya ada permintaan dari readersku yang ingin diminta buatkan OC dific ini... tenang saja di fic ini aku memang membutuhkan beberapa OC. dan kalian boleh memberikan reques OC-OC yang nantinya akan bersanding di FIC ini hehehehe...

jangan bosen-bosen untuk reviews ya,,,,,

sampai bertemu di chap berikutnya...