Title : Trouble Noonars *2*
Author: Vy and MiiWon Lee
Rate: T dulu
Genre: Romance, Friendship, Action, Hurt/Comfort
Length: Chaptered
Casts: Umi Latifah as Ahn Sung Mi, Ocktafiany as Fia, Byun Baek Hyun, Choi SiWon, Kim Jong Dae, Tan HanGeng
Other Casts: Wu YiFan aka Kris Wu, Lee Taemin, Huang Zi Tao, Jang HyunSeung, Kim HyuNa, Kim KiBum, Kim MinSeok, Kim YoungWoon aka KangIn, Cho KyuHyun
Note: Ide yang muncul setelah perkenalan tiba-tiba antara Ockta si Pona dengan Tante Umi. FF colaborate antara Ockta dan Umi.
Warning: typo (s), OOC banget, bahasa tak dimengerti, cerita gag nyambung, dll
Disclaimer: Cast milik orang tua, manajemen, dan fansnya. HanGeng, Siwon, Baek Hyun, Jong Dae milik Pona dan tantenya xDD
.
.
.
.
.
.
Author POV
"Oppa! Apa yang sedang kau cari sebenarnya? Aku bosan!" Ucap seorang gadis manis pada pemuda tampan yang sedang asyik memilih-milih buku di salah satu rak toko buku.
"Sebentar Sung Mi. Aku belum menemukan buku yang dimaksud oleh dosenku itu." Ucap Siwon, pemuda tampan yang tadi menjemput Sung Mi di sekolahnya.
Setelah menjemput Sung Mi di sekolahnya, Siwon mengajak Sung Mi ke sebuah mal untuk menemaninya. Tapi, entah apa penyebabnya, wajah Sung Mi yang tadinya ceria, berubah menjadi suram sejak ia datang ke mal ini.
"Hei, lihat, dia tampan sekali bukan? Aaahhh, aku mau jadi kekasihnya."
"Dia mirip dengan member Super Junior. Tampan sekali."
"Apakah dia malaikat? Benar-benar tampan."
"Tampan tampan! Apanya yang tampan?! Dasar genit!" Gerutu Sung Mi saat mendengar pujian gadis-gadis di toko buku tersebut.
'Bruk'
"Aaahh! Tuan maafkan aku. Aku tak sengaja. Apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" Tanya seorang gadis yang baru saja bertabrakan dengan Siwon. Saking khawatirnya (ralat!) saking terpesonanya ia pada Siwon, ia mengambil kesempatan itu untuk menyentuh Siwon.
"Aaaahh,, tidak. Aku baik-baik saja." Jawab Siwon ramah.
'Apa-apaan mereka berdua? Dasar genit! Awas saja kau Choi gila!' Batin Sung Mi. Wajahnya yang suram pun semakin suram. Aura disekelilingnya juga mendadak horor membuat pengunjung wanita di toko buku itu bergidik ngeri melihatnya.
"Jika kau belum selesai juga, maka aku pulang sekarang! Aku ada janji dengan teman-temanku!" Ketus Sung Mi. Ia meninggalkan Siwon sambil menghentakkan kakinya sebal.
"Hei hei hei! Ahn Sung Mi! Tunggu aku! Kita bahkan belum makan." Ucap Siwon mengejar Sung Mi. Sung Mi yang dikejar malah mempercepat jalannya. Bibir mungilnya terus saja menggerutu.
'Bruukkk'
"Haaaiiisshh. Siapa yang berani menab... Kau?!"
"Eeh?! Sung Mi noona. Tak kusangka kita akan bertemu disini." Ucap seseorang yang baru saja menabrak Sung Mi.
"Hei Byun Baek Hyun! Sedang apa kau? Ehh! Sung Mi noona?" Sapa Jong Dae pada Sung Mi.
"Ahn Sung Mi, kenapa jalanmu cepat sekaa... Siapa mereka?" Tanya Siwon heran yang melihat dua orangnamja sedang mengobrol dengan Sung Mi.
"Hei bebek Kim! Aku pinjam kawanmu sebentar! Dan kau Byun Baek Hyun! Tak ada penolakan, atau kau rasakan akibatnya besok!" Ancam Sung Mi pada Baek Hyun, namja yang menabraknya tadi. Bukannya takut, Baek Hyun malah tersenyum lebar mendengar perintah Sung Mi.
"Baiklah noona. Jong Dae! Kau pulanglah dulu." Ucap Baek Hyun pada Jong Dae.
"Baiklah. noona, aku pulang dulu." Pamit Jong Dae sopan, tak lupa ia membungkukkan badannya pada Sung Mi dan Siwon sebelum ia beranjak.
"Bawa tasku!" Perintah Sung Mi sambil melempar tasnya hingga mengenai wajah Baek Hyun.
"Baik noona. Kita mau kemana?" Tanya Baek Hyun pada Sung Mi sambil mengusap hidungnya yang terkena lemparan tas Sung Mi.
"Tak usah banyak tanya! Kau ikut aku atau kau akan dihukum oleh teman-temanku!" Ketus Sung Mi. Mereka terus mengobrol, lebih tepatnya Sung Mi memerintah dan Baek Hyun hanya berkata 'baik noona' dan 'iya noona', hingga ia melupakan seseorang yang berjalan di belakang mereka.
"EHEEEM!"
"Apa?!" Tanya Sung Mi saat mendengar Siwon berdehem.
"Kau tak lapar? Ayo kita makan dulu." Ajak Siwon yang langsung menggandeng tangan Sung Mi.
"Le-lepaskan tanganku!" Bentak Sung Mi ketus, namun berkebalikan dengan rona pink yang menghiasi pipi Sung Mi. Siwon mengernyit heran, 'sejak kapan ia bersikap ketus padaku?' Batin Siwon heran akan sikap Sung Mi yang mendadak ketus terhadapnya.
"K-kau jalanlah duluan oppa. Byun Eyeliner cepat kau ikut aku!" Ucap Sung Mi sambil menarik kerah belakangblazer Baek Hyun. Baek Hyun yang tak siap langsung terhuyung kebelakang dan hampir terjatuh.
'Sial! Berani-beraninya si Byun Byun itu membuat Sung Mi mengacuhkanku. Awas kau bocah!' Batin Siwon yang berjalan di depan mereka. Wajahnya menunjukkan bahwa perasaannya sedang tidak baik-baik saja. Wajah tampannya terlihat seperti kecoa sakit perut. Sedangkan Sung Mi malah sibuk menggeret Baek Hyun seperti sedang menggeret koper. Mereka terus berjalan seperti itu hingga mereka sampai di rumah makan fast foodfavorit Sung Mi.
"Kau mau pesan apa Sung Mi?" Tanya Siwon lembut pada Sung Mi.
"Byun! Geretkan kursiku, bersihkan kursiku dengan tisu! Mejanya juga!" Bukannya menjawab Siwon, Sung Mi malah sibuk memberi perintah pada asisten abadinya ini.
"Baik noona." Dengan patuh Baek Hyun melakukan apa yang diperintahkan oleh Sung Mi. Baek Hyun sama sekali tidak keberatan. Bahkan, ia sangat senang, karena dengan begini, ia bisa selalu dekat dengan noona favoritnya itu.
"Sung Mi, kau mau makan apa?" Tanya Siwon lagi. Nada bicaranya tetap lembut. Berkebalikan dengan suasana hatinya.
"Byun, pesankan aku burger jumbo, spagetti, kentang goreng, dan soft drink. Kau mau pesan apa oppa?" Ucap Sung Mi setelah ia duduk.
"Spagetti dan soft drink saja, eemm?"
"Baek Hyun. Panggil saja Baek Hyun, hyung." Ucap baek Hyun pada Siwon ramah. Ia pun pergi untuk memesan makanan.
"Dia siapa?" Tanya Siwon pada Sung Mi.
"Adik kelasku. Merangkap asisten pribadiku. Kenapa oppa?" Tanya Sung Mi.
"Tak apa. Kau terlihat dekat sekali dengannya."
"Kenapa? Kau cemburu?" Tanya Sung Mi santai.
"Ti-tidak. Aku hanya bertanya saja." Jawab Siwon terbata.
"Aaah. Mengaku saja. Daritadi sejak Baek Hyun datang, wajahmu langsung berubah seperti doraemon yang kehilangan dorayaki-nya." Goda Sung Mi membuat Siwon shock. 'Bagaimana bisa dia...' Batin Siwon heran. Ia hanya memasang wajah datarnya. Sedetik kemudian, wajahnya berubah, smirk terukir di bibirnya.
"Lalu? Apa bedanya denganmu nona Ahn? Sejak kita tiba wajahmu cemberut seperti kodok yang akan melahirkan. Apa kau cemburu karena banyak yang menggodaku tadi?" Siwon berbalik menggoda Sung Mi. Kini Sung Mi-lah yang wajahnya berubah shock. Jangan lupakan rona merah di pipinya yang membuatnya nampak semakin manis dimata Siwon.
"Aa-apa yang kau katakan? A-aku hanya bosan tadi!"
"Sudah, mengaku saja. Lihat lah, wajahmu merah. Hahahahaha." Ejek Siwon.
"Kau jangan mengalihkan pembicaraan oppa! Kau yang cemburu."
"Apa buktinya kalau aku cemburu? Aku kan hanya heran kau bisa dekat dengan adik kelasmu sendiri."
"Kenapa kau heran?! Wajar kan kalau aku dekat dengan adik kelasku sendiri?! Kenapa kau yang sewot?!"
"Tapi kedekatan kalian itu tidak wajar! Bagaimana bisa dia mau menuruti semua perintahmu? Lagipula jika kau tak cemburu, kenapa dari tadi kau ketus terhadapku?!"
"Itu karena aku bosan Tuan Ugly Choi!"
"Hei! Aku ini tampan!"
"Percaya diri sekali kau?! Dasar kutu buku jelek!"
"Permis..."
"APAAA!" Teriak mereka berdua kompak, hingga membuat Baek Hyun kaget dan nampan yang dibawa nyaris jatuh.
"Ma-maaf aku mengganggu perdebatan kalian. Ini makanan kalian." Ucap Baek Hyun.
"Maaf Baek Hyun. Aku hanya kaget saat kau datang tadi." Ucap Siwon sopan yang hanya dibalas senyum tulus dari Baek Hyun.
"Cepat duduk!" Ucap Sung Mi pada Baek Hyun. Mereka pun akhirnya makan dalam diam. Entah Sung Mi yang kelaparan atau dia sedang emosi, ia makan seperti Hulk yang sedang kelaparan.
Sung Mi tiba-tiba mengiris burgernya sebagian, ia menambahkan di dalamnya banyak saus sambal, kentang goreng, dan sedikit spagetti yang ada dipiringnya sedikit hingga burger itu menjadi lebih tebal.
"Hei Byun!" Tanpa aba-aba, Sung Mi memasukkan potongan burger itu ke mulut Baek Hyun hingga mulutnya penuh dan tak bisa tertutup. Sung Mi yang melihatnya hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal. Ia mengambil ponselnya, lalu memfoto ekspresi Baek Hyun yang lucu itu.
"Hahahahahah. Lihatlah wajahmu! Lucu sekali. Seperti Squidward yang tersedak garpu di kartun Sponge Bob. Hahahaha. Fia dan yang lainnya harus melihat ini. Hahahaha." Ucapnya sambil tertawa lebar.
'Cantik sekali...' Batin Baek Hyun sambil berusaha menelan burgernya itu.
"Kau ini. Kasihan dia." Ucap Siwon sambil menahan tawa, ia merasa kasihan dan menyerahkan minumannya pada Baek Hyun.
"Biarkan saja. Eh oppa! Kau antar aku langsung ke rumah Kyuhyun oppa ya. Mereka sudah menungguku. Baek Hyun biar ikut saja denganku." Pinta Sung Mi pada Siwon.
"Siapa yang akan menjadi lawan kalian?" Tanya Siwon. Baek Hyun hanya menatap mereka berdua dengan mata berair. Bukan! Bukan karena cemburu. Tapi karena menahan pedas akibat sambal yang ada di burger tadi.
"Siswa Hyundae School. Kau tak perlu menasehatiku. Karena nasehatmu pasti 'berkelahilah dengan hati-hati dan jangan sampai terluka' iya kan?" Tanya Sung Mi. Siwon hanya tersenyum dan mengacak rambut Sung Mi gemas. Sung Mi yang mendapatkan perlakuan mendadak dari Siwon, hanya bisa memerah saja.
'Kau sungguh lucu..' Batin Siwon sambil menatap Sung Mi. Mereka pun melanjutkan acara makan mereka dengan khidmat. Sesekali kedua pria ini melirik ke arah yang sama. Sedangkan yang dilirik, terus saja asyik mengunyah makanannya.
.
.
.
.
.
.
"Sial sial sial! Dasar paku sialan! Bisa-bisanya dia berada disitu! Aaaaarrgghhh..." Seorang yeoja terlihat sedang menggerutu dan menendang ban mobil Lamborghini-nya.
"Haaaaiiisssshh.. Kemana anak panda itu?! Apa dia sedang berkumpul dulu dengan para saudaranya di penampungan panda?!" Yeoja itu menggerutu sambil mencoba menelfon temannya. Ia terus berjalan mondar mandir. Wajahnya terlihat sangat gelisah.
"Kris masih bersama Seul Ra, Sung Mi bersama Choi tiang itu. Taemin dan yang lainnya sudah di rumah Kyuhyun oppa. Haiiissssshhh..." Ucapnya lagi. Ia benar-benar terlihat frustasi.
Lihatlah, rambutnya yang sedari tadi diacak-acak olehnya. Belum lagi raut mukanya yang terlihat seperti benang kusut.
"Fia!" Panggil seseorang dari motor sport birunya.
"Saem? Sedang apa kau?" Tanya Fia pada orang yang memanggilnya itu.
"Aku baru saja pulang dan tak sengaja lewat sini dan bertemu denganmu. Kau sedang apa? Mobilmu kenapa?"
"Ban mobilku terkena paku sialan itu. Aku sedang menunggu anak panda menjemputku, tapi ia tak juga datang."
"Mau kuantar?"
"Aahh, kau benar Hangeng saem. Sebentar, aku telfon bengkel dulu." Ucap Fia. Ia pun menelpon bengkel langganannya.
'Kau benar-benar gadis yang berbeda Fia...' Batin Hangeng. Matanya tak berhenti memandang muridnya yang sedang sibuk menelfon itu.
"Hey saem jelek! Kau melamun?" Ucap Fia mengagetkan Hangeng.
"Aahh.. Tidak. Ayo!"
"Aku yang membawa motornya, kau dibelakang. Tak usah protes atau aku tak jadi menumpang denganmu!" Hangeng yang melihat permintaan Fia itu hanya melongo. Pasalnya, jarang sekali ia menemukan gadis yang bisa mengendarai motor sport.
"Kenapa kau melamun?! Cepat!" Lagi-lagi Fia mengagetkan gurunya yang tampan itu. Sedetik kemudian Hangeng tersenyum dan turun dari motornya. Fia pun naik ke atas motor sport itu.
"Ayo cepat naik saem jelek! Jangan diam saja!" Hangeng mengacak rambut Fia gemas. Ia melepaskan helmnya dan memakaikannya pada Fia.
"Kau yang mengemudi kan? Sebaiknya kau yang menggunakan helm." Ucapnya lembut sambil memakaikan helmnya. Jarak wajah mereka yang sangat dekat membuat pipi Fia tiba-tiba memanas, beruntung ia sudah mengenakan helm hingga Hangeng tak bisa melihat wajahnya yang merah seperti bulu angry bird itu. Setelah Hangeng naik, Fia pun langsung melajukan motornya dengan kecepatan penuh, membuat hangeng berdoa agar ia bisa selamat dan dapat kembali mengajar di sekolahnya setelah ini.
.
.
.
.
.
.
"Aaahhh,, sudah sampai." Ucap gadis bersurai hitam itu sambil melepaskan helmnya.
'Brrrrrrrmmmmmm...'
"FIA!" Teriak namja tinggi berwajah seram pada gadis yang baru turun dari motor itu.
"Lho! Hangeng saem?" Sapa Tao, namja itu sambil membungkukkan badannya.
"Ini. Terima kasih. Sudah saem cepatlah pulang! Sudah malam! Bye!" Ucap Fia yang langsung pergi meninggalkan Hangeng serta memeluk keras leher Tao sahabatnya, hingga Tao tidak bisa bernafas.
"Harusnya aku yang bilang begitu. Dasar anak aneh." Gumam Hangeng sambil tersenyum melihat tingkah murid kesayangannya itu.
.
.
.
"Aku dataaaaaanngg!"
"Tao juga dataaaaaaannngg! Fi! Lepaskan! Aku tak bisa bernafas bodoh!" Umpat Tao pada Fia yang masih setia mencekik leher Tao dengan lengannya.
"Biar saja! Siapa suruh kau tak mengangkat telponku! Dasar siluman panda!" Bukannya melepaskan ataupun melonggarkan, Fia malah mempererat cekikannya hingga wajah Tao terlihat sangat mengenaskan sekarang.
"Hentikan Fia! Kau bisa mematahkan lehernya." Ucap Hyunseung yang sedang memangku Hyuna.
"Hei kecil! Kau tak lihat, wajahnya sudah seperti panda yang akan bertelur. Cepat lepaskan."
Kini Kibum yang berbicara. Fia pun melepaskan cekikannya dengan tidak ikhlas. Moodnya masih belum 100 persen baik gara-gara Tao yang tak menjawab telponnya tadi, hingga ia terpaksa diantar oleh Hangeng saem.
"Tinggal Sung Mi yang belum datang. Kemana anak itu?" Kyuhyun, si tuan rumah bertanya pada teman-temannya.
"Ia masih pergi dengan Choi tiang itu. Kencan mungkin." Jawab Fia santai. Ia langsung mengambil duduk diantara Taemin dan Tao.
"Eh Taem! Kau tahu, tadi saat kemari Fia diantar oleh Hangeng saem." Perkataan Tao membuat semua yang ada di ruangan itu langsung melotot kaget, bahkan Minseok sampai tersedak bakpaonya sendiri. Fia sang korban hanya diam dan men-death glare Tao.
"Yang benar kau, Tao? Aaahh... Kecil! Tak kusangka kau berpacaran dengan 'saem jelek'mu itu." Goda Kibum yang membuat wajah Fia semakin merah.
"Ternyata kau berpacaran sebelum tinggimu bertambah 10 cm. Dasar tak konsisten." Kali ini Kris yang menggoda kawannya yang sesama kapten tim basket itu.
"Benarkan apa kataku. Sudahlah, Kau cocok kok dengannya." Taemin tak mau ketinggalan mengejek temannya itu.
"Diam kalian semua! Kris! Akan kugantung kau di ring basket besok! Kibum oppa, berani kau berbicara lagi, kubakar motor kesayanganmu itu. Dan kalian berdua! Awas kalian! Kubakar bulu ketiak kalian!" Ancam Fia yang membuat semua tertawa terbahak.
"Minseok oppa, berani kau tertawa, kujadikan kau bola sepak untuk tendangan penaltiku besok. Dan kau KangInoppa, kubuang semua koleksi sarung tinjumu itu." Bukannya takut, semua malah semakin terbahak mendengar ancaman Fia. Hyunseung sang ketua hanya tersenyum -jaim- melihat tingkah para anggotanya.
.
.
Di luar ruangan
.
.
"Naahh, sudah sampai. Oppa, terima kasih ya." Ucap Sung Mi tulus sambil tersenyum pada Siwon.
"Sama-sama. Pulang nanti mau kujemput?" Tawar Siwon.
"Tak usah oppa. Lagipula, mobilku ada disini." Tolak Sung Mi halus.
"Baiklah, hati-hati ya." Ucap Siwon sambil mengacak rambut Sung Mi sayang.
"Ehem! Noona, aku turun duluan yaa. Hyung, terima kasih." Ucap Baek Hyun ketus. Cemburu mungkin?
"Baiklah, oppa hati-hati ya. Bye!" Sung Mi pun turun dari mobil Siwon dan bergegas masuk ke dalam rumah Kyuhyun. Bersama Baek Hyun tentunya.
"Aku dataaaannngg" Sung Mi, anggota terakhir yang mereka tunggu pun akhirnya datang juga.
"Siapa dia?" Tanya Kyuhyun yang heran melihat sesorang yang datang bersama Sung Mi.
"Asisten pribadiku. Tadi aku bertemu. Ya sudah, aku ajak saja." Jawab Sung Mi santai. Baek Hyun yang tak tahu urusan mereka memilih bungkam, karena takut melihat wajah para seniornya.
"Baik. Sekarang bagaimana Kyu? Mereka mengatakan apa?" Hyunseung bertanya pada Kyuhyun. Kyuhyun merupakan salah satu anggota dari mereka. Hanya saja, karena otaknya yang terlalu pintar, ia mengikuti program akselerasi. Hingga ia menempuh sekolah SMA-nya hanya dalam waktu 2 tahun.
"Mereka menunggu kita di gudang kosong tempat kita biasa bertemu. Mereka mengajak duel seperti biasanya. Dan sasarannya, seperti biasa, Fia dan Kibum." Jelas Kyuhyun.
"Haaaahh?! Kenapa aku?"
"Kau tak ingat? Kau kan hampir mematahkan tangan Kai waktu itu?" Jelas Taemin, Fia hanya ber 'oh' ria saja.
"Tapi aku tak yakin dengan pertarungan ini. Firasatku mengatakan, mereka akan balas dendam. Bukan hanya sekedar duel. Karena yang menelponku bukan Yesung, ketuanya. Tapi Sehun. Anggota termuda mereka. Sahabat Kai." Jelas Kyuhyun lagi.
"Lebih baik kita langsung menemui mereka. Agar kita tahu apa rencana mereka sebenarnya." Kali ini Hyuna yang berbicara dan diangguki oleh semuanya.
"Kenapa tak lapor polisi saja? Sepertinya mereka terlalu berbahaya."
'Plaaaaakkkk'
"Kau diam saja Byun Baek Hyun! Kalau kita lapor polisi, maka kita juga akan ditangkap bodoh!" Ucap Sung Mi setelah memukul kepala Baek Hyun dengan penuh cinta. Sedangkan Baek Hyun hanya nyengir sambil mengusap kepalanya.
"Kalau begitu, kita bersiap sekarang. Sung Mi, ganti seragammu. Kau Baek Hyun! Ikutlah. Kau tak perlu ikut berkelahi. Bantu kami mengawasi gerak gerik mereka. Mengerti?" Ucap Hyunseung. Sebagai ketua senior, dia memang dikenal sebagai ketua yang tegas dan berwibawa, walaupun sisi kejamnya masih mendominasi. Tidak seperti Kris, yang terkenal kasar dan hobi memalak siswa siswi lainnya.
Setelah mendengar perintah dari Hyunseung, para anggotanya pun bersiap-siap. Baek Hyun yang tak tahu apa-apa hanya bisa menurut walaupun sebenarnya ia sedikit takut. Mereka pun berangkat ke tempat yang dijanjikan. Taemin dan Sung Mi dengan Aston Martin One-nya, Tao dan Fia dengan Bugatti milik Tao, KangIn dan Kyuhyun dengan Ferrary Enzo merah milik KangIn, Minseok dengan Lykan hypersport-nya, Hyunseung dan Hyuna dengan Lamborghini Aventador merah-nya, Kibum dengan motor sport ducati tercintanya, sedangkan Kris dan Baek Hyun dengan Hennesey Venom GT Spyder milik Kris.
"Kenapa aku harus bersama si tiang listrik ini? Kenapa Sung Mi noona bersama Taemin sunbae satu mobil? Harusnya kan aku." Gerutu Baek Hyun.
"Mengatakan sesuatu tuan Byun?" Tanya Kris.
"A-aah, tidak sunbae." Jawab Baek Hyun yang takut setelah melihat tatapan tajam Kris. Ia pun menaiki mobil Kris dan melaju bersama mobil-mobil mewah milik teman-temannya menuju lokasi.
.
.
.
"Lama sekali mereka? Sehun! Benar mereka menyuruh kita kesini?" Namja berambut hitam berkepala besar itu pada temannya yang berkulit seputih snow white itu.
"Benar hyung. Tadi Kyuhyun menyuruh kita ke gudang ini. Benar kan Kai?"
"Benar yang dikatakan Sehun, hyung." Jawab Kai pada Yesung, namja yang bertanya tadi.
"Mau apa mereka tiba-tiba menantang kita. Dan juga, untuk apa pagi tadi mereka menghajar teman kita?" Tanyanamja bernama Himchan ini pada teman-temannya. Sehun dan Kai yang mendengar teman-temannya bingung, hanya bisa diam dan ber-smirk ria saja.
'Ciiiiiiitttt'
Kedatangan 6 mobil sport dan 1 motor sport membuat segerombolan namja yang sejak tadi mengobrol langsung berdiri. Mereka memandang Hyunseung cs yang baru saja datang itu dengan pandangan meremehkan.
"Akhirnya, kalian datang juga. Lama tidak bertemu Hyunseung." Sapa Yesung, ketua genk yang menunggu Hyunseung cs sedari tadi.
"Tak usah basa basi, apa mau kalian sekarang?" Tanya Hyunseung emosi.
"Sudah hyung, tak usah banyak bicara. Serang saja mereka!" Seru Sehun pada ketuanya itu.
"Kau kira kami tak ingin menghajarmu?! Dasar albino!" Umpat Hyuna pada Sehun, yang menurutnya kebanyakan gaya itu.
"Yongguk, JunHong, Himchan, Sehun, Kai kalian lawan bagian kanan. Aku, Wook, Jinki, Chanyeol, dan Jonghyun lawan di sebelah kiri. Sekarang!" Perintah Yesung. Anak buahnya pun dengan sigap berlari menuju lawan mereka masing-masing.
"Berpencar! Sekarang!" Teriak Hyunseung. Teman-temannya pun langsung berpencar dari posisi mereka dan langsung menghadapi lawan mereka masing-masing.
"Halo manis. Lama kita tak bertarung bersama. Sekarang, jangan harap kau dapat mematahkan tanganku lagi ya manis."
"Diam kau pantat wajan!" Umpat Fia pada Kai lawannya. Baku hantam antar mereka pun tak terelakan lagi. Baik Fia maupun Kai, sama-sama kuat. Walaupun perbedaan postur tubuh mereka terbilang cukup jauh.
Baek Hyun yang melihat dari jauh, hanya bisa bergidik ngeri melihat para sunbae-nya berkelahi seperti itu. Matanya tak lepas dari Sung Mi. Gadis manis itu berkelahi dengan cukup baik. Kemampuan karatenya memang tak diragukan lagi. Bahkan, Chanyeol, lawannya yang tinggi badannya menyamai Kris, sedikit kewalahan melawan Sung Mi.
Tiba-tiba ia melihat Sung Mi terkena satu pukulan di pipinya. Membuat ia terperanjat dari duduknya.
"Aku harus membantu Sung Mi noona. Lagipula aku juga bisa hapkido. Ya! Aku harus membantu noona cantikku." Baek Hyun pun berlari menuju Sung Mi, berniat membantunya.
"Noona...!" Teriak Baek Hyun dari kejauhan.
"Wah wah wah... Lihatlah. Ada pahlawan kemalaman ternyata disini." Ejek Chanyeol yang melihat Baek Hyun berjalan kearah mereka dan bersiap menyerang Chanyeol.
"Sedang apa kau?!" Bentak Sung Mi yang melihat Baek Hyun. Sedangkan Chanyeol hanya tertawa kecut melihat tingkah Baek Hyun.
"Membantu noona." Jawab Baek Hyun enteng.
"Sudah selesai berbincangnya? Rasakan ini..." Chanyeol melayangkan pukulannya. Baek Hyun yang belum siap, tidak sempat menghindar hingga ia terkena pukulan di wajahnya.
"Sialan kau!" Kali ini Sung Mi berhasil memukul wajah tampan Chanyeol. Chanyeol hendak membalas Sung Mi, namun
'Bruuuuuukk'
Pukulannya malah mengenai Baek Hyun yang mencoba melindungi Sung Mi hingga ia pingsan. Sung Mi yang melihat Baek Hyun hanya menepuk dahinya sendiri.
"Sung Mi! Kau bawa Baek Hyun! Chanyeol biar aku yang urus!" Minseok yang melihat Baek Hyun pingsan, menyuruh Sung Mi untuk membawanya. Setelah membuat Yongguk terkapar, Minseok beralih melawan Chanyeol. Sung Mi pun dengan sigap membawa Baek Hyun pergi dengan mobilnya.
"Kemampuanmu memang tak bisa diremehkan ya manis." Ucap Kai yang sedang berhadapan dengan Fia. Wajahnya terlihat mengenaskan. Wajahnya dipenuhi dengan lebam hasil karya dari Fia. Tak beda jauh dengan wajah Fia.
"Tutup mulutmu BlackJjong!" Ucap Fia. Perkelahian pun terus berlanjut. Tanpa Fia sadari, Kai mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
"AWAS!"
'Praaanngg'
"HANGENG SAEM!" Teriak Fia. Hangeng yang tadi melihat Kai mengeluarkan pisau, langsung mendorong Fia menjauh hingga lengannya sendiri yang terkena pisau. Semua anggota menghentikan perkelahian mereka setelah mendengar suara pisau terjatuh.
"Apa-apaan ini? Kau ingin mencelakai anggota kami?! Perjanjiannya tidak menggunakan senjata kan?!" Pekik Kris setelah melihat Fia yang membantu Hangeng yang terluka.
"Kai! Apa maksudmu? Mengapa kau menggunakan pisau?" Yesung sang ketua bertanya pada Kai, namun Kai hanya diam saja tak menjawab.
"Kali ini aku bertanya. Benar kau yang mengundang kami bertemu di gudang ini Yesung?"
Kyuhyun, orang pertama yang mendapat telpon dari Sehun bertanya pada Yesung.
"Bukankah kalian yang mengundang kami kesini? Sehun? Benar itu yang kau katakan bukan?"
Yesung menjawab pertanyaan Kyuhyun. Sehun hanya diam, sama seperti Kai.
"Lalu tadi pagi, benarkah kalian ber-empat, menghajar siswa dari sekolah kami?" Ryeowook bertanya sambil menunjuk Kibum, Fia, Tao, dan Minseok.
"Kau salah! Kami memang berkelahi pagi ini. Tapi lawan kami, siswa dari Sungjae school." Ucapan Minseok membuat Yesung cs melongo tak percaya.
"Dan satu lagi. Yang mengundang kami kemari adalah Sehun. Ia menelpon Kyuhyun, dan mengatakan bahwa kau mengundang kami ke tempat ini." Ucap Hyunseung yang membuat Yesung cs semakin tak percaya.
"Maafkan kami. Sepertinya ini semua hanya kesalah pahaman. Sehun dan Kai biar kami yang urus. Sekali lagi kami minta maaf." Ucap Yesung pada Hyunseung.
"Tak masalah. Selesaikan baik-baik. Jangan gunakan kekerasan pada anggotamu sendiri. Lain kali, kita berduel lagi." Ucap Hyunseung tulus pada Yesung. Mereka pun bersalaman terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan Hyunseung cs.
"Ayo anak nakal. Kalian harus jelaskan semua ini pada kami." Ucap Ryeowook ala ibu-ibu sambil menjewer telinga Sehun dan Kai. Semua pun tertawa melihat ulah Ryeowook-Sehun-Kai itu.
"Oke! Kalian boleh pulang sekarang. Saem! Terima kasih sudah menyelamatkan teman kami." Ucap Hyunseung selaku ketua mereka. Tao dan Taemin yang melihat Fia dan Hangeng hanya bersiul tak jelas, tak takut dengandeath glare yang diberikan oleh Fia.
"Tak masalah. Aku juga tak sengaja melihatnya. Kalian pulanglah, istirahat. Fia biar aku yang antar." Ucap Hangeng yang diangguki oleh murid-muridnya itu.
"Hei pendek! Ingat! 10 centi dulu!" Goda Kris yang membuat mata Fia membesar.
"KECIL! Kita duluan yaa!" Goda Taemin dan Tao sambil ber-high five. Mereka semua akhirnya pergi menggunakan kendaraan mereka masing-masing, meninggalkan Fia dan Hangeng. Tak lama, dua orang yang tersisa juga ikut. Meninggalkan gudang tua itu.
.
.
.
.
.
.
"Kali ini alasan apa lagi saem jelek? Sedang berjalan-jalan, dan tak sengaja melihat kami berkelahi?" Fia bertanya ketus pada Hangeng. Dengan telaten ia membersihkan dan mengobati lengan Hangeng yang terluka tadi.
"Aaaaaarrrssshh.. Pelan-pelan Fia." Ringis Hangeng saat Fia menekan lukanya terlalu kuat. Sejak perkelahian usai, mereka berdua berada di apartment Hangeng, karena Fia takut akan dimarahi oleh mama dan kedua adiknya.
"Haaaaiiisss... Aku bukan suster saem jelek! Siapa suruh kau tak mau dibawa ke rumah sakit!" Ucap Fia sebal. Hangeng yang melihat wajah serius Fia, hanya tersenyum tak jelas.
"Ini bukan di sekolah Fi. Jangan panggil aku saem saat diluar sekolah."
"Lalu? Aku harus memanggilmu apa? Grandpa? Harabeoji? Samchon? Uncle?"
"Hey aku tak setua itu! Umurku masih 23 tahun. Panggil aku gege atau oppa." Ucap Hangeng tak terima.
"Jangan harap!" Ucap Fia sambil memukul luka Hangeng.
"AAAWW..! Sakit Fi!" Pekik Hangeng sambil memegang tangan Fia yang memukulnya tadi. Pandangan mereka bertemu. Suasana pun mendadak hening. Perlahan, sambil tetap memandang Fia, Hangeng memajukan wajahnya, hingga
"Saem? Perutku sakit." Ucap Fia memecahkan keheningan. Hangeng pun reflek memundurkan wajahnya.
"Dimana kamar mandinya?" Tanya Fia lagi sambil memegangi perutnya.
"Disana." Fia pun langsung berlari ke arah kamar mandi. Hangeng yang melihatnya hanya tertawa kecil. Ia menggelengkan kepalanya saat megingat tindakannya tadi. 'Hampir saja..' Batin Hangeng.
'Ceklek'
"Huaaaaahh.. Legaaaa..." Ucap Fia saat keluar dari kamar mandi.
"Saem, aku pulang ya. Kau istirahatlah."
"Ini sudah malam. Lebih baik kau menginap saja. Besok pagi kau ada jadwal latihan panjat tebing kan? Besok aku akan mengantarmu." Ucap Hangeng.
"Benar juga katamu. Kalau begitu, aku tidur dulu. Aku mengantuk. Kau tidurlah. Selamat malam." Ucap Fia yang langsung merebahkan dirinya di sofa ruang tamu. Apartment Hangeng hanya 1 kamar, sehingga ia pikir, biarkan tuan rumah tidur di kamarnya, ia tidur di sofa.
'Greb'
"Eeh! Saem, turunkan aku!" Fia yang kaget saat Hangeng menggendongnya secara tiba-tiba langsung meronta minta diturunkan. Tapi Hangeng tetap menggendongnya dan membawanya ke kamarnya. Ia lalu membaringkan Fia diatas kasurnya dan menyelimuti tubuh Fia.
"Tidurlah. Aku tahu kau lelah. Selamat malam." Ucap Hangeng lembut. Ia pun meninggalkan kamarnya dan menutup pintunya. Meninggalkan Fia yang masih terbengong diatas kasurnya.
Sedetik kemudian Fia tersenyum.
"Selamat malam saem jelek." Gumamnya sambil tersenyum. Ia lalu menutup matanya menuju alam mimpi.
.
.
.
.
.
.
"Hoooaaaaammmhhhh..." Seorang namja menguap dengan lebarnya saat merasakan bias cahaya matahari masuk melalui celah jendela kamarnya.
"Aaaarrrssshh..." Ringisnya saat merasakan sakit disekujur tubuhnya.
"Dimana ini?" Gumamnya heran. Pasalnya, kamar yang ditempatinya ini bukanlah kamar tidurnya. Ia langsung menepuk dahinya saat ia mengingat kejadian kemarin. Saat ia pingsan waktu ingin menolong Sung Mi.
'Ceklek'
Ia langsung berpura-pura tidur kembali saat ia mendengar suara pintu yang terbuka. Terlihat seorang gadis manis yang memasuki kamarnya. Ia membawa nampan yang berisi makanan dan juga baskom yang berisi air.
"Ternyata masih pingsan. Dasar merepotkan." Desis Sung Mi saat melihat Baek Hyun masih tertidur. Ia pun mengambil kain dan membasahinya dengan air yang ada di baskom yang ia bawa. Dengan lembut Sung Mi mengompres luka Baek Hyun. Saat mengompres wajah Baek Hyun, ia melihat ada darah yang mengering di ujung bibir Baek Hyun.
"Bibirmu lucu. Seperti bibir wanita saja." Gumam Sung Mi gemas. Entah karena gemas atau apa, Sung Mi memajukan wajahnya dan mengecup luka di bibir Baek Hyun. Baek Hyun yang semula asyik dengan acara 'pura-pura tidurnya', sontak membuka matanya yang hanya segaris itu lebar-lebar. Saat Sung Mi akan melepaskan bibirnya, Baek Hyun menahan leher Sung Mi dengan tangannya, dan
Chu~~
Baek Hyun mencium Sung Mi tepat di bibirnya. Menciumnya lebih dalam. Hal itu tentu saja membuat mata Sung Mi terbelalak lebar. Ia meronta agar Baek Hyun melepaskan ciumannya. Namun nihil. Baek Hyun terus mencium Sung Mi, bahkan memejamkan matanya. Menikmati aktivitas intimnya dengan noona tercintanya ini. Tsk, dasarnamja.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memandang mereka sendu. Dengan tangan terkepal dan perasaan yang kacau, ia pun meninggalkan kamar yang tak tertutup rapat itu.
'Plaaaaaaakkkk'
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" Pekik Sung Mi setelah memukul keras kepala Baek Hyun.
"Ma-maaf noona. Tapi mengapa kau menciumku duluan?" Tanya Baek Hyun polos dengan mengerjapkan matanya, aegyo pose.
"Aku hanya mencium lukamu bodoh! Tak ada maksud lain! Dan kau malah menciumku. Aaaaiiiisssh..."
"Maaf noona. Hehehe." Ucap Baek Hyun sambil nyengir.
"Aaaahh, sudahlah. Sekarang makanlah dulu. Selesai makan, pulanglah. Maaf membuatmu jadi babak belur begini." Ucap Sung Mi. Baek Hyun pun tersenyum sumringah dan memakan sarapannya.
'Lucky! Aku mendapatkan morning kiss beserta sarapan yang diantar langsung oleh Sung Mi noona! Yippie!' Sorak Baek Hyun dalam hatinya.
.
.
.
.
.
.
"Hati-hati dijalan!" Teriak Sung Mi saat Baek Hyun meninggalkan rumahnya.
"Maaf oppa. Kau menunggu lama ya?" Tanya Sung Mi pada Siwon yang sudah menunggunya.
Hari ini jadwal mereka berdua belajar bersama. Siwon adalah guru private Matematika Sung Mi.
"Hhmmmm..." Gumam Siwon menjawab pertanyaan Sung Mi.
"Sebentar, aku ambil bukuku dulu."
"Hhmmmm..."
'Tumben sekali?' Batin Sung Mi heran. Tak biasanya Siwon bersikap cuek seperti itu. Ia pun pergi ke kamarnya untuk mengambil bukunya.
Mereka pun belajar. Seperti biasa, Siwon menyuruh Sung Mi mengerjakan soal-soal yang ia berikan. Namun anehnya, Siwon tak menjelaskan terlebih dahulu rumus-rumusnya. Sung Mi yang tak tahu, mencoba bertanya. Tapi, malah dijawab ketus oleh Siwon. Bahkan hari ini, Siwon tak segan-segan membentak Sung Mi.
"Oppa! Aku tak paham. Ajari aku rumusnya. Aku pusing oppa..." Ucap Sung Mi manja. Kepalanya benar-benar pusing melihat angka-angka yang tertulis dibukunya.
"Aku ini bodoh atau apa hah?! Cepat kerjakan! Tak usah manja!" Bentak Siwon. Sung Mi yang dibentak dan dubilang 'bodoh' merasa sakit hati. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca. Sungguh ia tak menyangka Siwon akan bersikap dan berkata sekasar ini padanya.
"Aku tahu! Aku bodoh dan kau pintar! Tak bolehkah si bodoh ini bertanya pada si pintar?!" Pekik Sung Mi. Air matanya pun turun membasahi pipi putihnya. Siwon yang melihat Sung Mi menangis, seketika panik. Tak menyangka kalau omongannya membuat Sung Mi menangis.
'Bodoh!' Umpat Siwon dalam hati. Ia pun mendekat kearah Sung Mi. Memeluknya dan mengusap rambutnya.
"Maafkan aku. Aku tak sengaja membentakmu. Aku hanya sedikit emosi hari ini. Kumohon maafkan aku." Ucap Siwon lembut. Sung Mi hanya diam dan membenamkan wajahnya di dada Siwon.
"Jangan mengataiku bodoh lagi. Aku tak suka." Ucap Sung Mi sedikit tidak jelas. Siwon hanya mengangguk dan terus berusaha memenangkan Sung Mi yang masih terus menangis.
Sesaat kemudian, keadaan kembali seperti semula. Proses belajar mereka pun dipenuhi dengan gelak tawa, seolah kejadian tadi tak pernah terjadi.
'Sebaiknya aku menyuruh Minho untuk mencari tahu siapa Baek Hyun sebenarnya...' Batin Siwon sambil terus memandang wajah serius Sung Mi yang sedang mengerjakan soalnya.
.
.
.
.
.
.
Part 3? Entar taun depan yaa xDD
