Chapter 3

Title : Happy Family

Author : Oh Michele

Cast : Sehun, Jongin, etc.

Warning : cerita abal, banyak typo, yaoi, mpreg, etc.

Sebenernya FF ini udah selesai saya buat ._. tapi sepertinya perlu peninjauan ulang deh. Saya bakal ngebut liburan ini biar FF saya selesai semua -_- hahahaha doakan saja ya. Biar cepat saya lanjut kalian juga harus review juga biar saya semangat hahahaha. Kalau punya ide juga bisa kirim ke PM ya ._. siapa tau kalian bisa membantu saya hehehehe.

Okay Happy Reading ^^

.

.

.

.

"Jadi istrimu pergi dari rumah?"

"Hmm begitulah."

Sehun menjawab pertanyaan Chanyeol dengan malas. Chanyeol tampak sedikit terkejut. Pantas saja Sehun tampak berantakan belakangan ini.

"Bukankah ini yang kau inginkan? Kau bilang kau ingin bebas." Kata Chanyeol pelan.

Chanyeol mengingatkan Sehun tentang kata-katanya dulu. Sebenarnya dalam hati Chanyeol tidak tega melihat keadaan sahabatnya sekarang. Tapi mau bagaimana? Ini pilihan Sehun juga kan.

Sehun menatap tajam kearah Chanyeol. Lalu tiba-tiba ia tersenyum seperti di paksakan dengan sedikit tawa samar.

"Haha kau benar. Ini yang aku inginkan. Kalau begitu bagaimana kalau nanti malam kita pergi ke club lagi?"

Chanyeol sedikit terkejut dengan respon Sehun. Ia pikir Sehun akan sadar dengan kata-katanya. Ah ia lupa kalau Sehun sama brengseknya dengan dia.

"Baiklah."

.

.

.

.

.

Ooooooo

Entah sudah berapa gelas yang Sehun minum. Ia seperti kehilangan kesadaran sekarang. Lampu-lampu disana membuatnya semakin pusing, belum lagi alunan music yang begitu kencang. Sementara Chanyeol sudah menghilang. Mungkin sedang bersenang-senang bersama yeoja atau namja yang ada disana.

Sehun menyandarkan kepalanya pada dinding. Dia mabuk berat. Dipejamkan matanya sebentar hanya agar pusing di kepalanya ini hilang.

"Sehun."

Sekelebat wajah Jongin melintas di pikirannya. Membuat ia mengacak rambutnya karna frustasi. Sejujurnya ia sangat rindu pada Jongin dan Hunjong. Tapi ia belum siap bertemu mereka. Belum siap menyusun kata-kata saat berbicara dengan Jongin.

"Tuan…."

Seorang yeoja mendekati Sehun. Yeoja itu mengenakan pakaian sexy yang sangat mengundang mata. Sudah bisa ditebak kalau dia pasti wanita penghibur. Ia membelai wajah Sehun mencoba menggoda.

"Tuan sendirian saja? Mau bermain denganku?"

Yeoja itu mengerling nakal. Sehun masih diam di tempatnya. Masih larut dalam pemikirannya. Tak lama ia alihkan pandangannya pada yeoja itu. Menatapnya sebentar lalu mendekatkan bibirnya pada bibir yeoja itu.

Sehun memejamkan matanya dan mulai melumat bibir yeoja itu, sementara yeoja itu semakin ingin memperdalam ciumannya.

"Sehun."

Lagi-lagi bayangan Jongin muncul lagi dipikirannya. Namun Sehun menggelengkan kepalanya. Ia ingin menikmati hidupnya kali ini.

"Sehun jangan dekati aku."

Bayangan Jongin muncul lagi.

"Aku tidak mau kalau cintamu itu cuma main-main saja."

Sekarang bukan hanya bayangan saja yang muncul, tapi juga serpihan kenangan mereka di masa lalu. Saat ia mencoba mendekati Jongin dengan susah payah. Mereka sudah melalui berbagai rintangan bersama-sama.

"Aku mencintaimu Jongin. Sangat mencintaimu. Aku akan bertanggung jawab. Kita akan menjadi keluarga yang bahagia selamanya."

Sehun tertegun. Tanpa sadar ia merasa ada yang menamparnya. Menyadarkannya. Ia ingat pada janjinya pada Jongin dulu. Janji yang harusnya tak akan ia lupakan. Dengan segera ia mendorong yeoja di depannya.

"Tuan?" Yeoja itu hendak protes. Namun Sehun langsung pergi meninggalkannya.

Sehun berjalan sempoyongan. Ia masih merasakan pusing di kepalanya saat ini. Ia menyentuh bibirnya perlahan lalu mengusapnya kasar.

"Bahkan tidak ada yang bisa menandingi manis bibirmu Jongin."

.

.

.

.

.

Ooooooo

.

.

Jongin berjalan pelan di area makanan bayi. Ia sedang berada di dalam supermarket sekarang. Barang di dalam troli yang ia bawa sudah hampir menggunung. Namun sepertinya masih banyak yang harus ia beli. Matanya tak lepas dari macam-macam makanan bayi yang ada disana.

"Ah ini kesukaan Sehun! Biasanya dia sering memakan makanan Hunjong kalau tak ada makanan hihi." Jongin bergumam sendiri. Ia jadi ingat lagi dengan Sehun sekarang. Sebenarnya tidak pernah sedetik pun ia melupakan Sehun. Ia selalu khawatir apa Sehun makan dengan benar? Apa Sehun tidak apa-apa? Ah tapi setelah berpikir seperti itu ia langsung merutuki dirinya sendiri.

"Bodoh! Untuk apa mengingat dia. Dia pasti sedang senang sekarang."

"Braaakk"

Tanpa sadar troli yang di dorong Jongin menabrak seseorang.

"Ah mianhae. Gwenchana?" Jongin membungkuk meminta maaf pada namja yang barusan ia tabrak.

"Gwenchana. Hmm Jongin?" Namja itu berucap seperti memastikan. Jongin langsung melihat kearah namja di depannya.

"Kris gege?"

TBC