Naughty Girl
Disclaimer : EXO Cuma punya Tuhan YME dan SM
Pairing : ChanBaek (GS)
Genre : Romance seterusnya tentuin sendiri-_-v
Warning : typo, gaje, yaoi, dll
DON'T LIKE, DON'T READ
"CEPAT BANGUN PEMALAS!" seorang paruh baya sedang berkacak pinggang sambil sesekali tangannya mengguncang(?) gundukan dibawah selimut. Wajahnya yang masih terlihat cantik terlihat kesal.
"Nghh... lima menit lagi eomma, aku masih ngantuk," suara bass muncul(?) dari gundukkan dibawah selimut. "Lagipula ini hari libur."
"Cepat bangun Chanyeol! Hari ini akan ada teman eomma yang akan berkunjung. Kau cepat mandi, jangan mempermalukan eomma," Lay dengan gemas memukul gundukan tersebut.
"Arrasho arrasho. Aku bangun eomma," dari gundukan tersebut muncullah(?) seorang namja yang wajahnya asdfghjkl(?). Dia mengucek-ucek matanya.
"Cepat mandi sana!" Lay memukul kepala namja itu dengan bantal.
"Iya iya, aku mandi," namja itu berjalan kearah kamar mandi yang ada dikamarnya itu. Sebelumnya dia tidak lupa mengambil handuk. Lay tersenyum puas dan berjalan keluar dari kamar anaknya itu.
.
.
.
Chanyeol menuruni tangga dengan handuk yang masih bergelayut dilehernya. Dia menghampiri ayahnya yang sedang membaca koran paginya didepan meja makan.
"Pagi Appa," sapanya dan duduk disamping ayahnya. Ayahnya menoleh kearahnya.
"Pag Yeol," ayahnya menunjukkan senyum diwajah angelicnya. "Tumben kau sudah mandi Yeol,"
"Biasa appa, eomma bawel menyuruhku buat cepat mandi, dia bilang ada temannya yang mau berkunjung kesini," dia melihat eommanya sedang sibuk dengan masakannya.
"Ohh iya, Kyungsoo dan anaknya ingin berkunjung kesini," Suho –ayah Chanyeol- masih sibuk dengan koran paginya.
"Anaknya?" Chanyeol mengerutkan dahinya. "Pasti akan merepotkan,"
"Tenanglah Yeol, kau kan belum kenal."
"Tapi tetap saja appa, anak kecil pasti merepotkan," Chanyeol menghela nafas malas dan menidurkan kepalanya di meja makan.
"Tapi setau appa, anak Kyungsoo umurnya tidak jauh denganmu Yeol. Tapi dia punya dua anak sih, kau lihat nanti saja," Chanyeol menatap malas sang ayah. Menurutnya perkataan ayahnya tidak ada gunanya.
"Aish appa, kau ini kalau berbicara tidak ada yang berguna."
"Yak, apa katamu? " Suho menggulung korannya dan memukul kepala Chanyeol dengan korannya. Chanyeol meringis. Sudah dua kali dia mendapat pukulan gratis dari orang tuanya.
"Aww appo, sudah dua kali kepalaku dipukul appa. Kalian mau anak kalian bodoh apa?"
"Aku baru memukulmu sekali Yeol. Lagipula kau memang sudah bodoh."
"Aku orang yang berprestasi disekolah appa,"
"Yaa... tapi kau bodoh dalam bercinta, sampai sekarang kau belum mendapatkan pacar," ucapan Suho membuat Chanyeol mendelik. Dia menatap tajam ayahnya.
"Bukan begitu appa, hanya saja tidak ada yang menarik perhatianku. Padahal banyak perempuan diluar sana yang mengejarku," Chanyeol berucap dengan bangga sambil membusungkan dadanya. Suho hanya mendengus meremehkan Chanyeol.
"Sudah sudah, kalian masih pagi sudah berdebat. Yeol, taruh handukmu. Dan kau yeobo, jangan membaca koran dimeja makan," Lay menatap tajam kedua namja didepannya. Dia meletakkan makanan yang tadi dimasaknya dimeja makan. Dia tersenyum puas saat melihat kedua namja itu dengan patuh menuruti perintahnya. Walaupun wajah mereka sama-sama ditekuk. Setelahnya, keluarga kecil tersebut sarapn dengan tenang.
.
.
.
Lay sedang merapikan dasi yang dipakai Suho. Kini mereka sedang diruang tamu rumah mereka. Suho memandang wajah serius istrinya. Dia masih terkagum dengan wajah istrinya ini, masih cantik seperti pertama mereka bertemu. Walaupun sudah ada guratan tipis diwajah itu, tapi tidak menghilangkan kecantikkannya.
"Sudah yeobo," Lay tersenyum manis dan merapikan kerah baju Suho. Suho menarik pinggang istrinya dan mempertemukan kedua belah bibir mereka. Dia terus melumat bibir yang menjadi candu baginya. Melumat bibir bawah dan atas istrinya, sedikit memberikan gigitan kecil dibibir itu. menggerakan lidahnya didalam mulut sang istri.
"Nghh..." Lay mengeluh saat dengan lihai Suho menjelajahi(?) rongga mulutnya. Dia meremas pelan rambut Suho. Kepala mereka bergerak kekanan dan kekiri, menikmati ciuman panas mereka. Semakin merapatkan tubuh mereka. Suho mengelus bokong Lay membuat istrinya mengeluh lebih keras.
"Ekhem," sebuah suara mengintrupsi kegiatan mereka sehingga keduanya melepas pagutan mereka. "Bisakah kalian mencari tempat yang lebih tertutup? Jangan merusak otak polosku," Chanyeol menatap malas kedua orang tuanya. Lay hanya menundukkan kepalanya menutupi rona merah dipipinya. Sedangkan Suho menatap kesal kearah anaknya yang sudah mengganggu kegiatan mereka.
"Aku berangkat dulu sayang~ nanti malam kita buat adik untuk Chanyeol ya~" Suho melirik jail kearah Chanyeol yang memasang wajah horor. Kemudian dia mencium kening istrinya dan mengambil jas kerjanya. Dia keluar rumah yang diikuti anak dan istrinya. Dia menaiki mobilnya dan melambaikan tangannya kearah Lay dan Chanyeol. Kemudian melajukan mobilnya keluar garasi rumah mereka. Chanyeol menatap eommannya. Yang ditatap menatap balik anaknya.
"Kenapa Chanyeol?" Lay tersenyum manis kearah Chanyeol. Chanyeol yang melihatnya hanya bergidik ngerik.
"Eomma, kau tidak serius untuk membuat adik untukku kan? Aku sudah besar eomma, aku malu," Chanyeol menggenggam kedua telapak tangan eommanya yang masih menunjukkan senyuman manisnya.
"Kau jangan pikiekan itu dulu Chanyeol sayang~ sebaiknya SEKARANG KAU BERESKAN SAJA KAMARMU YANG BERANTAKAN ITU LALU KAU MANDI. TEMAN EOMMA AKAN SEGERA DATANG. Kau mengerti?" Lay masih menunjukkan senyumannya. Tapi bukan senyuman manis lagi, melainkan senyuman iblisnya. Chanyeol yang seketika mendadak tuli segera melesat kelantai dua, dimana kamarnya berada dan segera merapikan kamarnya. 'Daripada harus mendengar ocehan eomma lagi' batinnya.
.
.
.
Chanyeol sedang asik nonton tv dengan snack yang tidak pernah lepas dari tangannya. Jika yang ditangan sudah habis dia akan membuka yang baru. Darimana dia dapat snack secepat itu? coba kalian lihat meja didepannya. Aku yakin kalian akan geleng-geleng kepala seperti Lay yang naik darah melihat kelakuan anak satu-satunya ini.
"CHANYEOL! BISAKAH KAU RAPI SEDIKIT? COBA KAU LIHAT MEJA DAN LANTAI DIDEPANMU. SAMPAH SEMUA CHANYEOL, SAMPAH! CEPAT BERSIHKAN! TEMAN EOMMA SEBENTAR LAGI DATANG. KALAU DIA LIHAT MALU! CEPAT!" Chanyeol menutup telinganya yang rasanya hampir tuli itu.
"Bisakah kau tidak teriak eomma?" Chanyeol menatap kesal kearah eommanya. Lay semakin naik darah.
"KAU TIDAK USAH BANYAK OMONG! CEPAT BERSIHKAN!" Chanyeol yang tidak mau mendengar teriakkan eommanya lagi hanya menjawab 'Ya' dan mulai membersihkan sampah-sampah disekelilingnya.
TING TONG TING TONG
Suara bel kediaman Kim ada yang menekan, sehingga berbunyi (?) Lay yang tadinya memasang wajah seramnya langsung merubah wajahnya menjadi berseri-seri. Chanyeol menatapnya taku. Kenapa eommanya bisa seperti itu.
"Sepertinya itu Kyungsoo," pekiknya girang. "Kau Chanyeol, cepat bereskan, jangan mempermalukan eomma," Lay berjalan riang kearah pintu dan membukanya. Dapat Chanyeol dengar suara-suara perempuan yang menyeramkan diluar sana. Dia hanya menghela nafas dan membuang sampah snacknya didapur.
.
.
.
"Chanyeol, perkenalkan ini Kyungsoo, teman eomma dan appamu sewaktu kuliah dulu. Sini beri salam," Lay melotot kearah Chanyeol agar anaknya itu menuruti perintahnya. Chanyeol tersenyum –paksa- dan menundukkan sedikit badannya dihadapan Kyungsoo.
"Annyeonghaseyo ahjumma, Chanyeol imnida," Kyungsoo membalas senyum Chanyeol dan mengelus pipi Chanyeol lembut. Chanyeol hanya melotot kaget tetap dengan senyum bodohnya.
"Ini Chanyeol yang dulu masih memakai popok Lay-ah? Ternyata aku memang sudah sangat lama tidak ke Seoul dan berkunjung kerumahmu. Dia sekarang sudah sangat dewasa dan tampan," Chanyeol hanya tersenyum bangga saat dirinya dibilang tampan. Lay mendengus melihat senyuman dibibir anaknya itu.
"Tapi dia tetep saja bodoh," gumam Lay. Kyungsoo yang tidak jelas dengan ucapan Lay hanya bertanya dan dijawab dengan 'Gwenchana' dari Lay.
"Dan Chanyeol, ini anak dari Kyungsoo, dia namanya Baekhyun. Dia beda dua tahun lebih muda darimu. Dan Chanyeol, Kyungsoo ahjumma dan Baekhyun akan menginap disini. Kau berbaik-baiklah kepada mereka." Chanyeol mengalihkan pandangannya kearah samping Kyungsoo. Disana berdiri seorang gadis bertubbuh mungil dengan kulit seputih susu, yang Chanyeol yakini pasti sangat lembut. Dia memperhatikan gadis itu dari ata kebawah. Rambutnya panjang sebahu berwarna coklat. Wajahnya imut, seperti anak kecil. Tidak ada noda sedikitpun diwajah itu. Matanya berhiaskan eyeliners tipis membuat mata itu lebih mempesona. Hidungnya mungil dan mancung. Bibirnya tipis dan berwarna pink. Chanyeol bersumpah, tidak ada lipstik atau semacamnya yang menempel dibibir itu. Semakin kebawah, Chanyeol melihat lehernya yang panjang dihiasi oleh kalung kecil yang berliontin kecil juga. Semakin kebawah, karena dress yang dikenakan gadis itu mempunyai dada yang sedikit rendah, Chanyeol melihat belahan didada gadis tersebut. Dia memperhatikan bagaimana bentuk dada gadis tersebut. Bulat, padat dan berisi. Dia juga kaget melihat ukuran dada untuk anak seumuran dia. Semakin kebawah. Karena dress yang dikenakan gadis tersebut sangat pendek –setengah paha- Chanyeol dapat melihat kaki jenjang gadis tersebut. Ingin rasanya dia menarik keatas dress itu dan menyentuh daerah yang tersembunyi disana. Tapi dia langsung menepis bayangan itu dan kembali memandangi dada bulat gadis itu. Dia ingin merasakan dada itu ditangannya. Apakah pas atau tidak, seberapa lembut dan kenyal dada itu. Lagi-lagi Chanyeol menepis pikiran kotornya itu.
"Annyeong oppa, Baekhyun imnida," gadis itu membungkukkan badannya, sehingga Chanyeol yang berada tepat didepannya dapat melihat dengan jelas dada bulat itu dan Chanyeol berani bersumpah kalau dia melihat sekilas puting berwarna merah yang sangat menggoda. Dan suaranya... Chanyeol memikirkan bagaimana kalau suara itu menjerit nikmat saat dia memasuki- cukup! Chanyeol menggelengkan kepalanya dan menatap wajah bingung gadis itu. "Waeyo oppa?" gadis itu bertanya dengan wajah polosnya. Membuat sesuatu dibawah sana milik Chanyeol sudah tegang.
"Eh? Aniya... annyeong Baekhyun," Chanyeol menunjukkan senyum bodohnya kembali. Baekhyun hanya mengangguk-angguk lucu. "Eomma, sepertinya aku ada urusan lain, aku kekamar dulu. Permisi Kyungsoo ahjumma, Baekhyun," Chanyeol langsung berlari kearah kamarnya dengan tergesa-gesa. Baekhyun yang melihatnya hanya tersenyum aneh dan menatap tonjolan diselangkangan Chanyeol.
.
.
.
Chanyeol langsung menjatuhkan dirinya disofa saat sampai dikamarnya. Dia langsung membuka celananya sebatas lutut dan mengenggam penisnya yang sudah menegang itu. Dia menaik-turunkan gengamannya dipenisnya itu. Sesekali dia meremasnya pelan.
"Ssshh aahhh kenapa aku ngghh bisaa tergoda aahhh hanya dengan melihat ngghhh dadanya aahhh," Chanyeol mengocok pelan penisnya yang sudah berdiri tegak itu. Lama-kelamaan kocokannya semakin cepat. Dipikirannya, ada Baekhyun yang tidak mengenakan apapun sedang mengemut penisnya dan menekan penisnya dengan dada bulatnya. Imajinasinya itu membuat dirinya semakin cepat untuk sampai kepuncaknya.
"Aahhh Baekhyun aahhh cepathh ngghh aaahhh," Chanyeol menumpahkan spermanya ditangannya. Dadanya naik turun. Matanya terpejam. Dia bingung kenapa bisa klimaks secepat ini. Dia membersihkan penisnya dengan tissue dan menyenderkan tubuhnya dia sofa. Dia pikir, pasti hidupnya akan susah selama si Baekhyun itu menginap dirumahnya. Tunggu, menginap? Chanyeol mengusap kasar wajahnya.
.
.
.
"Baekki, tolong bawakan barang kita kekamar ya, ada dilantai dua disebelah kamar Chanyeol. Eomma masih ingin mengobrol dengan Lay. Tolong ya," Kyungsoo menatap anaknya itu dengan mata bulatnya. Baekhyun hanya tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah eomma," anak itu berjalan menaiki tangga sambil membawa tas koper kecil mereka dan tas miliknya. Dia bersenandung kecil.
"Ssshh aahhh kenapa aku ngghh bisaa tergoda aahhh hanya dengan melihat ngghhh dadanya aahhh," telinganya mendengar suara desahan saat dia melewati salah satu kamar. Dia yakin itu kamar Chanyeolkaren itu suara Chanyeol. Dia mendekati kamar itu dan mengintip dari celah yang tidak tertutup. Matanya melotot saat melihat kedalam. Chanyeol yang sedang memejamkan matanya sambil tangannya mengocok penisnya sendiri. Baekhyun meraba vaginanya saat dia melihat penis didepannya.
"Aahhh Baekhyun aahhh cepathh ngghh aaahhh," Baekhyun melototkan matanya saat dia mendengar namanya disebut(?). Dia semakin intens memandang tangan Chanyeol yang sedang mengocok penisnya lebih cepat. Saat dia melihat sperma Chanyeol meluber sampai kelantai, dia meneguk ludah kasar. Dia menjauhi pintu kamar itu dan memasuki kamar –yang akan ditempatinya- dengan terburu-buru. Dia memasuki kamar mandi yang berada disana dan menguncinya.
"Sshh sial, vaginaku gatal. Aku mau penis itu," Baekhyun mengelus vaginanya dari luar dan tubuhnya merosot kelantai. Setelahnya hanya Baekki dan author yang tau :D
.
.
.
"Bisakah kau tidak mengambil makananku appa?" Chanyeol merebut snacknya yang berada dipelukan appanya.
"Kau pelit sekali Chanyeol. Bagi-bagi dong," Suho kembali merebut snack Chanyeol. Terjadilah saling berebut diruang tv(?) itu. lay menatap kesal kedua orang yang sedang terduduk di sofa itu. kyungsoo malah tersenyum geli.
"Mianhae Kyunggie~ mereka memang selalu ribut," Lay menatap Kyungsoo. Dia merasa tidak enak kepada Kyungsoo.
"Gwenchana Lay~ dirumahku juga sering begitu kok. Bahkan Jongin dan Sehun sampai kejar-kejaran," Kyungsoo membayangkan anak dan suaminya yang sering berbuat kekanakkan membuatnya tersenyum geli. "Benar tidak Baekki?" Kyungsoo menatap anaknya. "Baekki?" Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan Chanyeol mengalihkan pandangannya dan tersenyum kcanggung kearah eommanya.
"Waeyo eomma?"
"Aniya, lupakan," Kyungsoo tersenyum menatap anaknya.
.
.
.
"Hei Chanyeol, kau sudah punya pacar belum?" Suho melirik kearah anaknya. Kini mereka sudah tenang, setelah Chanyeol melihat wajah kesal eommanya dan harus rela membagi snack dengan appanya.
"Tidak," Chanyeol masih terus menatap acara didepannya tanpa melirik kearah ayahnya.
"Berarti kau tidak laku Yeol. Hahaha," Suho tertawa meremehkan Chanyeol. Sedangkan Chanyeol langsung menatap tajam ayahnya yang masih tertawa.
"Enak saja, hanya perempuan diluar sana saja yang tidak menarik perhatianku. Padahal mereka terus mengejar-ngejarku," Chanyeol berucap membanggakan dirinya. Suho semakin tertawa keras.
"Benarkah?" Suho menatap Chanyeol. "Kalau begitu bagaimana kalau kita taruhan?"
"Taruhan apa?" Chanyeol menatap malas kearah appanya. Dia berpikir pasti appanya ini bertaruh yang aneh-aneh.
"Kau lihat dia?" Suho menunjuk Baekhyun yang sedang didapur menyiapkan makan malam untuk mereka bersama Kyungsoo dan Lay. Chanyeol mengangguk. "Kau harus bisa mengambil perhatiannya dan dekat dengannya dalam dua hari ini. kalau bisa melakukan sex dengannya," Suho menyeringai melihat Chanyeol yang menatap horor dirinya.
"Yeobo, Chanyeol, ayo kita makan. Sudah siap. Kalian jangan ribut mulu," Lay menghampiri anak dan suaminya. Menatap tajam mereka. Dia langsung berjalan kearah ruang makan diikuti Suho yang masih tertawa, membuat dirinya dijitak oleh Lay. Kemudian Chanyeol mengekor dibelakang. Dia mendudukkan dirinya dan mengambil piringnya. Dia melihat kedepan dan yang dilihatnya Baekhyun yang sedang mengambil piringnya. Dia tatap lekat gadis itu.
'Apa-apaan ini,' Batinnya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Tadinya mau bikin ini jadi oneshoot ternyata harus dipotong '-' adakah yang nunggu ff ini? adakah yang nunggu nc-nya? XD maaf kalo nanti ncnya gak hot, asem, atau apalah. Maklum ini ff enceh pertama '-' author padahal masih polos tau, entah setan aa yang membuat author bikin epep ini wkwkwk.
Yang terakhir dari author yang POLOS ini... REVIEW PLEASE /buing buing/ GOMAWO /civok satu-satu/
