Baby kaito Chapter 2!
Ryu : hachii! Ryu datang desu~
Len : eh? Sakit ya?
Ryu : iya nih.. Srott! *ngelap di baju Len*
Len : Gyaa! Bajuku yang suci! *lari ke toko baju*
Ryu : nee.. Ryu nggak tau Chapter ini ada humor atau tidak. Tapi Ryu usahakan akan menistakan mereka sebisa mungkin, hachii! #di hajar all vocaloid
Rin : GWS Ryu! XD
Kaito : semoga di terima di sisinya! XD
Ryu : . . . .
DISCLAIMER : vocaloid bukan punya Ryu, kalu punya Ryu, Kaito udah Ryu nikahkan! XD #di gerek
WARNING : gaje, hancur, sarap, abal, kaku, nggak nyambung, alur kecepetan, tipo bertebaran, garing, humor gagal, OOC, tidak memenuhi bahasa EYD, lebay, ceritanya maksa! XD
Happy reading~
Kembali di Baby Kaito..
SINGGGGG…..
Kaito, Gakupo, dan Len menatap datar gedung didepannya, gedung pusat perbelanjaan. Tempat dimana biasanya kebosanan melanda disaat menemani para istri belanja.
"selamat datang di Pusat perbelanjaan Vocaresu!" seru para penjaga menyambut Kaito dkk.
Rin dengan mata berbinar-binar langsung masuk kedalam begitu melihat 'surga' di depannya. Len segera menyusul Rin. Miku menarik pelan tangan Kaito dan masuk ke dalam. Begitu pula dengan Luka yang siap dengan borgolnya menarik Gakupo dengan kasar.
"Huee..kenapa aku diborgol Luka-sama?"
"itu supaya kau tidak genit ,terong!" Luka menatap Gakupo dengan pandangan dingin dan itu membuat Gakupo pundung disudut gedung pusat perbelanjaan. Tapi gakupo tidak menyadari, sudah banyak sekali orang yang melihatnya dengan tatapan aneh dan itu membuat Luka menundukan kepalanya, malu.
"argghh! ayo cepat masukk! Mereka sudah menunggu! " paksa Luka menarik Gakupo yang pundung masuk kedalam.
(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)
Di depan pertokoan.
Tik..tok..tik..tok..
"huh! Luka-nee kemana sih?!" gerutu Rin, menghentakan kakinya dan menggembungkan pipinya, kesal.
Panjang umur!
"hai minna!" teriak Luka keras berlari kearah mereka sambil melambaikan tangannya.
"telat!"
"hehehe gomen..gomen" Luka menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"jadi.." kata Len ngeggantung "ngapain kita kesini?"
"oh iya!" Miku menepuk Keningnya. "bagaimana kalau kita ke toko baju?" tanya Miku memberi usul.
Rin dan Luka mengangguk LKG hanya diam, seperti mendapatkan firasat buruk.
"Ayooo!" seru para gadis menarik pasangan masing-masing menuju toko baju.
(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)
"selamat datang!" sambut penjaga toko baju, tersenyum.
Miku, Rin, Luka membalas senyuman itu dengan tersenyum tipis. "terima kasih" seru mereka kompak.
Sedangkan Kaito, Len, Gakupo hanya menatap penjaga itu dengan sinis. Kenapa? Karena penjaga itu laki-laki. Mereka selaku suami aja jarang di beri senyuman, masa seorang penjaga toko baju bisa mendapat senyuman? Kan tidak adil. -3-
Oke..lupakan si VanaN'Ice yang sedang cemburu itu! Mari kita lihat para gadis yang sedang memilih baju.
"permisi nona. Saya Meiko! apa yang bisa saya bantu?" Tanya seorang pekerja toko pakaian bernama Meiko menawarkan bantuan.
"saya sedang mencari baju khusus ibu dan bapak hamil" jawab Rin reflek.
Meiko menatap Rin heran. "bapak hamil?"
JDER!
Merasa dibicarakan Kaito hanya diam membeku. Rin yang baru sadar akan ucapannya langsung berlari tanpa penuh tanggung jawab.
"Len-kun kita kesana yuk!" ajak Rin langsung menarik Len.
'Rin!dasar tidak bertanggung jawabb!' teriak batin Luka.
"meiko, e..etto maksudnya bapak yang istrinya hamil. Ya istrinya hamil! hehehe" Luka tertawa canggung. Kaito perlahan mencair dan menghela nafas. Meiko hanya mengangguk mengerti.
"mari saya antarkan" kata Meiko menuntun mereka. Sepertinya belum ada yang menyadari perut Kaito ya? XD #plakk!
sesampai di bagian baju ibu hamil. Miku dan Luka segera cepat memilih baju yang bagus. Gakupo yang di borgol Luka hanya memandang mereka dengan bosan.
'ahh.. nggak bisa lihat gadis cantik' batin Gakupo mesum. Tiba-tiba beberapa pelanggan mendekati mereka.
"wahh.. suami kalian keren sekali!" puji para pelanggan histeris yang melihat Kaito dkk.
"terima kasih!" Kata Miku tersenyum.
Gakupo hanya tertawa kepedean "yaahh.. aku memang tam-"
JDUAKK! Gakupo tersungkur ke lantai karena jitakkan super Luka.
Mereka hanya sweatdrop.
"maafkan suami saya ya!" ucap Luka senyum berbinar-binar tetapi dengan darkaura yang bertebaran disekelilingnya, membuat para pelanggan merinding ketakutan.
"haha iya tidak apa.." jawab para pelanggan tertawa canggung.
" tapi permisi nona, kenapa pemuda tampan yang satu ini perutnya besar?" Tunjuk Meiko yang penasaran dengan perut kaito dari tadi. Kaito membeku untuk yang kesekian kalinya.
'gawat! Kalau ketahuan, imageku sebagai pangeran akan hancur!' batin kaito kepedean.
"dia itu ha.."
"bukan! Dia itu terkena busung lapar!" potong Miku cepat. Sepertinya berusaha menjaga image suaminya tetapi dengan cara yang salah.
JDERRR!
Kaito seperti tersengat 1000 volt listrik.
"oh kasihan sekali.." ucap Meiko prihatin "saya turut sedih"
"yahh.. dia memang menyedihkan" ucap Luka memandang Kaito sendu tanpa prike'manusia'an dan prike'hamil'an.
"kalau begitu saya permisi dulu..saya harus melayani tamu yang lain" ucap Meiko meninggalkan Kaito, Luka, Miku, dan Gakupo yang masih terkapar di lantai.
"terima kasih telah membantu!" seru Miku. Meiko hanya membalasnya dengan senyuman.
Dan belum beberapa lama di toko baju itu, 'gosip' Kaito yang terkena busung lapar semakin menyebar layaknya virus flu burung. Beberapa ibu-ibu sudah bergosip seperi bebek yang kelaparan.
"lihat tiga pemuda itu, ganteng sekali~"
"ah tapi yang satunya shota banget~ kyaa!"
"iya! Yang satu juga seperti banci kaleng yaa!"
"tapi kenapa pemuda biru itu perutnya besar?"
"aku denger tadi sih, dia terkena busung lapar"
"liat dia, ganteng-ganteng tapi busung lapar"
"iya, padahal dia itu ganteng"
"aku kasihan padanya"
Gosip-gosip Kaito, Len, dan Gakupo Pundung.
"aku di bilang shota.." ucap Len sambil pundung di pundung di pojokkan dengan aura suram.
"aku di bilang busung lapar sama ibu-ibu.." ucap Kaito sambil menyentuh lantai dengan jarinya dan pundung di pojokan.
"aku di bilang banci kaleng.." ucap Gakupo sambil memeluk kaki Luka dengan aura gelap dan pundung di pojokan.
BLETAAKK!
"cari kesempatan dalam kesempitan ya? terong?" Tanya Luka tanpa menghiraukan benjolan di kepala Gakupo.
"ayo temani aku membeli baju!" lanjut Luka menarik Gakupo layaknya sapi. Gakupo hanya pasrah mengikuti istrinya yang 'baik' itu.
"Luka-nee Tunggu akuu!" seru Rin juga menarik Len yang tadi asik pundung di pojokan.
Dan tinggal lah Kaito yang berpundung ria sendirian. Miku menghampirinya.
" bersabarlah Kaito! Mungkin ini adalah cobaan.." Hibur Miku mengusap kepala Kaito.
"Kenapa harus busung lapar?" Tanya Kaito dengan nada suram. Miku hanya membalasnya dengan tertawa canggung.
"Mi..Miku-chan.. kau tega sekali pada suamimu ini.." ucap Kaito kepada Miku dengan mata berlinang.
"tidak apalah suamiku sayang.. ini supaya imagemu tidak hancur kan.." kata Miku kalem, tapi membuat Kaito menangis keras.
"imageku sebagai pangeran sudah hancurr!"
"tapi akan digantikan dengan pangeran berbusung lapar.." Hibur Miku. "sama-sama pangerankan?"
Tangis Kaito berhenti, ia menatap Miku dengan berbinar-binar. " jadi aku masih pangeran?"
Miku mengangguk kecil " tentu saja!"
Kaito dengan bakanya langsung bersemangat. "arigatou Miku-chan!" kata Kaito memeluk Miku.
"douita!ayo kita ketempat Luka.."
"Ayo!"
'entah kenapa, enak juga ya punya suami baka' batin Miku menatap Kaito dari belakang.
(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)(''3)\('/0/'\)
Di tempat Luka.
"Len! Kau harus memakai ini!" seru Rin memamerkan baju Lolita berwarna kuning yang penuh renda kearah Len. Len langsung keringat dingin.
"hehehe" Len langsung mengambil jurus setriliun langkah.
Merasa bahan percobaannya hilang, Rin mengejar Len dengan speed mode "LENNN!"
"GYAAA!"
Selama Rin masih mengejar sang shota, Mari kita lihat pecinta tuna ini.
"Gakupo, ini bagus nggak?" Tanya Luka mengangkat baju dress berwarna putih.
"ba..bagus" jawab Gakupo gugup.
"yang ini?"
"bagus"
"yang ini?"
Gakupo tidak menjawab pertanyaan luka. Matanya memandang sesuatu yang menarik perhatiannya.
'aku sudah nggak tahan' batin Gakupo.
"Gakupo, baju ini bagus nggak?" dengan mata berbinar-binar Luka memamerkan baju dress itu kepada Gakupo. Tapi, belum satu menit, Gakupo sudah lari entah kemana, meninggalkan borgol yang masih ngeggantung di tangan Luka.
"ehh?! Gakupo kemana?!" panik Luka melihat kanan kiri.
"huaaa! Banyak Pantsu!" tiba-tiba terdengar suara seorang yang tak asing bagi gadis tuna ini. Luka menoleh arah suara itu.
"Gakupo?!"
TBC~
Gakupo : WHATT?! Aku ngapain tuh?!
Ryu : ahh.. palingan nyuri pantsu tetangga, hachii! #di tebas
Luka : *sweatdrop*
Balas Review :
Kagane Mikasa-san05 : hehehe terima kasih atas pujiannya! Arigatou moe! *peluk Mika* inget dong, masa Ryu lupa! XD silahkan~
Yin yin kei : hai juga Yin Yin~ X3 salam kenal juga! Benarkah? Arigatouu X3 Silahkan~Terima kasih atas reviewnyaa~~
Kamimura39 : arigatouu ! Betul tuh, punya anak cukup 2! Dasar Kaito serakah! #di timpuk es krim KB itu Kaito Bencana kan?! #di hajar,
YamiRei28 : Reiii! *hug* #dipangkong buat Kaito nista? Hohoho.. Dengan senang hatii~~
Kaito : semuanya jahat jahat! *gigit bantal es krim*
Silahkan~ TERIMA KASIH ATAS REVIEWNYA! XD
Hikari Kengo : Yo Kengo! XD Doa kan aja, semoga Mikuo dan Kaiko twincest! #digampar
Arigatou! Terima kasih atas reviewnya~ XD
Ryuuna Hideyoshi : hahaha itu karena Kaito serakah anak! XD terima kasih reviewnya :D
Moka Aoi : Mokaaa! XD eh? Ryu lupa..kemarin konter sihirnya di bom, jadi nggak bisa isi ulang deh! XD #Plakk!
Silahkan Moka! Arigatou~ TERIMA KASIH ATAS REVIEWNYA! XD
Boku wa Uzu : unik? Benarkah? Arigatou~ nggak sia-sia deh Ryu mimpi! XD Terima kasih atas reviewnyaa~~
Ryu : udah balas Review~~ arigatou minna~~ terima kasih telah membaca! *bungkuk* Hachii!
Miku : untuk Author baru yang gaje ini..
Kaito : *ngenjilat eskrim* Min to review?
Rin : tolong REVIEW YAA~~ XD
