LOVELY COMPLEX (KaiHun Version)

Cast :

Kim Jongin, Oh Sehun (girl)

Park Chanyeol, Byun Baekhyun (girl)

Kris, Do Kyungsoo (girl)

Xi Luhan (girl)

Genre :

Highschool lives, Drama, Humor, Romance

Rated : T

Author : Ohorat

.

.

.

Sehun tak henti-hentinya menahan tawa sejak bel masuk beberapa jam yang lalu. Ia tak tahan dengan penampilan baru Jongin. Namja tan itu mengubah gaya rambutnya seperti tokoh anime, Naruto. Tentu sangat aneh untuk dilihat.

"Gaya rambut apa itu? Sikat? Landak laut?" Sehun tertawa sambil memegangi perutnya.

Jongin beranjak dari duduknya setelah memasukkan peralatan menulis ke dalam tasnya, "Berisik! Hari ini aku mengubah penampilanku."

"Kemari, biar aku perbaiki!" Sehun ikut beranjak dan hendak menyentuh ujung rambut Jongin.

Namja tan itu menghindar lalu menatap tajam gadis didepannya, "Jangan sentuh aku, bodoh!"

"Kau mencoba untuk terlihat keren, ya? Menjijikan sekali!"

"Mulai hari ini, popularitasku akan meningkat. Dan kemudian kau akan membelikan sepatu baru untukku." Ujar Jongin sembari melipat kedua tangannya didada. Huh, ia terlihat angkuh.

Sehun mendengus kesal sebelum kemudian menyeringai, "Mengubah gaya rambutmu seperti itu tidak akan membuatmu populer!"

"Kau juga sama. Memakai lipstik merah seperti itu tidak akan membuatmu populer." Balas Jongin dengan seringaian yang tak kalah menyebalkan.

Karena kesal, dengan sekuat tenaga Sehun menjambak rambut landak milik Jongin sampai si empu rambut berteriak tak karuan. Hah, selalu saja.

.

.

.

Suasana yang cukup canggung. Baekhyun dan Chanyeol terlihat mesra saat perjalanan pulang. Begitupun Kris dan Kyungsoo, mereka berpegangan tangan layaknya remaja di mabuk asmara. Sedangkan Sehun dan Jongin, keduanya terlihat kesal menatap teman-temannya dari belakang.

Sehun menunduk lemah, "Suasana disini benar-benar terasa kaku."

"Ini berlaku untuk kita berdua." Ucap Jongin datar.

Gadis albino itu memicingkan matanya ke arah kanan, tepat dimana Jongin berada, "Kenapa kau ikut dengan kami?"

"Ada hal yang harus aku lakukan dirumah Chanyeol," Jongin menyentuh poninya yang kembali utuh seperti biasa, "Kau sudah merusak rambutku, padahal tadi pagi aku susah payah membuatnya."

"Ck, kenapa kau masih membahas itu? Dasar kekanakan!"

"Chanyeol-ah, mau mencoba keberuntungan kita?" Ujar Baekhyun sambil menghentikan langkahnya membuat semua mata tertuju pada gedung didepan mereka. Game center.

Kyungsoo membulatkan matanya bingung, "Keberuntungan?"

.

.

"Wow! Kecocokan kami 85%!" Seru Baekhyun setelah mencoba 'keberuntungan'-nya dengan Chanyeol dari sebuah mesin disana.

"Kris-eu, cobalah dengan Kyungsoo!" perintah Chanyeol begitu semangat.

Yang diperintah hanya memandang Kyungsoo malu-malu sebelum kemudian mendapat anggukan dari sang kekasih.

"Ayo, coba saja!" tambah Baekhyun.

Sehun hanya bisa tersenyum melihat kedua pasangan didepannya. Seharusnya ia tak ikut masuk kesini.

Matanya tertuju pada Jongin yang tengah asyik bermain salahsatu permainan disana. Ia terlihat seperti anak kecil, terlalu fokus dengan mainannya. Dan Sehun hanya bisa menghela nafas.

.

.

Waktu cepat sekali berlalu dan musim dingin sudah dimulai beberapa hari yang lalu. Jalanan Seoul pun sudah dihujani rintik salju. Orang-orang berlalu lalang dengan jaket tebal mereka, beberapa hari lagi Natal akan tiba.

"Kau ingin pesan apa, darling?" Baekhyun memeluk lengan kanan Chanyeol dengan mesra saat mereka sampai disebuah cafe.

"Kau pesan duluan saja, Baekkie." Chanyeol mulai menunjukan deretan gigi putihnya.

Sehun dan Jongin terlihat sibuk dengan buku menu ditangan masing-masing.

"Oh ya Jongin, kau ingin pergi melihat konser G-Dragon?" tanya Chanyeol membuat Jongin menoleh.

"Temanku punya tiket lebih dan dia memintaku untuk mencari orang lagi untuk pergi dengannya." Ujar Chanyeol dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

BRAK!

Sehun menggebrak meja cafe begitu mendengar nama idolanya disebut. Wajahnya terlihat berbinar, "G-Dragon? Kau serius? Aku akan pergi!"

Jongin tertegun, "Eh? Kau juga suka G-Dragon, Sehun-ah?"

Sehun mengangguk antusias, "Tentu saja! Dia menakjubkan! Kau sudah mendengar lagu barunya?"

"Tentu saja aku punya! Itu benar-benar keren!"

"Syukurlah! Suaranya benar-benar menakjubkan, bukan?"

Seolah dunia hanya milik berdua. Kedua makhluk aneh itu membiarkan teman-temannya melongo seperti orang bodoh.

"Kenapa kalian tidak pergi berdua saja?" Ujar Baekhyun membuat keduanya menoleh.

"Apa kau bilang?!" Jongin dan Sehun menggebrak meja, mereka menatap tajam gadis sipit didepannya.

Baekhun mengedikkan bahunya, "Kalian sepertinya mempunyai kesukaan yang sama, dan kaliat terlihat sangat serasi."

"Serasi apanya?!" bentak Sehun. Jongin sudah duduk kembali seperti biasa.

"Kalian berdua suka G-Dragon, kan?"

Sehun kembali duduk ditempatnya sembari menghela napas, "Itu hanya kebetulan saja."

Suasana menjadi hening untuk beberapa detik sebelum seorang pelayan menghampiri meja mereka, "Apa anda sudah siap memesan?"

"Ah, iya sebentar," Sehun membuka buku menu-nya lagi. Matanya tertuju pada minuman yang baru ia lihat. Sepertinya itu menu baru.

"Orange bubble tea!" Ucap Sehun dan Jongin bersamaan sebelum keduanya saling menatap tajam. Akhir-akhir ini mereka selalu mengucapkan kata yang sama.

Baekhyun dan Chanyeol tersenyum jail, "Lihat, kan?"

"KALIAN SALAH!"

.

.

.

"AKU INGIN JATUH CINTAAA!" teriak Sehun dari jendela kelas. Beberapa siswa yang baru datang menatap aneh gadis albino itu. Namun tak lama, karena mereka sudah terbiasa dengan tingkah aneh Sehun.

"Sudah kubilang, kenapa tidak pergi dengan Jongin saja? Ya, kan Kyungsoo-ya?" Baekhyun menyenggol Kyungsoo disampingnya, dan Kyungsoo hanya mengangguk.

Ekspresi Sehun berubah setelah mendengar nama Jongin ditelinganya. Wajahnya terlihat kesal, "Sudahlah! Kenapa aku harus pergi dengan si hitam itu?"

"Tapi Jongin, kan cukup populer, kau tahu?"

"Ah, itu pasti hanya kebetulan saja!"

Baekhyun tersenyum menantang, "Kalau begitu, mau pergi menonton latihan tim basket sepulang sekolah nanti?"

.

.

"Lihat, mungkin gadis-gadis itu dari kelas 2 atau 3." Ujar Baekhyun sambil menunjuk para siswi yang tengah berkerumun melihat tim basket.

"Huaaa~ dia mendapat bola!"

"Kim Jongin, fighting!"

Baekhyun menatap para gadis itu datar, "Setiap kali menonton Jongin, mereka selalu seperti itu."

"Benarkah?" Sehun tertegun. Lalu matanya menangkap sosok Jongin tengah mengoceh bola dari sang lawan, "Hm, ternyata si hitam itu cukup lincah juga."

Jongin terus berlari sambil men-dribbling bola. Matanya menatap tajam kearah ring. Dan... hup! Dia melompat cukup tinggi sebelum memasukkan bola kedalam ring membuat Sehun tertegun untuk kesekian kalinya.

Namun perhatiannya buyar saat mendengar peluit dari sang pelatih. Pria paruh baya itu menghampiri Jongin.

"YA! Jongin!" pelatih itu menjitak kepala Jongin, "Jangan melakukan jump shot hanya untuk terlihat keren!"

Sehun tersentak kaget, "Kenapa pelatih itu memarahinya? Bukankah tadi dia memasukan bolanya?"

Baekhyun mengangguk.

"Pikirkan dulu sebelum melompat, dasar hitam!" bentak pelatih itu sebelum pergi.

"Kenapa dengan pria tua itu?! Menjengkelkan sekali!" Sehun menghentakan kaki kanannya ke lantai. Emosinya terpancing lagi namun Baekhyun segera menahan lengan gadis albino itu dan menenangkannya.

"Kyaaa~ Jongin dihukum oleh pelatih! Manisnya!" lagi-lagi para fans Jongin berteriak histeris membuat Sehun kesal sendiri.

'Manis? Aku mengerti... Jadi si hitam itu punya penggemar juga? Dasar curang!'

Tiba-tiba sebuah bola menggelinding ke arah kaki Sehun. Dan seorang namja menatapnya saat mengambil benda itu, "Ada apa dengan wajah jelekmu itu?"

Sehun mendengus kesal, "Aku tidak akan kalah darimu!"

"Apa masalahmu?!" geram Jongin.

"Aku tidak akan pernah mau membelikan sepatu untukmu! Lihat saja nanti, kau akan membelikanku satu ton bubble tea!" bentak Sehun sebelum kemudian berlari pergi meninggalkan si hitam yang masih terdiam bingung.

.

'Aku harus melakukan sesuatu! Jika tidak... arghh, aku harus melakukan sesuatu!' batin Sehun sambil terus berlari. Ia tidak bisa membayangkan jika Jongin memenangkan taruhan mereka. Ia tidak mau hal itu terjadi.

"Ah, aku tahu, Baekkie!" langkahnya terhenti tiba-tiba membuat Baekhyun yang sedari tadi ia tarik pun ikut berhenti.

"Grup kencan! Kau dengar? Grup kencan!" gadis albino itu mengguncangkan bahu Baekhyun.

"Grup... kencan?"

.

.

.

Sehun menekuk wajahnya sejak ia memasuki kelas. Bibir tipisnya mengerucut kesal. Kantung matanya cukup terlihat jelas. Mungkin ia menangis semalaman.

"Jadi, apa yang terjadi kemarin?" tanya Baekhyun sembari berdiri dihadapan Sehun yang tengah duduk manis dengan wajah suram.

Sehun menoleh dengan tatapan sinis, "Melihat wajahku seperti ini pasti sudah paham, kan?"

"Itu karena standarmu terlalu tinggi." kata Baekhyun setelah menghela napasnya.

"YA! Bisakah kau berhenti berkata 'standarmu terlalu tinggi' pada orang yang belum punya pacar? Kau bertanya padaku seperti apa namja idamanku, aku pun memberimu daftar namja yang aku mau. Aku tidak menyangka, ternyata orang yang datang tidak seperti yang aku harapkan!" Sehun tersedu diakhir kalimatnya. Ia menunduk, menutup wajahnya disela kedua lengannya.

Baekhyun dan Kyungsoo menatap lirih sahabatnya, "Sehun-ah..."

"Aku mengerti. Sebagai seorang yeoja, kalau tetap seperti ini akan menjadi buruk..."

"Ini buruk, Sehun-ah!" ujar Jongin yang datang tiba-tiba.

Sehun masih menunduk diatas mejanya sambil tersedu, "Aku tahu! Aku ini sangat buruk!"

"Bukan itu, aku membawa berita yang sangat buruk."

Gadis albino itu mendongak, matanya membulat ketika melihat sebuah tiket ditangan Jongin sebelum kemudian merebutnya sambil tersenyum bahagia, tak seperti tadi, "Ah! Ini tiket G-Dragon untukku!"

"Aku dapat itu dari Chanyeol, ini untuk konser natal GD." kata Jongin sembari memasukan kedua tangan kedalam kantong celananya.

Sehun tersentak kaget, "Natal?"

"25 Desember, hari pasangan pada saat natal."

"Ke-kenapa aku harus menghabiskan natal bersamamu?!" geram Sehun.

"Memangnya aku peduli?! Aku juga tidak ingin pergi denganmu!" Jongin ikut kesal.

"Aku kembalikan!"

Keduanya saling menatap tajam satu sama lain. Seperti ada kobaran api keluar dari diri masing-masing.

"Dari negara mana kalian sebenarnya?" Baekhyun menatap datar dua makhluk aneh didepannya.

"Apa yang salah dengan kalian jika bersama-sama?" tanya Kyungsoo polos membuat Sehun menoleh, masih dengan tatapan tajamnya.

"Tidak mau! Kenapa aku harus pergi dengannya saat natal?!"

Baekhyun tersenyum, "Mungkin saja suasana natal akan membantu aliran cinta kalian berdua."

"Jika albino seperti dia, pasti akan tersapu di setiap jenis aliran dan menyangkut didalam selokan." Cibir Jongin sambil melenggang pergi dengan santainya.

Sehun semakin geram dengan ucapan Jongin barusan, "SIAPA YANG KAU BICARAKAN ITU, HAH?!"

.

.

.

Siang ini hanya terlihat 2 makhluk aneh tengah berjalan di trotoar. Ya, Sehun dan Jongin pulang bersama setelah pulang sekolah. Tak ada teman-temannya yang lain seperti biasa.

Haccihh!

Sehun menggosok hidungnya setelah berhasil memuncratkan kumpulan kuman dari hidungnya.

Jongin memicingkan matanya, "Jangan bersin seperti orang tua."

"Ah, kupikir akhir-akhir ini aku terkena flu." Kali ini ia tak mau mengeluarkan emosinya.

"Apa kau serius mencari pacar?"

"Tentu saja! Pertandingan kita masih belum selesai."

Jongin menutup kedua matanya, "Lagipula, kau tak punya rencana untuk natal kali ini, bukan?"

Sehun menunduk, "Hm."

"Kita hanya akan pergi menonton konser, setelah itu pulang kerumah sebelum perasaan romantis tumbuh." ucap Jongin datar namun sedikit membuat hati Sehun berdenyut.

Gadis itu melirik kaca toko disampingnya, melihat pantulan dirinya dengan Jongin saat berjalan bersamaan, "Sebenarnya, gadis seperti apa yang kau suka?"

"Aku? Setidaknya bukan tipe gadis yang sering bersin seperti orang tua. Ketika seorang gadis bersin, ia harus menutup mulutnya dengan tangannya."Jelas Jongin membuat Sehun kembali menekuk wajahnya kesal.

Haccih!

"Lihat, seperti it-" Jongin menghentikan langkah juga ucapannya saat melihat siapa gadis yang baru saja bersin sembari menutup mulutnya. Gadis itu pun sama, ia menghentikan langkahnya dan berdiri tepat berhadapan dengan Jongin.

Jongin tercekat, "Luhan?"

"Kai?" ucap gadis yang cukup kurus itu.

Sehun hanya bingung menatap keduanya. Ia memiringkan kepalanya, "Kai? Siapa itu?"

"Itu aku." Jawab Jongin datar. Matanya masih menatap gadis yang ia panggil Luhan tadi.

Gadis itu tersenyum manis namun terlihat kaku, "Lama tidak bertemu. Apa kau sehat-sehat saja?"

"Hm." Jongin mengangguk.

'Me-mengejutkan sekali! Gadis ini tampak seperti Kyungsoo. Keduanya sama-sama manis dan lugu.' Batin Sehun.

"Um... maaf, aku agak terburu-buru." Ucapnya kaku sebelum kemudian berlari pergi.

"Hei, Kai. Siapa gadis itu?" goda Sehun sambil berbisik tepat ditelinga Jongin.

Jongin mendecih, "Itu bukan urusanmu!"

Sehun memamerkan senyum jahilnya, "Ayolah, beritahu aku! Mencurigakan sekali..."

"Dia mantan pacarku." Jawab Jongin setelah mendengus kesal.

Sehun terkejut, matanya membulat terbelalak, "Ma-mantan? Maksudmu dia pernah pacaran denganmu?"

"Kenapa kau begitu terkejut?!"

"Tidak mungkin! Apa kau serius?"

"Ck, untuk apa aku berbohong padamu tentang hal ini?" Jongin menatap datar pada gadis yang terlihat sangat shock disampingnya.

Sehun menggelengkan kepalanya, "Ini tidak mungkin... ini pasti bohong, kan?"

"Kau ini! Aku ini sudah hidup selama 16 tahun, sudah pasti aku mendapatkan pacar selama itu!" geram Jongin.

"Aku belum!"

"Itu bukan sesuatu yang harus dibanggakan!"

Sehun berjongkok sembari memegangi kepalanya frustasi, "Shock! Shock tingkat dewa!"

.

.

.

Malam itu, Sehun memutuskan untuk menelpon Baekhyun. Ia benar-benar tidak percaya dengan pengakuan Jongin tadi siang, sampai-sampai harus menanyakan hal ini pada sahabatnya.

"Jongin bilang dia pernah punya mantan pacar. Bahkan orang konyol seperti dia bisa mendapatkan pacar, konyol sekali!" Sehun begitu semangat menceritakannya.

"Ya, aku mendengar hal itu dari Chanyeol. Yeoja itu bernama Xi Luhan, dia adalah manajer dari klub basket ketika mereka berada di SMP. Dia sudah berpacaran dengan Jongin selama 2 tahun, dan ternyata Jongin benar-benar menyukainya..."

Sehun tertegun. Kini telinganya tak lagi mendengar ocehan Baekhyun dari seberang telpon. Pikirannya kembali tertuju pada gadis bernama Xi Luhan itu.

'Jadi itu memang benar?'

.

.

.

'Aku pikir bahwa Jongin tidak pernah mendapat pacar sejak ia dilahirkan, sama sepertiku. Sekarang aku merasa telah tertinggal.' Batin Sehun sembari memperhatikan Jongin diam-diam saat mereka tengah berjalan dikoridor sekolah. Mereka baru kembali dari perpustakaan untuk mengambil beberapa buku pelajaran.

Sehun menghela napas, lalu berbisik pada namja disampingnya, "Jongin, kenapa kau putus dengan mantanmu?"

Jongin tersentak kaget dan sedikit menjauh dari posisinya, "K-kenapa kau bertanya tentang itu?"

"Karena aku tidak bisa membayangkan kenapa kau melakukannya. Kau sudah berhasil mendapatkan pacar, tapi kenapa kau putus dengan dia?"

"Aku tidak putus dengannya," jawab Jongin sembari menunduk. Suaranya terdengar lemah.

"Justru dia yang memutuskanku." tambahnya sambil kembali berjalan.

Sehun terkejut sebelum kemudian mengikuti Jongin yang kini terlihat suram itu.

"Dia tiba-tiba mengatakan padaku bahwa ada namja lain yang disukainya. Itu sangat menyedihkan, karena orang yang dia suka... memiliki warna kulit yang lebih putih dariku. Aku pikir, itu mungkin karena aku kurang putih."

Sehun kembali terkejut setelah mendengar penuturan Jongin. Ia menatap lirih punggung namja didepannya, "Ta-tapi aku yakin itu hanya kebetulan. Aku yakin dia tidak memutuskanmu hanya karena warna kulitmu-"

"Bahkan jika itu hanya kebetulan, aku sudah sensitif dengan warna kulitku. Dan sekarang aku sudah melupakan hal itu," Jongin menoleh sembari tersenyum, "Tapi jika aku mengatakan hal seperti itu, kau akan memukulku lagi, kan, Sehun-ah?"

"Jongin-ah..." Sehun tertegun dengan apa yang Jongin katakan barusan, ia terdiam membisu dan kembali menatap punggung Jongin yang mulai menjauh.

'Jongin, aku benar-benar mengerti bagaimana perasaanmu. Bagaimana rasanya dibuang seperti itu, tidak heran kau begitu khawatir dengan warna kulitmu. Fighting, Jongin! Kau harus tetap hidup, Jongin!'

.

.

.

Langkah Sehun terhenti ketika ia baru saja keluar dari gedung sekolah. Ia menangkap sosok Jongin tengah berbincang didepan gerbang sekolah dengan gadis yang ia temui kemarin. Dengan segera, Sehun bersembunyi dan berusaha menguping pembicaraan keduanya. Oh, ini tidak baik teman-teman.

"Jadi, tanggal 25 nanti kami memutuskan untuk mengadakan pesta dengan semua orang yang berada di klub basket. Apa kau bisa meluangkan waktu pada hari itu?" tanya Luhan sambil menatap Jongin.

"Aku mengerti."

'Kalau dilihat dari gaya bicaranya, ia tampak mirip Kyungsoo. Jadi, itu sebabnya ia menyukai Kyungsoo?' Batin Sehun dari tempat persembunyiannya.

"Kau harus datang, ya! Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."

"Ha? Ta-" belum sempat Jongin menyelesaikan perkataannya, Luhan sudah berlari pergi. Jongin menarik kembali tangannya yang sempat ia julurkan tadi, "Ah, tanggal 25..."

"Jangan khawatir," Sehun tiba-tiba muncul dari belakang Jongin sambil tersenyum, "Aku akan pergi ke konser GD sendiri."

"Se-Sehun-ah... ka-kapan kau..."

"Ada sesuatu yang ingin dia katakan, ya? Bisa jadi dia ingin kembali seperti dulu. Jika kau tidak pergi dan pada akhirnya tidak bisa kembali bersama seperti dulu, kau mungkin akan menyalahkan semuanya padaku. Tidak apa-apa, daripada mencari pacar baru, kenapa kau tidak kembali bersatu dengan masa lalumu? Ini akan menjadi cara yang lebih cepat untuk menyelesaikan pertandingan kita." Jelas Sehun bijak dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

"Sehun-ah..."

"Ah, tapi karena aku juga membantumu sedikit, sepatu basketmu, batal, ya? Aku hanya akan mentraktirmu bubble tea saja."

"Pelit sekali," Jongin menatap Sehun sambil tersenyum, "Kau tahu, aku tidak tahu harus menganggapmu orang baik atau bukan."

"Tentu saja, aku ini orang yang baik!"

.

.

"Baekhyun-ah! Kyungsoo-ah!" teriak Sehun memanggil kedua sahabatnya yang kini menghentikan langkahnya.

"Aku akan sendirian natal nanti. Ingin sedikit jalan-jalan sebelum konser, hm?" Sehun terus tersenyum sambil menatap dua gadis didepannya. Setelah menghasut Jongin untuk tidak pergi bersamanya tadi, ia pikir bisa menghabiskan malam natal bersama sahabatnya.

Baekhyun terlihat berpikir sambil mengelus dagunya, "Maaf, aku akan pergi ke rumah Chanyeol pada tanggal 24 untuk pesta natal nanti."

"Aku ingin memberikan syal untuk Kris tanggal 25 nanti, tapi aku belum menyelesaikannya. Jadi aku harus mengerjakannya pada tanggal 24. Ah, tapi jika aku mengerjakannya hari ini, aku mungkin punya waktu." Jelas Kyungsoo hati-hati namun tetap saja tidak merubah ekspresi Sehun yang tengah menahan kekesalannya.

"Tidak apa-apa, kalian tidak perlu mengkhawatirkanku." Sehun mengerucutkan bibirnya kesal.

"Ta-tapi kita masih berteman, kan? Maaf." Ucap Baekhyun terlihat panik.
"Tidak apa-apa. Lagipula, natal tidak ada hubungannya dengan orang Korea. Apa bedanya jika aku sendirian?"

.

.

.

Malam natal tiba. Jalanan kota Seoul begitu ramai dihiasi pohon-pohon pinus dengan lampu warna-warni disekitarnya. Diluar gedung tempat dimana konser diadakan pun cukup padat. Benar saja apa yang dikatakan Jongin, kebanyakan yang datang pasti bersama pasangan masing-masing. Itu membuat Sehun sangat kesepian. Ia masih berdiri mematung ditengah keramaian.

"Sial! Aku sangat bosan disini. Aku datang terlalu cepat." Sehun menghela napasnya, ia menatap datar orang-orang yang melewatinya.

BRUKK!

"Akh!" ringis Sehun saat ia terjatuh karena baru saja seseorang menubruknya tanpa meminta maaf.

Ia menggerutu kesal pada orang yang tiba-tiba menghilang itu.

"Ah, stockingku robek! Lututku berdarah!" gadis albino itu meringis sebelum kemudian mencoba berdiri dengan lutut kiri yang melemas. Ia menunduk, meratapi nasibnya yang begitu sial malam ini.

'Mungkin saat ini mereka sudah bersenang-senang sekarang. Jongin pasti sudah kembali dengan mantan pacarnya. Apa yang harus aku lakukan? Aku ditinggal sendirian. Sekarang Jongin sudah punya pacar, dia mungkin tidak akan bertemu denganku lagi. Padahal ini liburan musim dingin, tapi jika aku bermain bersama mereka, pasti hanya akan mengganggu mereka saja.'

"Kakiku sakit. Konsernya juga akan segera dimulai. Apalah artinya jika aku menonton konser sendirian? Apalah artinya jika aku merasa senang? Aku tidak bisa berbagi kesenangan dengan mereka lagi."

"Sehun-ah!"

Sehun menoleh kebelakang lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar, "Barusan aku mendengar suara Jongin."

"Sehun-ah!" Benar saja, Jongin muncul dari keramaian orang-orang sambil berlari menghampiri Sehun.

"Akhirnya aku menemukanmu!" Jongin terengah sambil memegangi kedua lututnya, "Kau pergi kemana saja?"

Sehun terlihat bingung pada namja didepannya, "Apa yang kau lakukan disini?"

"Apa maksudmu? Kita akan melihat konser GD, bukan?"

"Tapi, bagaimana dengan mantan pacarmu?"

Jongin menggaruk tengkuknya, ia terlihat canggung, "Aku bisa menemuinya nanti. Aku sudah berjanji denganmu pertama kali, kan?"

Sehun tertegun mendengarnya. Matanya membulat sempurna.

"Aku mungkin agak ragu, tapi aku ini bukan orang yang suka ingkar janji. Aku tidak ingin berhutang budi padamu." ujar Jongin datar.

"Bodoh!"

"Apa?!"

"Dasar bodoh!" Sehun terisak. Ia menangis, membuat Jongin panik.

"K-kenapa kau menangis?"

Sehun menutupi matanya dengan sebelah tangannya. Ia masih terisak, "Dasar bodoh! Apa yang kau lakukan?"

"Kenapa kau terus menyebutku bodoh?" Jongin menarik tangan yang tadi menutupi air mata Sehun, "Sehun-ah, ada apa?"

"Lut... lut... lututku sakit..."

"Lututmu?" namja itu berjongkok, ia terkejut dengan luka dilutut Sehun, "Ini berdarah! Apa yang kau lakukan? Kau baik-baik saja? Kau bisa berjalan?"

Sehun hanya mengangguk sambil menghapus air matanya.

"Kajja, Kita pergi ke toko obat dulu!" Jongin pun menggenggam tangan Sehun. Mereka berjalan berdua seperti pasangan lainnya malam itu.

'Tangan Jongin... begitu hangat.'

.

.

.

Konser pun berakhir. Orang-orang tampak begitu senang setelah keluar dari gedung. Begitupun Sehun dan Jongin. Mereka tak henti-hentinya membicarakan penampilan GD sepanjang jalan.

"Tadi itu benar-benar keren!"

"Iya, aku jadi ingin menonton lagi!"

Jalan itu dipenuhi dengan semangat natal. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Sehun?" panggil seseorang membuat langkah keduanya terhenti. Sehun menoleh, mencari sosok yang tadi memanggilnya.

"Sehun-ah!"

DEG!
Tiba-tiba seorang namja tak dikenal memeluk Sehun begitu erat. Jongin tak kalah terkejutnya dengan apa yang baru saja ia lihat. Siapa orang aneh ini?

.

.

.

LANJUT? REVIEW REVIEW REVIEWNYA JUSEYO^^