Scarlet Devil Mansion, ya tempat itu merupakan lahirnya para vampire Scarlet. Tempat itu berada di Benua Eropa, Tapi saat karena insiden akhirnya tempat itu pindah yang mana tempat itu tidak bisa dijangkau oleh manusia manapun kecuali mempunyai kemampuan sendiri. Hanya saja, jika tidak karena insiden kemungkinan Scarlet Devil Mansion tidak di tempat itu.
Di saat itu, ada 2 vampir yang menghampiri 1 vampir yang itu bernama Frederico Scarlet. Dia adalah kakak tirinya dari 2 vampir tersebut, yaitu Remilia Scarlet dan Flandre Scarlet. Sebenarnya Frederico Scarlet merupakan makhluk setengah vampir setengah manusia.
"Hei Onii-san… aku boleh bertanya denganmu?" Tanya Remilia.
"Hmm..? mau Tanya apa? Pasti mau tau, tentang sejarah kita kan?" Kata Frederico yang dia membaca buku.
"Hmm…. Tidak onii-san, saya sudah jelas tentang sejarah kita." jawab Remilia." Hanya saja…. Kenapa onii-san untuk pergi ke dunia luar?"
Frederico terdiam dan tidak mau menjawab pertanyaan tersebut.
Saat itu, Frederico terdiam dan tidak mau tentang yang dibicarakan oleh adiknya. Karena Frederico tidak mau adik-adiknya terlibat tentang urusan ini. Sangat bahaya, kalau adik-adiknya jika tahu tentang itu.
Bloody Scarlet Insident atau Insiden Scarlet Berdarah, merupakan insiden yang tidak terlupakan oleh Frederico. Saat itu, ayah mereka dan ke-empat saudara-saudarinya merebut wasiat berupa tahta dan Scarlet Devil Mansion. Scarlet Devil Mansion sendiri, mempunyai rahasia tersendiri. Yaitu mempunyai senjata tua yang dimiliki oleh keluarganya.
Tertumpahan darah terjadi saat itu, Frederico melindungi adik kandungnya. Tiba-tiba saudara sepupu Frederico yang ingin mengaktifkan senjata itu, datang untuk mengalahkan dan membunuhnya. Saat itu Frederico mau tidak mau, harus mengalahkan mereka walaupun keadaan dia terluka. Namun… usaha melindungi adiknya sia-sia, karena adiknya terbunuh.
Saat itu keluarga Scarlet mempunyai 5 anak, sekarang tinggal 2 karena insiden tersebut. Frederico tidak mau berfikir itu lagi, karena membuat dia bersedih.
Sebelumnya, scarlet bersaudara tersebut mempunyai saudara adopsi dimana saudara tersebut jarang ke SDM. Dia sudah tahu tentang insiden berdarah tersebut, namun dia tidak terlibat.
"Onii-san…?" kata Flandre dengan mencolek Frederico
"Ahh…. Ahh jangan dipikirkan… Karena aku harus menghidupi kebutuhan kalian." Kata Frederico
"Tapi onii-san… disini kan bisa juga. Selain itu, onii-san harus menjaga gensokyo ya kan?" Kata Remilia dengan muka curiga.
"Itu Benar yang dikatakan onee-sama. Onii-san harus menjaga gensokyo dan mansion ini." Kata Flandre.
Frederico sangat kebingungan mau jawab apa, karena dia tidak mau kalau adik-adiknya tahu tentang ini. Tentang kedua sepupunya yang akan menyerang mereka bahkan Gensokyo.
"It-itu kan karena disini mau kerja apa. Di dunia nyata juga banyak pekerjaan." Kata Frederico dengan nada kebingunan. "Selain itu, kan ada Yukari-san yang akan mengamankan gensokyo."
"Hmm…. Tapi Onii-san, nanti Yukari-san juga membutuhkanmu lho." Kata Flandre.
"Benar sekali…." Kata Remilia.
"Maafkan onii-san ya, Remilia-chan…. flandre-chan. Karena, jika kalian tahu tentang masalah ini maka nanti kalian menjadi sasaran enak. Karena kalian adalah kelemahan onii-san. Dan disamping itu, kemampuan kalian tidak bisa mengalahkan mereka." Perkataan hatinya Frederico.
Frederico tidak mau, kalau adiknya terlibat dengan ini. Karena adik-adiknya tidak terlibat dengan masalah yang dialami oleh keluarganya tersebut.
"Hmm…. Ya sudahlah, onii-san. Aku percaya kok.." kata Remilia
"Onee-sama, apa tidak apa-apa jika Onii-san pergi meninggalkan kita? Onii-san jarang kembali ke rumah." Kata Flandre
"Tidak apa-apa kok. Jika emang gak ada alasan lain, maka aku percaya."
"Ahh… kalau begitu-"
"Tapi, onii-san… jika ada alasan lain, aku tidak mengampunimu." Remilia dengan muka seram
"Ahh…hahahahahahaha….." Frederico dengan mengelus-elus kepalanya "Remilia-chan, serem juga ya. Tapi maafkan onii-san ya, karena selain menghidupi kalian ada urusan yang harus diselesaikan. Maafkan aku, Remilia-chan… Flandre-chan..!"
Tidak ada pilihan lain, karena jika Frederico tidak menyelesaikan masalah ini maka saudaranya itu akan menyerang gensokyo.
"Sebenarnya…. Aku gak mau, onii-san pergi sendirian. Terus, tidak ada yang menemani aku main." Flandre menolak Frederico pergi meninggalkan rumah.
"hmm…" "Dengar, Flandre-chan..! Emang ini sangat sulit bagimu, tapi kamu akan mendapatkan teman untuk bermain. Selain itu, kan ada Remilia-chan yang akan menggantikan aku. Bagaimana?" Frederico tersenyum sambil mengelus-elus kepala Flandre.
"Hmph..! Baiklah, onii-san..!" Flandre sebenarnya tidak ingin kakaknya pergi
"Ohh ya, bagaimana kita buat janji."
"Hmm, Janji..?"
"Iyah, jika aku kembali kerumah nanti aku ajak tempat biasanya aku dan miko-chan jalan-jalan. Bagaimana?"
"Hah…. Jangan katakan di kuil Hakurei?" Remilia bertanya kepada kakaknya sambil bermuka melas.
"Ahh..hahaha….. kamu salah Remilia-chan. Pokoknya tempatnya indah kok, aku dan Reina-chan sendiri tergagum dengan tempat itu. Sampai befikir, mungkin di dunia nyata tidak ada seperti tempat ini. Bagaimana?" Frederico bersenyum sambil menunjuk jari manisnya.
"Jika onii-san berkata begitu, baiklah. Tapi Janji ya, onii-san harus pulang?" Kedua adiknya menunjuk jari manisnya.
"Humph… janji kok.!"
Frederico akhirnya sangat senang kalau adik-adiknya mengerti. Namun, dia sangat menyesal karena dia telah membohongi adik-adiknya. Tapi ini demi dirinya juga diri adik-adiknya. Frederico pun segera pergi meninggalkan rumah kesayangannya. Frederico tidak sendirian, dia dibantu dengan kedua pelayannya.
"Onii-san, Hati-hati di jalan ya…?" Mereka berteriak sambil melambaikan tangan.
Frederico juga melambaikan tangan. "Hmph… Aku pergi dulu ya Remilia-chan…. Flandre-chan….!"
Akhirnya Frederico berjalan meninggalkan Scarlet Devil Mansion. Rumah kesayangannya dan juga orang-orang yang disanyanginya tidak akan lupa selamanya. Frederico pergi dengan 2 pelayannya, Hanon dan Shanon.
Mereka merupakan vampir yang pelayan siap melayani Frederico sekeluarga. Mereka juga, adalah 2 bersaudara yang bekerja di Scarlet Devil Mansion. Mereka akan patuh dengan masternya apapun terjadi.
"Goshujin-sama, apa anda yakin untuk meninggalkan mereka berdua? Bukannya, Remilia-sama Flandre-sama masih kecil?"
"Benar yang dikatakan Hanon nii-chan. Goshujin-sama kenapa meninggalkan imoutou-sama secepatnya? Saya khawatir imotou-sama nanti, akan mengacaukan gensokyo."
Rupanya, Hanon dan Shanon tidak setuju jika mereka ditinggalkan sendiri. Mereka menyerankan majikannya, untuk Remilia dan Flandre ikut bersama Frederico karena takut jika mereka mengacaukan Gensokyo. Sebelumnya, Frederico pernah mengacaukan gensokyo.
"Hanon…. Shanon…. Jangan khawatir lagi tentang itu. Aku percaya dengan adik-adikku. Dan aku sudah berpesan agar tidak mengacaukan gensokyo. Dan selain itu, Patche dan Meiling juga menjaga mereka"
"Goshujin-sama, Jika memang itu terjadi, apa anda lakukan? Saya takut Patchouli-sama dan Meiling-san juga terlibat juga." Tanya Shanon
Sekedar info. Selain penghuni SDM adalah Scarlet bersaudara dan pelayannya, ada seorang penjaga gerbang dan penyihir. Masing-masing, mereka mempunyai alasan untuk bergabung atau tinggal di SDM.
"Kalau masalah itu…. jangan kau khawatirkan! Karena Yukari-san akan menghentikan mereka, jika memang mereka mengacaukan gensokyo."
"Hah… youkai itu kah? Saya tidak yakin kepada beliau, goshujin-sama. Karena tingkah beliau sangat misterius. Selain itu, tidak memungkinkan kalau dia akan mengacaukan gensokyo." Jelasnya Hanon.
"Jangan seperti itu kepada beliau. Karena aku sudah berjanji dengannya."
"Tapi… pernyataan Hanon mungkin juga benar. Karena aku lihat Yukari-san, ingin melakukan sesuatu. Tapi apa ya..?"
Sebelumnya, Frederico pernah bertemu dengan The Greatest of Youkai yaitu Yukari Yakumo. Yukari Yakumo, dia adalah kemungkinan Youkai tertua di gensokyo. Yukari dan Frederico sebelumnya adalah musuh, karena Yukari menggangap Frederico adalah ancaman tersendiri sebab mempunyai kekuatan atau kemampuan yang sama. Namun Yukari tahu maksud dan tujuan Scarlet bersaudara tinggal di gensokyo, akhirnya mereka berteman bahkan mereka sempatnya berlatih bersama.
"Goshujin-sama…. Kenapa anda bengong?" Shanon heran melihat majikannya berhenti berbicara sesaat.
"Ahh… maaf-maaf…. Sudahlah jangan dipikirkan! Yang jelas, kita sudah dibantu oleh seseorang." Frederico tersenyum
"Baiklah, kami mengerti goshujin-sama." Akhirnya Hanon dan Shanon sudah mengerti dan juga percaya kepada omongan majikannya.
Hanon dan Shanon sendiri, tidak mau jika Frederico atau majikannya tersebut bersedih lagi. Mereka ingin majikannya tersebut selalu bersenyum. Karena….. Frederico sendiri, pernah kehilangan seseorang bahkan tidak satu tapi banyak.
Akhirnya mereka sudah sampai gerbang antara gensokyo dan dunia nyata tepatnya di kuil Hakurei. Disana mereka juga disambut dengan Yukari Yakumo.
"Apakah kamu pergi sekarang meninggalkan gensokyo, Rico-kun?" Tanya Yukari
"Ya, itu keputusanku. Karena kemungkinan mereka sudah menemukan bagaimana cara masuk ke dunia ini." Jawab Frederico
"Tapi, nanti gensokyo akan kacau jika tidak ada kamu."
"Jangan khawatir, mungkin mereka yang mengacaukan gensokyo tidak mengacaukan lagi. Lagipula, kan ada kamu yang bisa menstabilkan gensokyo."
Yukari terdiam sementara, lalu "Kamu itu, sekarang berbeda ya. Sejak Reina telah tia…da..-"
Tiba-tiba, Frederico mengeluarkan air matanya. Rupanya, Frederico tidak mau mendengar kata "Reina Hakurei" lagi.
Sebelumnya… Reina Hakurei, merupakan Sendai Hakurei no Miko atau generasi sebelumnya penjaga kuil Hakurei. Selain penjaga kuil, dia juga bertugas untuk menjaga gensokyo dari kekacauan.
Reina dan Frederico sendiri adalah musuh, karena Reina mengganggap Frederico sebagai ancaman. Sebab Frederico sendiri sedang mengaktifkan bola untuk menciptakan kabut merah atau Scarlet Mist guna bisa berjalan walau siang hari. Walaupun dia bisa keluar pada siang hari, namun insiden itu untuk adiknya.
Mereka bertarung dan Frederico kalah. Saat itu Reina, memintanya untuk menemaninya untuk menjaga gensokyo. Walaupun Frederico ingin menolak permintaannya, akhirnya Frederico menerima permintaannya. Akhirnya mereka mejalankan tugasnya sebagai penjaga gensokyo. Bahkan mereka disebut juga "Vampire and Maiden".
Namun…. seiring berjalan waktu, sesuatu terjadi buruk menimpah Reina. Inilah detik-detik kematiannya. Malam tahun baru, Reina bertarung dengan temannya yang bernama Rumia. Rumia adalah 'flesh eater' youkai. Saat itu, Rumia tidak bisa mengontrol diri sehingga Reina harus menghentikannya bahkan membunuhnya. Tapi, Reina tidak bisa membunuhnya dan akhirnya dia terbunuh oleh temannya. Hal ini sengaja, karena Reina ingin Rumia berteman dengan anak angkatnya.
Frederico mengatahui informasi dari Yukari, dia tidak mengontrol emosinya. Karena sudah jelas, bahwa Frederico dan Reina sudah tidak bisa dipisahkan. Mereka seperti yin dan yan, jika tidak ada salah satu maka tidak stabil. Frederico ingin membunuh Rumia yang telah membunuh Reina, namun Yukari tidak ingin janji Reina kepada Rumia dan Yukari sendiri, tidak sia-sia. Akhirnya, Frederico mengerti dan tidak jadi membunuhnya.
"Yukari-san…. Tolong jangan menyebut nama itu. Karena itu membuat aku sedih."
"Ahh, maaf-maaf Rico-kun karena aku membuatmu bersedih. Kalian memang tidak terpisahkan."
Yukari dan Reina sendiri sudah kenal sebelum Frederico datang. Sebelumnya, Reina menggangap Yukari sebagai teman. Karena Yukari sudah mengenal tentang klan Hakurei dan sejarahnya. Sebelumnya, Reina juga anak angkat dari penjaga kuil sebelumnya.
Setelah berbincang-bincang, Tanpa sengaja mereka melirik anak kecil dengan baju kuilnya yang sedang bermain. Anak kecil mirip dengan Reina Hakurei. Anak itu adalah generasi selanjutnya dari Reina Hakurei, namanya Hakurei Reimu.
"la…la…la…la….la…." berlari-balari dengan rianya.
"Yukari-san, apa anak itu?"
"Benar, dia adalah anak dari Reina Hakurei. Namanya, Reimu Hakurei." Jelasnya Yukari.
"…" "Apakah ingatan dia, kamu telah hapus?"
"Ya."
"Itu lebih baik, kerena mungkin dia akan… menangis… sama seperti aku." Frederico tidak bisa mengotrol emosinya, sehingga dia mengeluarkan air matanya.
"Rico-kun kamu-"
Yukari ingin maksud mengusapkan air mata Frederico, namun Frederico bisa mengusapkan sendiri.
"Yukari-san jangan kamu lanjutkan lagi… tidak apa-apa kok Yukari-san. Aku hanya, mengingat itu kembali." Frederico tersenyum.
"Goshujin-sama, tolong jangan bersedih lagi..! Kami ikut bersedih, jika goshujin-sama terus memikirkan orang yang kau sayangi itu." Hanon dan Shanon ikut bersedih, karena majikan menangis.
"Rico-kun…. Pasti kamu tidak bisa melupakan orang yang sangat cintai kan? Tenang saja, sama seperti aku. Aku tidak bisa melupakan dia kok."
Tanpa sengaja, Reimu menghapari mereka berempat.
"Hmm…. Yukari-san, mereka siapa?" Reimu bertanya kepada Yukari
"Ahh…. Mereka dari Scarlet Devil Mansion yang berada di seberang danau kabut."
"Ahh… perkenalkan nama saya Frederico Scarlet. Saya pemilik Mansion tersebut."
"Saya Hanon dan ini adik saya, Shanon. Kami adalah pelayan setia Frederico Scarlet-sama."
"Ohh…. Senang berkenalan dengan kalian Frederico-san, Shanon nee-san, Hanon nii-san. Nama saya Reimu Hakurei." Reimu kecil tersebut tersenyum.
"Hmph…. Senang juga berkenalan kamu, Reimu-chan" Frederico membalas senyumannya
"Rico-kun… ayo kita harus mengaktifkannya."
"Baik, Yukari-san..!"
Akhirnya setelah berbincang-bicang dengan Reimu, Frederico dan Yukari menyiapkan gerbang ke dunia nyata. Sebelumnya, Frederico Scarlet mempunyai kemampuan sama dengan Yukari Yakumo yaitu Manipulasi batasan (Manipulation of Boundaries). Selain itu juga mempunyai kemampuan Manipulasi nasib (Manipulation of Fate) yang sama seperti adiknya, Remilia Scarlet. Kedua Pelayannya Hanon dan Shanon, mempunyai kemampuan yaitu Shanon mempunyai kemampuan Manipulasi besi (Manipulation of Iron) dan Hanon mempunyai kemampuan Manipulasi baja (Manipulation of Steal).
Shanon dan Hanon juga mempunyai batu permata teleportasi yang mana batu itu membuat teleportasi antara gensokyo dan dunia nyata. Batu itu sengaja diberikan oleh Frederico karena mereka harus bolak-balik ke SDM. Dengan itu, mereka bisa melaporkan tentang keadaan SDM maupun keadaan gensokyo.
"Boundaries sign "Real world and Fantasy World""
Akhirnya mereka membuka gerbang antara gensokyo dan dunia nyata dengan spell cardnya. Setelah mengaktifkan spell cardnya, tanpa disengaja Reimu menarik bajunya Frederico dan bertanya.
"Kalian mau kemana?"
"Ohh… Aku, dan pelayanku mau pergi ke dunia luar sebentar. Karena ada urusan yang harus diselesaikan."
"Jangan khawatirkan kami, Reimu-chan. Kami baik-baik saja kok." Kata Shanon.
"Kami akan segara kembali kok, Reimu-chan" Kata Hanon.
"Janji ya, kalian kembali kesini?"
"Hmph… kami janji.!"
"Yukari-san, kami pergi dulu. Gensokyo sekarang ada ditanganmu. Kami akan segara kembali."
"Ahh.. tenang saja, Rico-kun. Kalau masalah serahkan kepadaku. Kamu harus selesaikan masalah kamu, baru kamu kembali kesini. Tolong cepat kembali ya..!"
"Ahh… Tenang saja kami akan kembali secepatnya." Frederico melihat Reimu "melihat Reimu "Reimu-chan kami pergi dulu ya, tolong jaga gensokyo ini." Frederico mengelus kepalanya Reimu.
"Tenang saja, aku akan mengamankan gensokyo. Aku nanti tidak sendri, nanti aku dibantu dengan Yukari-san." Reimu tersenyum
"Hmph… aku senang dengan semangatmu." "Hanon… Shanon…. Ayo kita pergi."
"Yah, goshujin-sama..!"
Akhirnya Frederico Scarlet dan bersama kedua pelayannya pergi ke dunia nyata. Mereka pun sangat bersemangat untuk meninggalkan gensokyo hanya sementara. Frederico yakin, bahwa Hakurei Reimu akan membantu Yukari Yakumo untuk keamanan gensokyo itu. Di suatu saat nanti, Hakurei Reimu akan seperti Reina Hakurei.
"Sampai jumpa ya…!"
Reimu melambaikan tangannya kepada mereka dan mereka membalasnya.
"Reina-chan… Reimu-chan atau anakmu akan seperti kamu. Menjaga ketenagan gensokyo, akan pada tangan anakmu itu. dan juga…. suatu saat nanti, Reimu-chan akan mengenal tentang sosokmu itu."
Gerbang antara gensokyo dan dunia nyata sudah tertutup. Dengan ini, Frederico dan kedua pelayannya tidak bisa kembali kecuali mengaktifkan spell cardnya kembali. Rasa resah dan bimbang, hilang sudah karena orang-orang disekitar sudah mempercayakannya.
Tetapi….. di suatu tempat mansion yang berada di outside world atau dunia nyata, Scarlet yang berkhianat tersebut sudah mulai bergerak.
Sebelumnya…. Lorezon Scarlet. Dia adalah adik sepupu dari Frederico Scarlet dan saudara-saudari lainnya. Awalnya, Lorezon orang yang baik kepada orang yang disekitarnya namun dia berubah ketika ayahnya ingin melakukan hal yang tidak menyenangkan yaitu mengaktifkan senjata itu.
Lorezon tidak sendirian, dia mempunyai adik kandung. Rebecca Scarlet. Dia adalah adik kandung dari Lorezon Scarlet dan adik sepupu dari Frederico Scarlet dan saudara-saudari lainnya. Seperti halnya dengan Lorezon, dia awalnya baik kepada orang yang disekitarnya bahkan dia sangat dekat dengan Frederico karena dia mengajarkan sesuatu hal yang baik dan mengajarkan sedikit kemampuan sebagai vampir. Namun, dia berubah karena perintah ayahnya dan kakaknya.
"Nii-san, apakah sekarang waktunya untuk kita bergerak?"
"Belum, Rebecca-chan….! Jika ada laporan Frederico datang kedunia nyata atau meninggalkan gensokyo, maka kita bergerak."
Seseorang datang dan memberitahu laporannya. Rupanya, dia adalah pelayan mereka.
"Goshujin-sama…. Saya melapor bahwa Frederico meninggalkan gensokyo."
Lorezon senyum jahatnya. "Hehh….. Baguslah akhirnya dia juga bergerak…! Kerja yang bagus, Maria."
"Itu kan pekerjaan saya…. Saya harus turut dan patuh terhadap anda."
Maria Takami, dia adalah tengu gagak yang bekerja Lorezon Scarlet sebagai pelayannya. Dia asalnya dari gensokyo, namun dia ikut dengan Lorezon. Rumornya, Lorezon pernah ke gensokyo untuk mencari Scarlet Devil Mansion. Namun, Lorezon tidak menemukan mansion tersebut malahan bertemu dengan tengu ini. Maria sendiri tidak tahu alasan untuk ikut dengan Lorezon. Dia mempunyai kemampuan Manipulasi Cahaya dan Listrik. Selain kemampuan itu, dia bisa melihat aktivitas gensokyo walaupun berada kejauhan.
"Maria, kerja yang bagus… Lorezon-kun, sekarang aku harus mempersiapkan diriku…" Kata seseorang wanita yang berada duduk di sana sambil membaca buku, dan dia meninggalkan ruang tersebut untuk menyiapkan diri.
"Tunggu sebentar, sebaiknya kamu jangan terburu-buru. Kita harus memastikan dulu apa dia memang bergerak, Virgilia-chan"
"Jangan khawatir…! Aku mempersiapkan sihirku yang tidak bisa menandingiku. Bahkan Patchy-chan akan sujud karena terkagum dengan sihir itu."
Virgilia Hawkweed. Dia adalah seorang penyihir dan teman Lorezon Scarlet yang setia membantu dia jika membutuhkan. Dia mempunyai magic yang tidak bisa menandinginya bahkan Patchouli Knowledge pun kalah terhadap dia. Selain mempunyai 7 elemen magicnya, dia bisa menggabungkan elemen itu menjadi elemen baru.
"Hmm….. Okelah kalau begitu… Tapi yang jelas dia bergerak juga, kakak sepupu yang tercinta, FREDERICO SCARLET NII-SAN….!" "HAHAHAHAH….HAHAHAHAHA…..HAHAHAHA…"
Dia tertawa jahat dan dia yakin, bahwa dia akan bisa mengalahkan saudara-saudarinya khususnya Frederico Scarlet.
Disaat yang sama, Frederico berserta pelayannya berjalan di atas warp antara gensokyo dan dunia nyata. Frederico sangat cemas apakah dia bisa mengalahkan kedua saudara sepupunya tersebut. Melihat itu, kedua pelayannya pun juga berfikiran.
"…." Frederico Harap-harap cemas.
"Goshujin-sama kelihatannya sangat gelisah. Mungkin keputusan ini terlalu cepat. Yang harus kulakukan adalah, melindunginya dan juga melindungi Shanon-chan." Pikirnya Hanon
"Hanon….Shanon…. apakah ini, sudah keputusan yang sangat bijak?"
"Ehh…?" Mereka heran dengan pertanyaan majikannya tersebut
"Benar, Goshujin-sama…! Selain itu, mungkin kalau anda tidak bergerak mereka akan tetap menghancurkan anda dan menguasai Scarlet Devil Mansion." Akhirnya Hanon mejelaskannya.
"Goshujin-sama, apakah anda masih ragu?" Shanon bertanya kepada majikannya tersebut.
"Ahh, Iya…. Aku masih ragu, apakah aku bisa mengalahkan mereka? Selain itu, kekuatan kita masih tidak bisa menandinginya." Jawabnya Frederico
"….." Shanon dan Hanon tidak bisa berkata-kata.
"Tapi, aku percaya kepada diriku sendiri. Bahwa nanti aku… bukan… kita bisa mengalahkannya. Dan aku percaya, keajaiban akan terjadi kepada kita." Frederico tersenyum "Hanon…. Shanon….. apakah kalian siap?"
"Siap…. Goshujin-sama…!" Mereka berdua sangat semangat
Melihat mereka semangat Frederico tersenyum "Bagus…!" "Remilia-chan…. Flandre-chan…. Tolong jaga dirimu dan adikmu ya. Aku akan kembali secepatnya. Aku Janji pada kalian!" "Patche-chan…. Meiling….. tolong jaga mereka berdua dan jangan ingkar janjiku kepada kalian.!"
Mereka pun sangat percaya diri, karena Frederico tidak sendirian. Apapun itu terjadi, Frederico harus mengalahkan kedua saudara supupunya yang berkhianat tersebut. Sebenarnya apa motif kedua Scarlet tersebut sehingga ingin menguasai Scarlet Devil Mansion? Apa yang ada di Scarlet Devil Mansion tersebut? Bisakah Frederico dan kawan-kawan bisa mengalahkan kedua Scarlet tersebut?
