20 tahun kemudian setelah Frederico Scarlet meninggalkan Gensokyo.
Pagi yang cerah di Scarlet Devil Mansion, terdapat seorang putri vampir yang masih tertidur yang namanya Remilia Scarlet. Remilia Scarlet merupakan adik tertua Frederico Scarlet yang sudah ditinggalkan beberapa tahun karena ada urusan di dunia nyata. Karena dia seorang Vampir, dia susah bangun tidur.
Di hal yang sama, terdapat seorang pelayan yang membangung tuan putri tidur tersebut.
"Ojou-sama….. Ayo, ini sudah pagi. Anda harus bangun..!"
"Hmmm…. 5 menit lagi."
"Haduh, ojou-sama kalau tidur imut." "Ojou-sama..! Ayolah bangun…!"
Dan akhirnya, Remilia terbangun juga "Huuuaaaaammmmm….." Remilia menggucek-ngucek matanya sebanyak 3x "Ohh Sakuya, selamat pagi..!"
"Selamat pagi, ojou-sama..!" Senyumnya
Sakuya Izayoi, dia adalah manusia yang bekerja sebagai Pelayan di Scarlet Devil Mansion. Mempunyai kemampuan manipulasi waktu. Sehingga waktu memberes-beresi SDM, sangat singkat. Itu alasannya kenapa Remilia suka dengan Sakuya. Sebelumnya, Frederico tidak tahu kalau ada Pelayan baru di SDM itu. Karena Shanon kembali ke SDM untuk melihat kondisi gensokyo dan SDM itu sendiri, maka Frederico tahu.
"Ahh Sakuya…. Maaf kalau tadi, aku susah bangun."
"Ahh… tidak apa-apa kok Ojou-sama. Itu kan tugas sebagai pelayan."
"Hmm…. Benar sekali. Ohh ya, apakah yang lain sudah bangun."
"Ahh… Flan Ojou-sama sudah bangun. Patchouli-sama, beliau sudah mengurus perpustakaannya bersama Koukuma-san. Dan Meiling….."
"Hmm….? Ada apa dengan Meiling….?"
"Dia susah bangunnya, untungnya pisauku sudah melayang sehingga dia bangun." Sakuya dengan muka seram "Tapi, untung saja pisauku tidak kena."
Mendengar perkataan Sakuya, Remilia sedikit takut sehingga dia berbicara sedikit terbatah-batah "Sa-Sakuya, jangan ber-berlebihan gitu dong. Dia kan, orang kesayangan onii-san juga."
Mendengar perkataan Remilia, Sakuya ingin tahu tentang Frederico Scarlet atau Kakaknya Remilia. "Ohh ya Ojou-sama. Frederico ouji-sama itu orangnya gimana? Karena saya belum tahu tentang beliau. Yang saya tahu dia punya pelayan yang mambantu dia, yang namanya Shanon-san."
"Ohh ya, kamu masih belum tahu tentang onii-san ya? Sebenarnya Onii-san itu bertanggung jawab atas yang di SDM maupun di gensokyo, namun dia ada keperluan di dunia nyata sehingga dia meninggalkan gensokyo. Onii-san sebelumnya, juga sama seperti aku yang waktu insiden. Dia pernah mengacaukan gensokyo." Jelas Remilia. "Tapi… Onii-san dikalahkan oleh penjaga kuil Hakurei, Reina Hakurei."
"Reina Hakurei..? Siapakah dia..?"
"Reina Hakurei… dia adalah generasi sebelumnya Reimu Hakurei. Kemungkinan dia adalah ibu dari Reimu. Aku sendiri belum jelas siapa dia. Hanya onii-san yang tahu tentang dia."
"Hmm, Begitu kah…" Sakuya mengerti
"Ohh ya, makanannya sudah siap kah?" Tanya Remilia
"Ahh… tinggal sebentar lagi…" Jawab Sakuya "Ya sudah Ojou-sama, terima kasih atas ceritanya. Jadi, saya permisi dulu."
Sakuya pun pergi untuk menyiapkan makanan yang belum siap. Di saat itu, Remilia merenung tentang kakaknya yang belum kembali bertahun-tahun.
"Ohh ya, bagaimana kita buat janji."
"Hmm, Janji..?"
"Iyah, jika aku kembali kerumah nanti aku ajak tempat biasanya aku dan Reina-chan jalan-jalan. Bagaimana?"
"Hah…. Jangan katakan di kuil Hakurei?" Remilia bertanya kepada kakaknya sambil bermuka melas.
"Ahh..hahaha….. kamu salah Remilia-chan. Pokoknya tempatnya indah kok, aku dan miko-chan sendiri tergagum dengan tempat itu. Sampai befikir, mungkin di dunia nyata tidak ada seperti tempat ini. Bagaimana?" Frederico bersenyum sambil menunjuk jari manisnya.
"Jika onii-san berkata begitu, baiklahh. Tapi Janji ya, onii-san harus pulang?" Kedua adiknya menunjuk jari manisnya.
"Humph… janji kok.!"
"Janji kah?" Remilia Merenung "Onii-san, sebenarnya apa yang sedang telah terjadi? Kenapa sudah bertahun-tahun onii-san belum pulang?-"
Tiba-tiba dibelakang Remilia, ada seorang vampir yang mau mengkageti dan memeluk Remilia. "O-NE-E-SA-MAAAAAAAAAA…!" Teriaknya
*Ough "Aduuh…. Kenapa sih kamu tuh, Flan?"
"Teehehe….. habisnya onee-sama ngelamun sih. Emangnya, mikirin apa sih?"
Vampir tersebut adalah adiknya Remilia dan Frederico Scarlet, Flandre Scarlet. Sebelum Frederico meninggalkan gensokyo, Flandre sering bermain bersamanya. Sebenarnya Flandre tidak dibolehkan keluar dari Scarlet Devil Mansion, dikarenakan kekuatanya bisa menghancurkan apapun. Jadinya kalau Flandre bermain, dia selalu didampingin oleh Frederico, Remilia ataupun penghuni SDM.
"Ahh…. Hanya saja, aku memikirkan onii-san, kenapa tidak kem..ba..li…-"
Remilia melihat ekspresi Flandre yang tidak menyenangkan dan melihat, dia mengelurkan air matanya. Rupanya, Flandre sangat merindukan Kakaknya. "Onee-sama, aku sekarang befikir kenapa onii-san tidak kembali kerumah? Sebenarnya…. apa yang telah terjadi? Apakah… *hiks…hiks…* Apakah onii-san benci dengan kita?"
Remilia tidak bisa menjawab perkataan Flandre.
"Hei, onee-sama… Apa jangan-jangan… Onii-san… Sudah mati? Hei Onee-sama jawab aku-"
"ONII-SAN, TIDAK AKAN MATI ATAUPUN MEMMBENCI KITA…!" Remilia membantahnya "Flan, tolong jangan membuat pertanyaan yang tidak mungkin. Bukannya dia sudah janji kepada kita kan? Jangan khawatir dengan onii-san ya Flan. Jadi, Flan…. Onii-san akan kembali pulang. Okeh..?" Remilia mengusap air matanya Flandre.
Flandre memeluk Remilia "Hmph, Onee-sama…..!"
"Sudah-sudah….. Jangan menangis, adikku tersayang." Remilia mengelus-elus kepalanya Flandre. "Onii-san, Flan sudah khawatir denganmu. Onii-san, cepat pulang ya…!"
Setelah pembicaraan tersebut, Sakuya menuju ke ruangan Remilia untuk memberitahu mereka berdua bahwa makanan sudah siap.
"Ojou-sama, makanan sudah siap..!"
"Ahh Baik, Nanti kami akan kesana."
"Baiklah, saya permisi dulu..!" Sakuya meninggalkan ruangan tersebut.
"Flan, ayo kita ke ruang makan, karena makanan sudah siap! Nanti kita pikirkan lagi, okeh?" Remilia memberi senyumannya kepada Flandre, supaya dia semangat lagi.
Namun usahanya sia-sia. Karena Flandre masih merasakan kesedihan dan kesepian. "Hmph…..!"
"Flan, aku tahu kamu merindukan onii-san kan? Jadi bersabarlah, nanti onii-san akan pulan. Onii-san cepatlah pulang..!"
Setelah itu, mereka bersegera ke ruang makan karena makanannya sudah siap. Mereka masih memikirkan kakaknya yang masih belum pulang. Tentu saja karena Frederico sangat sayang sama adik-adiknya, mereka menjadi khawatir.
Diruang makan, Flandre terlihat tidak nafsu makan karena memikirkan kakaknya.
"Flan, kau-"
Flandre rupanya, ingin menyudahi makan paginya walaupun makanannya masih utuh. Dia tidak nafsu makan karena dia masih memikirkan kakaknya yang belum pulang. "Onee-sama, aku tidak lapar. Aku kembali ke ruanganku sekarang." Flandre meninggalkan ruang makan.
"Flan ojou-sama-"
Sakuya ingin Flandre untuk makan bersama-sama supaya dia sehat, namun Remilia membiarkan Flandre kembali ke ruangannya "Tunggu, Sakuya. Biarkan dia kembali!"
"Tapi-"
"Sebagai gantinya, kamu bawa makanan ini keruangannya. Lalu jika dia tidak mau menghabiskan makanannya, bujuk dan hibur dia. Tapi jika tidak mau, biarkan saja."
"Ahh..! Baik ojou-sama.!" Sakuya meninggalkan ruang makan tersebut dan menuju ke ruangannya Flandre.
Remilia tidak bisa berbicara dan tidak bisa memikirkan apa-apa dengan situasi ini. "Onii-san, Flan sangat….sangat merindukanmu. Jadi tolong pulanglah ke rumah. Karena membuatku juga kangen sama kamu, onii-san."
Disamping Remilia, ada seorang wanita. Rupanya, dia salah satu penghuni Scarlet Devil Mansion.
"Remi, apakah kamu dan Flan merindukan Rico-san?" Tanya perempuan itu.
Remilia berhenti meminum teh dan menjawab pertanyaan perempuan itu. "Ahh…. Hanya sediki sih…. Tapi jangan khawatir, onii-san akan kembali secepatnya." "Dan yang aku khawatirkan adalah kamu."
"Heh...? Aku..?"
"Ya… kamu mungkin yang sangat merindukan kehadiran onii-san lebih dari aku maupun Flan. Karena kamu yang paling dekat dengan onii-san, Patche"
Perempuan itu mulai sangat kebingunan dengan muka memerah "I-itu kan, karena Rico-san hanya membaca buku. Bu-bukan untuk maksud lain."
Patchouli Knowledge. Dia adalah penyihir sekaligus perpustakawan voile di SDM. Dia adalah teman Frederico Scarlet yang pertama. Dia mempunyai rival sesama penyihir sekaligus musuh yaitu Virgilia Hawkweed. Sebelumnya, dia pernah diserang dan dikalahkan oleh Virgilia Hawkweed tetapi dia diselamatkan oleh Frederico Scarlet. Dan Frederico meminta untuk tinggal disini menjadi patnernya.
"Hmm… benarkah?" Remilia masih ragu dengan jawabannya Pathouli tersebut. "Kalau begitu, Koakuma?" Remilia bertanya kepada gadis yang disampingnya Patchouli.
"I-iya…!"
"Apakah benar yang dikatakan Patche?"
"Be-benar, Remilia-sama….. Rico-sama hanya ingin membaca buku. Selain itu, Rico-sama meminta patchouli-sama menjelaskan isi yang ada dibuku karena Rico-sama belum tahu."
Koakuma, merupakan devil yang terlihat di perpustakaan voile SDM. Dia asistennya Patchouli. Setiap hari dia merapikan serta melihat-lihat koleksinya apakah ada yang hilang, atau apakah perlu ditambahkan. Sebelumnya, Frederico tahu tentang Koakuma ada di SDM setelah Shanon melaporkannya.
"Kalau begitu…. Aku percaya kepadamu, Patche" Akhirnya, Remilia percaya kepadanya.
Namun dipikirannya Patchouli " *Hah… * Hampir saja…. Sebenarnya bukan itu saja, aku pernah kasih ramuan untuk bisa hubungan-"
"Patche… ada apa?" Remilia heran yang dipikirkan oleh Patchy atau Patchouli
"Heh…? Ti-tidak ada a-apa-apa kok, Remi.." Patchy mulai panik karena takut jika Remilia tahu maksud yang dipikir olehnya, namun Patchy percaya kalau Remilia tidak tahu yang dipikirkan olehnya.
"Hmm…. Ya sudahlah." "Ohh ya, Patche?"
"Hmm… ada apa, Remi?"
"Aku mungkin aku percaya denganmu, tetapi… jika aku ketahuan kamu mengasihkan ramuan aneh-aneh kepada onii-san, maka aku tidak memaafkanmu. Mengerti?" Remilia dengan bermuka seram kepada Patchy.
"Hiii…? Maafkan aku, Remi…! Aku gak bermaksud begitu…!" Patchy mulai berkeringat.
Sekedar info. Patchy dan Frederico sendiri pernah melakukan percobaan…. Ya kalau dikatakan ramuan untuk bisa mengalahkan musuh tanpa ada yang luka. Tapi, Patchy salah memberikan ramuan kepada Frederico…. Ramuan yang salah tersebut adalah ramuan untuk hubungan suami istri. Alhasil…. Ya tahu maksudnya ya kan? Karena itu, Remilia melarangkan untuk bereksperimen yang aneh-aneh.
Saat bersamaan di dunia nyata, tepatnya di Goerge Scarlet Mansion. Frederico sedang menulis dokumen yang harus diselesaikan.
Goerge Scarlet Mansion. Merupakan mansion milik ayahnya Frederico dan adik-adiknya, Goerge Scarlet. Letak mansion ini di London, English atau dunia nyata atau outside world.
"Haaachiiimmmm….! Sial… dinginnya suhu disini..!"
"Goshujin-sama, anda tidak apa-apa?" Tanya Hanon yang berada disana.
"Ahh… tidak apa-apa kok. Hanya saja… aku tidak tahan dingin saja." Jawab Frederico "Tapi, mungkin saja ada yang ngomongin aku."
"Apa saya buatkan teh untuk anda?" Shanon menawarkan Frederico untuk membuatkan teh.
"Ahh tidak… terima kasih, Shanon! Lagipula ini tidak seberapa kok." Frederico menolak tawaran Shanon "Ngomong-ngomong Hanon…. Shanon…. Pertemuan keluarga lagi, kapan ya?"
Hanon menjawab "Hmm…. Biar saya lihat… kalau dengan hari ini, tinggal 10 hari lagi.,"
"Heh…? 10 Hari lagi kah….? Semoga keputusan pertemuan yang akan datang ini bisa memuaskan dan bijak. Mana lagi, pekerjaanku belum selesai juga pula." Kesalnya. "Selain itu…. SUDAH 20 TAHUN MENINGGALKAN RUMAH, TEMAN DAN ADIK-ADIKKU DI GENSOKYO…! " "AHH….. HANON, SHANON APA YANG AKU LAKUKAN..? AKU KANGEN RUMAH….! Weeeheeee…..~"
Baru mereka kali ini, majikanya mewek untuk meminta pulang dihadapan mereka berdua. Sehingga mereka harus menenagkannya.
"Ahh.. sudah-sudah… saya tahu perasaan anda, goshujin-sama." Hanon yang menenangkan majikannya.
Sementara Shanon meninggalkan ruangan tersebut, karena pekerjaannya masih belum selesai. "Baru kali ini, Goshujin-sama mewek minta pulang. Dulunya anda sangat semangat untuk meninggalkan gensokyo."
Shanon mengingat yang dikatakan oleh majikannya 20 tahun lalu.
"Tapi, aku percaya kepada diriku sendiri. Bahwa nanti aku… bukan… kita bisa mengalahkannya. Dan aku percaya, keajaiban akan terjadi kepada kita." Frederico tersenyum "Hanon…. Shanon….. apakah kalian siap?"
"Siap…. Goshujin-sama…!" Mereka berdua sangat semangat
Shanon melajutkan pekerjaannya "Benar-benar, goshunji-sama bodoh..! Tapi biarpun bodoh, beliau tetap adalah masterku atau majikanku." "Aku akan terus melindungi masterku. Apapun terjadi..!" "Selain itu, Imoutou-sama dan lainnya sedang apa ya? Aku yakin mereka kangen sama Goshunji-sama."
Kembali ke Scarlet Devil Mansion. Rupanya, Remilia berniat untuk menyudahi makannya. Karena dia ingin ke Kuil Hakurei.
"Patche…."
"Hmm….?"
"Patche, untungnya…. Saat Shanon kesini, kamu berbohong kepada dia." Kata Remilia.
"Hah….? Itu kan kamu bilang ke aku, aku harus bohong karena kau pernah mengacaukan gensokyo. Kanapa sih, kau gak berkata jujur pada Shanon tentang itu?"
"It-it-tiu karena Shanon bilang, saat dia disini…"
Mengingat saat itu…. Saat Shanon, mengungjung di Scarlet Devil Mansion untuk mengatahui situasi saat itu.
"Goshujin-sama bilang…. Jika imouto-sama pernah terlibat mengacaukan gensokyo. Maka beliau bilang kepada saya, 'AKU AKAN MENGHUKUM DAN MEMBECI KALIAN…!' nah beliau bilang kepadaku begitu."
"Itulah sebabnya, kenapa aku harus berbohong kapada Onii-san dan Shanon." Jelasnya
"Haduh, Remi…. Kalau begini, kamu bilang apa pada kakakmu jika dia sudah pulang?"
"Kalau memang begitu, aku tetap berbohong. Lagipula…. Dia pernah mengacaukan gensokyo ya kan.?"
"Iya sih…. Tapi dia mungkin melupakan itu semuanya." "Rico-san, maaf adikmu ini ya. Karena dia berbuat bohong kepada kamu."
Setelah pembicaraan disana, Sakuya datang keruang makan.
"Sakuya…. Apakah Flan sudah tenang?"
"Sudah tenang ojou-sama. Tapi, Flan ojou-sama masih memikirkan Frederico ouji-sama. Bahkan…. Pintunya dikunci rapat."
"Hah…. Biarkan saja, mungkin.. dia sedikit merenung dirinya sendiri." "Flan… aku yakin kau masih mememikirkan onii-san. Jadi… tolong bersabarlah sedikit."
Saat itu diruang bahwa tanah tepatnya diruangannya Flandre, Flandre merasa kesepian karena kakaknya belum pulang. Biasanya kakaknya selalu mendampingin dia main saat Frederico di rumah.
Flandre saat itu, masih bersedih karena kakaknya masih belum pulang sambil memeluk bantalnya. "…"
"Tenang saja, aku akan kembali." Flandre mengingat perkataan kakaknya tersebut dan membuat dia menangis.
"*Hiks….hiks…..* Bodoh…! Onii-san… Bodoh….! Sekarang aku kesepian… gak ada yang mendampingi aku main…. Memang ada onee-sama, tapi…. Tapi… sekarang onee-sama sibuk karena menggantikan onii-san…. *Hiks…..Hiks…*"
Flandre tidak sengaja, dia melihat boneka yang berada di sampingnya. Boneka itu…. merupakan kenangan dia yang diberikan oleh kakaknya. "Ini…. Waktu yang lalu…."
40 tahun yang lalu mereka ke dunia nyata, karena harus menghadiri undangan pertemuan keluarga scarlet yang masih hidup. Sebelum ke acara Scarlet 3 bersaudara Frederico, Remilia, dan Flandre serta kedua pelayannya Hanon dan Shanon, jalan-jalan ke luar tepatnya di sebuah permainan arcade. Mereka pun, bersenang-senang hingga saat Flandre bersama Remilia melihat boneka di mesin pendapat boneka.
"Onee-sama, lihat…lihat…" Flandre menunjuk boneka yang berada di mesin pendapat boneka.
"Hmm….? Ada apa?"
"Onee-sama, aku ingin boneka itu."
"Yang mana, yang mana?"
"Yang itu…." Flandre menunjuk boneka yang dia inginkan, Rupanya sebuah Teddy Bear yang berukuran sedang.
"Okeh, aku akan mengambilkanya."
"Ahh, sungguh?" Flandre sangat senang mendengar kakaknya untuk mengambil/memperoleh boneka yang dia inginkan.
"Tentu." Lalu, Remilia memasukan coin ke lubang mesin itu.
Mesin itu bergerak, remilia pun mengambil boneka yang diminta oleh Flandre. Akhirnya Remilia berhasil mengambil boneka itu.
"….. tinggal, membawa ke lubang."
Namun…. Hampir ke lubang, tiba-tiba boneka jatuh.
"Jiihh….! Padahal, tinggal sedikit lagi." Remilia sangat kesal karena dia gagal mengambil boneka itu.
"Hmm….." Karena gagal, Flandre murung.
Karena Frederico melihat mereka berdua yang tidak beres, dia menuju mereka berdua bersama pelayannya. "Hmm…. Ada apa?"
"Ini onii-san, Flan mau boneka itu." Remilia menunjukan boneka yang maksud.
"Okeh…! Serahkan kepadaku..!" Frederico memasukan coin dengan semangatnya.
Dengan kesabaran yang tinggi, tiba-tiba boneka masuk kelubangnya. Itu membuat mereka senang, termasuk Flandre. "Horee….! Kita berhasil Onii-san."
"Ufufufu…..!" Frederico mengambil bonekanya lalu mengasihkan bonekanya ke Flandre "Nih, boneka yang kamu mau Flandre-chan."
"Ahh…. Terima kasih, onii-san!" Dengan riangnya
"Flandre-chan… jagalah boneka itu ya dan dirusak, apalagi kau bisa merusak apapun dengan tanganmu..!" Frederico memberi nasehat kepada Flandre.
"Hmph…! Aku tidak akan merusak boneka ini, karena boneka ini adalah boneka yang onii-san kasikan ke aku ya kan?"
"Benar…" "Dan juga, Remilia-chan?"
"Iya, onii-san?"
"Jika kamu kamu mau melindungi seseorang kamu cintai tetapi kamu gagal, maka kamu harus tidak gagal untuk kedua kalinya." "Kata-kataku itu Seperti halnya kau mau mengambil boneka itu lalu kau gagal, maka kau akan mencoba lagi dan tidak gagal."
"Ahh…. Aku mengerti onii-san. Jadi, aku berusaha dengan sekuat tenaga ya?" Walaupun Remilia sedikit mengerti, tapi dia mengerti sepenuhnya.
"Tepat sekali..!"
"Onii-san dapat kata-kata itu darimana sih?" Flandre bertanya kepada Frederico.
"fufufu….. dari diriku sendiri lah..!" Jawab Frederico
Mendengar jawaban dari kakaknya tersebut, Remilia dan Flandre tidak percaya "Bohong..! Kami tidak percaya..!"
"Heh….? Jangan begitu dong, masa tidak percaya sama kakaknya sendiri sih-"
Karena sebal, Remilia dan Flandre mencubit pipinya Frederico.
"Aduuhhh….aduuhhh….aduhhh…. sakiiitt...sakiiitt…! Remilia-chan…. Flandre-chan….lepaskan tangan kalian, sakit tau..!"
"Ti-da-k bi-sa, bo-do-h o-nii-san..!"
"Aduuhh…. Hanon…. Shanon…. Bantu'in aku dong…!" Frederico meminta kedua pelayannya untuk menghentikan aksi kedua adiknya, namun mereka berdua diam dan senyum. Sementara Shanon mengambil kamera untuk mengabadikan kejadian yang tidak dilupakan.
"Aduuhh…aduuuh…!-"
*jpreet
Walaupun kejadiannya sudah lama, Flandre tidak melupakannya. Bahkan fotonya berada di mejanya. Foto itu terlihat Remilia dan Flandre mencubit kakaknya itu.
Flandre tidak menahan, dan akhirnya dia menangis sambil merengek. "ONII-SAN…. CEPAT PULANGLAH…! WEEEE… AKU MERINDUKANMU…!"
Flandre menangis dan terus menangis sampai dia ingin berhenti. Namun, dia tidak bisa menghentikan tangisannya sampai kakaknya sudah pulang. Bagaimana tidak? Dia adalah adiknya Frederico yang paling manja.
Sementara di lobby, Remilia ingin pergi meninggalkan SDM dan menuju ke kuil Hakurei untuk bertemu dengan salah satu penghuni disana, yaitu Reimu Hakurei.
"Sakuya, aku pergi sebentar ya." Kata Remilia kepada Sakuya yang berada disampingnya.
"Ehh…? Pergi kemana, Ojou-sama?" Tanya Sakuya
"Ke kuil Hakurei, karena aku mau bicara dengan Reimu." Jawab Remilia
"Boleh saya ikut, ojou-sama?" Tanya Sakuya kembali, sepertinya Sakuya tidak ingin Remilia terluka sedikit pun. Lagipula itu masih siang, lalu vampir tidak bisa bertahan lama jika terkena matahari.
"Lalu, siapa yang menjaga mansion ini dan juga Flan?" Remilia balik tanya ke Sakuya.
"Bukannya ada yang menjaga mansion ini ya kan? Lagipula, sekarang masih siang apa anda baik-baik saja?"
"Ahh…. Benar juga, aku lupa! Baiklah, kau boleh ikut."
"Terima kasih atas pengertian saya, ojou-sama!"
Akhirnya, Remilia menijinkan Sakuya untuk pergi bersamanya ke kuil Hakurei. Mereka pun menuju ke gerbang.
Mengenal pelayan di SDM, sebelumnya Hanon, Shanon dan Hong Meiling adalah pelayan yang menjaga seisi ruangan SDM. Namun, Frederico menemukan sekelompok peri yang berada di gensokyo. Saat itulah, Frederico meminta bantuan kepada peri-peri tersebut. Selain peri, ada juga koki yang juga bekerja disini. Setelah itu, Sakuya dan Koakuma menjadi pelayan di SDM.
Sesampai di gerbang, mereka disambut gadis china disana.
"Anda mau pergi kemana, ojou-sama?" Tanyanya
"Ahh… Mau pergi ke kuil Hakurei." Jawab Remilia. "Tolong jaga mansion ini sampai aku kembali ya, Meiling"
"Okeh…. serahkan kepadaku, Ojou-sama. Aku akan menjaga mansion ini termasuk Flan Ojou-sama." Semangatnya
"Aku suka semangatmu..! Itulah kenapa kamu dipercaya oleh Onii-san."
Hong Meiling, dia adalah youkai yang mana belum tahu spefikasinya. Dia penjaga gerbang di SDM. Dia sangat royal kepada masternya termasuk Frederico Scarlet. Sebagai penjaga gerbang, dia tidak pernah lalai terhadap pekerjaan. Tetapi, sebenarnya dia lalai karena kecapekan. Contohnya, dia pernah tidur pulas sampai Sakuya melempar pisaunya untungnya dia selamat.
Meiling sendiri sudah ditugaskan sebagai penjaga gerbang SDM, saat Frederico belum meninggalkan gensokyo. Sebelumnya, Meiling gak punya siapa-siapa dan tidak tahu siapa dirinya. Dia berfikir, dia youkai yang tidak punya keuntungan. Namun Frederico menemukan dia dan menyakinkan bahwa dia bisa menguntungkan, dia ikut dan bekerja di SDM.
"Tetapi Meiling…" Sakuya berbicara "Jika kamu ketahuan tidur dalam bertugas, apa ku akan bilang ke Shanon-san biar dia melapor Frederico ouji-sama kalau kamu lalai dalam pekerjaan?" Dengan muka seramnya
Mendengar perkataan Sakuya, Meiling ketakutan dan memohon "Hiiiiiii…?! Sakuya-chan, tolong jangan katakan kepada Shano-san kalau aku malas-malasan disini. Yang kemarin karena aku-."
Pembicaraan mereka dipotong oleh Remilia. "Kalian berdua…. Tolong, bisa hentikan ini?"
"Ehh..? Ojou-sama..?" Mereka berdua heran
Lalu Remilia berhadapan dengan Meiling "Meiling, kamu sudah diberi kepercayaan sama Onii-san bahkan aku sendri. Jadi tolong ya..!"
"B-Baik, ojou-sama..!" Meiling mengerti.
Sakuya melihat tingkahnya majikannya yang sedikit berubah sebelumnya.. dan pikirnya, "Mungkin karena Frederico ouji-sama masih belum pulang. Jadinya ojou-sama sedikit berbeda."
"Sakuya, ayo berangkat.!"
"Ahh, baik ojou-sama…"
"Hati-hati di jalan ya..?!"
Akhirnya mereka berdua, meninggalkan SDM dan menuju ke kuil Hakurei untuk berbicara pemilik kuil tersebut. Sebelumnya, Sakuya membuka payung untuk melindungi majikannya dari sinar matahari. Karena Remilia adalah seorang vampir.
Sementara, di mansionnya Lorezon Scarlet. Rupanya, dia belum masih bingun cara menembus barirrer di gensoyko. Barrier tersebut adalah, Great Hakure Barrier.
"Lorezon nii-san, sudah 20 tahun kenapa kita tidak melakukan apa-apa? Yang kita lakukan hanya menambah teman untuk menyerang gensokyo saja."
"Sabarlah Rebecca…. Untuk merebut Scarlet Devil Mansion, harus tau bagaimana lewat sebuah pelindung tersebut karena tempatnya ada di gensokyo." "Hmm, aku lupa namanya pelindung tersebut."
Lalu Virgilia datang dan menjawab "'Great Hakurei Barrier', iya kan?"
"Ahh, benar…." "Tunggu, bagaimana kamu tahu?"
Virgilia bercerita "Aku pernah membaca sebuah buku, entahlah aku lupa judul karena sudah lama. Bahwa gensokyo di lindungi oleh Great Hakurei Barrier. Dengan pelindung ini, manusia atau makhluk di dunia nyata tidak masuk ke gensokyo."
"Pelindung ini juga, tidak bisa dihancurkan oleh teknologi yang ada di dunia nyata. Yang bisa masuk ke gensokyo adalah orang-orang tertentu, orang yang mempunyai kekuatan manipulasi batasan, dan sebuah batu yang bisa mentransport ke dunia itu." lanjutnya
Mendegar kata 'Batu', Lorezon langsung kontan berkata "Tunggu, sebuah batu? Apa nama batu dan bagaimana bentuk batu tersebut?"
Karena Virgilia tidak pasti apa batu tersebut, dia menggelengkan kepala dan berkata, "Maaf, aku tidak tahu. Selain itu, batu itu ada di gensokyo."
Lorezon pun mulai kesal "Sial…! Jadi susah nih, untuk menembus pelindung tersebut."
Mereka terdiam sejenak, dan Virgilia mengatakan sesesuatu kepada Lorezon. Dia ingin tahu mengapa dia ingin tahu mengapa jika menguasai semua alam semesta, harus menguasai Scarlet Devil Mansion. Lalu, Lorezon senyum jahatnya dan menceritakan rahasia Scarlet Devil Mansion.
Mendengar perkataan Lorezon, kontan adiknya kaget. Karena selama ini, Lorezon mengincar senjata yang berada di Scarlet Devil Mansion. Sebenarnya, Rebecca tidak tahu motif keluarganya berkhianat kepada keluarga Scarlet yang lain. Rebecca dulu…. Adalah anak yang polos.
Mengenai senjata itu, yang bernama Scarlet Mind Control. Senjata itu akan bisa menghipnotis semua makhluk, bahkan tidak satupun yang lolos terhadap senjata itu. Untuk mengaktifkan senjata itu, terdapat kode pengaktifkannya diantara buku-buku yang ada di perpustakaan Voile yang berada di SDM tersebut.
Sebelumnya ayahnya Lorezon, Crauss Scarlet mengetahui efek senjata itu dari perkataan saudara-saudaranya langsung kontan merencanakan untuk menguasai dunia. Karena saudara kedua dan pertamanya Crauss Scarlet, Alaxander dan Goerge Scarlet mengetahui gerak-gerik saudaranya yang sedikit aneh, mereka waspada terhadap Crauss.
Saudara ketiga dan keempat, Jessica dan Eva Scarlet mereka juga setuju untuk waspada saudaranya tersebut. Sebelumnya, saudara pertama, kedua, ketiga dan keempat setuju untuk menyimpan dan tidak mengaktifkan senjata itu. Hanya saudara kelima atau ayahnya Lorezon yang tidak tahu apakah setuju apa tidak.
Karena Rebecca tidak mau mendengar cerita itu lagi, dia meninggalkan ruangan tersebut. Kontan Lorezon bertanya,
"Rebecca, kau mau kemana?"
Rebecca menjawab bahwa dia ingin keluar untuk jalan-jalan sementara. Lorezon menginzinkannya dan berharap hati-hati dijalan, karena kemungkinan musuh sudah bergerak katanya.
Rebecca meninggalkan mereka berdua disana. Rebecca berjalan di lorong mansion dan menuju keluar. Perlu diketahui bahwa, dia adalah anak yang polos dan tidak mau kehilangan kakaknya atau keluarganya. Namun, Frederico pernah mengatakan sebelum kejadian insiden Scarlet berdarah, 'Jika kau tidak ingin kehilangan keluargamu, maka sayangilah keluargamu. Baik keluarga inti maupun sepupu. Itulah jalan menuju kebaikan kepada keluarga.'
Rebecca kontan mengeluarkan air mata dan menggenggam kedua tangannya. *Hiks…hiks…hiks….* "Frederico nii-sama, maafkan aku..! Aku hanya disuruh nii-san menjadi orang jahat.! Saat itu nii-san mengacamku jika tidak ikut perintah dia maka aku tidak dianggap adiknya dan aku akan dibunuh."
Rebecca mengingat ancaman Lorezon, bahwa jika Rebecca adalah adiknya Lorezon maka Rebecca harus mengikuti perintah kakaknya tersebut. Karena Rebecca dulu adalah gadis vampir yang polos. Dia tidak tahu, mana yang jelek dan mana yang bagus. Mana yang jahat dan mana yang baik.
Lorezon mengacam Rebecca jika dia tidak berhasil membunuh seseorang maka dia akan dibunuh. Kontan saja, dia memohon kepadanya agar diberikan kesempatan. Dan akhirnya Lorezon mengabulkan permintaannya.
"Saat itu, aku hanya berfikir untuk membunuh orang karena aku nanti tidak dibunuh oleh nii-san. Dan saat membunuh orang yaitu bibi Eva, aku sangat menyesal. Karena aku lupa yang Frederico nii-sama berikan atau katakan kepadaku"
Rebecca pernah membunuh salah satu keluarganya yaitu Bibinya, Eva , Rebecca membunuhnya karena terpaksa. Kalau tidak, dia terbunuh oleh kakaknya tersebut.
*Huks…huks...huks….* "Rebecca-chan…. Lorezon-kun. Kenapa… keluarga kau, menghianati kami? Bukankah….. keluarga Scarlet…. Tidak saling membunuh…..?" Eva dengan nafas terengah-engah.
"Aku hanya disuruh dengan ayah kami. Kalau dipikir-pikir lagi, kenapa kalian tidak menggunakan senjata itu. Bukankah lebih enak dan seperti begini?" Kata Lorezon
"Kami tidak akan tidak pernah menggunakan alat…. Huks….huks…..huks…."
Eva tidak tahan kenyataan ini semuanya. Dia tidak bisa menahan air matanya, karena dia akan dibunuh oleh keponakannya "Jika…. Jika kalian mau membunuhku, silakan bunuhlah aku..!"
"Ahh..! Baiklah, bibi Eva..!" Lalu Lorezon menyuruh Rebecca "Oiiii Rebecca, bunuhlah dia..!"
Sambil menyiapkan diri, Eva ingin berbicara dengan keponakannya tersebut. Dia tidak percaya, bahwa Rebecca dulunya adalah gadis vampir yang baik, sopan dan santun.
"Rebecca-chan, sebenarnya ibu kamu tidak bisa melihat ini. Bukankah,,,, kamu anak baik, ya kan? Malahan… ibumu sudah dibunuh oleh ayahmu. Seandainya-"
Perkataan Eva dipotong oleh Rebecca dan berkata, "Seandainya jika senjata itu tidak ada, maka tidak seperti ini bibi Eva?"
Eva kaget mendengar perkataan dan melihat expresi Rebecca saat itu. Dia melihat, Rebecca mengeluarkan air matanya. "Sebenarnya aku tidak mau membunuhmu, bibi. Tapi karena aku berada pihak yang salah aku harus menurutinya."
"Begitu ya…" Eva tersenyum terakhir kalinya.
"Selamat tinggal, bibi Eva..! Happy sweat dream..!"
Rebecca tidak kuasa untuk melihatnya, sehingga dia mengaktifkan spell cardnya sambil menutup matanya. "Dream sign "Nightmare""
Perlu diketahui bahwa, Rebecca mempunyai kemampuan yaitu mengubah mimpi menjadi kenyataan. Jadi, apa yang dia aktifkan di dalamnya akan menjadi kenyataan.
Dengan mengaktifkan spell cardnya saat itu, Eva Scarlet mati dengan tidak wajar yaitu tubuh terpotong-potong dan tubuhnya tertusuk benda tajam. Sungguh menyeramkan bukan..?
Melihat kinerja Rebecca, Lorezon sangat senang dan tidak berniat untuk membunuh Rebecca. Rebecca saat itu, tidak tahu apa-apa dan terdiam. Rebecca, ingin menyudahi ini semuanya, sehingga setelah dapat pujian dari kakaknya tersebut dia ingin meninggalkan mayat Eva disana. Dan akhirnya, mereka meninggalkan mayat Eva yang disana.
Karena masa lalu yang suram, Rebecca tidak tahu apa yang akan selanjutnya dia lakukan. Apa dia ingin bergabung dengan Frederico atau dia ingin melanjutkannya.
"Jika…jika aku tidak membunuh bibi Eva pada saat itu… aku dibunuh, tapi… aku melawan yang benar. Tapi aku saat itu, aku hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Frederco nii-sama… tolong bantu aku. Aku sangat ketakutan.-"
Disaat yang sama, Rebecca tidak sengaja bertemu dengan Hanon. Kontan saja Hanon mengeluarkan pedangnya karena Rebecca adalah musuhnya.
Sebelumnya, selain dia mempunyai kekuatan manipulasi baja dia juga mempunyai skil memainkan pedang. Dia sangat jago, bahkan dia bisa teknik pedang dengan 2 pedang.
"M-MUSUH…!" Hanon mengeluarkan pedangnya
Karena ketakutan, dia memohon sambil mengeluarkan air mata sebab panik. "Tolong jangan bunuh aku, aku menyerah..!"
Karena mendengar perkataan itu, Hanon terlihat heran. Bagaimana tidak? Rebecca dulunya bukannya seperti, tapi sekarang dia seperti orang yang ketakutan setengah mati.
Akhirnya, Rebecca menjelaskan semuanya kepada mantan pelayannya tersebut. Rebecca menjalaskan dia tidak ingin dan tidak bisa membunuh kakak sepupunya tersebut. Karena….. Frederico atau kakak sepepunya tersebut adalah bagian keluarganya. Rebecca juga menyesal, karena dia pernah membunuh salah satu keluarga mereka. Rebecca juga ingin meminta maaf kepada semua keluarga yang tersisa, termasuk Frederico dan saudara-saudari sepupu yang lain. Tapi…. Dia hanya sebuah bonekanya Lorezon, yang selalu harus menurutinya. Jika dia tidak menuruti perintahnya, maka Rebecca akan dibunuh atau dirusak seperti boneka.
Hanon mengerti maksud tujuannya mantan majikannya tersebut. Dia percaya perkataannya bukan berarti, dia mempercayai sepenuh kepada Rebecca. Hanon percaya, jika Frederico mempercayainya. Tapi…
"Jika Rebecca-sama ingin bergabung dengan goshujin-sama, aku harus membawa Rebecca-sama ke goshujin-sama. Biar Rebecca-sama berbicara kepadanya. " "Bagaimana anda berpihak dengan goshujin-sama?"
Lalu Rebecca berkata, "Soal itu, nii-san tidak segan membunuhku."
Hanon menggeleng kepala, "Tidak apa-apa kok, Rebecca-sama!" "Anda bisa melakukannya. Anda bisa berpura-pura baik atau apalah kepada Lorezon-sama, yang anda biasa lakukan." Jelasnya
Rebecca bertanya, "Apakah kau yakin, apa Frederico nii-sama bisa menyakiniku kalau aku gabung dengan dia?"
Hanon tersenyum dan memegang tangan Rebecca, "Tentu saja, Rebecca-sama…! Ayo kita ke tempat tinggal beliau…!"
Hanon menarik tangannya Rebecca dan menuju ke tempat Frederico tinggal, "Ehh…. Tunggu….. jangan cepat-cepat…!" "Aku ikut atau tidak ikut, aku sudah menjadi musuh Lorezon nii-san. Karena…. Aku sudah menulis surat kepadanya." "Tapi….. aku sudah terlolong dari ketakutan yang aku alami." Rebecca tersenyum.
Sebelumnya, Rebecca menulis surat untuk Lorezon tentang berpindah pihak. Dia menjelaskan, bahwa selama berpihak dengan Lorezon dia tertekan. Surat itu, berada di Lemarinya. Hingga saat ini, surat itu masih belum di tangan kakaknya tersebut.
Disaat yang sama di gensokyo, Remilia dan Sakuya sudah sampai di kuil Hakurei. Kuil tersebut, sepi dan sunyi biasanya para youkai dan peri-peri tersebut berkunjung disini dan pemilik kuil tersebut Reimu Hakurei tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Kemungkinan dia sedang pergi itu yang difikirkan Remilia.
"Aneh…. Kenapa tidak ada orang disini, bahkan pemiliknya tidak ada disini?" Remilia melihat di sekeliling.
"Mungkin, Reimu sedang pergi." Menurut Sakuya.
"Mungkin….. jika tidak ada Reimu, kita pulang." "Tapi sebelum kita pulang, kita berdo'a dulu."
Mereka berdua melempar koin ke kotak amal tersebut. Di jepang, jika berdua ke kuil dia harus melempar ke kotak amal tersebut. Itu sudah lama sejak agama Shinto muncul.
Mereka berdo'a dengan khusyuk. Remilia berdo'a, agar kakaknya baik-baik saja dan segera pulang ke rumah. Sedangkan Sakuya agar gensokyo akan baik-baik saja dan keluarganya akan baik-baik saja.
Mengenai keluarga, Sakuya tidak mempunyai keluarga. Dia tidak bisa mengingat keluarga terdahulunya. Setelah berdo'a, dibelakang Remilia dan Sakuya ada 3 orang yang menghampirinya. Mereka adalah, Yukari Yakumo dan 2 Shikigaminya.
"Ahh, ternyata ada penduduk SDM kah disini."
Lalu Remilia berkata, "Ohh… ternyata si 'nenek2', aku kira Reimu."
Karena mendengar perkataan Remilia, muka Yukari mengkerut dan kesal "Aku masih umur 17 tahun lho!"
Mengenai Yukari Yakumo. Umur dia adalah 1200 tahun, namun ada yang bilang umurnya lebih tua daripada sejarah Gensokyo. Sebenarnya, nama 'Yukari Yakumo' bukan nama aslinya. Dia tidak tahu, darimana mendapatkan nama 'Yukari Yakumo' tersebut.
"Ahh… maaf-maaf, Yukari-san.!"
"Lalu…. Kenapa kau kesini? Ada masalah kah?" Tanya Yukari "Tapi sebelumnya, kita masuk ke dalam kuil saja sambil menunggu Reimu datang."
"Emangnya, kita boleh memakai kuil ini?"
"Boleh… Tadi, aku habis ke reimu dan boleh memakai kuil ini untuk menjaganya. Reimu pergi meninggalkan kuil ini karena dia latihan sama Marisa." Jelasnya
"Hmm… Apa boleh buat..!"
Akhirnya mereka masuk ke dalam kuil. Mereka masuk sambil menunggu pemilik kuil ini pulang.
kuil Hakurei. Kuil ini sudah lama sejak dan sebelum persegelan gensokyo dengan maksud agar penghuni outside word atau dunia nyata tidak masuk ke gesokyo. Itu dilakukan oleh Reina Hakurei, selaku penjaga kuil Hakurei. Kuil ini, mempunyai saingan karena gensokyo mempunyai beberapa agama seperti Tao dan Budha. Karena itulah, kuil Hakurei mengalami penurunan untuk pengikut atau yang ingin berdo'a di kuil tersebut.
Saat itu, Sakuya dan 2 shikigaminya Yukari membuatkan teh dan kue yang tersisa di kuil tersebut. Sementara, Remilia dan Yukari sedang berbincang-bincang.
"Jadi… kau ingin curhat kepada Reimu ya, soal dirimu dan Rico-kun?"
"Iya… sebenarnya bukan aku saja yang merindukan kehadiran onii-san, Flan dan lainnya juga merindukan kehadiran onii-san." Jelasnya "Bahkan Flan tidak mau makan, sampai onii-san pulang."
Sebenarnya, para Yakumo tidak mau memberitahukan rahasia tentang mengapa Frederico harus ke outside world atau dunia nyata. Selain Frederico pergi meninggalkan ke dunia nyata atau outside world, dia harus menghentikan salah satu saudara sepupunya karena mereka ingin menguasai gensokyo.
Lalu, salah satu shikigami mendekat dan membisik Yukari. "Yukari-sama, apakah lebih baik dikatakan saja?"
Lalu, Yukari membalasnya "Ini lebih baik, karena kemungkinan Remilia dan penghuni SDM akan panik dan menyusulnya. Selain itu, tolong jangan katakan kepadanya ya, Ran!"
"Tenang saja, Yukari-sama saya dan Chen akan tutup mulut dan menjaga rahasia ini." Katanya
Salah satu shikigaminya, Ran Yakumo. Dia adalah kitsune atau siluman rubah. Selain kitsune dia adalah shikigami, yaitu seorang makhluk panggilan untuk memenuhi perintah sang onmyōdō atau masternya. Sebenarnya nama 'Ran' bukan nama aslinya dan nama aslinya tidak diketahui. Sebagai Shikigami, dia harus menuruti perintah yang dikatakan oleh masternya.
Ran mempunyai shikigami yang bernama Chen. Dia Bakeneko atau youkai kucing. Selain itu, dia adalah shikigami. Karena Ran adalah shikigaminya Yukari, maka Chen juga menuruti Yukari dan Ran.
Karena akting mereka aneh, Remilia curiga dengan mereka. "Kalian bicara apa?"
"A-ahh…. Kami hanya membicarakan tentang Rico-kun kenapa dia tidak pulang-pulang ke gensokyo. Bukan begitu kan, Ran?"
"B-benar yang dikatakan Yukari-sama."
Remilia terdiam sejenak dan memkikirkan seseuatu. Remilia tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Yukari dan shikigaminya. Remilia tidak tahu, kalau Yukari mengrahasiakan semuanya karena itu sudah dipesan oleh Frederico.
Sebelumnya, Frederico berpesan kepada Yukari 1 bulan sebelum meninggalkan gensokyo atau 6 bulan setelah kematian Reina Hakurei. Bahwa Frederico tidak mau, jika adiknya terlibat dengan masalah ini. Frederico tidak mau, adiknya menjadi korban seperti halnya adik kandungnya saat insiden Scarlet berdarah.
Yukari saat itu tidak bisa mengatakan sejujurnya kepada Remilia. Namun Yukari ingat yang dikatakan oleh Frederico bahwa, 'selama dia pergi, dia tidak ingin atau melarang memberitahukan kepada Remilia dan Flandre apa yang dia lakukan disana. Tetapi, Yukari boleh memberitahukan tentang mereka dan apa dia lakukan asal melihat situasi dan kondisi yang tepat.' Itulah yang dikatakan oleh sahabatnya tersebut.
"Apa ini waktunya yang sangat tepat? Aku akan coba sekarang." Pikirnya
"Ada apa, Yukari-san?"
"Ahh… tidak apa-apa kok."
Remilia mulai bercurhat. "Kamu tahu, Yukari-san… aku sangat kangen sama onii-san. Dia selalu tertawa bersama, selalu menghibur jika kita sedang bosan dan juga menemani kami bermain." "Setelah dia dikalahkan sama Reina-san dan menjadi patnernya dan dia sibuk. Tetapi, dia tidak lupa dengan adik-adiknya tentang kegiatan dirumah."lanjutnya "Saat di dunia nyata, dia diundang ke acara dan rapat. Dan kami ikut menghadarinya. Saat disana, sebelum dan sesudah acara tersebut onii-san tidak lupa mengajak adik-adiknya bermain yang biasa onii-san bermain saat dia kecil." Lanjutnya
Disaat terakhir, Remilia tidak bisa menahan air matanya. "*Hiks…Hiks…* Tapi….tapi kenapa sekarang kenapa… kenapa onii-san berubah..? dan kenapa….kenapa onii-san tidak mengajak kami…? *Hiks….hiks…..* "
Ran disana hanya bisa menenangkan Remilia. Sementara Yukari tidak bisa mengatakan apa-apa soal dia. Pesan adalah pesan, itu yang dipikirkan Yukari sekarang. Dia tidak mau, jika pesannya Frederico ketahuan oleh penghuni SDM khususnya Remilia.
Namun saat keadaan ini, mungkin dia bisa mengatakan yang sejujurnya, karena dari pesan Frederico kepada Yukari 'selama dia pergi, dia tidak ingin atau melarang memberitahukan kepada Remilia dan Flandre apa yang dia lakukan disana. Tetapi, Yukari boleh memberitahukan tentang mereka dan apa dia lakukan asal melihat situasi dan kondisi yang tepat.'.
"Baiklah aku akan kukatakan." "Remilia, sebenarnya.-"
*BLARRRRRRRRRRRR….*
Tiba-tiba ada suara keras yang ada di depan kuil. Kontan, semua orang di dalam kuil tersebut kaget mendengar suara keras tersebut. Lalu semua orang yang di dalam kuil tersebut, keluar dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
*WUSSHHH…..*
Dibalik debu tersebut, ada 2 orang yang rupanya mereka melakukan sesuatu. 1 orang tersebut memakai baju miko dan yang satunya memakai baju penyihir.
"Aduuhh…. Sakit tahu …! Sebaiknya kamu hati-hati ZE..!" Kata seseorang yang dibalik debu tersebut.
"Sebaiknya, kamu hati-hati..! kalau tidak, kuilku ini hancur tau..!" Kata seseorang lainnya yang dibalik debu tersebut juga.
Karena Yukari tahu suaranya mereka, dia berkata "Sebaiknya… kalian jangan ribut sendiri, Marisa…. Reimu…."
Mereka berdua berkata, "ehehehehehhe….. ternyata ada nenek2 toh?"
Karena kesal mendengar kata 'nenek2', wajah Yukari mengkerut dan berkata "Siapa yang nenek2, aku masih umur 17 tahun tau?"
Hakurei Reimu, penjaga kuil Hakurei sekaligus penjaga ketenangan gensokyo. Bersama temannya, Marisa Kirisame mereka bersama menstabilkan dan menjaga ketenangan gensokyo. Tapi kadang-kadang bertengkar karena mereka menyalahkan temannya tidak bisa bekerja sama. Reimu tidak tahu tentang generasi sebelumnya, yaitu ibu angkatnya. Dia tidak tahu siapa Reina Hakurei walaupun ada seseorang yang mengatakan tentang sosoknya. Memori dia sudah dihapus oleh Yukari.
Temannya Reimu, Marisa Kirisame. Dia seorang manusia sekaligus magician. Dia tinggal di Forest of Magic. Dia juga mempunyai toko, yaitu Marisa Magic Shop. Dalam pertemanan sama Reimu Hakurei, mereka sering bertengkar karena tidak saling bekerja sama. Selain itu, dia sering mencuri barang dimanapun dan kapanpun bahkan dia kadang-kadang mencuri uang di kuil Hakurei.
"Ara… ternyata ada tamu kah." Reimu melihat ada Remilia disana. "Lebih kita dalam saja, pasti kamu ingin curhat kan?" Reimu sudah tahu, jika Remilia mau ngomong dengannya.
Lalu semuanya mereka masuk ke dalam. Sebelumnya, Reimu dan Marisa meminta maaf karena membuat kaget semuanya. Mereka tidak sengaja menabrak satu sama lain saat mereka latihan. Mereka tidak hati-hati saat mereka latihan, sehingga membuat suara ledakan.
Setelah mereka menjelaskan tentang hal itu, Remilia menceritakan yang dia alami.
"Aku mengerti… Kamu merindukan Frederico-san, karena belum pulang kan?"
Remilia mengganguk kepalanya. "Bukan hanya aku, tapi semua di Scarlet Devil Mansion merindukan onii-san."
Karena Marisa tidak tahu siapa Frederico itu, dia bertanya kepada Reimu. Reimu sendiri menjawab bahwa, dia hanya bertemu saat dia masih kecil. Tapi berkat Yukari, Reimu mengenal sedikit demi sedikit tentang Frederico.
Lalu, Yukari menceritakan siapa Frederico tersebut. Yukari berkata bahwa dia adalah sehabatnya dan juga sahabat Reina Hakurei atau Hakurei no Miko sebelum Reimu.
Yukari melanjutkan kembali ceritanya, tentang Frederico dan Reina bekerja sama. Mereka tidak seperti Reimu dan Marisa, mereka sangat ditakuti oleh semua orang karena kerjasama yang solid sehingga beberapa insiden sudah dipecahkan atau dibasmi oleh mereka.
Karena mendengarkan ceritanya Yukari, Remilia langsung takjub terhadap kakaknya,
"Hebat…! Onii-san, hebat sekali kamu..! Aku kagum kepadamu, onii-san. Sebelumnya, onii-san seperti aku. Pernah mengacaukan gensokyo. Tapi setelah onii-san berteman dengan Reina-san, onii-san menjadi hebat."
Setelah selesai ceritanya Yukari, Reimu mengatakan kepada Remilia. "Ohh ya, Remilia. Jangan khawatirkan beliau. Frederico-san pasti akan kembali..! Beliau sudah janji kepadaku bahwa dia akan kembali ke gensokyo." "Selain itu, dia tidak akan pernah meninggalkan adik-adiknya disini. Ya kan?" Reimu senyum.
"Reimu, kamu…."
Lalu, Reimu memeluk Remilia dengan hangat. "Jangan Khawatir, Remilia..! Kita semuanya akan membantumu untuk mengobati rasa kangan kamu terhadap kakakmu tercinta itu.!"
Karena tidak tahan mendengar perkataan Reimu yang dia ingin berterima kasih, Remilia menangis "WEEE HEEEEE….." dan Reimu menenangkan dia sambil mengelus-elus kepalanya.
Yukari tidak bisa berbuat apa-apa pada saat itu. Dia ingin mengatakan yang sebenarnya terjadi. Namun… Remilia akan bahagia walaupun Frederico tidak ada disampingnya, itu yang dipikirannya Yukari. "Rico-kun, cepatlah pulang. Adikmu sudah merindukanmu..!"
Akhirnya, remilia menjadi tenang dan merasa sudah puas terhadap kunjungannya. Sekarang waktunya Remilia dan Sakuya berpamitan untuk pulang kerumahnya. Karena langit sudah mulai gelap. Dalam perjalan pulang ke SDM, Sakuya masih bertanya-tanya.
"Ojou-sama… apa ini lebih baik begini, saya sendiri ragu dengan anda?"
"Tidak apa-apa kok, Sakuya. Onii-san akan kembali pulang secepatnya."
"Tapi, saya yang khawatirkan adalah Flan ojou-sama. Saya takut dia tidak nafsu makan karena tidak ada kehadiran Frederico ouji-sama."
Remilia sedikit terdiam mendengar perkataan Sakuya. Dan akhirnya, "Aku harap, ada kejaiban yang akan terjadi. Misalnya, onii-san akan pulang besok." Remilia tersenyum namun agak cemas karena takut Flandre sakit. "Onii-san… tolong pulanglah.! Flan dan aku, rindu denganmu.!"
Sakuya mengerti dengan perkataannya Remilia dengan menggangguk kepalanya.
Mereka mempercepat langkah kaki mereka, karena hari sudah sore. Mungkin semua penduduk SDM akan cemas, jika mereka tidak pulang segera.
Sementara di dunia nyata, Frederico bersantai-santai di tempat duduknya. Dia masih bingung, cemas dan resah. Dia masih memikirkan, cara untuk mengalahkan dua bersaudara yang telah mengkhianati keluarganya.
"Ha…hah…." "Jika, Lorezon dan Rebecca tidak berkhianat, maka tidak seperti ini."
"Tapi, yang terjadi ya maka terjadilah." Dia tersenyum "Aku harap ada suatu keajaiban. Ahh…. Siplah! Cukup hari ini." Dia menutup bukunya, dan ternyata adalah buku hariannya.
Akhirnya, Frederico pergi karena dia mempunyai janji dengan vampire kenalannya. Akankah dia berhasil melawan 2 Scarlet berkhianat tersebut? Bisakah, Lorezon Scarlet ke gensokyo? Rebecca Scarlet mau bergabung dengan pihak Frederico Scarlet, apakah tanggapan Frederico dan apa maksud tujuan Rebecca? Bisakah, Lorezon Scarlet mengaktifkan Scarlet Mind Control? Dan bisakah kedua adiknya Remilia dan Flandre Scarlet bersabar karena kakaknya Frederico Scarlet belum pulang? Siapakah teman barunya Frederico?
