Frederico Scarlet. Dibalik kesibukannya, dia bisa sempat membaca yang di abaca dan menulis kehidupannya. Menulis dan Membaca, adalah hobinya. Saat di gensokyo maupun di dunia nyata, dia melakukan kedua hobi walaupun kesibukannya masih ada. Dia bisa mengatur jadwal untuk melakukan kedua hobi itu.
2 jam Sebelum Frederico pergi keluar untuk janji, dia sempat membaca buku diari yang telah dia tulis di bukunya. Frederico menceritakan tentang kehidupan di dunia nyata saat dia meninggalkan gensokyo selama 20 tahun.
"Dunia nyata….. benar. Ini tempat yang aku dan seluruh keluargaku dilahirkan. Walaupun status sekarang adalah masyarakat gensokyo, aku tidak lupa dengan dunia ini. Dunia yang penuh kenangan baik manis maupun pahit."
"Seperti halnya, insiden scarlet berdarah. Insiden itu tidak akan ku lupakan. Karena…. Insiden tersebut merenggut nyawa adikku yang masih belasan tahun. Dia harus belajar apa arti kehidupan, namun dia sudah telah tiada. Sangat menyedihkan."
"Sudah….. aku tidak mau mengingatnya kejadian yang pahit itu. Karena membuat aku sedih lagi. Sekarang, aku akan menceritakan apa yang aku lakukan di dunia nyata selama 20 tahun ini. "
"Aku dan saudara-saudari sepupu mempunyai misi penting, yaitu menghentikan saudara sepupu yang bernama Lorezon dan Rebecca Scarlet. Mereka sudah dan ingin mengaktifkan senjata tua milik keluarga kami. Scarlet Mind Control… senjata ini adalah milik generasi lama Scarlet. Senjata ini disimpan Scarlet Devil Mansion, yang berada di gensokyo. Sebelumnya, SDM bukan berada di gensokyo tapi di dunia ini. Ayahku yang memindahkan SDM ke gensokyo, agar mereka tidak mengaktifkan senjata itu."
"Untungnya, mereka tidak mempunyai kekuatan yang sama denganku yaitu manipulasi batasan. Sehingga mereka tidak bisa ke dunia penuh fantasi tersebut. Tapi… mendengar perkataan Tenma-kun (pemimpin para Tengu) saat dia mengacaukan gensokyo, salah satu dari anak buahnya mengikuti seorang vampir dengan marga keluarga 'Scarlet'. Apa itu mungkin, Lorezon sudah bisa ke gensokyo padahal dia tidak mempunyai kekuatan yang sama denganku dan juga marga keluarga 'Scarlet' di gensokyo hanya kami."
"Ahh…. Itu aku yang mengkhawatirkan karena jika dia tiba-tiba langsung menyerang, mungkin dunia ini sudah dikuasai oleh mereka. Ya apa boleh buat… ini sudah tugasku dan sudara-saudari sepupu yang lain. Pernah kita berjumpa sama mereka, saat pertemuan scarlet 50 tahun bersama adik-adikku di eropa. Aku sangat kaget, karena kekuatan mereka sudah melebihi saat insiden yang lalu. Dan untungnya kami bekerja sama untuk menghentikan mereka. Kami menang, sayangnya mereka kabur"
"Aku mendengarkan perkataan Lorezon, bahwa dia akan menyerang sebuah desa dimana penduduknya rata-rata adalah seorang penyihir. Desa itu bernama, Grisalia. Desa itu tidak jauh dari pertemuan kami. Dengan sigap kami harus menghentikan mereka, sebelum ada korban di desa itu."
"Namun sayangnya, kami telat. Desa itu sudah terbakar, dan banyak korban berjatuhan. Sekarang, kami harus menemukan orang yang masih selamat. Untungnya, aku menemukan seorang penyihir yang masih selamat. Namanya Patchouli Knowledge atau panggilannya Patche."
"Patche sendiri, ingin menyelamatkan kedua orang tuannya yang berada didesa itu. Namun, dia melihat Virgillia membunuh orang tua Patche. Kekuatan Patche saat itu, masih belum bisa mengalahkan sahabatnya itu."
"Lalu aku dengar dari Patche, bahwa dia mempunyai teman atau aliansi. Aku tidak percaya, jika dia mempunyai teman yang banyak. Mulai penyihir yang dulu temannya Patche, bahkan vampire juga."
"Aku dan kedua pelayanku sudah sampai di dunia nyata. Sekarang aku dan kedua pelayanku ke mansion keluargaku yang di dunia nyata. Mengingat masa lalu, aku pernah berteman dengan manusia di dunia nyata ini. Tapi mungkin sekarang, dia sudah di netherworld. Benar, karena umurku sudah terlalu tua untuk disebut. Umurku 3 tahun mendekati umurnya Yukari-san."
"10 tahun kemudian, aku dan kedua pelayankumasihmencari tempat bersembunyian mereka. Saat itu aku dan kedua pelayanku berada Negara yang bernama Jepang, tepatnya di kota Kyoto. Ahh…. Kota ini lumayan besar sih, aku sendiri pas jalan-jalan aku sangat capek. Tapi aku harus mencari informasi tentang keberadaan mereka."
"Disaat jalan, aku sengaja bertemu dengan Maribel Hearn dan Renko Usami. Sebenarnya saat itu aku ceroboh dan tiba-tiba aku menabrak mereka. Menurut aku sih mereka itu hanya manusia biasa, namun aku sudah selidiki oleh Scarlet's sense (yaitu kekuatan merasakan manusia maupun makhluk lain yang mempunyai kekuatan) salah satu dari mereka mempunyai kekuatan yang sama seperti aku. Sebenarnya mereka itu manusia apa? Itu pikiranku saat itu."
"Aku sempat berbincang dengan mereka dan aku bertanya-tanya dengan mereka tentang diri mereka, diriku dan juga tentang keberdaan mereka. Mereka tidak tahu tentang keberadaan kedua Scarlet, jadinya aku kecewa. Tapi aku pergi, tiba-tiba Maribel mengikuti dan dia mengetahui bahwa ada Vampire di negara Jepang tepatnya di kota Yokohama. Dan dia berkata kepadaku…."
""Kelihatan anda seorang vampir ya?"Katanya "
""Ehh…. Bagaimana kamu tahu kalau aku ini adalah vampir?" Tanyaku. Bagaimana dia tahu bahwa aku vampir, padahal sayapku tidak kelihatan karena tertutup dengan jubah."
"Lalu dia menunjukan kearahku, yaitu kalungku "Karena saya melihat kalung itu di dalam mimpi saya. Kalung itu sama persis dengan anda pakai dan yang memakai adalah vampir yang ada dimimpiku.""
""Dan juga, saya bertemu dengan pelayan yang bernama Sakuya Izayoi. Dia adalah manusia yang bekerja sebagai pelayan di sebuah mansion dimana kediamannya adakah vampir." Lanjutnya "Namun, itu hanya mimpi. Tapi, mimpi itu seperti ada koneksi dengan anda.""
"Aku pikir saat itu, anak ini hanya bercanda. Tapi…. Jika itu benar, apa memang aku atau keluargaku mempunyai pelayan tersebut adalah manusia. "
""Itu saja yang ketahui, semoga membantu anda Frderico-san." Katanya. "
"Lalu temannya, memanggil Maribel dari ke jauhan. Karena mereka harus cepat untuk menuju ke kampus mereka. Akhirnya, kami berpisah namun suatu saat aku bisa bertemu dengan mereka."
"Aku masih befikir tentang yang dikatakan oleh Maribel itu. Apakah keluarga mempunyai pelayan adalah manusia. Dikeluargaku sih, yang manusia adalah ibu dan adik kandungku yang sudah meninggal karena insiden scarlet berdarah."
"Sekarang, aku harus ke kota Yokohama segera karena dari informasi dari Maribel. Aku harus menemui kedua pelayanku dan kedua pelayanku mempunyai informasi yang sama denganku bahwa ada vampire di kota Yokohama. Lalu kami harus pergi ke kota tersebut. Sebenarnya Maribel itu mirip dengan Yukari-san,tapi Yukari-san terlalu tua menurutku. Ufufufufufu~"
"Setiba ke kota Yokohama, kami langsung berpencar untuk mencari informasi tentang keberadaan mereka dan juga vampire yang ada di kota sini. Awalnya aku kecapekan karena keliling satu kota tersebut, tapi aku harus semangat untuk mencari informasi."
"Setelah aku keliling-keliling kota tersebut, tiba-tiba Scarlet's sanse-ku mendeteksi ada orang atau makhluk yang mempunyai kekuatan. Tetapi, Scarlet's sanse mendeteksi ada vampire di sekitar itu. Aku harus menemukannya karena jika dia lolos aku gak bisa mencari informasi tentang mereka. Saat aku mencari-cari dimana lokasinya, tiba-tiba ada perempuan memakai jubah yang mencurigakan. Dan nampaknya Scarlet's sense-ku menunjuk orang itu."
""Ahh, kamu..! Tunggu sebentar..! Aku ingin bertanya-tanya denganmu" Aku memanggil dia. Namun dia pergi untuk melarikan diri. Kemungkinan dia tahu informasi itu. Aku harus mengikuti dan tidak menghilangkan jejak."
""Tunggu..!" aku berusaha untuk mengejarnya, tapi dia lumayan cepat. "Kumohon, aku tidak punya salah apa-apa jadi jangan kerja aku.!" Katanya sambil dia berlari. "Aku hanya menanyakan sesuatu ke kamu.""
""Hah..? Jangan ke aku.! Sungguh aku gak punya salah apapun!" Katanya. Mungkin dia pikir, aku penjahat atau apalah. Pokoknya aku harus menanyakan kepadanya. Mungkin dia yang diesebut oleh Maribel."
"Lalu akhirnya… Dia berhenti tepat dihadapannya, ada seorang wanita dan rupanya dia adalah majikannya yang aku kejar. "Goshujin-sama tolong aku..! Ada yang mau menangkapku.!""
"Aku mengatur nafasku dan menjelaskan bahwa aku mau menanyakan informasi tentang keberadaan Scarlet berkhianat itu, bukan mau menangkap pembantu itu."
"Lalu majikan itu melangkah ke aku, "Haruka, tolong tunggu sebentar. Mungkin… orang ini adalah targetku yang aku cari.""
"Apa maksudnya? Aku tidak mengerti. Mengapa… aku menjadi targetnya? Mengapa dia mengincarku? Itu yang aku pikiran, saat itu. Kemungkinan dia adalah temannya Lorezon."
""'Frederico Scarlet', apa aku benar itu adalah namamu?" Dia bertanya kepadaku. Mengapa dia tahu namaku? "Iya, kau benar. Aku adalah Frederico Scarlet. Mengapa kau tahu dengan namaku? Siapa kau?""
""Himea Utsusemi, seorang vampir, sama seperti kau. Bukan hanya vampire, aku juga seorang penyihir dan pembunuh bayaran." Dia mengenalkan dirinya."
"Himea Utsusemi, dia seorang penyihir vampir. Dalam Scarlet's sense-ku mendeteksi ada kekuatan atau kemampuan yang hebat dalam dirinya, ini mungkin dia seorang adalah penyihir, vampir sekaligus pembunuh bayaran."
""Mengapa kau mengatakan bahwa aku adalah targetmu? Apakah kau utusan dari Lorezon Scarlet?" Aku langsung saja tanya kepadanya. Lalu dia jawab, "Siapa dia? Aku tidak mengenalnya. Aku bilang begitu, karena kau adalah salah satu orang yang aku cari.". Mendengar perkataan dia, aku berfikir lagi. Mengapa demikian. "Untuk apa?" tanyaku. Lalu dia jawab "Karena kau dan keluargamu, terlibat 'The Vampire incidents' ya kan?". aku menggangguk, lalu dia berkata lagi. "Misiku adalah membunuh salah anggota dari keluarga Scarlet, karena kau sudah membunuh tuanku saat itu.""
"Aku bingun…. Aku sangat kebingunan saat itu. Mengapa… apakah aku pernah membunuh orang saat insiden Vampir? Mungkin ini ulahnya si Lorezon nih. Sialan kau!"
"Mengenai insiden vampir, aku dan seluruh keluarga terlibat dengan insiden itu. Insiden itu tidak jelas mengapa itu terjadi. Yang jelas, itu perang antar keluarga vampir. Disana ayah kandungku dan ibu tiriku menjadi korbannya. Sudahlah jangan dipikirkan lagi. Sekarang yang pikirkan adalah, apa aku pernah membunuh seseorang saat insiden itu berlangsung. Aku tidak membunuh seseorang tapi aku pernah melukai seseorang dengan alasan untuk mempertahankan diri."
""Tunggu sebentar, apa maksudmu? Aku tidak membunuh saat insiden. Aku hanya-" Dia memotong pembicaraanku, "Bagaimana kita duel saja, jika aku menang kau akan terbunuh jika kau menang aku akan ikut denganmu. Bagaimana?""`
"Heh..? Aku masih belum mengerti, mengapa jika dia kalah dia akan ikut denganku. Apa yang dipikirkan dia? Mungkin…. Dia pikir, marga keluarga Scarlet paling terkuat. Padahal, banyak marga keluarga vampir yang lainnya terkuat selain kami. Tapi, jika itu maunya maka aku akan kabulkan."
""Baiklah, aku terima dengan tantanganmu." Aku setuju dengan tantangannya. Lalu dia merespon, "Baiklah, Frederico-kun. Bersiaplah dengan danmaku dan spell cardku yang mematikan!" Dia menyiapkan diri untuk bertarung denganmu."
"Spell Card, merupakan kartu untuk mengaktifkan kekuatan si pengguna. Beberapa Spell Card untuk bertahan diri dan ada juga untuk menyerang si lawannya. Tergatung si pengguna, dia mau menyerang atau tidak."
"Sedangkan danmaku, serangan biasa dengan pola sedikit tidak bisa di jankau oleh manusia. Hampir rata-rata yang aku lawan saat aku dan Reina menjaga gensokyo, pola danmakunya sulit-sulit."
""Baiklah, Frederico-kun. Rasakan ini!" Dia melakukan serangan dengan pola danmaku sedikit rumit. Danmakunya berupa bola-bola besar dan kecil dan juga ada berbentuk kupu-kupu emas dan putih. Mungkin, dia melakukan abilitinya yaitu 'using Magic'"
"Lalu aku menghindar dengan cepat. Yah… terima kasih atas kemampuan vampirku, karena aku bisa menghindar dengan cepat. Ya kemampuan ini sudah aku pakai, saat aku latihan dengan Remilia-chan maupun Patche."
""Lumayan juga ya kau, Frederico-kun. Bagaimana kalau ini." Lalu dia mengeluarkan spell cardnya. "Spell Card : Elemental "Butterflies Strike".""
"Ternyata dia mengeluarkan kemampuannya dengan mengeluarkan spell cardnya. Elemental "Butterflies Strike", dia mengeluarkan sihir elemen dengan berbentuk kupu-kupu. Apa kupu-kupu adalah hewan favoritnya? Ahh, dia sama dengan adikku yang sudah meninggal."
""Ohh ternyata kau mengeluarkan kemampuanmu ya, Baiklah…." Aku harus menghindar serangannya. Kalau tidak mungkin. Namun…. saat aku menghindar serangannya, pelayannya yang bernama Haruka itu ada dibelakangku dan mau menyerangku. Sejak kapan dia berada disana?"
"Tapi… terima kasih dengan kemampuan manipulasi batasanku, aku bisa teleport untuk menghindar serangan pelayannya. Ternyata, pelayannya mempunyai kemampuan tidak biasa. Aku kira dia adalah vampir biasa. Ternyata dia seperti kedua pelayanku."
"Aku menjauh dari mereka, untuk rencana menyerang mereka. Sementara pelayannya, menjauh dariku dan mendekati majikannya. "Haruka, sudah aku bilang jangan ikut dengan urusan ini.". Dan pelayannya berkata, "Aku tidak mau, jika goshujin-sama terluka seperti dulu. Aku tidak mau ceroboh dengan masa lalu itu. Karena itu goshujin-sama, aku ingin ikut bertarung denganmu melawan dia!" Dan akhirnya, majikan menyetujui pelayannya untuk membantu dia."
""Frederico-kun, apa boleh kau melawan 2 orang sekaligus?" Himea bertanya kepadaku. Aku malahan senang jika lawanku lebih dari 2, karena aku sering latihan lebih dari satu orang. "Boleh saja..! Ini akan menyenangkan" Jawabku sambil tersenyum."
"Akhirnya, aku melawan 2 orang vampir. Aku tidak tahu kekuatan pelayannya, jadi aku harus berhati-hati. Ditambah lagi, saat itu dia langsung dibelakangku."
"Namun…. "Frederico-san, terima ini…" Pelayan sigap berlari dan mengeluarkan pistol untuk menyerangku. Aku harus siaga menghadap dia. Kulihat di Scarlet's Sense-ku dia mempunyai aura yang kuat. Saat dia menghampiriku, dia mengatakan sesuatu yang aku tidak bisa didengar. Rupanya, dia mengaktifkan spell cardnya. Dan betapa terkejutnya….. Peluru pistol dari pelayan itu tersebut, begitu banyak menghampiriku. Jadi dia mempunyai kemampuan memanipulasi waktu."
""Dengan ini, kau tidak bisa mengalakan goshujin-sama… Fre-de-ri-co-san….!". Sialan pelayan itu, tapi "Spell card : Barrier of Tempest". Barrier of Tempest. Barrier ini menghilangkan danmaku maupun serangan spell card. Sehingga serangan danmaku dari pelayan tersebut tidak jadi menyerangku. Namun, spell ini memerlukan stamina yang banyak."
""Hah…hah…hah…. Bentar, kau sebenarnya memiliki kekuatan apa?" Aku bertanya kepada pelayan itu. Dia berkata bahwa dia mempunyai beberapa kekuatan diantara memanipulasi waktu dan juga mempunyai skill menembak. Heh? Dia itu pembantu apa militer sih? Tapi, dugaanku benar kalau dia mempunyai kekuatan memanipulasi waktu. "
""Bagaimana Frederico-kun, apa kau tidak bisa melawan pelayanku?" Himea bertanya kepadaku. Aku tidak bisa menjawab pertanyaan dia. Aku dia saja dan mulai tertawa."
""Kenapa kau tertawa, apa itu lucu?" Karena Himea tidak terima aku tertawa, aku berhenti tertawa dan tersenyum. "Sangat menyenangkan bertarung kalian semua, Himea-chan…. Haruka-chan…." Aku baru pertama menyebut nama mereka, dihadapannya. "Aku sangat terhibur dengan ini semuanya. Okeh…! Aku akan lebih serius lagi. Apa kita lanjutkan lagi duelnya?""
"Mereka tersenyum bahagia mendengar perkataanku itu. "Hmm..! Okehlah kalau begitu! Kami juga akan lebih serius." Akhirnya kami melanjutkan pertarungan sampai ada yang menang "
"Sampai akhirnya, kami kelelahan karena terlalu banyak mengeluarkan danmaku atau spell card kami. Akhirnya perterungan kami seri, tidak ada menang, tidak ada kalah."
""Lumayan juga kau, Frederico-kun. Hah…hah…hah… jadi inikah kekuatan atau kemampuan keluarga Scarlet." Himea terengah-engah, dan aku lihat pelayannya juga ikut terengah-engah. "Kalian juga, Himea-chan… Haruka-chan…. Hah…hah…hah… Jadi, kita seimbang ya! Aku tidak mau meneruskan lagi." Aku menolak, jika mereka meneruskan pertarungan atau duel ini. "Kami juga. Kami kecapekan!" Mereka juga."
"Dengan ini, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan pertarungan ini. Kami akhirnya, menghela nafas panjang karena habis pertarungan ini. Himea dan Haruka mengenalkan diri lagi."
"Aku menjelaskan maksud dan tujuanku ini, bukan lain ingin mengetahui informasi tempat keberadaan si Scarlet penghianat itu. Karena sebelumnya Himea tidak tahu siapa Lorezon tersebut, akhirnya kuberitahu. Ternyata, Himea tahu tentang keberadaan Lorezon tersebut. Namun sayangnya, mereka tidak disini tapi di inggris lebih tepatnya di London. Sialan kau Lorezon, bilang dari tadi kalau kamu masih disitu! Mansionnya si Lorezon tidak jauh dari mansionku, ya kira-kira kalau naik kereta 2-3 jam."
""Jadi, kamu mencari tentang keberadaan orang itu kah?" Himea bertanya kepadaku. Aku menggangguk "Ya..! Selama ini.. aku dan seluruh keluarga scarlet, mencari keberadaan mereka. Dan juga, mereka berencana untuk mengaktifkan senjata yang berada di gensokyo.""
"Ternyata Himea tahu tentang gensokyo dan dia pernah kesana. Padahal, dia tidak punya kekakuatan atau kemampuan memanipulasi batasan. Mengapa dia bisa sampai ke gensokyo? Dan dia mengaku, jika pergi ke gensokyo dia menggunakan kalungnya yang ditengah adalah sebuah permata Sapphire blue."
"Sapphire Blue, merupakan batu permata yang bisa transport dari dunia nyata ke gensokyo dan sebaliknya. Permata ini-lah yang bisa Hanon dan Shanon bisa kembali ke gensokyo untuk melihat situasi dan kondisi. Batu ini asalnya ada di gensokyo hingga saat."
"Dia mengaku bahwa, dia menemukan permata ini ada di dunia ini. Aku tidak jika permata itu ada di dunia ini. Aku takut, kalau Lorezon itu sudah mempunyai permata itu. Sehingga yang dikatakan Tenma-kun itu benar."
""Frederico-kun, aku senang berbicara denganmu. Tapi, aku sekarang ada urusan mendadak. Aku akan mencari teman lagi dan bertarung dengan scarlet penghianat itu. Mungkin, dia telah membunuh masterku saat itu." Katanya. "Kita akan betemu lagi di sekitar London Bridge 10 tahun ya akan datang. Aku percaya denganmu, dan akan berteman denganmu.""
"Aku sangat senang, karena aku sudah mempunyai teman. Walaupun sih, agak misterius. Bagaimana tidak, dia sudah mengajak duel tapi akhir-akhirnya mengajakku sebagai temannya. Tapi, aku percaya dengannya dia tidak mengkhianatiku."
"Akhirnya, kami berpisah. Aku harap 10 tahun mendatang mereka mendapat berita baik untuk semuanya. Karena ini menyangkup dunia ini maupun gensokyo."
"Saat aku kembali dengan pelayanku, kedua pelayanku panik karena melihat bajuku kumuh dan sedikit robek dibagian jubahku. Ya… karena habis pertarungan melawan Himea dan Haruka itu. Namun, aku bohong saja. Kalau aku tidak bohong, mereka akan mengejar mereka. Sudahlah lupakan itu. Rupanya mereka mendapatkan informasi, bahwa Lorezon dan Rebecca mempunyai aliansi vampir hebat. Duguaanku benar! Lorezon, sejak kapan kau mempunyai banyak teman?"
"Kami ingin berencana untuk kembali ke inggris, namun kami ingin berlibur dulu ke jepang. Ya kebetulan, di jepang aku punya rumah besar di kota perbatasan antara gensokyo dan dunia ini. Mereka mungkin memikirkan lagi untuk bagaimana cara merobos Great Hakurei Barrier walaupun mempunyai permata tersebut. Sebenarnya, permata yang aku kasihkan ke kedua pelayanku sudah dimanipulasi. Sehingga, mereka tidak terkena barrier yang penuh listrik dan badai saat merobos barrier tersebut. Aku sangat berterima kasih kepada Patche yang sudah memanipulasi permata tersebut."
"Saat jalan-jalan di jepang, aku memikirkan adik-adikku yang ada di gensokyo. Apakah mereka baik-baik saja ya, terutama Flandre-chan? Apakah mereka akan sama seperti aku yang pernah mengacaukan gensokyo? Sudahlah… Remilia-chan… Flandre-chan…. Maaf… Karena kakakmu ini sudah membohongi kalian. Ini juga demi kebaikan kalian. Aku harap, kalian tidak mengacaukan gensokyo."
Akhirnya, Frederico sudah membaca diarinya dan menutup diarinya. Diarinya menceritakan tentang kehidupan dia di dunia nyata 20 tahun yang lalu, Bagaimana dia mendapatkan teman baru, dan tidak lupa keriduan dia terhadap adik-adiknya.
Ha…hah…." "Jika, Lorezon dan Rebecca tidak berkhianat, maka tidak seperti ini."
"Tapi, yang terjadi ya maka terjadilah." Dia tersenyum "Aku harap ada suatu keajaiban. Ahh…. Siplah! Cukup hari ini." Dia menutup bukunya, dan ternyata adalah buku hariannya.
Akhirnya, Frederico Scarlet menemui dengan temannya yang bertemu 10 tahun yang lalu Himea Utsusemi. Akankah dia akan menepati janjinya kepadanya atau sebaliknya? Itu masih sebuah menjadi pertanyaan. Disaat yang sama, Shanon sudah ada di gerbang utama.
Karena Shanon melihat majikan mau keluar, dia bertanya "Goshujin-sama, anda mau kemana?"
Lalu Frederico jawab, bahwa dia mau keluar untuk menemui teman 10 tahun yang lalu. Dan juga, dia ingin mengunjung ke makam orang tuanya Patchouli. Sebenarnya, Shanon ingin ikut tapi tidak diperbolehkan oleh Majikannya. Frederico takut, jika mansionnya gak ada yang jaga karena Shanon adalah salah satu pelayan yang ada di mansion ini. Hanon sendiri belum kembali dari tugasnya.
Akhirnya Frederico Scarlet meninggalkan mansionnya. Dia ingin bertemu dengan teman yang pernah melawan dia 10 tahun yang lalu. Sebelum Frederico bertemu dengan temannya, dia beli 2 sekumpulan bunga di jalanan. untuk makam kedua orang tua Patchouli. Mereka mati karena dibunuh oleh Virgillia.
Sebelumnya, Patchouli kenal dengan Frederico saat Patchouli sedang menyelamatkan orang tuanya dan akhirnya orang tuannya dibunuh oleh temannya sendiri Virgillia. Patchouli sangat shok dan tidak percaya kalau yang dihadapannya adalah temannya yang membunuh orang tuanya Patchouli. Virgilia kabur dan Patchouli tidak bisa menahan tangisannya.
Saat itu, ibunya masih hidup tapi hidupnya tidak lama lagi. Ibunya perpesan kepadanya untuk belajar karena saat itu Patchouli belum bisa menguasai 2 elemen lagi matahari dan bulan, dan 1 elemen yang belum sempurna untuk mengontrolnya yaitu elemen kayu. Lalu, Frederico melihat Patchouli pinsan mungkin dia tidak bisa percaya dengan kenyataan itu. Lalu Frederico dan kedua pelayan yang kebetulan mereka ada disana, mengangkat tubuh Patchouli ke mansionnya berserta mayat kedua orang tua Patchouli.
Frederico pun berteman dengan Patchouli dan mereka pun saling membantu. Frederico membantu Patchouli untuk menguasai semua 7 elemen tersebut agar dia bisa mengalahkan temannya. Sebaliknya, Patchouli membantu Frederico untuk kebutuhan dia seperti menjelaskan isi buku kalau Frederico sedang tidak tahu tentang buku yang dibacanya dan turut menjaga mansionnya yg di dunia nyata dan juga Scarlet Devil Mansion (SDM). Karena Frederico itu kepercayaannya Patchouli, patchouli tahu tentang senjata pengendali pikiran yang ada di SDM tersebut.
Sampai di pemakaman, Frederico lihat makam kedua orang tuanya Patchouli penuh dengan rumput. Mau tidak mau, dia membersihkan makam itu. Sebelumnya, Frederico dan Patchouli sudah lama tidak berkunjung ke makam ini setelah insiden Kebakaran Perdesaan atau The Burning Vilage Incident 40 tahun yang lalu.
"Hah…. Selesai juga akhirnya..! Sip…! Makamnya terlihat bersih..!" Frederico sudah menyelesaikan tugas untuk membersihkan makan kedua orang tuanya Patchouli.
Frederico menaruhkan 2 serangkaian bunga di makan kedua orang tua Patchouli. "Sebelumnya, saya tidak mengenal anda berdua. Tapi, jangan khawatirkan anak anda! Dia sudah kuat dan sudah mengontrol 7 elemennya, walaupun mempunyai penyakit kecil kerena kecapekan belajar." "Walaupun begitu, anak anda akan mengalahkan temannya yang mengkhianatinya. Dan membalas dendam kalian dan desa tersebut." Dengan menggengam tangannya.
Akhirnya, Frederico meninggalkan pemakaman tersebut dan menuju ke tempat bertemu temannya 10 tahun lalu. Sekarang, Frederico was-was apakah temannya tersebut bisa dipercaya? Karena mereka hanya bertemu satu kali pada saat itu.
Di saat yang sama, Hanon datang ke mansion tersebut bersama dengan Rebecca. Rebacca ingin bertemu dengan Frederico karena dia ingin bicara dengannya. Tetapi, Frederico pergi ke pemakaman dan ke sekitar Lodon Bridge karena bertemu dengan temannya 10 Tahun lalu.
"Rebecca-sama, kita sudah sampai!" Hanon dan Rebecca sudah sampai di Mansionnya Frederico.
Karena Rebecca dipaksa lari oleh Hanon, dia mengatur nafasnya. "Sudah…kubilang…. Melangkahnya hah….hah…hah…. jangan cepat-cepat! Capek tau!"
"Maaf Rebecca-sama, aku terlalu bersemangat." Kata Hanon.
Karena Shanon melihat Rebecca bersama Hanon, dia mengeluarkan pisau di lengannya. Perlu diketahui, Shanon mempunyai skill assassin.
Dengan sigap, Hanon memegang tangannya Shanon untuk melindungi Rebecca. Karena Hanon tahu, jika Shanon sangat membenci majikan lamanya tersebut.
"Hanon nii-san, mengapa kau melindungi dia?" Kata Shanon dengan mata tajamnya.
"Shanon…. Biar aku jelaskan semuanya."
Akhirnya, Hanon menjelaskan apa yang terjadi. Rebecca hanya ingin bertemu dan minta maaf dengan Frederico. Dia sudah menyesal telah mengikuti Lorezon selama ini.
"Jadi begitu. Rebecca…-sama, mau berpindah pihak dengan goshujin-sama?" Akhirnya Shanon mengampuni majikan lamanya. Shanon percaya dengan perkataannya, walaupun waspada. "Tapi kenapa saat itu Rebecca-sama, ikut dengan Lorezon…-san?"
Rebecca terdiam sejenak dan akhirnya dia berkata bahwa dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia dulunya masih tidak tahu apa arti keluarga. Dan dia dipaksa oleh kakaknya. "Aku sangat menyesal saat itu..! Aku mau minta maaf kepada semua saudaraku karena kelakuan selama ini..!" dengan menggenggam tangannya.
Akhirnya, Shanon benar-benar sangat mengerti yang dikatakan oleh majikan lamanya tersebut. "Saya mengerti perasaan anda, Rebecca-sama! Tapi… anda yakin dengan ini semuanya?"
"Apa maksudmu?" Tanya Rebecca, karena dia tidak mengerti yang dikatakan oleh Shanon.
"Maksud saya, apakah anda yakin jika goshujin-sama dan lainnya bisa memaafkan anda?"
"Aku tidak tahu, tapi…. Mungkin hanya Frederico nii-sama yang bisa memaafkanku." "Aku tidak yakin, jika saudara tertua bisa memaafkanku."
Lalu, Hanon menyemangatnya "Tenang saja, mereka akan memaafkanmu Rebecca-sama. Toh, kejadiannya sudah berlalu."
"Sungguh?"
"Tentu, Rebecca-sama!" mereka jawab dengan ceria.
"Ahh..! Terima kasih, Hanon… Shanon…. Sekarang aku sangat percaya diri." Dan saatnya, Rebecca ingin memberitahukan sesuatu. Bahwa kakaknya mempunyai teman yang sangat hebat daripada Virgillia. "Sebenarnya, aku ingin sampaikan kepada kalian semuanya. Bahwa, nii-san mempunyai teman yang sangat kuat."
"Ehh..? Bukannya teman Lorezon-san, sudah diketahui kalau temannya itu adalah seorang penyihir yang bernama Virgillia Hawkweed?"
Rebecca menggelengkan kepalanya. "Bukan itu saja."
20 menit sebelumnya, Frederico berjalan-jalan dan menyeberang di London Bridge. Dia mencari-cari teman 10 tahun yang lalu. Dia harap, Himea masih memegang janjinya. Itulah yang dipikirkan saat ini. Dan akhirnya…
"Oyy, Vampir Scarlet! Aku disini..!" Teriakan Himea. Ternyata Himea berada di atas jembatan bersama pembantunya.
Untungnya, jarang orang yang lewat dijembatan itu. Sehingga, Frederico mengeluarkan kemampuannya agar dia bisa ke atas jembatan yaitu teleportasi.
"Kamu tuh, kenapa ada disini sih? Lagipula di tepian sungai kan bisa." Kata Frederico dengan kesal.
"Karena….. aku tidak mau pembicaraan kita didengar oleh orang. Selain itu, kita vampir. Aku takutnya orang-orang akan panik melihat kita." Jawabnya Himea.
"Lagipula, pemandangan disini gak kalah bagusnya Frederico-sama" Tambahnya Haruka.
"Kalian ini…. Sudahkah jangan dipikirkan lagi." "Lalu…. Apa yang kau dapat Himea?" Pembicaraan serius dimulai.
"Aku dengar…. Lorezon sudah mempunyai kawan yang kuat, bahkan lebih kuat darimu." "Aku pernah bertemu dan bertarung dengannya, karena dia tahu kalau aku adalah temanmu. Kemungkinan dia sudah lama berteman dengan Lorezon."
"Apa maksud perkataanmu, Himea?"
Himea mulai bercerita tentang temannya Lorezon itu. Frederico tidak percaya, jika Lorezon mempunyai teman sehebat dia. Frederico berfikir jika dia hanya mempunyai teman penyihir, tetapi pikiran sudah melampaui batas pikirannya.
Disaat yang sama di Lorezon Scarlet Mansion, Lorezon menunggu seseorang yg datang. Selain itu, Lorezon memikirkan mengapa Rebecca tidak balik dari jalan-jalannya. Lalu… Maria datang menghadap ke Lorezon, bahwa ada seseorang yang menemui dia. Akhirnya, yang ditunggu-tunggu datang juga. Teman terkuatnya Lorezon, Hamelin Massachusetts.
"Hmm..! Akhirnya aku dipanggil juga, Lorezon-kun. Apa kita saatnya untuk bergerak?" Katanya
"Benar sekali!"
Hamelin Massachusetts, dia setengah manusia setengah vampir. Sama seperti Frederico Scarlet. Dia seorang pembunuh bayaran karena itulah Lorezon tertarik kepadanya untuk menjadi teman. Selain itu, dia mempunyai anak buah yang hampir 1000 lebih dan dia pernah pemimpin untuk menghancurkan desanya Patchouli Knowledge. Dalam pertemanan dengan Virgilia, Hamelin tidak menganggap sebagai rivalnya karena mereka teman dan bekerja sama dengan Lorezon.
"Heh, seorang pembunuh bayaran akhirnya datang menampakan diri." Kata Virgillia.
"Hmm..! Jangan sebut aku pembunuh bayaran begitu Virgilla-chan." Hamelin dengan muka kesal karena dibilang seperti itu.
"Sudahlah kalian berhenti bebicara seperti itu." Lorezon menghentikannya. "Hamelin…. Apakah kau sudah mempersiapkan pasukanmu?" Lorezon bertanya kepada Hamelin
"Semua sudah siap! Tinggal kita berangkat." "Lorezon, aku menemukan sesuatu yang sangat berharga." Hamelin mengeluarkan sesuatu yang ada disakunya. Ternyata sebuah permata yang berwarna biru.
"Bukankah itu…. Sapphire Blue, permata yang bisa transport ke gensokyo?" Virgillia terkejut
Mendengar perkataan Virgillia, Lorezon reflek kaget. Ternyata, selama ini sudah menemukan cara untuk ke gensokyo. "Benarkah itu permata yang kita cari, Virgillia?"
"Benar..!" Virgillia mengangguk kepalanya. "Tapi, kita harus memanipulasi permata ini. Karena, Greet Hakurei Barrier mempunyai keamanan yg sangat terjaga. Contohnya, di warp terdapat badai yang sangat mematikan." Jelasnya Virgillia. "Karena itu, aku harus memanipulasi permata itu untuk melindungi kita saat kita menyerang gensokyo." "Disamping itu, aku berusaha membuka warp itu selamanya."
"Hmm…. Ya sudahlah. Aku tunggu kau memanipulasi permata itu." "Kira-kira, butuh berapa hari?" Tanya Lorezon
"3-4 hari." Hamelin mengasihkan permata kepada Virgillia "Aku usahakan secepatnya. Dan tolong jangan ganggu aku, saat aku memanipulasi permata itu." Kemudian, Virgillia meninggalkan ruangan itu untuk menuju ke ruangan Virgillia.
"Baiklah… aku tidak menggangumu!" Kata Lorezon.
Karena penjelasannya Virgillia, Lorezon mau tidak mau harus menunggu Virgillia menyelesaikan manipulasi permata itu.
Di saat yang sama di atas jembatan London. Karena Himea mengatakan bahwa permata itu dicuri oleh temannya Lorezon, Frederico sangat kaget. Frederico tidak percaya, jika permata itu dicuri.
"APA? PERMATA ITU DIREBUT DAN DICURI OLEHNHYA…?"
"Iya.. saat itu, aku dan Haruka kalah darinya dan pinsan. Lalu, aku terbangun…. permata itu… sudah hilang." Virgillia peminta maaf kepada Frederico. "Aku meminta maaf atas kesalahan fatal ini."
Karena situasinya sudah memburuk, mau tidak mau Frederico harus memikirkan agar gensokyo dan dunia ini tidak dikuasi oleh mereka. "Jika ini situasinya, maka aku harus pulang dan memberitahu kepada saudara-saudariku dan juga masyarakat gensokyo."
"Baiklah! Jika situasi ini, kita harus memberitahu semuanya. Khusunya, masyarakat gensokyo dan juga saudara-saudariku." Nampaknya Frederico memaafkan Himea dan melupakan kejadian yang fatal itu.
"Heh..? Apa kau memaafkanku begitu saja? Dan kau biarkan permata itu, jatuh ditangan musuh?" Himea heran.
"Gak apa-apa kok! Lagian…. Sudah aku memprekdisi jika situasi seperti ini. Jadi… kau tidak perlu meminta maaf kepadaku." Lalu, Frederico memegang tangannya Himea "Jangan dipikirkan kejadian itu! Yang jelas, kita akan selesaikan ini dengan mudah. Setelahnya, aku bisa bermain denganmu dan juga adik-adikku."
Himea tidak bisa mengatakan apa-apa, hanya bisa tersenyum karena mendengar perkataan Frederico. Himea tidak tahu, apa yang dipikirkan oleh Frederico. Mengapa dia mengatakan seperti itu, sedangkan musuhnya itu sangat berbahaya dan kuat. Dia menggangap semua itu, perkara mudah.
"Heh… kamu ini.! Kamu masih tenang saja, walaupun musuhmu itu terlalu kuat darimu bagiku. Tapi aku yakin, kita akan menang." "Baiklah, kalau begitu! Terima kasih, kau telah memaafkanku."
Frederico mengangguk kepalanya. "Hmph..!" "Kalau begitu, kita ke mansionku untuk merencanakan semuannya. Bagaimana?"
"Okehlah…. Ayo..!"
Mereka pun pergi ke mansionnya Frederico. Disaat yang sama di Lorezon Scarlet Mansion, Lorezon bisa menemukan cara untuk pergi ke gensokyo. Ya… ini memakan waktu yang cukup lama. Namun… VIrgillia berusaha semaksimal mungkin agar bisa mempercepat, memanipulasi permata itu.
Hamelin masih mempunyai pertanyaan tentang, saudaranya yang bernama Frederico Scarlet. Hamelin bertanya, mengapa yang bisa dipercaya untuk menjaga dan memiliki Scarlet Devil Mansion.
Perlu diketahui, Hamelin sudah lama tahu tentang rahasia Scarlet Devil Mansion. Jadi, dia tidak mengatakan mengapa Lorezon ingin mengusai mansion itu.
Lorezon pun menjawab pertanyaannya. "Nii-san, sudah dipercaya oleh saudara-saudariku yang lain karena dia mampu menyembunyikan senjata dariku atau orang-orang yang mau mengaktifkan senjata itu." "Selain itu, saudara-saudariku mengganggap bahwa dia yang paling tertua dari keluarga besar kami. Padahal, ada saudara tertua di kalangan keluarga besar kami. Mungkin sifat kedewasaan dia, lebih dewasa daripada saudara tertua. Sehingga, dia dianggap paling tua." "Ketangkasan menguasai kekuatan keluarga kami, dia yang paling tangkas." "Dan juga, nii-san dan ayahnya yang sudah memindahkan Scarlet Devil Mansion. Sehingga, tanggung jawab Scarlet Devil Mansion ada di keluarga nii-san."
Hamelin sudah mengerti dengan penjelasan Lorezon. "Tapi… kau merencakan ini semuanya karena maksud tertentu kan?"
"Kalau masalah itu, iya. Bukannya, kau sudah ku beritahu ya kan?"
"Ya sih… tapi apa kau yakin, "Onee-sama" yang kau bilang itu, bisa dipercaya?"
"Jangan mengatakan itu lagi! Aku harus menyelesaikan janjiku kepada beliau. Dia memberikan kekuatan kepadaku, dan aku harus melunasinya." "Sudahlah… lupakan itu! Kita harus menyiapkan diri!"
"Okeh..!"
Mengenai yang dikatakan oleh Hamelin dan Lorezon, Lorezon mempunyai janji kepada seseorang yang telah memberikan kekuatan barunya. Sebelumnya, Lorezon mempunyai kekuatan dimana dia bisa mengcopy kekuatan orang dengan matanya adalah kekuatan yang diberikan oleh 'orang itu'. Kekuatan asli adalah, vampire magic.
Hamelin tidak tahu mengenai, orang yang memberikan kekuatan kepada Lorezon. Hamelin hanya tahu, jika semua yang direncanakan oleh Lorezon itu adalah maksud untuk menyelesaikan janjinya kepada orang itu.
Di saat yang sama, Shanon dan Hanon berbincang-bincang dengan Rebecca tentang teman barunya Lorezon Scarlet. Mereka masih berbincang-bincang mengenai teman barunya Lorezon. Mereka masih bingun untuk melawannya, karena informasi dari Rebecca dia sangat kuat.
Perlu diketahui, Hamelin mempunyai kekuatan atau kemampuan Vampire Magic. Selain itu, dia bisa memanipulasi darah. Dengan kedua kekekuatan itu, jika digabungkan maka dia tidak terkalahkan. Namun, vampire magic tidak bisa selamanya dipakai. Abiliti atau kemampuan itu, hanya bisa dipakai selama 1 jam saja.
Setelah berbincang-bincang, mereka disapa oleh seseorang. Seseorang itu, Hanon dan Shanon mengenal mereka.
"Shano-san… Hanon-san… apa kabar?" Kata seorang wanita yang memakai gaun ungu. Disampingnya, terdapat juga 2 wanita.
Rebecca, Shanon dan Hanon menoleh kebelakang, karena mereka disapa oleh seseorang. Ternyata…Mereka adalah Trio Yakumo (yaitu Yukari Yakumo, Ran Yakumo dan Chen) yang ingin mendatangi Frederico.
Kontan Shanon dan Hanon kaget, karena mereka seharusnya mereka berada di gensokyo. "Ehh… Yu-Yukari-sama..? Dan juga Ran-san.. Chen… Mengapa kalian disini? Bukannya…"
"Hallo semuanya…" Sapaan Ran
"Hai-hai..!" Chen ikut menyapa
"Hallo juga..!" Mereka membalas sapaan mereka.
Dengan sengaja, Yukari melirik Rebecca "Shanon… Hanon… Dia siapa?"
Hanon dan Shanon pun menjawab pertanyaan Yukari. Bahwa Rebecca adalah saudari sepupunya Frederico. Sebenarnya, dia adalah musuhnya Frederico namun dia meminta maaf kepada dia.
Yukari masih berfikir, apakah Frederico mau menerima maafnya Rebecca. Mana mungkin Frederico menerima maafnya dengan mudah, karena tahu sendiri walaupun Frederico adalah seorang pemaaf tapi dia tidak melupakan kejadian 500 tahun lalu. Karena itu, Yukari masih curiga dan hati-hati terhadap Rebecca. Bahwa dipikirannya, kedatangan dia hanya kebohongan belaka.
Tapi…. Yukari percaya, dia datang kesini dengan sesungguhnya untuk meminta maaf kepada Frederico. Jika datang kesini untuk menyerang Frederico, pasti kedua pelayannya sudah menyerang dia lebih awal.
Setelah bebincang-bincang, akhirnya pemilik mansion ini sudah datang. Frederico bersama temannya, sudah datang. Frederico menyapa semuanya, dan dia kaget kalau sahabat dari gensokyo datang kesini.
"Yu-yukari-san…. Mengapa kau ada disini?" Frederico kaget melihat Yukari disini.
"Hanya… aku khawatir tentang dirimu. Soalnya, aku punya firasat buruk yang menimpa dirimu dan juga gensokyo itu sendiri." Jelas Yukari.
Lalu, Frederico berahli pandangan ke Rebecca. Dia sudah menemukan musuhnya, yang telah membunuh keluarga besar tersebut.
"Kau… Kenapa Kau kesini? Bukannya… kau tidak berada disini? Aku muak denganmu! Kau sudah lupa dengan perjanjian kita. Kau khianati aku dan saudara-saudari lain. Mengapa kau melakukan ini, Rebecca-chan?" Aura disekitar berubah sedikit mengcekam.
Shanon dan Hanon mau menjelaskan apa yang terjadi, namun mereka dihentikan oleh Yukari. Yukari melarang mereka untuk menjelaskan apa yang terjadi. "Biar Rebecca yang menjelaskan sendiri kepada Rico-kun."
Mereka pun mengangguk dan mengerti yang dikatakan oleh Yukari.
"Frederico nii-sama…. Aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Aku meminta maaf kepadamu, nii-sama. Aku sangat menyesal dengan yang aku lakukan selama ini. Karena itu… ijinkan aku untuk bergabung denganmu untuk melawan Lorezon nii-san." Jelas Rebecca sambil merengek-rengek.
Frederico diam dan berfikir sejenak.
Lalu Frederico berkata, "Apa kau yakin dengan pilihanmu?"
Rebecca sedikit bingun yang dikatakan oleh Frederico. "Apa maksudmu, Nii-sama?"
"Apa kau yakin, saudara-saudari lain mau menerima maafmu? Apakah kau yakin?" "JAWAB AKU, REBECCA-CHAN..!" Frederico membentak Rebecca dan juga Aura lebih mengcekam.
Rebecca sangat ketakutan terhadap bentakan Frederico. Memang… Rebecca sebelumnya adalah gadis yang polos, dia tidak tahu tentang apa arti keluarga dan kehidupan. Rebecca dulunya, hanya gadis vampir yang ikut dengan kakaknya tanpa memadang mana baik dan buruk.
"Frederico nii-samaaaa… Maafkan aku! Aku sangat menyesal..!" Rebecca memohon Frederico untuk menerima permohonan maafnya sambil menangis.
Frederico terdiam sesaat, dan akhirnya "Sudahlah jangan menangis..! Jika kamu sangat menyesal, maka aku maafkan."
Entah yang dipikirkan oleh Frederico. Permohonan maaf Rebecca telah diterima oleh Frederico dengan mudah. Mungkin… kejadian insiden itu, sudah dia lupakan.
"Tetapi Rebecca, aku tidak menjamin jika saudara-saudari yang lain menerima permohonan maafmu." Frederico mengusap air matanya Rebecca "Namun jangan khawatir! Mereka pasti akan memaafkanmu! Aku akan membantumu!"
"Sungguh?" Tanya Rebecca
Frederico mengangguk kepalanya. "Sudahlah, jangan menangis lagi!"
Rebecca mengangguk kepalanya.
Lalu, Frederico mengenalkan teman 10 tahun yang lalu kepada yang lainnya. "Ohh ya, aku tidak mengenalkan kalian dengan temanku ini. Pekenalkan dia Himea Utsusemi dan pelayannya Haruka Shinonome."
Himea dan pelayannya, "Senang berkenalan dengan kalian."
Lalu, Frederico mengajak semuanya masuk ke dalam mansion. Karena Frederico ada yang mau dibicarakan kepada mereka mengenai situasi sekarang.
Setelah di dalam, Frederico memberitahukan kepada semua orang disana. Frederico ingin pulang secepatnya untuk memberitahu kepada semua masyarakat gensokyo, sebelum pertemuan keluarganya. Walaupun Yukari ada disana, Frederico tidak mau membebani dia.
Yukari heran, mengapa Frederico mengatakan seperti itu. Lalu, Frederico mengatakan bahwa permata Sapphire Blue sudah ditemukan oleh musuh.
Kontan saja, semua orang kaget. Mana mungkin, permata itu ditemukan begitu saja. Lalu, Himea menjelaskan kronoliginya.
Himea mempunyai permata itu, sejak keliling-keliling dunia ini. Lalu dia menemukan permata itu, dan mencoba memanipulasi permata itu. Dia berhasil memanipulasinya, tetapi tidak sesempurna punyanya Hanon dan Shanon. Dia mencoba untuk masuk ke gensokyo, dan berhasil. Tetapi pada saat keluar dan mau masuk, dia tidak bisa masuk lagi.
Lalu, dia bertemu dengan Hamelin untuk mencari informasi tentang Scarlet penghianat itu. Himea tidak tahu, jika Hamelin adalah temannya Lorezon. Sehingga dia bertarung dengannya. Himea kalah bertarung, dan akhirnya permata itu dicuri darinya. Himea meminta maaf kepada lainnya.
Karena situasi seperti ini, Frederico ingin pulang. Selain itu… informasi dari Rebecca maupun Himea, Hamelin mempunyai anak buah yang lebih dari 10000.
"Jadi… apa rencanamu, Rico-kun?" kata Yukari.
"Jadi… Pertama, kita beritahukan tentang ini kepada masyarakat gensokyo. Biar nanti semuanya akan siap terhadap penyerangan atau insiden berlangsung. Semuanya kita beritahu semuanya, yang terjadi saat ini. "
Himea ingin membantu mereka, namun dia tidak bisa ikut ke gensokyo. "Maaf Rico-kun..! Sebenarnya, aku mau membantumu. Tapi, besok aku harus menyelesaikan urusanku." "Namun, jika sudah selesai aku akan mengumpulkan beberapa vampir untuk membantu kita."
Frederico menerima Himea, yang tidak ikut memberitahu masyarakat gensokyo. Frederico sendiri, tidak membebani temannya itu. "Aku tidak memaksamu. Tapi, Tolong ya!"
"Kalau begitu, kami pamit. Karena sekarang, aku juga ada urusan dengan salah satu vampir di kota Paris." Himea dan Haruka, menyudahi pertemuan dengan mereka.
"Heh..? Padahal, aku mau bicara denganmu." Frederico dengan kecewanya "Ya sudahlah….. 3 Hari lagi, kita bertemu di kota Nagano untuk merencanakan rencana menghadang mereka dan mengikuti pertemuan keluarga di Chiba."
"Nagano…? Aku juga tinggal disana. Mungkin setelah selesai urusanku, aku akan kesana." Kata Himea.
"Ohh, baiklah..!" Respon Frederico
Himea dan Haruka meninggalkan mansion itu dan menyelesaikan urusannya. Yukari nampaknya, was-was dengan Himea karena sifat misteriusnya.
Perlu diketahui, Himea adalah seorang penyihir sekaligus pembunuh bayaran. Katanya sih, Himea adalah penyihir terhebat di benua Eropa baik dikalangan vampir maupun dikalangan lain seperti penyihir, macigian, devil/iblis maupun manusia. Hingga sampai sekarang, Frederico tidak tahu jika dia adalah penyihir yang hebat. Hanya saja, Frederico tahu himea adalah seorang pembunuh bayaran.
"Rico-kun, apa kau percaya dengannya? Aku curiga, dia adalah salah satu dari mereka karena sifat misteriusannya."
Lalu, Frederico menjawabnya dengan simpel "Bukannya kau seperti Himea-chan, Yukari-san? Kau kan dulunya seperti itu, sebelum aku mengenal dirimu lebih dekat."
Yukari terdiam mendengar jawaban Frederico.
"Aku, sangat percaya. Jika dia dapat bekerja sama dengan kita. Lagipula, dia mau membalas dendam kepada Lorezon-kun karena masternya telah terbunuh oleh Lorezon-kun." Lanjut Frederico.
Mendengar perkataan itu, Rebecca mengingat masa saat insiden vampir berlangsung. Bahwa, kakaknya pernah membunuh salah satu klan vampir. Tidak tahu alasan membunuhnya, tapi kemungkinan tidak bisa membayar sesuatu. Sehingga, klan itu lunas dengan cara dibunuh olehnya. Rebecca tidak terlibat dengan itu, tapi dia melihatnya kakak dan ayahnya membunuh salah satu pemimpin klan vampir. Sampai sekarang, Rebecca tidak mau mengatakan itu sampai waktu yang tepat.
"Rico-kun, kapan kita kembali ke gensokyo?" Yukari tanya kepada Frederico.
"Yah…. Maunya sih, sekarang. Tapi, aku capek habis jalan-jalan ke kota. Dan juga, kau habis datang ke dunia ini. Selain itu, hari sudah sore."
Yukari dan lainnya, setuju dengan pendapat Frederico. Memang, Frederico tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan. Dia berfikir untuk memanipulasi permata itu butuh berminggu-minggu. Namun, Frederico takut jika Virgillia menyelesaikan dalam waktu 1, 2 hari atau 3 hari. Karena mengingat, kemampuan Virgillia adalah sihir elemen dan menciptakan elemen baru.
Keesokan harinya, tepatnya pukul 9 pagi.
Waktunya telah tiba. Frederico dan lainnya meninggalkan mansion ini dan menuju ke gensokyo. Frederico takut, kalau adik-adiknya tidak percaya kepadanya. Karena dia sudah berbohong hal itulah Frederico sangat dak dik duk jantungnya karena itu.
"Remilia-chan, Flandre-chan. Aku akan pulang tapi hanya sementara dan sebelumnya aku minta maaf kepada kalian.-" Lalu Yukari menepuk pundaknya Frederico dengan tersenyum
"Jangan khawatir, mereka akan percaya denganmu!" Yukari yang ada dipikirannya Frederico.
Frederico mengangguk kepalanya sambil tersenyum "Ahh! Terima kasih, Yukari-san. Kau telah menjaga gensokyo selama ini."
"Hpmh..!" "Ayo, kita buka gerbangnya."
Frederico mengangguk kepalanya.
"Boundaries sign "Real world and Fantasy World""
Akhirnya, gerbang antara dunia nyata dan gensokyo telah dibuka. Asal kalian tahu, bahwa mansion ini mempunyai magic circle yang berada di halaman. Magic circle ini berfungsi untuk, membuka gerbang antara dunia ini dan gensokyo. Tidak sembarang orang, yang bisa memakai magic circle ini. Bahkan, Lorezon tidak tahu memakai magic circle ini. Tujuan akhir magic circle ini adalah, dekat danau kabut. Sebelumnya, di kuil Hakurei namun Frederico sudah mengubahnya lagi.
"Aku pulang Remilia-chan… Flandre-chan...! tunggu aku disana..!"
Akhirnya Frederico dan lainnya, memasuki warp menuju ke gensokyo. Sementara Himea dan Haruka mencari bantuan di dunia nyata. Apakah mereka berhasil untuk melawan Lorezon dan kawan-kawan? Apakah Remilia dan Flandre akan percaya dengan kata-katanya Frederico? Entahlah, tapi yang jelas Frederico mempercayainya kalau adik-adiknya bisa menganggapinya.
