He so Beautiful!

Main Cast :

-Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

Other Cast :

-All EXO member, SuperJunior, SNSD,and Others.

Rate : T (gak bisa bikin yang rate M :v)

Genre : Romance/Hurt/Comfort/cari sendiri yes

.

.

.

.

WARNING GENDER SWITCH FOR UKE!

DLDR! SIDERS MENJAUH!

TYPO EPRIWER!

BAHASA NGGAK EYD! ABSURD!

HAPPY READING!

.

.

.

Note : Come Back Home~ /Plak oke, oke, saya selaku pacarnya chanyeol /di gebukin minta maap karena banyaknya kesalahan teknis yang terjadi di chapter sebelumnya,trus ada yang tanya gini 'Kyungsoo yeoja ya? bukannya Baek itu di asrama khusus namja?' nah, maksudnya gini, asrama sama sekolahnya pisah, jadi kalo mau berangkat ke sekolah musti jalan kaki, laahh.. sekolahnya itu gk dibuat khusus namja, ada yeojanya juga, lahh kyungsoo nya itu, ada asrama yeoja, lah asramanya itu deket sama asrama namja (paham nggak?) .Author bener bener minta maap, namanya manusia, pastikan ga pernah luput dari kesalahan *nahlo. Eh? kepanjangan ya? oke oke, langsung baca aja, gaada sumnarynya! langsung cekidot~

.

.

.

.

Setelah lama bersemedi(?) sembari memandang handphonenya, Baekhyun terdiam, mengingat - ingat saat masa kecilnya dulu, bermain layang - layang, piknik bersama, bercanda, berbagi cerita bersama, dan semua itu musnah karena piano.

flashback

"Saengil Chukkae Hamnida Baekhyunnie~, Semoga anak eomma ini bertambah cantik, imut,, menggemaskan, dan pintar."ujar Eunhyuk sembari mengacak rambut hitam Baekhyun.

"Eomma hadiah~"rengek Baekhyun, mata sipitnya berbinar - binar lucu, membhat eommanya gemas lalu mencubit hidung dan pipi Baekhyun. Baekhyun hanya terkekeh kecil, lalu memeluk eommanya yang tengah membungkuk ke arahnya.

"Coba baekhyun tutup mata."pinta Donghae- appa Baekhyun. Baekhyun mengangguk, lalu meletakan kedua telapak tangan mungilnya di wajah, setelah itu meraih pergelangan tangan eomma dan appanya , Donghae, dengan Eunhyuk pun dengan perlahan menuntun yeoja berumur 10 tahun itu.

AtBaekhyunRoom

"Sekarang Baekki buka mata."pinta Donghae, Baekhyun mengangguk, lalu membuka matanya muata sipitnya langsung terbuka lebar, melihat Piano putih di depan matanya, ini keinginannya sejak dulu, Baekhyun pun berlari kecil lalu memeluk Piano putih itu.

"Baekkie suka?"tanya Eunhyuk, Baekhyun mengangguk, ia pun mencoba menekan tuts piano itu.

"Ayo bermain dengan eomma."ajak Eunhyuk dengan riang, Baekhyun pun mengangguk antusias. Dan tak lama kemudian, suara piano terdengar dari kamar Baekhyun.

"Ia sangat jenius Hae! dia akan menjadi Pianis genius! dan dapat menghasilkan uang untuk kita !"Baekhyun yang menguping pembicaraan appa dan eommanya itu pun mulai bingung. Dan esoknya, Baekhyun merasa itu dimulainya bencana dalam hidupnya, tidak ada lagi bermain layang - layang, berbagi cerita, bercanda bersama, yang ada hanya Baekhyun yang terus - terusan belajar piano, apalagi adanya guru musik yang eommanya panggilkan untuk Baekhyun,, bahkan usai les piano itu pun Baekhyun masih pinta eommanya untuk memainkan pianonya, jujur, Baekhyun sangat lapar pada saat itu, ia hanya sarapan dan sekarang ia benar - benar lapar..

"eomma..."panggil Baekhyun lirih, Eunhyuk pun mematap Baekhyun.

"Sudah selesai?"

"Eomma, aku lapar..."

"Tidak Baek, kau harus latihan lagi, seminggu lagi kau ada lomba."balas Eunhyuk, Baekhyun terdiam, ia mendongak, menatap eommanya yang sekarang berubah, tatapannya, senyumannya, dan juga nada bicaranya, itu benar -benar bukan seperti Eunhyuk yang biasanya

End of Flashback

Jogeuman nalgaetjit neol hyanghan ikkeullim

naege ttaraora sonjitan geot gataseo

Aejeolhan nunbitgwa mueonui iyagi

gaseume hoeoriga morachideon geunal bam~

Baekhyun yang terbangun dari lamunannya itu langsung menatap handphonenya. Ia melihat nama penelpon disana, dan disana tertulis 'Eomma '.

Air mamulai leleh dari kedua mata bereyesmile itu, ia kembali menangis tanpa ada Paman maupun Bibinya yang akan selalu menghiburnya, mengelus punggungnya perlahan. Baekhyun termenung, lagi lagi ia terdiam sambil memandang handphonenya.

"Eomma... mianhae, bogoshippo.."Baekhyun langsung menggledah(?) handphonenya, hanya mengambil kartu perdananya lalu mematahkannya.

KRAKK! (backsound gagal )

"Ukhh, aku lapar -3-."keluh baekhyun, ia pun mengambil jaket merahnya lalu mengendap-endap keluar kamar.

"Baekhyun noona?"Baekhyun tersentak, ia mendengar suara namja yang sangat familar di telingannya, jari - jari tangann Baekhyun gemetar, keringat dingin mulai mengalir dari pelipisnya. Se ingat Baekhyun, tidak ada yang ia kenal disini, atau jangan - jangan fansnya? tidak - tidak, Baekhyun bahkan sudah sangat berbeda dari tampilan biasanya, bahkan poni yang biasanya menutupi dahinya sekarang di beri gel agar berdiri, oke Kyuhyun memang perlu diberi jempol karena bisa menyulap Baekhyun yang girlynya minta ampun jadi seperti ini. Tunggu dulu, nanti bahas Baekhyunnya, siapa namja di belakang Baekhyun?

Dengan gemetaran, Baekhyun menolehkan kepalanya, menemukan namjia berkulit tan yang sangat ia kenal.

"CHO JONGIN?"

.

.

.

.

To be continued /Plakk!

eh nggak ding XD

"Ini benar Baekhyun Noona?"tanya namja itu hati - hati. Baekhyun langsung mengangguk cepat, lalu menghampiri namja itu.

"Jangan bilang jika appaku yang merencanakan ini."lanjut Jongin.

"Yeah,kau tau appamu kan? ada - ada saja."Baekhyun berjalan mengikuti Jongin, tapi seketika langkahnya terhenti.

"Kau bolos?"tanya Baekhyun, Jongin hanya nyengir, menampakan dua puluh giginya yang hanya menggeleng, tapi ia masih merasakan ada yang ganjil di sekitarnya.

"mana kembaranmu?"tanya Baekhyun, Jongin lagi lagi nyengir, lalu menunjuk - nunjuk kamarnya.

"Kau usil sekali,"Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu berjalan ke kamar si kembar Sehun dan Jongin.

"Yo~ Hunnaaa~ lihat siapa yang kutemukan hari ini!"jerit Jongin, Baekhyun hanya menggeleng - geleng melihat tingkah Jongin yang kekanakan, Ohya, perkenalkan, itu anak Kyuhyun dan Sungmin,Cho Sehun dan Cho Jongin, oke itu aneh, salahkan author yang maksa Jongin jadi kembaran Sehun. Tapi terkadang orang melihat mereka seperti sahabat, bukan kembar, apalagi melihat Jongin yang err... sedikit 'hitam' iya sedikit 'hitam' dari Sehun, itu karena dulunya Jongin mantan tukang ngamen di prapatan jalan raya Seoul yang panasnya minta ampun/Plakk/di gampar fans kai/Abaikan.

"Thorr... jangan nistain gue pliss :3"

"iye, iye, maap."

Kembali ke BaekHunJong

Mata Sehun yang masih sedikit menutup karena mengantuk itu tiba - tiba terbelalak, belum lagi melihat Baekhyun yang tersenyum ke arahnya, itu membuat Sehun mengucek matanya berkali - kali.

"Jong, tampar aku."

PLAKKK!

"YA! BABO! JANGAN KERAS - KERAS!"bentak Sehun, Jongin pun segera membantah, dan akhirnya terjadilah perang baju kotor, bantal, guling dan mulut.

"Kalian bisa diam tidak? temani aku cari makan di luar."

"Micheosseo?"tanya si kembar bersamaan, Baekhyun terkekeh, lalu mengacak kedua rambut sepupunya itu.

"Demi tuhan, noona, kau sekarang jadi buronan tau."Ujar Sehun, lalu menampar pipi Jongin keras - keras dan kembali lah terjadinya perang yang menewaskan(?) beberapa semut yang ada disana karena mereka saling melempar Bantal, guling,da beberapa barang mereka, katanya sih asal bisa dilempar. Baekhyun mulai geram, hingga akhirnya melemparkan guling dan bantal ke wajah jongin dan sehun.

"KALIAN BISA TENANG TIDAK?"

.

.

.

.

Baekhyun menyeringai jahil karena sudah menguras kedua dompet milik Sehun dan Jongin, walaupun isi dompet Jongin hanya sedikit, kata sehun sih, untuk membeli kaset kesukaan Jongin.

Baekhyun hanya memanggut - manggut polos, sedangkan JongHun menghela nafasnya berkali - kali.

'hampir saja...'batin Sehun dan Jongin bersama, kalian pasti tau kan? apa yang di tonton Sehun dan Jongin sehari - harinya? Itu kaset...

Video...

Por...

Por...

Pororo~

Mereka menyembunyikannya karena takut jadi bahan ejekkan Baekhyun, mereka tau sifat Baekhyun yang kekanakan, suka morotin(?) orang yang bikin Baekhyun kesel dan... tukang ngebully.

"Noona, noona-"

"HYUNG!"tegas Baekhyun, ia sekarang tengah mengunyah bulgoginya dengan ganas, yang membuat Jongin dan Sehun bergidik ngeri.

"Hyung tau? berapa konser yang hyung batalkan karena ini?"tanya Jongin, Sehun memanggut manggutkan kepalanya setuju.

"Jangan bahas itu, Twins."pinta Baekhyun, Sehun dan Jongin akhirnya diam, mereka masih sayang dengan nyawanya, dan mereka juga tidakmau berakhir seperti bulgogi yang di kunyah baekhyun secara brutal, sangat brutal malah.

.

.

.

"Hyung, kau pernah ke asrama yeoja sebelumnya?"tanya Sehun, lalu melirik Jongin jahil. Baekhyun menggeleng, tapi kepalanya masih celingak - celinguk mencari Kyungsoo. Kyungsoo? Yes, Baekhyun mencari yeoja itu untuk meminta nomor handphone dan nomor kamarnya, tapi sudah sepuluh menit Baekhyun disini, tapi yeoja mungil bermata bulat itu masih belum menampakan batang hidungnya, yang membuat Sehun dan Jongin yang diseret Baekhyun kesini, itu menggerutu, tidak dua - duanya sih, hanya Sehun, si Jonginnya hanya mondar - mandir gelisah.

"Jong! bisa diam-"

"Chanyeol Sunbae!"mata sipit Baekhyun melebar, bagaimana duo setan ini kenal Chanyeol?

'What The Hell? ughh, dunia benar - benar sempit, Ya tiuhan, sejak kapan si duo setan itu mengenalnya? arggghh!'

"Noona-hmmppttt..."tangan putih Sehun buru - buru membekap bibir Jongin dengan tangannya, Sehun pun membisikan sesuatu di telinga Jongin yang membuat namja berkulit tan itu mengangguk paham, Chanyeol dan Baekhyun yang melihat itupun mengrenyit heran. Sehun pun memainkan matanya untuk kode seperti ini -Hyung babo! , Hyung!- Jongin mengagguk paham, dibekap Sehun benar - benar tidak mengenakan.

"Noona?"dahi Chanyeol berkerut dalam, menbuat tiga anak manusia yang ada si sana meneguk ludahnya, berusaha mencari alasan agar Chanyeol percaya.

"A-ah, itu hyung, kami sudah terbiasa memanggil Baek-ah Hyun Jae hyung dengan sebutan 'Noona' habis Hyun Jae hyung cantik."Jawab Jongin sembari menampakan wajah innocentnya.

"a-ah, iya."Baekhyun ikut memanggut manggutkan kepalannya. Chanyeol mengrenyit heran, namja mana yang mau di sebut cantik? rata - rata namja pasti akan membentak dan akhirnya berakhir dengan tawur. Chanyeol menggeleng, ia langsung menepis pikiran tidak - tidaknya dengan Baekhyun.

"Hyun Jae-ah."panggil Chanyeol, Baekhyun menolehkan kepalanya.

"Ini, dari Kyungsoo."lanjut Chanyeol karena meihat Baekhyun yang menatap namja tinggi diatas rata - rata itu.

Baekhyun memandang Notes kecil ditangan Chanyeol.

to : Hyun Jae ^^

Mianhae, aku tidak bisa mengantarkan ini kepadamu langsung, jadi aku titipkan ke Chanyeol.

Ini nomorr handphoneku 010-789-xxxxxxx

oh ya, nomor kamar asramaku 14, kau bisa kesana usai aku eskul nanti, kkk~

annyeong~

Do Kyungsoo.

"Kau terlihat senang, kau naksir ya?"tanya Chanyeol, Baekhyun tersentak kaget, lalu menatap Chanyeol dengan tatapan tajamnya yang dibuat - buat karena ia sangat gugup sekarang. Park Chanyeol bodoh, Baekhyun itu suka denganmu.

Baek: sstttt! thorrr~ gue kagak pernah bilang kalo gue seneng cenyol :3

author : diem lo, ini cerita gue yang buat, jadi lo harus suka sama Chanyeol.

Baek:Authorrr~

Chan: Biarin si author itu berimajinasi,

/Abaikan

"Aku sudah suka orang lain."jawab Baekhyun, ia celingak - celinguk mencari Sehun dan Jongin. "Sehun dan Jongin ke asrama lagi barusan, jangan melamun makannya."kata Chanyeol seolah - olah tau apa yang ada dipikiran Baekhyun.

"Jika boleh tau, siapa Sehun dan Jongin-"

"Mereka twins, adikku."Baekhyun mulai mempercepat langkahnya ke asrama yeoja, berdekatan dengan Chanyeol membuat jantungnya berdegup kencang, dan juga pipinya yang sedikit merona karena mengjngat kejadian tadi pagi.

BLUSH~

Pipi Baekhyun kembali memerah hebat, beruntung Chanyeol yang ada di sebelahnya tidak mengetahui itu, jika dia tau mungkin ia besok jadi trending topic di sekolah.

"Hei pendek, kau sakit?"tanya Chanyeol, Baekhyun mendelik, sedangkan Chanyeol hanya terkekeh geli, Chanyeol sangat tampan -menurut Baekhyun- saat tertawa seperti ini, itu membuat lesung pipi di pipi kanannya terlihat jelas, menambah kesan manis di namja yang baru Baekhyun kenal dengan sikap dingin dan angkuhnya itu. Perlahan, rona merah mulai menjalari pipi Baekhyun, menbuat pipi yang semulanya sudah mulai bersih dari rona merahnya itu muncul lagi, Baekhyun pun menangkupan kedua telapak tangannya di pipinya, untuk menutupi rona merah di pipinya.

.

.

.

.

"Annyeong Baek-Upss..."sapa Kyungsoo jahil yang mendapat deathglare dari Baekhyun.

"Roomatemu?"tanya Baekhyun sembari mencomot cookies coklat yang di tawarkan Kyungsoo. Kyungsoo menggeleng sembari mengerdikan bahunya, tidak ada kata yang keluar dari mulutnya karena mulut mungilnya sudah penuh dengan Cookies dan susu. Baekhyun mengangguk paham.

"GYAAAA~ ADA NAMJA~ KYUNGSOOO~"jerit Yeoja bermata Panda dengan tinggi yang di atas rata - rata untuk wanita.

"Tao-ya! tenanglah, dia yeoja!"Kyungsoo menarik yeoja yang di panggil Tao itu untukuk di sebelah Kyungsoo. Mata yeoja berdarah china itu menyipit lalu membelalak.

"kau-kau...mirip dengan B-Baekhyun..."

"Satu orang lagi, kau kupercayai tao-ah."Bibir tao masih menganga lebar, ini bukan Baekhyun kan? Idolanya? yap! Tao sangat menyukai Piano, dan ia juga sudah menjadi fans Baekhyun sejak lama. Kyungsoo langsung menjejalkan cookies ke mulut Tao yang menganga.

"Oh ya Baek, hal ini ingin ku tanyakan sejak saat kita bertama bertemu."

"Hmm? Apa itu?"tanya Baekhyun, Kyungsoo tersenyum.

"Kenapa kau tidak ke asrama yeoja saja-"kata - kata Kyungsoo terputus.

"Kau tau, aku pasti akan mudah ketahuan di sana, belum lagi sekolah ini milik pamanku, jadi, eommaku tidak akan menyangka jika aku tinggal di sini."potong Baekhyun, Kyungsoo dan Tao -yang baru tersadar dari cengonya pun mengagguk.

.

.

.

"YUHUUU~ IAM IN HOMEEEEEE~"pekik Baekhyun kegirangan yang akhirnya dihadiahi lemparan buku Fisika tebal nan lengkap milik Chanyeol.

"Aw...,"Baekhyun mengelus jidatnya perlahan, lalu balas melempar Chanyeol dengan buku itu, tapi dengan sigap Chanyeol menangkapnya, lalu menjulurkan lidahnya yang membuat Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal.

Baekhyun menghela nafasnya kecil lalu berjalan ke meja belajarnya, membaca apa saja PR yang harus ia kerjakan. Pandangan yeoja itu teralih ke sebuah foto yang ada di dalam buku pelajarannya yang menampakan dirinya dengan kedua orang tuanya, Baekhyun tersenyum kecil.

'jika aku menginginkan untuk pergi, kenapa aku merindukannya?'

Mata yeoja itu kembali berkaca - kaca, melihat foto eommanya yang tengah tersenyum dengan membawa piala juara 1 piano se Korea Selatan, saat itu Baekhyun sudah pulang karena ia kelelahan, dsan esoknya ia demam tinggi. bahkan eommanya pada saat seperti itu masih meminta baekhyun untuk berlatih terus menerus.

Baekhyun tau appanya kasihan kepadanya, hanya saja Donghae tau baegaimana sikap Eunhyuk, pemaksa, arogan, dan tidak mau menyerah jika belum mendapatkan apa yang ia inginkan, Baekhyun mengelus perlahan foto itu, lalu mengecupnya.

"Saranghae."bisik Baekhyun, dan ia tersentak kaget ketika ada seseorang menepuk pundaknya, namja itu Chanyeol, dengan wajah 'sok' coolnya menatap Baekhyun cukup lama, itu membuat Baekhyun menjadi salah tingkah.

"Ne? Wae?"tanya Baekhyun berusaha tenang, berusaha menghindari tatapan mata Chanyeol yang menatap wajahnya intens.

"Aku pinjam buku Cetak kimiamu, untuk mengerjakan PR, "

"Enak saja, aku juga ada PR.'

"Ayo kerjakan bersama, kita kan sekelas, jadi tugasnya akan sama,"

"Kalau aku tidak mau?"Chanyeol menghela nafasnya, lalu meraih handphonenya dan mencoba menghubungi seseorang yang Baekhyun dengar bernama 'Kris'. Baekhyun senyum - senyum sendiri karena menurutnya ia sudah berhasil membuat si dingin nan sombong itu kalang kabut meminjam cetak kimianya.

Baekhyun tau kenapa Chanyeol panik seperti itu, Chanyeol itu sudah jadi bulanan dari Kim sonsaengnim karena ia yang suka ribut, tidak mengerjakan PR, tugas dan masih banyak lagi. Tapi semenjak Kim sonsaeng menyebut 'orang tua' di depan Chanyeol, namja itu langsung kapok, dan menurut rumor yang beredar, namja itu sekarang cukup baik di pelajaran kimia, lainnya tidak -_-

Tok tok tok!

Baekhyun yang posisinya paling dekat dengan pintu pun membukakan pintu kamarnya, dan manampakan namja yang tingginya tidak jauh berbeda dengan Chanyeol, rambut pirangnya yang terlihat berkilau, matanya yang menunjukan sorot tajam tapi tampan, dia Wu Yi Fan, panggil saja Kris, ketua basket di sekolah mereka.

"Mana? Kau bawa tidak?"Tanya Chanyeol sewot ketika melihat sahabatnya itu malah senyam - senyum sembari menatap Baekhyun.

"Heum,ini, Annyeong, Wu yi Fan."Kris mengulurkam tangannya ke Baekhyun yang dibalas oleh Baekhyun dengan senyuman eyesmilenya.

"Cho Hyun Jae."Kris mengrenyit, lalu menatap Baekhyun lebih intens, membuat Baekhyun menjadi gemetaran.

"Kau pakai eyeliner?"Baekhyun mengangguk, lalu pergi ke ranjangnya dan bergelung disana. Jika ia bukan pianis internasional, ia akan kabur dan segera pergi dari sini, Baekhyun tidak mau bertemu dengan Kris lagi, sungguh , itu mimpi buruknya. Namja itu, Kris...

Dia...

Mantan...

Kekasih...

Baekhyun.

.

.

.

Tbc..

Note : Hayati kambekkkk huaaaa~ sumpah, awalnya hayati takut gaada yang ngeripiu :3 ternyata ada huhuhu :v makasi buat yang udah baca, Dwike sama Lala jugakk okehh~ makasih buat ripiunya sekali lagi, hayati seneng banget sumpah :" hayati ga nyangka ada yang mau baca ff abal abal ini, oke sekali lagi makasiihhh mua muaa :*

Special Thanks :

Kjung355/baekhaan/Hanbyeol267/followbaek/beng beng max/VampireDPS

Udah semua kan? Oke see you next Chapter~ /ngebirit ke rawa-rawa/