He so Beautiful!

Main Cast :

- Byun Baekhyun

-Park Chanyeol

Support Cast :

Cari sendiri yah -3-)/

Genre :

Romance (entar) / friendship/absurd/cari sendiri

Rating : T

WARNING! GENDERSWITCH INSIDE!

TYPO BERTEBARAN! ABSURD! GAJE! ALUR KECEPETAN!

DLDR! SIDERS MENJAUH!

OK! LANGSUNG AJA OKEH?

.

.

.

Chanyeol menatap Baekhyun yang tiba tiba berlari kecil ke ranjangnya, Chanyeol mulai curiga dengan gerak - gerik Baekhyun, dahi Chanyeol berkerut, ia mulai mengabaikan Kris yang tatapannya tidak jauh berbeda darinya. Tiba - tiba Kris terbelalak, dan itu membuat Chanyeol terlonjak kaget.

"Wae?"tanya Chanyeol, Kris menggeleng.

"Kenapa?"paksa Chanyeol, Kris menghela nafasnya.

"Dia seperti mantan kekasihku."jawab Kris.

"Ppppfffttt! Bwahahahaha! aku tau Hyun Jae mirip Baekhyun, dan aku tau kau salah satu fans Baekhyun, jangan menganggap Baekhyun mantan kekasihmu."

"Aku

tidak bohong, memangnya kau tidak ingat saat Baekhyun meng-upload fotoku dengannya di akun instagram milikny?"tanya Kris, Chanyeol terdiam,lalu mengangguk.

"Itu kan sudah sangat dulu Kris, kita masih kelas 10."

"Aku tau itu, dan asal tau saja, sekarang pianis genius itu menghilang dari rumahnya."

Chanyeol terdiam, lalu membiarkan Kris pergi dari kamarnya, tatapan namja itu beralih ke arah ramjang Baekhyun, ia pun berjalan perlahan ke arah ranjang Baekhyun, ia tersenyum ke arah Baekhyun ketika memandang wajah Baekhyun yang sangat damai ketika tidur, bahkan Chanyeol merasakan jantungnya berdesir ketika memadang wajah yeoja itu. Chanyeol pun dengan usil menata tangan Baekhyun agar jempol tangannya masuk ke mulutnya, dan ia pun meraih ponselnya untuk memotret Baekhyun, dan itu membuat Chanyeol menyeringai.

"Kuharap kau siap untuk esok hari tuan Cho."

.

.

.

"eungghh~"Baekhyun langsung mengambil handphonenya yang bergetar, perlahan matanya terbelalak menatap siapa pengirim gambar melalui MMSnya.

'Kau harus menemuiku di atap sekolah sepulang sekolah, atau foto ini akan tersebar ke seluruh penjuru sekolah'

Baekhyun mengumpat dalam hati, ia tidak pernah tidur seperti ini, pasti Chanyeol yang menata ini semua, ukh sialaannn!-pikir Baekhyun, ia melirik jam di sebelahnya, pukul 6.

"Gila, apa si idiot itu sudah pergi lebih dulu? Pagi sekali."monolog Baekhyun, is kesal karena Chanyeol sudah pergi jadi dia tidak bisa menghajarnya habis - habisan pagi hari sampai kalau bisa namja tinggi itu tidak bisa berjalan nantinya, oh ya, jjangan pernah mengira jika gadis mungil itu tidak bisa apa - apa, gadis itu memegang sabuk hitam hapkido. Katanya sih untuk jaga - jaga jika ada yang berbuat jahat kepadanya.

"Lihat saja nanti si tiang itu."Baekhyun menyeringai imut yang membuat author kepingin nyubit pipinya/abaikan.

.

.

.

"Heyy~ kupikir kau tidak masuk hari ini."sapa Kyungsoo, yeoja bermata bulat itu tersenyum , lalu merangkul pundak Baekhyun, yang dibalas kekehan oleh Baekhyun.

"Kau ada acara pulang sekolah nanti?"tanya Kyungsoo, Baekhyun mengangguk.

"Ohhh…"Beberapa yeoja yang melihat Baekhyun dan Kyungsoo pun berbisik, membicarakan Baekhyun dan Kyungsoo.

"Kalian terlihat seperti pasangan kekasih."ujar Tao yang tiba tiba muncul dengan map merah tebal di tanganya, Baekhyun tergelak, begitu juga dengan Kyungsoo.

"Kenapa? Kau iri?"tanya Baekhyun, dengan alis yang di naik turunkan yang berniat untuk menggoda Tao, tapi yeoja bermata panda itu menggeleng, lalu senyum - senyum sendiri, Kyungsoo menggeleng, lalu berkata "dia sudah punya kekasih Baek, Wu Yi Fan, kapten basket sekolah ini plus sahabat roomatemu, Park Chanyeol."

Baekhyun yang dulunya cinta mati dengan Kris itu hanya memgangguk, mengiyakan perkataan Kyungsoo, tidak ada sirat kekecewaan maupun cemburu, Baekhyun jadi merasa bingung, apa ia benar - benar mulai menyukai Chanyeol?

.

.

.

Baekhyun segera melangkahkan kakinya dengan cepat ke atap sekolah, dan akhirnya ia menemukan namja tinggi yang tengah meminum minuman sodanya dengan gaya (sok) coolnya, walau Baekhyun mengakui jika Chanyeol sangat - sangat jelas lebih cool di bandingkan Baekhyun.

Baekhyun dengan langkah santai menghampiri Chanyeol, jemar lentiknya dengan jahil mengambil salah satu dari enam minuman soda yang ada di sana, tidak memperdulikan Chanyeol yanh melototinya, yeoja itu hanya mengerdikan Bahunya, mata sipitnya menatap Chanyeol sekarang.

"Wae?"tanya Baekhyun dengan wajah (sok) innocentnya, padahal Chanyeol sudah memasang wajah keaal di hadapan Baekhyun.

"Lihat, setelah mengambil mjnuman orang tanpa izin dan sekarang kau tanya kenapa?"tanya Chanyeol dengan nada kesal, Baekhyun tergelak, lalu menendang kaleng soda yang baru ia habiskan juga.

"Kau yang memulainya,"jawab Baekhyun, ia menatap Chanyeol dengan seringaian imutnya.

"Nyalimu besar juga."Chanyeol menyeringai tidak kalah lebar dengan Baekhyun yang membuat yeoja setinggi 165 cm (maaf author turunin tinggi badannya) itu menciut, tapi ia langsung menyeringai hingga membuat Chanyeol tertawa, lalu membuka handphonenya, membuka aplikasi SNSnya.

"Kau harus menuruti perintahku, nona-upss tuan Cho."Baekhyun terdiam, lalu mengangguk kecil.

"Kau harua jadi pelayanku sampai ujian nasional, nona."

"MWO?"

.

.

.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal, ia rasanya ingin membanting handphone Chanyeol yang super duper mahal itu, Baekhyun berdecak, ia bahkan bisa membeli 10 handphone Chanyeol, bukannya ia sombong tapi itu kenyataan, dan sekararang? Baekhyun membawa dua tas yang beratnya minta ampun, satu miliknya dan satu milik Chanyeol.

"Dengarkan, kau harus melayani aku dengan benar, dan kau bisa bawakan pakaian kotorku ke laundry, beaok kau yang mengambilnya juga."

"Mwo? Chan, kau punya-"

"oke, akun SNS-"

"Arraseo! Arraseo!"

Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal, lalu menendang sandal rumah bewarna baby blue miliknya. Dan sandal itu mengenai kepala Chanyeol. Baekhyun langsung tergelak, lalu berlari ke ranjangnya, menghindari lemparan pakaian kotor milik Chanyeol.

"Ya! Kerdil! Kemari kau!"Baekhyun pun dengan cepat berlari ke arah kiri ranjangnya, sedamgkan Chanyeol mengejarnya lewat kanan.

"Kejar aku tiang!"Baekhyun langsung masuk kekamar mandi lalu tertawa terbahak - bahak.

.

.

.

"Hei kerdil, kemari."panggil Chanyeol, Baekhyun yang tengah membaca komik Conan (betewe ini kesukaan author, habis author bingung mau pakai nama komik apa, hehehe) itu menoleh, mata sipitnya menatap Chanyeol heran.

"Jangan sok innocent, ingat janjimu tadi."Chanyeol menunjuk pakaian kotor yang di balas gelengan dari Baekhyun, yeoja bermata sipit itu memasang aegyonya sekarang.

"Tidak ada aegyo, tidak ada rengekan."

dan satu kalimat itu cukup ampun untuk membuat Baekhyun ke tempat Laundry.

.

.

.

Baekhyun memasukan pakaian - pakaian kotornya dengan kasar di mesin cuci, ia menggerutu karena ia sangat lelah hari ini dan bisa - bisanya Chanyeol menyuruhnya seperti ini. Sial, Baekhyun bahkan berharap agar ia lebih baik menjadi Katniss yang tengah melakukan permainan saling membunuh tapi setidaknya ia mendapat partner seperti Peeta Mellark yang tampan dan tidak sombong, uhh, jika saja ada request untuk roomate, ia akan memilih sendirian di kamar dari pada dengan manusia kelebihan kalsium (read : Chanyeol) dan lebih sialnya lagi, Baekhyun bertemu dengan sahabat Chanyeol sekaligus mantan kekasihnya.

"Hai, kau sendirian?"

"Ne, tentu saja."jawab Baekhyun, lalu memprogram mesin cucinya.

Kris terkekeh geli menatap Baekhyun, yang membuat Baekhyun menatap heran ke arahnya.

"Ada yang lucu tuan Wu?"tanya Baekhyun, Kris langsung menggeleng.

"Oke, pakaianku sudah selesai, aku duluan Hyun Jae-ah!"

.

.

.

Baekhyun berusaha mencari makalah miliknya, sial, hari ini makalah sialan itu dikumpulkan dan Baekhyun lupa membawanya, ia mondar - mandir mencari makalahnya, ia sudah mencari ke ranjang, kamar mandi, bahkan kulkas kecil tempat ia meletakan minuman dinginnya. Dan itu membuat Chanyeol pusing sekaligus kesal, akhirnya ia pun menyeret Baekhyun ke dekatnya.

"Kau kenapa?"tanya Chanyeol, Baekhyun menggeleng."

Kau tidak berangkat?"

"ah ya."Baekhyun pun dengan cepat langsung beranjak dan membawa tasnya pergj.

"Hey, tunggu."Chanyeol menarik tas hitam milik Baekhyun.

"Ne?"

"Bawakan ini."Chanyeol pun menyerahkan tas nya ke tangan Baekhyun.

"Yeol-ah!"jerit Baekhyun sembari membuka resleting tas Chanyeol, matanya terbelalak melihat isi tas Chanyeol, Buku satu lemari.

"Jangan dikeluarkan, aku butuh semua itu."pinta Chanyeol, lalu bersorak di belakang Baekhyun sembari terkekeh geli.

.

.

.

Para murid yang sesudah berganti langsung menuju lapangan basket, ada yang berbincang, memilih pasangan barisnya, dan menggerutu. Tidak semua sih, yang menggerutu, hanya Baekhyun, ia menggerutu karena pakaian olahraga yang di berikan Kyuhyun itu kebesaran, dan itu membuat Chanyeol terbahak sambil sesekali bertanya, "apa baju itu milik appamu?"dan Baekhyun hanya menjawab itu dengan dengusan malas, malas membantah maupun berdebat dengan namja tinggi itu.

Tiba - tiba peluit Jonghyun -guru olahraga- berbunyi, membuat 20 siswa itu langsung kalang kabut membentuk barisan.

"Kalian berlari mengelilingi lapangan, untuk perempuan lima putaran, sedang namja tujuh kali!"peluit jonghyun kembali berbunyi, para murid pun mulai berlari mengitari lapangan basket sekolah itu.

.

.

.

"Hyun Jae, kau bisa berhenti."pinta Jonghyun ketika mulai melihat nafas Baekhyun yang tersenggal, alat penekan dadanya ini memang sangat menyiksannya.

"Tapi sonsaengnim-"

"Tidak ada pembantahan!"Baekhyun bungkam, akhirnya ia memilih duduk dipinggir lapangan sembari menunggu murid yang akan selesai, padahal tadi Baekhyun masih lima putaran, yeah, memang seluruh guru dan pegawai di sekolah ini sudah tau siapa 'Hyun Jae' yang sebenarnya.

Baekhyun langsung meraih air mineral yang ada di sebelah yeoja mungil itu, lalu memainkan rambut hitamnya sembari menunggu murid yang lain, ia berharap materi hari ini bukan basket, ia benar - benar tidak menyukai pelajaran itu. Kenapa? Ia terlalupendek untuk mencapai ring bola basket, Baekhyun memang bisa dibilang pendek, tingginya hanya - ok, kurasa kalian sudah tau, sedangkan Chanyeol 185 cm, Sehun 184 cm, Jongin bahkan 183 cm, jadi bisa dibilang jika Baekhyun se lengan atas mereka semua.

"Materi hari ini-"

'Jangan basket.'

'Tuhan kumohon.'

"BASKET!"

Baekhyun menjerit dalam hati, bisa - bisa ia mendapatkan olokan dari Chanyeol, belum lagi tawa menyebalkannya, yang sekarang ada di depan mata.

Bugh!

Baekhyun melempar asal bola basket yang ia bawa kedepan, dan itu tepat terkena hidung Chanyeol. Belum lagi darah yang mulai mengalir dari hidung namja itu.

"Kau tidak apa? Mau kuantar ke ruangan kesehatan?" tanya Baekhyun yang dijawab anggukan oleh Chanyeol. Setelah meminta izin, Baekhyun akhirnya langsung menggeret Chanyeol ke ruang kesehatan, Chanyeol yang digeret Baekhyun pun memandang tubuh Baekhyun dari belakang yang tampak bagus untuk ukuran seorang 'namja'.

"Jangan bengong! Duduklah!" Baekhyun langsung mengambil tisue untuk menyumbat hidung Chanyeol yang masih mengeluarkan darah. Baekhyun juga mengusap lembut daerah di sekitar hidung Chanyeol yang belepotan darah.

Chanyeol memandangi wajah Baekhyun yang terlihat manis karena yeoja itu tersenyum lembut sembari mengusap lembut darah yang mengotori hidungnya, dan juga sesekali terkekeh geli karena Chanyeol memekik pelan karena Baekhyun tidak sengaja mengenai hidungnya.

Setelah selesai, entah dorongan dari mana, Baekhyun mencubit pipi Chanyeol gemas. Dan itu cukup membuat Chanyeol tertawa dan sesekali meringis.

"Lain kali jangan cari masalah denganku, beruntung tadi bola basket, jika bola bowling bagaimana?"

"Justru kau yang ķucemaskan," elak Chanyeol, Baekhyun langsung mengrenyit bingung. "Kau itu kuat tidak mengangkat bola bowling itu?" Baekhyun melotot, lalu menjitak kepala Chanyeol kesal.

"Kau tetap saja menyebalkan!"

"Bukan Park Chanyeol jika tidak menyebalkan, hahaha!"

Baekhyun mendengus kesal, tapi wajah kusutnya mulai kembali berbinar ketika mendapati ruangan yang ada di depanr. Ruangan kesehatan, Chanyeol yang melihat itu pun mengrenyit bingung, sepertinya banyak sekali yang Baekhyun sembunyikan padanya.

Jelas saja! Jika tidak, idetitas Baekhyun bisa terbongkar sejak dulu!

Oke, back to ChanBaek

Chanyeol menahan tangan Baekhyun ketika yeoja itu hendak meninggalkannya di ruangan kesehatan. Baekhyun pun menoleh, lalu menatap Chanyeol dengan tatapan 'ada apa?'. Namja tinggi itu langsung nyengir, lalu ikut menatap ruangan yang dimaksud Baekhyun.

"Kau mai ikut? Keruang musik?"tanya Baekhyun yang dijawab anggukan (sok) polos dari Chanyeol.

Baekhyun lagi lagi mendengus, tapi ia mengijinkan Chanyeol ikut dengannya, jujur saja, Baekhyun mulai merindukan piano putih miliknya, dan bagaimana pun juga, Baekhhyun merindukan orang tuanya. Sekalipun orang tuanya seperti itubagimana pun itu tetap orang tua Baekhyun, orang tua yang sudah merawatnya, membesarkannya dan masih banyak lagi, tapi ada hal yang Baekhyun tidak bisa menerimanya. Home Schooling. Latihan. Lomba. Tidak ada teman. Walaupun Baekhyun bisa mencapai ranking tinggi di Home Schoolingnya, tapi ia tidak mempunyai teman seperti sekarang. dan entah kenapa, ia merasakan hal yang berbeda sekarang, setiap tuts yang ia tekan itu membuat senyum naisnya terulas di wajah imutnya, tidak seperti senyum palsu yang biasanya Baekhyun lakukan karena paksaan eommanya.

Setelah permainannya selesai, ia menatap Chanyeol yang tersenyum ke aranya, senyum yang terulas di wajah manis Baekhyun pun berubah menjadi senyum malu - malu dan juga adanya rona merah yang menjalari pipi yeoja itu.

"Wow, itu menakjubkan, kupikir kerdil sepertimu tidak bisa apa- apa," ejek Chanyeol, yang membuat Baekhyun memukul lengan atasnya.

"Terserah apa katamu yeol."

"Oke, aku bisa memainkan gitar, kau mau berduet denganku?" Baekhyun langsung terbahak, yang membuat Chanyeol meringis.

"Aku bisa bernyanyi untukmu, lagunya?"

"Goodbye Summer?"

"Disana ada bagian rapnya!"

"Sudahlah!" dengan berat hati pun Baekhyun mulai menyanyikan lagu yang diminta Chanyeol.

Giokhae bokdo eseo ttodeulda gachi honnadeun uri dul~

Beolseomyeonseodo waegeurido jeulgeowonnaeunji arraseo~

Geunal ihuro (yeah...yeah...)

Uri neul (yeah...yeah...)

Ssangdungi byeoljari cheoreom neon na naneun neoyeosseo~

Baekhyun terkekeh geli sembari memandang Chanyeol yang menyanyi juga dengannya, dan jika boleh bilang, suara Chanyeol benar benar tidak tepat dengan lagunya, jika ini lagu avenged sevenfold mungkin Chanyeol masih pantad menyanyikannya. Baekhyun pun melanjutkan menyanyinya ketika Chanyeol menatapnya tajam.

Joreophagi jeonnal manhi ukleon neo~

Namjarago kkuk chamdeon neo~

Hago shipeotdeon mal motago~

Tteugeowotdeon geu yeoreum cheoreom annyeong~

Chinguraneun ireum eoneusae miwojin keum

gamchudeon gamjeongeun jigeum do apeun

bimirui gieogil ppun~

Uri sain jeongnihal su eommneun sajin bomyeon

gaseum, arin story, I'm sorry yeoreuma ijen goodbye ye~yeah~

Mereka pun melanjutkan menyanyinya, dan sesekali akan ada tawa Baekhyun atau Chanyeol karena ada kesalahan yang dilakukan mereka, atau tatapan kagum Chanyeol karena Baekhyun bisa meraih oktaf yang sangat tinggi saat menyanyi.

Baekhyun tersenyum puas setelah mengakhiri lagunya, lalu menatap Chanyeol yang menatapnya sembari tersenyum juga.

"Kau tampak menyenangkan jika seperti ini." puji Baekhyun, Chanyeol terkekeh, lalu mengusak rambut hitam milik Baekhyun.

"Lalu aku biasanya seperti apa?"

"Setan, iblis, atau apapun itu yang mengesalkan hati."

"Sial."gerutu Chanyeol dan alhasil mengundang gelak tawa dari Baekhyun.

.

.

.

Baekhyun mengambil baju seragamnya di loker, tapi bukanya berganti di ruang ganti, yang ada Baekhyun langsung menuju kamar mandi untuk mengganti bajunya. Dan lagi - lagi itu membuat Chanyeol mengrenyit.

Apa anak itu memiliki luka dipunggungnya? Apa dia punya alat alat canggih ditubuhnya? Apa dia robot? Apa dia yeoja? Apa dia punya phobia untuk bertemu orang saat berganti baju? Apa dia seorang maniak seks? Ya! Apa yang kau pikirkan!?-Chanyeol langsung menggeleng dan menepis fantasi liarnya, ia pun langsung memakai seragamnya dengan cepat.

Setelah dirasa rapi, Chanyeol langsung keluar dari ruang ganti, dan ia pun langsung menemukan Baekhyun yang sepertinya baru selesai ganti baju.

"Hyun Jae-ah!"panggil Chanyeol, Baekhyun pun langsung menoleh, menemukan Chanyeol yang berlari ke arahnya.

"Ya! Jangan lari disini-"

BRUKK!

Chanyeol terjatuh dengan tidak elitnya di lantai, dan itu membuat beberapa siswa - siswi yang lalu lalang akan tertawa, tapi lain dengan Baekhyun,yeoja itu hanya menggeleng lalu mengulurkan tangannya ke Chanyeol.

"Aku belum selesai bicara tadi, disini lantainya licin." ujar Baekhyun sembari tersenyum, lalu menyerahkan paper bag Chanyeol yang terjatuh karena insiden tadi.

"O-oh, hehehe." Chanyeol hanya nyengir kambing, ia benar - benar malu sekarang, Apalagi image cool dan arrogant andalannya yang sudah hancur begitu saja. Jika bisa, Chanyeol berharap jika ia bisa membuang mukannya lalu membuatnya yang baru, tapi sayang sekali tidak bisa.

"Chan,yeoja itu melambai kepadamu?" tanya Baekhyun, Chanyeol pun menyipitkan matanya, berusaha melihat yeoja berambut hitam yang mendekat kearahnya.

"Opppaaaa~" mata Chanyeol membulat seketika.

"Krystal!?"

.

.

.

Tbc...

Note : annyeong~ masih ada nggak yang nungguin cerita ini? Ada ya? Adaa kan? *ceritanya maksa* maap ya gak update lama, abis gak ada pulsa buat paketan :" rencananya sih mau apdet setiap hari minggu tapi ya mau gimana lagi? Akhirnya nelat :"v. makasih juga buat semuanya yang udah ripiu, itu bnar - benar membantu. Oke sekian dari saya.

Riview please?