He so Beautiful!

Main Cast :

- Byun Baekhyun

- Park Chanyeol

Support Cast :

Cari sendiri yeth -3-)/

Genre :

Romance (entar)

/friendship/absurd/cari Sendiri -3-/

Rating : T

WARNING! GENDERSWITCH INSIDE!

TYPO BERTEBARAN! ABSURD! GAJE! ALUR KECEPETAN!

DLDR! SIDERS MENJAUH!

GAUSAH BANYAK CINCONG! LANGSUNG BACA!

.

.

.

Mata Chanyeol masih membulat, mulutnya ternganga. lebar, sedangkan Baekhyun masih mengrenyit, berusaha memandang lekat yeoja dihadapannya yeoja berambut hitam yang tengah merentangkan tangannya untuk memeluk Chanyeol tapi yang ada Chanyeol masih mengrenyitkan keningnya, dan itu membuat Krystal kesal.

"Oppa? Oppa tidak mau memeluk tunangan oppa?"tanya Krysral meraih lengan Chanyeol, lalu memeluknya erat.

Sedangkan Baekhyun merasakan dadanya mulai sesak, matanya memanas, nafasnya benar - benar tercekat. Baekhyun mulai menjauh dari Chanyeol, ia mengusap matanya, hingga telapak tangannya mulai basah. Baekhyun berjalan sembari menundukan kepalanya, sampai tiba tiba ia menabrak seseorang.

"Hyun Jae-ssi?" Baekhyun mendongakan kepalanya,mendapati Kris yang ada di hadapannya, namja itu tampak berkeringat, mungkin ia baru saja latihan basket, Baekhyun bisa melihatnya dari pakaian yang dipakai Kris.

"A-ah, Mianhae."

"Tidak apa." Jawab Kris, lalu mengambil bola basket yang tadi dibawanya, lalu membantu Baekhyun berdiri. Matanya menyipit melihatmata berair milik Baekhyun, yeoja itu pun langsung mengusap matanya dan tersenyum kecil, seolah - olah tidak ada yang terjadi.

"Kau ada masalah?" tanya Kris, Baekhyun menggeleng, jujur saja, Baekhyun masih gugup mendapati Kris di hadapannya.

"Tidak ada, mataku kemasukan debu tadi." Baekhyun menggeleng kecil, lalu menghela nafasnya.

"Oh, kau mau kekelas?"tanya Kris, Baekhyun langsung mengangguk cepat, dan segera berjalan, tapi Kris langsung mencekal tangan Baekhyun.

"Kris? Wae?"

Kris pun langsung mengeluarkan makalah yang di cari Baekhyun sejak tadi pagi, mata yeoja itu pun membulat.

Jemari lentiknya pun terulur untuk mengambil makalah itu, matanya langsung berbinar - binar, dan itu membuat Kris tersenyum kecil, teringat dengan seseorang yang sangat berarti baginya dulu.

"Dimana kau menemukannya? Aigoo..." Baekhyun langsung memeluk makalah yang ia buat dengan susah payah itu.

"aku menemukannya di depan tempat laundry kemarin." Kris menampilkan cengirannya, dan itu membuat Baekhyun tersenyum senang, Kris tetap seperti dulu, hanya saja sekarang kris jauh lebih tampan dengan rambut hitamnya, dulunya rambut namja itu bewarna pirang yang menjadi ejekan Baekhyun.

"Gege~" Baekhyun menolehkan kepalanya, mendapati Tao yang langsung menghambur ke pelukan kris.

"Wae heum?"tanya Kris, ia langsung mengecup puncak kepala Tao, oh ya, Tao itu anak akselerasi, jadi wajar jika ia memanggil Kris dengan sebutan 'Gege'.

Baekhyun pun tersenyum, memandang kedua orang di hadapannya, dan ia pun melihat sesuatu yang kembali tidak mengenakan matanya, Chanyeol, yang berjalan berdua dengan Krystal.

"Heum, Kris, Tao, aku duluan."

"Jiee~ wae?" tanya Tao, Baekhyun langsung menggeleng lemas, sedangkan Kris mengrenyit mendengar Tao mengatakan 'Jie' tadi. Tao yang menyadari itu pun langsung menyela, "aku memanggil Hyun Jae ge dengan Jie karena ia terlihat lebih cantik dariku."

Kris memanggut paham, lalu membiarkan Baekhyun yang mulai menjauh dari mereka berdua.

.

.

.

Kyungsoo menatap tajam yeoja di hadapannya, sedangkan Baekhyun memainkan jari - jari tangan lentiknya dengan gelisah. Yeoja itu terpergok baru keluar dari gudang olahraga dengan mata sembab dan hidung memerah, jadi Kyungsoo pun sangat penasaran kenapa yeoja yang terlihat sangat tegar itu tiba - tiba menangis begitu saja.

"Katakan padaku Baek."

"Isshhh! Ini masalah pribadi!"

"Oke, tapi jika kau butuh aku, kau bisa ke asrama."

Baekhyun memanggutkan kepalanya, lalu berjalan sembari menundukan kepalanya, ia juga menendangi para kerikil yang tidak bersalah (#poorkerikil).

Sesampainya di asrama, ia langsung mengguyur tubuhnya dengan air hangat agar ia tidak terbebani oleh masalah yang menimpanya hari ini. Chanyeol memiliki tunangan, tunangannya adalah hoobaenya. Dan anehnya Baekhyun tidak mengetahui jika Chanyeol memiliki tunangan. Padahal setiap hari ada cincin emas putih yang berada di jari manis Chanyeol.

Setelah ia mengeringkan rambut hitamnya dengan handuk, ia mendengar pintu kamarnya dibuka, dan muncullah Chanyeol dengan seragam yang masih melekat di tubuh atletisnya. Mendadak Baekhyun bingung karena melihat wajah Chanyeol yang murung, bukankah hari ini ia bertemu dengan tunangannya? Kenapa Chanyeol memasang wajah murung seperti itu?

"Hai." Sapa Chanyeol, Baekhyun mengangguk sembari tersenyum kecil.

"Kau mau menemaniku menonton film? Aku baru mendapatkan film baru dari Kris." Mata Baekhyun langsung berbinar, ia pun mengangguk cepat, lalu menuruni ranjangnya untuk menghamoiri Chanyeol yang ada di bawahnya.

Shit. Itulah kata yang dilontarkan Baekhyun berkali - kali karena film yang dimaksud Chanyeol itu film hantu, dan judul film itu Oculus. Sial, Baekhyun benar - benar ketakutan sekarang.

"Chan," panggil Baekhyun, Chanyeol pun menoleh, sembari bergumam. "Jangam menonton film hantu, kumohon."

Chanyeol terkekeh, lalu menatap Baekhyun yang sibuk menggigiti jarinya karena ia gelisah mau mengatakan alasan apa ke Chanyeol, masa iya ia akan mengatakan jika ia takut? Bisa - bisa ia ditertawakan. Sudah pernah menonton? Sangat tidak, Chanyeol akan menanyakan alur ceritanya nanti, dan akhirnya pilihan Baekhyun tinggal satu, menonton film -menurut Baekhyun- terkutuk itu. Dan bersiap - siap mimpi buruk nanti malam.

.

.

.

Chanyeol terbangun dari tidurnya ketika mendengar ada yang berteriak, dan juga bergerak, saat ia membuka mata dan telinganya lebar - lebar, ia menemukan Baekhyun yang meringkuk di ranjangnya dengan air mata membasahi pipi putihnya. Chanyeol pun mendekati Baekhyun, lalu memeluknya, membiarkan Baekhyun tenang.

"Gwenchana?"

"H-hanya mimpi buruk," jawabnya dengan nada bergetar, "K-kau bisa kembali ke ranjangmu."

Dahi Chanyeol berkerut, menatap mata Baekhyun, lalu menghela nafasnya, Chanyeol ingat saat tadi Baekhyun meminta untuk tidak melihat filmnya dan ia lebih memilih film seperti Catching Fire (Sequel The Hunger Games), Divergent, The Maze Runner, Percy Jackson,tapi yang ada Chanyeol tetap kukuh ingin melihat film pilihannya.

"Kau takut karena melihat film tadi?"

"A-ani." jawab Baekhyun, suaranya teredam oleh dada Chanyeol.

"Mengakulah."

"Aku tidak mau ini berakhir seperti gaya tidurku."

"Yak! Kau masih beruntung mau kutemani!"

"Siapa?"

"Kau!" hardik Chanyeol, Baekhyun malah tersenyum geli.

"Yang tanya?" wajah Chanyeol langsung memerah, entah karena malu atau marah, dan itu cukup untuk membuat Baekhyun tertawa terbahak - bahak, bahkan ia sampai memegangi perutnya karena berhasil menjahili Chanyeol.

Baekhyun tersentak ketika tiba - tiba Chanyeol mencekal kedua tangannya, namja itu menyeringai dan -menurut Baekhyun- itu mengerikan.

"Kau harus menemaniku melihat semua film horror milikku."

"Andwaeeee!"

.

.

.

"Hiksss..."

"Yak! Tenanglah! Aku hanya bercanda tadi!"

"Bercanda apanya? Kau memperlihatkan gambar hantu itu tepat di depan wajahku, hikss..."

Chanyeol nyengir, ia tadinya memang menjejalkan gambar hantu jepang -sadako- dan itu sudah membuat Baekhyun menjerit ketakutan. Chanyeol pun semakin ingin menggoda Baekhyun, ia akhirnya menjejalkan gambar itu tepat di depan wajahnya dan itu langsung membuat Baekhyun terisak -sampai sekarang.

"Heiii, aku minta maaf."

"Aku tidak mau!"

"Oke, oke, pelukan agar kau tidak mimpi buruk?"

Baekhyun bergidik, lalu menjitak dahi lebar milik Chanyeol.

"Jidatmu lebar! Kau meggelikan tau!"

"Ayolah Baek, ini jam 1 malam dan kau bisa membuatku tertidur di kelas Lee sonsaengnim besok!"

"Siapa yang peduli?" tanya Baekhyun ketus. "Kau bisa lanjutkan tidurmu bukan? Untuk apa menungguku?"

Baekhyun benar. Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, berusaha mencari jawaban untuk Baekhyun. Chanyeol hanya tidak tega meninggalkan Baekhyun dalam kondisi 'ketakutan', apalagi Baekhyun ketakutan karenanya.

Baekhyun masih menatap Chanyeol, bingung dengan tingkah namja berpawakan tinggi yang tengah memainkan Handphonenya.

"Tunanganmu masih bangun?"

"Tunangan? Maksudmu Krystal?"

"Oh, namanya Krystal?"

Dahi Chanyeol berkerut, menatap Baekhyun bingung. Sedangkan yang ditatap pura - pura tidak tahu.

"Aku tidak pernah menganggapnya sebagai tunanganku." Langkah Baekhyun terhenti, ia memejamkan matanya, berusaha menghilangkan gejolak tidak enak di hatinya.

"Kenapa?" Tanya Baekhyun ketika ia sudah ada diatas ranjang miliknya. Chanyeol pun mengikuti Baekhyun ke ranjangnya juga.

"Dia adik angkatku."

Mata Baekhyun membulat, sedangkan Chanyeol malah tertawa, jika tunangan kenapa Krystal terlihat sangat menginginkan pertunangannya? oke, lain kali Baekhyun harus berpikir panjang untuk menentukan penjelasan.

"jadi?"

"Yeah, aku harus belajar mencintainya, kalau tidak aku punya kekasih sebelum aku lulus." Baekhyun tersenyum getir, lulus? Bahkan Baekhyun masih harus menyamar dan kalau bisa menghilang dari muka bumi ini, tapi Chanyeol mungkin akan menikah dengan Krystal jika Baekhyun masih dalammode 'penyamaran' itu.

Baekhyun bisa merasakan namja di sebelahnya itu menghela nafasnya berkali - kali, Baekhyun pun menepuk pundaknya.

"Kau tidak tidur?"

"Hmm, tidur denganmu?" Tanya Chanyeol ambigu , tapi Baekhyun malas meladeninya.

"Terserah." Jawab Baekhyun, Chanyeol pun langsung berbaring di sebelah Baekhyun, lalu menepis bantal yang digunakan Baekhyun dan digantikan oleh lengannya, dan itu membuat Baekhyun bingung.

"Bantalnya memenuhi ranjang, tidurlah."

Baekhyun mengangguk imut, lalu segera memejamkam matanya.

.

.

.

Sinar matahari mulai masuk melalui celah - celah jendela, dan itu membuat Baekhyun terusik, jadi ia menggeliat kecil dan membuka matanya. Pipi yeoja itu memerah ketika menyadari ada tangan yang melingkar di pinggangnya, dan juga salah satunya menjadi bantalnya.

Namja tampan itu membuka matanya, menatap Baekhyun yang berusaha melepas tangannya yang ada di pinggang Baekhyun. Namja itu pun mengangkat tangannya, dan itu membuat Baekhyun menoleh lalu menatap Chanyeol dengan pipi memerah dan senyum malu - malu.

"Tidurmu nyenyak?" tanya Chanyeol, ia ingin sekali menarik pipi chubby milik Baekhyun.

"Not Bad, yang ada malah kau yang mengganggu tidurku."

"Eh?"

"Lupakan, kau tidak mandi?"

"Untuk apa? Ini hari minggu." jawab Chanyeol lalu membenamkan wajahnya di bantal milik Baekhyun, Baekhyun hanya mendengus, lalu berlari kecil ke kamar mandi untuk mandi.

.

.

.

"Kau tidak keluar? Ada makanan di dapur." ujar Baekhyun yang baru masuk ke kamarnya dan menemukan Chanyeol yang tidak jauh berbeda dengan posisi tadi.

"Kau kemarin juga bilang jika 'aku bisa tertidur di pelajaran Lee-"

"Astagaaaaa! Aku ada latihan Basket!" jerit Chanyeol, dan itu membuat Baekhyun menggerutu lalu menatap Chanyeol yang berlarian kesana kemari.

"Berhentilah seperti itu! Akan kubantu!" Baekhyun langsung mengambilkan seragam milik Chanyeol, sedangkan namja itu sudah memasuki kamar mandi dengan tergesa - gesa, dan alhasil, namja itu keluar hanya dengan handuk yang melilit bagian pribadinya saja. Pipi Baekhyun langsung memerah hebat, lalu berpura - pura membaca novel Insurgent yang ia pinjam di perpustakaan kemarin.

"Hei, wajahmu memerah, kau baca buku yang mesum-"

"Diam dan ganti bajumu Park."

"Kenapa eoh?" Chanyeol mendekat ke arah Baekhyun, dan itu membuat Baekhyun semakin gugup, belum lagi aroma maskulin dari tubuhmya, rambutnya yang acak - acakan itu membuatnya terkesan seksi. tapi Baekhyun langsung menggelengkan kepalanya, dan itu membuat Chanyeol terkekeh.

"Apa itu lucu?"

"Kau begitu polos dan menggemaskan, kupikir kau hampir mirip dengan Jongin atau sehun."

"Eh? Memangnya kenapa Jongin dan Sehun?"

"Mereka bisa memiliki 5 kekasih sekaligus."

Mata Baekhyun membulat, lalu menatap Chanyeol yang tengah membenarkan pakaiannya. Chanyeol yang merasa di tatap itu pun menoleh. Lalu tersenyum lebar.

"Tidakk! Aku hanya bercanda," ujarnya sembari terkekeh geli, dan itu membuat Baekhyun kesal lalu mengerucutkan bibir tipisnya. Chanyeol pun menghampirinya lagi, lalu menarik pipi Baekhyun dengan gemas yang membuat Baekhyun memekik kesakitan.

Tawa Chanyeol semakin keras, Baekhyun pun melemparkan sandal rumah miliknya tepat di depan muka Chanyeol, tapi Chanyeol dengan cepat menghindar, jadi sandal rumah itu meleset. Baekhyun malah mengerucutkan bibirnya lagi, jadi Chanyeol malah gencar untuk menggodanya.

"Cepat berangkat sana!"

"Kau mengusirku?" tanya Chanyeol dengan nada merajuk, dan itu membuat Baekhyun bergidik.

"Kau menggelikan!" ejek Baekhyun, ia pun mendorong Chanyeol yang masih tertawa ke luar kamarnya.

"Hahahahaha, oke aku berangkat, sampai nanti nona." goda Chanyeol lagi, dan itu cukup membuat pipi Baekhyun semerah tomat yang masih baru dipetik (bukan tomat ijo yesh-3-)/)

.

.

.

Kyungsoo tertawa sampai perutnya sakit ketika Baekhyun selesai menceritakan kejadiannya tadi pagi dengan Chanyeol, , belum lagi Tao yang baru muncul langsung ikut tertawa terbahak - bahak, dan lagi - lagi Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"Berhentilah mengerucutkan bibirmu, Chanyeol bisa menciummu nanti." goda Kyungsoo, pipi Baekhyun kembali memerah, Tao bahkan ikut mencubit dan menusuk pipi chubby Baekhyun yang memerah dengan jari telunjuknya.

"Soo~"

"Jie menyukainya kan?"

"Heiii! Mana mungkin!"

"Hati - hati, nanti kemakan omongan sendiri loh." goda Kyungsoo lagi, dan akhirnya pipi Baekhyun kembali memerah,sedangkan KyungTao sudah berhigh five karena mereka lagi - lagi berhasil menggoda Baekhyun.

Mereka terus tertawa hingga dering telpon Kyungsoo mulai berbunyi.

"Kyungsoo disini~"

'Noona? Eodiga?'

"Di kamar, hari ini jadi?"

'Tentu saja, aku akan kesana ok?'

"Cepat, hari ini aku tidak mengampunimu jika kau terlambat karena asik berkencan dengan boneka 'Krong' milikmu."

'Oke, saranghae.'

"Ehm, aku benci mengakui ini, tapi... Nado Saranghae."

Pip!

Kyungsoo tersenyum dengan pipi yang memerah di wajahnya, ia tidak memperhatikan kedua yeoja yang sekarang menatapnya horror, seperti tatapan harimau dengan hewan mangsanya.

"Apa?"

"Nugu?" tanya Baekhyun dengan tatapan menggoda, sedangkan Kyungsoo masih sibuk berblushing ria.

"Hahahaha! Karma memang berlaku nona Do."

Cklek!

"Noona?"

"Jongiieee~"

"Shit, apa - apaan ini?" umpat Baekhyun, mata Jongin langsung terbelalak menatap Baekhyun yang ada di hadapannya.

"Baekhyun noona?"

"Kau tau dia?" Tanya Kyungsoo heran, dahinya mengernyit ke arah Jongin.

"Baekhyun noona itu sepupuku." jawab Jongin, mata Kyungsoo yang sudah bulat semakin membulat, sedangkan Baekhyun sudah bersedekap meminta penjelasan.

"Jadi, Cho Jongin?"

Jongin menghela nafasnya, lalu menatap mata sipit Baekhyun yang terpejam.

"Kyungsoo noona itu kekasihku, oke, dan appa sudah tau."

"Oke, bagaimana reaksi beliau?"

"Santai."

"Oke, silahkan berkencan, aku akan kembali ke kamar." Baekhyun langsung meninggalkan kamar Kyungsoo yang tadi ditanggapi anggukan ketiga orang disana.

Baekhyun terus melangkahkan kakinya menuju sekolah, entah kenapa, Baekhyun merasakan jika ia harus ke sekolah sekarang, dan Baekhyun menurutinya.

"Kris, sialan kau." desis salah satu suara yang berasal dari gazebo di sebelahnya, karena penasaran, Baekhyun pun menghampiri tempat di sebelahnya itu.

Mata Baekhyun membulat ketika melihat siapa yang ada disana, Chanyeol yang memiliki lebam di dekat matanya dan ujung bibir Chanyeol yang berdarah, Baekhyun juga bisa melihat jika ada Krystal dan namja yang Baekhyun tidak ketahui.

"Hyun Jae?" panggil Chanyeol, Baekhyun pun langsung menatap manik cokelat Chanyeolyang biasanya angkuh dan sombong itu, tapi sekarang manik cokelat itu terlihat teduh dan hangat.

"Oh, hai , kenapa wajahmu?" tanya Baekhyun dengan nada geli dan sedikit -mungkin- khawatir.

"Minhyuk sialan ini."

"Sunbae, aku tadi sudah minta maaf bukan?" elak namja yang di panggil Minhyuk tadi.

"Yeah, seharusnya kau harus tau dulu jika aku ini kakaknya, Ya! Cho Hyun Jae!" bentak Chanyeol ketika Baekhyun mencubit pipinya. Sedangkan yang di bentak hanya tertawa geli.

"Tertawa sepuasmu!" hardiknya.

"Mian, mian, kkk~"

Chanyeol langsung mengalihkan wajahnya, tapi tak lama kemudian ia kembali menoleh karena ada tangan yang terdapat es disana ditangkupkan di pipi putih Chanyeol.

Namja itu menoleh, menatap mata sipit Baekhyun yang sangat cantik ketika tersenyum, rambut hitam berponi yang menutupi jidatnya dan itu membuat Baekhyun semakin imut. Hidung mungil dan bibir tipis yang sangat menggemaskan di mata Chanyeol.

"Sudah lebih baik?"

"Y-yeah, gomawo." Chanyeol berharap Baekhyun segera mengangkat jemari - jemarinya karena ia merasakan degup jantungnya yang cepat dan juga ia merasa sedikit gugup saat Baekhyun tersenyum ke arahnya.

"Wow, kalian cepat sekali akrab,bukannya kemarin kalian seperti kucing dan anjing?" Ejek Kris.

Chanyeol dan Baekhyun pun melemparkan tatapan tajamnya ke arah Kris yang sekarang berakting seolah - olah tersayat dengan tatapan tajam Chanyeol dan Baekhyun.

"Aku berdarah, darah muda~ darahnya para remaja /njoget.""

Keempat anak itu memandang Kris dengan berbagai ekspresi,seperti jijik, geli, menahan tawa, datar dan masih banyak lagi. Kris yang merasa adanya awkward moment ini pun langsung berdeham untuk memecah keheningan.

"Ah! Aku ingat oppa!" pekik Krystal.

"Ne,kau Krystal kan?"

"Chanyeol oppa sudah memberi tahu oppa?"

Baekhyun mengangguk, lalu terkekeh geli ketika Chanyeol meringis dan menampar punggung tangannya ia merasa kesakitan atau memang Baekhyun yang jahil menekan luka Chanyeol.

"Yeah, hanya sedikit."

"Oke, namaku Krystal Jung, dan ini kekasihku, Minhyuk." mata Baekhyun membulat, dan itu membuat Krystal tertawa geli. Chanyeol pun tersenyum sembari menggeleng dan tersenyum tipis.

"Aku hanya menyayangi oppa sebatas kakak saja, jadi Chanyeol oppa harus memiliki kekasih sebelum lulus, dan waktu ini sangat sedikit bukan? Satu semester lagi." gumam Krystal sedih.

"Hei, aku bisa memikat gadis dengan tersenyum nona Jung, kau meremehkanku."

"Tapi oppa membenci yeoja bukan?"

Chanyeol terdiam, tatapanya berubah menjadi kosong, masa lalunya yang kelam mulai muncul dan ia kembali membuka luka yang berusaha ia tutup selama mungkin.

Masa lalunya..

Dengan noonanya yang meninggal karenanya.

.

.

.

Note : yeayyyy apdettt! Maaf kalo ini rada nelat, tugas di sekolah numpuk :" terus yang ripiu juga sedikit, disitu kadang saya merasa sedih (?) terus yang ripiu kemaren juga sangat - sangat terima kasih, kalian semua mood booster saya :* jadi disini Krystal nggak jahat kok, dan dia pake kata - kata tunangan itu cuma buat ngegoda Chanyeol, emang dia nanti jadi posesif gitu sama Chanyeol .-.

kkkk~ betewe film yang disebut diatas itu kesukaan author :v novelnya juga hahaha:v kepanjangan ya? Ok, Review please?